Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 ISSN 2528-3391 (Prin. ISSN 2776-3153 (Onlin. DOI: http://doi. org/10. Tersedia online di https://jurnalassyifa. Pengetahuan. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Nosokomial Pada Perawat di Ruang Intensive Knowledge Overview On Nosocomial Infection Prevention And Control Among Nurses In the Intensive Care Unit Of Dewi Kurnia Ramadhani1. Irfanita Nurhidayah2. Halimuddin2 Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Bagian Keilmuan Keperawatan Gawat Darurat Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Corespondensi: kurniaramadhanidewi03@gmail. ABSTRAK Infeksi nosokomial merupakan masalah serius yang berkontribusi besar terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Salah satu cara utama untuk mencegah dan mengendalikan infeksi nosokomial di rumah sakit adalah dengan meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai pencegahan dan pengendalian infeksi tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan perawat tentang pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial di Ruang Intensive RSUD dr. Zainoel Abidin. Jenis penelitian Kuantitatif dengan desain Deskriptif Populasi adalah perawat yang bertugas di ruang Intensive RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh yang berjumlah 168 perawat. Sampel berjumlah 118 perawat yang dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Alat Pengumpulan data berupa angket pengetahuan yang sudah di uji validitas dan reliabilitas menggunakan Cronbach alpha sebesar 0,870. Hasil penelitian ini menunjukkan 94 orang . ,7%) perawat memiliki pengetahuan baik dan 24 orang . ,3%) perawat memiliki pengetahuan cukup dalam pencegahan dan pengendalian infeksi. Direkomendasikan kepada perawat untuk dapat mempertahankan pengetahuan yang telah ada dan yang telah diterapkan serta disarankan pihak rumah sakit dapat menyelenggarakan pelatihan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) untuk meningkatkan kualitas mutu pelayanan. Kata Kunci: Pengetahuan. Pencegahan dan Pengendalian,Infeksi Nosokomial ABSTRACT Nosocomial infections represented a serious issue contributing significantly to high morbidity and mortality rates worldwide. One of the primary approaches to prevent and control nosocomial infections in hospitals was to enhance healthcare workersAo understanding of infection prevention and control measures. This study aimed to assess nursesAo knowledge of nosocomial infection prevention and control in the Intensive Care Unit at dr. Zainoel Abidin hospital. This quantitative study employed a descriptive design. The population consisted of 168 nurses working in six intensive Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 care units at dr. Zainoel Abidin Hospital. Banda Aceh. A total of 118 nurses were selected using a purposive sampling technique. Data collection utilized a validated and reliable knowledge questionnaire with a Cronbach Alpha value of 0,870. The study findings showed that 94 nurses . ,7%) had good knowledge, while 24 nurses . ,3%) had moderate knowledge regarding nosocomial infection prevention and It was recommended that nurses maintain and apply their existing knowledge and that the hospital organizes training on infection prevention and control to improve service quality. Keyword: Knowledge. Prevention and Control of Nosocomial Infection PENDAHULUAN Menurut laporan penelitian WHO . , tercatat sebanyak 8,9 juta kasus infeksi nosokomial terjadi di fasilitas kesehatan di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, diperkirakan 1 dari 10 pasien mengalami kematian akibat terjangkit infeksi ini selama melakukan pengobatan di fasilitas kesehatan (Istiqomah & Nurhayati. Di Indonesia, saat ini belum ada angka pasti mengenai kejadian infeksi Namun berdasarkan hasil data surveilans dari Subdirektorat Jendral Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Permukiman menyatakan bahwa frekuensi kejadian yang terinfeksi nosokomial berkisar antara 6% hingga 16% (Yunita et al. , 2. Infeksi nosokomial atau yang sering disebut juga sebagai health care associated infections (HAIAoS) menjadi persoalan global yang saat ini menimbulkan tantangan baru dalam dunia kesehatan. Infeksi nosokomial adalah salah satu isu signifikan dalam dunia medis, yang berkontribusi secara signifikan pada tingginya angka sakit dan kematian secara global. Infeksi ini tidak hanya membahayakan kesehatan pasien yang dirawat di rumah sakit, melainkan juga menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan. Biaya pengobatan meningkat akibat perpanjangan masa rawat inap, kebutuhan akan prosedur medis tambahan, serta penggunaan antibiotik untuk mengatasi infeksi. Di sisi lain, dalam situasi yang lebih kritis, infeksi nosokomial dapat berujung pada komplikasi serius yang mengancam jiwa hingga menyebabkan kematian (Assadian et al. , 2. Strategi utama untuk pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial di rumah sakit adalah meningkatkan pengetahuan serta keterampilan tenaga kesehatan mengenai penerapan metode kewaspadaan universal. Hal ini meliputi langkahlangkah penting seperti mencuci tangan secara rutin dan tepat untuk menghindari penularan infeksi silang, penggunaan sarung tangan serta alat pelindung diri (APD) agar menghindari paparan langsung terhadap darah, cairan tubuh, dan bahan infeksius lainnya, serta mengelola jarum dan alat tajam dengan hati-hati agar terhindar dari risiko penularan infeksi. Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa pengelolaan limbah medis dan sanitasi ruangan dilakukan dengan standar yang ketat guna menjaga lingkungan rumah sakit tetap bersih dan aman (Finni. Dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengungkapkan bahwa mayoritas perawat telah memahami dengan baik mengenai infeksi nosokomial, meskipun masih ada beberapa perawat belum sepenuhnya memahami hal tersebut Rosmawarsari et al . Dalam penelitian Hans et al . menunjukkan tingkat Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 pemahaman perawat mengenai infeksi nosokomial perawat umumnya tergolong kategori baik. Namun, dalam pengimplementasian cuci tangan . and hygien. masih terdapat perawat dengan pengetahuan yang cukup terkait beberapa standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa pengetahuan terkait ketentuan dalam pencegahan dan pengendalian infeksi hingga saat ini belum sepenuhnya optimal dan menyeluruh. Tujuan umum dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengetahuan perawat tentang pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial di Ruang Intensive RSUD dr. Zainoel Abidin. METODE Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif Populasi dalam penelitian ini berjumlah 168 perawat yang bertugas di berbagai unit perawatan intensif di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh yaitu ICU 1. ICU 2. ICCU. PICU. NICU, dan RICU. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah perawat yang bertugas di ruang Intensive RSUD dr. Zainoel Abidin dan perawat yang bersedia berpartisipasi sebagai responden. Sampel yang diambil berjumlah 118 perawat yang bekerja di ruang intensive. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan membagikan kuisioner pengetahuan pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Data yang diperoleh akan diolah menggunakan analisa univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi. Pengumpulan data dilakukan setelah mendapatkan surat lulus etik pada tanggal 08 November 2024 dengan nomor etik 288/ETIK-RSUDZA/2024 dari Komite Etik Penelitian Kesehatan RSUD dr. Zainoel Abidin. HASIL Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan kepada 118 perawat ruang intensive, didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 1. Distribusi Data Demografi Perawat di Ruang Intensive . Data Demografi 1 Umur (M A SD) 2 Alamat Banda Aceh Aceh Besar 3 Ruangan ICCU ICU 2 NICU PICU ICU 1 RICU 35,5 A 5,5 Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 Jenis Kelamin Laki Ae Laki Perempuan Pendidikan Masa Kerja O 5 Tahun Ou 5 Tahun Mengikuti Pelatihan PPI Pernah Tidak Pernah Berdasarkan tabel diatas menunjukkan rata-rata usia responden adalah 35,5A5,5. Berdasarkan alamat responden mayoritas berdomisili di Banda Aceh sebanyak 63 responden . ,4%). Berdasarkan ruangan mayoritas responden sebanyak 27 responden . ,9%). Berdasarkan jenis kelamin responden mayoritas didominasi oleh jenis kelamin perempuan sebanyak 91 responden . ,1%). Berdasarkan pendidikan responden mayoritas S1 sebanyak 74 responden . ,7%). Berdasarkan masa kerja mayoritas responden Ou 5 tahun sebanyak 71 responden . ,9%). Berdasarkan mengikuti pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) mayoritas responden sebanyak 90 responden . ,3%). Tabel 2. Distribusi Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi . Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total Frekuensi Persentase (%) Berdasarkan tabel diatas membuktikan tingkat pengetahuan responden terkait pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial mayoritas memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 94 responden . ,7%), sementara 24 responden . ,3%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup. PEMBAHASAN Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pemahaman perawat terkait pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial di ruang intensive RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. Hasil penelitian yang dilakukan di ruang Intensive RSUD dr. Zainoel Abidin yang dilaksanakan pada 118 perawat didapatkan hasil bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh perawat secara keseluruhan dalam kategori Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 baik yaitu sebesar 94 responden . ,7%). Hal ini dikarenakan mayoritas responden dengan tingkat pendidikan S1 dan sudah bekerja lebih dari lima tahun. Mayoritas responden telah memahami berbagai aspek infeksi nosokomial, seperti definisi, batasan, cara penularan, serta upaya pencegahannya dikarenakan perawat memiliki pengalaman masa kerja yang lebih dari 5 tahun dan pernah mengikuti pelatihan pencegahan dan pengelolaan infeksi, yang berkontribusi pada peningkatan pemahaman mereka. Temuan ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Dwi Astari . , yaitu pengetahuan perawat terkait pencegahan dan pengendalian infeksi pada kategori baik yaitu sebesar 98,8%. Hal ini dikarenakan sebagian besar perawat telah mengikuti pelatihan maupun seminar terkait infeksi, dan edukasi dan pelatihan efektif dalam memperkaya pengetahuan dan menciptakan kesadaran akan pentingnya pencegahan infeksi. Berdasarkan penelitian lain yang dilakukan oleh Syndy . menunjukkan hasil bahwa pengetahuan perawat pada kategori tinggi sebesar 57,9%. Pengetahuan memegang peranan kunci dalam pencegahan dan pengelolaan Maka dari itu, pihak rumah sakit dan tim pengendalian infeksi perlu menjaga dan mempertahankan pengetahuan perawat terkait infeksi nosokomial dengan menyediakan pelatihan serta mendorong terciptanya budaya keselamatan serta mutu pelayanan pasien (Afrilia & Triwahyuni, 2. Tingkat pemahaman seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenjang pendidikan dan pengalaman dalam pelatihan pencegahan serta pengendalian infeksi, yang turut memengaruhi pemahaman perawat terhadap pencegahan dan pengelolaan infeksi, semakin banyak ilmu dan keterampilan yang diperoleh maka akan semakin baik seorang perawat dalam melaksanakan perawatan pasien (Heriyati et al. , 2. Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa rata-rata usia perawat adalah 35 Rata-rata usia perawat yang bekerja di ruang Intensive ini sejalan dengan temuan Megawati . bahwa rata-rata usia perawat di rumah sakit lebih dari 30 Hasil ini sejalan dengan penelitian Widyastuti . , yang mengungkapkan bahwa usia dewasa adalah periode produktif untuk menjalankan pekerjaan secara optimal, termasuk tugas-tugas keperawatan. Berdasarkan jenjang pendidikan, hasil penelitian menunjukkan dominan jenjang pendidikan terakhir perawat adalah S1 74 . ,7%). Hasil dari penelitian ini konsisten dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Ningsih & Endang Marlina . , yang menyatakan bahwa pemahaman perawat akan meningkat dan akan lebih mudah bagi mereka untuk belajar tentang pencegahan dan pengendalian infeksi jika semakin tinggi tingkat pendidikan mereka. Tingkat pendidikan profesi menunjukkan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Berdasarkan periode kerja, rata-rata periode kerja perawat adalah Ou 5 tahun. Berdasarkan penelitian Sophia Hasanah et al . bahwa lamanya seseorang bekerja dapat berkontribusi pada peningkatan kemampuan, pengetahuan, dan Masa kerja yang panjang cenderung menghasilkan pola kerja yang lebih efisien dapat membantu mengatasi berbagai permasalahan melalui pengalaman dan keterampilan yang terasah. Temuan dalam penelitian ini bahwa lama kerja perawat lebih dari 5 tahun memiliki kaitan terhadap peningkatan pemahaman pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial, hal ini dikaitkan dengan pengalaman seseorang, semakin lama perawat tersebut bekerja, maka akan semakin terampil pula ia melakukan tindakan Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 pelayanan dan semakin tinggi pemahaman pengetahuan perawat terkait pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial. Hal ini dikarenakan mayoritas yang bekerja lebih dari 5 tahun memiliki pengalaman yang telah memberikan peluang untuk menerima tugas yang menantang, otonomi yang lebih besar, keleluasan bekerja dan peningkatan pengetahuan selama masa perawatan pasien di rumah sakit. Berdasarkan pelatihan pencegahan dan pengendalian infeksi sebanyak 76,3% dari perawat telah mengikuti pelatihan terkait bagaimana pencegahan dan pengendalian infeksi. Hal ini sejalan dalam penelitian Madamang . bahwa perawat yang telah menjalani pelatihan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) memiliki keunggulan dalam pemahaman pencegahan dan pengendalian infeksi, karena pelatihan tersebut mampu memperkuat pemahaman dan pengetahuan mereka. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa beberapa perawat memiliki pengetahuan dalam kategori cukup, yang dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang pendidikan, dan pelatihan pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial. Temuan ini konsisten dengan penelitian Damanik . , yang menyatakan bahwa sebagian besar responden memiliki wawasan pengetahuan yang cukup sebesar 64,5%. Temuan dalam penelitian ini didapatkan bahwa ruangan NICU memiliki mayoritas pengetahuan pencegahan dan pengendalian infeksi dalam kategori cukup yaitu sebanyak 12 perawat, hal ini menunjukkan pentingnya untuk dapat lebih menambah pemahaman terkait pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial lebih optimal. Berdasarkan penelitian dan teori yang sejalan, tingginya pengetahuan perawat di ruang intensive RSUD dr. Zainoel Abidin berkemungkinan disebabkan oleh masa kerja sebagian responden yang mencapai lebih dari 5 tahun yang dikategorikan lama, dan juga dipengaruhi oleh pernah mengikuti pelatihan pencegahan dan pengendalian infeksi pada sebagian besar responden sehingga tingkat pemahaman perawat terkait pencegahan dan pengendalian infeksi lebih tinggi, selain itu pendidikan terakhir juga dapat mempengaruhi pengetahuan perawat, hal ini dikarenakan cara penerapan ilmu yang berbeda. SIMPULAN Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan pada perawat di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan jumlah responden 118 responden, maka dapat diambil kesimpulan yaitu tingkat pemahaman perawat tentang pencegahan dan pengelolaan infeksi nosokomial terdapat pada kategori baik yaitu sebesar 79,7%. SARAN Rekomendasi dan saran kepada Rumah Sakit untuk dapat mengadakan evaluasi berkala dan pelatihan terkait pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial. Diharapkan untuk perawat dapat mempertahankan pengetahuan yang telah dipahami dan yang telah diterapkan. Diharapkan bagi perawat ruang intensive dapat menambah bahan bacaan terkait pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial dan dilakukan evaluasi kembali terkait pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan bacaan dan referensi ilmiah. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan lagi penelitian ini dengan meneliti terkait pengalaman, tindakan, dan hambatan dalam penerapan pencegahan Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 dan pengendalian infeksi nosocomial serta disarankan untuk dapat melakukan perbandingan di ruang rawat lain utk pengkajian lebih lanjut. DAFTAR PUSTAKA