Ganesha Civic Education Journal Volume 6. Number 1. April 2024, pp. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 DOI: https://doi. org/10. 23887/gancej. Open Access: https://ejournal2. id/index. php/GANCEJ/index PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER MELALUI MATA PELAJARAN PPKN DALAM MEMBENTUK SIKAP DISIPLIN SISWA DI SMP 2 SAWAN Easy Born Lusevia 1 * . I Made Yudana2. I Wayan Landrawan3 Universitas Pendidikan Ganesha. Indonesia ARTICLE INFO ABSTRAK Article history: Received 7 Desember 2024 Accepted 1 April 2024 Available online 03 April Penelitian bertujuan untuk . mengetahui dan menganalisis proses pembentukan karakter siswa di SMP Negeri 2 Sawan melalui mata pelajaran PPKn , . mengetahui dan menganalisis hambatan yang dihadapi sekolah dalam membentuk sikap disiplin siswa di SMP Negeri 2 Sawan, dan . mengetahui dan menganalisis upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah Kata Kunci: dalam meningkatkan sikap disiplin siswa di SMP Negeri 2 Sawan. Penelitian Nilai. Karakter. Pendidikan ini berlokasi di SMP Negeri 2 Sawan. Penelitian ini menggunakan Kewarganegaraan. Disiplin metodologi penelitian Deskriptif Kualitatif dengan mempergunakan Keywords: metode observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen Values. Character. Civic pengumpulan data. Adapun hasil dari penelitian adalah: . Ketika proses Education. Discipline pembentukan karakter siswa di SMP Negeri 2 Sawan tenaga pendidik atau guru berperan penting dalam membentuk sikap disiplin siswa. hambatan yang dialami yaitu disebabkan karena masih adanya beberapa siswa yang masih terpengaruh dengan teman sebaya untuk tidak disiplin. Pergaulan dengan teman yang kurang disiplin, mengabaikan tata tertib, . Upaya mengatasi hambatan ini, pihak sekolah melakukan upaya sistematik dan sistematis. Implikasi dari penelitian ini adalah dapat digunakan oleh guru-guru PPKn khususnya di SMP Negeri 2 Sawan untuk mengevaluasi efektivitas praktik pembelajaran mereka dalam menanamkan nilai-nilai karakter, khususnya Penelitian ini juga dapat menjadi dasar untuk merefleksikan kekuatan dan kelemahan pendekatan yang selama ini digunakan ketika pembelajaran. ABSTRACT The research aims to . find out and analyze the process of character formation of students at SMP Negeri 2 Sawan through the subject of PPKn, . find out and analyze the obstacles faced by schools in forming students' disciplined attitudes at SMP Negeri 2 Sawan, and . find out and analyze the efforts made by the school in improving students' disciplined attitudes at SMP Negeri 2 Sawan. This study was located at SMP Negeri 2 Sawan. This study used a Descriptive Qualitative research methodology using observation, interview, and documentation methods as data collection instruments. The results of the study are: . During the process of character formation of students at SMP Negeri 2 Sawan, educators or teachers play an important role in forming students' disciplined attitudes. The obstacles experienced are due to the fact that there are still some students who are still influenced by their peers to be undisciplined, socializing with friends who are less disciplined, ignoring the rules, . Efforts to overcome these obstacles, the school makes systematic and systematic efforts. The implication of this study is that it can be used by PPKn teachers, especially at SMP Negeri 2 Sawan to evaluate the effectiveness of their learning practices in instilling character values, especially This study can also be a basis for reflecting on the strengths and weaknesses of the approaches that have been used during learning. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2024 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. * Corresponding author. E-mail addresses: easy@undiksha. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. Pendahuluan Pendidikan adalah suatu tahap individu dalam suatu fase kehidupan, mulai masa prenatal hingga kehidupan berakhir. Pendidikan ini mempunyai tujuan agar seorang individu dapat berkembang dengan optimal pada setiap prosesnya. Adanya pendidikan pada setiap kehidupan tentu terdapat hal berharga dalam diri seseorang yang dapat mengoptimalkan potensi intelektual. hal berharga dalam diri seseorang yang dapat mengoptimalkan potensi intelektual pada setiap individu bersangkutan. Saragih . menyatakan pendidikan karakter adalah suatu proses pengajaran budi pekerti kepada warga sekolah yang meliputi bagian informasi, perhatian atau kesiapan, kegiatan untuk melaksanakan sifat-sifat tersebut, baik terhadap Tuhan, diri sendiri, orang lain, dan identitas tujuan agar mereka menjadi manusia. Disiplin adalah kesediaan seseorang yang timbul dengan adanaya kesadaran diri untuk mengikuti peraturan yang berlaku dalam organisasi. Disiplin sebuah sikap yang harus dimiliki setiap individu. Sesuai dengan tujuan PKn dalam lampiran permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang standar isi yang salah satunya adalah agar siswa memiiki kemampuan berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter Ae karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup Bersama dengan banga lain Ae lain. Sari . menyatakan berdasarkan komponen subtansi PKn yang meliputi pengetahuan kewarganegaraan, ketrampilan kewarganegaraan dan karakater kewarganegaraan menunjukan bahwa salah satu misi PKn melipulti seluruh aspek yang dibutuhkan demi terciptanya warga negara yang cerdas, terampil dan berkarakter sesuai dengan amanat Undang Ae Undang Dasar 1945, yaitu warga negara yang cerdas berdasarkan subtansi ketrampilan kewarganegaraan ( civic skil. , dan warga negara yangb berakarkter beradsarkan subtasni karakter kewaragnegaraan ( civic disposition. Ketiga aspek iniah yang akan dibangun dalam diri siswa , yang nantinya akan berekmabang menjadi sebuah penalaran yang akan telrwujud daam perilaku bermasyarakat , bangsa, dan negara sesuai dengan cita Ae cita membangun masyarakat madani dengan kekuatan pemberdayaan warga negara, tentu saja dengan materi karakter yang bersumber pada nilai yang ada dalam masyarakat Indonesia . Selain itu yang menjadi ciri khas dari Pendidikan Kewarganegaraan adalah sebagai salah satu mata pelajaran yang pengusaannya menuntut siswa menghafal materi (Abidin, 2. Materimateri tersebut diantaranya aturan perundang-undangan, sosial politik, hukum ketatanegaraan, budaya dan ekonomi. UU nomor 20 Tahun 2003 pada bab 1 pasal 1 ayat 1 tentang sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan bahwa Au Pendidikan adaah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana beajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiiki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhak muia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negaraAy. Hadjar Dewantara daam Kongres Taman Siswa . alam Maskuri, 2. mengatakan bahwa pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti . ekuatan batin, karakte. , pikiran . , dan tubuh anak. Didalam mata pelajaran Pendidikan Pancasia dan Kewarganegraan juga terdapat sebuah pendidikan karakter yang diamana daam mata pelajaran ini memiiki tujuan agar peserta didik memiiki kemampuan sebagai berikut , . berpikir secara kritis, rasiona, dan kreatif daam menanggapi isu kewarganegaraan, . berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, bertindak secara cerdas daam kegiatan masyarakat, berbangsa, dan bernegara secara anti korupsi, . berkembang secara kritis dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup Bersama dengan bangsa ainnya, . berinteraksi dengan bangsa -bangsa lain dalam percaturan dunia secara angsung atau tidak angsung dengan memanfaatkan teknoogi informasi dan komunikasi. Manusia hidup dimuka bumi pada dasarnya memerukan suatu norma atau aturan sebagai pedoman dan arahan untuk mempengaruhi jaan kehidupan, demikian pula di sekolah perlu adanya tata tertib untuk berangsungnya proses beajar yang tinggi maka harus mempunyyai kedisipinan yang tinggi. Disipin menghasikan individu yang mampu memahami serta membedakan ha yang seharusnya diakukan. Bagi individu sikap dan periaku yang diakukan bukan suatu beban meainkan beban bagi dirinya apabia tidak disipin. Sebab niai kepatuhan teah melekat pada individu yang disipin. Pada dasarnya niai disipin yang tepat pada diri sendiri yang GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. berasal dari individu itu sendiri. Dakhi . menyatakan disiplin berarti mentaati tata tertib pada segaa aspek kehidupan, baik di daam pergauan, daam beragama, berbudaya dan daam daam aspek kehidupan ainnya. Dengan demikian kedisipinan merupakan ketaatan pada diri sediri yang terbentuk meaui proses serangkaian tingkah aku individu yang menggambarkan niai ketaatan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disipin merupakan ketaatan pada tata tertib yang Disipin juga diartikan sebagai sikap menta yang tercemin daam bentuk perbuatan atau periaku individu, keompok masyarakat yang berupa ketaatan pada peraturan juga norma yang beraku daam masyarakat. Disipin akan tumbuh dapat dibina meaui atihan-atihan pendidikan, penanaman kebiasaan dengan keteadanan tertentu. Disipin akan ditegakkan bia muncu kesadaran diri, peraturan yang dirasakan sebagai sesuatu yang memang seharusnya dipatuhi secara sadar demi kebaikan dirinya dan sesama, sehingga akan menjadi suatu kebiasaan yang baik menuju arah disipin diri. Sikap disipin juga dapat diartikan sebagai kepatuhan untuk menghormati dan meaksanakan suatu sistem yang mengharuskan orang untuk tunduk kepada keputusan, perintah, dan peraturan yangb beraku. Atau dapat diartikan sebagai sikap menaati peraturan dan ketentuan yang teah diterapkan tanpa pamrih. Pengimpementasian sikap disipin tidak dimuncukan sebagai suatu tindakan pengekangan atau pembatasan kebebasan siswa daam meakukan perbuatan sekehendaknya, akan tetatpi ha itu tidak ebih sebagai tindakan pengarahan kepada sikap yang bertanggung jawab dan mempunyai cara hidup yang baik dan teratur. Tujuan sikap disipin adaah untuk meatih diri seseorang agar berbuat dan bertingkah aku sesuai peraturan yang ditetapkan. Dengan arti ainsikap disipin bertujuan untuk meatih seseorang seau bekerja dan berbuat tepat waktu, berhasi guna untuk mengikuti tata tertib atau peraturan yang teah ditetapkan karena disipin merupakan saah satu kunci sukses suatu kegiatan karena ituah betapa besarnya pengaruh disipin terhadap suksesnya beajar. Muiadi mengemukakan bahwa kedispinan memiiki dua tujuan, yaitu memberi kenyamanan kepada para siswa dan staf . serta menciptakan ingkungan yang kondusifu untuk beajar. Sikap disipin mempunyai tujuan untuk menuruti terhadap peraturan dengan kesadaran sendiri untuk menciptakan peraturan tersebut. Disipin diperukan oeh siapapun dan dimanapun begitu pua siswa dengan adanya dispin siswa dapat mencapai hasi beajar yang optima. Artinya disipin aktif pada siswa. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Suatu penelitian dengan menggunakan metode deskriptif dimana mengacu pada menggambarkan dan menggambarkan secara sistematis dan akurat yang relevan Fakta dan karakteristik popuasi lapangan. Adapun jenis peneitiannya Ini adaah peneitian kualitatif, diakukan dalam peneitian kualitatif Mampu menjeaskan atau mendeskripsikan fenomena yang dialami Dibagi berdasarkan objek kajian, kedua fenomena tersebut dicirikan oleh peristiwa, dinamika sosial, metode deskriptif digunakan untuk mengungkapkan sikap, keyakinan, pendapat, dalam bahasa tertulis atau tertulis atau lisan. Dalam penelitian ini, peneliti ingin memberikan gambaran penanaman nilai Ae nilai karakter melalui mata pelajaran PPKn untuk mendisiplinkan siswa agar tidak terjadinya kenakalan remaja di SMP Negeri 2 Sawan. Untuk pengambilan sampel data menggunakan metode observasi. Dokumentasi dan wawancara. Lokasi penelitian merupakan tempat dimana penelitian akan dilakukan, sehingga informasi yang di dapatkan sesuai dengan tema penelitian. Adapun lokasi dari peneitian ini adalah di SMP Negeri 2 Sawan, yang bertempat di Bungkulan. Kecamatan Sawan. Kabupaten Buleleng. Dasar dari penelitian adaah rasa ingin tahu tentang membentuk siswa agar lebih disiplin. Penelitian ini merupakan Teknik analisis data untuk membantu menjawab rumusan masalah dalam proses penelitian. Teknik analisis data yaitu : koreksi data. Reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil dan Pembahasan Proses Pembentukan Sikap Karakter Agar Lebih Disiplin Perlu adanya penanamann nilai karakter sejak dini untuk meatih sikap disipin yang sesuai dengan Pancasia dan pandangan bangsa Indonesia. jadi meaui pendidikan Pancasia dan Kewarganegaraan diharapkan mampu menunjukkan hal yang positif yang di harus seimbang Easy Born Lusevia . I Made Yudana. I Wayan Landrawan / Penanaman Nilai-Nilai Karakter melalui Mata Pelajaran PPKN Dalam Membentuk Sikap Disiplin Siswa di SMP 2 Sawan Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. dengan kecerdasan secara emosiona dan spiritua sehinggaa semuanya saing berkaitan daam membentuk sikap disipin. Sikap Disipin sendiri diartikansebagai suatu proses untuk mengikuti peraturan dan norma yang teah ditetapkan daam ingkungan sekoah. Daam penerapan sikap disipin tentu bukanah ha yang mudah, apaagi jika berbicara mengenai karakter disipin siswa menengah pertama yang notabennya merupakan anak Ae anak peraihan dari masa sekoah dasar, sehingga masih terbawa sikap atau karakter ke kanak Ae kanakan. Ha itu juga yang di aami oeh siswa di SMP Negeri 2 Sawan, yang kerap kai meakukan tindak peanggaran seperti terambat sekoah, tidak megikuti upacara, tidak memakai topi dan dasi. Hambatan yang Dialami Pihak Sekolah dalam Membentuk Sikap Disiplin Pembentukan sikap disipin siswa di sekoah tentunya akan mengaami berbagai hambatan atau tantangan, baik itu hambatan yang bersumber dari faktor eksterna ataupun faktor interna siswa itu sendiri. Adapun beberapa hamabatan yang biasanya dihadapi sekoah daam membentuk sikap disipin siswa yakni : . berdasarkan faktor interna, kurangnya sikap disipin siswa dapat disebabkan karena faktor kurangnya perhatian dari orang tua, terhadap siswa di rumah sehingga siswa tersebut akan cendrung berpriaku kurang baik dengan demikian akan suit bagi guru di sekoah daam membentuk sikap disipin siswa tersebut, yang dimana siswa tersebut juga akan cenderung meanggar aturan sekoah. berdasarkan faktor eksterna atau faktor ingkungan, kurangnya sikap disipin siswa dapat disebabkan karena ada pengaruh dari teman sebaya yang cendrung berpriaku baik, mengingat pada usia menjeang remaja seseorang akan cendrung cepat terpenangaruh terhadap banyak ha baik daam pergauan maupu sikap. Seain itu faktor adanya atar beakang siswa yang berbeda Ae beda juga dapat menjadi sebab terbentuknya sikap tidak disipin siswa. Upaya yang Dilakukan Sekolah Agar Siswa Siswa Lebih Disiplin Penerapan kebijakan atau penerapan suatu upaya oeh sekoah daam ha meningkatkan dikap disipin siswa yang tentunya kebijakan tersebut mengarah ke ha yang positif , pastinya akan seau berhadapan dengan tantanga- tantangan yang harus diaami sekoah baik itu tantangan yang bersifat teknis maupun non teknis seperti misanya dukungan dari ingkungan sekitar. Untuk itu upaya yang mestinya diakukan oeh sekoah untuk membentun sikap disipin siswa adaah memberikan bimbingan. Pemberian bimbingan ini merupakan saah satu upaya untuk membantu siswa yang mengaami kesuitan daam berperiaku disipin. Sehingga daam ha ini guru sebagai seorang tenaga poendidik harus memiiki peran daam mengena karaokter siswa dan berperan daam pembentukan karakter siswa, terkusus daam ha pendisipinan siswanya. Dengan demikian meaui upaya ini siswa akan diberi pengarahan secara perahan untuk memperoeh manfaat dan kegunaan untuk berdisipin. Bimbingan kepada guru untuk mengurangi periha peanggaran siswa. Pembentukan karakter siswa memang menjadi saah satu misi penting daam dunia pendidikan terutama di SMP Negeri 2 Sawan yang menjadi point penting sekoah untuk mengembangkan sikap disipin pada siswa. Proses pembentukan karakter disipin siswa peru diakukan secara serius dan terprogram agar tujuan tersebut dapat tercapai dengan baik. beberapa cara yang dapat diakukan yaitu . Memberikan keteadanan yang baik adaah ha utama daam membentuk karakter disipin siswa. memiiki aturan yang jeas dan konsisten penting bagi SMP Negeri 2 Sawan untuk memiiki aturan yang jeas dan konsisten. Konsistensi mengenai peaksanaan aturan akan membantu siswa memahami bahawa turan tersebut penting dan harus . meakukan sosiaisasi kepada siswa sangat penting diakukan agar mereka memahami peraturan dan mengetahui konsekuensi jika meanggar peraturan, sosiaisasi peraturan dapat diakukan pada acara pembukaan sekoah, pengenaan ingkungan, dan ain- ain. memberikan motivasi kepada siswa akan membantu mereka untuk ebih disipin. Dengan proses pembentukan karakter disipin siswa yang baik SMP Negeri 2 Sawan dapat membentuk siswa yang ebih bermartabat dan membawa dampak positif bagi ingkungan sekitar. Sikap disipin merupakan saah satu komponen penting daam membentuk karakter siswa. Melalui mata pelajaran PPKN, siswa diajarkan untuk memahami konsep-konsep seperti tanggung jawab, kejujuran, empati, kerja keras, dan ain-ain. Seain itu siswa juga diajarkan untuk GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Ha tersebut membantu siswa untuk memahami pentingnya disipin daam kehidupan sehari-hari. Hambatan yang diaami guru untuk membentuk sikap disipin yaitu kurangnya kesadaran siswa betapa pentingnya mematuhi tata tertib yang ada disekoah. Tata tertib disekoah dibuat untuk membentuk karakter sikap disipin siswa. Simpulan dan saran Penanaman nilai-nilai karakter meaui mata peajaran PPKN sangat penting dam membentuk sikap disipin. Daam mata peajaran siswa diajarkan tentang niai-niai kebangsaan, mora, dan sosia yang dapat membentuk pribadi yang disipin. Dengan memahami dan menjaankan nilai-nilai tersebut, siswa dapat beajar tentang untuk menjaga diri, menghargai waktu, dan menghargai hak orang ain. Dengan memiiki sikap disipin akan merubah diri kita menjadi yang lebih baik dan seau mematuhi tata tertib yang baik daam ingkungan sekoah maupun ingkungan diluar sekolah. Proses Pembentukan karakter dalam membentuk sikap disiplin siswa yaitu dengan adanya pendidikan moral yang bertujuan untuk membentuk sikap dan karakter individu yang baik dan benar daam berperiaku baik daam ingkungan sekoah maupun diuar. Untuk sikap disipin itu merupakan ha penting untuk membentuk sikap disipin dengan membuat tata tertib, skor, dan sosiaisasi. Hambatan yang dihadapi sekoah daam membentuk sikap disipin siswa yaitu adanya faktor interna dan faktor eksterna . faktor interna itu yang berasa dari kurangnya perhatian dari orang tua terhadap anak yang menyebabkan anak tersebut meanggar aturan yang ada disekoah sedangkan faktor eksterna yang berasa dari faktor ingkungan yang dapat mempengaruhi siswa tersebut. Adapun upaya yang dapat dapat diambi dengan memberikan arahan kepada siswa setiap harinya, membuat tata tertib untuk menyadarkan siswa betapa pentingnya mematuhi tata tertib. Penanganan kasus yang diakukan siswa di sekoah yang bersifat ringan dengan memberikan pembinaan sedangkan daam penanganan yang bersifat berat dengan pemanggian orang tua. Untuk sekolah ini hendaknya ebih tegas daam memberikan bimbingan kepada siswa agar siswa tersebut jera dengan kata peringatan tersebut. dengan memberikan bimbingan yang ebih tegas dapat membantu mengurangi peanggaran yang dibuat oeh siswa. Siswa harus ebih untuk berbuat disipin siswa . ebih ditekankan meaui pembeajaran khususnya PPKn dapat memberika niai- niai baik yang mengarah kepada pendidikan karakter daam pembentukan sikap disipn harus seimbang dengan pengetahuan dan pemahaman siswa. Dengan proses ini dapat membentuk karakter sikap dispin siswa yang ebih baik. Daftar Rujukan Abidin. Strategi Komunikasi Guru dalam Meningkatkan Prestasi Belajar. Ihya AlArabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab, 3. Dakhi. Kiat Sukses Meningkatkan Disiplin Siswa. Deepublish. Eihami. , & Syahid. Penerapan Pembeajaran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Pribadi yang Islami. Edumaspu: Jurnal Pendidikan, 2. , 79-96. https://doi. org/10. 33487/edumaspu. Fauzi. , & Herina. Kompetensi Kepribadian Guru dan Disipin Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhak. a-Itizam: Jurnal Pendidikan Agama Isam, 4. , 1-25. Febriyandy. , andrawan. , & Sukadi. Penanaman Nilai-Niai Karakter Melaui Mata Pelajaran Pendidikan Pancasia dan Kewarganegaraan Pada Siswa Keas VII di MTs AKhairiyah Tegainggah. Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 3. , 120-126. Jaiani. Saputra. , & SHI. Pendidikan Kewarganegaraan. Prenada Media. Jeumpa. Strategi guru dalam meningkatkan disipin belajar aqidah akhlak siswa. Serambi Tarbawi, 8. , 99-112. Manshur. Strategi Pengembangan Kedisipinan Siswa. A Uya: Jurnal Pendidikan Islam, 4. , 16-28. Easy Born Lusevia . I Made Yudana. I Wayan Landrawan / Penanaman Nilai-Nilai Karakter melalui Mata Pelajaran PPKN Dalam Membentuk Sikap Disiplin Siswa di SMP 2 Sawan Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. Maskuri. Pendidikan Karakter disiplin di lingkungan sekolah. Jurnal Tawadhu. : 340363 Muchtar. , & Suryani. Pendidikan karakter menurut kemendikbud. Edumaspu: Jurnal Pendidikan, 3. , 50-57. Mustoip. Implementasi pendidikan karakter. Pristiwanti. Badariah. Hidayat. , & Dewi. Pengertian Pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Konseilng (JPDK), 4. , 7911-7915. Saragih. Meningkatkan Wawasan Nusantara pada Kalangan Milenial. Ganesha Civic Education Journal, 5. , 105-109. https://doi. org/10. 23887/gancej. Sari. Januar. , & Anizar. Implementasi Pembelajaran Akidah Akhak Sebagai Upaya Mendidik Kedisipinan Siswa. Educativo: Jurnal Pendidikan, 2. , 78-88. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304