Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Analisis Pengendalian Internal Piutang Pada Departemen Akuntansi Hotel Intercontinental Bali Sanur Resort Ni Putu Ariyantini1. Putu Aristya Adi Wasita2 Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi Bisnis dan Humaniora. Universitas Dhyana Pura. Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara. Bali. Indonesia1,2 21111501017@undhirabali. ABSTRAK Saat ini industri perhotelan merupakan salah satu sektor yang paling Setiap industry perhotelan ingin mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki perusahaan untuk memperoleh laba maksimal. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian internal yang diterapkan dalam mengelola piutang, termasuk penagihan dan evaluasi risiko. Metode yang digunakan meliputi wawancara dengan staff Account Receivable dan Cost Control dan analisis dokumen terkait. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis pendekatan kualitatif dengan data berupa data primer. Dapat ditunjukkan bahwa meskipun sistem pengendalian internal yang ada telah berjalan dengan baik, terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti pemisahan tugas antara divisi penagihan dan akuntansi, meningkatkan pengawasan dalam pengelolaan piutang serta peningkatan komunikasi dalam proses penagihan. Selain itu, penerapan prinsip-prinsip pengendalian internal berdasarkan kerangka COSO juga diidentifikasi sebagai faktor penting dalam meminimalkan risiko piutang tak tertagih. Rekomendasi diberikan untuk memperkuat prosedur penagihan dan meningkatkan pelatihan bagian internal guna menjaga kestabilan keuangan dan efisiensi operasional hotel. Kata Kunci: Piutang. Sistem Pengendalian Internal. Departemen Akuntansi Pendahuluan Bali dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia, dan industri perhotelan merupakan salah satu sektor yang paling berkembang. Saat ini persaingan bisnis sedang ketat, perusahaan diharapkan dapat menguasai pasar agar produknya laris terjual. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan strategi penjualan seperti promosi agar jumlah penjualan dapat Perusahaan melakukan berbagai strategi penjualan seperti diskon, hadiah, undian, dan promosi lainnya untuk meningkatkan penjualan agar dapat mencapai laba sebesar-besarnya. Pengendalian internal adalah proses yang melibatkan SDM dan sistem TI guna membantu perusahaan mencapai tujuan terkait aspek keuangan, operasional, dan kepatuhan. Fungsi pengendalian internal adalah untuk memandu, memantau, dan menganalisis kinerja sumber Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 daya organisasi seperti keuangan, operasional. SDM, dan lainnya agar berjalan sesuai rencana dan tujuan perusahaan. Transaksi penjualan barang dan jasa seperti kamar hotel dan jasa lainnya yang ada dihotel secara kredit hal tersebut akan menimbulkan piutang yang mempengaruhi modal kerja perusahaan. Semakin besar porsi penjualan yang dilakukan dengan kredit . idak langsung dibayar tuna. dibandingkan dengan modal kerja perusahaan, maka semakin besar pula porsi penjualan Sebab penjualan kredit berarti perusahaan harus memberikan kredit kepada pelanggan, sehingga akan meningkatkan jumlah piutang . agihan dari pelangga. yang diinvestasikan perusahaan. Meningkatnya jumlah piutang akibat penjualan kredit akan meningkatkan resiko macetnya piutang . elanggan tidak membaya. bagi perusahaan. Resiko gagal bayar piutang merupakan resiko yang melekat pada penjualan kredit dan tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, namun perusahaan dapat berupaya memperkecil resiko tersebut dengan membatasi jumlah kredit dan melakukan analisis kredit yang baik. Resiko yang mungkin terjadi dari pemberian kredit adalah resiko piutang tidak dibayar pelanggan, baik sebagian atau seluruhnya. Oleh karena itu, penagihan piutang harus dikelola dengan baik untuk memastikan perusahaan mendapatkan kembali uang yang telah dipinjamkan kepada pelanggan. Untuk menghindari masalah dalam penagihan, sangat penting bagi perusahaan untuk menetapkan prosedur yang jelas terkait kebijakan kredit, termasuk persyaratan kredit yang harus dipenuhi oleh pelanggan, langkah-langkah dalam pemberian kredit, serta pengawasan yang efektif terhadap pengelolaan Dengan demikian, perusahaan dapat mengelola risiko dan menjaga kesehatan keuangan secara keseluruhan. Menurut (Seftiani & Retnowati, 2. Piutang adalah aset lancar yang diperoleh perusahaan dari pelanggan sebagai hasil penjualan barang atau jasa secara kredit. Dengan pemberian piutang, terdapat potensi risiko dan tantangan yang dapat mempengaruhi proses manajemen piutang (Pryhanni & Agha, 2. Salah satu tantangan yang akan dihadapi perusahaan dalam pengendalian piutang adalah terjadinya piutang tak tertagih. Piutang tidak tertagih muncul ketika pelanggan tidak dapat membayar kewajibannya karena bangkrut, menolak membayar akibat perselisihan dengan perusahaan atau menghilang (Pryhanni & Agha, 2. Menurut (Pradnya Dewi & Purnama Pradnyani, 2022, p. Piutang adalah hak klaim terhadap aset seperti uang, barang, atau jasa dari pihak Dalam konteks pelaporan keuangan, piutang dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu piutang lancar dan piutang tidak lancar. Piutang lancar merujuk pada klaim yang diharapkan dapat ditagih dalam satu tahun atau dalam siklus operasi perusahaan, tergantung pada periode yang lebih panjang. Aset perusahaan dalam bentuk piutang diharapkan seluruhnya dapat terealisasi dalam bentuk kas, akan tetapi dalam pembayaran piutang sering kali mengalami kendala. Dengan adanya piutang tak tertagih menyebabkan modal perusahaan tertanam dalam bentuk piutang, sehingga menyebabkan Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 kecil kemungkinan pihak hotel untuk menggunakannya sebagai modal kerja dalam kegiatan operasional selanjutnya Menurut Purnamasari . Pengendalian internal merupakan proses yang melibatkan dewan komisaris, manajemen, dan personel lain dalam sebuah entitas dengan tujuan memberikan keyakinan memadai terhadap tiga aspek utama, yaitu keandalan pelaporan keuangan, efektivitas dan efisiensi operasi, serta kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Pendapat lainnya juga dikemukakan oleh Andi . Pengendalian internal adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan direksi, manajemen, dan pihak lain dalam sebuah entitas, yang dirancang untuk memberikan keyakinan yang wajar tentang pencapaian tujuan yang terkait dengan operasi, pelaporan, dan kepatuhan. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan domestik dan internasional ke Bali permintaan akan akomodasi yang berkualitas terus meningkat, akomodasi yang terus bertambah adalah Hotel. Menurut Toha. & Miyanto. Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang dikelola secara komersial, menyediakan jasa penginapan, makanan, minuman, serta layanan penunjang lainnya untuk masyarakat umum. Hotel InterContinental Bali Sanur Resort merupakan salah satu hotel bintang lima di Bali yang memiliki 413 kamar, suite, dan villa dengan tipe yang berbeda, serta fasilitas pendukung lainnya. Untuk dapat bersaing dalam dunia pehotelan di Bali, selain menerapkan penjualan secara tunai InterContinental Bali Sanur Resort juga menawarkan kemudahan dengan diterapkannya sistem penjualan secara kredit yang tentunya menimbulkan akun piutang. Masalah yang pernah terjadi ialah pengendalian internal piutang yang mengakibatkan kredit mengalami kemacetan dan menimbulkan piutang tak tertagih dikarenakan agen gagal bayar akibat mengalami kebangkrutan. Berdasarkan masalah tersebut, dilakukan perbaikan terkait pengendalian internal terhadap piutang pada hotel InterContinental Bali Sanur Resort. Metode Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan data berupa data primer. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Adapun narasumber yang diwawancarai ialah Account Receivable dan Income Auditor. Selain itu, data sekunder berupa informasi perusahaan yang berkaitan yang juga digunakan dalam penelitian ini berupa buku-buku, literatur dan dokumen terkait Hasil dan Pembahasan Sejarah Hotel InterContinental Bali Sanur Resort sangat menarik dan beragam, mencerminkan pertumbuhan dan perubahan sektor perhotelan Bali. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Hotel ini adalah anggota dari Mayapada Group, salah satu konglomerat bisnis terkemuka di Indonesia, dan dioperasikan oleh PT. Pancaran Kreasi Adiprima. Langkah pertama hotel ini untuk menawarkan layanan perhotelan kelas satu di kawasan Sanur. Bali adalah pembukaannya pada 1 Juni 2013 dengan nama Regent Bali. Regent Bali segera menarik minat baik wisatawan domestik maupun asing yang mencari penginapan mewah dan nyaman berkat desainnya yang indah dan fasilitas yang luas. Hotel ini berganti nama menjadi Fairmont Sanur Beach pada 14 November 2014. Dalam pasar perhotelan yang semakin ketat, modifikasi ini menunjukkan upaya untuk meningkatkan daya tarik hotel dan memperkuat identifikasi merek. Dengan nama barunya, hotel ini berdedikasi untuk memberikan layanan luar biasa dan pengalaman yang mengubah hidup bagi para tamu. Hotel tersebut kemudian berganti nama menjadi Montier Sanur Beach Bali pada 15 Maret 2021. Responsivitas hotel terhadap permintaan dan tren pasar yang terus berubah tercermin dalam perubahan nama ini. Hotel tersebut telah mengganti namanya, tetapi masih menyediakan akomodasi dan layanan kepada tamu yang memenuhi standar yang sangat baik. Pada akhirnya. InterContinental Bali Sanur Resort menjadi nama resmi hotel ini pada 17 Januari 2022. Dengan nama barunya, hotel tersebut secara resmi bergabung dengan InterContinental Hotels Group (IHG), sebuah jaringan global yang dikenal karena menawarkan pengalaman menginap yang mewah dan unggul. Diharapkan dengan bergabung dalam jaringan global, hotel ini akan menjadi lebih terkenal dan menarik bagi para pelancong dari seluruh Secara keseluruhan, sejarah InterContinental Bali Sanur Resort menunjukkan perjalanan yang dinamis dan penyesuaian terhadap perubahan di sektor perhotelan. Hotel ini adalah salah satu pilihan terbaik bagi wisatawan yang mengunjungi Bali karena terus meningkatkan pengalaman dan layanan yang diberikan dengan setiap pergantian nama. Hotel InterContinental Bali Sanur Resort memiliki fasilitas yang mencakup 120 kamar, 26 villa dan 94 suite dengan dekorasi tradisional Bali, adalah salah satu fasilitas yang ditawarkan untuk kenyamanan para tamunya. Hotel ini memiliki tiga kolam renang umum, termasuk kolam anak-anak dan kolam utama, serta ruang pertemuan Saha Nuhur untuk pertemuan korporat. Sementara spa memiliki tujuh ruang perawatan dan salon manicure serta rambut, fasilitas Club House mencakup buku. DVD, dan area lounge. Fitness memiliki peralatan olahraga canggih, sementara Klub Anak menyediakan layanan penitipan anak dan ruang bermain. Layanan lain yang disediakan oleh hotel ini termasuk Wi-Fi gratis, layanan kamar 24 jam, fotografi, layanan tur, penyewaan sepeda, transportasi, dan laundry. Dengan fasilitas lengkap ini, hotel ini berkomitmen untuk memberikan pengalaman menginap yang positif bagi setiap tamu. Pada Hotel InterContinental Bali Sanur Resort ada kategori piutang usaha yaitu Local Companies atau Travel Agents. Overseas Companies atau Travel Agents, dan Government Bodies atau Embassies. Laporan ini menjelaskan prosedur dan kebijakan terkait pengajuan kredit bagi pelanggan baru di hotel, serta pengendalian internal pengelolaan piutang. Proses ini Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 dimulai dengan kewajiban bagi semua pemohon kredit untuk mengisi Formulir Permohonan Kredit. Formulir ini harus diisi dengan lengkap dan ditandatangani oleh individu yang memiliki wewenang, biasanya seorang direktur atau manajer yang ditunjuk oleh pelanggan. Setelah diisi, formulir tersebut harus dikembalikan kepada Manajer Kredit setidaknya dua minggu sebelum acara atau kedatangan tamu, untuk memastikan bahwa semua persyaratan administrasi terpenuhi. Setelah menerima Formulir Permohonan Kredit. Manajer Kredit akan melakukan penilaian terhadap aplikasi tersebut. Penilaian ini mencakup verifikasi kelayakan kredit pelanggan, yang harus didokumentasikan melalui referensi pihak ketiga sesuai dengan kebijakan kredit hotel. Referensi ini bisa berasal dari kolega di hotel kompetitor atau sumber lain yang relevan. Penting untuk dicatat bahwa pemberian kredit harus menjadi bagian dari tanggung jawab karyawan hotel yang berwenang, seperti Manajer Kredit atau Pemimpin Keuangan, dan jumlah kredit yang diberikan harus sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh hotel. Setelah kredit disetujui, penting untuk melakukan pengelolaan piutang yang efektif. Penelitian ini berfokus pada analisis pengendalian internal piutang di Hotel InterContinental Bali Sanur Resort. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hotel ini mengalami peningkatan permintaan akomodasi seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan domestik dan internasional. Untuk memenuhi permintaan tersebut, hotel menerapkan sistem penjualan kredit, yang memungkinkan pelanggan untuk membayar setelah menggunakan layanan. Namun, sistem ini juga membawa tantangan, terutama dalam hal pengendalian Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan staff Account Receivable dan Income Auditor, terungkap bahwa meskipun sistem pengendalian internal yang ada telah berjalan, terdapat beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki. Pengendalian internal yang ada tidak sepenuhnya efektif dalam mencegah terjadinya piutang tak tertagih. Suatu agen di hotel yang menggunakan layanan hotel mengalami kebangkrutan, yang mengakibatkan kredit macet dan piutang tak tertagih. Kasus kebangkrutan tersebut pihak hotel melakukan remimder. Hal ini mencakup penagihan yang teratur dan konsisten terhadap piutang tak tertagih. Pengingat melalui email sangat dianjurkan sebagai bukti komunikasi yang telah dilakukan, dan jika pembayaran sudah overdue, pengingat dapat dilakukan setiap tiga hari. Dalam proses ini, komunikasi harus tetap sopan namun tegas, dengan memberikan deadline yang jelas terkait pembayaran yang harus dilakukan oleh pelanggan. Akhirnya, disarankan agar semua aktivitas kredit dan kelayakan kredit ditinjau setiap tahun untuk memastikan bahwa kebijakan yang ada tetap relevan dan efektif. Dengan mengikuti prosedur ini, hotel dapat mengelola risiko kredit dengan lebih baik dan memastikan arus kas yang sehat. Pengendalian internal piutang yang baik sangat penting dalam mengelola piutang, terutama dalam industri perhotelan yang memiliki volume transaksi tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Hotel InterContinental Bali Sanur Resort telah menerapkan sistem penjualan kredit, pengendalian internal yang ada masih perlu ditingkatkan. Hal ini sejalan dengan Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 prinsip-prinsip pengendalian internal yang diusulkan oleh kerangka COSO, yang menekankan pentingnya pemisahan tugas, pengawasan, dan komunikasi yang efektif dalam proses penagihan. Beberapa risiko piutang tak tertagih yaitu penjualan kredit meningkatkan jumlah piutang, yang pada gilirannya meningkatkan risiko gagal bayar. Penelitian ini menemukan bahwa hotel perlu melakukan analisis kredit yang lebih baik dan membatasi jumlah kredit yang diberikan kepada pelanggan untuk mengurangi risiko ini. Risiko gagal bayar adalah risiko yang melekat pada penjualan kredit dan tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi dapat diminimalkan dengan strategi yang tepat, seperti melakukan analisis kelayakan kredit sebelum memberikan kredit kepada Sehingga untuk mengurangi risiko gagal bayar, beberapa kerangka COSO untuk pengendalian internal piutang antara lain: Lingkungan Pengendalian Lingkungan pengendalian mencakup nilai-nilai dan etika organisasi yang membentuk budaya kerja. Di hotel, ini berarti adanya standar etika yang jelas dan prosedur operasional yang diikuti oleh semua staf, terutama di departemen keuangan. Misalnya, setiap anggota tim diharapkan untuk bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab, serta menjaga transparansi data. Memberikan pelatihan kepada staf terkait pengendalian internal dan manajemen piutang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam mengelola piutang. Penilaian Risiko Penilaian risiko dilakukan untuk mengidentifikasi potensi masalah yang dapat mempengaruhi pengelolaan piutang. Hotel perlu memiliki sistem pelaporan keuangan yang baik untuk mendeteksi perubahan saldo yang signifikan dan melakukan analisis risiko secara berkala. Prosedur kerja dalam pemberian kredit juga harus jelas untuk meminimalkan risiko piutang tak Melakukan analisis risiko secara berkala untuk mengidentifikasi potensi masalah dalam pengelolaan piutang dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Kegiatan Pengendalian Kegiatan pengendalian meliputi tindakan-tindakan spesifik yang diambil untuk mengurangi risiko yang telah diidentifikasi. Ini termasuk penerapan kebijakan kredit yang ketat, pemisahan tugas dalam proses penagihan, serta penggunaan sistem otomatis seperti Aging Summary untuk memantau umur piutang. Pertemuan rutin (Credit Meetin. juga diadakan untuk membahas status piutang dan mengambil tindakan terhadap piutang yang sudah jatuh tempo. Memisahkan tugas antara divisi penagihan dan akuntansi untuk mengurangi risiko kecurangan dan kesalahan. Informasi dan Komunikasi Informasi dan komunikasi yang efektif sangat penting dalam pengelolaan piutang. Hotel harus memastikan bahwa semua Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 informasi terkait piutang dapat diakses oleh pihak-pihak yang relevan, termasuk manajemen dan staf keuangan. Hal ini membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat waktu dan Meningkatkan komunikasi antara departemen terkait untuk memastikan bahwa semua pihak memahami pentingnya pengendalian piutang yang efektif dan dapat bekerja sama dalam proses penagihan. Pemantauan Pemantauan adalah proses evaluasi berkelanjutan terhadap sistem pengendalian internal untuk memastikan bahwa semuanya berjalan sesuai rencana. Evaluasi dilakukan secara rutin, misalnya setiap bulan, untuk menilai efektivitas sistem pengendalian dan melakukan perbaikan jika diperlukan. Meningkatkan pengawasan dalam pengelolaan piutang untuk memastikan bahwa semua transaksi dicatat dengan benar dan tepat waktu. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi manajemen hotel dalam mengelola piutang dan meningkatkan kinerja keuangan secara keseluruhan. Upaya perbaikan dalam pengendalian internal diharapkan dapat mengurangi jumlah piutang tak tertagih dan meningkatkan profitabilitas hotel. Sehingga hasil penelitian ini maka sebaiknya hotel InterContinental Bali Sanur Resort mampu mempertahankan prosedur penagihan yang sudah ada dan meningkatkan ketelitian serta meningkatkan pengendalian internal piutang. Simpulan Hotel InterContinental Bali Sanur Resort memiliki beberapa kategori piutang usaha baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Dengan penekanan pada proses piutang kredit dan penanganan piutang yang tidak dapat ditagih, studi ini meneliti pengendalian internal piutang di Hotel InterContinental Bali Sanur Resort. Untuk menjamin keakuratan dan keandalan informasi yang diberikan, pemohon harus terlebih dahulu mengisi Formulir Permohonan Kredit, yang harus ditandatangani oleh pihak yang berwenang. Kurangnya pemisahan tugas antara departemen akuntansi dan penagihan adalah salah satu kerentanan yang perlu diperbaiki meskipun sistem pengendalian internal saat ini berjalan dengan baik. Ini dapat meningkatkan kemungkinan penipuan dan kesalahan. Untuk memastikan bahwa semua transaksi didokumentasikan dengan akurat dan tepat waktu serta untuk mendeteksi kemungkinan masalah sejak dini, sangat penting juga untuk secara teratur memantau dan menilai sistem pengendalian internal. Menerapkan prinsip-prinsip pengendalian kerangka kerja COSO adalah salah satu rekomendasi yang dapat dilakukan. Ini dapat membantu mengurangi risiko utang macet dan meningkatkan profitabilitas hotel. Diharapkan bahwa hotel tersebut akan dapat menurunkan Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 jumlah utang buruk dan meningkatkan kinerja keuangan secara keseluruhan dengan meningkatkan akurasi pencatatan transaksi dan memperkuat pengendalian internal. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi manajemen hotel dalam mengelola piutang dan meningkatkan kinerja keuangan secara keseluruhan. Upaya perbaikan dalam pengendalian internal diharapkan dapat mengurangi jumlah piutang tak tertagih dan meningkatkan profitabilitas hotel. Sehingga hasil penelitian ini maka sebaiknya hotel InterContinental Bali Sanur Resort mampu mempertahankan prosedur penagihan yang sudah ada dan meningkatkan ketelitian serta meningkatkan pengendalian internal piutang. Daftar Rujukan Andi. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi. Sistem Pengendalian Intern dan Sasaran Anggaran Terhadap Kualitas Laporan Keuangan PT. Mappadeceng Jaya Lestari Kota Parepare[Nobel Indonesia Institut. http://repository. id/id/eprint/920/ Ni Luh Kadek Ayu Nita Dwi Wirati, & Putu Aristya Adi Wasita. ANALISIS PENGENDALIAN INTERNAL PIUTANG USAHA UNTUK MEMINIMALKAN PIUTANG TAK TERTAGIH PADA HARRIS HOTEL SEMINYAK. Seminar Ilmiah Nasional Teknologi. Sains. Dan Sosial Humaniora (SINTESA), Diambil https://jurnal. id/index. php/sintesa/article/view/ Ni Putu Rianita Phartama, & Ni Putu Erviani Astari. ANALISIS PENGENDALIAN INTERNAL PIUTANG PADA DEPARTEMEN AKUNTANSI HOTEL THE HAVEN BALI SEMINYAK. Seminar Ilmiah Nasional Teknologi. Sains. Dan Sosial Humaniora (SINTESA), 6. Retrieved https://jurnal. id/index. php/sintesa/article/view/ Pradnya Dewi. , & Pradnyani. Analisis Pengendalian Internal Piutang Usaha Untuk Meminimalkan Piutang Tak Tertagih Pada Pandawa All Suites Hotel Umalas. Seminar Ilmiah Nasional Teknologi. Sains. Dan Sosial Humaniora (SINTESA), 5. https://jurnal. id/index. php/sintesa/article/view/ Pryhanni. , & Agha. Analisis Sistem Pengendalian Internal Piutang Dalam Meminimalisir Piutang Tak Tertagih Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Pada Pt Kaya Raya Turun Temurun. Prosiding Seminar Nasional Akuntansi Dan Manajemen, 3. Pradnya Dewi. , & Purnama Pradnyani. Analisis Pengendalian Internal Piutang Usaha Untuk Meminimalkan Piutang Tak Tertagih pada Pandawa All Suites Hotel. Sintesa, 5. , 117Ae124. Purnamasari. Pengaruh Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kepatuhan Perpajakan pada Perusahaan Sektor Industri Manufaktur di Indonesia. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 22. , 321-335. Seftiani. , & Retnowati. Analisis Pengendalian Internal Piutang Usaha Dalam Meminimalisir Piutang Tak Tertagih Pada Stasiun Tv Xyz. Jurnal Revenue Jurnal Akuntansi, 2. Https://Doi. Org/10. 46306/Rev. V2i1 Toha. , & Miyanto. Pengertian Hotel. Dalam Jurnal Nusantara: Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Perhotelan. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840