JTERA - Jurnal Teknologi Rekayasa. Vol. No. Desember 2016. Hal. ISSN 2548-737X Studi Analisis Gording Baja pada Pembangunan Gedung Auto2000 Kabupaten Sukabumi Hari Wibowo1. Deni Firmansyah2. Dewi Ayu Sofia3 1,2,3 Program Studi Teknik Sipil. Politeknik Sukabumi Jl. Babakan Sirna No. 25 Kota Sukabumi. Indonesia bowohari@gmail. Abstrak Gording merupakan salah satu bagian kontruksi vital untuk menopang rangka atap. Dalam perencanaan konstruksi atap, beban yang bekerja pada atap tersebut perlu dianalisis. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis perhitungan pembebanan pada gording baja profil Light Lip Channel (LLC). Gedung yang digunakan sebagai objek penelitian adalah Gedung Auto2000 yang berlokasi di Kabupaten Sukabumi. Jawa Barat. Metode analisis yang digunakan yaitu distribusi momen. Hasil analisis gording dengan profil LLC 150 x 65 x 20 x 3,2 menunjukan bahwa diperoleh nilai lendutan sebesar 838,27 kg/cmA dan perhitungan tekuk sebesar 166,44 kg/cmA. Kedua nilai ini dapat dikatakan aman karena nilainya lebih kecil dari tegangan ijin sebesar 1600 kg/cmA. Kata kunci: gording, baja. Light Lip Channel (LLC), distribusi momen Abstract Gording is one of the vital parts of the construction that is intended as a cantilever roof truss. For the planning of construction of the roof, the load acting on the roof need to be analyzed. The aim of this study is to analyze the calculation of loading on steel purlins profile Light Lip Channel (LLC). The building that used as an object of research is Auto2000 building located in Sukabumi. West Java. The analytical method used is the moment distribution. The results of the analysis of LLC profile purlins with 150 x 65 x 20 x 3. 2 shows that the values obtained deflection of 27 kg / cmA and calculation of bend of 166. 44 kg / cmA. Both of these values can be said to be safe because the value is smaller than allowable stress of 1600 kg / cmA. Keywords: gording, steel. Light Lip Channel (LLC), moment distribution PENDAHULUAN Gedung Auto2000 di Kabupaten Sukabumi merupakan gedung yang didesain dengan menggunakan konsep struktur konstruksi baja, khususnya pada bagian atapnya. Gedung ini memiliki bentuk atap tipe gable frame dimana terdapat beberapa batang baja yang saling memperkuat satu sama lain. Batang baja tersebut terdiri dari: batang tarik, batang tekan, dan batang kombinasi beban lentur-aksial. Gording yang digunakan pada gedung tersebut menggunakan baja profil Light Lip Channel (LLC). Pada struktur atap, gording merupakan salah satu kontruksi vital yang diperuntukan untuk menopang rangka atap dimana asumsi beban yang bekerja perlu dianalisis. Gording dari baja dapat dihubungkan dengan tracstang untuk memperkuat dan mencegah dari terjadinya pergerakan. Tracstang merupakan batang besi polos dengan kedua ujungnya memiliki ulir dan baut yang dipasang pada jarak antar gording ke gording yang berfungsi sebagai pengatur jarak antar gording dalam artian posisi tracstang mudah digeser . iperpanjang/diperpende. Posisi sedemikian rupa sehingga mengurangi momen maksimal yang terjadi pada gording. Oleh karena itu, pada makalah ini akan dibahas proses analisis gording baja pada Gedung Auto2000 di Kabupaten Sukabumi. II. LANDASAN TEORI Baja Baja merupakan salah satu bahan bangunan yang unsur utamanya terdiri dari besi (F. dan karbon (C) sebagai unsur paduan. Kandungan karbon dalam baja berkisar antara 0,2% sampai 2,1%. Penambahan kandungan karbon pada baja dapat meningkatkan kekerasan . dan kekuatan Diterima: 10 Agustus 2016. Direvisi: 28 September 2016. Disetujui: 30 September 2016 JTERA. Vol. No. Desember 2016 A Politeknik Sukabumi Hari Wibowo: Studi Analisis Gording Baja pada Pembangunan A tariknya . ensile strengt. Beberapa jenis baja kontruksi sekarang ada yang tahan terhadap korosi seperti plat bordes, pipa, dan stainless steel. Baja seperti ini dapat melakukan oksidasi untuk membentuk lapisan penahan yang padat yang dapat menghalangi oksidasi lebih lanjut. Dengan demikian, pemakaian baja jenis ini menjadi lebih pemeliharaan yang terus menerus seperti halnya pada baja biasa yang memerlukan pengecatan kembali untuk mencegah munculnya karat . Bentuk elemen baja sangat dipengaruhi oleh proses yang digunakan untuk membentuk baja Ada dua macam bentuk profil baja yang didasarkan cara pembuatannya, antara lain: hot rolled shape dan cold formed shape . Hot rolled shape dibentuk dengan cara blok-blok baja yang panas diproses melalui rol-rol dalam pabrik. Jenis baja ini mengandung residual stress, jadi sebelum batang dibebani pun bentuk ini sudah ada residual stress yang berasal dari pabrik. Cold formed shape dibentuk dari pelat-pelat yang sudah jadi, menjadi profil baja dalam temperatur atmosfir . alam suhu ruangan dingi. Tebal pelat yang dibentuk menjadi profil ini kurang dari 3/16 inch. Profil jenis ini ringan dan sering disebut sebagai light gage cold form steel. Gambar 1. Luas bidang penutup atap yang dipikul Gambar 2. Gaya yang bekerja pada gording Perhitungan Dimensi Gording Gording merupakan bagian dari atap yang diletakan diatas beberapa kuda-kuda dengan tugas menahan beban atap dan perkayuannya. Terdapat tiga jenis beban yang dapat dianalisis dalam perhitungan dimensi gording, diantaranya: beban mati, beban hidup, dan beban angin. Beban mati adalah berat gedung/bangunan yang bersifat tetap selama masa layan struktur, termasuk unsur-unsur tambahan, finishing, mesin-mesin, serta peralatan tetap yang merupakan bagian yang terpisahkan dari gedung/bangunan tersebut. Luas bidang penutup atap yang dipikul oleh gording tersaji pada Gambar 1, dimana jarak gording dan adalah jarak kuda-kuda. Berat gording sendiri diperoleh dengan menaksir terlebih dahulu dimensi gording (Gambar . Biasanya gording menggunakan profil AuIAy. Au[Au, dan AuCAy. Setelah ditaksir dimensi gording, dari tabel profil diperoleh berat per meter gording. Besarnya beban mati ( ) yang diterima adalah sebagai berikut: Gambar 3. Momen akibat beban mati balok menerus diatas beberapa tumpuan . ontinous Untuk memudahkan perhitungan dapat dianggap sebagai balok diatas dua tumpuan statis tertentu . imple bea. dengan mereduksi momen Momen maksimum dapat diperoleh berdasarkan persamaan berikut: adalah berat sendiri penutup atap dan adalah berat sendiri gording. Gording diletakan diatas beberapa kuda-kuda sehingga berbentuk . Hari Wibowo: Studi Analisis Gording Baja pada Pembangunan A adalah momen maksimum, adalah momen, adalah beban mati, dan adalah panjang kuda-kuda (Gambar . Beban hidup (Gambar . adalah beban gravitasi yang bekerja pada struktur dalam massa layannya dan timbul akibat penggunaan suatu gedung. Beban hidup ( ) yang bekerja di tengah-tengah bentang gording sebesar 100 kg. Besarnya momen maksimum pada beban hidup dapat diperoleh berdasarkan persamaan berikut: Terdapat dua jenis kombinasi pembebanan, yaitu: beban mati beban hidup dan beban mati beban hidup beban angin. Besarnya momen yang diterima oleh kedua jenis pembebanan tersebut pada bidang memenuhi persamaan . , sedangkan pada bidang , besarnya momen yang diterima untuk kedua jenis pembebanan berturut-turut memenuhi persamaan . Beban angin adalah beban yang bekerja pada struktur akibat tekanan-tekanan dari gerakan angin. Beban angin sangat tergantung dari lokasi dan ketinggian struktur. Pada makalah ini, beban angin dianggap bekerja tegak lurus di bidang atap seperti pada Gambar 5. Nilai momen maksimum pada beban angin dapat diperoleh berdasarkan persamaan . adalah koefisien angin dikali tekanan angin dikali jarak gording. berturut-turut adalah momen total yang diterima pada sumbu dan , adalah beban mati dan beban hidup/berguna pada sumbu , serta , dan berturut-turut adalah beban mati, beban hidup/berguna, dan beban angin pada sumbu . Kontrol tegangan pada gording untuk kedua menggunakan persamaan berikut: adalah nilai tegangan dan I adalah tegangan ijinnya. Jika I, maka dimensi gording harus diperbesar. Kontrol lendutan juga dapat dianalisis berdasarkan tiga kondisi pembebanan pada sumbu , yaitu: akibat beban mati, beban hidup/berguna, dan beban angin. Nilai kontrol lendutan untuk ketiga kondisi pembebanan tersebut berturut-turut dapat dihitung menggunakan persamaan . C akibat beban mati Gambar 4. Gaya yang bekerja pada beban hidup C akibat beban hidup/berguna . C akibat beban angin Gambar 5. Gaya yang bekerja pada beban angin Hari Wibowo: Studi Analisis Gording Baja pada Pembangunan A adalah modulus elastisitas yang dapat diperoleh dari tabel profil baja. Dari persamaan . , maka lendutan total dapat diperoleh sebagai . dimana I adalah lendutan ijin dan adalah resultan Jika ,I maka dimensi gording Metode Distribusi Momen Analisis struktur dengan metode distribusi momen pertama kali diperkenalkan oleh Hardy Cross pada tahun 1933 . Metode distribusi momen juga dikenal sebagai metode cross. Metode ini merupakan salah satu metode yang dipakai untuk analisis struktur balok menerus dan portal statis tak tentu. Metode distribusi momen didasarkan pada anggapan sebagai berikut ini: C Perubahan bentuk akibat gaya normal dan gaya geser diabaikan, sehingga panjang batangbatangnya tidak berubah. C Semua titik simpul . dianggap kaku Dalam proses analisis, metode ini melakukan distribusi momen dan induksi . arry ove. terhadap momen primer . ixed end momen. sebanyak beberapa putaran . guna mendapatkan keseimbangan di setiap titik simpul. Hal ini dilakukan karena momen-momen primer yang bekerja di setiap tumpuan maupun simpul suatu struktur tidak sama besarnya, sehingga simpul tidak Untuk mendapatkan keseimbangan simpul melakukan perputaran, momen-momen primer di tiap simpul melakukan distribusi . sampai jumlah momen primer di masing-masing simpul sama dengan nol. Proses distribusi dan induksi secara manual dapat dilakukan sebanyak empat putaran, dan dianggap semua simpul sudah seimbang atau mendekati nol. METODE PENELITIAN Objek Kajian Dalam penelitian ini, yang digunakan sebagai objek kajian adalah struktur atap. Ada beberapa struktur yang perlu dibahas di dalam perencanaan atap namun pada makalah ini kami mengambil salah satu objek kajian yang akan dibahas yaitu pekerjaan pemasangan gording dengan profil baja tipe LLC pada pembangunan Auto 2000 di Jalan Raya Palasari KM 8 Sukaraja Kabupaten Sukabumi. Perhitungan gaya-gaya dalam yang bekerja pada gording di analisis sesuai dengan acuan standar yang ada. Denah perencanaan atap yang diperoleh dari pelaksana pekerjaan yaitu PT. Arsitek Arupa Datu tersaji pada Gambar 6 dan data teknisnya tersaji pada Tabel 1. Gambar 6. Denah perencanaan atap Hari Wibowo: Studi Analisis Gording Baja pada Pembangunan A Tabel 1. Data teknis perencanaan atap Panjang bentang 23,50 m Panjang bangunan 54,65 m Jarak antar tumpuan Analisis Metode Distribusi Momen dan Kontrol Kapasitas Penampang Untuk melakukan analisis dimensi gording perhitungan yang dilakukan adalah sebagai berikut: C perhitungan momen primer Kemiringan atap Jarak antar gording 1,20 m Data teknis Keterangan Mutu baja Jenis penutup Zincalume Jenis profil LLC 150 x 65 x 20 x 3,2 dimana adalah momen, adalah beban, dan adalah panjang bentang. C perhitungan angka kekakuan . umpuan jepitsend. adalah angka kekakuan, modulus elastisitas, dan adalah momen inersia. C perhitungan faktor distribusi momen dimana adalah faktor distribusi momen, berturut-turut adalah distribusi momen dari titik B ke A dan dari titik B ke C. Nilai ini selanjutnya dibuat dalam tabel distribusi momen C perhitungan free body . berturut-turut adalah reaksi di titik A ke B dan sebaliknya. C perhitungan momen maksimal, gaya lintang, dan gaya normal ( ) adalah momen maksimal dan adalah panjang ruas horizontal. Gambar 7. Alur analisis dimensi gording Langkah Analisis Pada bagian ini akan diuraikan langkah-langkah yang dilakukan untuk menganalisis dimensi Alur dari proses analisis data tersaji pada Gambar 7. Analisis kontrol kapasitas penampang dilakukan terhadap lendutan dan tekuk. Perhitungan yang dilakukan adalah sebagai berikut: C terhadap lendutan . dimana adalah nilai tegangan, adalah berat adalah penampang, momen, dan adalah berat. Jika nilai lebih besar dari nilai ijin ( I), maka dimensi gording Hari Wibowo: Studi Analisis Gording Baja pada Pembangunan A C terhadap tekuk = 12,2 cm3. = 7,51 kg/m. = 9,57 kg/m2. = 0 cm. = 2,11 cm. Analisis distribusi momen dilakukan terhadap tiga jenis pembebanan, yaitu: beban mati, beban hidup, dan beban angin. Selain ketiga jenis pembebanan tersebut, pada makalah ini juga dianalisis beban yang diakibatkan oleh hujan. Beban air hujan menurut PPIUG . diambil ), dimana adalah sudut kemiringan atap dalam derajat dengan ketentuan bahwa beban tersebut tidak perlu diambil lebih besar dari 20 kg/m2 dan tidak perlu ditinjau bila kemiringan atapnya lebih besar dari 50A. Besarnya beban akibat air hujan dapat diperoleh sebesar ) , dimana adalah jarak antar gording. dimana adalah faktor tekuk, adalah angka kelangsingan, dan adalah faktor keamanan. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini menyajikan data hasil analisis dimensi gording sesuai alur yang dirancang. Profil gording yang digunakan adalah tipe LLC 150 x 65 x 20 x 3,2 dengan spesifikasi: = 150 mm. = 65 = 20 mm. = 3,2 mm. = 332 cm4. 53,8 cm . = 5,89 cm. = 2,37 cm. = 44,3 Gambar 8. Pemodelan struktur akibat beban mati Gambar 9. Pemodelan struktur akibat beban hidup . Gambar 10. Pemodelan struktur akibat beban angin: . angin tekan, . angin hisap Gambar 11. Pemodelan struktur akibat beban hujan Hari Wibowo: Studi Analisis Gording Baja pada Pembangunan A Tabel 2. Hasil analisis distribusi momen akibat beban mati Free body Ruas Momen (Kg. Angka Faktor A 79,66 A = 1 . 81,44 A 79,66 B = 0,5 180,80 A 79,66 C = 0,5 106,74 A 79,66 D = 0,5 123,18 A 79,66 E = 0,5 118,53 A 79,66 F = 0,5 119,76 G = 0 . Momen (Kg. Gaya lintang (Kg. -27,8 . = . -144,1 . = . 69,30 . = . -47,75 . = . 43,27 . = . -73,78 . = . 50,43 . = . -66,81 . = . 48,38 . = . -68,68 . = . 48,88 . = . -68,17 . = . Gaya Normal (Kg. -8,33 88,81 62,78 69,76 67,89 68,39 Tabel 3. Hasil analisis distribusi momen akibat beban hujan Free body Ruas Momen (Kg. Angka Faktor A 168,56 A = 1 . 172,32 A 168,56 B = 0,5 382,55 A 168,56 C = 0,5 225,85 A 168,56 D = 0,5 260,63 A 168,56 E = 0,5 250,79 A 168,56 F = 0,5 253,40 G = 0 . Momen (Kg. Gaya lintang (Kg. -58,90 . = . -306,58 . = . 146,63 . = . -101,04 . = . 91,46 . = . -156,11 . = . 106,32 . = . -141,36 . = . 102,36 . = . -145,31 . = . 103,43 . = . -144,25 . = . Gaya Normal (Kg. -17,62 187,92 132,84 147,60 143,64 144,71 Tabel 4. Hasil analisis distribusi momen akibat beban angin Free body Ruas Momen (Kg. Angka Faktor A 31,85 A = 1 . -32,56 A 31,85 B = 0,5 -72,28 A 31,85 C = 0,5 -42,67 A 31,85 D = 0,5 -49,24 A 31,85 E = 0,5 -47,38 A 31,85 F = 0,5 -47,88 G = 0 . Momen (Kg. Gaya lintang (Kg. 11,13 . = . -57,93 . = . -27,70 . = . -19,09 . = . -17,30 . = . 29,50 . = . -20,08 . = . 26,71 . = . -19,34 . = . 27,45 . = . -19,54 . = . 27,25 . = . Gaya Normal (Kg. 3,33 -33,50 -25,10 -27,89 -27,14 -27,34 Hari Wibowo: Studi Analisis Gording Baja pada Pembangunan A Tabel 5. Hasil analisis distribusi momen akibat beban angin hisap Free body Ruas Momen (Kg. Angka Faktor A 49 A = 1 . -50,09 A 49 B = 0,5 -111,20 A 49 C = 0,5 -65,65 A 49 D = 0,5 -75,76 A 49 E = 0,5 -72,90 A 49 F = 0,5 -73,66 G = 0 . Momen (Kg. Gaya lintang (Kg. 17,12 . = . 89,12 . = . -42,62 . = . 29,37 . = . -26,61 . = . 45,38 . = . -30,90 . = . 41,09 . = . -29,75 . = . 42,24 . = . -30,06 . = . 41,93 . = . Gaya Normal (Kg. 5,12 -54,62 -38,61 -42,90 -41,75 -42,06 Tabel 6. Rekapitulasi perhitungan momen maksimal Tabel 7. Rekapitulasi perhitungan momen putar Hari Wibowo: Studi Analisis Gording Baja pada Pembangunan A Tabel 8. Rekapitulasi perhitungan gaya lintang Tabel 9. Rekapitulasi perhitungan gaya normal Gambar 8-Gambar 11 diatas merupakan pemodelan dari struktur akibat beban mati, beban hidup, beban angin, dan beban hujan. Setelah dilakukan perhitungan pembebananan, selanjutnya dilakukan analisis dimensi gording dengan menggunakan metode distribusi momen. Hasil analisis tersebut untuk keempat jenis pembebanan tersaji pada Tabel 2-Tabel 6. Rekapitulasi perhitungan momen maksimal, momen putar, gaya lintang, dan gaya normal juga tersaji pada Tabel 7Tabel 9. Dari hasil analisis pembebanan tersebut, selanjutnya dilakukan analisis kontrol kapasitas Hasil perhitungan menunjukan nilai tegangan terhadap lendutan sebesar 838,27 Kg/cm2 dimana lebih kecil dari tegangan ijin 1600 Kg/cm2, sedangkan besarnya tegangan terhadap tekuk diperoleh sebesar 166,44 Kg/cm2 dimana lebih kecil dari tegangan ijin 1600 Kg/cm2. Dengan demikian profil LLC pada gording baja tersebut dapat dikatakan cukup aman. KESIMPULAN Studi analisis gording baja profil LLC pada pembangunan gedung Auto2000 di Kabupaten Sukabumi telah dibahas pada makalah ini. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode distribusi Dari hasil perhitungan pembebanan, yaitu beban mati, beban hidup, beban angin . ekan dan hisa. , serta beban hujan, maka profil LLC tersebut dapat dikatakan cukup aman dengan nilai tegangan terhadap lendutan sebesar 838,27 Kg/cm2 dimana lebih kecil dari tegangan ijin 1600 Kg/cm2, dan besarnya tegangan terhadap tekuk diperoleh sebesar 166,44 Kg/cm2 dimana lebih kecil dari tegangan ijin 1600 Kg/cm2. REFERENSI