Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 HUBUNGAN PENGETAHUAN PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT IBU HAMIL DENGAN GINGIVITIS THE RELATIONSHIP BETWEEN ORAL HEALTH MAINTENANCE KNOWLEDGE OF PREGNANT WOMEN AND GINGIVITIS Aida Salsabila Roichana1. Isnanto2. Agus Marjianto3 1,2,3 Poltekkes Kemenkes Surabaya . mail penulis korespondensi: aidasalsabyla299@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Gingivitis adalah gangguan kesehatan jaringan periodontal yang ditandai dengan peradangan pada gusi dan sangat sering terjadi selama masa kehamilan. Kondisi ini dapat diperparah oleh perubahan hormonal serta berbagai faktor risiko lain, termasuk kurangnya pengetahuan dan praktik kebersihan mulut yang tidak optimal. Observasi awal yang dilakukan di Puskesmas Temayang. Kabupaten Bojonegoro, menunjukkan angka kejadian gingivitis yang cukup besar pada ibu hamil. Berdasarkan hal tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan pemeliharaan kesahatan gigi dan mulut dengan gingivitis pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional serta rancangan cross-sectional. Sebanyak 41 responden yang merupakan ibu hamil di Puskesmas Temayang dipilih dengan metode purposive sampling. Tingkat pengetahuan ibu hamil diukur menggunakan kuesioner, sedangkan untuk mendeteksi gingivitis menggunakan lembar pemeriksaan gingivtis untuk mengetahui ada atau tidaknya gingivitis pada ibu hamil. Penelitian ini menerapkan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05 untuk analisis. Hasil: Hasil analisis memperlihatkan mayoritas ibu hamil mempunyai tingkat pengetahuan pada kategori cukup hingga baik. Hasil pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil mayoritas pada kategori cukup dengan persentase 65,9% . ibu hami. , sedangkan untuk banyaknya ibu hamil yang mengalami gingivitis sebesar 65,9% . ibu hami. Namun tidak terdapat korelasi yang bermakna secara statistik antara pengetahuan mengenai perawatan kesehatan gigi dan mulut dengan jumlah kasus gingivitis pada ibu hamil, menurut hasil uji Chi-square dengan signifikasi sebesar 0,487. Kesimpulan: Studi menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik tidak selalu berkorelasi dengan kesehatan gingiva. Faktor-faktor lain seperti perubahan hormonal selama kehamilan, ketidaknyamanan saat menyikat gigi akibat mual dan muntah, serta persepsi keliru bahwa perdarahan gusi merupakan hal normal selama kehamilan dapat menjadi hambatan dalam menjaga kesehatan mulut. Kata kunci : Gingivitis, ibu hamil, pengetahuan, kesehatan gigi dan mulut, perilaku preventif ABSTRACT Background: Gingivitis is a periodontal tissue disorder characterized by inflammation of the gums and is very common during pregnancy. This condition can be aggravated by hormonal changes as well as various other risk factors, including lack of knowledge and suboptimal oral hygiene practices. Preliminary observations conducted at Temayang Public Health Center. Bojonegoro Regency, showed a relatively high incidence of gingivitis among pregnant women. Based on this, the aim of this study is to determine the relationship between knowledge of oral health maintenance and gingivitis in pregnant Methods: This study employed a quantitative approach with a correlational analytic design and a cross-sectional framework. A total of 41 respondents, who were pregnant women at Temayang Public Health Center, were selected using purposive sampling. The level of knowledge among the pregnant women was measured using a questionnaire, while gingivitis was detected using a clinical examination This study applied the Chi-Square test with a significance level of 0. 05 for the analysis. Results: The analysis results showed that the majority of pregnant women had a knowledge level categorized as moderate to good. However, there was no statistically significant correlation between knowledge about oral health care and the number of gingivitis cases among pregnant women, according to the Chi-square test results with a significance value of 0. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 Conclusion: The study indicates that good knowledge does not always correlate with gingival health. Other factors, such as hormonal changes during pregnancy, discomfort while brushing teeth due to nausea and vomiting, as well as the mistaken perception that gum bleeding is normal during pregnancy, may become barriers to maintaining oral health. Keywords : Gingivitis, pregnant women, knowledge, oral health, preventive behavior PENDAHULUAN Kesehatan mulut adalah bagian penting dari kesehatan umum dan memengaruhi kualitas hidup seseorang. Istilah kesehatan mulut mencakup kondisi rongga mulut, termasuk gigi serta jaringan pendukungnya, yang berada dalam keadaan bebas dari penyakit, nyeri, dan gangguan lain pada jaringan sekitar, sehingga mampu menjalankan psikologis secara optimal . Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut adalah hal yang krusial dari memajukan kesehatan secara Ini termasuk berbagai kegiatan preventif dan promotif untuk menghindari penyakit dan menjaga rongga mulut berfungsi dengan baik. Hampir semua masyarakat di Indonesia merasakan masalah penyakit gigi dan mulut, tidak terkecuali ibu hamil juga penanganan perawatan dalam menurunkan angka kejadian penyakit . World Health Organization (WHO) menggambarkan kesehatan mulut sebagai keadaan di mana seseorang tidak mengalami nyeri jangka panjang di mulut dan wajah, kanker di rongga mulut dan tenggorokan, infeksi dan luka di mulut, penyakit gusi . , kerusakan dan kehilangan gigi, dan gangguan lainnya yang dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk menggigit, mengunyah, tersenyum, berbicara, dan memperbaiki kesehatan psikososialnya . Menurut laporan WHO tentang kondisi kesehatan gigi dan mulut pada tahun 2022, sekitar 3,5 miliar orang, atau hampir setengah dari populasi global, mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Pendapat Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), gingivitis dialami oleh 75Ae 90% populasi global, dengan mayoritas berada pada tingkat keparahan sedang sekitar 75%. Amerika Serikat, angka kejadian gingivitis mencapai lebih dari 82% pada kelompok usia muda dan lebih dari 50% pada orang dewasa. Sementara itu, gingivitis pada ibu hamil di seluruh dunia diperkirakan sekitar 30% hingga 100% dari total populasi ibu hamil . Gingivitis merupakan masalah mulut yang umum pada ibu hamil. Pergantian hormon dan sistem vaskular yang terjadi dalam masa mengandung dapat memperkuat reaksi atau iritasi lokal . Peradangan gusi yang terjadi selama Selama masa kehamilan, kebersihan gigi dan mulut menjadi salah satu penyebab munculnya masalah kesehatan mulut yang bisa di sebut juga dengan gingivitis Histamine dan enzim proteolitik dilepaskan sebagai akibat dari peningkatan hormon, yang memperburuk peradangan gusi. Kondisi ini biasanya disertai dengan plak dan kalkulus yang menyebabkan peradangan pada gingiva, papila interdental yang merah, bengkak, dan mudah berdarah . Hasil survei kesehatan 2023 dalam Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2023 hasil presentase masalah atau gangguan terhadap kesehatan gusi dan jaringan lunak sekitar mulut selama 1 tahun terakhir yaitu 18,8%. Pada kasus gusi bengkak (Abse. dan gusi mudah berdarah memperoleh hasil 14,1%, hal ini menunjukkan gingivitis merupakan penyakit ketiga terbanyak yang dialami penduduk Indonesia. Provinsi Jawa Timur sendiri memiliki presentase 10,1% untuk kejadian masalah atau gangguan gusi bengkak (Abse. dan Gusi mudah berdarah . Berdasarkan data dan hasil observasi yang didapat oleh peneliti dari Puskesmas Temayang pada bulan Juli 2024 dari 18 ibu hamil yang di periksa terdapat 11 . ,1%) ibu hamil yang mengalami gingivitis dan 5 . ,8%) diantaranya mengalami karies gigi, 1 . ,5%) terdapat stomatitis dan 1 . ,5%) lainya kondisi gigi dan mulutnya baik. Berdasarkan dari latar belakang di atas peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian terkait AuHubungan Pengetahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Gingivitis Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Temayang Kabupaten BojonegoroAy yang bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan gingivitis pada ibu hamil. METODE Dengan penelitian cross-sectional, penelitian ini bertujuan untuk menganaliasis hubungan perihal pengetauan ibu hamil tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan gingivitis di Puskesmas Temayang Bojonegoro. Penelitian cross-sectional pengumpulan data secara bersamaan untuk melihat dinamika hubungan antara faktor resiko dan efek. Penelitian Puskesmas Temayang Kabupaten Bojonegoro yang bertempat di Gg. Basuki Rahmat No. Temayang. Kabupaten Bojonegoro. Jawa Timur 62184. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 - Januari 2025. Dalam penelitian ini, 45 ibu hamil yang mengunjungi Puskesmas Temayang Bojonegoro. Sampel pada penelitian ini di hitung dengan mengunakan rumus Slovin. Dengan mempertimbangkan menggunakan rumus slovin, jumlah sampel yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah 40,44 ibu hamil, sehingga pembulatan dilakukan pada 41 responden. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dengan tema pengetahuan ibu hamil tentang perawatan gigi dan mulut. Analisis Univariat dalam studi ini pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil adalah variabel bebas, dan gingivitis adalah variabel terikat. Analisis ini dikerjakan dengan menghitung persentase dari seluruh responden yang diteliti, sehingga dapat diperoleh gambaran mengenai komposisi data berdasarkan berbagai aspek. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan karakteristik responden menggunakan distribusi frekuensi dan proporsi dari setiap variabel. Analisis Bivariat dengan Uji analisis uji Chi-Squre dipakai untuk mengetahui adanya korelasi antara dua variabel, yaitu pengetahuan pemeliharaan gigi dan mulut ibu hamil serta variabel gingivitis dengan nilai A < 0,05. Dalam studi ini mengunakan nilai A = 5% = 0,05. Syarat uji Chi-Squre yaitu data harus berdistribusi normal dan salah satu skala datanya berskala ordinal atau nominal. HASIL Setelah dilakukan pengambilan data didapatkan karakteristik responden sebagai Tabel 1. Distribusi Karakteristik Respondenn Ibu Hamil di Puskesmas Temayang Bojonegoro Karakteristik Responden Usia >50 Pendidikan SMP SMA Pekerjaan Ibu Rumah Tangga Wiraswasta Karyawan PNS Swasta TKI Buruh Usia Kehamilan Trimester 1 Trimester 2 Trimester 3 Frekuensi Persentase 9,8% 56,1% 29,3% 4,9% 9,8% 65,9% 2,4% 2,4% 19,5% 2,4% 2,4% 4,9% 7,3% 2,4% 2,4% 48,8% 24,4% Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa mayoritas ibu hamil dari berusia 2130, dalam segi pendidikan mayoritas wanita mengandung yaitu lulusan Sekolah Menengah Atas/Sederajat, sedangkan dari segi jenis pekerjaan kebanyakan adalah ibu rumah, dan sebagian besar usia kehamilan berada di Trimester 1. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 Studi ini menyelidiki 41 wanita mengandung yang menjalani peninjauan pada poli gigi Puskesmas Temayang di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan apakah ada korelasi pengetahuan perihal pennjagaan kesehatan gigi dan mulut dengan tingkat gingivitis yang diderita oleh ibu Hasil penelitian ditunjukkan dalam tabel seperti berikut: Jawaban Responden No. Kategori Baik . -100%) Cukup . -75%) Kurang (<56%) Jumlah Rata-rata Frekuensi Persentase 9,8% 65,9% 24,3% Berdasarkan hasil data dari Tabel 2 diketahui mayoritas ibu hamil memiliki wawasan perawatan kesehatan gigi dan mulut yang cukup. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Jawaban Responden Jawaban Responden No. Pernyataan Gigi yang sehat berarti giginya bersih dan tidak Mengosok gigi minimal 3 kali sehari* Mengosok gigi dilakukan saat mandi, makan,sebelu m tidur Sikat gigi perlu di ganti secara rutin 12 bulan Lama waktu menyikat gigi yang baik 2-5 Tidak Benar Benar % Tidak Benar Benar % Tabel 2. Tingkat Pengetahuan Ibu hamil Pernyataan Konsumsi buah dan gigi berlubang Ibu sebaiknya Pasta gigi protein baik untuk di Setelah permen perlu Mengosok gigi sebaiknya Kesehatan gigi dan mulut harus setiap enam bulan sekali. Saat gusi perlu di Menggosok gigi yang benar adalah bagian gigi . epan,belaka ng,sela-sela Jika Anda gigi Anda pasta gigi dengan rasa mint yang dingin. Anda Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 Jawaban Responden No. Pernyataan Benar % tidak perlu Dokter gigi gigi tidak hanya karena gigi sakit. Setelah sarapan dan sebelum tidur, cukup gosok Lidah tidak perlu di sikat Sikat gigi yang baik yaitu sikat gigi yang . angkainya lurus,tidak licin saat dipegang,ujun g kepala sikat Ibu hamil tidak perlu Ibu hamil tidak perlu obat kumur Ibu hamil dental floss n gigi Sikat gigi maju mundur pada bagian Sikat gigi pada bagian depan gigi Gigi kotor Tidak Benar Jawaban Responden No. Pernyataan karang gigi. Bibir kering kesehatan gigi dan mulut Benar % Tidak Benar Berdasarkan tabel 3 didapatkan hasil jawaban responden dari hasil pengumpulan data bahwa banyak ibu hamil yang mengetahui gigi sehat merupakan gigi yang bersih dan tidak Ibu hamil juga sudah mengetahui bahwa menggosok gigi di lakukan di semua bagian ataranya . epan, belakang, serta sela sela gig. juga di bersihkan, banyak responden mengetahui bahwa menyikat gigi belakang bisa dilakukan dengan gerakan maju-mundur. Sedangkan banyak ibu hamil memiliki pengetahuan yang kurang tentang berkumur bisa di lakukan setelah ibu hamil mual dan Tabel 4. Hasil Penelitian Gingivitis No Kategori Gingivitis Ada Gingivitis Tidak Ada Gingivitis Jumlah Frekuensi Persentase 65,9% 34,1% Berdasarkan tabel 4 diketahui bahwa mayoritas ibu hamil mengalami gingivitis. Berdasarkan hasil pengumpulan data dari penelitian yang telah disajikan yaitu hasil pengisian kuesioner pada responden dan pemeriksaan gingivitis mengunakan lembar pemeriksaan , sebelum melakukan uji spss perlu adannya pengujian terkait normalitas data selanjutnya data dianalisis dengan uji statistik Chi-square. Agar diketahui apakah terdapat hubungan atau tidak atara pengetahuan perawatan kesehatan gigi dan mulut dengan gingivitis pada wanita mengandung. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 Tabel 5. Hasil Uji Chi-Square Hubungan Pengetahuan Perawatan Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil dengan Gingivitis Di Puskesmas Temayang Bojonegoro Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Kurang Cukup Baik Total Tidak Kategori Ada Gingivitis Ada Total 0,487 Tidak terdapat korelasi antara wawasan mengenai penjagaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil dengan gingivitis di Puskesmas Temayang, menurut tabel 4. 5, karena nilai sig . menunjukkan nilai 0,487, dan kesimpulan adalah bahwa nilai (A) lebih besar dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil dengan gingivitis di puskesmas Temayang Bojonegoro. PEMBAHASAN Mengacu hasil penelitian terhadap responden, diketahui mayoritas wanita mengandung dengan golongan wawasan pemeliharaan yang cukup. Rata-rata wanita mengandung yang memiliki pengetahuan cukup mengenai gigi yang sehat merupakakan gigi yang bersih dan terhindar dari gigi bolong. Mayoritas ibu hamil mengetahui menyikat gigi di lakukan di semua bagian gigi . ada gigi depan, belakang, serta sela-sela gig. Beberapa hal mempengaruhi pengetahuan yang cukup, salah satunya adalah tingkat pendidikan. Pengetahuan yaitu hasil manusia terhadap objek yang di lihat mengunakan alat indera seperti . ata, telinga, hidun. Pengetahuan yang di miliki seseorang bisa dirasakan jika sudah dilihat secara nyata. ilmu di lihat oleh pengetahuan, menghasilkan presepsi serta perhatian terhadap suatu objek yang ada. Pendidikan dapat mempengaruhi sikap dan tingkah laku seseorang untuk melakukan berbagai hal dari pengajaran yang di dapatkan. Jika individu memiliki pendidikan tinggi, maka mudah bagi mereka mengerti betapa krusialnya Namun, mengenai kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan harus ditingkatkan bagi wanita Penelitian ini selaras dengan Marliani et al. , . yaitu wawasan mempengaruhi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, sehingga kurangnya wawasan ketidaktahuan mereka bagaimana merawat kesehatan gigi dan mulut mereka . Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan hasil rata rata pengetahuan perawatan kesehatan gigi dan mulut cukup, ibu hamil kurang mengetahui cara menjaga kesehatan gigi dan mulut. Saat mengalami mual muntah sebaiknya melakukan kumur atau membersihkan rongga mulut. Kebanyakan ibu hamil belum mengetaui cara mengatasi mual dan muntah saat hamil. Sehingga kesehatan gigi dan mulut wanita mengandung diabaikan. Kumur menggunakan air setelah muntah sangat membantu karena muntah membuat pH rongga mulut menjadi asam, yang dapat menyebabkan kerusakan gigi, seperti abrasi. Selain itu, responden melakukan tindakan yang baik dengan makan buah yang berisi vitamin A dan C . Penelitian mayoritas ibu hamil yang menjadi responden mengalami gingivitis saat mengandung. Mayoritas ibu hamil yang mengalami gingivitis bisa di sebabkab oleh banyak faktor salah berwawasan cukup, hal ini dapat menyebabkan responden tidak memperhatikan kondisi dan masalah rongga mulutnya. Akibatnya, mereka mungkin tidak merawat gigi dan mulut yang tepat selama kehamilan Mengacu pada hasil penelitian, ibu hamil di puskesmaas Temayang mengetahui bahwa gusi yang memerah, mengeluarkan darah dan bengkak tetapi ibu hamil mengabaikan dan tidak ada rasa peduli. Gingivitis masih sering terjadi karena wanita mengandung tidak merawat kebersihan gigi dan Hal ini sejalan penelitian Phoosuwan. Bunnate and Lundberg . unsur perilaku seperti wawasan, sosial ekonomi, rutinitas sikat gigi, serta menjaga kebersihan mulut dan gigi amat memengaruhi risiko penyakit periodontal. Banyak ibu hamil masih menganggap perdarahan gusi selama kehamilan sebagai hal yang normal. Kecenderung mengabaikan perawatan yang diperlukan menyebabkan kurangnya Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 penanganan masalah periodontal sejak dini dan tingkat kunjungan ke dokter gigi yang lebih Jika gingivitis dibiarkan, dapat berubah menjadi periodontitis yang lebih buruk dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi kehamilan, contohnya bayi prematur dan bobot lahir bayi rendah. Intervensi kesehatan mulut telah terbukti berhasil menurunkan risiko dengan meningkatkan pengetahuan dan perilaku . Dalam menemukan bahwa tingkat wawasan wanita mengandung menganai perawatan kesehatan gigi dan mulut ternyata tak berhubungan Meskipun mayoritas responden memiliki pengetahuan yang tergolong cukup hingga baik, kondisi kesehatan gingiva mereka tetap menunjukkan adanya peradangan. Hal ini mencerminkan bahwa pengetahuan saja belum cukup untuk mencegah gingivitis, terutama jika tidak disertai dengan praktik kebersihan mulut yang konsisten dan efektif. Penelitian ini selaras dengan berbagai penelitian di Indonesia. Studi oleh Azizah and Ramadhani . di Bandung menemukan bahwa meskipun wawasan dan perilaku wanita mengandung tentang kesehatan mulut cukup baik, namun perilaku preventif seperti pemeriksaan rutin ke dokter gigi masih rendah, sehingga prevalensi gingivitis tetap tinggi. Pada penelitian Soegyanto et al. melaporkan bahwa rendahnya penerapan tindakan nyata dalam menjaga kebersihan mulut pada ibu hamil di Indonesia menjadi penyebab utama tingginya kejadian radang gusi, walaupun informasi tentang pentingnya disosialisasikan. Peneliti juga menilai bahwa faktor-faktor lain di luar pengetahuan, seperti perubahan hormonal selama kehamilan, faktor genetik , serta juga bisa di sebabkan oleh faktor sisa makan yang masih tertinggal didalam mulut , ketidaknyamanan saat menyikat gigi pada kondisi ibu hamil muntah yang lebih memilih untuk istirahat dari pada membersihkan gigi dan mulut terlebih dahulu dan persepsi yang salah bahwa perdarahan gusi adalah kondisi normal, menjadi penghalang utama dalam pencegahan gingivitis. Sebab mempertimbangkan intervensi yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan akses terhadap perawatan gigi yang cukup. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa dalam konteks ibu hamil, upaya pencegahan gingivitis sebaiknya juga berfokus pada penambahan wawasan, serta mengarah pada pembentukan sikap nyata berkelanjutan dalam menjaga kebersihan mulut. Intervensi promotif yang komprehensif, misalnya melalui integrasi edukasi dalam layanan antenatal dan pemberdayaan tenaga kesehatan seperti bidan, perlu diperkuat agar dapat menurunkan angka kejadian gingivitis di kalangan ibu hamil. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian terhadap 41 ibu hamil di Puskesmas Temayang. Kabupaten Bojonegoro, pada tahun 2025 menghasilkan beberapa kesimpulan: Sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan yang cukup tentang perawatan kesehatan gigi dan mulut. Mayoritas ibu hamil mengalami gingivitis. Tidak ditemukan korelasi antara pengetahuan ibu hamil tentang perawatan kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian gingivitis. Bagi ibu hamil,tingkatkan pengetahuan tentang pentingnya merawat kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan melalui buku, internet, dan penyuluhan di Puskesmas. Bagi petugas kesehatan, edukasi ibu hamil tentang risiko gangguan gigi dan mulut bagi ibu dan janin, serta program pemeriksaan rutin ke Poli Gigi, baik ada keluhan maupun tidak, untuk pencegahan gingivitis. Bagi peneliti selanjutnya jadikan hasil ini sebagai dasar penelitian lebih lanjut, telusuri faktor penyebab lain gingivitis, dan lakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. DAFTAR PUSTAKA