Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 95 - 105 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:30/06/2025 Diterima:05/06/2025 Diterbitkan:07/07/2025 EXPLOASI FINANCIAL INCLUSION MODELS UNTUK UMKM KOTA TASIKMALAYA Evilia Sri Yuniar1,Nita Fauziah Oktaviani2 Universitas Perjuangan Tasikmalaya1,2 Email: evilia@unper. id1 nitafauziah@unper. ABSTRACT. This study aims to determine the role of financial literacy, business models on financial inclusion and whether financial literacy is able to mediate business models on financial inclusion. The research method used is quantitative descriptive with the Structural Equation Model (SEM) analysis tool which is an analysis technique that allows testing a series of relationships The results of the study show . There is a significant influence of business models on financial inclusion of MSMEs in the East Priangan Region, . There is a significant influence of business models on financial literacy of MSMEs in the East Priangan Region, . There is a significant influence of financial literacy on financial inclusion of MSMEs in the East Priangan Region, . business models have an effect on financial inclusion with the mediation of financial literacy of MSMEs in the East Priangan Region. The results of this study can be concluded that the financial literacy variable can mediate business models on financial inclusion. Keyword : business models, financial inclusion, financial literacy. ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran literasi keuangan,bisnis model terhadap inklusi keuangan dan apakah literasi keuangan mampu memediasi bisnis model terhadap inklusi Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan alat analisis Structural Equation Model (SEM) yang merupakan teknik analisis yang memungkingkan pengujian sebuah rangkaian hubungan secara simultan. Hasil penelitian menunjukan . Terdapat pengaruh model bisnis terhadap inklusi keuangan UMKM Wilayah Priangan Timur, . Terdapat pengaruh siginifikan model bisnis terhadap literasi keuangan UMKM Wilayah Priangan Timur, . Terdapat pengaruh signifikan literasi keuangan terhadap inklusi keuangan UMKM Wilayah Priangan Timur, . model bisnis berpengaruh terhadap inklusi keuangan dengan mediasi literasi keuangan UMKM Wilayah Priangan Timur. Hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa varibel literasi keuangan dapat memediasi model bisnis terhadap inklusi keuangan. Kata kunci: model bisnis, literasi keuangan, inklusi keuangan PENDAHULUAN Secara umum UMKM dalam perekonomian nasional memiliki peran sebagai pemeran utama dalam kegiatan ekonomi, penyedia lapangan kerja terbesar, pemain penting dalam pengembangan perekonomian lokal dan pemberdayaan masyarakat, pencipta pasar baru dan Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 95 - 105 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:30/06/2025 Diterima:05/06/2025 Diterbitkan:07/07/2025 sumber inovasi. UMKM merupakan salah satu penggerak dan roda perekonomian Indonesia melalui inovasi produk yang terus berkembang sehingga banyak terciptanya pasar baru dan lapangan kerja baru. Peningkatan inklusi keuangan Hasil riset Katadata Insight Center (KIC) menunjukan indeks literasi Keuangan Indonesia menacapai 69,7 poin 0-100 pada tahun 2023, riset KIC mengacu pada pengukuran literasi keuangan dan inklusi keuangan. Gambar 1 menunjukan peningkatan literasi dan inklusi keuangan selama 3 tahun terakhir: Financial inclusion atau yang di maksud inklusi keuangan merupakan istilah dari tren 2008 yang mengalami krisisi pada kelompok in the bottom of the pyramid . elompok pendapatan rendah dan tidak teratur, bertempat tinggal di tempat terpencil dan banyak yang tidak memiliki identita. Gambar 1 Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan Priangan Timur merupakan salah satu wilayah yang berada di Jawa Barat Indonesia, diantaranya adalah Tasikmalaya (Kota dan Kabupate. Banjar. Ciamis dan Pangandaran. Priangan Timur merupakan salah satu daerah penting di Jawa Barat yang dikenal dengan produk Ae produk kerajinan dan UMKMnya yang sebagian besar berindustri ekonomi kreatif. Kuatnya perkeonomian Priangan Timur selain dari produk Ae produknya ditopang oleh berbagai faktor lain, diantaranya mampu menjaga stabilitas harga, berupaya mengendalikan inflasi dan digitalisasi mulai dari proses produksi pemasaran hingga proses transaksi pembayaran. Namun demikian transaksi pembayaran dalam bentuk digitalisai pembayaran harus di dukung oleh literasi keuangan UMKM dan inklusi keuangan serta model bisnis yang sudah bertransformasi(Larissa Adella dan Maria Rio Rita, 2. Inklusi keuangan adalah seluruh upaya untuk meningkatkan akses masyarakat dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan dengan cara menghilangkan segala bentuk hambatan baik bersifat harga dan non harga (Departemen Komunikasi, 2. Dalam inklusi keuangan peran Lembaga keuangan sangat penting dari sisi pelayanan dan nasabah yang berpengetahuan luas akan membuat keputusan keuangan yang tepat, sehingga dibutuhkan literasi Literasi keuangan (Amagir et al. , 2. mengacu pada cara individu memahami, mengelola dan merencanakan keuangan pribadi yang dapat mendukung kesejahteraan finansial yang merupakan sarana untuk mencapai dan mempertahankan standar keuangan yang diinginkan. Terdapat hubungan antara literasi keuangan dengan inklusi keuangan, literasi keuangan mampu meningkatkan inklusi keuangan dengan adanya digitalisasi (M. Bhuvana, 2. Peningkatan Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 95 - 105 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:30/06/2025 Diterima:05/06/2025 Diterbitkan:07/07/2025 inklusi keuangan yang didukung oleh literasi keuanagan di berbagai wilayah negara berkembang mengidentifikasi hambatan terhadap kepemilikan rekening formal(Sosial et al. , 2. Prespektif UMKM dalam mengakses layanan keuangan masih sering dikeluhkan, masyarakat sulit mengakses pembiayaan meskipun pemerintah memudahkan. Diantara kemudahan dalam pelayanan jasa keuangan diantaranya memberikan kredit tanpa agunan untuk KUR . redit usaha rakya. untuk kredit dibawah 100 juta (MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA, n. ) tetapi dengan demikian masih banyak yang kesulitan dalam mengakses layanan keuangan yang salah satunya adalah pembiayaan (Sri Yuniar et al. , 2. Kesulitan akses keuangan dapat menghambat pelaku UMKM dalam keberlanjutan bisnisnya, karena inklusi keuangan memiliki hubungan dengan kinerja keuangan UMKM (Efan et , 2. Perumusan masalah pada penelitian ini adalah: Bagaimana pengaruh model bisnis terhadap inklusi keuangan. Bagaimana pengaruh model bisnis terhadap literasi keuangan Bagaimana pengaruh literasi keuangan terhadap inklusi keuangan Bagaimana model bisnis berpengaruh terhadap inklusi keuangan dengan mediasi literasi Dalam konteks ini, model bisnis yang sesuai dengan kebutuhan usaha diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan. Hasil penelitian (Achmad & Ghonisyah, n. ) model bisnis yang fit dan transformative dapat mempercepat digitalisasi. Dan dengan digitalisasi akan mempercepat inklusi keuangan UMKM(M. Bhuvana, 2. Urgensi penelitian ini diharapkan model bisnis yang fit dan aplikatif dapat mempermudah membuka akses layanan jasa keuangan sehingga dapat meningkatkan sustainable UMKM dengan menggunakan pembiayaan dan layanan keuangan lainnya yang terdapat pada institusi keuangan, karena inklusi keuangan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja UMKM(Liska et al. , 2. Penelitian ini meningkatkan inklusi keuangan dengan literasi keuangan. Menurut (Panakaje et al. , 2. (Khan et al. , 2. inklusi keuangan sangat dipengaruhi oleh literasi keuangan secara langsung dan inkluisi keuangan memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi. (Dam & Hotwani, 2. (Hasan et al. , 2. (Kou et , 2. Literasi keuangan sangat berdampat terhadap inklusi keuangan yang akan meningkatkan ekonomi suatu daerah. Sustainable UMKM didukung oleh model bisnis yang sesuai dengan bisnis yang dijalankan(Caldera et al. , 2. (Durst et al. , n. ) (Uzma & Pratihari, 2. (Lypez-Pyrez et , 2. dan dengan model bisnis yang digital (Dahrani et al. , 2. Kebaruan dalam penelitian ini menambahkan inklusi keuangan sebagai mediasi dan menambah model bisnis sebagai variabel bebas yang dijelaskan pada Gambar 2. Strategi untuk meningkatkan sustainability UMKM diantaranya adalah pengembangan model bisnis UMKM yang modern. Pelaku UMKM diharuskan untuk menyesuaikan model bisnis untuk pengembangan dan keberlanjutan bisnis (Durst et al. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 95 - 105 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:30/06/2025 Diterima:05/06/2025 Diterbitkan:07/07/2025 METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, objek penelitian yang dipilih adalah UMKM yang berada di wilayah Priangan Timur Jawa Barat diantaranya Garut. Tasikmalaya (Kota dan Kabupate. Ciamis. Banjar dan Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan alat analisis Structural Equation Model (SEM) yang merupakan teknik analisis yang memungkingkan pengujian sebuah rangkaian hubungan secara simultan (Imam Ghozali, 2. Alat analisis yang di gunakan Structural Equation Model (SEM) menggunakan SEM PLS 3 dengan tujuan hasil yang didapat lebih valid. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan populasi UMKM di Priangan Timur Jawa Barat dengan jumlah sampel berkisar 300 responden yang disebar pada 5 wilayah, menurut Roscoe dalam (Sugiyono, 2. ukuran sampel yang layak dalam penelitian berkisar 30 Ae 500 orang. Setiap wilayah dengen minimal responden 70. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam bab analisis data dan pembahasan ini menggunakan metode analisis SEM-PLS untuk mengetahui hubungan secara struktural antara variable literasi keuangan, model bisnis dan inklusi keuaangan UMKM Wilayah Priangan Timur. Uji Pengukuran Model Berdasarkan model struktural pada Gambar 2, dilakukan uji validitas dan reliabilitas dari indikator-indikator yang digunakan untuk menyusun variabel dalam model. Algoritma SEM-PLS memberikan hasil sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 2. Hasil evaluasi model pengukuran . ji validitas konverge. untuk verifikasi indikator dan variabel laten sehingga dapat dilakukan pengujian hipotesis untuk memprediksi hubungan antar variabel laten dalam model struktural menunjukkan bahwa semua indikator valid, dimana nilai loading factor lebih besar dari 0,5 untuk semua indikator. Gambar 2. Diagram Faktor Loading Evaluasi model pengukuran . uter mode. terdiri dari uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas untuk melihat nilai loading factor dari setiap indikator, dimana indikator dikatakan valid ketika Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 95 - 105 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:30/06/2025 Diterima:05/06/2025 Diterbitkan:07/07/2025 memiliki nilai loading factor Ou 0,7. Dari Tabel 1 diketahui bahwa semua indicator memiliki nilai > 0,7 maka data dinyatakan valid. Indikator BM1 BM2 BM3 BM4 BM5 IK1 IK2 IK3 IK4 IK5 IK6 LK1 LK2 LK3 LK4 LK5 LK6 LK7 LK8 LK9 LK10 Tabel 1. Loadimg Factor Loading Factor Kesimpulan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tahap berikutnya adalah melakukan pengujian reliabilitas. Dari perhitungan menggunakan SmartPLS, didapatkan nilai CronbachAos Alpha dan nilai AVE seperti pada Tabel 2. variabel yang digunakan dinyatakan reliabel karena seluruh nilai CronbachAos Alpha di atas 0,7 dan nilai AVE di atas 0,5. Pengujian reliabilitas selanjutnya adalah mengevaluasi discriminant validity dengan melihat cross loading dan membandingkan nilai akar AVE dengan korelasi antar konstruk. Variabel Literasi Keuangan Model Bisnis Inklusi Keuangan Tabel 2. Rekapitulasi Uji Reliabilitas CronbachAos Alpha AVE Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 95 - 105 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:30/06/2025 Diterima:05/06/2025 Diterbitkan:07/07/2025 Evaluasi model struktural . nner mode. Pengujian hipotesis dengan melakukan perhitungan path coeficient dan perhitungan R2. Signifikansi hubungan antar konstruk ditunjukkan oleh nilai t-statistic yang dihasilkan dari perhitungan koefisien jalur output Bootstapping pada SmartPLS. Besarnya pengaruh antar konstruk dan efek interaksi . diukur dengan nilai koefisien jalur. Koefisien jalur yang memiliki nilai t-statistic lebih besar atau sama dengan 1,96 atau memiliki p-value kurang dari atau sama dengan 0,05 dinyatakan signifikan. Tabel 3 merupakan rekapitulasi output SmartPLS. Tabel 3. Rekapitulasi t-statistic dan p-value t-statistic p-value Hubungan Pengaruh Bisnis Model Inklusi Keuangan Bisnis Model Literasi 46. Keuangan Literasi Keuangan Inklusi Keuangan Bisnis Model Literasi 4. Keuangan Inklusi Keuangan Sumber: Hasil Output SmartPLS . Kesimpulan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Pengaruh Bisni Model Terhadap Inklusi Keuangan Berdasarkan hasil penelitian dengan nilai t-statistic > 1. 96 dan sig 0. 000 artinya bisnis model berpengaruh signifikan terhadap inklusi keuangan. Model bisnis memiliki peran penting dalam mendorong inklusi keuangan karena secara langsung memengaruhi siapa yang dapat mengakses layanan keuangan dan bagaimana akses itu diberikan. Sebuah model bisnis yang dirancang dengan mempertimbangkan kelompok masyarakat yang belum terlayani secara finansialAiseperti pelaku usaha mikro, masyarakat di daerah terpencil, atau mereka yang tidak memiliki dokumen formalAiakan lebih berkontribusi terhadap perluasan inklusi keuangan. Misalnya, model bisnis berbasis teknologi digital memungkinkan lembaga keuangan menjangkau pengguna di luar jangkauan cabang fisik, hanya dengan memanfaatkan ponsel dan koneksi Fintech, e-wallet, dan bank digital merupakan contoh model yang mampu mengurangi hambatan geografis dan administratif yang selama ini menghalangi akses keuangan formal. Selain itu, struktur biaya dalam model bisnis juga berpengaruh besar. Model bisnis yang dapat menekan biaya operasional akan memungkinkan lembaga keuangan menawarkan produk dengan biaya rendah atau bahkan tanpa biaya. Hal ini membuat layanan keuangan lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Misalnya, e-wallet seperti OVO atau GoPay memungkinkan pengguna melakukan transaksi tanpa harus memiliki saldo minimum seperti di bank konvensional. Kemudahan akses dan proses yang sederhana dalam model bisnis modern juga menjadi daya tarik Proses registrasi yang cepat, tanpa perlu dokumen rumit, membuat masyarakat yang sebelumnya enggan atau tidak mampu mengakses layanan keuangan menjadi lebih terbuka untuk Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 95 - 105 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:30/06/2025 Diterima:05/06/2025 Diterbitkan:07/07/2025 Pengaruh Bisnis Model Terhadap Literasi Keuangan. Berdasarkan hasil penelitian dengan nilai t-statistic > 1. 96 dan sig 0. 000 artinya bisnis model berpengaruh signifikan terhadap inklusi keuangan. Model bisnis yang bersifat inklusif dan edukatif secara langsung mendorong peningkatan pemahaman keuangan. Perusahaan yang menempatkan edukasi sebagai bagian dari strategi bisnis merekaAimisalnya melalui fitur edukatif dalam aplikasi, pelatihan, atau penyuluhan keuanganAimembantu konsumen memahami produk dengan lebih baik. Hal ini penting karena banyak masyarakat, khususnya di kelompok menengah ke bawah, belum terbiasa dengan istilah atau konsep keuangan formal. Ketika suatu produk dikembangkan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, maka tingkat pemahaman pengguna pun meningkat. Model bisnis digital seperti fintech, bank digital, dan dompet elektronik sering kali menyematkan fitur interaktif yang mendorong pengguna belajar sambil menggunakan. Contohnya adalah pengingat keuangan, pencatatan otomatis pengeluaran, simulasi pinjaman, atau fitur edukasi gamifikasi. Tanpa disadari, pengguna menjadi lebih sadar akan cara mengelola keuangan, membandingkan produk, atau merencanakan pengeluaran. Hal ini memperkuat keterampilan keuangan dasar, yang merupakan inti dari literasi keuangan. Selain itu, model bisnis yang transparan juga meningkatkan literasi keuangan. Ketika lembaga keuangan secara terbuka menjelaskan risiko, biaya tersembunyi, atau ketentuan pinjaman secara jelas kepada konsumennya, maka konsumen terdorong untuk berpikir kritis dan lebih bijak dalam mengambil keputusan Sebaliknya, model bisnis yang menutupi informasi penting atau mengejar keuntungan dengan menyasar konsumen yang belum paham risiko, justru dapat memperburuk literasi keuangan karena mendorong perilaku keuangan yang tidak sehat. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Inklusi Keuangan Berdasarkan hasil penelitian dengan nilai t-statistic > 1. 96 dan sig 0. 000 artinya literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap inklusi keuangan. Literasi keuangan sangat berpengaruh terhadap inklusi keuangan karena tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan akan menentukan sejauh mana mereka bersedia dan mampu mengakses serta memanfaatkannya secara optimal. Inklusi keuangan bukan hanya soal tersedianya layanan keuangan, tetapi juga apakah masyarakat merasa percaya diri, aman, dan paham dalam Tanpa literasi keuangan yang memadai, akses ke layanan keuangan tidak akan efektif dan berkelanjutan. Literasi keuangan membantu individu memahami manfaat dan risiko dari produk keuangan. Ketika seseorang paham bagaimana cara kerja tabungan, pinjaman, asuransi, atau investasi, maka ia lebih cenderung untuk menggunakan produk tersebut dengan Misalnya, seseorang yang memahami perbedaan antara pinjaman produktif dan konsumtif akan lebih berhati-hati dalam berutang. Hal ini penting karena ketidaktahuan sering kali menjadi alasan utama mengapa banyak orang enggan atau takut menggunakan layanan keuangan formal. Literasi keuangan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan. Banyak orang di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah atau di daerah terpencil enggan menggunakan layanan bank atau fintech karena takut ditipu, tidak paham prosedur, atau khawatir akan denda dan bunga tersembunyi. Dengan pemahaman yang lebih baik, mereka akan lebih siap dan percaya diri untuk memanfaatkan layanan keuangan secara formal, yang pada akhirnya mendorong tingkat inklusi keuangan. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 95 - 105 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:30/06/2025 Diterima:05/06/2025 Diterbitkan:07/07/2025 Pengaruh model bisnis terhadap inklusi keuangan dengan mediasi literasi keuangan Berdasarkan hasil penelitian dengan nilai t-statistic > 1. 96 dan sig 0. 000 artinya literasi keuangan mampu memediasi model bisnis terhadap inklusi keuangan. Pengaruh model bisnis terhadap inklusi keuangan dengan mediasi literasi keuangan merupakan hubungan yang menunjukkan bahwa keberhasilan suatu model bisnis dalam mendorong inklusi keuangan tidak hanya bergantung pada akses fisik atau teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh sejauh mana model tersebut mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Dalam konteks ini, literasi keuangan bertindak sebagai mediator yang menjembatani antara inovasi atau pendekatan model bisnis dan keputusan masyarakat untuk menggunakan layanan keuangan formal. Model bisnis yang inklusif biasanya mengusung prinsip kemudahan akses, biaya rendah, teknologi digital, serta pendekatan berbasis kebutuhan pengguna. Namun, sebaik dan secanggih apa pun model bisnis tersebut, apabila masyarakat tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang produk keuangan yang ditawarkan, maka tingkat adopsi layanan keuangan tetap akan rendah. Misalnya, layanan pinjaman mikro berbasis aplikasi bisa saja tersedia di daerah pedesaan, tetapi jika masyarakat tidak paham tentang bunga efektif, tenggat pembayaran, atau risiko gagal bayar, maka layanan tersebut tidak akan dimanfaatkan secara optimal bahkan bisa menyebabkan masalah keuangan baru. Dalam hal ini, literasi keuangan menjadi elemen kunci. Model bisnis yang menyertakan elemen edukatif seperti penyuluhan keuangan, fitur edukasi dalam aplikasi, transparansi informasi, dan layanan pelanggan yang komunikatif dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan pengguna. Ketika literasi meningkat, masyarakat akan lebih siap dan berani menggunakan layanan keuangan, yang pada akhirnya meningkatkan inklusi keuangan secara menyeluruh. PENUTUP Model bisnis, literasi keuangan, dan inklusi keuangan merupakan tiga elemen yang saling berkaitan erat dalam membentuk ekosistem keuangan yang berkelanjutan dan inklusif. Model bisnis yang inovatif, inklusif, dan berbasis teknologi memiliki potensi besar untuk memperluas akses layanan keuangan, terutama bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya belum terlayani. Namun, efektivitas model bisnis tersebut sangat bergantung pada tingkat literasi keuangan Tanpa pemahaman yang cukup, masyarakat mungkin tidak mampu memanfaatkan layanan keuangan secara optimal, atau bahkan terjebak dalam risiko keuangan yang tidak mereka Dalam hubungan ini, literasi keuangan berperan sebagai mediator penting. Model bisnis yang menyertakan unsur edukatif seperti transparansi, kemudahan informasi, dan fitur pembelajaran dalam penggunaan layanan akan membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang produk keuangan. Peningkatan literasi ini kemudian mendorong kepercayaan dan kemampuan masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan secara bijak, sehingga secara langsung memperkuat inklusi keuangan. Oleh karena itu, untuk mencapai inklusi keuangan yang efektif dan berkelanjutan, pendekatan tidak cukup hanya dari sisi ketersediaan layanan . , tetapi juga harus disertai upaya peningkatan literasi keuangan masyarakat melalui model bisnis yang edukatif, ramah pengguna, dan berorientasi pada pemberdayaan. Ketiga elemen ini harus berjalan secara sinergis agar manfaat ekonomi dan sosial dari inklusi keuangan benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 95 - 105 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:30/06/2025 Diterima:05/06/2025 Diterbitkan:07/07/2025 Mewujudkan inklusi keuangan yang merata dan berkelanjutan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama aktif antara pemerintah, pelaku industri, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk menciptakan model bisnis yang edukatif dan inklusif, sekaligus meningkatkan kesadaran serta pemahaman keuangan masyarakat dan pelaku usaha. Sinergi inilah yang akan mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang sehat, adil, dan memberdayakan semua lapisan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA