PEMAHAMAN EFISIENSI USAHA UMKM PRODUK MAKANAN HALAL DI MOJOLABAN SUKOHARJO Abstrak Yunastiti Purwaningsih. Tri Mulyaningsih. Selfia Bintariningtyas. Arif Rahman Hakim. Mulyadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta *Corresponding author Arif Rahman Hakim Email: arhakim@staff. Dua masalah terkait efisiensi keuangan dan pemasaran digital masih menjadi persoalan yang mendasar bagi usaha mikro dan kecil (UMKM). Paper ini bermaksud dicarikan jalan keluar agar usaha yang dijalankan menjadi lebih efisien melalui kegiatan pengabdian. Tujuan pengabdian adalah memberikan pengetahuan dan aplikasi tentang efisiensi usaha terutama pada sisi keuangan dan pemasaran bagi Usaha Kecil Mikro dan Menengah produk makanan halal di Kecamatan Mojolaban Sukoharjo. Kegiatan yang diprakarsai Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret dengan anggota UMKM Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Fadhilah Sentosa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pelaksanaan pelatihan dan pendampingan yang terdiri 3 . hal, yaitu: Pertama. Pelatihan pemahaman konsep efisiensi Kedua, pelatihan pemasaran digital untuk usaha agar lebih efisien Ketiga, pelatihan pengelolaan dan pencatatan keuangan untuk efisiensi Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan 100 persen peserta sudah memahami konsep efisiensi secara benar sesuai dengan teori dan bisa mempraktekkan kegiatan pemasaran dalam dunia usahanya. Kata kunci: Literasi Keuangan. Modern. Naik Kelas. UMKM Abstract Two problems related to financial efficiency and digital marketing are still fundamental problems for micro and small businesses (MSME. This paper aims to find a way out so that the business run becomes more efficient through community service activities. The aim of the service is to provide knowledge and application about business efficiency, especially on the financial and marketing side for Small. Micro and Medium Enterprises with halal food products in Mojolaban Sukoharjo District. The activity was initiated by the Faculty of Economics and Business. Sebelas Maret University with members of the UMKM Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Fadhilah Sentosa. The activity implementation method includes training and mentoring which consists of 3 . things, namely: First, training in understanding the concept of business Second, digital marketing training for businesses to make them more efficient. Third, training in financial management and recording for business efficiency. The results of the service activities showed that 100 percent of the participants had understood the concept of efficiency correctly according to theory and could practice marketing activities in their business Keywords: Financial Literacy. Modern. Upgrading. MSMEs A 2024 Penerbit PKN STAN Press. All rights reserved PENDAHULUAN Konsep efisiensi pertama kali diperkenalkan oleh Farrell . , yang mengacu pada kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan tingkat output yang maksimal dengan menggunakan input minimum (Input-oriente. atau mencapai output maksimal dengan jumlah input yang telah ditentukan . utput-oriente. Di Indonesia, terutama dalam sektor kuliner, terjadi pertumbuhan yang signifikan pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Usaha mikro didominasi oleh penjualan makanan dan minuman termasuk dalam kategori ini. Sebagaimana diketahui. UMKM sektor kuliner cenderung bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi karena produknya adalah kebutuhan pokok konsumen. Bahkan, dalam masa pandemi Covid-19, jumlah UMKM di sektor kuliner semakin meningkat seiring dengan pergeseran pekerja dari status karyawan menjadi pelaku usaha kuliner. Namun, peningkatan jumlah UMKM di sektor kuliner juga membawa dampak persaingan yang semakin Hal ini secara langsung mempengaruhi kinerja UMKM tersebut. Oleh karena itu, sangat penting bagi UMKM untuk memahami konsep efisiensi agar A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Purwaningsih dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024 : Halaman 66 bisnisnya dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan, serta mencapai tingkat laba yang semakin meningkat seiring waktu. Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu kabupaten di Solo Raya provinsi Jawa Tengah, menampung sekitar 300. 000 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada tahun 2022. Kabupaten ini terdiri dari 12 Kecamatan. Di antara jumlah UMKM tersebut, terdapat beberapa klaster unggulan, seperti klaster jamu, rotan, dan makanan Jumlah pelaku usaha mikro kecil di Kabupaten Sukoharjo terus bertambah dan pada tahun 2023 sudah mencapai 350. 000 berdasarkan data Dinas Koperasi. UKM dan Perdagangan (DISKOPUMDAG) Kabupaten Sukoharjo. BMT Fadhilah Sentosa sebagai mitra pengabdian adalah salah satu koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah di bawah DISKOPUMDAG. Jumlah anggota BMT tercatat sebanyak 10. 000 pada akhir tahun 2023. Salah satu tugas BMT adalah berkontribusi dalam menyalurkan pembiayaan modal kepada UMKM. Pembiayaan tersebut diberikan kepada anggota diantaranya UMKM Usaha Kuliner di Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Tugas lainnya selain pembiayaan anggota. BMT juga bertanggung jawab untuk memberikan pendampingan untuk keberlangsungan produktivitas UMKM. Tugas pendampingan inilah yang dikolaborasikan dengan Tim pengabdian Universitas Sebelas Maret sehingga anggota dapat memahami konsep efisiensi usaha terutama dalam hal pemasaran dan pengelolaan keuangan. Analisis Situasi dari mitra didapatkan dari hasil wawancara dan diskusi sebelum acara pengabdian Garis besar diskusi menunjukkan terdapat permasalahan literasi keuangan dan pemasaran digital. Kedua persoalan tersebut juga menjadi kajian pada kegiatan pengabdian Rahmawati, et. dan Nuraeni, et. Kajian Keparlemenan DPR RI . menunjukkan ada beberapa tantangan yang dihadapi UMKM pada tahun 2024 diantaranya, keterbatasan kemampuan pelaku UMKM untuk mengadopsi teknologi digital dan literasi digital. Digitalisasi UMKM tidak hanya sekedar mengembangkan produk melalui pemasaran online untuk memperluas pangsa pasar, melainkan juga mengubah cara berpikir UMKM tentang menggunakan teknologi digital. Formula yang digunakan untuk permasalahan mitra adalah dengan menyelenggarakan inkubator bisnis. Inkubator bisnis ini dapat berupa pelatihan dan pendampingan yang intensif untuk para pelaku usaha mikro dan kecil. (Rahmawati, et. al 2023 dan Nuraeni, et. Manfaat yang didapatkan peserta adalah bertambahnya kemampuan dalam aplikasi literasi keuangan dan penguasaan teknologi terkini untuk praktek pemasaran secara digital. Kegiatan pengabdian ini meliputi pelatihan efisiensi usaha dengan peserta pelaku UMKM yang khusus di bidang makanan. Tujuannya adalah untuk mengenai konsep efisiensi usaha, terutama dalam aspek pemasaran dan pengelolaan keuangan. Dalam rangka meningkatkan kinerja UMKM tersebut, mereka diberikan pelatihan dan pendampingan. Peserta merupakan anggota BMT yang mendapatkan pembiayaan usaha. BMT mempunyai kendala dan membutuhkan mitra yang bisa bersinergi memberikan bantuan pelatihan dan mendampingi anggota agar dapat meningkatkan pendapatan serta menjaga keberlangsungan usaha. Terdapat 3 . permasalahan yang menjadi kajian dalam kegiatan ini diantaranya: Bagaimana memberikan pemahaman konsep efisiensi usaha yang sesuai dengan teori dan bisa diaplikasikan dalam praktek usaha sehari hari Bagaimana menerapkan konsep efisiensi dalam memasarkan produk secara digital Bagaimana menerapkan konsep efisiensi dalam pengelolaan dan pencatatan keuangan usaha METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama periode 4 bulan, terbagi menjadi dua tahap, yakni pelatihan Pelatihan pemahaman konsep efisiensi usaha, pelatihan pemasaran digital, dan pelatihan pengelolaan serta pencatatan keuangan. Tahap pendampingan dilakukan 2 bulan setelah pelatihan untuk menilai ketercapaian target yang telah ditetapkan. Gambar 1. Tahapan pengabdian A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Purwaningsih dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024 : Halaman 67 Kedua kegiatan tersebut dilakukan secara intensif terhadap peserta dengan tujuan agar mereka memahami konsep efisiensi usaha dan mampu mengaplikasikannya dalam pengelolaan bisnis mereka, sehingga usaha tersebut dapat berjalan lebih efisien. PEMBAHASAN Tahap pertama dilakukan pertemuan dan survei terhadap mitra, guna mengidentifikasi persoalan yang dihadapi serta menentukan materi yang akan dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh UMKM yang menjadi binaan BMT tersebut (Gambar . Selama proses ini, berbagai hal dibahas dan hal hal teknis untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian dihasilkan. serta upaya penyediaan akses pasar dan jaringan pemasaran lokal maupun internasional. Kegiatan pengabdian dilaksanakan tanggal 13 Juni 2023, yang diikuti oleh 35 UMKM yang ditunjuk oleh BMT dan kesemuanya dalam klaster kuliner tradisional halal. Pemateri pelatihan pertama pada Gambar 3 berasal dari DIKOPUMDAG Sukoharjo sebagai representasi dari pemerintah daerah yang fokus pada pembinaan UMKM. Materi Pertama mencakup berbagai aspek yang relevan dengan pengembangan usaha UMKM, terutama dalam bidang pemasaran. Fokus utamanya adalah pemasaran efektif bagi UMKM, termasuk teknik promosi produk dan penetrasi pasar. Selain itu, materi juga memaparkan berbagai fasilitas dan dukungan yang disediakan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan UMKM, seperti prosedur perizinan usaha, sertifikasi halal, dan pelatihan Pada saat latihan berlangsung, peserta difasilitasi untuk pendaftaran nomor induk berusaha (NIB) oleh fasilitator dari pemerintah daerah Kabupaten Sukoharjo Gambar 1. Identifikasi permasalahan dengan mitra Hasil survei dan identifikasi masalah pada gambar 1 menunjukkan pertama, masih banyak UMKM yang belum mencatat transaksi usahanya secara Oleh karena itu, diperlukan aplikasi pencatatan keuangan yang dapat memudahkan proses pencatatan aktivitas keuangan mereka. Diharapkan laporan keuangan yang dipunyai dan diterapkan secara baik, maka pelaku UMKM dapat menghasilkan keputusan yang cepat dan efektif. Selain itu, laporan pencatatan keuangan dapat menjadi dasar bagi peserta untuk mendapatkan kepercayaan dari lembaga keuangan bank maupun non-bank, untuk kepentingan pengajuan Kedua, persoalan stagnasi dan kurangnya pertumbuhan omset penjualan menjadi perhatian utama. UMKM mengalami kesulitan dalam melakukan pemasaran, terutama secara digital, karena keterbatasan dalam penguasaan teknologi Ketiga. Pemerintah saat ini fokus mendorong UMKM menjadi berdaya dan menjadi lebih modern pengelolaanya. Kemudahan perizinan usaha melalui OSS . ne single submissio. fasilitasi Gambar 3. Materi pengembangan usaha oleh DIKOPUMDAG Kabupaten Sukoharjo Pembicara kedua ditunjukkan pada Gambar 4, disampaikan oleh pimpinan Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI), dengan tema "Melakukan Pemasaran dengan Marketplace bagi UMKM". Dalam sesi ini, beberapa platform marketplace diperkenalkan, serta diberikan tips mengenai fotografi produk, pembuatan caption, dan strategi Setiap membawa ponsel pintar dan produk yang akan dijual, kemudian langsung mempraktikkan panduan yang diberikan oleh instruktur. Platform marketplace yang digunakan untuk praktik adalah Tokopedia, yang merupakan salah satu pilihan bagi UMKM dalam melakukan pemasaran produk mereka. A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Purwaningsih dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024 : Halaman 68 Gambar 4. Materi digital marketing oleh Catur Sugiarto. Ph. Gambar 6. Materi pelatihan ke empat oleh Selfia Bintariningtyas. Pemateri ketiga ditunjukkan pada Gambar 5 oleh perwakilan tim pengabdian dengan materi yang disampaikan adalah konsep efisiensi dan produksi untuk usaha UMKM secara teori dan aplikasinya. Hasilnya menunjukkan seluruh peserta belum paham tentang definisi efisiensi keuangan dan produksi, sehingga penyampaian materi ini membuka wacana dan pemahaman terkait alur produksi yang meliputi input, proses produksi dan output Tindak lanjut dari pelatihan ini melibatkan proses pendampingan dan monitoring selama dua bulan guna mengevaluasi dampak efektivitas pelatihan terhadap kinerja para peserta UMKM. Monitoring dilakukan secara berkala untuk memastikan pencapaian tujuan pelatihan. Hasil dari kegiatan mendalam mengenai konsep efisiensi secara teoritis dan berhasil mengaplikasikannya dalam praktek bisnis mereka. Tabel 1. Capaian indikator sebelum dan sesudah Indikator Memahami Mempunyai Mempunyai Gambar 5. Materi pelatihan kedua oleh Malik Cahyadin. Ph. Pembicara ketiga. Selfia Bintarinigtyas. Si, juga merupakan perwakilan dari tim pengabdian, menyajikan materi tentang praktik aplikasi buku kas menggunakan beberapa aplikasi "Si Apik", "E-Kas", dan "Qasir". Setiap peserta diwajibkan untuk mengunduh dan menginstal aplikasi pencatatan keuangan tersebut pada perangkat seluler atau mempraktikkan penggunaannya dengan minggunakan studi kasus yang telah disiapkan oleh pembicara (Gambar . Evaluasi Sebelum Sesudah (%) Seluruh . Sebagian . Sebagian . Tim Pengabdian melakukan monitoring terhadap 35 peserta dilaksanakan melalui metode kunjungan langsung, diikuti dengan wawancara dan pengisian kuesioner untuk mengevaluasi kesesuaian materi dan target hasil pelatihan. Tabel 1 memberikan gambaran hasil evaluasi sebelum pelatihan menggunakan instrumen pretest, yang menunjukkan bahwa secara umum, peserta masih memiliki pemahaman yang kurang tepat mengenai konsep efisiensi secara teori. Temuan ini konsisten dengan laporan dari mitra pengabdian. A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Purwaningsih dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024 : Halaman 69 Hasil monitoring menunjukkan bahwa secara keseluruhan. UMKM telah mengalami peningkatan pemahaman terkait konsep efisiensi, terutama dalam hal input, proses, dan output (Gambar . Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi. UMKM usahanya sendiri atau dengan bantuan keluarga sebagai tenaga kerja, sehingga masih mengalami Selain itu, tingkat pendidikan setara SMA/SMK para pemilik usaha juga menjadi hambatan, karena kurangnya pemahaman dasar dalam pengelolaan usaha, terutama terkait konsep Kendala tambahan adalah kurangnya aktivitas pelaku UMKM dalam mengakses informasi dari dinas perdagangan dan UMKM terkait pengembangan usaha, yang menyebabkan banyak kegiatan dari dinas tersebut terlewatkan. Gambar 6. Monitoring UMKM Produk makanan Sebagai bahan pelengkap untuk evaluasi kegiatan pengabdian, maka diadakan pengukuran indikator terhadap pelaksanaan pelatihan seperti ditunjukkan pada tabel 1. Tim melakukan pretest yang berisikan beberapa pertanyaan seperti, apakah peserta memahami konsep, metode, dan alat pemasaran menurut teori, apakah peserta memahami konsep efisiensi usaha secara teori maupun aplikasinya. Hasil pretest menunjukkan peserta tidak ada satupun yang memahami konsep pemasaran dan efisiensi secara teori dan aplikasinya. Peserta hanya mengetahui tetapi tidak ada pemahaman secara teoritis terhadap konsep tersebut. Hasil pretest juga menunjukkan peserta tidak mempunyai aplikasi pemasaran digital . sehingga meminta tim untuk membantu membuatkan akun dan memberikan tutorial pengelolaannya. Peserta juga tidak mempunyai aplikasi pengelolaan keuangan, karena setiap transaksi yang dilakukan hanya dicatat di kertas kemudian dibuang. Tiga bulan setelah pelatihan tim melakukan monitoring seperti ditunjukkan pada gambar 6 untuk menilai hasil Hasilnya secara teori Pemahaman konsep efisiensi usaha telah dipahami dan bisa dipraktekkan oleh seluruh peserta pelatihan . %). Hasil kunjungan monitoring juga menunjukkan bahwa sebagian peserta . %) telah menunjukkan kemajuan dengan menugaskan administrator untuk mengelola platform marketplace guna memasarkan produk mereka. Selain itu. Sebagian peserta . %) juga telah berhasil mencatat transaksi keuangannya menggunakan aplikasi yang diajarkan selama Hal ini telah meningkatkan keteraturan dalam pengelolaan keuangan mereka, yang dapat menjadi panduan untuk perencanaan usaha yang lebih terstruktur dan efisien. KESIMPULAN Rangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan pengembangan usaha kecil dan mikro. Serta pemasaran melalui marketplace juga konsep produksi dan efisiensi usaha. Dan ditutup dengan menggunakan aplikasi. Dampak dari pelatihan ini adalah sebagai berikut: pertama. Terdapat pemahaman konsep efisiensi yang telah sesuai dengan teori ekonomi pada sebagian besar peserta. Kedua. Sebagian peserta telah memiliki dan dan ketiga, sejumlah peserta secara rutin telah mencatat dan mengelola keuangannya, yang berkontribusi pada peningkatan efisiensi dalam pengelolaan keuangan mereka. Saran dan rekomendasi yang diusulkan dalam pengabdian ini adalah pertama. BMT sebagai mitra diharapkan terus mendampingi anggotanya, dalam pendisiplinan perencanaan dan pengelolaan keuangan usaha. Hal ini bertujuan untuk memastikan agar anggota UMKM dapat menjalankan usaha mereka dengan lebih terorganisir dan efisien. Dan kedua. Mengharapkan DISKOPUMDAG memberikan pelatihan kewirausahaan yang menyeluruh dari tingkat dasar hingga lanjutan kepada para pelaku UMKM. Karena biaya untuk mengikuti pelatihan secara mandiri masih dianggap terlalu tinggi bagi UMKM, diselenggarakan oleh pemerintah dapat menjadi alternatif yang lebih terjangkau dan memberikan manfaat yang lebih besar. PUSTAKA