Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER i DALAM MENGHADAPI PERSALINAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ni Made Nurtini1. Komang Ayu Purnama Dewi2 ITEKES BALI Jalan Tukad Balian 180. Renon e-mail : adenurtini82sanur@gmail. Artikel Diterima : 3 Agustus 2022. Direvisi : 6 September 2022. Diterbitkan : 27 September 2022 ABSTRAK Latar Belakang: pelayanan kesehatan maternal dan neonatal menjadi salah satu layanan yang terkena dampak baik secara akses maupun kualitas selama pandemi covid-19. Tujuan: dari penelitian ini adalah menganalisa hubungan tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil trimester i dalam meghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19. Metodologi: Dalam penelitian ini adalah analitik cross sectional. Populasi semua ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di UPT Puskesmas Banjarangkan I Kabupaten Klungkung Provinsi Bali, pada bulan September sampai Oktober 2021. Pengambilan sample dilakukan secara incidental Jumlah sample yang digunakan 100 orang ibu hamil. Intrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisa bivariate yang digunakan Spearmen Rho. Hasil: dalam penelitian ini responden paling banyak memiliki pengetahuan baik sejumlah 86 responden . %), responden paling banyak dikategorikan normal untuk kecemasan sejumlah 92 responden . %) dan 8 responden yang mengalami kecemasan ringan. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil trimester i dalam menghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19 dengan nilai koefisien korelasi . = 0,518. Diskusi: penelitian ini menunjukkan ada korelasi positif antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil trimester i dalam menghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan, kecemasan ibu semakin baik . Kata Kunci : covid-19, ibu hamil, kecemasan, pengetahuan Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 30 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Background: Maternal and neonatal health services are one of the services affected both in terms of access and quality during the COVID-19 pandemic. Objective: The purpose of this study was to analyze the relationship between the level of knowledge and the anxiety of pregnant women in the third trimester in dealing with childbirth during the Covid-19 pandemic. Method: The methodology in this research is cross sectional analytic. The population was all pregnant women who had a pregnancy check-up at the UPT Puskesmas Banjarangkan I. Klungkung Regency. Bali Province, from September to October 2021. Sampling was carried out by incidental sampling. The number of samples used was 100 pregnant women. The data collection instrument in this study was a questionnaire. Bivariate analysis used Spearmen Rho. Result: The results of this study were the most respondents had good knowledge as many as 86 respondents . %), the most respondents were categorized as normal for anxiety as many as 92 respondents . %) and 8 respondents who experienced mild anxiety. There is a relationship between the level of knowledge and the anxiety of pregnant women in the third trimester in dealing with childbirth during the Covid-19 pandemic with a correlation coefficient value . = 0. 518, this indicates that there is a positive correlation between the level of knowledge and the anxiety of pregnant women in the third trimester in facing labor in the future. Covid-19 pandemic. Discussion: Based on these results, it can be concluded that the better the knowledge, the better the mother's anxiety . Keywords : covid-19, pregnant woment, anxiety, knowledge Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 31 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index PENDAHULUAN Corona Virus atau COVID-19 telah berdampak meningkatnya jumlah korban dan kerugian harta benda, meluasnya cakupan wilayah yang terkena bencana, serta menimbulkan implikasi pada aspek sosial ekonomi yang luas di Indonesia. Pemerintah telah menetapkan bencana non alam ini sebagai bencana nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-. sebagai Bencana Nasional (Kemenkes RI, 2. Pada Kondisi normal, kematian ibu dan kematian neonatal di Indonesia masih menjadi tantangan besar, apalagi pada saat situasi bencana. Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal menjadi salah satu layanan yang terkena dampak baik secara akses maupun kualitas. Dikhawatirkan, hal ini menyebabkan adanya peningkatan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi baru Seperti ibu hamil menjadi enggan ke puskesmas atau fasiltas pelayanan kesehatan lainnya karena takut tertular, adanya anjuran menunda pemeriksaan kehamilan dan kelas ibu hamil, serta adanya ketidaksiapan layanan dari segi tenaga dan sarana prasarana termasuk Alat Pelindung Diri (Kemenkes RI, 2. Kecemasan adalah perasaan dan respon emosional seseorang terhadap suatu Kecemasan terkait dengan perasaan tidak pasti, tidak berdaya, isolasi dan ketidakamanan. Kecemasan bersifat subyektif dan tidak memiliki obyek secara spesifik yang tidak dapat dinilai secara Kapasitas perasaan cemas diperlukan untuk bertahan hidup dengan bisa menghadapi dan belajar dari pengalaman kecemasan yang dialami (Stuart, 2. Pada wanita hamil trimester i akan mengalami perubahan fisiologis dan psikologis yang disebut sebagai periode JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Sejumlah ketakutan muncul pada trimester ke tiga, wanita mungkin merasa cemas terhadap kehidupan bayi dan kehidupannya sendiri. Seperti : apakah nanti bayinya lahir abnormal, membayangkan nyeri, kehilangan kendali saat persalinan, apakah dapat bersalin normal, apakah akan mengalami cedera pada vagina saat Pada masa pandemic covid-19 ini akan memberikan beban tersendiri bagi ibu hamil Trimester i diluar kecemasan yang pada umumnya dialami oleh ibu hamil Trimester i. Selama pandemi juga berdampak ke psikologis ibu hamil kecemasan yang di sebabkan oleh ketidaknyamanan terkait pandemi global batasan sosial, serta bertambah angka kasus COVID-19 setiap hari dan takut akan tertular COVID-19 dapat meningkatkan stress dan kecemasan (Salehi, dkk, 2. Kondisi bahaya selama kehamilan, sehingga mempengaruhi kondisi ibu dan janin (Duranku and Aksu, 2. Uraian diatas membuat peneliti tertarik untuk meneliti tentang hubungan tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil Timester i dalam menghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19 Di UPT Puskesmas Banjarangkan I Kabupaten Klungkung Provinsi Bali. METODE PENELITIAN Desain penelitian ini adalah analitik cross Populasi semua ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Di UPT Puskesmas Banjarangkan I Kabupaten Klungkung Provinsi Bali. , pada bulan September Oktober Pengambilan sample dilakukan secara incidental sampling. Jumlah sample yang digunakan 100 orang ibu hamil. Intrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner tingkat pengetahuan dikembangkan sendiri oleh peneliti dengan melakukan uji reliabelitas Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 32 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index dan validitas dengan hasil uji reliabilitas variabel pengetahuan didapatkan hasil nilai CronbachAs Alpha sebesar 0,669 > 0,60 sedangkan uji validitas dengan n= 10 dengan signifikasi 5% di dapatkan r tabel 0,444. Hasilnya adalah dari 10 item pertanyaan dinyatakan valid semua dengan Frekuensi Persen Tingkat . (%) Kecemasan Normal Ringan Sedang Berat Sangat berat nilai r hitung Ou 0,444. Kuesioner tingkat kecemasan adalah kuesioner sudah baku menggunakan sumber Kuesioner Depression Anxiety Stres Scale 42 (DASS . Sebelum melakukan penelitian, peneliti mengajukan ijin etik sebagai legalitas ijin etik dengan No:04. 0480/KEPTEKESBALI/Vi/2021. Analisa bivariate yang digunakan spearman rho. HASIL Karakteristik Responden Tabel 1 Karakteristik Responden . Berdasarkan tabel 1 diatas, umur terbanyak usia diantara 20-35 tahun sebanyak 81 responden . %), berdasarkan pendidikan terbanyak adalah pendidikan tamat SMA sebanyak 61 responden . %), berdasarkan status bekerja terbanyak 71 responden . %), berdasarkan paritas terbanyak adalah kehamilan pertama atau primigravida 56 Tingkat Baik Cukup Kurang Frekuensi . Persen (%) responden . %). Gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan pada masa pandemic Covid-19 JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Tabel 2 Gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan pada masa pandemic Covid-19 . Berdasarkan informasi yang ditampilkan pada tabel 2 gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan pada masa pandemic Covid-19 yang paling memiliki pengetahuan baik, yaitu 86 responden . %). Gambaran tingkat kecemasan ibu hamil pada masa pandemic Covid-19 Tabel 3 Tingkat Kecemasan Ibu Hamil pada masa pandemi Covid-19 . Berdasarkan informasi yang ditampilkan pada tabel 3 gambaran tingkat kecemasan ibu hamil pada masa pandemic Covid-19 paling banyak kategori normal, yaitu 92 responden . %) Karakteristik Responden Frekuensi . Usia < 20 tahun 20-35 tahun >35 tahun Pendidikan Tidak Sekolah Tamat SD Tamat SMP Tamat SMA Tamat PT Per (%) 2 Kecem Ting 13 asan Peng Pekerjaan Correl Bekerja Tingkat Tidak Bekerja Pengetahuan Coeffi 29 Paritas Spear Sig. -taile. Primigravida Multigravida Grandemultigravida 3 ** diri ibu Correl Coeffi Sig. -taile. Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 33 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Hubungan dengan kecemasan ibu hamil di masa pandemi Covid-19 Tabel 4 Tabel silang tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil di masa pandemi Covid-19 Berdasarkan tabel 4 bahwa nilai p-hitung = 0,001 < 0,05, yang berarti bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil trimester i dalam menghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19 dengan Nilai koefisien korelasi . = 0,518, hal ini menunjukkan ada korelasi positif antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil trimester i dalam menghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan, kecemasan ibu semakin baik . PEMBAHASAN Karakteristik Ibu Hamil Berdasarkan Usia Berdasarkan hasil penelitian, usia responden terbanyak adalah diantara 2035 tahun, yaitu 81 responden . %) terdapat responden dengan resiko tinggi usia < 20 tahun sebanyak 16 orang . %) dan usia >35 tahun sebanyak 3 orang . %). Usia ibu merupakan salah satu faktor risiko yang berhubungan dengan kualitas kehamilan. Usia yang paling aman atau bisa dikatakan waktu reproduksi sehat adalah antara umur 20 tahun sampai umur 30 tahun. Penyulit pada kehamilan remaja salah satunya pre eklamsi lebih tinggi dibandingkan waktu reproduksi sehat. Keadaan ini disebabkan belum matangnya alat reproduksi untuk hamil, sehingga dapat merugikan kesehatan ibu maupun perkembangan dan JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 pertumbuhan janin. Umur seseorang Bila wanita tersebut hamil komplikasi di bandingkan wanita yang hamil dibawah usia reproduksi ataupun diatas usia reproduksi (Rikadewi, 2. Menurut Marmi . juga menegaskan bahwa umur termasuk faktor yang sangat berpengaruh dalam pencapaian peran wanita sebagai seorang ibu. Kehamilan yang terjadi pada usia reproduksi sehat tepat sesuai dengan perkembangan psikologi seorang wanita. Pada usia ini, seorang wanita akan mudah untuk beradaptasi dengan perannya sebagai seorang ibu. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin mudah menerima informasi sehingga banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Karakteristik Ibu Hamil Berdasarkan Tingkat Pendidikan Berdasarkan hasil penelitian, ibu hamil memiliki latar belakang pendidikan yang paling banyak adalah tamat SMA, yaitu 61 responden . %). Namun masih ada yang hanya tamat SD yaitu 2 . %). Semakin pendidikan seseorang, maka akan semakin berkualitas pengetahuannya dan semakin matang intelektualnya. Mereka kesehatan dirinya dan keluarganya. Hal senada juga diungkapkan oleh Hawari . , bahwa tingkat pendidikan berpengaruh terhadap proses dan kemampuan berfikir sehingga mampu menangkap informasi baru. Tingkat pengetahuan ibu hamil sangat berperan kematian ibu dan angka kematian bayi, sebab berdasarkan pengalaman dan Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 34 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index penelitian ternyata perilaku yang didasari bereksinambungan daripada perilaku yang tidak didasari dengan pengetahuan. Karakteristik Ibu Hamil Berdasarkan Pekerjaan Berdasarkan pekerjaan, ibu hamil yang bekerja dan tidak bekerja yang datang untuk melakukan pemeriksaan lebih banyak yang bekerja 71 responden . %). Pekerjaan tidak berperan dalam menentukan ibu hamil dalam melakukan kunjungan ibu hamil. Ini sejalan dengan penelitian dari Widiantari, 2015 bahwa pekerjaan tidak berpengaruh terhadap kunjungan ibu hamil dalam melakukan Sehingga walaupun ibu hamil bekerja namun jika ibu memiliki pengetahuan yang baik, ibu akan meluangkan waktunya untuk melakukan pemeriksaan dan melakukan kegiatan yang berpengaruh positif bagi ibu dan bayinya. Karakteristik Ibu Hamil Berdasarkan Paritas Berdasarkan didapatkan bahwa paritas yang paling banyak adalah paritas 1 . bu hamil pertam. sebanyak 56 orang . %). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ana Wigunantiningsih tahun 2012, signifikan antara paritas dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ANC. paritas dilihat dari jumlah kehamilan ibu . , gravida adalah merupakan jumlah kehamilan yang pernah dialami oleh seorang wanita. Hal ini berkaitan dengan pengalaman sehingga diharapkan semakin sering seorang wanita hamil maka pengetahuan akan ANC semakin baik, sehingga diharapkan tingkah lakunya juga semakin baik. Orang yang mempunyai pengetahuan lebih baik akan JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 melakukan sesuatu dengan lebih baik dari orang yang tingkat pengetahuannya kurang, hubungannya dengan ANC diharapkan jika ibu hamil mengetahui tentang ANC maka akan memiliki perilaku yang baik dalam ANC yang ditunjukkan dengan melakukan ANC secara teratur dengan kesadaran sendiri bukan karena dorongan orang lain ataupun tenaga kesehatan. Gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan pada masa pandemic Covid-19 Pengetahuan . adalah hasil tahu dari manusia, yang sekedar menjawab pertanyaan AuwhatAy misalnya apa air, apa manusia, apa alam, dan (Notoadmodjo. Berdasarkan hasil penelitian paling banyak ibu hamil memiliki pengetahuan baik sejumlah 86 orang . %). Banyak nya ibu hamil yang berpengetahuan baik dikarenakan ibu yang mau untuk mencari informasi seputar kehamilan maupun persalinan pada masa pandemi, hal ini juga di pengaruhi oleh pendidikan ibu yang sebagian besar adalah tamat SMA sehingga pandai mencari informasi seputar kehamilan pada masa pandemi. Informasi yang sangat mudah didapatkan oleh ibu hamil seperti melalui media elektronik, media massa. Idealnya, pengetahun merupakan hal yang penting bagi ibu selama menjalani kehamilannya terutama terkait masa pandemi Covid-19 (Nwafor et al. , 2. Sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan oleh Aniewke dkk . , menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil di Nigeria Utara memiliki pengetahuan yang baik . %). Namun sedikit berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan di Afrika, bahwa terdapat 60,9% ibu hamil memiliki pengetahuan yang adekuat Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 35 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index tentang cara melindungi diri dari Covid19 namun dalam praktisnya masih rendah yaitu sekitar 69,7% (Nwafor et al. , 2. Pengetahuan merupakan faktor penting mempengaruhi perilaku ibu selama Sehingga sangat diharapkan edukasi yang optimal dari tenaga Kesehatan bagi ibu agar dapat menjalani masa kehamilannya dengan sejahtera sehingga ibu dan janin tetap sehat selama masa pandemi Covid-19 (Rizkia. M, dkk. Sumber informasi juga menjadi salah satu faktor lainnya yang berkaitan dengan perolehan pengetahuan dan perubahan perilaku yang baik bagi seseorang (Shing & Brod, 2. Karena berdasarkan hasil penelitian Nwafor et , . , terdapat perbedaan antara tingkat pengetahuan ibu hamil yang mendapat edukasi secara formal dan rutin sebanyak enam kali selama hamil memiliki pengetahuan yang lebih baik dibandingkan ibu hamil yang tidak memperoleh informasi secara formal dari tenaga Kesehatan. Sehingga menurut Khoramabadi . , informasi yang lebih komprehensif bagi ibu hamil selama kunjungan kehamilan terkait cara menjaga kesehatannya selama menjalani kehamilan di masa pandemi Covid-19, baik berupa tanda gejala, prognosis, cara pengobatan, akses pelayanan yang cepat dan tepat, serta tata cara protokol kesehatan yang harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari (Khoramabadi et al. , 2. Dengan memiliki pengetahuan yang baik, ibu hamil juga akan terhindar dari cemas dan stress dalam kehamilan yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin (Ben-Ari et al. , 2. Sehingga hasil penelitian ini juga memberikan manfaat untuk tatatanan klinik yaitu sangat JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 dibutuhkan edukasi dan pemberian berksinambungan (Al-Ateeq & AlRusaiess, 2. Edukasi sebagai sumber pendukung utama pelayanan dan perawatan kesehatan dengan melakukan pendekatan teurapeutik utama bagi ibu hamil terutama jika telah terkonfirmasi positif Covid-19. Mahfoedz . juga menjelaskan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang yaitu PKK. LKMD, koran/majalah. TV, pengajian/persembahyangan Faktor media inilah yang memberikan ibu hamil konseling atau Menurut Pratitis . dalam kepatuhan melakukan antenatal care akan mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu mengenai kehamilan dimana antenatal care ini ibu hamil banyak diberi konseling, penyuluhan atau informasiinformasi tentang kehamilan dan persalinan sehingga pengetahuan ibu Gambaran tingkat kecemasan ibu hamil trimester i dalam menghadapi persalinan pada masa pandemic Covid-19 Berdasarkan hasil penelitian, ibu hamil yang datang paling sebanyak 92 orang . %) katergori normal dan ada 8 orang . %) yang dalam kategori cemas Kecemasan ringan ini berarti berhubungan dengan ketegangan akan sehari-hari (Rahmatiah, 2. Pada tingkat ini lapangan persepsi melebar dan individu akan berhati-hati dan waspada. Walaupun Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 36 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index kecemasan pada ibu hamil saat masa pandemi COVID-19 perlu menjadi Sebuah studi melaporkan bahwa pada masa pandemi COVID-19 ibu hamil yang mengalami kecemasan berat mencapai 57,5 %, dan ada hubungan antara kecemasan ibu dengan kesiapan ibu hamil trimester 3 untuk menghadapi persalinan di masa pandemi COVID-19 (Angesti, 2. Kecemasan pada ibu hamil dapat timbul khususnya pada trimester ketiga kehamilan hingga saat persalinan, dimasa pada periode ini ibu hamil merasa cemas terhadap berbagai hal seperti normal atau tidak normal bayinya lahir, nyeri yang akan dirasakan, dan sebagainya (Usman. Hal tersebut menunjukkan bahwa kecemasan ibu hamil, termasuk pada COVID-19 penanganan secara tepat agar tidak persalinan sehingga persalinan dapat berjalan dengan aman dan selamat. Hubungan dengan kecemasan ibu hamil trimester i dalam menghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19 Pada penelitian ini, didapatkan hasil bahwa nilai p-hitung = 0,001 < 0,05, yang berarti bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil trimester i dalam menghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19 dengan nilai koefisien korelasi . = 0,518 hal ini menunjukkan ada korelasi positif antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa semakin baik JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 pengetahuan, kecemasan ibu semakin baik . Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ervin, 2020 dimana hasil uji analisis statistic menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecemasan ibu hamil trimester 3 dengan kesiapan melahirkan di masa pandemic COVID-19 . = 0. dan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapan menghadapi persalinan di masa pandemic COVID-19 . = 0. Menurut Stuart dan Sundeen dalam Linawati . menjelaskan bahwa kecemasan yang dialami ibu hamil dalam menghadapi persalinan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya tingkat pendidikan dan dukungan keluarga. Rendahnya ekonomi,pengetahuan, pendidikan dan dukungan keluarga tentunya akan menimbulkan kecemasan ibu hamil dalam menyambut persalinan. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan kurangnya pengetahuan tentang risiko persalinan yang menyebabkan ibu tidak dapat mengatasi kecemasannya. Berbeda dengan seorang multigravida yang sudah sehingga dapat mengatasi kecemasannya. Bobak Kusumawati diterangkan bahwa setiap kehamilan dan persalinan memiliki sifat dan kondisi yang berbeda sehingga kecemasan dapat terjadi pada primigravida maupun Kemampuan menciptakan kondisi psikologisnya. Primigravida membutuhkan usaha keras daripada multigravida yang sudah berpengalaman Jadi hasil analisa dalam penelitian ini kemungkinan lain yaitu karena masih adanya pengaruh dari paritas responden yang tidak dikontrol. Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 37 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Kecemasan akan berdampak negatif pada ibu hamil sejak masa kehamilan hingga persalinan, seperti janin yang gelisah sehingga menghambat pertumbuhannya, melemahkan kontraksi otot rahim, dan lain-lain. Dampak tersebut (Novitasari, 2. KESIMPULAN Karakteristik responden Karakteristik responden berdasarkan usia terdapat ibu hamil dengan resiko tinggi usia < 20 tahun sebanyak 16 responden . %) usia 20-35 tahun 81 responden . %) dan >35 tahun sebanyak 3 responden . %). Karakteristik responden berdasarkan pendidikan, paling banyak memiliki SMA/SMU/SMK responden. %) dan paling sedikit 2 responden yang tamat SD . %). Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan, responden yang bekerja dan tidak bekerja yang datang untuk melakukan pemeriksaan kehamilan jumlahnya hampir sama. Yang bekerja 71 resonden dan yang tidak bekerja 29 Karakteristik responden berdasarkan paritas yang paling banyak adalah primigravida . bu hamil pertam. sebanyak 56 responden . %). Responden paling banyak memiliki pengetahuan baik sejumlah 86 responden . %). Responden paling banyak dikategorikan normal untuk kecemasan ibu hamil dalam mneghadapi persalinan di masa pandemi covid-19 sejumlah 92 responden . %) dan 8 responden yang mengalami kecemasan ringan Ada pengetahuan dengan kecemasan ibu JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 hamil trimester i dalam menghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19 dengan Nilai koefisien korelasi . = 0,518, hal ini menunjukkan ada korelasi positif antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil trimester i dalam menghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan, kecemasan ibu semakin baik . UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu, yang telah membantu terlaksananya penelitian ini sampai ke tahap KEPUSTAKAAN