Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: DimaSTIKa e-ISSN: 3109-1148 Vol. No. Tahun 2025. Hal. 1Ae13 Penerapan Metode Active Learning Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas Xiia di SMA NU 05 Brangsong Pada Mata Pelajaran PAI Moch. Marjuki1*. Lulu Afidati Zakiyah DaAoi2. Muhammad Abdul Wakhid 3. Farihal Husna Dewi4. Diana Rachmawati5. Mistiyah6 1,2,3,4,5,6 Sekolah Tinggi Islam Kendal Email Corespondensi: mochmarjuki1979@gmail. *Corespondensi Author Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana metode active learning berdampak pada peningkatan motivasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Subjek penelitian ini melibatkan peserta didik kelas XII A di SMA NU 05 Brangsong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman keilmuan di bidang pendidikan, terutama dalam hal penerapan metode pembelajaran active learning. Penelitian ini dilakukan secara langsung di lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan motivasi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam bagi peserta didik Kelas XII A di SMA NU 05 Brangsong melalui metode pembelajaran aktif learning mencakup penerapan metode diskusi. Motivasi belajar peserta didik terhadap mata pelajaran PAI terdiri dari dua jenis, yaitu motivasi intrinsik dan Motivasi intrinsik meliputi adanya persaingan antar peserta didik untuk menjadi yang terbaik dalam hal akademik, kesanggupan dalam mengerjakan dan mengumpulkan tugas tepat waktu, serta keaktifan peserta didik dalam proses Sementara itu, motivasi ekstrinsik mencakup pemberian nilai, adanya penghargaan dan hukuman, adanya sistem peringkat dalam kelas, serta penerapan metode pembelajaran yang beragam. Kata kunci: Motivasi Belajar. Active Learning. Mata Pelajaran PAI Abstract This study aims to determine the extent to which the active learning method impacts on increasing student learning motivation in Islamic Religious Education subjects. The This is an open access article under the CCAeBY-SA license http://creativecommons. org/licenses/bysa/4. Moch. Marjuki, dkk subjects of this study involved class XIIA students at SMA NU 05 Brangsong. The purpose of this study was to improve scientific understanding in the field of education, especially in terms of the application of active learning methods. This research was conducted directly in the field using a descriptive qualitative approach. The methods used in data collection included interviews, observation, and documentation. Based on the results of the research data analysis, it can be concluded that efforts to increase learning motivation in Islamic Religious Education subjects for class XIIA students at SMA NU 05 Brangsong through active learning methods include the application of discussion methods. Student learning motivation for Islamic Religious Education subjects consists of two types, namely intrinsic and extrinsic motivation. Intrinsic motivation includes competition among students to be the best in academic terms, the ability to complete and submit assignments on time, and student activeness in the learning process. Meanwhile, extrinsic motivation includes the awarding of grades, the existence of rewards and punishments, the existence of a ranking system in the class, and the application of various learning methods. Keywords: Learning Motivation. Active Learning. PAI Lessons PENDAHULUAN Dunia pendidikan modern menghadapi tantangan kompleks dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan kemampuan adaptasi yang tinggi. Salah satu indikator keberhasilan proses belajar mengajar adalah tingginya motivasi belajar peserta didik. Motivasi belajar merupakan dorongan internal maupun eksternal yang memicu seseorang untuk melakukan aktivitas belajar secara tekun dan berkesinambungan guna mencapai tujuan tertentu. 1 Namun, realitas di lapangan seringkali menunjukkan bahwa banyak peserta didik mengalami penurunan motivasi, yang berakibat pada rendahnya partisipasi di kelas, kurangnya inisiatif, dan pencapaian akademik yang tidak maksimal. Fenomena ini tidak terkecuali terjadi pada mata pelajaran PAI (Pendidikan Agama Isla. Yogi Fernando. Popi Andriani, and Hidayani Syam. AuThe Importance of Learning Motivation in Improving Student Learning Outcomes,Ay ALFIHRIS : Journal of Educational Inspiration 2, no. Nehru Millat Ahmad Camila Fatah Suroyyah. AuSTRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES SEBAGAI UPAYA PEMECAHAN MASALAH BELAJAR,Ay Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam 2, no. : 108Ae28, https://doi. org/https://doi. org/10. 62509/ji. Penerapan Metode Active Learning Untuk Meningkatkan Motivasi BelajarA. Mata pelajaran PAI memiliki peran krusial dalam membentuk akhlak, spiritualitas, dan pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai keagamaan. Namun, seringkali pembelajaran PAI dianggap monoton, hanya berfokus pada hafalan, dan sehari-hari Paradigma pembelajaran konvensional yang didominasi oleh metode ceramah satu arah cenderung membuat peserta didik pasif, kurang berinteraksi, dan akhirnya kehilangan minat untuk belajar. Kondisi ini secara langsung berdampak pada tingkat motivasi belajar pesrta didik, yang pada gilirannya menghambat pencapaian kompetensi PAI secara holistik. SMA NU 05 Brangsong, sebagai salah satu institusi pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa pembelajaran PAI tidak hanya informatif tetapi juga inspiratif dan transformatif. Untuk mengatasi permasalahan rendahnya motivasi belajar, diperlukan sebuah pendekatan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah metode active Active learning adalah serangkaian metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses belajar, baik secara fisik maupun mental. Berbeda dengan metode pasif yang menjadikan peserta didik sebagai penerima informasi, active learning mendorong peserta didik untuk melakukan, berpikir, berdiskusi, dan memecahkan masalah. 5 Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menghafal materi, tetapi juga memahami, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi informasi yang diterima. Penerapan active learning diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, interaktif, dan menyenangkan, yang Ria Nata Kusuma and Nurul Latifatul Inayati. AuPenerapan Strategi Pembelajaran Aktif Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Mata Pelajaran PAI Di SMP Muhammadiyah 7 Banyudono,Ay Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 12, no. : 1378, https://doi. org/10. 30868/ei. Badrus Zaman. AuPenerapan Active Learning Dalam Pembelajaran Pai,Ay Jurnal As-Salam 4, no. : 16, https://doi. org/10. 37249/as-salam. A Konteks Penelitian. AuWarsono. Hariyanto. Pembelajaran Aktif (Teori Dan Asesme. , (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. , 7. 2 Warsono. Hariyanto, 12. ,Ay n. , 8. Moch. Marjuki, dkk pada akhirnya akan meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI. Motivasi adalah alat yang digunakan dalam pembelajaran. Motivasi adalah sebuah tujuan pembelajaran di kelas. Seorang pendidik berhap mempunyai harapan bagi peserta didik, agar peserta didik mempunyai ketertarikan terhadap kegiatan intelekual serta estetika hingga selesainya proses pembelajaran. 7 Alat motivasi adalah faktor-faktor yang mirip dengan kecerdasan peserta didik dan hasil belajar sebelumnya, yang dapat dilihat dari ilmu pengetahuannya, ketrampilan dan nilainilai mereka. Peserta didik yang tertarik pada bidang studi tertentu memiliki hasrat dan motivasi yang mendorong mereka untuk mendalami studi tersebut. Motivasi pada dasarnya berkaitan dengan minat. Motivasi ditentukan oleh nilai-nilai penting dalam hidup. Nilai-nilai tersebut dapat mempengaruhi perilaku dan motivasi. Oleh karena itu, materi pembelajaran yang digunakan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik. Perilaku peserta didik dapat dijadikan acuan dalam memandu kegiatan. Misalnya peserta didik yang gemar pelajaran PAI, dia akan senang mempelajarinya dan termotivasi untuk belajar yang lbih giat. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab guru untuk menanamkan perilaku positif pada peserta didik terkait mata pelajaran yang menjadi tanggung Kajian mengenai pendekatan active learning menunjukkan bahwa metode ini relevan dan efektif diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian Aisida menegaskan bahwa strategi active learning model Giving Question and Getting Answer berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih, karena memberikan ruang bagi siswa untuk berpartisipasi secara Endah Syamsiyati Nur Jannah. AuPenerapan Metode Pembelajaran AoActive Learning-Small Group DiscussionAo Di Perguruan Tinggi Sebagai Upaya Peningkatan Proses Pembelajaran,Ay Fondatia 3, no. : 22, https://doi. org/10. 36088/fondatia. Saichul Anam. AuISLAM. INKLUSI SOSIAL DAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PENDIDIKAN,Ay Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam 3, no. : 89Ae105. Andi Sastria and Akbar Muhammad. AuPerbandingan Metode Pembelajaran Active Learning,Ay JikpAJurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah 7, no. : 127. Lantanida Journal. AuLantanida Journal,Ay 5, no. : 175. Penerapan Metode Active Learning Untuk Meningkatkan Motivasi BelajarA. langsung dalam proses pembelajaran. 10 Nadiyah dan Musawir melalui penelitian di SMA Wachid Hasyim 2 Sidoarjo juga menemukan bahwa penerapan model active learning pada mata pelajaran PAI mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa secara signifikan. 11 Hal yang sama disampaikan oleh Hidayati yang menunjukkan bahwa metode active learning berperan dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran agama. 12 Lebih lanjut. Zulfa dan Sholihah menegaskan bahwa penerapan active learning di SD IT Cahaya Ummat dapat menumbuhkan karakter religius siswa. 13 Dengan demikian, temuan-temuan dari berbagai penelitian di Indonesia menegaskan bahwa penerapan active learning tidak hanya meningkatkan pemahaman dan prestasi akademik, tetapi juga berperan dalam menumbuhkan motivasi serta karakter positif peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Berdasarkan berbagai penelitian terdahulu, dapat disimpulkan bahwa pendekatan active learning terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman, motivasi, serta aktivitas belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Berbagai model active learning seperti diskusi kelompok, peta konsep. Giving Question and Getting Answer, think pair share, maupun jigsaw telah digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif dan partisipatif. Penelitianpenelitian tersebut juga menegaskan bahwa metode aktif bukan hanya berdampak pada capaian akademik, tetapi juga membantu membentuk karakter religius dan keterampilan berpikir kritis siswa. Namun, penelitian sebelumnya umumnya masih berfokus pada satu metode tertentu atau terbatas pada konteks sekolah dan jenjang tertentu. Perbedaan Badrul Mudarris et al. AuTEACHER FLEXIBILITY IN APPLYING THE AIR LEARNING MODEL TO OVERCOME SLOW LEARNERS IN MADRASAH,Ay Edureligia 06, no. : 10Ae21. Annaula Jamilatun Nadiyah and Musawir. AuImplementasi Model Pembelajaran Active Learning Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Di Sma Wachid Hasyim 2 Taman Sidoarjo,Ay Jurnal Pendidikan : SEROJA 3, no. : 81Ae90, http://jurnal. id/index. php/seroja. Nur Hidayati. AuImplementation of Active Learning Methods in Islamic Religious Education to Improve StudentsAo Critical Thinking Skills in Schools,Ay AFKARINA: Jurnal Pendidikan Agama Islam 9, 1 . : 98Ae109, https://doi. org/10. 33650/afkarina. Ulinnuha Zulfa and Hidayatus Sholihah. AuImplementasi Active Learning Dalam Menumbuhkan Karakter Peserta Didik Pada Pembelajaran PAI Di SD IT Cahaya Ummat,Ay JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMIKIRAN 20, no. : 1820Ae32. Moch. Marjuki, dkk penelitian yang akan dilakukan terletak pada kombinasi metode diskusi kelas dan peta konsep dalam pembelajaran PAI, yang dirancang untuk mengukur tidak hanya hasil belajar kognitif, tetapi juga motivasi belajar siswa secara lebih komprehensif. Selain itu, penelitian ini menekankan penggunaan instrumen motivasi yang lebih terstruktur serta memperhatikan durasi dan frekuensi penerapan metode active Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baru berupa pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana variasi metode aktif dapat meningkatkan motivasi belajar PAI sekaligus memberikan landasan praktis bagi guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pendekatan kualitatif dipilih karena bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena penerapan active learning dan dampaknya terhadap motivasi belajar peserta didik dalam konteks alami di SMA NU 05 Brangsong. Studi kasus memungkinkan peneliti untuk menggali informasi secara komprehensif mengenai penerapan metode active learning pada mata pelajaran PAI di SMA NU 05 Brangsong. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XIIA di SMA NU 05 Brangsong PAI, PAI mengimplementasikan metode active learning. Pemilihan kelas XIIA didasarkan pada pertimbangan bahwa peserta didik pada jenjang ini sudah memiliki kematangan berpikir yang cukup untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan active learning. Data dikumpilkan melalui beberapa teknik untuk memastikan validitas dan relibitas informasi temuan. Pada Observasi Partisipatif, peneliti melakukan observasi langsung di kelas selama proses pembelajaran PAI yang menerapkan active learning. Observasi ini mencakup pengamatan terhadap interaksi gurupeserta didik, partisipasi peserta didik, antusiasme, ekspresi wajah dan dinamika Catatan lapangan dibuat secara rinci. Selanjutnya dengan tahapan wawancara yang dilakukan dengan guru PAI untuk menggali informasi mengenai perencanaan, implementasi, tantangan dan persepsi mereka tentang dampak active Penerapan Metode Active Learning Untuk Meningkatkan Motivasi BelajarA. Wawancara juga dilakukan dengan beberapa siswa baik yang menunjukkan peningkatan motivasi maupun yang masih pasif, untuk memahami pengalaman, persepsi dan perubahan motivasi mereka. Teknik terakhir yaitu dokumentasi dengan cara mengumpulkan data dari dokumen relevan seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru, silabus PAI, daftar nilai psesrta didik, catatan kehadiran dan hasil tugas/proyek peserta didik yang berkaitan dengan pembelajaran PAI. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan teknik observasi untuk mengetahui hasil penerapan metode active learning pada mata pelajaran PAI di SMA NU 05 Brangsong. Metode pembelajaran diskusi digunakan untuk berbagi pengetahuan antar peserta didik, karena pemikiran satu peserta didik saja tidak cukup, sehingga harus disempurnakan dengan pandangan peserta didik lain. 14 Dengan ini diharapkan inti pembahasan menjadi lebih lengkap. Sesuai dengan tujuan diskusi yaitu untuk menyelesaikan suatu masalah, menjawab pertanyaan, memperluas dan meningkatkan pengetahuan peserta didik, serta untuk membuat keputusan. Manfaat penerapan metode diskusi ini adalah agar peserta didik tidak bosan dan antusias saat kegiatan diskusi berlangsung. 15 Dengan demikian, dengan cara ini diharapkan pertukaran ide antar peserta didik saat berdiskusi dapat lebih maksimal, sehingga mengaplikasikannya dalam kegiatan sehari-hari. Peneliti mengamati Guru pada saat pembelajaran PAI berlangsung, guru menggunakan metode diskusi sebagai strategi untuk melibatkan peserta didik dalam memahami materi. Guru terlebih dahulu memberikan penjelasan singkat tentang topik yang akan dibahas, kemudian guru membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. Selama diskusi berlangsung, guru menjadi fasilitator, memberikan arahan, bimbingan dan motivasi agar setiap kelompok aktif Sahraini Tambak. AuMetode Diskusi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay AlHikmah: Jurnal Agama Dan Ilmu Pengetahuan . https://doi. org/10. 25299/jaip. Azaria. AuOENo Title No Title No Title,Ay Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents 7, no. : 107Ae15. Moch. Marjuki, dkk menyampaikan pendapatnya. Guru juga mengendalikan diskusi agar tetap fokus pada tujuan pembelajaran. Setelah itu setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya sedangkan peserta didik yang lain menanggapi. Pada pengamatan tersebut peneliti dapat melihat dan menyimpulkan bahwa melalui metode diskusi, terlihat bahwa peserta didik lebih aktif, percaya diri dalam menyampaikan pendapat, serta melatih kemampuan berpikir kritis dan kerja sama Suasana kelas menjadi lebih hidup dan interaktif, meskipun beberapa peserta didik masih kurang aktif. Meskipun demikian guru berusaha untuk melibatkan dan memotivasi semua peserta didik untuk berpartisipasi. Secara keseluruhan penerapan metode diskusi dalam pembelajaran PAI telah berhasil dan efektif dalam meningkatkan pemahaman materi peserta didik dan menumbuhkan rasa saling menghargai pendapat. Selain itu menggunakan metode peta konsep yang merupakan metode mengajar aktif yang memudahkan peserta didik memahami materi pelajaran secara 16 Tujuan penggunaan metode peta konsep ini adalah untuk membantu peserta didik memahami dengan jelas dan kreatif apa yang telah mereka pelajari atau rencanakan. 17 Pada metode ini guru terlebih dahulu menjelaskan tujuan pembelajaran, kemudian menuliskan topik Ae topik utama di papan tulis. Dari topik tersebut, guru mengembangkan subkonsep terkait dan membentuk peta konsep yang utuh. Guru melibatkan peserta didik dalam pengembangan peta konsep dengan mengajukan pertanyaan dan mendorong mereka untuk menghubungkan ide Ae ide. Dengan cara ini peserta didik tidak hanya menerima informasi tetapi juga secara aktif berpikir untuk menemukan hubungan antar materi. Selama kegiatan siswa tampak lebih mudah memahami materi karena penyajian menggunakan peta konsep memperjelas dan menyusun hubungan Selain itu, peserta didik lebih fokus dan termotivasi karena materi disajikan dalam diagram yang sederhana namun bermakna. Maka dapat Azaria. 17 Khuswatun Khasanah. AuPeta Konsep Sebagai Strategi Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar,Ay Jurnal Edutrained : Jurnal Pendidikan https://doi. org/10. 37730/edutrained. Dan Pelatihan . Penerapan Metode Active Learning Untuk Meningkatkan Motivasi BelajarA. pemahaman dan mengingat materi secara lebih efektif. Guru PAI di SMA NU 05 Brangsong berhasil membimbing peserta didik untuk menghubungkan konsep Ae konsep penting, sehingga mendorong pembelajaran yang aktif, jelas dan terfokus. Penerapan Metode Active Learning di SMA NU 05 Brangsong Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan guru PAI, didapatkan informasi bahwa penerapan metde active learning dapat meningkatkan motivasi peserta didik. Guru menyampaikan bahwa tantangan dalam pengajaran PAI adalah mempertahankan perhatian peserta didik dan membangkitkan minat mereka terhadap materi. 18 Metode active learning seperti, diskusi dan peta konsep dapat membuat peserta didik terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Peserta didik tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga ikut berpikir, brtanya dan juga menyapaikan pendapat. Hal ini terbukti dapat meningkatkan semangat dan rasa ingin tahu. Guru juga menambahkan, bahwa pembelajaran dengan metode active learning memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkolaborasi, bertukar ide dan menghargai perbedaan pendapat. Hal ini menciptakan suasana kelas yang lebih hidup, interaktif dan menyenangkan. Lebih lanjut, guru menekankan bahwa motivasi peserta didik meningkat ketika mereka meras dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu peserta didik kelas XIIA, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode active learning dalam proses pembelajaran PAI telah membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan. Peserta didik menjadi lebih aktif, antusias dan tidak mudah bosan karena mereka 18 Wawancara. Mujahidin. Pd Guru PAI dan BP SMA NU 05 Brangsong. Ruang Waka. Selasa, 26 Agustus 2025. 30 WIB Wawancara. Mujahidin. Pd Guru PAI dan BP SMA NU 05 Brangsong. Ruang Waka. Selasa, 26 Agustus 2025. 30 WIB Wawancara. Mujahidin. Pd Guru PAI dan BP SMA NU 05 Brangsong. Ruang Waka. Selasa, 26 Agustus 2025. 30 WIB Moch. Marjuki, dkk tidak hanya mendengarkan guru, tetapi juga terlibat dalam kegiatan lain seperti diskusi, presentasi kelompok, dan sesi tanya jawab. Penggunaan metode ini saat pembelajaran dapat meningkatkan motivasi mereka karena mencakup peluang untuk berdiskusi, berkolaborasi dengan teman sebaya dan berlatih keberanian menyampaikan ide di depan kelas. Pembelajaran menggunakan metode active learning ini mendorong mereka untuk lebih memahami pelajaran karena informasi tidak hanya dari guru tetapi juga dari interaksi dan kolaborasi antar peserta didik. Selain itu, peserta didik berharap metode pembelajaran ini dapat terus digunakan dalam mata pelajaran PAI dengan kegiatan variasi yang beragam, sehingga suasana belajar tetap hidup dan mendorong peserta didik untuk semakin giat belajar. Penerapan Metode Active Learning Pada Pembelajaran PAI Di SMA NU 05 Brangsong Dari wawancara dengan guru PAI dan peserta didik, dicatat bahwa penggunaan metode active learning dalam pembelajaran membantu menciptakan suasana kelas menjadi hidup, berfokus pada peserta didik dan interaktif. Sebelumnya, banyak peserta didik beranggapan bahwa pembelajaran PAI akan membosankan karena hanya mendengarkan ceramah. Akibatnya, peserta didik malas untuk berpartisipasi. Namun setelah menggunakan meode active learning dengan berbagai teknik, seperti diskusi dan peta konsep, ada perubahan ke arah yang lebih baik dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini, mereka lebih bersemangat, lebih banyak memberikan pendapat, dan lebih aktif dalam belajar. Motivasi peserta didik meningkat karena metode active learning memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpikir, berkomunikasi, dan bekerja sama. Dalam hal ini, peserta didik merasa bahwa mereka mempunyai tanggung jawab dalam proses pembelajaran. Selain itu, suasana belajar yang lebih hidup juga mengurangi rasa bosan dan mendorong munculnya rasa percaya diri. Wawancara. Chandra Winata. Peserta didik kelas XIIA SMA NU 05 Brangsong. Ruang Perpustakaan. Senin, 25 Agustus 2025. 30 WIB Wawancara. Chandra Winata. Peserta didik kelas XIIA SMA NU 05 Brangsong. Ruang Perpustakaan. Senin, 25 Agustus 2025. 30 WIB Penerapan Metode Active Learning Untuk Meningkatkan Motivasi BelajarA. Menurut hasil wawancara, peserta didik merasa lebih mudah memahami materi PAI karena pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru tetapi juga melibatkan diskusi dengan teman Ae teman, sehingga pembelajaran menjadi lebih Guru PAI juga percaya bahwa metode active learning memungkinkan nilai Ae nilai agama diajarkan dengan lebih baik karena peserta didik tidak hanya menerima materi tetapi juga mengambil bagian dalam proses belajar yang aktif. Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode active learning seperti diskusi dan peta konsep di SMA NU 05 Brangsong mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta memotivasi mereka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Temuan ini selaras dengan teori dan literatur yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif, otonomi, serta relevansi materi terhadap kehidupan ehari-hari siswa. Meski penelitian ini sudah cukup kuat dengan adanya observasi, wawancara, dan dokumentasi, keterbatasan tetap ada, terutama karena belum digunakannya instrumen kuantitatif terstandar dan sampel yang masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dianjurkan menggunakan skala motivasi teruji, memperluas cakupan sampel, serta mendetailkan durasi dan frekuensi intervensi. Dengan demikian, temuan artikel berikutnya tidak hanya memiliki relevansi praktis bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga dapat memperkaya khazanah penelitian pendidikan yang berbasis pada pendekatan active learning. Selain itu, dapat dipahami bahwa penerapan metode active learning dalam pembelajaran PAI terbukti mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan motivasi belajar siswa di berbagai jenjang pendidikan. Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan efektivitas metode ini, baik melalui strategi diskusi, peta konsep, think pair share, maupun jigsaw, namun mayoritas masih menekankan pada peningkatan hasil belajar kognitif atau terbatas pada konteks sekolah tertentu. Analisis terhadap temuan tersebut menunjukkan adanya celah penelitian yang dapat diisi, yaitu penerapan kombinasi metode diskusi dan peta konsep pada pembelajaran PAI di SMA NU 05 Brangsong, dengan fokus tidak hanya pada capaian akademik, tetapi juga motivasi belajar siswa. Dengan demikian, penelitian ini memiliki kebaruan dalam mengintegrasikan dua strategi active learning sekaligus. Moch. Marjuki, dkk sekaligus memperluas konteks penerapannya pada tingkat SMA dengan penekanan pada aspek motivasional sebagai salah satu indikator keberhasilan pembelajaran. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode active learning dalam Pendidikan Agama Islam di SMA NU 05 Brangsong memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar peserta didik. Metode ini menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, aktif, dan menyenangkan, memungkinkan peserta didik tidak hanya mendengarkan tetapi juga ikut berppartisipasi langsung dalam proses pembelajaranmelalui, diskusi, tanya jawab ataupun kerja kelompok. Motivasi belajar peserta didik dapat dicermati dari antusias yang ditunjukkan, keberanian yang ditunjukkan peserta didik saat proses pembelajaran. Peserta didik merasa lebih percaya diri untuk berpendapat, lebih mudah memahami materi, dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Sehingga penerapan metode active learning terbukti sangat efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMA NU 05 Brangsong. Untuk kedepannya, guru dihrapkan dapat terus mengembangkan dan memvariasikan metode active learning agar motivasi belajar pesrta didik tetap terjaga, serta tujuan pembelajaran PAI dapat tercapai secara Daftar Pustaka