Journal of Learning and Educational Technology Vol. 1 No. 1 September (2024) | 24-32 e-ISSN: xxx-xxxx p-ISSN: xxx-xxxx DOI: xxxxx Pemanfaatan Learning Management System untuk Seleksi Calon Karyawan Indra Koswara1, Mujiono2 1,2 Program Studi Teknologi Pendidikan, Universitas Terbuka, Indonesia Riwayat Artikel: Diterima : 14 Maret 2024 Disetujui : 3 Agustus 2024 Diterbitkan : 4 September 2024 Korespondensi: Nama : Indra Koswara Afiliasi : Universitas Terbuka Email : 041172552@ecampus.ut.ac.id Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan Learning Management System (LMS) Moodle yang diimplementasikan kedalam bootcamp yang telah mengadopsi model pembelajaran jarak jauh dengan implementasi desain sistem pembelajaran e-learning yang di dalamnya meliputi media digital sebagai bahan ajar, LMS Moodle dan aplikasi discord yang digunakan sebagai media interaksi antara mentor dengan calon karyawan P79. Aktifitas boot camp digunakan untuk menyeleksi calon talent atau calon karyawan menjadi karyawan P79 yang sudah siap dalam menghadapi dunia kerja khususnya pada segmen software developer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam proses implementasi LMS Moodle dapat memberikan perubahan yang sangat significant dalam hal menjangkau calon talent atau calon karyawan di luar Bandung dan sekitarnya sekaligus dapat memangkas proses seleksi yang sebelumnya menghabiskan waktu selama tiga bulan menjadi satu sampai dengan dua bulan. Namun dibalik keunggulan dari pengimplementasian LMS Moodle, kepemilikan komitmen dan memunculkan motivasi belajar sangat diperlukan untuk mempertahankan konsistensi belajar hingga dapat menyelesaikan aktifitas bootcamp hingga selesai dan mendapat rekomendasi fase probation karyawan P79. Kata Kunci: Learning Management System; Moodle; Pembelajaran Jarak Jauh Abstract: This study aims to determine how the utilization of Learning Management System (LMS) Moodle is implemented in a bootcamp that has adopted a distance learning model with the implementation of an elearning system design that includes digital media as teaching materials, LMS Moodle and discord applications that are used a medium of interaction between mentors and prospective Tujuh Sembilan employees. Bootcamp activities are used to select future talents or prospective employees to become P79 employees ready to face the world of work, especially in the software developer segment. The method used in this research is descriptive qualitative with data collection techniques through interviews and observations. The results of the study state that the implementation of the Moodle LMS can provide a very significant change in terms of reaching prospective talents or prospective employees outside Bandung and its surroundings, as well as being able to cut the selection process, which previously took three months to one or two months. But behind the advantages of implementing LMS Moodle, ownership of commitment and generating learning motivation are needed to maintain learning consistency so that you can complete bootcamp activities to completion and get recommendations for the probation phase of P79 employees. Keywords: Distance Learning; Learning Management System; Moodle PENDAHULUAN Perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital saat ini telah membawa dampak positif bagi berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, pendidikan, dan penggunaan teknologi itu sendiri. Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia selama sekitar dua tahun memaksa berkurangnya interaksi fisik antar individu. Dalam situasi ini, digitalisasi menjadi alternatif yang efektif untuk memastikan keberlanjutan berbagai aktivitas, termasuk proses belajar mengajar yang mengalami perubahan metode secara signifikan. Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini dikenal sebagai Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Menurut Moore & Kearsley (2012), 24 Koswara & Mujiono - Pemanfaatan Learning … JLET | Vol. 1 – No. 1, September 2024 | Hal 24-32 PJJ adalah sistem pembelajaran yang dirancang untuk memungkinkan pengajaran dan interaksi antara pengajar dan siswa tanpa harus berada di lokasi yang sama. Mereka menekankan bahwa PJJ merupakan solusi utama untuk menghadapi tantangan pendidikan di era modern, terutama ketika pembelajaran tatap muka tidak memungkinkan (Sadeghi, 2019). Lebih lanjut Sadeghi (2019) mengungkapkan bahwa PJJ dipandang sebagai kebalikan dari pendidikan langsung yang mengandalkan interaksi tatap muka secara fisik. Untuk memberikan efektifitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran jarak jauh, maka kolaborasi dilakukan antara model pendidikan jarak jauh dengan teknologi yang dapat diakses menggunakan jejaring internet, atau yang sudah dikenal dengan istilah media pembelajaran online e-learning. Chusna (2019) menjelaskan bahwa e-learning adalah proses instruksi yang melibatkan penggunaan peralatan elektronik dalam menciptakan, membantu perkembangan, meyampaikan informasi, menilai dan memudahkan suatu proses belajar mengajar dimana siswa sebagai pusat belajar serta dilakukan secara interaktif kapanpun dan dimanapun (Chusna, 2019). Pada tahun 2022, trend market dalam penggunaan online e-learning mencapai angka 46% dimana trend lainnya disusul juga dengan LMS, Mobile e-learning, Rapid e-learning hingga virtual classroom (Wadhwani, 2023). Hal ini menunjukkan bahwa LMS menjadi urutan kedua dalam pemilihan metode pembelajaran jarak jauh yang populer saat ini. Gambar 1. Trend Market (Sumber: Global Market Insights Inc., 2022) LMS yang paling populer digunakan saat ini adalah Moodle, bahkan forbes.com pada tahun 2023 menobatkannya sebagai Best Open-source Platform (Haan, 2023). Menurut Wardana et al. (2020) Moodle merupakan aplikasi open source yang mendukung implementasi pembelajaran daring dengan paradigma terintegrasi dimana berbagai fitur pendukung pembelajaran dapat mudah diakomodasi dalam portal pembelajaran daring (Wardhana et al., 2020). Widyawati & Witasari (2023) menyebutkan bahwa LMS Moodle memiliki ruang lingkup untuk melakukan kegiatan seperti pembelajaran yang mencakup antara lain administrasi, monitoring, penilaian, komunikasi, dan penyampaian materi yang diringkas dalam bentuk elektronik seperti teks, video, dan audio yang terkoneksi internet. LMS Moodle juga memiliki berbagai fitur serta fasilitas yang dapat mendukung suatu pembelajaran. Dengan kata lain platform LMS Moodle ini sudah mumpuni untuk mengcover semua aktifitas pembelajaran maupun evaluasi pembelajaran sekaligus kemudahan akses tanpa terbatas geografis ataupun waktu karena terhubung dengan layanan internet. Dikutip dari website gminsights.com, Teknologi LMS memungkinkan penyampaian, pengelolaan, perencanaan, dan evaluasi konten untuk kursus pendidikan. Program berbasis software ini menyediakan infrastruktur, kerangka kerja, dan alat yang diperlukan untuk pelatihan online sehingga memungkinkan institusi pendidikan dan organisasi perusahaan untuk membuat & mengelola kursus, pelajaran, dan materi pelatihan lainnya (Wadhwani, 2023). Oleh karena itu, LMS ini banyak digunakan di perusahaan besar untuk melatih karyawan dengan cepat. Dengan 25 Koswara & Mujiono - Pemanfaatan Learning … JLET | Vol. 1 – No. 1, September 2024 | Hal 24-32 meninjau kebermanfaatan yang dimiliki LMS Moodle sekaligus massivenya keperluan tenaga kerja pada software developer di dunia kerja saat ini, mendorong P79 sebagai perusahaan outsourching memerlukan sebuah perubahan baru untuk merespon kondisi saat ini. Maka melakukan adopsi LMS Moodle untuk membantu proses seleksi para calon tenaga kerja agar lebih efektif dan efisien merupakan sebuah langkah yang tepat. Merujuk pada penjelasan Widyawati & Witasari (2023) dan gminsights.com (2022) bahwa LMS Moodle telah menyediakan infrastruktur yang dapat digunakan untuk administrasi, monitoring, penilaian, komunikasi, dan penyampaian materi dengan multimedia yang early customize sehingga memudahkan perusahaan dalam tahap pengembangannya. Maka dari itu dengan mengadopsi LMS moodle yang berbasis online e-learning ini memberikan efisiensi waktu dalam proses seleksi tenaga kerja. Proses seleksi tenaga kerja yang umumnya bersifat konvensional dengan memfokuskan pada hasil psikotest, interview dengan Human Resource Department (HRD), pengalaman kerja dan keterampilan teknis yang telah dimiliki. Kini dapat dimodifikasi dengan mengimplementasikan LMS Moodle dan media digital. Yang mana kolaborasi penggunaan media ini dengan proses seleksi calon tenaga kerja dapat memfilter sekaligus menempa para calon tenaga kerja agar dapat memenuhi standar kualifikasi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana pemanfaatan LMS Moodle dapat dioptimalkan dalam berbagai tugas yang berkaitan dengan identifikasi dan evaluasi kinerja calon karyawan. Penelitian ini akan mengeksplorasi landasan teoritis yang mendukung integrasi LMS Moodle ke dalam strategi akuisisi bakat, serta melakukan tinjauan literatur mengenai metodologi rekrutmen inovatif yang telah diterapkan dalam industri teknologi. Selain itu, penulis akan menyajikan metodologi yang komprehensif untuk menilai dampak penggunaan LMS Moodle terhadap proses seleksi kandidat karyawan. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat dijelaskan peran penting LMS Moodle dalam meningkatkan efektivitas proses seleksi karyawan. Pada akhirnya, temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi P79 dalam mengoptimalkan strategi rekrutmen mereka, serta memastikan bahwa perusahaan dapat memanfaatkan sepenuhnya potensi teknologi dalam mengidentifikasi dan mengembangkan calon pemimpin masa depan. METODE Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Menurut Creswell & Poth (2018), metode deskriptif kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami fenomena yang ada, baik yang bersifat alami maupun hasil rekayasa manusia, dengan penekanan pada karakteristik, kualitas, dan hubungan antar komponen yang diteliti. Dalam penelitian ini, metode ini diterapkan untuk mengeksplorasi penggunaan LMS Moodle dalam proses seleksi calon karyawan di perusahaan P79. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen terkait. Subjek penelitian ini terdiri dari mentor senior yang bertanggung jawab atas program boot camp dan mantan peserta boot camp itu sendiri. Pemilihan subjek dilakukan secara purposif dengan mempertimbangkan keahlian dan pengalaman mereka dalam menggunakan LMS Moodle, sehingga hasil penelitian dapat lebih representatif. Seperti yang diungkapkan oleh Patton (2015), dalam penelitian kualitatif, subjek penelitian sering kali disebut sebagai narasumber atau informan yang memiliki wawasan mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan melalui dua teknik utama observasi lapangan dan wawancara virtual dengan para informan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis data kualitatif yang diusulkan oleh Miles et al. (2014), yang melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data dan pengamatan yang cermat. HASIL DAN PEMBAHASAN 26 Koswara & Mujiono - Pemanfaatan Learning … JLET | Vol. 1 – No. 1, September 2024 | Hal 24-32 P79 merupakan inisial sebuah perusahaan yang berdiri pada tahun 2010 sekaligus bergerak pada penyedia layanan tenaga kerja yang berfokus pada bidang Technology Information dengan pengalaman selama 13 tahun dan 30 clients yang tersebar di Jakarta dan Bandung ini memiliki komitmen dapat mengembangkan dan meningkatkan sumber daya manusia dengan keterampilan dan pengetahuan khusus sekaligus siap bersaing dalam industri Technology Information, menjadi penyedia sumber daya manusia dalam bidang Technology Information dan oursourcing terbesar di Indonesia pada tahun 2025. Pelayanan yang diberikan dari P79 ialah : 1) Onsite Placement, 2) Software Project, 3) Hiring, 4) Boot camp, dan 5) Training. Selain itu, terdapat keunggulan lain yang dimiliki oleh perusahaan ini diantaranya : 1) Easy to find a talent quickly, 2) Reduce recruitment time, 3) Reduce operational cost, 4) Full control over the project, dan 5) Flexible on scalability. Hal ini dapat dikatakan menjadi salah satu motto yang dijalankan perusahaan untuk meningkatkan layanan. Boot camp atau program pelatihan yang dilakukan secara intensif dalam batas waktu yang ditentukan sesuai kebutuhan merupakan sebuah program yang bertujuan untuk mengintervensi hard skill dan soft skill dari peserta yang mengikuti programnya. Boot camp juga merupakan salah satu layanan yang diberikan oleh P79 bagi masyarakat umum yang ingin memperdalam atau memperbarui kemampuan pada bidang Technology Infomation Software Developer. Pelayanan boot camp ini dinamakan dengan “Boot camp Tujuh Sembilan” dan didukung oleh mentor-mentor yang berpengalaman di bidangnya sehingga diharapkan para calon yang mengikuti boot camp dapat belajar secara nyaman dan berkembang dengan baik sesuai dengan tujuan dari boot camp itu sendiri. Boot camp Tujuh Sembilan ini awalnya dilakukan selama tiga bulan dengan mengimplementasikan model pembelajaran tatap muka, dengan aktivitas evaluasi yang dilakukan setiap bulannya. Dalam satu kelas boot camp hanya dapat diisi dengan jumlah maksimal 10 orang, setiap kelas ini dinamakan generasi yang diikut sertakan dengan akhiran angka berdasarkan pada session boot camp yang sedang berlangsung. Boot camp Tujuh Sembilan ini tidak hanya menjadi pelatihan yang intensif semata, karena dalam prosesnya terdapat penilaianpenilaian khusus yang akan menjadi pertimbangan sekaligus rekomendasi yang diberikan oleh para mentor untuk masuk pada fase probation selama kurang lebih tiga bulan sebagai penentu dapat diterima menjadi karyawan P79 atau tidak. Awal tahun 2020 permasalahan kesehatan yang mendera Indonesia mulai menggoyahkan segala sektor industri, untuk menstabilkan pelayanan yang diberikan oleh P79, Boot camp Tujuh Sembilan mulai merubah sistem boot camp dengan mengimplementasikan model PJJ dan metode synchronous yang menggunakan media aplikasi discord untuk melakukan pemantauan perkembangan para calon karyawan selama aktifitas boot camp. Setiap model telah diujicobakan mulai dari model pembelajaran tradisional, transisi dengan model pembelajaran jarak jauh menggunakan aplikasi discord, hingga pada akhir tahun 2020 perusahaan memutuskan untuk mengembangkan sebuah platform digital yang berbasis website untuk belajar online dengan nama “Digital Boot camp Tujuh Sembilan”. “... dalam digital boot camp mereka diharuskan untuk belajar secara mandiri dengan menggunakan video-video yang disediakan.Media ini digunakan atau ditujukan untuk setiap orang agar bisa belajar fundamental Java disana. Java, fundamental java, OOP dan juga SQL.” 27 Koswara & Mujiono - Pemanfaatan Learning … JLET | Vol. 1 – No. 1, September 2024 | Hal 24-32 Gambar 2. Tampilan Halaman Digital Boot camp Berdasarkan informasi dari narasumber, platform “Digital Boot camp Tujuh Sembilan” dikembangkan agar para calon karyawan dapat belajar secara mandiri karena didalamnya telah ditambahkan video-video pembelajaran sebagai bahan ajar, selain itu didalamnya telah memuat course yang membahas tentang fundamental Java, Metode OOP Java, dan fundamental SQL. “... sebetulnya inspirasinya itu lebih ke ingin seperti ruang guru, karena kalau udemy itu kan seperti memilih course terdapat video dan sudah sampai sana, sedangkan kedepannya pengembangan digital bootcamp ini ingin seperti ruang guru yang mana terdapat video-video edukasi, adanya interaksi, support dari mentor atau guru pun bisa lebih aktif, kalau udemy atau code academy itukan lebih ke pembelajaran pasif yang mana orang-orang datang kesana untuk mencari course yang menyediakan informasi yang berupa video …”. Platform Digital Boot camp yang dikembangkan oleh P79 dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dibandingkan dengan platform kursus online biasa seperti Udemy atau Codecademy. Platform ini bertujuan untuk menyerupai Ruang Guru, yang tidak hanya menyediakan video edukasi, tetapi juga memungkinkan interaksi aktif antara peserta dan mentor, yang terbukti dapat meningkatkan keterlibatan peserta dan efektivitas pembelajaran (Johnson et al., 2020). Namun, dengan meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap platform ini pada akhir tahun 2022, P79 menghadapi tantangan dalam memenuhi permintaan yang terus meningkat. Untuk mengatasi hal ini, P79 bekerja sama dengan Arutala Lab dan mengembangkan FUNTASTIK Boot camp. Program ini menggunakan LMS Moodle sebagai kerangka utama pembelajaran. LMS Moodle dipilih karena fleksibilitasnya dalam mendukung berbagai kebutuhan pembelajaran online, termasuk manajemen kursus, penyampaian materi, serta interaksi antara peserta dan mentor dalam satu platform yang terintegrasi (Dougiamas & Taylor, 2003). Dengan penggunaan LMS Moodle dalam FUNTASTIK Boot camp, P79 dapat meningkatkan kapasitasnya untuk memenuhi permintaan yang meningkat dan memberikan layanan yang lebih baik kepada peserta boot camp. Platform ini dirancang dengan antarmuka yang ramah pengguna, yang memungkinkan peserta untuk dengan mudah mengakses materi pelatihan, mengikuti evaluasi, dan berinteraksi dengan mentor secara efektif (Cole & Foster, 2008). 28 Koswara & Mujiono - Pemanfaatan Learning … JLET | Vol. 1 – No. 1, September 2024 | Hal 24-32 Gambar 3. Tampilan Jendela Moodle FUNTASTIK Boot camp Moodle adalah platform pembelajaran yang menyediakan berbagai fitur yang mendukung penerapan pembelajaran jarak jauh secara efektif. Menurut Suartama et al. (2019), Moodle memungkinkan pengajar untuk menambahkan berbagai sumber daya dan aktivitas yang dapat diakses dan diselesaikan oleh siswa dalam satu kursus yang terstruktur. Ini membuat Moodle menjadi alat yang sangat fleksibel dan berguna dalam mendukung berbagai kebutuhan pembelajaran, termasuk program pelatihan intensif seperti boot camp. Dalam konteks Digital Boot camp, LMS Moodle digunakan sebagai media penyimpanan bahan ajar dan alat utama untuk mengelola kursus, sehingga memungkinkan penguatan fundamental dan keilmuan pemrograman Java menjadi lebih fokus dan terarah. Penggunaan LMS Moodle dalam aktivitas boot camp menawarkan kelebihan seperti kemampuan untuk menjangkau peserta secara lebih luas dan mengatasi kendala geografis dan waktu, berkat dukungan akses internet. Namun, ada tantangan dalam penerapan LMS Moodle, terutama dalam hal mencari plugin yang sesuai untuk diimplementasikan di server internal perusahaan. Tantangan ini dapat mempengaruhi efektivitas dan efisiensi penggunaan LMS Moodle dalam proses boot camp. “Point plus minusnya ketika bootcamp ini berjalan online adalah orang yang mendaftar bisa menjangkau orang-orang diluar Bandung, sedangkan waktu offline ini hanya dapat di jangkau oleh orang-orang sekitar area Bandung atau tetangga Bandung seperti Tasik, Garut, Ciamis dan seterusnya. Sedangkan untuk 2020 online banyak orang juga yang dari luar Bandung bahkan luar pulau Jawa seperti Kalimantan, Makassar, Bali , Bangka Belitung dan sekitarannya banyak yang join ketika berstatuskan online.” Sesuai dengan yang dikatakan narasumber, hal ini dapat dilihat dari lebih beragamnya asal daerah para calon karyawan, pada boot camp tradisional perusahaan hanya dapat menjangkau paling jauh yang di luar area Bandung ialah seperti Cimahi, Tasik Malaya, Sumedang, Garut, Cianjur, dan Sukabumi. Sedangkan dengan LMS Moodle ini kita mendapatkan data asal daerah dari Padang, Makassar, Bali, dan Bangka Belitung. “... kelemahan dari pengimplementasian bootcamp online dengan menggunakan media lms moodle ini ialah banyaknya para talent yang menganggap aktifitas 29 Koswara & Mujiono - Pemanfaatan Learning … JLET | Vol. 1 – No. 1, September 2024 | Hal 24-32 bootcamp di kelas arutala itu seperti kuliah, jadi yang mereka kejar itu hanyalah penyelesaikan sebuah tugas studi kasus dan quiz saja bahkan hanya berfikiran yang penting selesai saja bukan berfokus pada bisa dan memahami. Sedangkan bootcamp ini kita rancang untuk menciptakan talent yang dapat bekerja ...” Meskipun penggunaan LMS Moodle dalam boot camp memungkinkan perusahaan untuk menjangkau calon karyawan dari berbagai wilayah yang lebih luas dan meningkatkan jumlah partisipan, terdapat tantangan signifikan dalam menemukan calon karyawan yang benar-benar serius dan bersedia berkomitmen. Salah satu alasan utama adalah bahwa banyak calon karyawan, terutama yang baru lulus dari universitas, sering kali memandang boot camp ini sebagai kegiatan yang mirip dengan perkuliahan biasa. Mereka cenderung lebih fokus pada penyelesaian tugas dan kuis untuk mendapatkan nilai, daripada memahami materi secara mendalam atau mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan dalam boot camp berbasis Moodle bukan hanya terletak pada aspek teknis atau jangkauan geografis, tetapi juga pada perubahan mindset dan motivasi peserta (Johnson, 2020). Gambar 4. Aktifitas Tanya Jawab Antara Mentor dengan Peserta Bootcamp Untuk mengatasi kekurangan dalam pelaksanaan boot camp berbasis Moodle, P79 mengambil langkah tambahan dengan menyediakan media koordinasi yang lebih interaktif melalui aplikasi pihak ketiga, yaitu Discord. Discord, yang pada awalnya populer sebagai platform komunikasi untuk komunitas game, kini telah banyak digunakan dalam konteks pendidikan dan pelatihan karena kemampuannya untuk menyediakan komunikasi real time yang efektif (Thompson, 2018). Dalam konteks boot camp, Discord digunakan sebagai alat untuk memberikan dukungan langsung kepada calon tenaga kerja yang mengalami kesulitan, serta sebagai media interaksi synchronous antara calon tenaga kerja dan mentor. Hal ini memungkinkan peserta untuk mendapatkan bantuan dan klarifikasi secara cepat, yang sangat penting dalam lingkungan belajar yang intensif seperti boot camp. Pada Gambar 3, terlihat contoh aktivitas tanya jawab antara mentor dengan salah satu calon tenaga kerja yang menggunakan platform Discord, yang menunjukkan bagaimana interaksi ini dapat mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan keterlibatan peserta. 30 Koswara & Mujiono - Pemanfaatan Learning … JLET | Vol. 1 – No. 1, September 2024 | Hal 24-32 “... point pencapaian itu lebih baik offline dibandingkan dengan online, karena kalau offline itu pertama mentor itu bisa ketemu langsung dengan para calon talentnya atau pesertanya setiap hari atau bisa dikatakan hampir setiap hari melangsungkan tatap muka ...” Meskipun P79 telah mengombinasikan penggunaan LMS Moodle dengan Discord untuk memaksimalkan dukungan yang dapat diberikan oleh mentor secara real time, hasil yang diperoleh dari boot camp online dan jarak jauh masih belum sebanding dengan boot camp yang dilakukan secara tatap muka. Berdasarkan informasi dari narasumber, pencapaian peserta boot camp tatap muka tetap lebih baik, dengan jumlah lulusan yang lebih banyak berhasil masuk ke dalam kelas teknologi atau fase probation dan kemudian menjadi karyawan di P79. Hal ini disebabkan oleh penilaian P79 yang tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai tinggi dari tugas, tetapi juga mempertimbangkan faktor kehadiran, keaktifan, penguasaan materi, keterampilan komunikasi, dan kemampuan pemecahan masalah. Terkait dengan output yang dihasilkan dari digital boot camp, data menunjukkan bahwa jumlah lulusan yang dihasilkan dari boot camp tatap muka lebih banyak dibandingkan dengan yang dihasilkan dari digital boot camp. Salah satu penyebabnya adalah fleksibilitas yang ditawarkan oleh media pembelajaran dan bahan ajar digital, yang sayangnya sering kali tidak diimbangi dengan komitmen belajar yang tinggi dari peserta. Penelitian oleh Rohmanu et al. (2020) mendukung temuan ini dengan menyatakan bahwa salah satu kendala utama dalam pembelajaran online adalah kurangnya komitmen dan budaya akademik yang masih perlu ditingkatkan. Di sisi lain, boot camp tatap muka memungkinkan kontrol komitmen belajar yang lebih baik oleh para mentor, serta menciptakan kerja sama yang lebih solid di antara peserta dalam satu generasi. Namun, meskipun menghadapi berbagai keterbatasan ini, P79 terus melakukan evaluasi terhadap penggunaan LMS Moodle dan platform digital boot camp mereka. Evaluasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran serta seleksi, sehingga intervensi yang diberikan dapat lebih optimal dalam mempersiapkan calon karyawan yang memenuhi standar perusahaan. PENUTUP Implementasi teknologi dalam pembelajaran, khususnya melalui LMS Moodle yang didukung oleh platform Digital Boot camp Tujuh Sembilan dan aplikasi Discord sebagai media interaksi synchronous, telah memberikan kontribusi signifikan dalam menembus batasan geografis dan meningkatkan efektivitas serta efisiensi model PJJ di P79. Dengan memanfaatkan LMS Moodle, P79 tidak hanya berhasil menjangkau wilayah yang lebih luas di luar Bandung dan Pulau Jawa, tetapi juga mampu memangkas durasi pelaksanaan boot camp dari tiga bulan menjadi satu hingga dua bulan saja. Keunggulan ini memberikan fleksibilitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran dan penilaian, yang sangat penting dalam menyeleksi calon karyawan. Namun, meskipun teknologi ini menawarkan banyak manfaat, tantangan yang dihadapi tidak bisa diabaikan. Salah satu tantangan utama adalah rendahnya komitmen belajar peserta boot camp, yang berdampak pada kualitas dan kuantitas lulusan digital boot camp yang lebih rendah dibandingkan dengan lulusan boot camp tradisional. Untuk meningkatkan keberhasilan pembelajaran, diperlukan perhatian lebih pada tiga aspek penting, media pembelajaran yang mampu meningkatkan minat belajar peserta, kemudahan akses terhadap media pembelajaran, dan interaksi yang memberikan kenyamanan bagi peserta boot camp. Implementasi ketiga aspek ini secara berkesinambungan akan membantu mencapai target pembelajaran yang telah ditetapkan dan memastikan bahwa teknologi pembelajaran jarak jauh dapat digunakan secara optimal untuk mendukung keberhasilan peserta dalam program boot camp. 31 Koswara & Mujiono - Pemanfaatan Learning … JLET | Vol. 1 – No. 1, September 2024 | Hal 24-32 DAFTAR PUSTAKA Chusna, N. L. U. (2019). Pembelajaran E-Learning. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan KALUNI, 2. https://doi.org/10.30998/prokaluni.v2i0.36 Cole, J., & Foster, H. (2008). Using Moodle: Teaching with the Popular Open Source Course Management System (2nd ed.). O'Reilly Media. Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches(4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage. Dougiamas, M., & Taylor, P. C. (2003). Moodle: Using Learning Communities to Create An Open Source Course Management System. In Proceedings of the EDMEDIA 2003 Conference (pp. 171-178). Haan, K. (2023). Best Learning Management Systems (LMS) Of 2023. Forbes Advisor. Johnson, N., Veletsianos, G., & Seaman, J. (2020). U.S. Faculty and Administrators' Experiences and Approaches in The Early Weeks of The COVID-19 Pandemic. Online Learning, 24(2), 6-21. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage. Moore, M. G., & Kearsley, G. (2012). Distance Education: A Systems View of Online Learning. Belmont, CA: Wadsworth Cengage Learning. Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research & Evaluation Methods (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage. Rohmanu, A., Purwanto, P., & Mukarromah, A. (2020). Tantangan dan Kendala dalam Pembelajaran Online di Perguruan Tinggi. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 16(1), 45-56. https://doi.org/10.17509/jptk.v16i1.24011 Sadeghi, M. (2019). A Shift from Classroom to Distance Learning: Advantages and Limitations. International Journal of Research in English Education , 4(1), 8088. https://doi.org/10.29252/ijree.4.1.80 Suartama, I. K., Setyosari, P., & Ulfa, S. (2019). Development of An Instructional Design Model for Mobile Blended Learning in Higher Education. International Journal of Emerging Technologies in Learning (iJET), 14(16), 4-22. https://doi.org/10.3991/ijet.v14i16.10633 Thompson, C. (2018). The rise of Discord: How a video game chat app came to be embraced by the far-right. The New York Times Magazine. Retrieved from https://www.nytimes.com Wadhwani, P. (2023). E-learning Market Size - By Technology (Online E-learning, LMS, Mobile E-learning, Rapid E-learning, Virtual Classroom, Others), Provider (Service, Content), Application (Corporate, Academic, Government) & Forecast, 2023 – 2032. Global Market Insight. Wardhana, A. C., Segara, A. J. T., Adhinata, F. D., & Rakhmadani, D. P. (2020). Pelatihan Pembelajaran Jarak Jauh Menggunakan Learning Management System berbasis Moodle untuk Guru di SMK Maarif NU 2 Ajibarang. LOGISTA-Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 231-237. Widyawati, U., & Witasari, N. (2023). Pemanfaatan Learning Management System(LMS) Berbasis Moodle dalam Pembelajaran Sejarah Pada Kelas X SMK Negeri 3 Magelang. Indonesian Journal of History Education, 8(1), 121–130. 32