Academy of Education Journal Vol. No. January 2025. Page: 26-36 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah di SMP Muhammadiyah Semin Rohmah Yulianaa,1. Dwi Sulisworo b,2. Enung Hasanah c,3 1,2,3Universitas Ahmad Dahlan, 55161. Yogyakarta 1yulianaraharjo@gmail. hasanah@mp. * Corresponding Author: enung. hasanah@mp. INFO ARTIKEL Sejarah Artikel: Diterima: 19 Agustus 2024 Direvisi: 17 Oktober 2024 Disetujui: 15 Desember 2024 Tersedia Daring: 1 Januari 2025 Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional Strategi Keywords: Leadership Transformational Strategy ABSTRAK Kepemimpinan transformasional kepala sekolah pada era teknologi dan ketatnya persaingan antar sekolah memberikan tantangan dan peluang baru dalam mengembangkan kualitas sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi kepemimpinan transformasional di SMP Muhammadiyah Semin yang memiliki 30 orang guru, dan seorang kepala sekolah yang selalu berinovasi dan kreatif dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas sekolah. Kepala sekolah SMP Muhammadiyah Semin mampu mengantarkan dan merubah image masyarakat terhadap sekolah yang awalnya mulai menyusut kualitas dan kepercayaan masyarakatnya menjadi sekolah yang menjadi tujuan utama calon peserta didik dari berbagai kapanewon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam kepada kepala sekolah. Saat ini implementasi kepemimpinan transformasional di SMP Muhammadiyah Semin dapat berjalan sesuai visi dan rencana yang disusun oleh team management. Dalam implementasinya kepala sekolah mengalami kendala dan tantangan dari dalam dan dari luar Kendala tersebut berasal dari guru, fasilitas sekolah, dan kebijakan pemerintah berkaitan dengan pTK dan penarikan guru DPK. Namun kepala sekolah dapat menemukan strategi dari kendala yang dihadapi sehingga kepemimpinan di SMP Muhammadiyah Semin dapat berkembang lebih baik lagi. ABSTRACT Principal transformational leadership in the era of technology and tight competition between schools provides new challenges and opportunities in developing school quality. This study aims to determine the implementation of transformational leadership at SMP Muhammadiyah Semin which has 30 teachers, and a principal who is always innovative and creative in developing and improving school quality. The principal of SMP Muhammadiyah Semin is able to deliver and change the public image of the school which initially began to decline in quality and public trust into a school that is the main destination for prospective students from various sub-districts. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques using in-depth interviews with the principal. Currently, the implementation of transformational leadership at SMP Muhammadiyah Semin can improve according to the vision and plan prepared by the management team. In its implementation, the principal gets problems and challenges from within and outside the school. These problems come from teachers, school facilities, and government policies related to pTK and DPK teachers. However, the principal can find a strategy from the challenges faced so that the leadership at SMP Muhammadiyah Semin can develop even Rohmah Yuliana et. al (Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah diA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2025. Page: 26-36 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. A2025. Rohmah Yuliana. Dwi Sulisworo. Enung Hasanah This is an open access article under CC BY-SA license Pendahuluan Kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan semakin beragam dan dinamis. Kebijakan pemerintah berkaitan dengan dunia pendidikan semakin bervariatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kemajuan pendidikan tidak terlepas dari kepemimpinan kepala sekolah sebagai kunci perkembangan dan kemajuan lembaga pendidikan (Mukhlasin. Seiring dengan makin beragam dan dinamis permasalahan pendidikan, tantangan yang harus dihadapi oleh kepala sekolah juga semakin kompleks. Perkembangan teknologi, dinamika demografi, dan perkembangan di era globalisasi menuntut kepala sekolah mampu beradaptasi secara cepat(Paramansyah & SE, 2. Dalam menghadapi persaingan yang ketat, kepala sekolah juga dituntut untuk menciptakan nilai tambah yang membedakan dengan sekolah lain. Kepala sekolah yang ideal adalah manajer yang visioner dan mampu memimpin sekolah menuju keunggulan. Peran kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan pembelajaran berkualitas yang memenuhi harapan seluruh pemangku kepentingan menjadi semakin penting (Maris et al. , 2. Saat ini kepala sekolah harus berbekal pengetahuan, dan kemampuan kepemimpinan yang mendalam agar mampu membawa sekolah ke arah yang semakin baik mengikuti perkembangan zaman. Kepemimpinan transformasional memberi tawaran paradigma baru dalam kepemimpinan kepala sekolah, dimana kepala sekolah berperan sebagai agen perubahan yang mampu membawa sekolah menuju masa depan yang lebih baik. Kepala sekolah transformasional tidak hanya seorang manajer namun kepala sekolah yang inspiratif, visioner, dan mampu membangun hubungan yang kuat dengan seluruh warga sekolah (Karakose et al. , 2021. Permatasari et al. , 2. Melalui kepemimpinan transformasional, seorang kepala sekolah mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, inovatif, dan positif bagi proses Kepala sekolah tidak hanya memiliki tujuan jangka pendek dalam meningkatkan kemajuan sekolah tetapi juga memiliki visi jangka panjang dalam mengembangkan sekolah yang unggul dan berdaya saing. Senada dengan Bakker et al. kepemimpinan transformasional mampu mempengaruhi, dan menginspirasi orang lain untuk berkembang lebih baik lagi. Upaya kepala sekolah dalam mewujudkan perubahan untuk kemajuan sekolah sering kali menemui berbagai kendala baik eksternal maupun internal. Persaingan yang cukup ketat dalam pelaksanaan PPDB (Budi et al. , 2. , tuntutan masyarakat yang semakin meningkat (Solehudin, 2. , dan dinamika kekuasaan yang kompleks di sekolah merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh kepala sekolah. Selain itu, kepala sekolah juga harus mampu mengambil keputusan strategis untuk meningkatkan daya tarik sekolah, membangun konsensus dan menjaga keharmonisan lingkungan sekolah. Berdasarkan permasalahan diatas maka penelitian ini fokus pada implementasi kepemimpinan transformasional, tantangan, dan strategi penyelesaian pada sekolah muhammadiyah. Dengan demikian, diharapkan artikel ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kepemimpinan kepala sekolah di Indonesia. Metode Penelitan pada artikel ini mengkaji tentang kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan kualitas mutu untuk menarik animo masyarakat, kendala, tantangan yang dihadapi, dan strategi kepala sekolah dalam menyelesaikan permasalahan di SMP Muhammadiyah Semin. Pemilihan tempat penelitian ini karena SMP Muhammadiyah Semin mengalami pasang surut dalam penerimaan PPDB, dan terus berbenah memperbaiki pengelolaan Rohmah Yuliana et. al (Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah diA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2025. Page: 26-36 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. sekolah menuju sekolah berkemajuan. Guru dan karyawan terdiri dari generasi senior dan generasi gen z yang memiliki karakteristik berbeda. SMP Muhammadiyah Semin merupakan salah satu sekolah Muhammadiyah yang masuk 5 besar dengan jumlah peserta didik lebih dari 300 peseta didik. Tantangan yang tidak sederhana yang harus dihadapi oleh SMP Muhammadiyah Semin menjadi hal menarik untuk diteliti supaya dapat menjadi tambahan referensi bagi sekolah muhammadiyah lainnya dalam mengembangkan sekolah. Selain itu kepala sekolah dan guru-guru Muhammadiyah merupakan kolaborasi antara guru senior yang sudah nyaman dengan kondisi sebelumnya, dan guru junior yang tergolong berusia muda dan memiliki pemikiran terbuka untuk terus mengikuti perkembanagan dunia pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskritif yang menceritakan kondisi, keadaan, dan fenomena yang terjadi di lapangan secara mendalam(Arikunto, 2010. Hasanah, 2. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara terstruktur dan tidak terstruktur dengan kepala Achjar et al. Wawancara terstruktur dilakukan berdasarkan susunan pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya. Sedangkan wawancara tidak terstruktur dilakukan berdasarkan pertanyaan yang muncul saat wawancara sebagai pengembangan dari wawancara yang dilakukan untuk mengetahui kedalaman informasi yang diperlukan(Ratnaningtyas et al. Subyek penelitian dalam artikel ini adalah Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Semin yang berstatus diperbantukan (PNS DPK). Kepala Sekolah tersebut awalnya guru di SMP Muhammadiyah Semin juga, sehingga dapat memahami permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh sekolah di masa depan. Peneliti memilih Kepala Sekolah sebagai responden (Ratnaningtyas et al. , 2. karena pengalaman dan pemahaman beliau tentang kepemimpinan sudah mengimplentasikan growth mindset dan visioner. Kepala sekolah juga menggunakan teori transformational leadership dalam menangani kendala dan tantangan pendidikan di sekolah. Penentuan kriteria responden tersebut ditujukan agar data yang didapat lebih mendalam dan Hasil dan Pembahasan Hasil dan pembahasan wawancara yang dilakukan bertujuan untuk menyajikan data penelitian kualitatif mengenai kepemimpinan transformasional kepala sekolah, faktor-faktor yang mempengaruhi, kendala yang dialami, dan strategi yang digunakan dalam memimpin Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah selaku pemimpin organisasi memiliki peran aktif memberikan arahan, dan pengaruh positif kepada seluruh warga sekolah. Kepala sekolah menjadi penentu keberhasilan dan kemajuan sekolah, karena kepala sekolah adalah pengelola sekolah mulai dari input, proses, sampai bagaimana menghasilkan output yang baik. Kepala sekolah harus memiliki inovasi dalam memimpin orgnisasi (Ramadhan & Nurlaeli, 2. Oleh sebab itu perlu dilihat lebih mendalam tentang kepemimpinan kepala sekolah di sekolah swasta. Menurut (Mulyasa, 2022. Sari et al. , 2. , peran kepala sekolah sebagai manajer, senada dengan Alhabsyi . kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi seperti edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator. Kepala sekolah sebagai manajer harus memiliki kemampuan untuk mendorong tenaga kependidikan untuk meningkatkan kompetensi dan kerjasama dalam team untuk mencapai visi misi organisasi. Kepala sekolah juga dituntut mampu mempengaruhi guru dan karyawan dalam mengembangkan program sekolah yang sudah menjadi kesepakatan bersama. Kerr dalam (Mulyasa, 2. menyatakan bahwa Kepala sekolah merupakan: AuThe president in the multiversery, is leader, educator, creator, and initiator, wielder of power pump, he is also office holder, caretaker, inherittor, consensus seeker, persuader, bottleneck, but he is mostly mediatorAy. Dengan kemandirian kepala sekolah akan lebih leluasa dalam menyusun program Rohmah Yuliana et. al (Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah diA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2025. Page: 26-36 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki sekolah. Program sekolah yang disusun bersama dan didiskusikan bersama akan menghasilkan keputusan partisipatif sehingga warga sekolah memiliki kesadaran lebih, rasa memiliki, tanggung jawab, kepedulian terhadap kesuksesan program tersebut. Menurut pernyataan Bass & Avolio . yaitu: AuTransformational leaders transform the personal values of followers to support the vision and goals of the organization by fostering an environment where relationships can be formed and by establishing a climate of trust in which visions can be sharedAy. Bass & Avolio . menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki 4 komponen, yaitu: Idealized influence yaitu, saling berbagi permasalahan dan persoalan yang dihadapi kelompok organisasi. Idealized influence merupakan perubahan rasa hormat dan kepercayaan dari orang yang dipimpin. Intellectual simulation adalah metode kepemimpinan yang menggunakan hasil pencarian kreativitas dan ide inovatif serta mencari solusi pemecahan yang muncul dari bawahan yang dipimpinnya. Individual consideration adalah refleksi yang dilakukan pemimpin yang selalu menjunjung tinggi dan memperhatikan prestasi dan kebutuhan orang yang dipimpin. Inspiration motivation adalah sesuatu yang menantang dan bentuk tanggung jawab orang-orang yang dipimpin, didalamnya memuat perilaku yang mampu menunjukkan komitmen dan dukungan terhadap tujuan, dan sikap pemimpin yang menghasilkan karya dan kerja nyata. Kepala sekolah SMP Muhammadiyah Semin mencurahkan perhatian untuk perkembangan sekolah mulai dari permasalahan pembinaan administrasi ke permasalahan pembinaan Selain itu kepala sekolah mampu memenuhi kebutuhan guru dalam meningkatkan dan mengembangkan kompetensi dan kinerjanya melalui workshop. IHT, dan penugasan pengelolaan program. Dalam pengembangan kepemimpinan ini kepala sekolah meningkatkan komunikasi dengan para guru dan karyawan demi kelancaran realisasi konsep sekolah. Komunikasi bukan sekedar alat penyampaian informasi, namun sebagai pondasi kritis kepemimpinan transformasional yang berhasil. Berikut beberapa peran komunikasi dalam kepemimpinan transformasional menurut (Mohune & Tola, 2019. Riza et al. , 2. , yaitu. mensosialisasi visi misi, motivasi melalui kata-kata dan tindakan, membangun keterlibatan dan partisipasi, memberikan umpan balik konstruktif, stimulasi Intelektual, pertimbangan individual, membangun hubungan yang kuat, mengatasi tantangan dan ketidakpastian. Tantangan Kepala sekolah Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan No 1 tahun 2021 tentang PPDB Zonasi menimbulkan permasalahan tersendiri untuk sekolah swasta. Beberapa sekolah swasta harus menata strategi untuk dapat mempertahankan jumlah peserta didik setiap tahunnya. Sekolah swasta yang tidak mampu berinovasi dalam pengelolaan sekolah akan terpinggirkan dari persaingan PPDB yang semakin dasyat. Fenomena PPDB ini menjadi pemikiran utama bagi Kepala sekolah SMP Muhammadiyah Semin agar mampu mempertahankan jumlah peserta didik dan kualitas sekolah karena PPDB sistem zonasi memberi dampak negatif berkurangnya jumlah peserta didik di sekolah swasta (Salim & Nora, 2. Kepala sekolah berupaya untuk menciptakan inovasi pengembangan sekolah melalui program tahfidz, dan kelas digital untuk meningkatkan jumlah peserta didik. Sependapat dengan (Saputri, 2. bahwasanya Kepala sekolah harus berupaya untuk menciptakan sekolah yang diminati oleh masyarakat di era digital Tantangan Kepala Sekolah Kepala sekolah berinovasi mulai dari pendekatan ke warga sekolah agar dapat didorong untuk memajukan program sekolah yang telah disusun. Beberapa strategi yang disusun oleh kepala sekolah, yaitu: Rohmah Yuliana et. al (Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah diA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2025. Page: 26-36 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Pertama, membangun visi misi bersama. Kepala sekolah harus menyusun rencana pengembangan sekolah dimulai dari menyusun visi misi sekolah agar tujuan dan cita-cita besar untuk kemajuan sekolah lebih terarah (Riyatuljannah, 2. Visi misi yang disusun sebaiknya memuat seluruh rencana dan tujuan sekolah yang akan dicapai 2-5 tahun kedepan dan mengikuti perkembangan pendidikan. Visi adalah cita-cita sekolah yang sudah direncanakan bersama dalam forum resmi sekolah. SMP Muhammadiyah semin memilih visi Auberkarakter islamiAy, sebagai cita-cita sekolah yang didalamnya memuat misi membentuk generasi islami yang melek Kedua, pembiasaan dhuha dan tadarus pagi. Pembiasaan sholat dhuha berjamaah, dan tadarus bersama di sekolah seharusnya mampu membentuk dan membangun peserta didik yang berakhlak mulia (Prasetiyo et al. , 2023. Sapitri, 2. Dhuha dan tadarus di SMP Muhammadiyah Semin dilaksanakan sebelum jam pertama dimulai, kemudian Bapak Ibu guru turut mendampingi dan meyimak bacaan peserta didik. Awalnya tidak semua guru karyawan mengikuti pembiasaan ini sehingga menimbulkan masalah baru. Ketiga, pemanfaatan media sosial untuk mempublikasikan informasi tentang sekolah melalui facebook, instagram, youtube, dan website (Riko et al. , 2. Pemanfaatan aplikasi tersebut idealnya dikuasai oleh guru dan peserta didik. Terkadang ada guru yang membatasi dirinya untuk menguasai aplikasi-aplikasi digital karena terkendala waktu dan tenaga meskipun sebenarnya sangat membantu dalam pembelajaran (Rifai & Yuniar, 2. Beberapa alasan yang sering diungkapkan adalah menganggap dirinya sudah tua sehingga tiddak perlu menguasai program atau aplikasi digital untuk pembelajaran (Ngongo et al. , 2. Alasan lain yang diungkapan karena sudah tidak memiliki kemampuan untuk menguasai aplikasi-aplikasi yang dapat membantu program sekolah, mendekati masa pensiun, dan akan ada penarikan guru DPK dari sekolah swasta ke sekolah negeri. Maka idealnya untuk pemanfaatan media sosial ini semua guru harus mencoba untuk menguasai sesuai dengan porsi dan kemampuan masing-masing. Pemanfaatan media sosial untuk peserta didik harus lebih ditekankan. Mengingat media sosial, aplikasi atau program-program digital akan dihadapinya dan akan menjadi tolok ukur keberhasilan dari program digital sekolah yang telah ditetapkan. Pemanfaatan media sosial sebagai sarana memperkenalkan sekolah pada era revolusi 4. 0 merupakan pilihan yang tepat karena memudahkan akses oleh berbagai kalangan (Kristia & Harti, 2021. Nurmalasari & Masitoh, 2. Keempat, membangun jejaring dengan PCM, alumni guru dan peserta didik, dan AUM. Visi dan Misi adalah salah satu cita-cita yang ingin diraih sekolah maka untuk meraihnya perlu kerja sama (Susila et al. , 2. Tidak hanya kerja sama internal sekolah saja yang dibangun tetapi perlu juga membangun kerja sama dengan instansi di luar sekolah, baik dengan lembagalembaga sosial yang masih berkaitan dengan Muhammadiyah, tokoh-tokoh Muhammadiyah kapanewon Semin, dan lembaga-lembaga yang mampu memberikan bantuan secara finansial. Membangun jejaring dapat memberikan manfaat bagi sekolah, pendidik, peserta didik, dan orangtua, misalnya. meningkatkan semangat berkompetisi, memperlancar komunikasi antar organisasi, meningkatkan prestasi di dalam sekolah dan antar sekolah, dan mendorong keberlangsungan berjalannya program sekolah yang sudah direncanakan (Ghozali et al. , 2. Kelima, program khusus kelas tahfidz 2017. Sejak 2017 progam tahfidz di sekolah ini mulai dilaksanakan. Tentunya persiapan yang matang akan menjadi kunci sukses terlaksananya Persiapan yang dilakukan dibagi menjadi tiga bagian. persiapan tenaga pendidik, . persiapan program, . peningkatan mutu tenaga pendidik. Persiapan tenaga pendidik dilakukan dengan mengambil tenaga pendidik yang memiliki kemampuan hapalan quran 30 juz. Tentunya juga harus memiliki komitmen mengajar yang tinggi agar hapalan peserta didik dapat tercapa sesuai dengan target (Umam, 2. Sekolah juga mengirim guru pengampu untuk mengikuti diklat dan pelatihan yang sesuai dengan bidang yang akan dikelola. Kemudian untuk persiapan Rohmah Yuliana et. al (Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah diA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2025. Page: 26-36 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. program dilakukan juga dengan terperinci, misalnya daftar kehadiran, lembar pencapaian, lembar keaktifan, dan lain sebagainya. Terakhir mutu pendidik juga perlu ditingkatkan dengan mengiktseertakan pada program pelatihan di lembaga-lembaga yang dapat menunjang peningkatan kemampuan tenaga pendidik (Nurlatifah, 2. Keenam, program digital 2021 lebih menarik minat peserta didik dan orangtua. Sejak covid19 mulai melanda Indonesia, sekolah berpikir keras agar kegiatan mengajar tetap dapat berjalan dengan lancar. Diawali program belajar di rumah yang diterapkan saat di covid-19, sekolah berupaya secara bertahap untuk menggunakan perangkat-perangkat teknologi komunikasi informasi dalam kegiatan mengajar. Program digital menjadi pilihan tepat untuk efektivitas pembelajaran semenjak covid 19. Aplikasi canva menjadi alternatif yang menyenangkan dan efektif dalam pembelajaran (Amin et al. , 2. Meskipun aplikasi ini tergolong mudah dan sangat familiar dengan dunia pendidikan, namun belum semua guru menguasai dan mampu mengimplementasikan dalam pembelajaran sehari-hari (Saputri, 2. Sehingga kepala sekolah berusaha menyediakan guru yang kompeten pada bidang informasi teknologi untuk memperlancar program tersebut. Selain guru yang kompeten dalam bidang informasi teknologi, sekolah juga menyusun kurikulum khusus untuk mata pelajaran digital untuk memudahkan arah pembelajaran sehari-hari, menentukan kemampuan yang harus dimiliki peserta didik, dan karya apa yang harus dihasilkan dalam setiap pembelajaran (Inayah et al. , 2. Peserta didik tidak hanya mampu menggunakan aplikasi ini, namun mereka dilatih untuk mengembangkan program jurnaistik sebagai upaya mengimplementasikan program digital dalam keseharian di sekolah. Program jurnalisik bertujuan juga melatih peserta didik untuk menggali potensi mereka dalam penulisan, dan wawancara. Ketujuh, mengikuti berbagai perlombaan baik tingkat sekolah, kapanewon, yayasan sampai tingkat nasional. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan animo masyarakat melalui peningkatan prestasi peserta didik baik yang diselenggarakan secara mandiri sampai yang diselenggarakan di tingkat nasional (Saputra et al. , 2. Ajang prestasi ini juga diperuntukkan bagi guru untuk mengasah kemampuan dan membangun komitmen guru sebagai upaya menambah wawasan dan jiwa berkompetisi. Sebelum dan setelah mengikuti perlombaan perlu dibuatkan banner untuk mengucapkan selamat dan sukses dalam rangka proses pencitraan Kendala kepala sekolah Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah, kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program sekolah diantaranya. guru berada di zona nyaman, adanya wabah covid-19, banyak guru yang diterima menjadi pK, dan guru pengganti sebagian besar adalah gen Z yang ternyata sulit membangun komunikasi dalam tim. Zona nyaman para guru di sekolah memiliki dampak besar terhadap pelaksanaan kegiatan, dan pembelajaran di sekolah (Qonita et al. , 2. Guru-guru sulit menerima program dan ide baru karena sudah nyaman dan pesimis. Nyaman dengan program lama karena sudah dirasa dapat berjalan dengan baik. Kemudian pesimis karena merasa tidak memiliki kemampuan untuk melaksanakan ide-ide baru yang dirasa terlalu banyak tantangan. Kendala yang paling berat adalah mengajak guru mengubah pola pikirnya untuk keluar dari zona nyaman, karena jika guru tidak mau berubah maka perubahan yang dilakukan kepala sekolah akan sia-sia. Selain itu, guru sekolah harus memiliki kemampuan untuk memobilisasi guru lain untuk saling membantu dalam mencapai tujuan bersama. Kendala selanjutnya yaitu Sejak masa pandemi covid 19, pembelajaran di sekolah menjadi tidak berjalan dengan semestinya. Penyebabnya karena pertemuan tatap muka antara guru dan murid dibatasi oleh pemerintah. Ketidaksiapan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan cara yang baru misalnya dengan sistem belajar di rumah, zoom, respon peserta didik kurang maksimal . os Santos et al. , 2. , tugas-tugas mandiri dan lain sebagainya. Untuk mengatasi Rohmah Yuliana et. al (Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah diA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2025. Page: 26-36 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. permasalahan tersebut, teknologi mempunyai peranan penting demi keberlangsungan pembelajaran jarak jauh yang bermakna dan menyenangkan (Amin et al. , 2. Permasalahan lain, seperti yang diungkapkan (Damanik et al. , 2. Pengangkatan pK dari guru swasta yang merupakan guru inti sekolah memberikan dampak negatif bagi perkembangan sekolah swasta. Dengan adanya pengangkatan pK selama 3 tahun, sekolah merasakan pukulan yang sangat telak karena guru-guru yang diterima pK sudah dikader dan diharapkan menjadi tulang punggung pelaksanaan program di SMP Muhammadiyah Semin. Guru-guru tersebut sebelumnya sudah dikirim pelatihan, workshop, pelatihan dan kursus untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi mereka dalam bidang keahlian yang mereka ampu. Selanjutnya, permasalahan terakhir yang diungpakan adalah guru gen Z sulit berkomunikasi dengan guru senior. Karena generasi gen z mengalami kendala dalam berkomunikasi dengan guru senior, maka sulit untuk menerima pendapat dan mempertahankan pendapatnya ketika berkomunikasi dengan wali murid dan guru senior (Suyatno & Martaningsih, 2. Strategi kepala sekolah Begitu banyaknya kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam melakukan transformasi pendidikan di SMP Muhammadiyah Semin, maka memunculkan berbagai strategi untuk mengatasi kendala yang muncul. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah, berikut beberapa strategi yang diambil untuk menyelesaikan permasalan di lapangan, yaitu. Kepala sekolah melakukan komunikasi (Riza et al. , 2. melalui forum rapat, dan pendekatan pribadi sebagai upaya mengenalkan visi dan program sekolah kepada seluruh guru (Siahaan & Prasetia, 2023. Zahra et al. , 2. , baik itu guru yayasan maupun DPK yang berada di SMP Muhammadiyah Semin. Terutama pengenalan visi kepada guru yang sudah senior atau memiliki masa kerja yang lama sebab mereka umumnya sangat sulit untuk menerima ide baru. Komunikasi personal ini bertujuan untuk meraih perhatian dan membuka pemikiran guru senior tentang rencana program dan tantangannya supaya mereka juga siap menghadapi dan turut membantu menyeselesaikan. Guru-guru senior ini juga diberi tanggung jawab sebagai wujud menghargai senior dengan menempatan mereka pada posisi yang tidak berpengaruh pada pengambilan kebijakan namun masih diperlukan pertimbangan dan masukkannya. Sehingga guru ini tidak merasa dipinggirkan dengan hadirnya pemimpin muda yang membawa misi transformasi untuk mengangkat kemajuan dan kualitas sekolah. Sebagai bentuk dukungan terhadap program sekolah para guru-guru DPK dan GTY bersertifikasi membentuk forum guru yang berfungsi memikirkan dan melakukan dukungan terhadap sekolah. Bentuk dukungan yang diberikan kepada sekolah yaitu. pengadaan sarana kebutuhan sekolah yang belum memadai, membuka jejaring dengan instansi yang memiliki peduli pendidikan, dan memberikan tambahan kesejahteraan kepada guru-guru yang terlibat dalam penyusunan dan pelaksanaan program Strategi lain yang diterapkan kepala sekolah yaitu menghargai keilmuan dan dedikasi guruguru yang masuk dalam tim manajemen sekolah dengan memberikan reward untuk guru berprestasi dan penambahan kesejahteraan (Sholeh, 2. Guru yang memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, dan mempunyai kemauan untuk berkembang akan mendapatkan reward dan penghargaan sesuai dengan inovasi dan usahanya. Reward yang diberikan ini bertujuan memacu, menggali, dan memotivasi guru untuk berkembang mengikuti kemajuan dan tantangan dunia pendidikan yang terus bergerak. Pemberian reward ini mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan sebelumnya. Guru diberikan pujian, sertifikat, penghargaan berupa uang, dan promosi jabatan, bahkan dipromosikan sebagai kepala sekolah (Kurniawan & Hasanah, 2. Kesimpulan Kepala sekolah harus mampu membimbing, mengarahkan, dan menginspirasi semua elemen sekolah untuk mau bergerak menuju ke arah pendidikan lebih baik agar dapat Rohmah Yuliana et. al (Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah diA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2025. Page: 26-36 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. menghasilkan lulusan yang berkualitas. Kepemimpinan kepala sekolah visioner, akan membawa sekolah kecil maju, dan mandiri (Mahiroh & Abidin, 2. Bahkan sekolah yang peneliti kunjungi belum memilik sarana prasarana yang memadai dan tidak mempunyai lahan yang luas. Ditambah lagi area sekolah dan lapangan olahraga pun tidak memadai untuk Akan tetapi sekolah tersebut tetap mampu menjadi agen perubahan yang tentunya memacu orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah tersebut. Kepala sekolah harus menyiapkan strategi sebagai upaya pencegahan dan penyelesaian permasalahan yang muncul saat program transformasi pendidikan ini diluncurkan di sekolah. Kepala sekolah transformasional harus memiliki visi masa depan, berani berinisiatif, dan menjadi agen perubahan yang mampu memegang amanah serta mampu menjadi partner dalam bertransformasi menurut Sudarwan dalam (SENTIA, 2. Selain itu. Kepala sekolah transformasional harus terus mengasah dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi situasi yang rumit dan tidak menentu, mampu berpikir logis dan obyektif berdasarkan nilai yang berlaku demi tercapainya visi dan misi yang telah ditetapkan oleh sekolah. Daftar Pustaka