e-ISSN: Jurnal Manajemen Strategis: Jurnal Mantra Vol. 1 No. (Oktober 2. Hal. 89 Ae 97 Manajemen Program Bahasa Arab di Pesantren Mahasiswa Firdaus Malang Berdasarkan Teori Henry Fayol Wiwit Nazilah Utami1 Nuril Mufidah2 Abdul Malik Karim Amrullah3 1,2,3Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Indonesia Penulis koresponden: 1wiwitnazilah@gmail. com, 2nurilmufidah86@uin-malang. zainababdulmalik@pai. uin-malang. Abstract. Management, an important part of human life, will always be needed wherever humans live, including in their work, education, etc. One of the management experts. Henry Fayol, defines management in three terms, i. : . Management as a process, . Management as a collectivity of people who carry out all management activities, and . Management as an art and science. Henry Fayol's management theory focuses on how management interacts with its personnel. This research will look at how the Arabic language program is managed at the Firdaus Student Islamic Boarding School Malang based on Henry Fayol's management theory. This research used descriptive qualitative methods with data collection techniques of observation, interviews, and documentation. In implementing its Arabic language program, the Firdaus boarding school has paid proper attention to management functions. Starting from planning, organizing, directing, coordinating, and The success of this program management can be seen from the success of the Arabic language program at the Firdaus boarding school. The success of the Arabic language program at the Firdaus boarding school can be seen from the alumni who have become experts in Arabic and successful Arabic language teachers in their respective places. Key words: Management. Arabic language program. Henry FayolAos Management Theory. Abstrak. Manajemen yang merupakan bagian penting dari kehidupan manusia akan selalu dibutuhkan dimanapun manusia hidup termasuk dalam pekerjanya, pendidikannya, dan lain-lain. Salah seorang pakar manajemen Henry Fayol mengartikan manajemen dalam tiga pengertian, yakni: . Manajemen sebagai suatu proses, . Manajemen sebagai kolekstivitas Jurnal Manajemen Strategis: Jurnal Mantra iC Vol. 1 No. 02 iC Oktober 2024 orang-orang yang melakaukan semua kegiatan manajemen, . Manejemen sebagai suatu seni serta sebagai ilmu pengetahuan. Teori manajemen Henry Fayol ini lebih berfokus pada bagaiamana manajemen itu berinteraksi dengan personil nya. Penelitian ini akan menilik bagaimana manajemen program bahasa Arab di pesantren mahasiswa Firdaus Malang berdasarkan teori manajemen Henry Fayol di atas. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam melaksanakan program bahasa Arabnya pesantren mahasiswa firdaus telah memperhatikan fungsi-fungsi manajemen dengan tepat. Dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengawasan. Keberhasilan manajemen program ini dilihat dari suksesnya program bahasa Arab di pesantren Firdaus tersebut. Dan kesuksesan program bahasa Arab di pesantren Firdaus ini dapat dilihat dari alumni-alumni yang telah menjadi ahli dalam bahasa Arab dan telah menjadi mualim bahasa Arab yang sukses di tempatnya masing-masing. Kata Kunci: Manajemen. Program bahasa Arab. Teori manajemen Henry Fayol. Info Artikel: Diterima: 22 Desember 2023 Disetujui: 07 July 2024 DOI: http://dx. org/10. 30588/jmt. Diterbitkan daring: 31 Oktober 2024 LATAR BELAKANG Kehidupan manusia di dunia ini selalu memliki awal dan akhir. Dalam perjalanan dari awal menuju akhir, manusia akan menghadapi berbagai perkara yang kompleks dan beragam, tetapi tujuannya sama. Atas kesadaran inilah, manusia yang diberi anugerah akal akan menemukan sebuah ilmu yang disebut manajemen. Istilah manajemen berasal dari bahasa latin, yaitu AumanusAy yang berarti tangan dan AuagreeAy yang berarti melakukan. Dalam bahasa Inggris, management berasal dari kata Auto manageAy yang berarti mengelola (Siswanto, 2. Kebutuhan hidup manusia begitu kompleks dan beragam. Namun, muara akhir yang dituju ialah sama, maka diperlukan adanya sebuah proses pengelolaan, proses pengorganisasian, proses pengontrolan dan lain-lain (Karlina & Rafeliya, 2. Semua proses tersebut dikumpulkan dalam satu wadah menjadi satuan ilmu yang dikemas rapi dan dibutuhkan oleh seluruh manusia yang masih memiliki kehidupan. Ada pun wadah tersebut berlabelkan AuManajemenAy (Fells, 2. Peran manajemen dalam kehidupan manusia bagaikan sebuah nyawa, sehingga manajemen selalu dapat diandalkan dalam segala hal termasuk dalam dunia pekerjaan dan Jika kebanyakan orang mengenal manajemen bermula dari dalam perusahaan, organisasi, komunitas, dan sejenisnya, itu tandanya mereka belum mengenal kehidupan mereka dengan baik. Oleh karena itu, manajemen telah lahir pada setiap manusia. Manajemen bermula dari pribadi manusia itu sendiri bukan hanya ada di sebuah perusahaan atau organisasi yang berurusan dengan program-program besar dan berinteraksi dengan banyak Jurnal Manajemen Strategis: Jurnal Mantra iC e-ISSN: 3046-6377 orang. Namun, manajemen yang dilakukan berbeda. Dalam sebuah kelompok ada pemberian tanggung jawab untuk mengkoordinasi kelompok tersebut kepada seorang pemimpin dari salah satu anggota di kelompok tersebut, sedangkan manajemen dalam individu manusia menempatkan tanggung jawab itu sepenuhnya milik mereka sendiri. Manajemen yang dibahas dalam penelitian ini ialah manajemen untuk kelompok, bukan individu. Manajemen yang dilakukan oleh suatu instansi dalam menjalankan program yang sudah dirancangnya dengan baik. Dan program yang dimaksud ialah program bahasa Arab dengan instansi yang dituju yakni Pesantren Mahasiswa Firdaus Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pesantren Mahasiswa Firdaus Malang menjalankan program bahasa Arab. Mulai dari pembagian guru yang mengajar, pengelompokan materi ajar, pengelompokan peserta didik, alokasi waktu pembelajaran, dan sebagainya. Penelitian ini berkiblat pada satu teori dari tokoh sekaligus pakar manajemen yang cukup terkenal di kalangan pengusaha, pebisnis, dan juga organisator dunia, yakni Henry Fayol. Menurut Rahman . Fayol adalah tokoh manajemen yang memberikan kontribusi besar dalam pemikiran manajemen. Teori manajemen Henri Fayol adalah sebuah model sederhana tentang bagaimana manajemen berinteraksi dengan personelnya. Fayol dianggap sebagai bapak manajemen modern. Teori manajemennya dikembangkan dan diterbitkan di awal 1900an dan memberikan pengaruh besar pada pengembangan praktik manajemen industri sepanjang abad ke-20 (Sukmana & Maryanti, 2. Penelitian ini berfokus pada manajemen program bahasa Arab di Pesantren Mahasiwa Firdaus berdasarkan teori manajemen Henry Fayol. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivism. Metode ini digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah . ebagai lawan dari metode eksperime. dan merupakan instrumen kunci (Supriyadi et al. , 2. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data Data primer adalah data yang bersumber langsung dari informan di lapangan. Data sekunder adalah data yang didapat dari berbagai data, dokumen, buku, jurnal atau referensi lain yang mengedepankan dan sesuai pada tujuan penelitian. Pada teknik pengumpulan datanya peneliti menggunakan riset dokumentasi yaitu dengan melakukan observasi dan wawancara kepada para ahli yang ada yakni para pengasuh Pesantren Mahasiswa Firdaus Malang dan guru pengajar bahasa Arabnya. Studi pustaka yang digunakan yaitu dengan membaca dan mengamati literatur yang tersedia di berbagai sumber, seperti jurnal dan buku. Jurnal Manajemen Strategis: Jurnal Mantra iC Vol. 1 No. 02 iC Oktober 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Teori manajemen Henry Fayol ini lebih berfokus pada bagaiamana manajemen itu berinteraksi dengan personil nya. Tentang bagaimana sebuah proses bisa bejalan baik sebab kerja sama antar individu dalam suatu organisasi. Dan konsistensi serta tanggung jawab yang besar dari individu dalam menjalankan prinsip dari manajemen itu sendiri. Menurut Henry Fayol, manajemen dapat diartikan ke dalam tiga pengertian, yakni . Manajemen sebagai suatu proses, . Manajemen sebagai kolekstivitas orang-orang yang melakukan semua kegiatan manajerial, dan . Manajemen sebagai suatu seni dan ilmu Menurut Fayol, fungsi manajemen terdiri atas lima fungsi (Rodrigues, 2. Kelima fungsi tersebut adalah perencanaan . , pengorganisasian . , pengarahan . , pengkoordinasian . , pengawasan . Melalui fungsi-fungsi tersebut, manajer bertanggung jawab untuk merencanakan tujuan, mengorganisasikan sumber daya, memberikan arahan kepada karyawan, mengkoordinasikan kegiatan, dan melakukan pengendalian untuk memastikan bahwa tujuan tercapai dengan efektif (Wren et al. , 2. Teori manajemen Fayol yang terkenal adalah pinsip-prinsip manajemennya. Fayol mengemukakan adanya 14 prinsip yang harus diterapkan dalam manajemen. Prinsip ini disebut 14 prinsip administrasi. Perbedaan terjemahan dan referensi ilmu di antara Continental dan Anglo Saxon menjadikan tidak sedikit orang yang memahami Fayol sebagai ahli teori manajemen. Hal itu disebabkan oleh karya aslinya, yaitu AuAdministration Industrielle et GeneraleAy yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul AuGeneral and Industrial ManagementAy (Rahman, 2. Prinsip-prinsip tersebut ialah: Divisi kerja. Fayol percaya bahwa pemisahan pekerjaan di antara karyawan akan meningkatkan kualitas produk. Ia juga menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, ketepatan dan kecepatan para pekerja. Prinsip ini cocok untuk tingkat manajerial maupun teknis. Otoritas dan tanggung jawab. Prinsip ini adalah dua aspek utama manajemen. Otoritas memfasilitasi manajemen untuk bekerja secara efisien, dan tanggung jawab membuat mereka merasa bertanggung jawab atas pekerjaan yang dilakukan di bawah bimbingan atau kepemimpinan mereka. Disiplin. Tanpa disiplin, tidak ada tujuan yang dapat dicapai. Prinsip ini adalah nilai inti untuk proyek apa pun atau manajemen apa pun. Kinerja yang baik dan keterkaitan yang masuk akal membuat pekerjaan manajemen menjadi mudah dan menyeluruh. Perilaku karyawan yang baik juga membantu mereka membangun dan mengembangkan karir profesional mereka dengan lancar. Kesatuan komando atau perintah. Ini berarti seorang karyawan hanya boleh memiliki satu atasan dan mengikuti perintahnya. Jika seorang karyawan harus mengikuti lebih dari satu atasan, maka akan timbul konflik kepentingan dan dapat menimbulkan Jurnal Manajemen Strategis: Jurnal Mantra iC e-ISSN: 3046-6377 Kesatuan arah. Siapa pun yang terlibat dalam kegiatan yang sama harus memiliki arah/tujuan yang sama. Artinya, setiap orang yang bekerja dalam suatu perusahaan harus memiliki satu tujuan dan motif yang akan mempermudah pekerjaan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan mudah. Kepentingan bersama daripada individu. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan harus bekerja sama untuk kepentingan perusahaan daripada kepentingan pribadi. Jadilah bawahan yang dapat memenuhi tujuan organisasi. Hal ini mengacu pada seluruh rantai komando di sebuah perusahaan. Remunerasi. Remunerasi memainkan peran penting dalam memotivasi para pekerja sebuah perusahaan, bentuknya isa berupa uang atau non-uang. Namun, harus sesuai dengan upaya individu yang mereka lakukan. Sentralisasi. Di setiap perusahaan, manajemen atau otoritas yang bertanggung jawab atas proses pengambilan keputusan harus netral. Namun, ini tergantung pada ukuran sebuah perusahaan tersebut. Fayol menekankan harus ada keseimbangan antara hierarki dan pembagian kekuasaan. Hierarki. Pada prinsip ini. Fayol menggarisbawahi bahwa tahapan hierarki harus dari atas ke bawah. Hal ini diperlukan agar setiap karyawan tahu siapa senior langsung mereka, dan juga harus dapat menghubungi siapa jika diperlukan. Tatanan. Perusahaan harus mempertahankan tata kerja yang terdefinisi dengan baik untuk memiliki budaya kerja yang baik. Suasana yang positif di tempat kerja akan mendorong produktivitas yang lebih positif. Ekuitas. Semua karyawan harus diperlakukan secara setara dan penuh hormat. Hal ini merupakan tanggung jawab manajer bahwa tidak ada karyawan yang harus menghadapi sikap diskriminasi. Stabilitas masa kerja. Seorang karyawan akan memberikan yang terbaik jika mereka merasa aman dalam pekerjaannya. Hal ini adalah salah satu tugas manajemen untuk menawarkan keamanan kerja kepada karyawannya. Inisiatif. Manajemen harus mendukung dan mendorong karyawan untuk mengambil inisiatif dalam suatu perusahaan. Ini akan membantu mereka untuk meningkatkan minat dan kemudian membuat karyawan merasa lebih berharga. Esprit de Corps. Merupakan tanggung jawab manajemen untuk memotivasi karyawan mereka dan saling mendukung satu sama lain secara teratur. Mengembangkan kepercayaan dan saling pengertian akan memberikan hasil yang positif pada lingkungan kerja. Ke-14 prinsip manajemen tersebut digunakan untuk mengelola sebuah perusahaan dan bermanfaat untuk melakukan prediksi, perencanaan, pengambilan keputusan, manajemen organisasi dan proses, serta pengendalian dan koordinasi. Fayol berpendapat bahwa manajer harus memiliki kualitas fisik, mental, moral, pendidikan umum, pengetahuan khusus dalam fungsi yang relevan, dan pengalaman. Baginya, tugas utama manajerial adalah pengorganisasian dan pengelolaan manusia, bukan hanya materi . arang fisi. Fayol melihat manajemen sebagai suatu keterampilan yang dapat dipelajari dan diterapkan oleh Jurnal Manajemen Strategis: Jurnal Mantra iC Vol. 1 No. 02 iC Oktober 2024 siapa saja, bukan hanya oleh pemimpin atau manajer yang memiliki Auketrampilan alamiAy (Wren et al. , 2. Manajemen Program Bahasa Arab di Pesantren Mahasiswa Firdaus Malang Pesantren Mahasiswa Firdaus merupakan pesantren yang pada mulanya hanya berfokus pada program pembelajaran Al-qurAoan. Setiap santri wajib mengkaji Al-qurAoan mulai dari dasar yakni tajwid . lmu membaca Al-qurAoa. hingga tafsir . lmu memahami isi AlqurAoa. Seiring berjalannya waktu pesantren ini merubah program utamanya menjadi pembelajaran bahasa Arab Al-qurAoan. Maksudnya ialah santri akan diajak mengkaji AlqurAoan dengan menggunakan bahasa Arab sebagai kunci utamanya, sehingga bahasa Arab yang akan dipelajari para santri ialah bahasa Arab yang ada pada Al-qurAoan. Pengusung program bahasa Arab Al-qurAoan ini ialah para pengasuh dan penanggung jawab pesantren mahasiswa Firdaus Malang. Para pengasuh melaksanakan musyawarah terlebih dahulu dengan mengajak para ustadz dan ustadzah yang akan mengajarkan program tersebut. Setelah diresmikannya program baru itu tanggung jawab pelaksanaannya atau manajer programnya diserahkan kepada salah seorang pengasuh dan ustadzah musyrifah yang bertempat tinggal di dalam pesantren. Beliau bernama ustadzah Nur Ainy Al mascatty selaku pengasuh dan Ustadzah Hijriatun selaku musyrifah. Pada mulanya program ini cukup sulit diterapkan. Selain karena masih baru mayoritas santri tidak mengerti tentang bahasa Arab. Tidak jarang dari mereka yang kemudian mengeluh dan merasa kesulitan. Sehingga program ini berjalan cukup berantakan Banyak hal yang berkali-kali dirubah seperti kurikulum, materi, metode, media, dan lain sebagainya. Hingga prosesnya menemui akhir dan program bahasa Arab Al-qurAoan ini telah menjadi karakteristik dari pesantren ini. Pengelolaan program atau manajemen program bahasa Arab di pesantren Mahasiswa Firdaus sudah berjalan dengan baik. Beberapa contoh di antaranya adalah: Tahap Perencanaan Sebelum memasuki tahun ajaran baru, pesantren mahasiswa Firdaus selalu mengadakan rapat bersama para pimpinan untuk menyusun kurikulum yang baru. Karena pesantren ini menggunakan kurikulum sendiri sehingga disetiap semesternya harus mengadakan evaluasi terhadap kurikulum sebelumnya. Selain menyusun kurikulum para pimpinan juga akan mengkaji kembali materi ajarnya. Sehubungan dengan program bahasa Arab yang berbasis Al-qurAoan maka pimpinan akan mengevaluasi ulang materi-materi ajar apakah sudah tepat dengan tujuan pembelajaran atau masih kurang. Berbicara mengenai materi ajar, pesantren mahasiswa Firdaus memiliki buku ajar yang diberi nama AuPengajaran Terpadu Al-qurAoan dan Bahasa Arab Al-qurAoanAy yang bisa dikatakan juga sebagai media ajarnya. Buku ini disusun oleh ustadzah Nur Ainy AlMascatty dan ustadzah Hijriatun. Buku bermuatan materi yang mencakup materimateri Al-qurAoan seperti makhorijul huruf, tajwid, dan tafsir. Selain itu juga mencakup materi-materi kebahasa Araban seperti pengenalan fiAoil, isim, dan huruf. Ada pun Jurnal Manajemen Strategis: Jurnal Mantra iC e-ISSN: 3046-6377 keunikannya ialah seluruh contoh kalimat pada bab qowaid bahasa Arabnya berupa potongan ayat Al-qurAoan. Sehingga tiap kali belajar teori bahasa Arab, dapat langsung mengaplikasikannya pada sumber dari ajaran Islam. Buku ini juga disusun dalam 3 jilid. Yang mana setiap jilidnya bermuatan materi yang saling berkaitan antara bab 1 dengan bab-bab lainnya. Kalimat dalam Al-qurAoan yang dapat dinilai dari sisi ilmu tajwid dan juga dapat dilihat dari sisi ilmu bahasa Arabnya. Pengetahuan-pengetahuan dasar namun penting ini tertera dan tersusun rapi dalam buku tersebut. Kemudian para pimpinan juga menentukan metode yang akan digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab Al-qurAoan. Dan metode yang digunakan di pesantren Firdaus ini ialah metode Jibril. Yakni metode yang menjadikan guru sebagai center teaching atau pembelajaran berpusat pada seorang guru yang akan memimpin pembelajaran. Karakteristik dari metode ini ialah guru akan mentalqin siswanya dan siswa akan mentaqlid bacaan gurunya dan siklus ini terus berulang hingga siswa telah memahami materi dengan baik. Selain dari komponen-komponen pembelajaran di atas, pimpinan juga bermusyawarah terkait muallim dan muallimah untuk program khusus ini. Sebab di pesantren Firdaus tidak hanya mengaji bahasa Arab dan Al-qurAoan tapi juga ilmu syarAoi lainnya sehingga untuk guru pengajar bahasa Arab ini hanyalah orang-orang pilihan. Untuk menjadi pengajar bahasa Arab Al-qurAoan harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang matang terkait ilmu kebahasa Araban dan ilmu Al-qurAoan. Karena dalam satu program memiliki unsur ilmu majemuk sehingga tidak semua orang bisa. Terkadang orang pandai berbahasa Arab, namun ilmu Al-qurAoannya tidak begitu Adapula orang yang sudah mampu menghafal dan memahami Al-qurAoan namun tidak mengerti bahasa Arab. Sehingga untuk para pengajar dipilih dari orangorang yang memiliki keahlian pada keduanya. Perencanaan yang terakhir ialah terkait alokasi waktu dari pelaksanaan program bahasa Arab Al-qurAoan ini. Dalam satu semester terdapat 5 bulan dan pembelajaran bahasa Arab Al-qurAoan ini dilaksanakan setiap hari. Adapun materi yang diberikan sesuai dengan urutan materi yang ada pada buku panduan. Kemudian untuk evaluasinya terdapat 3 kali evaluasi, yakni: . Evaluasi mingguan yang dilaksanakan setiap hari sabtu, . Evaluasi akhir semester yang dilaksanakan setiap akhir semester, . Tashih kelulusan atau munaqosyah yang dilaksanakan ketika hendak lulus dari pesantren Firdaus ini. Tahap Pengorganisasian Jika seluruh komponen program telah disusun dengan baik dan siap untuk dilaksanakan maka tanggung jawab pelaksanaanya akan diserahkan pada ustadzah pengasuh dan ustadzah musyrifah yang tinggal di pesantren. Karena beliau-beliau pula yang akan menjadi muallim pembelajaran bahasa Arab Al-qurAoan tersebut. Pada tahap ini santri akan diberikan pre test di awal semester untuk mengukur kemampuan santri. Dari hasil pre test akan menentukan posisi kelas santri yakni kelas 1 ialah kelas dasar yang akan menggunakan buku pedoman 1 dan kelas 2 ialah tingkat Jurnal Manajemen Strategis: Jurnal Mantra iC Vol. 1 No. 02 iC Oktober 2024 menengah menggunakan buku pedoman 2 dan kelas 3 ialah kelas atas yang dirasa sudah cukup mampu memahami Al-qurAoan menggunakan bahasa Arab. Tahap Pengarahan Pengasuh pesantren selalu mengarahkan para muallim dan muallimah dalam melaksanakan pogram ini. Jika ada ketidak jelasan dan kesalahan yang dilakukan maka pengasuh akan bertanggung jawab penuh untuk mengarahkan dan meluruskan atau memperbaikinya kembali. Sebab dalam pelaksanaan pasti akan menemukan satu dua atau bahkan lebih kendala yang tidak disangka-sangka. Tahap Pengkoordinasian Setiap selesai mengajar para muallim harus selalu melakukan pelaporan di buku jurnal mengajar terkait apa saja yang sudah disampaikan. Selain itu para muallim juga selalu melaksanakan evaluasi rutin yaitu setiap hari ahad kepada pengasuh yang menetap di Pada akhir bulan juga diadakan evaluasi bersama para pimpinan yayasan terkait program yang sudah dijalankan selama 1 bulan yang lalu. Tujuan daripada evaluasi dan pelaporan tersebut untuk berjalannya koordinasi antara pimpinan dengan bawahan sehingga tidak terjadi salah paham selama program berlangsung. Tahap Pengawasan Demi menjaga keharmonisan antar anggota juga kesuksesan suatu program, tentu dibutuhkan adanya pengawasan di dalamnya oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab di dalamnya, seperti para muallim, pengasuh, dan pimpinan yayasan. Pengawasan dilakukan setiap saat dan tidak harus menunggu diadakannya acara resmi seperti evaluasi bulanan untuk bisa mengerti apa saja yang sedang terjadi selama program Manajemen program yang dilaksanakan di pesantren Mahasiswa Firdaus jika dikaji berdasarkan teori manajemen Henry Fayol bisa dikatakan sudah sesuai. Fungsi-fungsi dari manajemen itu sendiri sudah terlaksana dengan baik. Meski terkadang tidak terlalu sistematis sebab terdapat pengasuh yang juga merangkap menjadi muallim. Akan tetapi hal ini tidak terlalu menjadi masalah sehingga program bahasa Arab Al-qurAoan di pesantren Mahasiswa Firdaus dapat berjalan sesuai dengan harapan. Hal ini terbukti dengan adanya alumni yang mahir berbahasa Arab dan juga Al-qurAoan bahkan banyak dari mereka yang sudah mendirikan lembaga pendidikan sendiri untuk mengajarkan ulang program tersebut. KESIMPULAN Manajemen yang merupakan bagian penting dari kehidupan manusia akan selalu dibutuhkan dimanapun manusia hidup termasuk dalam pekerjanya, pendidikannya, dan lain-lain. Salah seorang pakar manajemen Henry Fayol mengartikan manajemen dalam tiga pengertian, yakni: . Manajemen sebagai suatu proses, . Manajemen sebagai kolekstivitas orang-orang yang melakaukan semua kegiatan manajemen, . Manejemen sebagai suatu seni serta sebagai ilmu pengetahuan. Teori manajemen Henry Fayol ini lebih berfokus pada Jurnal Manajemen Strategis: Jurnal Mantra iC e-ISSN: 3046-6377 bagaiamana manajemen itu berinteraksi dengan personilnya. Dalam melaksanakan program bahasa Arabnya pesantren mahasiswa firdaus telah memperhatikan fungsi-fungsi manajemen dengan tepat. Dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengawasan. Keberhasilan manajemen program ini dilihat dari suksesnya program bahasa Arab di pesantren Furdaus tersebut. Dan kesuksesan program bahasa Arab di pesantren Firdaus ini dapat dilihat dari alumni-alumni yang telah menjadi ahli dalam bahasa Arab dan telah menjadi muallim bahasa Arab yang sukses di tempatnya masingmasing. REFERENSI