Kinerja Pegawai Di PT. Pelindo IV Cabang Ambon Dalam Pelayanan Kepelabuhanan Untung Tomagola . Pieter S. Soselisa . Julia Theresia Patty . 1,2,. Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Pttimura. Indonesia Email: . tomagolauntung@gmail. soselisapieter5@gmail. juliapatty321@gmail. ARTICLE HISTORY Received 03 Maret 2. Revised . Mei 2. Accepted . Juni 2. KEYWORDS Performance. Port Services. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Penelitian ini di laksanakan di Kantor PT. Pelindo IV Cabang Ambon (Terminal Petikemas Ambo. Penelitian ini di latar belakangi oleh Terkait kurangnya sosialisasi langsung dari pihak Terminal Petikemas Ambon kepada para pengguna jasa mengenai SOP yang ada misalnya sosialisasi masalah biaya kunjungan kapal, serta tidak tersedianya fasilitas kotak saran sehingga membuat pengguna jasa susah dalam menyampaikan keluhannya. Informan yang di ambil dalam penelitian ini di batasi pada pegawai Terminal Petikemas Ambon. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif yang menggambarkan tentang kinerja pegawai dalam pelayanan kepelabuhanan. Teknik pengumpulan data yang di lakukan adalah dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisi data yang di pergunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja pegawai dalam pelayanan kepelabuhanan dengan metode mangkunegara berjalan cukup baik, hal ini dapat di lihat dari SOP yang ada. Disarankan pada kantor pelindo IV cabang ambon . erminal petikemas ambo. lebih melakukan pengawasan, menyediakan perlengkapan yang lebih memadai serta melakukan training/pelatihan pada pegawai. ABSTRACT This research was carried out at the PT. Pelindo IV Ambon Branch (Ambon Container Termina. This research was motivated by the lack of direct socialization from the Ambon Container Terminal to service users regarding existing SOPs, for example socialization of the issue of ship visit fees, and the unavailability of suggestion box facilities so that it makes it difficult for service users in submitting a complaint. The informants taken in this study were limited to employees of the Ambon Container Terminal. This type of research is descriptive research that describes the performance of employees in port services. Data collection techniques are carried out by means of observation, interviews and The data analysis technique used in this study is a qualitative descriptive The results of this study indicate that the performance of employees in port services using the mangkunegara method is running quite well, this can be seen from the existing SOPs. It is recommended that the Pelindo IV Ambon branch office . mbon container termina. carry out more supervision, provide more adequate equipment and conduct training for employees. PENDAHULUAN Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari sekitar 17. 504 pulau dengan panjang garis pantai sekitar 95. 181 km serta luas laut mencakup sekitar 70% dari total luas wilayah Indonesia. Menurut Konvensi PBB (UNCLS) tentang Hukum Laut. AuNegara kepulauanAy berarti suatu Negara yang seluruhnya terdiri dari satu atau lebih kepulauan dan dapat mencakup pulau-pulau lainnya. Kepulauan berarti suatu gugusan pulau, termasuk dalam bagian pulau, perairan di antaranya dan lain-lain wujud alamiah yang hubungannya satu sama lainnya dengan demikian erat sehingga pulaupulau perairan dan wujud alamiah lainnya itu merupakan suatu kesatuan geografi, ekonomi dan politik yang hakiki, dimana secara historis dianggap demikian. Sebagai negara kepulauan. Indonesia memiliki ekosistem pesisir yang di mana perlu penanganan secara khusus dan lebih spesifik agar tetap terjaga dengan baik. Pulau-pulau di Indonesia hanya bisa tersambung melalui laut di antara pulau-pulaunya. Laut bukan pemisah, tetapi pemersatu berbagai pulau, daerah dan kawasan indonesia. Hanya melalui perhubungan antar pulau, antar pantai, kesatuan Indonesia dapat terwujud. Pelayaran yang menghubungkan pulau-pulau adalah urat nadi kehidupan sekaligus pemersatu bangsa dan negara Indonesia. Sejarah kebesaran Sriwijaya atau Majapahit menjadi bukti nyata bahwa kejayaan suatu negara di nusantara hanya bisa dicapai melalui keunggulan Laut. Oleh karena itu, pembangunan industri terhadap pelayaran nasional sebagai sektor strategis, perlu diprioritaskan agar dapat meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Karena nyaris di seluruh komoditi untuk perdagangan internasional yang diangkut dengan menggunakan sarana dan prasarana transportasi Laut, untuk menyeimbangkan pembangunan kawasan antara kawasan timur Indonesia dan barat demi kesatuan Indonesia, karena daerah terpencil dan kurang berkembang yang mayoritas berada dikawasan Indonesia timur yang kaya Jurnal Professional. Vol. 10 No. 1 Juni 2023 page: 165 Ae 170 | 165 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X sumber daya alam sangat membutuhkan akses ke pasar dan mendapat layanan, yang seringkali hanya bisa dilakukan dengan jasa transportasi Laut pada setiap kepelabuhanan. Pelabuhan dengan demikian adalah bagi anda risistem kompleks yang beroperasi di lingkungan logistik yang tidak pasti. Mereka juga tempat para pemangku kepentingan menyediakan produk dan memberikan layanan yang menciptakan nilai. Kepentingan pelabuhan yaitu, otoritas pelabuhan, pengguna pelabuhan, penyedia layanan dan komunitas terkait, dalam bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan masalah, kadang-kadang dalam konflik (Notteboom dan Winkelmans, 2. Sistem Transportasi laut dan sistem manajemen operasional pelabuhan merupakan dasar utama kinerja pelabuhan, baik pelabuhan penumpang maupun pelabuhan petikemas. Dengan penerapan sistem yang baik, secara langsung kinerja efisien dapat dicapai. Hal ini mampu menutup biaya pengangkutan laut yang relatif tinggi dengan percepatan arus logistik, yang berpengaruh pada arus ekonomi di Indonesia maupun di dunia. Pelabuhan harus memasang level tinggi integrasi internal dalam kolaborasi yang kuat dan efektif dengan operasi eksternal antar perusahaan dalam rantai pasokan, yang mengarah pada peningkatan kinerja keseluruhan (Brooks dan Schellinck, 2013. Ha et al, 2. Penyelenggaraan kegiatan usaha bongkar muat barang dari dan ke kapal di pelabuhan,secara khusus di atur dalam dalam Keputusan Menteri Perhubungan No. KM. 88/AL. 305/Phb-85 tentang Perusahaan Bongkar Muat Barang dari dan ke kapal dilakukan oleh perusahaan yang khusus didirikan untuk kegiatan bongkar muat tersebut. Perusahaan Pelayaran dilarang menyelenggarakan bongkar muat barang dari dan ke kapal. Dengan demikian sesuai dengan Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran. Berdasarkan undang-undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran, bab 1 pasal 1 ayat 20, dituliskan bahwa definisi terminal adalah fasilitas pelabuhan yang terdiri atas kolam sandar dan tempat bersandar atau tambat, tempat penumpukan, tempat menunggu dan naik turun penumpang, dan tempat bongkar muat barang. Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, bernomor UM. 002/38/18/DJPL-1, yang dikeluarkan sejak 5 Desember 2011 yang berisi Standar Kinerja Pelayanan Operasional Pelabuhan/Terminal Operator, terdapat sembilan indikator yang menjadi tolak ukur nilai standar kinerja pelayanan operasional pelabuhan/ terminal. Kesembilan indikator ini terdiri dari waktu tunggu kapal . aiting tim. , waktu pelayanan pemanduan . pproach tim. , waktu efektif, produktifitas kerja, receiving/delivery petikemas, tingkat penggunaan dermaga . erth occupancy ratio /BOR), tingkat penumpukan gudang . hed occupancy ratio/SOR), tingkat penggunaan lapangan . ard occupancy ratio/YOR), dan kesiapan operasi peralatan. Sehubungan dengan hal tersebut diperlukan penelitian yang menyangkut tentang kinerja pelayanan operasional terminal. PT. Pelabuhan Indonesia (Perser. disingkat (Pelind. adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak dibidang logistik, terutama pengelolaan dan pengembangan Perusahaan ini mengoperasikan 94 pelabuhan yang terletak di 32 Provinsi Indonesia, dari Sumatra Barat hingga Jawa Barat. Pelindo menjadi salah satu Badan Usaha Milik Negara strategis, dimana seluruh pelabuhan yang dikelola memiliki posisi yang signifikan dalam perhubungan jaringan perdagangan internasional berbasis transportasi laut. Menurut UU No. 21 Tahun 1992, pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan pantai disekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik-turun penumpang dan atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan, serta sebagai tempat pemindahan intra dan antar moda transpotasi. Indonesia pengelolaan pelabuhan sebagian besar diserahkan ke PT. Pelabuhan Indonesia (PELINDO) Persero yang merupakan Badan Usaha Milik Negara yang terdiri dari PT. PELINDO I-IV. Berdasarkan peraturan pemerintah (PP) nomor 101 tahun 2021. Pelindo I. Pelindo II. Pelindo i, dan Pelindo IV resmi di gabungkan kedalam perusahaan ini, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk manyatukan pengelolaan pelabuhan di Indonesia. LANDASAN TEORI Pengertian Kinerja Secara sederhana, kinerja adalah prestasi kerja atau hasil pelaksanaan kerja. Itilah kerja berasal dari kata AuperformanceAy, sedangkan pengukuran kinerja disebut dengan Auperformance measurementAy. Bernardi dan Russel dalam Gomes . mendefinisikan kinerja . sebagai catatan hasil . yang dihasilkan dari fungsi suatu pekerjaan atau kegiatan tertentu selama suat u periode waktu tertentu. Definisi kinerja dapat kita ambil dari kamus bahasa Indonesia yang diartikan sebagai sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan dari kemampuan kerja. Menurut Keputusan Menteri Keuangan RI No. 740/KMK. 00/1989 menjelaskan bahwa kinerja merupakan prestasi yang dicapai oleh suatu organisasi dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan organisasi tersebut. 166 | Untung Tomagola. Pieter S. Soselisa. Julia Theresia Patty. Kinerja Pegawai. Menurut AsAoad (Badri, 2. mengemukakan bahwa kinerja seseorang merupakan ukuran sejauh mana keberhasilan seseorang dalam melakukan tugas pekerjaannya. Ada 3 . faktor utama yang berpengaruh pada kinerja yaitu individu . emampuan bekerj. , usaha kerja . einginan untuk bekerj. , dan dukungan organisasional . esempatan untuk bekerj. Dari pendapat di atas, maka dapat dikemukakan bahwa kinerja adalah menggambarkan seluruh siklus input, proses output yang mengacu pada hasil guna dari suatu organisasi, program atau kegiatan yang menyatakan sejauh mana tujuan . ualitas, kuantitas dan wakt. telah dicapai, serta ukuran hasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya dan mencapai targetnya. Kinerja dapat dikatakan sebagai hasil atau tingkat pencapaian individu secara keseluruhan selama periode tertentu dalam menyelesaikan tugas yang kontras dengan hasil potensial yang berbeda, misalnya, norma kerja, target atau model yang telah diselesaikan sebelumnya dan telah disepakati bersama . Pengertian Kinerja Pegawai Dalam bahasa Indonesia kata pegawai berasal dari kata pe dan gawai. Pe adalah sebuah awalan yang menunjukkan arti orang yang mengerjakan atau mempunyai pekerjaan seperti yang disebutkan oleh kata dasar, sedangkan gawai berarti kerja yang berasal dari bahasa Jawa. Dengan kata lain pegawai adalah orang yang bekerja pada suatu tempat yang resmi yang memiliki data-data pribadi di dalam tempat pekerjaan yang dimaksud adalah organisasi, badan dan lainnya yang berhubungan dengan pegawai. Pegawai adalah orang yang bekerja pada suatu organisasi atau badan secara resmi yang telah memiliki kekuatan hukum. Pengertian Pelayanan Teori Ilmu Administrasi Negara mengajarkan bahwa pemerintahan Negara pada hakikatnya menyelenggarakan dua jenis fungsi utama yaitu fungsi pengaturan dan fungsi pelayanan. Fungsi pengaturan biasanya dikaitkan dengan hakikat Negara modern sebagai suatu Negara hukum . egal stat. , sedangkan fungsi pelayanan dikaitkan dengan hakikat Negara sebagai suatu Negara kesejahteraan . alfare stat. , (Siagian, 2001:128-. Pengertian Pelayanan . menurut American Marketing Association, seperti dikutip oleh Donald . bahwa pelayanan pada dasarnya adalah merupakan kegiatan atau menfaat yang ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain dan pada hakikatnya tidak terwujud serta tidak menghasilka kepemilikan sesuatu, proses produksinya mungkin juga tidak dikatkan dengan suatu produk Sedangkan menurut Lovelock . Service adalah produk yang tidak berwujud, berlangsung sebentar dan diirasakan atau dialami. Artinya service merupakan produk yang tidak ada wujud atau bentuknya sehingga tidak ada bentuk yang dapat dimiliki, dan berlangsung sesaat atau tidak tahan lama, tetapi dialami dan dirasakan oleh penerima pelayanan. METODE PENELITIAN Penelitian kualitatif umumnya bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif, dilakukan dengan situasi wajar . atural settin. dan data dikumpulkan umumnya bersifat kualitatif. Penelitian kualitatif pada dasarnya menghendaki adanya batas dalam penelitiannya atas dasar fokus yang timbul sebagai masalah dalam penelitian. Penelitian kualitatif menyusun desain yang secara terus-menerus disesuaikan dengan kenyataan lapangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi waktu adalah langkah untuk mengatur waktu secara optimal agar pekerjaan yang di berikan dapat di selesikan dan tidak tertunda-tunda. Mengelola penggunaan waktu secara efesien di kantor maupun di lapangan selain membantu kelancaran kerja di kantor juga terbebas dari pekerjaan lembur yang seharusnya tidak terlaksana. Orang yang berhasil mengatur waktu secar optimal mempunyai keunggulan tersendiri bagi dirinya di bandingkan orang lain. Pegawai yang kinerjanya baik adalah pegawai yang dapat menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Pegawai yang memiliki kecakapan pengetahuan dan keterampilan kerja yang baik akan dengan mudah mengorganisir setiap pekerjaan yang diberikan kepadanya yang kemudian diselesaikan tepat waktu. Optimal dan Sigap Untuk melihat ketepatn waktu dalam menyelesaikan pekerjaannya para pegawai berupa sebagaimana mestinya agar pekerjaan tersebut dapat berjalan sesuai dengan yang telah di rencanakan agar tidak mengganggu pekerjaan yang lain. Jurnal Professional. Vol. 10 No. 1 Juni 2023 page: 165 Ae 170 | 167 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X Hasil wawancara dengan informan peneliti. Bapak/Ibu. GM. Beliau Mengemukakan Auia, pegawai di sini bisa di bilang sangat loyal akan pekerjaanya, contohnya setiap ada informasi bahwa akan ada kapal masuk para pegawai dengan semangat Persiapkan segala hal yang harus di perlukan seperti persuratan dan tenaga. Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan informan peneliti GM bahwasanya di lihat dari kesiapan pegawai dalam bekerja tidak perlu di ragukan lagi, mereka selalu sigap dalam melaksanakan tugas dan dengan cepat menerima informasi jika akan ada kapal yang masuk. Reduksi Data Table 1 Reduksi Data No. Indikator Kuantitas Kerja Kualitas Kerja Pelaksanaan Tugas Tanggung Jawab Informan EP Mengatakan bahwa: AuIa. Pegawai memiliki kemampun menyelesaikan kuantiitas yang baik, sehingga para memberikan hasil kerja yang baik dan saya sendiri banga melihat kinerja pegawai saya. Ay GM Mengatakan bahwa: AuIa, waktu penyelesaian tugas dan tanggung jawab terhadap pekerjaan sangat terlihat jelas dalam keseharianya, biasanya para pegawai terlihat santai ketika menunggu waktu istirahat karena setiap pekerjaan selalu di kerjakan dengan cepat. Ay FL Mengatakan bahwa: AuIa. Kinerja pegawainya ada yang bagus, rajin, namun ada pula yang sudah mengetahui tanggung jawab untuk Ay YR Mengatakan bahwa: AuIa. Kinerja berkaitan dengan keterampilan, jika ada pelatihan atau training yang di berikann pada setiap pegawai, maka ia dapat melaksanakan tugas yang di berikan dapat di selesaikan walaupun tidak sesuai dengan basik pegawai tersebut. Ay YR Mengatakan bahwa: AuIa, kami sangat menjaga kepercayaan yang di berikan oleh pemimpin maka dari itu kami bekerja dengan sangat teliti walaupun tidak menutup kemungkinan kesalahan itu pasti terjadi. Ay GM Mengatakan bahwa: AuIa, sebelum kapal tiba dan masuk persiapan yang di lakukan kariawan sangat menunjukan sikap tanggung jawab, persiapan tersebut antara lain mulai dari penunjukan PBM. KSOP, dan persiapan alatnya di lakukan oleh para pekerja dengan hati-hati. Ay Analisis Hasil Wawancara lapangan yang di peroleh terkait Kuntitas Kerja terhadap Mengatakan bahwa Peksanaan tugas di lakukan dengan cepat dan tepat waktu. Hasil Wawancara lapangan yang di peroleh Kualitas Kerja pegawai di lakukan dengan tanggung jawab yang di Hasil Wawancara lapangan yang di peroleh terkait Pelaksnaan Tugas Informan mengatakan bahwa setiap berkerja dengan teliti. Hasil Wawancara lapangan di peroleh terkait Tanggung Jawab mengatakan bahwa menunjukan sikap Rasa Tanggung Jawab yang Namun 168 | Untung Tomagola. Pieter S. Soselisa. Julia Theresia Patty. Kinerja Pegawai. Kemampuan Ketepatan Waktu MR Mengatakan bahwa: AuIa, dari pengamatan saya mereka sudah faham dengan tugas mereka masingmasing. Namun masih ada pegawai yang belum begitu peduli akan rasa tanggung jawab yang diberikan sehingga terkadang masih ada yang namanya tumpang tindih pekerjaan. Ay EP Mengatakan bahwa: AuIa, sejauh ini pegawai melaksanakan tugasnya dalam pelayanan bongkar muat dengan baik, pegawai selalu di berikan pelatihan atau training sehingga ia dapat menyelesaikan tugasnya dengan kemampuan atau skill yang telah di latih atau di bentuk. Ay Namun terdapat juga beberapa pegawai yang terkadang masih bingung terkait tugas yang di berikan karena belum begitu GM Mengatakan bahwa: "Ia, pegawai di sini bisa di katakan sangat loyal akan pekerjaanya, contohnya setiap ada informasi bahwa aka nada kapal masuk persiapkan segala hal yang harus di perlukan seperti persuratan dan tenaga. Ay beberapa kariawan yang tidak peduli akan akan hal Hasil Wawancara lapangan Kemampuan mengatakan bahwa sejauh ini pegawai sudah melaksanakan tugas dengan kemapuan mereka dengan begitu baik, namun terdapat beberapa pegawai terkadang belum begitu memahi terkait tugas yang di berikan. Hasil wawancara lapangan yang di peroleh terkait ketepatan waktu terhadap bahwa ternyata pegawai terhadap tugas yang di berikan, sehingga ia selalu menyediakan hal-hal yang pelayanan bongkar muat bila kapal tiba dengan sangat baik. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan pemaparan dan pembahasan hasil analisa di sampaikan pada bab IV, terkait dengan judul AuKINERJA PEGAWI DI PT. PELINDO IV CABANG AMBON DALAM PELAYANAN KEPELABUHANANAy kesimpulanya Pegawi Pada Terminal Petikemas sudah menunjukan sikap, kemampuan dalam pelayanan bongkar muat dengan sangat baik dan cukup memuaskan. Seseuai dengan indikator yang di kemukakan oleh Mangkunegara antara lain: Kuantitas Kerja Kualitas Kerja Pelaksanaan Tugas Tanggung Jawab Kemampuan Ketepatan Waktu Terdapat empat indikator yang sudah sangat memuaskan setelah di jalankan di antaranya Kualitas Kerja. Kuantitas Kerja. Pelaksanaan Tugas dan Ketepatan Waktul. Sedangkan dua di antaranya masih perlu di tingkatkan lagi dan di tindak lanjuti di antaranya Tanggung Jawab dan Kemampuan yang sudah di jalankan dengan baik namun belum begitu memuaskan. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang di peroleh peneliti akan memberikan saran antara lain: Pemimpin Terminal Petikemas Ambon harus lebiih meningkatkan lagi pengawasan terhadap para Menyediakan perlengkapan kerja pegewai yang lebih memadi lagi, sebab jikalau terjadi musim hujan biasanya kondisi alam tidak berpihak. Jurnal Professional. Vol. 10 No. 1 Juni 2023 page: 165 Ae 170 | 169 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X Pemimpin Terminal Petikemas Ambon harus lebih sering mengikuti pegawai Training/Pelatihan agar lebih berkompeten dalam bekerja apalagi terhadap rasa Tanggung Jawab dan Kemampuan Para Pegawai yang ada. DAFTAR PUSTAKA