Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. Penerapan Metode Learning Start with A Question dalam Meningkatkan Kreativitas Matematika Siswa Masdelima Azizah Sormin*. Yulia Anita Siregar. Fitriani. Benny Sofyan Samosir. Rosliana Dalimunthe Pendidikan Matematika. Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Tapanuli Selatan. Indonesia *Coresponding Author: masdelima@um-tapsel. Diterima: 17 Juni 2025, disetujui untuk publikasi 28 Juni 2025 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas matematika siswa melalui penerapan metode Learning Start with A Question (LSQ). Metode LSQ dipilih karena kemampuannya dalam merangsang rasa ingin tahu dan partisipasi aktif siswa melalui pengajuan pertanyaan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus, di mana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa MTs. Muhammadiyah 29 Kota Padangsidimpuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, angket dan observasi, alat pengumpulan data yaitu lembar tes, lembar angket dan lembar observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini ialah analisis data tes, analisis angket, analisis hasil observasi aktivitas siswa, dan analisis hasil observasi kinerja guru. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan terdapat hasil angket kreativitas belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata persentase sebesar 59,70% sedangkan rata-rata persentase siklus II sebesar 81,50% dengan peningkatan rata-rata persentase sebesar 21,80%. Dilihat dari hasil tes belajar matematika pada siklus I dengan persentase 70,64% sedangkan siklus II persentase sebesar 87,20% dengan peningkatan persentase sebesar 16,56%. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I rata-rata persentase sebesar 69,50% sedangkan rata-rata persentase siklus II sebesar 80,60% dengan peningkatan rata-rata persentase sebesar 11,10%. Hasil observasi kinerja guru pada siklus I rata-rata persentase sebesar 67,05% sedangkan pada siklus II rata-rata persentase sebesar 89,77% dengan peningkatan rata-rata persentase sebesar 22,72%. Simpulan dari penelitian ini adalah metode LSQ efektif dalam meningkatkan kreativitas matematika siswa, terbukti dari kenaikan signifikan dari Siklus 1 ke Siklus 2. Oleh karena itu, disarankan agar guru mempertimbangkan penggunaan LSQ sebagai alternatif dalam pembelajaran matematika untuk mengembangkan kreativitas siswa. Kata Kunci: Kreativitas Matematika. Learning Start with A Question (LSQ). Penelitian Tindakan Kelas. Citation : Sormin. Siregar. Fitriani. Samosir. , & Dalimunthe. Penerapan Metode Learning Start with A Question dalam Meningkatkan Kreativitas Matematika Siswa. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika: 6. , 126 Ae 135. pemikiran kreatif. Hal ini diperkuat oleh studi dari Pendahuluan Kurniawan & Kohar . yang mengungkapkan keterampilan abad ke-21 yang sangat penting bahwa pembelajaran matematika di Indonesia Kreativitas masih didominasi oleh metode konvensional, matematika juga merupakan kemampuan siswa seperti ceramah dan latihan soal, sehingga kurang dalam menghasilkan ide-ide orisinal, fleksibel, dan merangsang kreativitas siswa. Kreativitas Pembelajaran yang bersifat konvensional, elaboratif dalam memecahkan masalah matematika seperti metode ceramah dan pemberian latihan menunjukkan bahwa kreativitas matematika siswa rutin, seringkali kurang memberikan ruang bagi masih rendah. Penelitian yang dilakukan oleh Siswono et al. menemukan bahwa sebagian Akibatnya, siswa cenderung pasif dan hanya besar siswa cenderung hanya mengikuti prosedur mengikuti prosedur yang diberikan guru tanpa yang diajarkan guru tanpa mampu mengembangkan pemikiran orisinal. (Silver. Namun. Sormin. Siregar. Fitriani. Samosir. , & Dalimunthe. Penerapan Metode. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan ide-ide Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Berdasarkan ditemukan bahwa hanya 30% siswa yang aktif pendekata. , originality . easlian solus. , dan elaboration . engembangan ide secara rinc. mengajukan pertanyaan atau memberikan solusi Sebagian Penelitian Leikin & Pitta-Pantazi 2022, menunjukkan bahwa kreativitas matematika dapat instruksi guru dan kurang berani mencoba strategi mendorong eksplorasi dan pemecahan masalah penyelesaian masalah yang berbeda. Hal ini terbuka . pen-ended problem. Namun, studi dari Kurniawan & Kohar . menemukan bahwa matematika siswa. Oleh karena itu, diperlukan sebagian besar pembelajaran matematika masih sebuah pendekatan pembelajaran yang dapat berfokus pada prosedur algoritmik, sehingga merangsang keingintahuan siswa serta mendorong menghambat pengembangan kreativitas siswa. Beberapa mereka untuk terlibat aktif dalam proses belajar. Salah satu metode pembelajaran yang dapat kreativitas matematika siswa antara lain: . Metode mendorong kreativitas siswa adalah Learning Start with A Question (LSQ). Penelitian Widodo & Dwi, cenderung membatasi ruang kreativitas siswa, . 2021, metode ini menekankan pada pemberian Lingkungan belajar yaitu ketakutan siswa terhadap kesempatan kepada siswa untuk mengajukan kesalahan dan kurangnya kesempatan untuk bertanya dapat menurunkan motivasi berpikir Selain teacher-centered kreatif, . Keyakinan siswa terhadap matematika. Febriana dimana siswa yang percaya bahwa matematika hanya tentang menghafal rumus cenderung kurang LSQ meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan Metode Learning Start with A Question (LSQ) Menurut Widodo & Dwi, 2021. LSQ adalah metode pembelajaran yang mendorong siswa penjelasan dari guru. Namun, masih terbatasnya penelitian yang untuk mengajukan pertanyaan sebelum materi mengkaji pengaruh LSQ secara khusus terhadap Vygotsky 1978. Metode ini didasarkan kreativitas matematika siswa. Oleh karena itu, pada teori konstruktivisme, di mana pengetahuan penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas dibangun melalui pengalaman dan interaksi aktif. metode LSQ dalam meningkatkan kreativitas LSQ memiliki beberapa tahapan: . Stimulasi matematika melalui Penelitian Tindakan Kelas pertanyaan, dimana guru memberikan stimulus (PTK) ambar, kasus, atau masala. untuk memicu menganalisis peningkatan kreativitas matematika pertanyaan siswa, . Pengumpulan pertanyaan, siswa setelah penerapan metode Learning Start With A Question (LSQ) pada Siklus 1 dan Siklus 2. berdasarkan rasa ingin tahu mereka, . Eksplorasi Manfaat penelitian Memberikan alternatif strategi dan diskusi, yaitu pembelajaran berpusat pada pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan pertanyaan siswa sehingga mendorong investigasi kreativitas siswa. Konsep Kreativitas Matematika menyimpulkan konsep berdasarkan eksplorasi Tujuan Refleksi. Penelitian Febriana 2022 membuktikan bahwa LSQ meningkatkan keterlibatan siswa dan kemampuan siswa untuk menghasilkan berbagai kemampuan berpikir kreatif karena siswa diberi solusi yang orisinal, fleksibel, dan elaboratif dalam kebebasan untuk mengeksplorasi ide-ide mereka. Menurut Kreativitas Sriraman Haavold memecahkan masalah matematika. Kreativitas ini meliputi fluency . elancaran dalam menghasilkan . eluwesan Sormin. Siregar. Fitriani. Samosir. , & Dalimunthe. Penerapan Metode. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 harga tersebut merujuk ke tabel harga kritik r Metode Penelitian product momen dengan taraf signifikan 5% dan = tindakan kelas atau Classroom Action Research 0,05, jika rhitung > rtabel maka butir soal dalam kategori (CAR). Jenis Penelitian MTs. Muhammadiyah 29 Kota Padangsidimpuan. Subjek Tabel 1. Interpretasi Validitas Nilai rxy penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Vi MTs, (Classroom Action Researc. Perencanaan tindakan Nilai Validitas 0,80 < rxy O 1,00 Sangat tinggi 0,60 < rxy O 0,80 Tinggi 0,40 < rxy O 0,60 Cukup 0,20 < rxy O 0,40 Rendah 0,00 < rxy O 0,20 Sangat rendah rxy O 0,00 Tidak valid Uji reliabilitas tes, dimana untuk mengukur kelas sebanyak 2 siklus. Dimana setiap siklus tingkat reliabilitas tes dapat dilakukan dengan pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Berikut bentuk skema penelitian tindakan kelas: kriteria sebagai berikut: Muhammadiyah 29 Kota Padangsidimpuan yang berjumlah 25 orang dan untuk objeknya penerapan metode Learning Start with A Question dalam Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas Untuk Tabel 2. Interpretasi Derajat Reliabilitas Nilai Derajat Reliabilitas 0,80 < r11 O 1,00 Sangat tinggi 0,60 < r11 O 0,80 Tinggi 0,40 < r11 O 0,60 Cukup 0,20 < r11 O 0,40 Rendah 0,00 < r11 O 0,20 Sangat rendah Indeks kesukaran untuk mengetahui taraf kesukaran dari butir tes yang disusun dilakukan membandingkan banyak siswa menjawab benar dengan jumlah peserta tes. Kriteria yang digunakan untuk mengklasifikasikan butir soal tersebut Gambar 1. Skema Siklus Penelitian tindakan Kelas adalah makin kecil indeks yang diperoleh maka Teknik pengumpul data yang digunakan: makin sulit soal tersebut. Serbaliknya, makin besar Dan untuk alat indeks yang diperoleh makin mudah soal tersebut. pengumpulan data yaitu lembar tes, lembar angket Sebelum Tabel 3. Kriteria Tingkat Kesukaran Butir Soal Indeks kesukaran Kategori 0,00-0,30 Soal Sukar 0,31-0,70 Soal Sedang 0,71-1,00 Soal Mudah Daya pembeda adalah kemampuan suatu melakukan uji hipotesis terlebih dahulu dilakukan soal untuk membedakan siswa yang pandai dengan teknik analisi data dilakukan langkah-langkah siswa yang kurang pandai. Dan untuk menguji daya pembeda tersebut selisih proposi benar dan observasi. dan lembar observasi. Teknik analisis datanya berupa analisis data tes, dimana instrumen tes digunakan untuk mendapatkan data yang sifatnya Uji validitas tes yang digunakan untuk kelompok atas dan proporsi benar kelompok mengukur apa yang seharusnya di ukur. Pengujian validitas instrumen dalam penelitian ini akan Tabel 4. Kriteria Daya Pembeda Butir Soal Nilai Daya Pembeda Klasifikasi 0,40 atau lebih Sangat Baik 0,30-0,39 Baik menggunakan validitas kontruksi yaitu dengan rumus korelasi Product Moment pearson sebagai Untuk menentukan harga validitas tiap soal maka Sormin. Siregar. Fitriani. Samosir. , & Dalimunthe. Penerapan Metode. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. pengelompokan kategori ditampilan pada tabel 7. 0,20-0,29 0,19 ke bawah Kriteria ketuntasan Cukup Jelek hasil belajar pembelajaran adalah apabila kadar aktivitas siswa Ou 80%, kriteria minimal AuBaikAy. Kriteria perorangan dan daya serap klasikal. Secara Tabel 7. Kualifikasi Persentase Aktivitas Siswa perorangan, seorang siswa dinyatakan tuntas Nilai Kriteria 90% - 100% Sangat Baik 80% - 89% Baik 70% - 79% Cukup 60% - 69% Kurang O 59% Sangat Kurang Lembar observasi kinerja guru bertujuan apabila memperoleh nilai akhir minimal 75 dari skor maksimal 100. Sementara itu, secara klasikal, suatu kelas dikatakan tuntas apabila minimal 75% dari jumlah seluruh siswa telah mencapai nilai Ou Untuk ketuntasan belajar secara klasikal, digunakan rumus: PK = . /N) y 100%, di mana PK adalah persentase ketuntasan klasikal, n merupakan jumlah siswa yang tuntas, dan N adalah jumlah seluruh siswa dalam kelas. Kemampuan peserta didik dapat dikelompok dalam lima skala yaitu ditunjukkan pada tabel 5. Tabel 5. Interpretasi Kategori Hasil Belajar Siswa Interval Nilai Interpretasi 85 Ae 100 Sangat Tinggi 70 Ae 84 Tinggi 55 Ae 69 Sedang 40 Ae 54 Rendah 0 Ae 39 Sangat Rendah Analisis angket, dimana data diperoleh dari hasil angket kreativitas matematika siswa. Data dianalisis dengan menggunakan persentase data yang kemudian diintepretasikan sesuai dengan Penelitian ini dianggap berhasil ketika persentase kreativitas matematika siswa berada dalam kategori AuTinggiAy. Tabel 6. Interpretasi Kreativitas Matematika Siswa Persentase Minat Belajar Kriteria < 20,00 Sangat Rendah 21,00 Ae 40,00 Rendah 41,00 Ae 60,00 Cukup 61,00 Ae 80,00 Tinggi 81,00 Ae 100 Sangat Tinggi Data hasil observasi dianalisis dengan untuk melihat kemampuan guru dalam kegiatan belajar mengajar. Data pengamatan kemampuan dalam mengelola pembelajaran dianalisi dengan menggunakan statistika deskriptif dengan rata-rata skor untuk setiap aspek dan diklasifikasikan sepeti pada tebel 8. Guru dikatakan mampu mengelola pembelajaran apabila tingkat kemampuan guru untuk tiap pertemuan mencapai Ou 80%, kriteria minimal Au BaikAy Tabel 8. Kualifikasi Persentase Kinerja Guru Nilai Kriteria 90% - 100% Sangat Baik 80% - 89% Baik 70% - 79% Cukup 60% - 69% Kurang O 59% Sangat Kurang Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini ditentukan berdasarkan tiga kriteria Pertama, kreativitas matematika siswa dinyatakan meningkat apabila melalui penerapan metode Learning Start with A Question di kelas Vi MTs. Muhammadiyah 29 Kota Padangsidimpuan, sebanyak Ou 80% siswa memperoleh nilai minimal sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yaitu Kedua, aktivitas belajar siswa dalam pelajaran matematika juga dikatakan meningkat apabila Ou 80% siswa menunjukkan partisipasi aktif selama Ketiga, mendeskripsikan aktivitas siswa selama kegiatan penelitian ini juga tercermin dari peningkatan pembelajaran berlangsung. Format dari penilaian kinerja guru, yang dinyatakan berhasil apabila ini berupa rating scale yang dibuat dalam bentuk mencapai persentase Ou 80% dalam pelaksanaan Checlist. Rumus untuk mengetahui aktivitas belajar pembelajaran di kelas Vi MTs. Muhammadiyah 29 siswa dengan membandingkan skor yang diperoleh Kota Padangsidimpuan. siswa dan skor maksimal tes. Kemudian hasil Sormin. Siregar. Fitriani. Samosir. , & Dalimunthe. Penerapan Metode. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. Hasil Penelitian Siklus I Berdasarkan metode Learning Start With A Question diperoleh bahwa jawaban responden siswa siklus I dengan mengunakan metode Learning Start With A Question dilaksanakan, diperoleh data Siklus I terdiri dari empat tahap, yakni: perencanaan, pelaksanaan AuCukupAy. Sehingga nilai yang dicapai belum sesuai Hasil tes belajar kreativitas matematika siswa dengan kriteria yang ditentukan yaitu Ou 80%, maka dalam proses belajar mengajar pada siklus I melalui perlu dilakukan refleksi untuk perbaikan siklus metode Learning Start with A Question dapat dilihat pada tabel 9. Pengamatan 59,70% Tabel 9. Hasil Tes Belajar Kreativitas Matematika bagian proses dari pengumpilan data yang Keterangan Data Jumlah seluruh siswa Nilai rata-rata siswa (KKM = . 70,64 Persentase umlah siswa yang tuntas (Ambang batas 75%) Persentase jumlah siswa yang tidak Dari tabel 9 diketahui bahwa persentase nilai diperlukan dalam penelitian. Peneliti bertindak rata-rata keseluruhan siswa masih 70,64 % dengan dapat disimpulkan nilai yang dicapai belum sesuai jumlah siswa yang tuntas hanya 16 orang siswa . dengan kriteria yang ditentukan yaitu 80%, maka %) dan siswa tidak tuntas sebanyak 9 orang siswa . %). Untuk lebih rinci perolehan hasil kreativitas Pada penelitian selanjutnya diharapkan matematika siswa dapat dilihat pada tabel 10. dapat memenuhi indikator pencapaian yang telah Tabel 10. Kreativitas Matematika Siswa Siklus I terhadap aktivitas siswa pada siklus I diperoleh menggunakan metode Learning Start with A Question persentase 69,05 % dengan kualifikasi cukup, jadi berdasarkan interval Pengamatan Interval Jumlah Siswa Persentase bagian dari proses pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian. Observator yang akan menilai sejauh mana kemampuan guru dalam mengelola kelas menggunakan metode Learning Start kreativitas matematika siswa. Hasil pengamatan Dari tabel 10 diperoleh bahwa penguasaan With Question terhadap materi pembelajaran masih tergolong pembelajaran siklus I, kinerja guru pada siklus I sedang/cukup, dilihat dari persentase ketuntasan dengan menggunakan metode Learning Start With A klasikal masih 64 %, sehingga belum sesuai dengan Question kriteria yang ditentukan yaitu 80%, maka perlu persentase 67,04% , jadi dapat disimpulkan nilai yang dicapai belum sesuai dengan kriteria yang AuKurangAy ditentukan yaitu 80%, maka diperlukan refleksi Berdasarkan dari data di atas tes belajar untuk perbaikan siklus berikutnya. Pada penelitian kraetivitas matematika siswa siklus I belum selanjutnya diharapkan dapat memenuhi indikator memenuhi kriteria ketuntasan minimun (KKM) pencapaian yang telah ditetapkan. sekolah yaitu 80 dan belum terpenuhi indikator Lebih yang ditetapkan, maka pada siklus selanjutnya akan diupayakan peningkatan hasil tes belajar pelaksanaan yang cukup, namun masih perlu kreativitas matematika siswa. Hasil angket kreativitas matematika siswa apersepsi, motivasi, dan pemberian acuan yang dalam proses belajar mengajar pada siklus I melalui masing-masing memperoleh skor 2. Penyajian Sormin. Siregar. Fitriani. Samosir. , & Dalimunthe. Penerapan Metode. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 materi dinilai cukup baik, dengan penguasaan yang diharapkan, nilai persentase rata-rata masih bahan memperoleh skor 3 dan penyajian sistematis sebesar 67,04% atau berada pada kriteria AuKurangAy. Strategi pembelajaran dan pemanfaatan Hal ini menunjukkan kinerja guru belum sesuai media pembelajaran mendapat skor rata-rata 3, dengan yang direncanakan dalam penelitian ini menandakan pelaksanaan yang baik. Pengelolaan dengan kategori AuBaikAy atau Ou 80%. kelas dan penilaian pembelajaran menunjukkan Dari variasi skor antara 2 dan 3, sedangkan keterampilan menyimpulkan bahwa dari aspek yang diteliti baik itu angket, tes, aktivitas siwa dan kinerja guru menunjukkan pencapaian yang relatif konsisten dalam pembelajaran matematika masih belum dengan skor 3 di sebagian besar aspek. Secara umum, kinerja guru tergolong cukup baik, namun penelitian akan dilanjutkan ke siklus berikutnya. masih belum mencapai indikator keberhasilan Hasil refleksi siklus I merupakan tindak lanjut untuk siklus berikutnya. Maka perlu tindakan pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan Ada beberapa refleksi yang diperoleh dilihat dari persentase tes kreativitas matematika siswa dapat disimpulkan bahwa tes tersebut belum sesuai dengan indikator yang diinginkan atau hanya mencapai 70,64%, hal ini disebabkan siswa kurang Meski belum dapat menyelesaikan tes dengan benar akan tetapi rasa ingin tahu dan kerja sama siswa telah terlihat, diharapkan hal ini dapat untuk siklus II dengan memperbaiki kekurangan yang ditemui pada siklus I. Siklus II Tindakan pada siklus II ini merupakan tindak lanjut hasil refleksi siklus I. Hasil tindakan pada siklus II diuraikan pada tabel 11 hasil tes belajar kreativitas matematika siswa siklus II. Hasil tes belajar kreativitas matematika siswa dalam proses belajar mengajar pada siklus II melalui metode Learning Start With A Question dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 11. Kreativitas Matematika Siswa Siklus II masih dalam tahap pengenalan metode Learning Keterangan Data Jumlah seluruh siswa Nilai rata-rata siswa (KKM = . Persentase umlah siswa yang tuntas (Ambang batas 75%) Persentase jumlah siswa yang tidak Dari tabel 11 diketahui siswa yang tuntas Start With A Question. 92% atau 23 orang siswa dan 8% siswa tidak tuntas membuat pembelajaraan lebih baik dan dapat meningkatkan hasil tes. Kemudian ditinjau dari kreativitas matematika mendapatkan nilai rata-rata sebesar 59,70% atau masih berada pada kategori AuCukupAy, dikarenakan siswa belum terbiasa atau Dari hasil observasi aktivitas siswa terlihat atau sebanyak 2 orang siswa. Lebih rinci kreativitas belum dapat mencapai tujuan yang diharapkan, matematika siswa pada siklus II dapat dilihat pada nilai rata-rata masih sebesar 69,50% atau berada pada kategori AuCukupAy. Hal ini disebabkan Tabel 12. Kreativitas Matematika Siswa Siklus II penerimaan pembelajaran belum menyeluruh, bedasarkan Interval maka hasil belajar siswa akan meningkat. Hasil Interval Jumlah Siswa Persentase Dari tabel 12 diperoleh bahwa persentase observasi kinerja guru terlihat belum sesuai dengan nilai rata-rata tes belajar kreativitas matematika kurangnya keberanian siswa untuk bertanya dan Akan keberanian siswa mengemukakan pendapat atau ide sudah mulai terlihat diharapkan hal ini dapat ditingkatkan lagi. Jika aktivitas siswa meningkat. Sormin. Siregar. Fitriani. Samosir. , & Dalimunthe. Penerapan Metode. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. siswa pada siklus II pada Interval 61-80 mencapai 32 % dan interval 81-100 mencapai 68% dengan kriteria baik, dimana terdapat 23 orang siswa yang pembelajaran, meskipun sedikit lebih rendah, tetap tuntas dan 2 orang siswa yang tidak tuntas. Dari berada dalam kategori baik dengan skor 3 untuk data di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa persentase nilai keseluruhan tes belajar kreativitas pengelolaan kelas, penilaian pembelajaran, serta matematika siswa dengan menerapkan metode keterampilan menutup pelajaran juga dinilai sangat Learning Start With A Question pada siklus II baik dengan skor dominan 4. Efisiensi penggunaan mengalami peningkatan dari siklus I mencapai waktu pun tercapai dengan baik, ditandai oleh 87,20% atau kriteria AuBaikAy. Siklus II Telah ketepatan memulai, menyajikan, dan mengakhiri memenuhi kriteria ketuntasan minimun (KKM) pelajaran yang semuanya mendapatkan skor 4. yaitu 80 dan sudah memenuhi indikator yang Secara ditetapkan yaitu 80%. kompetensi profesional yang sangat baik dalam Hasil angket kreativitas matematika siswa masing-masing Pemanfaatan Kinerja pelaksanaan pembelajaran di kelas. dalam proses belajar mengajar pada siklus II Sehingga berdasarkan hasil observasi kinerja melalui metode Learning Start With A Question guru dengan menerapkan metode Learning Start diperoleh jawaban respon siswa siklus II dengan With A Question siklus II diatas dapat ditinjau dari mengunakan metode Learning Start With A Question rata-rata aspek yang diamati dimana rata-rata dengan persentase 81,50% dengan kategori AuSangat persentase sebesar 89,77% atau kategori AuBaikAy. TinggiAy. Sehingga nilai yang dicapai sudah sesuai sedangkan kinerja guru yang direncanakan dalam dengan kriteria yang ditentukan yaitu Ou 80% atau penelitian ini adalah Ou 80% atau mencapai kategori kategori AuTinggiAy, maka tidak perlu dilakukan AuBaikAy, maka disimpulkan penelitian ini tidak akan refleksi lagi untuk perbaikan siklus berikutnya. dilanjutkan lagi karena sudah memenuhi indikator Hasil observasi aktivitas siswa menerapkan metode Learning Start With A Question Berdasarkan pada siklus II menunjukkan aktivitas siswa di atas observasi beberapa refleksi yang eiperoleh, seperti terlihat bahwa persentase hasil observasi aktivitas kreativitas matematika siswa. Jika dilihat dari siswa dengan metode Learning Start With A Question persentase tes belajar kreativitas matematika siswa mencapai 80,60% sedangkan aktivityas siswa yang dapat disimpulkan bahwa tes tersebut sudah direncanakan dalam penelitian ini adalah Ou 80% memenuhi dengan indikator yang diinginkan atau atau mencapai kategori minimal AuBaikAy maka mencapai 87,20% dengan kategori AuBaikAy, hal ini disimpulkan penelitian ini tidak akan dilanjutkan lagi karena telah memenuhi dan mencapai kriteria menyelesaikan soal dan siswa percaya terhadap yang diinginkan. jawabannya sendiri, maka disimpulkan penelitian Hasil pengamatan terhadap observasi kinerja guru dalam pembelajaran dengan metode Learning ini tidak akan dilanjutkan. Diharapkan hasil belajar siswa dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Start With A Question , kinerja guru dalam proses Ditinjau pembelajaran, diperoleh total skor sebesar 79 mendapatkan nilai rata-rata sebesar 81,50% atau dengan persentase pencapaian 89,77%. Hasil ini berada pada kategori AuSangat TinggiAy sehingga menunjukkan bahwa kinerja guru berada dalam kategori sangat baik dan telah melampaui ambang dikarenakan siswa sudah terbiasa atau sudah batas ketuntasan minimal sebesar 80%. Penyajian mengenal metode Learning Start With A Question materi juga menunjukkan kualitas yang tinggi, dengan penguasaan bahan bernilai 4 dan penyajian Diharapkan kreativitas siswa dalam sistematis bernilai 3. Strategi pembelajaran seperti penerapan metode Learning Start With A Question terciptanya hasil belajar yang memuaskan. Sormin. Siregar. Fitriani. Samosir. , & Dalimunthe. Penerapan Metode. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Terlihat dari hasil observasi aktivitas siswa bahwa model Learning Start with A Question mampu siklus II telah mencapai nilai rata-rata sebesar meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan 80,60% atau kategori AyBaikAy. Dari setiap aspek yang hasil belajar siswa secara signifikan dalam mata nilai sudah terlihat peningkatan yang signifikan, pelajaran matematika di jenjang SMP. sehingga siswa terlihat aktif dalam mengikuti Sehingga Hasil Matematika meningkat dari 59,70% . ategori AuCukupA. pada diberhentikan pada siklus II karena aktivitas siswa siklus I menjadi 81,50% . ategori AuSangat TinggiA. dalam pembelajaran sudah memenuhi indikator pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan yang diinginkan. bahwa LSQ mendorong siswa untuk semakin Terlihat dari hasil observasi kinerja guru kreatif dalam bertanya, membuat pertanyaan, dan siklus II telah mencapai nilai rata-rata sebesar mengekspresikan ide dalam menyelesaikan soal 89,77% atau kategori AySangat BaikAy. Dari setiap Hal tersebut konsisten dengan temuan indikator yang nilai sudah terlihat peningkatan Kamarudin & Yana . , yang menunjukkan penerapan LSQ meningkatkan kreativitas siswa diberhentikan pada siklus II karena kinerja guru menjadi 78,18% pada siklus II di kelas V SD Negeri dalam pembelajaran sudah memenuhi indikator 2 Waha. Sehingga yang diinginkan. Aktivitas siswa yang awalnya hanya sebesar 69,05% . ategori AuCukupA. mengalami peningkatan menjadi 80,60% . ategori Pembahasan Pada siklus I, rata-rata nilai tes kreativitas AuBaikA. II. Peningkatan matematika siswa hanya mencapai 70,64, dengan mencerminkan bahwa partisipasi siswa dalam tingkat ketuntasan klasikal sebesar 64%, yang proses pembelajaran semakin aktif, baik dalam berarti belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. Hasil ini menunjukkan mengemukakan ide-ide matematika. Penerapan bahwa sebagian besar siswa belum mampu metode Learning Start With A Question (LSQ) pembelajaran yang interaktif, partisipatif, dan harapan pembelajaran. Temuan ini sejalan dengan berpusat pada siswa. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Maulidiyah dan Kurniawan. Purwaningsih Mutiara, . Safitri . , menyimpulkan bahwa metode Learning Start with A penggunaan metode LSQ dapat meningkatkan Question secara signifikan lebih efektif dalam aktivitas siswa dari 79% menjadi 83,3% pada siklus meningkatkan pemahaman konsep II. Temuan serupa juga dilaporkan oleh Marbun dan Siregar . , yang menemukan bahwa metode LSQ mampu meningkatkan keterlibatan Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata nilai siswa meningkat signifikan menjadi 87,2, dengan tingkat ketuntasan klasikal mencapai pembelajaran matematika secara bermakna. Kinerja signifikan dari 67,04% pada siklus I . ategori penerapan metode Learning Start with A Question AuKurangA. menjadi 89,77% pada siklus II . ategori memiliki kontribusi positif terhadap peningkatan AuSangat BaikA. Peningkatan ini menunjukkan hasil belajar matematika siswa, khususnya dalam bahwa setelah dilakukan refleksi dan perbaikan hal kreativitas dalam menyelesaikan masalah. Hasil metode, guru mampu mengelola kelas dengan ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh lebih baik, menyampaikan materi secara lebih Sulastri dan Suryadi . , yang menemukan sistematis, serta membimbing interaksi siswa Peningkatan secara efektif. Keberhasilan ini mencerminkan Sormin. Siregar. Fitriani. Samosir. , & Dalimunthe. Penerapan Metode. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 adanya peningkatan kompetensi profesional guru dalam melaksanakan pembelajaran yang berpusat menunjukkan rata-rata persentase sebesar 59,70% pada siswa. Hasil ini sejalan dengan penelitian pada siklus I dan meningkat menjadi 81,50% pada yang dilakukan oleh Gunawan. Kurniawan, dan siklus II, dengan selisih peningkatan sebesar Mayasari . , yang menunjukkan bahwa guru 21,80%. Demikian pula, hasil tes kreativitas yang menerapkan model Learning Start With A matematika menunjukkan peningkatan dari 70,64% Question secara konsisten mampu meningkatkan pada siklus I menjadi 87,20% pada siklus II, atau pemahaman matematis siswa secara signifikan di meningkat sebesar 16,56%, dan seluruh siswa telah kelas eksperimen, dibandingkan dengan kelas mencapai nilai KKM minimal 70. Kedua, aktivitas kontrol yang menggunakan metode konvensional. belajar siswa juga menunjukkan peningkatan yang Temuan cukup baik. Rata-rata persentase aktivitas siswa efektivitas strategi pembelajaran juga dipengaruhi meningkat dari 69,50% pada siklus I menjadi oleh kemampuan guru dalam mengelola metode 80,60% pada siklus II, dengan selisih sebesar 11%, secara tepat dan terstruktur. yang menunjukkan keterlibatan siswa dalam Keterbatasan Muhammadiyah Kota pembelajaran semakin aktif dan optimal. Ketiga. MTs. Vi Padangsidimpuan signifikan, dari 67,05% pada siklus I menjadi 89,77% meliputi beberapa hal penting. Pertama, penelitian pada siklus II, dengan selisih peningkatan sebesar ini hanya berfokus pada aspek kognitif dalam 22,72%. Hal ini menunjukkan bahwa guru semakin menilai kreativitas matematika siswa, sehingga aspek lain seperti afektif dan psikomotor belum menyampaikan materi, serta membimbing siswa secara lebih interaktif melalui penerapan metode penelitian lanjutan. Kedua, penelitian ini terbatas LSQ. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada mata pelajaran matematika dengan materi metode Learning Start With A Question secara lingkaran, sehingga penerapan metode Learning menyeluruh memberikan dampak positif terhadap Start With A Question pada mata pelajaran lain perlu proses dan hasil pembelajaran matematika di kelas disesuaikan kembali dengan karakteristik materi Hasil dan kondisi pembelajaran yang berbeda agar hasilnya tetap maksimal. Ketiga, jumlah siswa yang Ucapan Terima Kasih terlibat dalam penelitian ini sebanyak 25 orang. Kami mengucapkan terima kasih yang jumlah yang tergolong besar dan menyulitkan sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah proses pengamatan oleh observer, terlebih lagi alat bantu berupa kamera yang digunakan memiliki keberhasilan penelitian ini. Ucapan terima kasih keterbatasan daya tahan baterai, sehingga tidak sepenuhnya mampu merekam seluruh aktivitas Muhammadiyah 29 Padangsidimpuan atas izin dan siswa dengan optimal. dukungan penuh yang diberikan selama proses Kepala MTs penelitian berlangsung. Kami juga berterima kasih Penutup kepada guru matematika yang telah membantu Penelitian ini membuktikan bahwa metode pelaksanaan pembelajaran dengan baik, serta Learning Start With A Question (LSQ) efektif dalam kepada siswa kelas Vi yang telah menjadi meningkatkan kreativitas matematika siswa kelas Vi Kota berharga dalam setiap tahapan kegiatan. Tak lupa. Padangsidimpuan. Peningkatan tersebut terlihat apresiasi kami sampaikan kepada rekan-rekan dari tiga indikator utama. Pertama, kreativitas peneliti atas kolaborasi, diskusi, dan kerja sama matematika siswa mengalami peningkatan yang yang produktif selama penelitian ini dilakukan. MTs. Muhammadiyah Sormin. Siregar. Fitriani. Samosir. , & Dalimunthe. Penerapan Metode. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu namun telah memberikan bantuan dan dukungan, baik secara langsung maupun tidak Penelitian ini tidak akan berjalan lancar tanpa peran serta dan kontribusi Bapak/Ibu NCTM (National Council Teachers Mathematic. Principles and Standards for School Mathematics. NCTM. Piaget. The Psychology of Intelligence. Routledge. Silver. Fostering Creativity Through Terima kasih atas segala bentuk kerja Mathematics Problem Solving. Journal sama dan bantuannya. Mathematical Behavior, 16. , 191-214. Siswono. StudentsAo Creative Thinking Daftar Pustaka