Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 567-583 Available at: https://journal. id/index. php/jmdb EISSN: 2797-9555 Peran pemasaran digital dan modal usaha dalam meningkatkan pendapatan: studi empiris pada UMKM di Desa Bandar Tengah Kecamatan Bandar Khalifah Ibnu Hadi. Yuni Artha Teresia Lumban Tobing*. Bobby Hartanto. Imelda Mardayanti STIE Bina Karya Tebing Tinggi. Sumatera Utara. Indonesia *) Korespondensi . -mail: tobingyuniartha@gmail. Abstract The development of digital technology and the availability of business capital are two key factors in increasing the income of MSMEs. This research aims to determine the influence of digital marketing and business capital on the income of MSMEs in Bandar Tengah Village. Bandar Khalifah District. The approach used is quantitative, with primary data obtained through the distribution of questionnaires and secondary data derived from relevant literature. The number of respondents was 35 MSME actors using a total sampling technique. Data analysis was conducted using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) 0 method. The research results indicate that digital marketing has a substantial impact on the income of MSMEs. Apart from that, business capital has also been proven to have a significant effect on income. These findings confirm that both digital marketing and individual business capital have an important role in increasing MSME income. Therefore, support in the form of digital training and easy access to capital is essential to encourage sustainable business growth. Keywords: Business Capital. Digital Marketing. MSME Income. Abstrak Perkembangan teknologi digital dan ketersediaan modal usaha merupakan dua faktor penting dalam meningkatkan pendapatan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemasaran digital dan modal usaha terhadap pendapatan UMKM di Desa Bandar Tengah. Kecamatan Bandar Khalifah. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, dengan data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan data sekunder berasal dari literatur Jumlah responden sebanyak 35 pelaku UMKM dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) versi 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran digital memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM. Selain itu, modal usaha juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Temuan ini menegaskan bahwa baik pemasaran digital maupun modal usaha secara individual memiliki peran penting dalam peningkatan pendapatan UMKM. Oleh karena itu, dukungan dalam bentuk pelatihan digital dan kemudahan akses permodalan sangat diperlukan guna mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Kata kunci: Digital Marketing. Modal Usaha. Pendapatan UMKM. How to cite: Hadi. Tobing. Hartanto. , & Mardayanti. Peran pemasaran digital dan modal usaha dalam meningkatkan pendapatan: studi empiris pada UMKM di Desa Bandar Tengah Kecamatan Bandar Khalifah. Journal of Management and Digital Business, 5. , 567Ae583. https://doi. org/10. 53088/jmdb. Copyright A 2025 by Authors. this is an open-access article under the CC BY-SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 568 Pendahuluan Pendapatan merupakan indikator utama dalam menilai kinerja dan kelangsungan usaha, termasuk bagi pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, pendapatan UMKM di Indonesia kerap mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan akses pasar, rendahnya daya saing produk, minimnya modal usaha, serta kurangnya inovasi dan adaptasi terhadap teknologi Ketidakstabilan pendapatan ini menjadi tantangan serius, terutama bagi UMKM di daerah yang sangat bergantung pada pendapatan harian untuk mempertahankan operasional usahanya. Permasalahan pendapatan yang cenderung menurun juga terjadi di berbagai daerah, salah satunya di Desa Bandar Tengah. Desa Bandar Tengah merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Bandar Khalifah. Kabupaten Serdang Bedagai. Sumatera Utara. Desa ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan UMKM. Mayoritas penduduknya adalah masyarakat asli dengan mata pencaharian sebagai petani dan pelaku usaha kecil, seperti pembuat tahu dan tempe, kerupuk, keripik, usaha katering, makanan rumahan, toko kelontong, dan berbagai usaha kecil Meskipun berpotensi, pelaku UMKM di desa ini juga menghadapi tantangan serupa, yaitu pendapatan yang fluktuatif akibat terbatasnya jangkauan pasar, perubahan pola konsumsi masyarakat, dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi untuk pengembangan usaha. Berikut adalah data survei sementara pendapatan pelaku UMKM di Desa Bandar Tengah 6 bulan terakhir yaitu bulan Juli Ae Desember 2024, data survei ini dilakukan pada 5 dari 35 UMKM yang ada Desa Bandar Tengah. Tabel 1. Pendapatan Pelaku UMKM di Desa Bandar Tengah Kecamatan Bandar Khalifah Nama Jenis Jumlah Pendapatan Pola Pendapatan UMKM Usaha Per Bulan (R. (JuliAeDesembe. 1 Rahma Keripik pisang & Ubi Fluktuatif 2 Azmi Tahu & Tempe Cenderung Menurun 3 Asbul Grosir Sembako Fluktuatif 4 Budi Bengkel Fluktuatif 5 Sari Toko Baju Cenderung Menurun Rata-rata pendapatan UMKM Sumber : UMKM Bandar Tengah, 2025 Tabel 1 menjabarkan data pra-survei yang telah dilakukan terkait pendapatan UMKM di Desa Bandar Tengah. Kecamatan Bandar Khalifah, selama enam bulan terakhir (JuliAeDesember 2. Berdasarkan data dari lima UMKM yang diamati, pendapatan setiap bulan menunjukkan pola naik dan turun, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendapatan UMKM cenderung tidak stabil Adapun rata-rata pendapatan dari kelima UMKM tersebut selama periode tersebut adalah sebesar Rp52. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa pelaku UMKM di Desa Bandar Tengah, ditemukan beberapa faktor yang memengaruhi Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 569 ketidakstabilan pendapatan usaha. Salah satu pelaku UMKM, yang menjalankan usaha keripik pisang dan ubi, mengungkapkan bahwa pendapatan mengalami penurunan akibat meningkatnya persaingan pasar yang memberikan konsumen lebih banyak pilihan, sehingga pendapatan menjadi kurang optimal. Sementara itu, pelaku usaha pengolahan tahu dan tempe menyampaikan bahwa keterbatasan modal, kurangnya inovasi produk, serta minimnya kegiatan promosi menjadi penyebab utama pendapatan yang fluktuatif dan sulit berkembang. Dari hasil pra survei dan wawancara maka dapat disimpulkan bahwa pendapatan pelaku UMKM di Desa Bandar Tengah Kecamatan Bandar Khalifah setiap bulannya masih fluktuatif sehingga perlu di tingkatkan. Penurunan pendapatan UMKM di Desa Bandar Tengah tidak hanya disebabkan oleh persaingan pasar, tetapi juga oleh kurangnya promosi dan inovasi dalam pengembangan usaha. Minimnya kemampuan pelaku UMKM dalam memasarkan produk secara luas menjadi kendala utama dalam menjangkau konsumen baru dan memperluas pangsa pasar. Selain itu, keterbatasan dalam mengikuti perkembangan teknologi turut membatasi akses pelaku usaha terhadap peluang pasar yang lebih luas. Salah satu upaya penting yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan UMKM adalah dengan memanfaatkan strategi digital marketing. Di era modern saat ini, perkembangan teknologi digital sangat pesat, memungkinkan pelaku usaha untuk menjalankan berbagai aktivitas pemasaran secara daring tanpa harus memiliki toko fisik. Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 221. 479 jiwa dari total populasi 278. 200 jiwa pada tahun 2023, sehingga tingkat penetrasi internet menyentuh angka 79,5%. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 1,4% dibandingkan tahun sebelumnya (Haryanto, 2. , yang menggambarkan besarnya potensi digital sebagai sarana promosi dan pengembangan usaha bagi UMKM. Digital marketing . emasaran digita. merupakan segala upaya yang dilakukan dalam hal pemasaran dengan menggunakan perangkat yang terhubung internet dengan beragam strategi dan media digital yang pada tujuannya dapat berkomunikasi dengan calon konsumen dengan saluran komunikasi daring (Saifuddin, 2. Dengan bantuan seperti media sosial, market place dan social network memudahkan kita untuk memasarkan barang dengan berbagai cara. Didalam dunia bisnis, para pelaku bisnis usaha diharapkan dapat mengelola usaha dengan baik dan tepat terutama dalam hal menerapkan melalui digital marketing dalam upaya meningkatkan pendapatan. Namun pada kenyataanya masih banyak para pelaku usaha yang kurang paham dalam mengelola digital marketing. Dalam rangka mengetahui permasalahan dan fenomena terkait penerapan digital marketing di Desa Bandar Tengah. Kecamatan Bandar Khalifah, peneliti telah melakukan survei awal kepada 10 pelaku UMKM. Adapun hasil survei tersebut disajikan pada Tabel 2. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 570 Tabel 2. Pra Survei Digital Marketing Pernyataan 1 Saya menggunakan Digital Marketing 3 orang untuk memasarkan produk saya 2 Saya menggunakan Digital Marketing 3 orang sebagai media promosi usaha saya Sumber: Data Diolah, 2025 Tidak 7 orang 7 orang Dari hasil pra survei awal dapat disimpulkan bahwa pelaku UMKM di Desa Bandar Tengah Kecamatan Bandar Khalifah cenderung menjawab tidak terkait pernyataan yang diajukan yang artinya pelaku UMKM di Desa Bandar Tengah Kecamatan Bandar Khalifah kurang memanfaatkan penggunaan digital marketing sebagai media dalam memasarkan produk dan mempromosikan produk secara online. Hasil pra survei yang dilakukan kepada beberapa pelaku UMKM di Desa Bandar Tengah menunjukkan bahwa sebagian besar masih menjalankan strategi pemasaran secara konvensional, seperti menitipkan produk ke toko-toko sekitar atau melalui sistem penjualan langsung. Padahal, beberapa usaha telah memiliki potensi untuk menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke luar daerah. Keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan pemasaran menjadi salah satu faktor yang menghambat optimalisasi pendapatan UMKM di wilayah tersebut. Selain faktor digital marketing, faktor lainnya yang dapat mempengaruhi pendapatan UMKM yaitu modal usaha. Keterbatasan modal selalu menjadi masalah yang memengaruhi pendapatan UMKM. Untuk usaha yang tumbuh dan berkembang dengan lancar memerlukan modal yang cukup karena usaha susah untuk berkembang jika tidak memiliki modal yang cukup (Suryani et al. , 2. Modal merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam proses produksi, karena ketika seorang pengusaha ingin mendirikan perusahaan baru atau mengembangkan usaha yang sudah ada maka diperlukan sebuah modal. Jika tidak adanya modal yang cukup akan mempengaruhi kelancaran kemajuan usaha sehingga memepengaruhi pendapatan yang diperoleh (Sembiring & Harahap, 2. Dalam rangka mengetahui permasalahan dan fenomena terkait modal usaha pada UMKM di Desa Bandar Tengah Kecamatan Bandar Khalifah maka peneliti melakukan survei awal kepada 10 pelaku UMKM, sebagaimana Tabel 3. Tabel 3. Pra Survei Modal Usaha Pernyataan Tidak 1 Saya pernah mendapat pinjaman modal 4 orang 40 6 orang dari Bank/Non Bank untuk menjalankan dan mengembangkan usaha saya 2 Saya memiliki modal yang cukup besar 3 orang 30 7 orang untuk mengembangkan usaha saya Sumber: Data Diolah, 2025 Dari hasil pra survei awal dapat disimpulkan bahwa pelaku UMKM di Desa Bandar Tengah Kecamatan Bandar Khalifah cenderung menjawab tidak terkait pernyataan Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 571 yang diajukan yang artinya pelaku UMKM di Desa Bandar Tengah Kecamatan Bandar Khalifah kurang mendapat pinjaman modal dari Bank/Non Bank dan modal yang dimiliki cukup terbatas sehingga pelaku UMKM kurang maksimal dalam mengembangkan usahanya. Permasalahan permodalan juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi pelaku UMKM di Desa Bandar Tengah. Proses pengajuan pinjaman ke lembaga keuangan formal seperti bank dinilai cukup sulit oleh sebagian pelaku usaha, terutama karena banyaknya persyaratan administratif dan tingginya suku bunga. Kendala ini membuat pelaku UMKM kesulitan dalam mengembangkan skala usaha mereka secara optimal. Penelitian (Musvira et al. , 2. menunjukkan modal usaha berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan UMKM. Penelitian yang dilakukan oleh (Aji & Listyaningrum, 2. yang membuktikan bahwa modal usaha berpengaruh terhadap pendapatan UMKM karena dengan bertambahnya modal usaha maka pelaku UMKM akan menambah alat atau barang dagangan yang dijual sehingga akan meningkatkan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemasaran digital dan modal usaha dalam meningkatkan pendapatan UMKM di Desa Bandar Tengah. Kecamatan Bandar Khalifah. Secara khusus, penelitian ini berfokus pada identifikasi sejauh mana pemanfaatan strategi digital marketing serta ketersediaan modal usaha mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan para pelaku UMKM di wilayah tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis berupa perluasan kajian ilmiah mengenai keterkaitan antara pemasaran digital, modal usaha, dan pendapatan UMKM, khususnya dalam konteks wilayah pedesaan. Tinjauan Pustaka Pendapatan Pelaku Usaha UMKM Menurut (Kozachenko, 2. dalam konteks ekonomi, pendapatan merujuk pada peningkatan aset . alam bentuk barang atau uan. atau penurunan liabilitas yang menghasilkan kenaikan nilai ekuitas, tanpa memperhitungkan kontribusi modal dari pemilik atau investor. Pendapatan usaha dapat diterima dalam kegiatan produksi hasil dari balas jasa jangka waktu tertentu, balas jasa yang diterima dapat berupa gaji atau upah, sewa, laba atau bunga (Habriyanto et al. , 2. Pendapatan dapat dipahami sebagai hasil keuangan dari aktivitas ekonomi selama periode tertentu, yang merefleksikan nilai ekonomis. Sumber utama nilai ekonomis ini biasanya berasal dari aktivitas penjualan atau transaksi yang berada di luar kegiatan operasional inti. Pendapatan merupakan unsur yang sangat penting dalam sebuah usaha perdagangan, karena dalam melakukan suatu usaha tentu ingin mengetahui nilai atau jumlah pendapatan yang diperoleh selama melakukan usaha tersebut yang menghasilkan keuntungan atau kerugian (Mboko et al. , 2. UMKM memiliki kontribusi signifikan terhadap penciptaan pekerjaan, peningkatan pendapatan, pengurangan kemiskinan, dan kontribusi pada PDB lokal, regional, dan nasional (Nanta et al. , 2025. Yolanda & Hasanah, 2. Peningkatan penghasilan UMKM dapat dicapai melalui program pelatihan kewirausahaan yang tepat sasaran. Program semacam ini dapat membekali para pengusaha dengan kompetensi dan wawasan yang diperlukan untuk meningkatkan Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 572 efektivitas dan hasil produksi usaha mereka. Selain itu, pelatihan juga dapat membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperluas koneksi bisnis dan pangsa pasar mereka (Kwartawaty et al. , 2. Menurut (Lestari, 2. pendapatan pelaku UMKM dapat diukur melalui lima Pertama, sumber-sumber pendapatan, yaitu berbagai jenis pemasukan yang diperoleh dari kegiatan usaha. Kedua, peningkatan pendapatan, yang mencerminkan pertumbuhan hasil usaha dari waktu ke waktu. Ketiga, kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagai cerminan kesejahteraan pelaku usaha. Keempat, lama usaha, yang menunjukkan kestabilan usaha dan pendapatannya. Kelima, keberlangsungan usaha, yaitu kemampuan mempertahankan usaha secara berkelanjutan di tengah tantangan pasar. Kelima indikator ini menjadi tolok ukur penting dalam menilai kualitas dan keberhasilan usaha yang dijalankan. Digital Marketing dan Pendapatan Menurut (Saputra & Ardani, 2. digital marketing merupakan salah satu kategori dalam dunia pemasaran yang berguna dalam mengiklankan suatu produk atau layanan dan untuk menjangkau para calon pembeli melalui media digital sebagai sarana komunikasinya. (Mawardi et al. , 2. menyatakan digital marketing adalah kegiatan pemasaran online yang berguna untuk menjangkau pasar yang lebih luas menggunakan media internet, bertujuan untuk menghubungkan pebisnis dengan calon pemelinya melalui media internet. Menurut (Ramdani, 2. terdapat enam indikator utama dalam digital marketing yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas strategi pemasaran. Pertama. Accessibility mengacu pada kemudahan konsumen dalam mengakses informasi produk secara digital. Kedua. Interactivity, yakni kemampuan platform digital menjalin komunikasi dua arah antara pelaku usaha dan konsumen. Ketiga. Entertainment, yaitu sejauh mana konten digital mampu memberikan hiburan dan menarik perhatian. Keempat. Credibility, berhubungan dengan kepercayaan konsumen terhadap informasi yang disampaikan secara online. Kelima. Irritation, yaitu tingkat gangguan yang dirasakan konsumen akibat iklan yang berlebihan atau tidak relevan. Terakhir. Informativeness, mencerminkan sejauh mana informasi yang diberikan bersifat jelas, akurat, dan berguna bagi konsumen. Menurut (Saputra & Ardani, 2. , digital marketing adalah strategi pemasaran menggunakan sarana digital untuk iklan dan komunikasi. Studi empiris (Mawardi et al. menunjukkan adanya pengaruh positif digital marketing terhadap pendapatan UMKM. Selain itu, penelitian (Putri & Kusumawati, 2. di Kabupaten Sukoharjo, dan (Putra & Setyowati, 2. di Kota Boyolali, menemukan bahwa digital marketing secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan UMKM. Juga, (Kamaruddin & Usman, 2. menyimpulkan bahwa digital marketing meningkatkan profitabilitas UMKM pasca-pandemi. Dengan demikian, dapat diasumsikan bahwa semakin efektif digital marketing diterapkan, semakin tinggi pula pendapatan dan laba UMKM di desa maupun perkotaan. H1: Digital Marketing berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan UMKM d Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 573 Modal Usaha Menurut Kasmir dalam (Yunus, 2. , modal adalah semua bentuk kekayaan yang dapat digunakan langsung maupun tidak langsung dalam proses produksi untuk menambah output. Modal . dan tenaga kerja . diperlukan untuk mendirikan atau menjalankan suatu usaha. Modal dalam bentuk uang diperlukan untuk membiayai segala keperluan usaha, mulai dari biaya pra investasi, pengurusan izin, biaya investasi untuk pembelian aktiva tetap, sampai dengan modal kerja. Sementara itu, modal keahlian adalah keahlian atau kemampuan seseorang untuk mengelola dan menjalankan suatu usaha. Menurut (Aulia & Hidayat, 2. terdapat empat indikator utama dalam mengukur aspek modal usaha pada pelaku UMKM. Pertama, modal sendiri, yaitu dana yang berasal dari kekayaan pribadi pemilik usaha dan menjadi sumber utama dalam memulai usaha. Kedua, pemanfaatan modal tambahan, mencakup penggunaan dana dari luar, seperti pinjaman bank, koperasi, atau bantuan keluarga untuk meningkatkan kapasitas usaha. Ketiga, hambatan dalam mengakses modal eksternal, seperti persyaratan administrasi yang rumit, agunan yang tidak memadai, atau kurangnya pengetahuan keuangan, menjadi kendala umum bagi pelaku UMKM. Keempat, keadaan usaha setelah penanaman modal, yaitu dampak dari penggunaan modal terhadap perkembangan usaha, seperti peningkatan pendapatan, efisiensi, dan jangkauan pasar. Menurut Kasmir dalam (Yunus, 2. , modal adalah semua bentuk kekayaan yang dapat digunakan langsung maupun tidak langsung dalam proses produksi untuk menambah output. Modal . dan tenaga kerja . diperlukan untuk mendirikan atau menjalankan suatu usaha. Studi empiris oleh (Aulia & Hidayat, 2. menunjukkan bahwa modal usaha memiliki pengaruh positif terhadap pendapatan UMKM. Hal ini sejalan dengan beberapa studi lain yaitu (Zakaria et al. , 2. dalam penelitiannya pada UMKM makanan dan minuman di Kota Gorontalo menyimpulkan bahwa modal usaha berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan UMKM. Penelitian serupa oleh (Fahlifi et al. , 2. di Kecamatan Medan Amplas menyatakan bahwa modal usaha secara signifikan memengaruhi pendapatan, meskipun kontribusinya perlu didukung oleh variabel lain. Di sektor industri kecil, (Gitayuda & Mawardi, 2. membuktikan bahwa modal dan tenaga kerja secara parsial maupun simultan berpengaruh terhadap pendapatan UMKM industri tas di Madura. Hal serupa juga ditunjukkan oleh (Methasari et al. , 2. dalam konteks UMKM industri di Ponorogo, serta (Cahyani et al. , 2. dalam penelitian mereka pada UMKM kerajinan topeng di Gunungkidul. Dapat disimpulkan bahwa modal usaha merupakan faktor penting dalam peningkatan pendapatan UMKM, khususnya bila dikelola secara efektif dan disertai strategi pemasaran yang tepat. H2: Modal Usaha berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan UMKM Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang dimana dalam pengumpulan data menghasilkan data berupa angka. Metode ini juga dikenal sebagai metode konfirmatif, karena cocok digunakan untuk pembuktian atau konfirmasi. Data Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 574 penelitian yang diguakan berupa angkaAeangka dan analisis dilakukan dengan menggunakan teknik statistik, dengan tujuan untuk menggambarkan dan menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2. Menurut (Sugiyono, 2. , terdapat dua jenis pengumpulan data berdasarkan sumbernya yaitu Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden dalam bentuk kuesioner serta tanggapan tertulis pada pelaku UMKM Desa Bandar Tengah dan Data sekunder adalah sumber yang datanya tidak disediakan secara langsung pengumpul data, misalnya melalui orang atau dokumen lain. Dalam penelitian ini, penulis mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan dengan membaca buku, jurnal, artikel, data internet, disertasi dan makalah penelitian sebelumnya. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bandar Tengah. Kecamatan Bandar Khalifah, dengan objek penelitian berupa pelaku UMKM yang berada di wilayah tersebut. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga Mei 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM Desa Bandar Tengah sebanyak 35 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu teknik sampling Menurut (Sugiyono, 2. , sampling total adalah teknik pengumpulan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Maka sampel pada penelitian ini sebanyak 35 orang pelaku UMKM Desa Bandar Tengah. Model penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan Structural Equation ModelingAePartial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 3. Evaluasi model dilakukan melalui dua tahap, yaitu Outer Model dan Inner Model. Outer Model digunakan untuk menilai validitas dan reliabilitas indikator. Suatu indikator dianggap valid apabila memiliki nilai outer loading > 0,50, dan reliabilitas konstruk dinyatakan baik apabila nilai CronbachAos Alpha Ou 0,70 dan Composite Reliability Ou 0,70. Selanjutnya. Inner Model digunakan untuk menguji hubungan kausal antar variabel laten serta menguji hipotesis penelitian. Gambar 1. Model penelitian Pengujian hipotesis dilakukan dengan memperhatikan nilai p-value dan T-statistik. Dalam penelitian ini, digunakan taraf signifikansi () sebesar 5% . Suatu hipotesis dinyatakan signifikan apabila p-value < 0,05 dan nilai T-statistik > 1,96. Berdasarkan hasil pengolahan data, seluruh hubungan antar variabel dalam model memiliki p-value < 0,05 dan T-statistik > 1,96, yang berarti seluruh hipotesis penelitian Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 575 dapat diterima secara statistik. Definisi operasional dari masing-masing variabel dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut. Setiap variabel diukur menggunakan skala Likert dengan rentang 1 hingga 5, di mana skor 1 menunjukkan tingkat penilaian terendah . angat tidak setuj. , dan skor 5 menunjukkan tingkat penilaian tertinggi . angat setuj. Skala ini digunakan untuk mengukur persepsi responden terhadap masing-masing indikator variabel secara kuantitatif. Pendapatan UMKM (Y), merujuk pada peningkatan aset . alam bentuk barang atau uan. atau penurunan liabilitas yang menghasilkan kenaikan nilai ekuitas, tanpa memperhitungkan kontribusi modal dari pemilik atau investor. Pendapatan dapat dipahami sebagai hasil keuangan dari aktivitas ekonomi selama periode tertentu, yang merefleksikan nilai ekonomis. Indikator pendapatan meliputi sumber sumber pendapatan, peningkatan hasil / pendapatan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, lama usaha, keberlangsungan usaha. Variabel ini diukur menggunakan skala interval melalui pernyataan-pernyataan yang direspon menggunakan skala Likert 1Ae5. Digital Marketing (X. , merupakan salah satu kategori dalam dunia pemasaran yang berguna dalam mengiklankan suatu produk atau layanan dan untuk menjangkau para calon pembeli melalui media digital sebagai sarana Indikator digital marketing yaitu accessibility . , interactivity . , entertainment . , credibility . , irritation . , informativeness . Variabel ini diukur menggunakan skala interval melalui pernyataan-pernyataan yang direspon menggunakan skala Likert 1Ae5. Modal Usaha (X. , merupakan bentuk kekayaan yang dapat digunakan langsung maupun tidak langsung dalam proses produksi untuk menambah output. Indikator modal usaha meliputi modal sendiri, pemanfaatan modal tambahan, hambatan dalam mengakses modal eksternal, keadaan usaha setelah menanamkan modal. Variabel ini diukur menggunakan skala interval melalui pernyataan-pernyataan yang direspon menggunakan skala Likert 1Ae5. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian Karakteristik responden Pada Tabe 4 merupakan gambaran karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, usia, lama usaha, dan digital marketing yang digunaka. Hasilnya menunjukkan mayoritas responden dalam penelitian ini berjenis kelamin laki-laki, yaitu sebanyak 20 orang . ,14%). Dominasi responden laki-laki dalam usaha mikro dan kecil di Desa Bandar Tengah dapat dijelaskan oleh peran sosial-ekonomi tradisional, di mana lakilaki lebih banyak berperan sebagai pencari nafkah utama dan pemilik usaha, terutama di sektor informal seperti produksi makanan, bengkel, atau perdagangan kecil (UKM. Sebagian besar responden juga berada pada rentang usia 36Ae45 tahun sebanyak 14 orang . ,00%). Kelompok usia ini umumnya berada dalam fase produktif dan matang secara manajerial serta lebih siap mengambil risiko dalam Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 576 Menurut (Nasution et al. , 2. , pelaku usaha pada usia tersebut memiliki kecenderungan lebih besar untuk menjalankan usaha secara stabil karena sudah memiliki pengalaman kerja maupun jaringan sosial yang mendukung keberlangsungan usaha. Kemudian responden juga didominasi oleh lama usaha 4-5 Tahun sebanyak 15 orang . ,86%). Tabel 4. Karakteristik responden Kategori Sub-Kategori Jumlah Persentase Jenis Kelamin Laki-laki 57,14% Perempuan 42,86% Usia O 25 Tahun 8,57% 25 Ae 35 Tahun 28,57% 36-45 Tahun 40,00% Ou 45 Tahun 22,86% Lama Usaha 1-3 Tahun 22,86% 4-5 Tahun 42,86% > 5 Tahun 34,29% Digital Marketing WhatsApp 45,71% Yang Digunakan Instagram 5,71% Facebook 34,29% Tik Tok 14,29% Sumber : Data diolah, 2025 Dari sisi penggunaan media digital, mayoritas responden memanfaatkan WhatsApp (WA) sebagai media digital marketing utama, yakni sebanyak 16 orang . ,71%). Tingginya penggunaan WhatsApp sebagai alat promosi dan komunikasi bisnis dapat dimaklumi karena aplikasi ini mudah diakses, tidak membutuhkan biaya tambahan besar, dan sudah umum digunakan oleh konsumen maupun pelaku UMKM di Indonesia. WhatsApp juga dianggap praktis untuk menjangkau pelanggan secara langsung melalui pesan, gambar produk, hingga status promosi. Menurut data APJII. WhatsApp termasuk dalam tiga aplikasi terpopuler yang paling banyak digunakan oleh pelaku UMKM untuk aktivitas bisnis karena fleksibilitas dan jangkauannya yang luas (Mahadi, 2. Analisis Outer Model Model pengukuran . uter mode. digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara indikator dengan konstruk laten yang diukur, melalui pendekatan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Analisis ini bertujuan untuk menguji validitas dan reliabilitas dari masing-masing indikator dalam mencerminkan konstruk yang diukur. Salah satu syarat utama dalam evaluasi outer model adalah nilai outer loading (Hair Jr et al. Dengan demikian, model pengukuran dalam penelitian ini dapat dinyatakan valid dan reliabel, serta layak untuk dilanjutkan pada tahap analisis inner model. Gambar outer model dapat dilihat pada Gambar 2. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 577 Gambar 2. Outer Model Convergent Validity Convergent validity dari model pengukuran dengan model reflektif indikator dinilai berdasarkan korelasi antara item score/component score dengan construct score yang dihitung dengan PLS. Ukuran reflektif dikatakan tinggi jika berkorelasi lebih dari 0,70 dengan konstruk yang ingin diukur. Namun demikian, untuk penelitian tahap awal dengan pengembangan skala pengukuran nilai loading 0,5 sampai 0,60 dianggap Pada penelitian ini menggunakan loading factor 0,6 dengan perhitungan Hasil pengujian model pengukuran convergent validity pada Tabel 5. X1. X1. X1. X1. X1. X1. Tabel 5. Hasil Uji Validitas Instrumen Menggunakan Loading Factor Loading Factor Loading Factor Loading Factor 0,795 X2. 0,790 0,823 0,740 X2. 0,873 0,751 0,717 X2. 0,719 0,855 0,770 X2. 0,869 0,910 0,840 0,856 0,777 Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui seluruh nilai loading factor telah melewati batas 0,6 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa masing-masing indikator pada penelitian ini adalah valid. Oleh karena itu, indikator-indikator tersebut dapat digunakan untuk mengukur variabel penelitian. Uji Reliabilitas Suatu instrumen dapat dikatakan reliabel dengan melihat nilai dari Average Variance Extracted lebih dari 0,5. Cronbach Alpha lebih dari 0,6 dan Composite Reliability lebih dari 0,7. Berikut hasil perhitungan reliabilitas melalui Average Variance Extracted (AVE). Cronbach Alpha dan Composite Reliability dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Perhitungan AVE. Cronbach Alpha, dan Composite Reliability Cronbach's Composite Average Variance Variabel Alpha Reliability Extracted (AVE) Digital Marketing (X. 0,867 0,875 0,900 0,600 Modal Usaha (X. 0,831 0,854 0,887 0,665 Pendapatan UMKM (Y) 0,895 0,903 0,923 0,707 Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 578 Berdasarkan Tabel 6 dapat diketahui bahwa nilai Cronbach Alpha dari variabel digital marketing (X. sebesar 0,867, variabel modal usaha (X. sebesar 0,831 dan variabel pendapatan UMKM (Y) sebesar 0,895 Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa seluruh indikator telah reliabel dalam mengukur variabel latennya. Analisis Inner Model Menurut (Hair Jr et al. , 2. , inner model atau model struktural berfungsi untuk mengevaluasi hubungan antara variabel laten, terutama dalam konteks analisis Model ini berfokus pada pengujian hipotesis dan kekuatan hubungan antar variabel laten melalui koefisien jalur . ath coefficient. Selain itu, validitas model struktural dinilai menggunakan ukuran seperti R-Square untuk mengukur kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen. Koefisien Determinasi (R. Tabel 7. Hasil Uji R Square Variabel R Square R Square Adjusted Pendapatan UMKM (Y) 0,735 0,718 Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan bootstapping pada Tabel 7, maka diketahui nilai R Square Adjusted dari variabel pendapatan UMKM (Y) sebesar 0,718 yang berarti bahwa variabel pendapatan UMKM (Y) dipengaruhi oleh variabel digital marketing (X. dan variabel modal usaha (X. sebesar 71,8% atau dengan kata lain kontribusi variabel digital marketing (X. dan variabel modal usaha (X. sebesar 71,8% sedangkan sisanya sebesar 28,2% merupakan kontribusi variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan dengan mengamati nilai T-Statistic yang diperoleh melalui proses bootstrapping. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan alpha 5% yang berarti apabila nilai t-statistik Ou 1,960 atau nilai probabilitas O level of significance ( = 5%). Tabel 8. Hasil Uji T (Parsia. Original Sample Standard Sample Mean Deviation Digital Marketing (X. -> Pendapatan UMKM (Y) Modal Usaha (X. -> Pendapatan UMKM (Y) T Statistics P Values 0,395 0,412 0,160 2,466 0,014 0,521 0,512 0,150 3,479 0,001 Berdasarkan hasil pengujian yang terdapat pada Tabel 8 dapat dilihat bahwa nilai t-statistik hubungan antara variabel digital marketing (X. terhadap variabel pendapatan UMKM (Y) adalah sebesar 2,466 dengan sig. sebesar 0,014. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa t-statistik Ou 1,96 dan nilai sig. O level of significance ( = 5%). Dengan demikian digital marketing (X. berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM (Y). Selanjutnya nilai t-statistik hubungan antara variabel modal usaha (X. terhadap variabel pendapatan UMKM (Y) adalah sebesar 3,479 dengan sig. sebesar 0,001. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa t-statistik Ou Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 579 1,96 dan nilai sig. O level of significance ( = 5%). Dengan demikian modal usaha (X. berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM (Y). Pembahasan Digital Marketing dan Pendapatan UMKM Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa digital marketing memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Artinya, digital marketing berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan UMKM di Desa Bandar Tengah. Hal ini mengindikasikan bahwa digital marketing merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan skala pemasaran dan penjualan produk lokal. UMKM di Desa Bandar Tengah yang memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp. Facebook. Instagram, terbukti mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, penggunaan digital marketing membuat biaya pemasaran menjadi lebih efisien dibandingkan dengan metode konvensional seperti brosur atau promosi dari mulut ke Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat (Saputra & Ardani, 2. yang menyatakan bahwa digital marketing mampu meningkatkan efektivitas pemasaran, memperluas jangkauan, serta mempermudah proses komunikasi dan transaksi. Penelitian (Nizar, 2. menunjukkan bahwa digital marketing berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM. Kemudian penelitian (Fitrianti, 2. menunjukkan bahwa digital marketing memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pelaku UMKM. Walaupun sebagian pelaku UMKM di Desa Bandar Tengah masih menghadapi kendala seperti keterbatasan literasi digital, kurangnya pelatihan, atau kendala jaringan internet, namun mereka yang telah aktif memanfaatkan media digital menunjukkan peningkatan pendapatan yang signifikan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan digital marketing yang optimal mampu memberikan dampak nyata terhadap pendapatan UMKM di Desa Bandar Tengah. Modal Usaha dan Pendapatan UMKM Hasil analisis data menunjukkan bahwa modal usaha memberikan pengaruh yang nyata terhadap peningkatan pendapatan UMKM di Desa Bandar Tengah. Dengan kata lain, pelaku UMKM yang memiliki modal usaha yang lebih besar cenderung memperoleh pendapatan yang lebih tinggi, karena memiliki kapasitas yang lebih kuat dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Methasari et al. , 2. menunjukkan bahwa modal usaha berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM. Penelitian (Zakaria et al. , 2. menunjukkan bahwa modal usaha berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM dan penelitian (Afdhal, 2. menunjukkan bahwa modal usaha berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM. Modal usaha memiliki peranan penting dalam keberlangsungan dan pengembangan usaha kecil. Modal digunakan untuk pengadaan bahan baku, pembelian alat produksi, biaya operasional, serta pengembangan produk dan strategi pemasaran. Pelaku UMKM di Desa Bandar Tengah yang memiliki akses permodalan lebih memadai cenderung mampu mengelola usaha secara lebih produktif dan efisien, sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi serta menjangkau pasar yang lebih luas. Menurut Kasmir dalam (Yunus, 2. modal usaha merupakan Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 580 salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan suatu usaha, terutama pada sektor UMKM. Semakin besar modal yang dimiliki, maka semakin tinggi kemampuan usaha tersebut dalam memperluas usahanya dan meningkatkan pendapatannya. Namun demikian, tantangan utama yang dihadapi oleh beberapa pelaku UMKM di Desa Bandar Tengah adalah keterbatasan akses terhadap sumber pendanaan formal, seperti perbankan atau lembaga keuangan mikro. Sebagian besar pelaku UMKM masih mengandalkan modal sendiri atau pinjaman dari keluarga. Oleh karena itu, adanya dukungan dari pemerintah desa, koperasi, maupun program bantuan UMKM dari pemerintah daerah sangat penting untuk meningkatkan ketersediaan dan aksesibilitas modal usaha. Digital Marketing. Modal Usaha dan Pendapatan UMKM Berdasarkan hasil analisis model struktural dalam penelitian ini, diketahui bahwa digital marketing dan modal usaha secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM di Desa Bandar Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan UMKM tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor secara terpisah, melainkan merupakan hasil dari kombinasi atau sinergi antara dua aspek penting, yaitu kemampuan pelaku usaha dalam mengoptimalkan pemasaran digital, serta ketersediaan modal usaha yang cukup untuk mendukung keberlangsungan dan pengembangan usaha. Penerapan digital marketing memungkinkan UMKM untuk menjangkau konsumen secara lebih luas, efisien, dan tepat sasaran, tanpa bergantung pada metode promosi konvensional yang memerlukan biaya besar. Di sisi lain, modal usaha memberikan landasan finansial bagi UMKM untuk memenuhi kebutuhan operasional, meningkatkan kapasitas produksi, serta merespon permintaan pasar dengan lebih fleksibel. Dengan demikian, peran digital marketing dan modal usaha saling melengkapi dalam mendorong pertumbuhan pendapatan UMKM. Hasil ini memperkuat pemahaman bahwa transformasi digital dan penguatan akses permodalan merupakan dua pilar penting dalam pengembangan UMKM, khususnya di wilayah pedesaan yang mulai beradaptasi dengan teknologi digital. Hal ini didukung oleh penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa modal usaha dan digital marketing berpengaruh terhadap pendapatan UMKM (Melania et al. , 2023. Putri & Kusumawati. Penelitian (Nisa, 2. menunjukkan bahwa modal usaha dan ddigital marketing berpengaruh terhadap pendapatan. Dengan kata lain, digital marketing dan Modal Usaha merupakan dua variabel penting yang secara simultan mendorong peningkatan pendapatan UMKM. Oleh karena itu, program pelatihan digital marketing serta fasilitasi akses modal sangat direkomendasikan untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing UMKM di Desa Bandar Tengah. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa digital marketing dan Modal Usaha memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan pelaku UMKM secara langsung. Hasil analisis membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara digital marketing dan modal usaha terhadap pendapatan UMKM di Desa Bandar Tengah. Artinya, semakin optimal pemanfaatan digital marketing dan semakin besar modal yang dimiliki, maka potensi peningkatan pendapatan juga semakin tinggi. Dengan Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 581 demikian. UMKM di Desa Bandar Tengah yang mampu mengelola modal dengan baik dan mengintegrasikan strategi digital marketing dalam usahanya akan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan. Sebagai implikasi manajerial, pelaku UMKM disarankan untuk meningkatkan literasi digital dan mulai memanfaatkan platform digital secara lebih intensif. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat memberikan pelatihan dan fasilitasi akses modal usaha, agar pelaku UMKM memiliki kapasitas dan sumber daya yang memadai untuk bersaing secara Ke depan, riset lanjutan dapat mengkaji pengaruh faktor lain seperti inovasi produk atau kualitas pelayanan dalam memperkuat peran digital marketing terhadap keberlanjutan usaha. Daftar Pustaka