GENTA MULIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 PENGGUNAAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN TERPADU TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK DAN BERBICARA SISWA SEKOLAH DASAR Gandis Shafa Alyaqhuta1. Endang M. Kurnianti2. Uswatun Hasanah3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Negeri Jakarta Email: gandisshafa28@gmail. emkurnianti@unj. uswatunhasanah@unj. Abstract Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran review dari penelitian yang sudah ada tentang bagaimana penggunaan film animasi dalam pembelajaran terpadu terhadap keterampilan menyimak dan berbicara siswa sekolah dasar. Pendekatan kajian pustaka dipadukan dengan metode penelitian kualitatif dalam penelitian ini. Diawali dengan pengumpulan artikel, reduksi artikel, pemaparan artikel, pembahasan, dan penarikan kesimpulan, dilakukan tahapan Artikel yang dipublikasikan di jurnal nasional selama tujuh tahun terakhir . menjadi sumber data penelitian. Dari 15 artikel, 13 artikel ditemukan sesuai dengan judul topik, menurut temuan. Di sekolah dasar, penggunaan film animasi dalam pembelajaran terpadu terhadap keterampilan menyimak dan berbicara siswa sekolah dasar dapat membantu siswa belajar lebih banyak dan mencapai hasil akademik yang lebih baik. eissn: 25806416 pISSN: 23016671 GENTA MULIA- JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN PENGGUNAAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN Gandis Shafa Alyaqhuta Kata-kata kunci: Pembelajaran Terpadu. Film Animasi. Keterampilan Menyimak. Keterampilan Berbicara Pendahuluan Pembelajaran Terpadu (Blended Learnin. dengan memadukan keterampilan menyimak dan berbicara, membaca dan menulis, berbicara dan menulis, serta keterampilan menyimak dan menulis, pembelajaran terpadu antara keempat keterampilan berbahasa dapat tercapai. Keterampilan berbicara dan mendengarkan, di sisi lain, dapat bekerja sama untuk membentuk komunikasi. Unsur-unsur yang berkontribusi terhadap hasil belajar bahasa Indonesia khususnya aspek lamban bicara dan menyimak. Guru biasanya mendorong siswa saat mereka belajar di kelas karena kurangnya variasi dalam metode pengajaran untuk siswa dengan kesulitan Media sangat berperan penting dalam menunjang tercapainya tujuan pembelajaran pada saat pembelajaran menyimak dan berbicara. Oleh karena itu guru harus mampu memilih media pembelajaran yang tepat. Siswa kehilangan minat dalam mengikuti pelajaran karena pengajar tidak memilih materi pembelajaran dengan tepat. Ketidakmampuan siswa untuk mengikuti pelajaran di kelas diperburuk oleh guru yang monoton dan bosan ketika mengajar mendengarkan. Oleh karena itu, guru harus memilih, menggabungkan, dan mempraktekkan penggunaan bahan dan media pengajaran yang sesuai dengan keadaan. Media yang tepat menentukan berhasil atau tidaknya belajar menyimak. Empat kegiatan berbahasa yang digunakan manusia untuk berkomunikasi satu sama lain dikategorikan oleh para ahli bahasa. Sejak manusia mampu mengetahui dan menguasai suatu bahasa, maka keempat kegiatan keterampilan berbahasa tersebut telah disusun sesuai dengan tahapan pemerolehan bahasa. Mendengarkan kata-kata dan suara orang lain yang berbicara bahasa dengan lancar adalah langkah pertama dalam penguasaan bahasa bagi seorang anak. Dia mengembangkan kebiasaan mengulang bunyi yang bermakna kata, frasa, dan kalimat dengan percaya Seorang anak sering melatih keterampilan berbicara dan mendengarkan secara bersamaan. Anak pada umumnya sangat agresif menguasai bahasa yang diungkapkan secara verbal oleh orang lain . yah, ibu, kerabat yang . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGGUNAAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN Gandis Shafa Alyaqhuta lebih tua, teman yang lebih berpengalama. Ia tidak pernah bosan mendengarkan, berkata, menyimak, dan seterusnya dalam mengejar tujuan Seorang anak menemukan proses mengajar . eniru ucapan atau ucapa. Sebagian besar aktivitas berbahasa anak pada usia prasekolah . ingga usia 5 tahu. adalah menyimak dan berbicara. Anak-anak berusaha untuk belajar bahasa melalui mendengarkan dan berbicara pada usia ini. Kegiatan yang melibatkan berbicara dan mendengarkan sangat mirip dalam hal bahasa. Orang tidak akan dapat berbicara jika proses mendengarkan tidak mengungkapkan informasi yang diketahui sebelumnya. Kemampuan untuk mendapatkan atau menerima . informasi dari orang lain disebut sebagai keterampilan bahasa reseptif ketika datang ke Berbicara merupakan keterampilan berbahasa yang produktif karena melibatkan reproduksi ujaran-ujaran kaya informasi yang pernah didengar. Karena kedekatan itu, pada dasarnya yakin bahwa audiens yang baik akan berubah menjadi pembicara yang baik. Karena keduanya merupakan keterampilan berbahasa lisan, maka telah dikemukakan bahwa keterampilan menyimak berkaitan erat dengan keterampilan berbicara. Namun, ini tidak berarti bahwa kemampuan membaca dan menulis sama sekali tidak berhubungan dengan kemampuan mendengar dan berbicara. Meskipun proporsi atau derajat hubungan keempat keterampilan itu berbeda-beda, namun selalu bersifat timbal balik. Namun, penguasaan keterampilan membaca dan menulis diawali dengan penguasaan keterampilan menyimak dan berbicara. Selama mereka telah menguasai keterampilan menyimak dan berbicara, penguasaan kedua keterampilan ini membaca dan menulis akan berjalan tanpa hambatan. Proses menemukan bahasa tertulis menentukan keterampilan mengurai dan menulis. Kemampuan untuk membuat perbandingan dengan kapasitas berbicara, yang merupakan kapasitas berharga yang berhubungan dengan aktivitas, dan keterampilan meneliti berhubungan dengan kapasitas mendengarkan, yang merupakan kapasitas responsif yang berhubungan dengan aktivitas. Namun, dalam ketelitian, informasi atau data direplikasi melalui gambar yang tersusun dan diperoleh melalui bahasa yang tersusun. Apresiasi mendengarkan, sekali lagi, termasuk mendapatkan data dan informasi yang disampaikan melalui saluran bahasa. Selanjutnya, . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGGUNAAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN Gandis Shafa Alyaqhuta metodologi yang tepat membutuhkan pemanfaatan kemampuan dan kemampuan untuk menyampaikan pesan secara efektif. Peneliti melakukan sejumlah penelitian berbasis media film animasi. Penggunaan media film animasi dipandang positif oleh siswa karena meningkatkan pemahaman mendengarkan mereka dan membangkitkan minat mereka dalam penguasaan bahasa dan keterampilan. Penggunaan media sebagai sarana pembelajaran memiliki beberapa tujuan pembelajaran, antara lain terciptanya lingkungan belajar yang efektif, penggunaan media sebagai komponen internal sistem pembelajaran, pentingnya media pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran, penggunaan media dalam pembelajaran untuk mempercepat proses pembelajaran dan membantu siswa dalam usahanya untuk memahami materi yang diajarkan di kelas, dan sebagainya. Tujuan penggunaan media dalam pendidikan adalah untuk menjadikan pendidikan lebih baik. Media berbasis audio visual animasi merupakan salah satu jenis media pembelajaran yang melibatkan IT atau teknologi. Media audiovisual animasi merupakan salah satu jenis media pembelajaran kontemporer yang mencakup media yang dapat dilihat dan didengar serta mencerminkan perkembangan zaman . emajuan ilmu pengetahuan dan teknolog. Jika instruktur mahir memasukkan media ke dalam proses pembelajaran, maka peran media akan semakin nyata. Gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik semuanya dipengaruhi oleh kemampuan menggunakan alat bantu audio visual. Gaya belajar multisensori meliputi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik, yang memadukan tiga aspek gaya belajar, yaitu mendengar, melihat, dan bergerak. Kelebihan media umum dalam mendidik dan menambah pengalaman bagi siswa antara lain: Agar siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan waktu, perlu adanya variasi dalam metode mengajar dan komunikasi verbal melalui kata-kata Selain mendengarkan penjelasan guru, lebih banyak siswa akan berpartisipasi dalam kegiatan belajar dengan mengamati, melakukan, dan Sebagai hasilnya, lebih banyak siswa yang akan termotivasi untuk belajar dan ikut serta dalam kegiatan pembelajaran. Metode Dalam penelitian ini digunakan kajian literatur . iterature revie. Literatur, yang mencakup studi teoretis tentang bagaimana nilai, budaya, dan norma berkembang dalam konteks sosial yang diteliti, adalah subjek dari . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGGUNAAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN Gandis Shafa Alyaqhuta tinjauan pustaka. Penelitian area kerja juga penting saat memimpin eksplorasi karena penelitian tidak dapat dipisahkan dari penulisan yang Selain berkonsultasi dengan peneliti terdahulu, penelitian literatur tambahan dalam bentuk buku, jurnal, dan artikel dapat membantu pengumpulan data yang relevan dengan masalah yang diteliti. Analisis literatur adalah langkah pertama dan paling penting dalam mengembangkan strategi penelitian. Untuk mempersiapkan tesis dengan topik tersebut, analisis literatur adalah pencarian literatur dan penelitian yang melibatkan pembacaan berbagai publikasi yang berkaitan dengan topik penelitian. Untuk menghasilkan karya ilmiah seperti skripsi, tesis, dan disertasi, penulis melakukan penelusuran literatur. Pencarian literatur melihat literatur tentang subjek atau masalah yang sedang dipelajari, masyarakat atau bidang yang sedang dipelajari, teori-teori yang dikembangkan oleh orang-orang yang tertarik dengan subjek tersebut, dan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian. Saya termotivasi untuk melakukan tinjauan literatur oleh gagasan bahwa subjek, wilayah, atau area studi saya telah dipengaruhi oleh orangorang di masa lalu dan kami dapat belajar dari apa yang telah mereka Akibatnya, ini bukanlah investigasi pertama kami terhadap suatu subjek, orang, atau lokasi. Audit penulisan ini diharapkan dapat mencapai dua target utama. Pertama-tama, mereka yang secara aktif bekerja pada suatu subjek harus mengetahui tinjauan literatur yang dilakukan untuk tujuan penulisan makalah yang memperkenalkan penelitian baru. Penelitian tersebut dapat dipublikasikan kapan saja jika memang menarik untuk diketahui umum. Tujuan dari tinjauan pustaka adalah untuk menyoroti keuntungan dari proyek penelitian itu sendiri. Dalam hal ini, tujuan tinjauan pustaka adalah untuk lebih memahami subjek penelitian, membantu menetapkan agenda penelitian, dan membantu memilih teori atau metode yang sesuai untuk penelitian. Anda dapat memutuskan apakah akan mereproduksi, mengulang, atau mengecam laporan tertentu dengan berfokus pada validasi orang lain. Sambil mengarahkan eksplorasi sendiri, seseorang membandingkan penemuannya sendiri dan penemuan orang lain. Peneliti menggunakan tinjauan literatur untuk menganalisis artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal nasional antara tahun 2019 dan 2022 untuk melakukan studi yang disebutkan di atas. Hasil dan Pembahasan . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGGUNAAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN Gandis Shafa Alyaqhuta Pada tahap awal pengumpulan artikel berdasarkan variabel-variabel yang terdapat pada judul, yaitu penggunaan film animasi dalam pembelajaran terpadu terhadap keterampilan menyimak dan berbicara siswa sekolah dasar, dari 15 artikel didapatkan 13 artikel yang sesuai dengan topik judul berdasarkan penelitian sebelumnya yang dipublikasikan di jurnal nasional antara tahun 2019 dan 2022. Ada tahapan pengurangan jumlah artikel. 2 diantaranya harus dihilangkan karena satu variabel tidak sesuai dengan judul topik. Karena dua variabel dalam judul topik tidak ada, ke-2 artikel tersebut dibuang. Misalnya, terdapat artikel yang hanya membahas media film animasi dan keterampilan menyimak saja, namun tidak ada pada keterampilan berbicara. Hasil Artikel-artikel penggunaan film animasi dalam pembelajaran terpadu terhadap keterampilan menyimak dan berbicara siswa sekolah dasar yang berjumlah 13 artikel di display artikelnya pada Tabel 1 berikut: Tabel 1. Display Artikel No. Nama Penulis Artikel Oktavia Tahun Judul Artikel Nama Jurnal Terbit Volume Jumlah Nomor Halaman Penggunaan Jurnal Vol. 7 Halaman Dwi Media Film EDUCATIO (Hal 846- Andini. Animasi No. Jupri Kartun Dalam Rahman Pembelajaran Abdul. Sekolah Dasar . Fatonah Pengaruh Scholastica Vol. 11 Halaman Dessidik Media Video Journal 02. No. (Hal 13-. Animasi Terhadap . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGGUNAAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN Gandis Shafa Alyaqhuta Keterampilan Menyimak Siswa SD Negeri 1 Sukamaju Saputra Peningkatan Logista Vol. Nanda. Keterampilan Jurnal Ilmiah No. Halaman Ariyanti Menyimak Pengabdian (Hal 541- Lita. Cerita Melalui Masyarakat Kosilah. Media Film Saputra Animasi Pada Miswar. Siswa Kelas . IV Madrasah Ibtidaiyah Sidabutar Keefektifan EDUKATIF: Vol. 6 Halaman Arasi Yanti. Media Audio Jurnal Ilmu No. (Hal 1923- Manihuruk Visual dalam Pendidikan Efipanias Meningkatkan Maria Kemampuan Leonita. Berbicara . Siswa Sekolah Dasar Ula Rofikhatul Pengaruh Jurnal Ilmiah Vol. 8 Halaman Media Film UPT P2M No. (Hal 118- Animasi GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGGUNAAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN Gandis Shafa Alyaqhuta Rikha Terhadap STKIP Wahyu Keterampilan Siliwangi Nugraha Berbicara Awalludin Kelas V Yoga Sekolah Dasar . Muna Upaya Jurnal Vol. 5 Halaman Nailul E. Peningkatan Pendidikan: No. (Hal 1557- Nyoman I Keterampilan Teori. Berbicara Penelitian, dan Hanurawan Menggunakan Pengembangan Fattah. Media Gambar . Siswa Kelas Sudana D. IV SD Maulani Yulia. Alwi Nur Jurnal Vol. 10 Halaman Keterampilan CERDAS No. (Hal 28-. Berbicara Proklamator Pengembangan Jurnal Efektor Vol. 12 Halaman Vidio No. Siswa Kelas V Marthinopa Pada Lindri. Pembelajaran Syaidah Analisis Bahasa Nadiah. Indonesia di . Sekolah Dasar Nabella Siska M. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGGUNAAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN Gandis Shafa Alyaqhuta . Pembelajaran (Hal 143- Berbasis Software Adobe Premiere Pro Meningkatkan Kemampuan Menyimak Dongeng Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Rahmawati Penerapan Syntax Vol. 19 Halaman Eka R. Keterampilan Literate: Jurnal No. (Hal 4066- Menyimak Ilmian Berbasis Indonesia Karakter Melalui Film Animasi Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 3A SD AL Husna GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGGUNAAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN Gandis Shafa Alyaqhuta Kota Madiun Masa Pandemi COVID-19 Hanifah Validitas Jurnal Vol. 11 Halaman Rifatul F. Bahan Ajar Penelitian No. (Hal 850- . Berbicara Film Pendidikan Animasi Guru Sekolah Untuk Siswa Dasat Kelas IV Sekolah Dasar Yasmine Peningkatan Sekolah Dasar: Vol. 12 Halaman Nurfadhilah Keterampilan Kajian Teori No. (Hal 170- Menyimak dan Praktik Agustina Melalui Film Pendidikan Trieka R. Animasi Bagi Rini Angga Peserta Didik Kelas i . Sekolah Dasar Puspita Meila S. Peningkatan Kemampuan Diana Ani Bercerita . Dengan Jurnal Pesona Vol. 7 Halaman No. (Hal 170. Menggunakan Media Film Animasi Siswa GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGGUNAAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN Gandis Shafa Alyaqhuta Delvia R. Peningkatan Jurnal Vol. 9 Halaman Taufina. Keterampilan Basicedu No. (Hal 1023- Rifma. Berbicara Rahmi U. Siswa Zuleni Eva. Bercerita di . Sekolah Dasar Pembahasan Pada artikel 1, penggunaan media film animasi pembelajaran terpadu terhadap keterampilan menyimak dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif quasi eksperimen. Media film animasi Analis mengenali beberapa elemen dalam tinjauan yang mempengaruhi kemampuan mendengar yang buruk dari para siswa, dimulai dari faktor internal atau faktor di dalam diri Sulit untuk meningkatkan kemampuan mendengar seseorang jika tidak ada niat atau keinginan untuk berkonsentrasi belajar dari dalam diri siswa itu sendiri. Kemudian, pada saat itu, komponen selanjutnya adalah variabel luar atau alam, di mana iklim sangat menarik dalam pengalaman mendidik dan tumbuh. Menurut penelitian tersebut, lingkungan siswa memiliki dampak yang signifikan terhadap mereka, terbukti dengan kurangnya minat mereka untuk belajar di luar kelas. Setelah mendengar cerita ini, para pendidik dan sekolah sangat perlu memberikan perhatian lebih, terutama pada bagaimana media pembelajaran Siswa tidak akan mencapai hasil belajar yang terbaik jika media pembelajaran tidak dimanfaatkan dengan tepat. Selanjutnya, para pendidik harus lebih imajinatif dan berimajinasi dalam pemanfaatan media pembelajaran, khususnya pembelajaran menyimak, untuk memanfaatkan kemampuan menyimak peserta didik dengan sebaik-baiknya. (Oktavia dan Jupri 2. Pada artikel 2. Pendekatan eksperimental digunakan untuk menggunakan media video animasi untuk mengintegrasikan pembelajaran keterampilan menyimak. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, keterampilan menyimak siswa di SD Negeri 1 Sukamaju dipengaruhi oleh penggunaan konten video animasi. Hal ini dapat dilihat dari fakta bahwa . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGGUNAAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN Gandis Shafa Alyaqhuta siswa di kelas eksperimen yang terpapar dengan media video animasi memiliki nilai rata-rata post-test yang lebih tinggi daripada siswa di kelas kontrol yang terpapar dengan media power point. (Fatonah Negeri 2. Pada artikel 3. Pada Siklus I dan II, terjadi peningkatan pengamatan pelaksanaan pembelajaran mengenal unsur cerita dengan menggunakan media film animasi. Pelaksanaan pembelajaran mengidentifikasi unsur cerita dengan menggunakan media film animasi dilaksanakan dalam dua siklus, dengan dua kali pertemuan pada setiap siklusnya. Rata-rata keterlaksanaan kegiatan pembelajaran pada Siklus I adalah 63,95 persen. Beberapa kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru masih kurang maksimal, terbukti dengan tidak memberikan petunjuk kepada siswa tentang cara menyelesaikan LKS. Selain itu, guru kurang memperhatikan durasi waktu pembelajaran, terbukti dengan durasi film yang terlalu lama. Guru memperbaiki kekurangan dari siklus sebelumnya pada Siklus II. Siswa harus dapat lebih fokus dalam menyimak dan mengidentifikasi unsur-unsur cerita ketika media film animasi digunakan. Berdasarkan penelitian Siklus I, 14 dari 24 siswa yang mengikuti penelitian mendapatkan nilai sama atau lebih tinggi dari KKM yang telah ditentukan yaitu 70. Penelitian akan dilanjutkan ke Siklus II karena indikator keberhasilan ketuntasan klasikal belum terpenuhi. (Saputra Pada artikel 4. Berdasarkan tinjauan ini, cenderung beralasan bahwa pemanfaatan media pembelajaran berbasis media yang bervariasi dalam pengembangan bangunan berpengaruh terhadap mata pelajaran dan hasil belajar pengembangan bangunan dengan sub-materi balok. Hal ini dikuatkan dengan nilai hasil belajar yang diperoleh, meskipun nilai rata-rata pre-test untuk kelas eksperimen adalah 55,79, hasil post-test menunjukkan peningkatan yang sangat besar dengan nilai rata-rata 89,54 untuk kelas uji (Sidabutar dan Manihuruk 2. Pada artikel 5. Penerapan media film animasi memiliki dampak yang signifikan terhadap kemampuan berbicara, menurut penelitian. Selama proses pembelajaran, para siswa terlihat terlibat dan bersemangat untuk Mereka mencoba belajar sendiri berdasarkan pengalaman mereka Tampaknya para siswa sangat senang menggunakan media animasi untuk belajar. Karena mereka mengatakan bahwa mereka menyukai animasi yang diperlihatkan kepada mereka, mereka terlihat antusias. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGGUNAAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN Gandis Shafa Alyaqhuta Pada kelas eksperimen, uji-t sampel berpasangan yang digunakan untuk mengetahui pengaruh animasi menunjukkan bahwa pengaruh animasi (X. memiliki nilai sig sebesar 0. 05 terhadap kemampuan berbicara siswa (Y. , sedangkan model konvensional tidak berpengaruh pada kelas kontrol dengan nilai sig 0. 200 < 0. Dengan nilai sig 0. hasil penelitian menunjukkan bahwa model konvensional tidak berpengaruh pada kelas kontrol. Di sisi lain, independent sample t-test yang digunakan untuk membandingkan kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa, setelah pembelajaran, terdapat perbedaan rata-rata keterampilan berbicara antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan nilai sig 0. Hal ini menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran di kelas eksperimental, siswa yang menjadi pemeran pengganti diberikan keaktifan yang berhubungan dengan materi, dan mereka terlihat bersemangat, ramah, dan serius. Mereka juga mampu mengekspresikan apa yang telah mereka lihat dalam animasi dengan kata-kata mereka sendiri setelahnya. (Rikha. Ula, dan Nugraha 2. Pada artikel 6. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang memanfaatkan media untuk meningkatkan kemampuan berbicara membuahkan hasil yang sangat baik. Penggunaan media gambar dalam pengalaman belajar memperluas persepsi siswa. Suasana kelas menjadi lebih baik dan komunikasi terjalin antara guru dan siswa. Sikap percaya diri siswa juga mulai terlihat ketika mereka bereksplorasi di depan kelas. Kemampuan siswa dalam berbicara juga meningkat sebagai hasil dari penggunaan media Hal ini terlihat dari meningkatnya pencapaian hasil belajar siswa, dengan rata-rata kelas mencapai 77,25 dan ketuntasan belajar mencapai 82,14 Tindakan ini menunjukkan kemajuan dari tinjauan analis, di mana ketuntasan belajar siswa yang semula hanya mencapai lebih dari 75% dan KKM mencapai 70. (Muna dkk. Pada artikel 7. Kami dapat membuat sejumlah kesimpulan berdasarkan temuan studi kualitatif yang melibatkan siswa kelas lima di SDN 01 TARANTANG. Kami mengumpulkan data dengan melakukan tes lisan dan melakukan tinjauan pustaka. Hasil akhirnya diperkenalkan di bawah ini: Nilai rata-rata kecakapan berbicara untuk siswa kelas lima sekolah dasar adalah 60, menurut penilaian. Namun, karena mereka tidak . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGGUNAAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN Gandis Shafa Alyaqhuta mengikuti tes sama sekali dan tidak menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh para peneliti, tiga siswa dengan nilai tertinggi secara keseluruhan - KPA. SO, dan WSP - memiliki nilai keseluruhan 91. Siswa dengan nilai keseluruhan terendah-PI. TR, dan WFR-memiliki nilai keseluruhan 33. (Maulani dkk. Pada artikel 8. Konsekuensi dari tinjauan dan percakapan dapat mengambil beberapa keputusan tentang peningkatan rekaman pembelajaran mengingat aplikasi Adobe Debut Star dalam mengerjakan kapasitas untuk memperhatikan fantasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD Fishes Karya Sunter, dan kapasitas untuk memperhatikan fantasi Kemajuan rekaman pembelajaran mengingat pemrograman Adobe Debut Expert dalam meningkatkan diperlukan oleh pemeran pengganti selama waktu yang dihabiskan untuk mengembangkan lebih lanjut kemampuan menyimak (Maria Siska Nabella 2. Pada artikel 9. Ini adalah hasil penelitian tentang bagaimana menggunakan aplikasi Google Meet dengan karakter film animasi untuk memasukkan keterampilan menyimak ke dalam proses pembelajaran . egiatan menyima. untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 3A. Penggunaan aplikasi WhatsApp Group (WAG) dinilai dapat mempermudah proses pembelajaran. Di sisi lain, film Nusa dan Rara menjadi penyebab penerapan keterampilan menyimak pada tokoh-tokoh dalam film animasi. Selain itu, pemilihan film animasi Nusa dan Rasa didasarkan pada seberapa baik episode film tersebut sesuai dengan keterampilan dasar yang ada. Para siswa menganggap karakter animasi Nusa dan Rara lebih menyenangkan, memotivasi, dan menyenangkan untuk dipelajari karena membantu mereka mengidentifikasi keterampilan menyimak. Mereka juga siap untuk dengan mudah membedakan kualitas yang terkandung dalam gerakan dan menggunakannya dalam rutinitas sehari-hari. Faktanya, kegiatan semacam ini memiliki beberapa tantangan. Hambatan-hambatan tersebut adalah organisasi yang tidak baik dan keterbatasan jumlah yang dialami oleh para instruktur dan siswa. (Eka Rahmawati 2. Pada artikel 10. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas sejauh ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian dan pengembangan bahan ajar berbicara dengan menggunakan film animasi telah digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas empat sekolah dasar pada . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGGUNAAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN Gandis Shafa Alyaqhuta materi ajar menceritakan kembali secara lisan sebuah cerita fiksi. Hal ini berlaku untuk materi ajar menceritakan kembali secara lisan sebuah cerita. Model pengembangan ADDIE digunakan dalam proses pengembangan. Hasil validasi oleh dosen yang berpengalaman menunjukkan bahwa bahan ajar berbicara dengan media film animasi bermanfaat dan layak digunakan untuk pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan nilai persetujuan yang diperoleh oleh para dosen ahli. Bahan ajar divalidasi dengan nilai 66 dari 80 poin, atau 82,5 persen dari total nilai. Dalam persetujuan keaktifan, diperoleh 59 dari 68 fokus, dengan tingkat 89,4%. Materi untuk "berbicara beranimasi" memenuhi kriteria "sangat efektif/layak digunakan tanpa modifikasi", seperti yang ditunjukkan oleh persentase berikut ini. (Hanifah dan Damayanti t. Pada artikel 11. Peningkatan kemampuan menyimak siswa kelas i A SDN Karanganyar 1 Kabupaten Malang sesuai dengan temuan penelitian tentang penerapan film animasi dongeng fabel pada kelompok siswa ini. Pada skala B . , nilai rata-rata kelas pada Siklus 1 adalah 68,906 yang menunjukkan bahwa kemampuan menyimak siswa mengalami Dengan nilai rata-rata kelas 83,69 dan kriteria nilai rata-rata kelas A . angat bai. , keterampilan menyimak siswa meningkat pada Siklus (Nurfadhilah dkk. Pada artikel 12. Nilai kemampuan siswa dalam berbicara, khususnya bercerita, digunakan dalam penelitian ini. Hasil tes pada pra-siklus, siklus I dan siklus II. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan berbicara . siswa dapat ditingkatkan melalui penggunaan film animasi di kelas. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan kemampuan rata-rata siswa dari 49. 04 dan 75. 34 dari Pra-Siklus ke Siklus I dan Siklus II. (Meila Puspita dan Diana 2. Pada artikel 13. Pelaksanaan pendahuluan pembelajaran mengalami peningkatan dari hasil pengamatan. Praktikan mampu mengatasi kekurangan pada Siklus II karena sudah terbiasa pada Siklus I. Guru dan siswa sama-sama siap untuk belajar, siswa tidak lagi merasa malu atau takut, dan guru dapat memanfaatkan waktu dengan baik. Berkonsentrasi pada hasil menunjukkan bahwa hasil pembelajaran pengganti pada Siklus II lebih unggul dibandingkan dengan Siklus I. Hasil evaluasi Siklus II menunjukkan . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGGUNAAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN Gandis Shafa Alyaqhuta nilai rata-rata akhir 80,14 untuk latihan bercerita. Meskipun demikian, masih ada tiga siswa yang nilai ketuntasannya di bawah standar. (Delvia. Rahmi, dan Zuleni 2. Kesimpulan Kesimpulan berikut ini diperoleh dari tinjauan literatur mengenai penggunaan film animasi dalam pembelajaran terpadu mengenai keterampilan menyimak dan berbicara dengan siswa sekolah dasar: Variabel-variabel yang tercantum dalam judul tercakup dalam 13 dari 15 artikel yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2022. Cara pembelajaran terpadu yang digunakan di sekolah dasar sesuai dengan teori-teori yang telah disebutkan. Menggunakan film animasi sebagai bagian dari pembelajaran terpadu untuk keterampilan mendengar dan berbicara dapat membantu siswa sekolah dasar belajar lebih banyak dan berprestasi lebih baik di sekolah. Ucapan Terimakasih Terima kasih untuk Ibu Endang M. Kurniati. Ed dan Ibu Dr. Uswatun Hasanah. Pd yang meluangkan waktu untuk arahan pembuatan artikel ini. Tanpa arahan dan bantuan tersebut peneliti tidak dapat menyelesaikan artikel ini. Daftar Pustaka