Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Efni dkk. , 2025 STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI DESA BERBASIS INDEKS DESA MEMBANGUN (IDM) DI DESA DUSUN BARU 1 KABUPATEN BENGKULU TENGAH Efni. Gita Mulyasari. Lathifah Khairani. Yopi Saleh. Program Studi Agribisnis. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Bengkulu. Jl. WR. Supratman. Kandang Limun. Bengkulu, 38371. Indonesia . Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler-BRIN Jl. Jend. Gatot Subroto No. Jakarta Selatan *corresponding author: efnibkl352719@gmail. * Received for review March 24, 2025 Accepted for publication April 14, 2025 Abstract Dusun Baru I Village, located in Pondok Kubang District. Central Bengkulu Regency, faced several challenges in its development. This study aimed to formulate a development strategy for Dusun Baru I Village based on the Village Development Index (IDM) and determine the village's position in the SWOT quadrant based on internal and external factors. Dusun Baru I Village encountered limited access to capital and a low utilization of local potential. This research employed a qualitative descriptive method, which aimed to analyze objects, conditions, human groups, or other phenomena in their natural state without experimental Data collection techniques included interviews, documentation, and questionnaires. The results of the IDM analysis indicated that Dusun Baru I Village had a score of 0. 7857, categorizing it as an advanced IDM consisted of three indexes, and in this study, the environmental resilience index had the highest This finding suggested that Dusun Baru I Village had a well-managed environmental system with minimal disaster risks that could hinder village development. Meanwhile, the social resilience index showed that the social aspect of this village was already strong. This reflected a high level of education, adequate healthcare, and well-preserved cultural and social diversity, which contributed to a stable social condition that supported village development. However, the economic resilience index indicated that the villageAos economic aspect remained a major challenge. The SWOT analysis placed this village in Quadrant II, which suggested the need for a diversification strategy to address greater external threats than the available The proposed alternative strategies included utilizing land for public facilities, strengthening the village transportation system to support agricultural product distribution, and optimizing digital technology for micro-business marketing and disaster response information systems. Keywords: developing village indeks, development strategy. SWOT Abstrak Desa Dusun Baru I, yang terletak di Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan potensi Desa Dusun Baru I berbasis Indeks Desa Membangun (IDM) serta menentukan posisi desa dalam kuadran analisis SWOT berdasarkan faktor internal dan eksternal. Desa Dusun Baru I menghadapi keterbatasan akses permodalan, serta rendahnya pemanfaatan potensi lokal. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menganalisis objek, kondisi, kelompok manusia, atau fenomena lainnya dalam keadaan alami tanpa adanya intervensi eksperimen. dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan Hasil analisis IDM menunjukkan bahwa Desa Dusun Baru I memiliki skor 0,7857, sehingga dikategorikan sebagai desa maju. IDM terdiri dari tiga indeks, pada penelitian ini indeks ketahanan lingkungan memiliki skor tertinggi. Ini berarti Desa Dusun Baru I telah memiliki sistem pengelolaan lingkungan yang baik dan minimnya risiko bencana lingkungan yang dapat menghambat pembangunan Selanjutnya, indeks ketahanan sosial mendapatkan yang menunjukkan bahwa aspek sosial di desa ini sudah cukup kuat. Hal ini mencerminkan tingginya tingkat pendidikan, kesehatan yang memadai, serta keberagaman budaya dan sosial yang terjaga, sehingga menciptakan kondisi sosial yang stabil dan Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Efni dkk. , 2025 mendukung pembangunan desa. Namun, pada indeks ketahanan ekonomi menunjukkan bahwa aspek ekonomi desa masih menjadi tantangan utama. Dalam analisis SWOT menempatkan desa ini pada kuadran II, yang menunjukkan perlunya strategi diversifikasi untuk menghadapi ancaman eksternal yang lebih besar dibandingkan peluang yang tersedia. Alternatif strategi yang diusulkan meliputi pemanfaatan lahan untuk fasilitas publik, penguatan sistem transportasi desa guna mendukung distribusi hasil pertanian, serta optimalisasi teknologi digital untuk pemasaran usaha mikro dan sistem informasi tanggap bencana. Kata kunci: indeks desa membangun, strategi pengembangan. SWOT Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license PENDAHULUAN Provinsi Bengkulu memiliki tingkat kemiskinan tertinggi kedua di Sumatera setelah Aceh, dengan 14,43% penduduk miskin pada 2024. Faktor utama penyebab kemiskinan ini adalah rendahnya pendidikan dan tingginya angka pengangguran yang menghambat pertumbuhan Pada 2024, jumlah penduduk miskin di Bengkulu tercatat 310. 000 orang, meningkat dari 230 orang pada 2023 (BPS, 2. Kabupaten Bengkulu Tengah, bagian dari provinsi ini, menempati posisi kelima dengan tingkat kemiskinan tertinggi di provinsi tersebut. Garis kemiskinan pada 2023 adalah Rp 512. 084 per orang per bulan, yang meningkat menjadi Rp 549. 468 pada 2024, mencerminkan tingginya biaya hidup dan harga kebutuhan pokok (BPS, 2. Desa Dusun Baru I, yang terletak di Kecamatan Pondok Kubang. Kabupaten Bengkulu Tengah, menghadapi tantangan kemiskinan. Desa ini berjarak 16 km dari pusat pemerintahan kabupaten dan 1 km dari Kota Bengkulu. Dengan luas 466,92 hektare dan populasi 737 orang, sebagian besar penduduknya bekerja sebagai tukang bangunan, peternak, pengusaha kecil, serta karyawan swasta. Selain masalah ekonomi, desa ini juga menghadapi dampak urbanisasi. Kedekatannya dengan Kota Bengkulu membuka peluang ekonomi, namun juga menimbulkan ketimpangan dalam pemanfaatan potensi lokal, seperti keterbatasan akses modal dan minimnya pembinaan bagi usaha kecil. Pendekatan berbasis Indeks Desa Membangun (IDM) diperlukan untuk menilai status Desa Dusun Baru I secara objektif. IDM mengukur kemajuan desa berdasarkan dimensi sosial, ekonomi, infrastruktur, lingkungan, dan kelembagaan. Analisis SWOT (Strengths. Weaknesses. Opportunities. Threat. digunakan dalam penelitian ini untuk mengenali faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap perkembangan desa. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat ditemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperbaiki akses layanan dasar, dan mengoptimalkan potensi lokal (Ardi, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status Desa Dusun Baru I berdasarkan pengukuran IDM dan menganalisis posisi desa dalam kuadran SWOT. Hasil penelitian diharapkan memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan desa yang berkelanjutan dan sesuai dengan potensi serta tantangan yang ada. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Efni dkk. , 2025 METODE Penelitian ini dilakukan di Desa Dusun Baru 1. Kecamatan Pondok Kubang. Kabupaten Bengkulu Tengah. Pemilihan lokasi dilakukan dengan metode purposive . , karena Desa Dusun Baru 1 berada di daerah pinggiran kota, pada bulan Januari-Februari 2025. Gambar 1. Peta Desa Dusun Baru 1 Responden dalam penelitian ini adalah Key informan yang terdiri dari perangkat desa . , ketua karang taruna . , ketua kelompok tani . dan beberapa warga . Desa Dusun Baru 1, total responden sebanyak . Penelitian ini menggunakan tiga jenis data, yaitu data primer . awancara, dokumentasi dan kuisione. , data sekunder . iteratur, instansi terkait, dan literatur lain yang berkaitan dengan penelitian in. , dan data tersier . ata penggabungan antara data primer dan sekunder yang memberikan gambaran umum tentang pokok bahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menganalisis objek, kondisi, kelompok manusia, atau fenomena lainnya dalam keadaan alami tanpa adanya intervensi Metode Analisis Data Analisis Indeks Desa Membangun (IDM) Indeks Desa Membangun (IDM) terdiri dari beberapa dimensi untuk mengukur ketahanan IKS (Indeks Ketahanan Sosia. mengukur kekuatan sosial masyarakat desa, seperti partisipasi sosial, pendidikan, dan layanan kesehatan. IKE (Indeks Ketahanan Ekonom. mengukur ketahanan ekonomi desa, termasuk pendapatan, kemiskinan, dan akses ke pasar. Sedangkan IKL (Indeks Ketahanan Lingkunga. mengukur kemampuan desa dalam mengelola dan menjaga kelestarian lingkungan serta sumber daya alam. Adapun rumusnya menurut (Kemendes PDTT, 2. sebagai IDM = yayaycI yayaya yayaya Keterangan : IKS = Mengukur ketahanan sosial masyarakat desa IKE = Mengukur ketahanan ekonomi desa IKL = Mengukur ketahanan lingkungan desa = adalah nilai rata-rata dari tiga indeks utama Setelah diketahui nilai IDM yang dimiliki Desa Dusun Baru I, maka langkah selanjutnya adalah menentukan status desa berdasarkan klasifikasi yang telah ditentukan oleh (Kemendes PDTT, 2. Klasifikasinya sebagai berikut: Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Efni dkk. , 2025 Desa Sangat Tertinggal : IDM O 0,4907 Desa Tertinggal : 0,4907 < IDM O 0,5989 Desa Berkembang : 0,5989 < IDM O 0,7072 Desa Maju : 0. 7072 < IDM O 0,8155 Desa Mandiri : IDM > 0,8115 Analisis SWOT Analisis SWOT adalah metode yang digunakan untuk menganalisis dan menilai suatu permasalahan, proyek, atau ide bisnis berdasarkan faktor internal . eperti kekuatan dan kelemaha. serta faktor eksternal . eperti peluang dan ancama. (Suarto, 2. Opportunity (O) Mendukung Strategi Turn-around Mendukung Strategi Agresif Weakness (W) Strategi Defensif Strength (S) Mendukung Strategi Diverifikasi Treath (T) Gambar 2. Diagram SWOT HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Berdasarkan data yang dipaparkan pada Tabel 1, mayoritas responden pada penelitian ini berada dalam rentang usia 22-40 tahun, yaitu sebanyak 54,5%, diikuti oleh kelompok usia 41-58 tahun yaitu sebesar 27,3%, dan kelompok pada rentan usia 59-76 tahun sebanyak 18,2%. Data tersebut menunjukkan bahwa responden pada penelitian ini masih dalam rentan usia yang sangat Sementara dari segi jenis kelamin, laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan responden perempuan, dengan persentase masing-masing 63,6% laki-laki dan 36,4% perempuan. Dari segi pendidikan mayoritas pendidikan responden memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA sebesar 63,64%, diikuti oleh perguruan tinggi sebesar 27,27%, dan sebagian kecil yaitu 9,09% tidak Hal tersebut memperlihatkan bahwa kebanyakan responden memiliki latar belakang pendidikan menengah, dengan sejumlah kecil yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Efni dkk. , 2025 Tabel 1. Karakteristik Responden No. Uraian Umur (Tahu. Jumlah Jenis kelamin Laki Ae laki Pendidikan Tidak sekolah SMP SMA Perguruan tinggi Sumber : Data primer diolah . Rata- rata Persentase % Laki-laki 9,09 SMA 63,64 27,27 Analisis Indeks Desa Membangun Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan indikator yang digunakan untuk menilai tingkat perkembangan dan kemandirian desa di Indonesia, yang disusun oleh Kementerian Desa. Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Berdasarkan tabel 2. Desa Dusun Baru I memiliki skor IDM sebesar 0,7857, yang menempatkannya dalam kategori desa maju. Status ini menunjukkan ketahanan sosial dan lingkungan yang baik, meskipun ketahanan ekonomi masih perlu ditingkatkan. Dengan penguatan usaha mikro, akses pasar, dan pemberdayaan masyarakat, desa ini berpeluang menjadi desa mandiri. Dari ketiga indeks, ketahanan lingkungan memiliki skor tertinggi . ,8. , menunjukkan sistem pengelolaan lingkungan yang baik dan minim risiko bencana. Indeks ketahanan sosial . ,8. mencerminkan stabilitas sosial melalui pendidikan, kesehatan, dan budaya yang terjaga. Namun, ketahanan ekonomi hanya memperoleh skor 0,6333, menunjukkan masih adanya tantangan, seperti terbatasnya peluang usaha dan akses permodalan. Desa ini memiliki potensi kuat untuk berkembang lebih lanjut. Strategi peningkatan ekonomi perlu difokuskan pada penguatan UMKM, akses permodalan, dan optimalisasi sumber daya lokal. Penelitian (Asbeni, 2. menekankan bahwa pengembangan ekonomi berbasis potensi unggulan lokal dan partisipasi masyarakat berperan penting dalam mewujudkan desa mandiri. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat, diversifikasi usaha, serta peningkatan akses teknologi dan pasar dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi desa. Selain itu, pengelolaan lingkungan yang baik harus dijaga melalui pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan keseimbangan sosial dan Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Efni dkk. , 2025 Tabel 2. Total Indeks Desa Membangun (IDM) Indeks Desa Membangun (IDM) Indeks Ketahanan Sosial (IKS) Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL) Total . Jumlah Indeks . Skor IDM . 0,8571 0,6333 0,8667 2,3571 0,7857 Sumber: Data primer diolah . Indeks Ketahanan Sosial Pada Gambar 3, tingkat ketersediaan berbagai fasilitas dan layanan di desa menunjukkan bahwa akses pendidikan formal, keamanan lingkungan, dan infrastruktur komunikasi sudah cukup baik, namun masih terdapat tantangan dalam sektor kesehatan, pengelolaan sampah, serta akses air bersih. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Weraman, 2. yang menyoroti keterbatasan tenaga medis di pedesaan dan pentingnya layanan kesehatan primer bagi kesejahteraan Masyarakat. Di sektor pendidikan, meskipun akses ke sekolah formal dari SD hingga SMA sudah baik, kurangnya fasilitas pendukung seperti perpustakaan desa mencerminkan kesenjangan dalam pengembangan sumber daya manu. Dalam aspek sosial dan keamanan, keberadaan ruang publik dan poskamling menunjukkan pentingnya fasilitas sosial dalam menciptakan lingkungan yang aman Infrastruktur komunikasi yang mencakup listrik, sinyal telepon, dan akses internet juga menjadi faktor pendukung kemajuan desa. Namun, masih terdapat permasalahan dalam pengelolaan sampah dan ketersediaan air bersih. Pada penelitian (Mustafia & Sukmana, 2. , menekankan bahwa pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat dapat meningkatkan kebersihan lingkungan, sementara akses sanitasi yang memadai sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat desa . Secara keseluruhan, desa ini memiliki keunggulan dalam pendidikan formal, keamanan lingkungan, serta infrastruktur komunikasi, tetapi masih menghadapi tantangan dalam sektor kesehatan, pengelolaan sampah, dan ketersediaan air bersih. SKOR Akses air minum Akses air mandi/cuci Akses jamban Pengelolaan sampah Akses internet desa Akses internet warga Akses listrik Akses sinyal telepon Keberadaan disabilitas Konflik Penyandang PMKS Ketersediaan pos kamling Ketersediaan pos keamanan Keragaman bahasa Keragaman komunikasi Kegiatan olahraga Keragaman agama Kelompok kegiatan olahraga Frekuensi gotong royong Keberadaan ruang publik Kebiasaan gotong royong Ketersedian pusat kursus Ketersediaan perpus desa Ketersediaan PKBM/paket ABC Akses SMA/SMK Ketersediaan PAUD Akses SD/MI Akses SMP/MTS Akses posyandu Akses Poskesdes Kepesertaan BPJS Ketersediaan bidan Tenaga kesehatan lain Ketersediaan dokter Gambar 3. Indeks Ketahanan Sosial (IKS) Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Efni dkk. , 2025 Indeks Ketahanan Ekonomi Pada Gambar 4 tingkat ketersediaan fasilitas ekonomi dan infrastruktur di desa yang diteliti, menggunakan skala penilaian dari 0 hingga 5. Dalam aspek ekonomi, akses ke pertokoan dan kedai/penginapan sudah sangat baik dengan nilai 5, sementara akses ke warung kelontong, pasar, dan pos masih terbatas. Penelitian oleh (Hidayati & Suryanto, 2. menunjukkan bahwa akses terhadap fasilitas ekonomi seperti pasar dan perbankan masih menjadi kendala di banyak desa, sehingga memengaruhi pertumbuhan ekonomi lokal. Fasilitas keuangan seperti bank/BPR dan akses fasilitas kredit juga belum optimal, dengan nilai yang relatif rendah, menunjukkan bahwa masyarakat desa mungkin mengalami kesulitan dalam mendapatkan layanan perbankan atau Hal ini sejalan dengan temuan dari (Diana, 2. , yang menyatakan bahwa akses ke fasilitas kredit yang terbatas sering kali menjadi hambatan utama bagi pengusaha kecil dan menengah di pedesaan. Selain itu, penelitian oleh (Azuwandri et al. , 2. menyebutkan bahwa infrastruktur jalan yang baik dapat meningkatkan keterbukaan wilayah dan mempercepat distribusi hasil produksi masyarakat. Oleh karena itu, rendahnya keterbukaan wilayah di desa ini dapat menjadi faktor penghambat pertumbuhan ekonomi lokal. Akses pertokoan Akses pasar Akses warung kelontong Akses kedai/penginapan Akses pos Akses BANK/BPR Akses fasilitas kredit Akses lembaga ekonomi Moda transfortasi umum Keterbukaan wilayah Kualitas jalan Skor Gambar 4. Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) Indeks Ketahanan Lingkungan Pada Gambar 5 menunjukkan indeks ketahanan lingkungan dengan mencerminkan tiga aspek utama yang berpengaruh terhadap keberlanjutan desa. Kualitas lingkungan yang mendapat skor 5 menunjukkan bahwa desa ini memiliki kondisi lingkungan yang cukup baik, yang mencakup kebersihan, ketersediaan ruang hijau, dan sistem pengelolaan sampah yang berjalan dengan cukup Hal ini sejalan dengan penelitian (Darmawan et al. yang menyatakan bahwa lingkungan yang bersih dan terawat dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat serta kesejahteraan secara keseluruhan. Namun, desa ini juga memiliki skor 5 dalam aspek rawan bencana, yang mengindikasikan tingkat risiko yang tinggi terhadap kejadian bencana seperti banjir dan tanah longsor. Wibowo . menekankan bahwa wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi membutuhkan strategi pencegahan yang lebih baik, seperti perbaikan infrastruktur penahan banjir, reboisasi, dan penguatan peran masyarakat dalam mitigasi Selain itu. Septikasari et al. juga menyoroti pentingnya edukasi bagi masyarakat mengenai kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, agar mereka lebih siap dalam mengantisipasi serta merespons keadaan darurat. Di sisi lain, aspek tanggap bencana mendapatkan skor 3, yang menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana masih tergolong rendah. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pelatihan, minimnya sistem peringatan dini, serta keterbatasan akses terhadap informasi terkait langkah-langkah Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Efni dkk. , 2025 Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan dalam hal sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan, baik melalui program dari pemerintah maupun inisiatif komunitas lokal. Tanggap bencana Rawan bencana Kualitas lingkungan Skor Gambar 5. Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL) Analisis SWOT Faktor Internal dan Eksternal Hasil perhitungan Tabel 3 menunjukkan bahwa ketersediaan lahan subur dan akses komunikasi yang baik merupakan modal penting dalam pembangunan desa. Namun, kelemahan seperti ketiadaan lembaga keuangan, kurangnya penerangan jalan, dan absennya pasar lokal dapat menghambat perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat. Penelitian (Diartika & Pramono, 2. menekankan bahwa sarana prasarana memadai, seperti komunikasi dan transportasi, berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi desa. Namun, ketiadaan lembaga keuangan menjadi tantangan karena usaha kecil dan menengah kesulitan memperoleh modal. Belum adanya pasar lokal membuat masyarakat harus menjual hasil pertanian dan membeli kebutuhan ke daerah lain, mengurangi pendapatan desa. Penelitian (Arnita et al. , 2. menunjukkan bahwa pasar tradisional berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Kurangnya penerangan jalan juga berdampak pada mobilitas dan keamanan, meningkatkan risiko kecelakaan dan kriminalitas. Penelitian (Rahmawati, 2. menegaskan bahwa penerangan jalan yang baik dapat meningkatkan aktivitas ekonomi malam hari serta memperkuat rasa aman. Desa ini memiliki berbagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemajuan teknologi (Azizah, 2. dapat mendukung sektor pertanian, pendidikan, dan ekonomi, meningkatkan akses informasi dan efisiensi. Infrastruktur desa yang sudah baik, terutama akses jalan, sejalan dengan penelitian (Syukri et al. , 2. yang menunjukkan bahwa perbaikan jalan meningkatkan mobilitas, distribusi hasil usaha, dan pertumbuhan ekonomi. Kemudahan akses layanan kesehatan, pendidikan, dan lapangan pekerjaan juga menjadi aspek positif yang mendukung kehidupan masyarakat. Namun Ketiadaan perpustakaan menghambat akses bahan bacaan dan sumber belajar, seperti yang ditegaskan dalam penelitian (Juditha, 2. mengenai pentingnya sumber belajar bagi masyarakat desa. Fasilitas mitigasi bencana yang terbatas meningkatkan risiko saat terjadi bencana. Penelitian (Hendra et al. , 2. menekankan bahwa infrastruktur mitigasi bencana sangat penting untuk mengurangi kerentanan masyarakat. Ketiadaan sistem peringatan dini dan jalur evakuasi membuat desa lebih rentan terhadap keadaan Selain itu, ketiadaan transportasi umum menyulitkan mobilitas masyarakat, terlebih bagi orang-orang yang tidak memiliki sarana transportasi pribadi. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Efni dkk. , 2025 Tabel 3. Faktor Internal dan Eksternal Desa Kekuatan Rating Bobot Skor Desa ini memiliki lahan atau dataran yang luas. 3,50 0,17 0,59 Tanah di desa ini subur dan cocok untuk pertanian 3,50 0,17 0,59 Akses sinyal telepon di desa ini aman dan stabil Total Kekuatan (S) 3,50 0,17 0,59 1,78 Kelemahan Rating Bobot Skor Belum adanya lembaga keuangan (BPR/BANK) 3,30 0,16 0,53 Belum adanya lampu jalan didesa 3,30 0,16 0,53 Belum adanya pasar lokal didesa 3,60 0,17 0,63 1,68 Total Kelemahan (W) Bobot Skor 0,15 0,45 3,00 0,15 0,45 Mudah mengakses fasilitas kesehatan Total Peluang(O) 3,60 0,18 0,64 Ancaman Desa ini belum memiliki perpustakaan yang dapat diakses oleh masyarakat Fasilitas mitigasi/tanggap bencana didesa ini masih minim . eperti sistem peringatan dini bencana. Rating Bobot Skor 3,40 0,17 0,58 3,60 0,18 0,64 3,50 0,17 0,61 termasuk tsunami, serta ketersediaan keselamatan dan jalur evakuas. 0,10 X = S-W Peluang Kemajuan Teknologi dapat mendukung pengembangan desa Jalan desa yang sudah bagus Tidak adanya transfortasi umum yang dimiliki oleh desa ini menjadi hambatan mobilitas masyarakat Rating 3,00 1,54 Total Ancaman (T) 1,83 Y = O-T -0,29 Sumber: Data primer diolah . Diagram SWOT Diagram SWOT merupakan alat analisis yang digunakan untuk menampilkan posisi strategi suatu organisasi atau bisnis dengan mempertimbangkan faktor internal dan eksternal. Analisis SWOT adalah metode yang sering digunakan untuk memahami kondisi internal dan eksternal suatu organisasi agar dapat menentukan strategi yang tepat. Strategi diversifikasi adalah strategi yang digunakan untuk memperluas atau menambah variasi usaha, produk, atau layanan guna mengurangi risiko bisnis, meningkatkan keuntungan, dan memanfaatkan peluang yang ada. Dalam analisis ini, faktor internal mencakup potensi kekuatan yang bisa dimanfaatkan serta kekurangan yang perlu dibenahi. Sementara itu, faktor eksternal terdiri dari peluang yang dapat diambil dan ancaman yang harus dihadapi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, posisi diagram berada di kuadran II , yang berarti Desa Dusun Baru 1 memiliki kekuatan yang cukup baik. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Efni dkk. , 2025 tetapi menghadapi ancaman yang lebih besar dibandingkan peluang. Pada kuadran II strategi yang paling cocok adalah strategi bertahan dan diversifikasi . Dalam penelitian (Miranti et al. , 2. menjelaskan bahwa organisasi yang berada di kuadran II sebaiknya meningkatkan efisiensi dan melakukan inovasi agar dapat mengatasi tantangan yang lebih besar dibandingkan peluang yang Penelitian ini juga menegaskan bahwa tanpa strategi yang tepat, organisasi bisa kesulitan berkembang dalam kondisi eksternal yang kurang mendukung. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih adaptif dan inovatif untuk menyesuaikan diri dengan dinamika lingkungan Dengan menerapkan strategi yang tepat, organisasi dapat lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan dan meningkatkan daya saingnya dalam jangka panjang. Opportunity (O) 0,10 Weakness (W) Strength (S) -0,29 II. Mendukung Strategi diversifikasi Treath (T) Gambar 6. Kuadran SWOT Sylvia & Hayati . menyatakan bahwa meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan yang memiliki kekuatan internal harus menerapkan strategi diversifikasi produk untuk memanfaatkan peluang jangka panjang. Hal ini sejalan dengan Siswanto . yang menekankan pentingnya analisis SWOT dalam merumuskan strategi yang tepat, terutama ketika kekuatan internal digunakan untuk mengatasi ancaman eksternal. Oleh karena itu, untuk Desa Dusun Baru I, disarankan untuk fokus pada peningkatan efisiensi operasional, inovasi di berbagai sektor, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan guna memperkuat daya saing desa. Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga perlu diperhatikan melalui pelatihan dan pendampingan usaha, sehingga masyarakat lebih siap dalam menghadapi tantangan ekonomi. Dengan strategi yang tepat dan sinergi antar-stakeholder, desa ini dapat lebih siap menghadapi tantangan, mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Berdasarkan hasil matriks SWOT alternatif strategi yang dapat dilakukan adalah sebagai Memanfaatkan lahan luas untuk membangun fasilitas publik seperti perpustakaan desa (S1. Tujuannya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber bacaan dan informasi, dan wawasan masyarakat, terutama bagi anak-anak dan remaja. Penelitian oleh Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Efni dkk. , 2025 (Purnomo et al. , 2. menunjukkan bahwa keberadaan perpustakaan desa dapat menjadi pusat pembelajaran dan sumber informasi yang efektif bagi masyarakat pedesaan. Mengoptimalkan hasil pertanian dengan membangun sistem transportasi desa yang mendukung distribusi produk pertanian ke pasar (S2. Tujuannya untuk mempermudah petani dalam menjual hasil pertanian ke pasar atau luar desa dan mengatasi hambatan mobilitas masyarakat akibat kurangnya transportasi umum. (Marpiani, 2. dalam penelitiannya menunjukkan bahwa kondisi jalan dan ketersediaan alat angkut berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi pertanian. Memanfaatkan akses sinyal yang stabil untuk membangun sistem informasi tanggap bencana berbasis digital serta pemasaran online untuk usaha mikro (S3. Tujuannya untuk mengatasi hambatan mobilitas masyarakat akibat kurangnya transportasi umum dan membantu pelaku usaha mikro di desa memasarkan produk mereka secara online. Dalam penelitian (Ekonomi & Ekman, 2. menyoroti pentingnya infrastruktur pedesaan, termasuk akses informasi yang cepat, dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan Tabel 4. Matriks SWOT IFAS STRENGTH (S) Desa ini memiliki lahan atau dataran yang luas. Tanah di desa ini subur dan cocok untuk pertanian Akses sinyal telepon di desa ini aman dan stabil EFAS Treath (T) Desa ini belum memiliki perpustakaan yang dapat diakses oleh masyarakat Fasilitas mitigasi tanggap bencana didesa ini masih minim . eperti sistem peringatan dini bencana, termasuk tsunami, serta ketersediaan alat keselamatan dan jalur evakuas. Tidak adanya transportasi umum yang dimiliki oleh desa ini menjadi hambatan mobilitas STRATEGI (ST) Memanfaatkan lahan luas untuk membangun fasilitas publik seperti perpustakaan desa (S1,T. Mengoptimalkan membangun sistem transportasi desa yang mendukung distribusi produk pertanian ke pasar (S2,T. Memanfaatkan akses sinyal yang stabil untuk membangun sistem informasi tanggap bencana berbasis digital serta pemasaran online untuk usaha mikro (S3,T. Sumber : data primer diolah . SIMPULAN Adapun simpulan yang dapat ditarik berdasarkan hasil dan pembahasan sebagai berikut perhitungan Indeks Desa Membangun (IDM) desa Dusun Baru 1 dapat dikategorikan sebagai desa maju dengan skor sebesar 0,7857. Pada perhitungan analisis SWOT Desa Dusun Baru 1 berada pada kuadran II dengan strategi yang dapat dilakukan adalah strategi diversifikasi. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Efni dkk. , 2025 Rekomendasi yang dapat dilakukan pemerintah perlu memperbaiki infrastruktur jalan dan menyediakan transportasi umum agar memudahkan mobilitas masyarakat, terutama petani dalam mendistribusikan hasil pertanian. DAFTAR PUSTAKA