Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN S-PAY LATER TERHADAP PERILAKU KEUANGAN MAHASISWA DI ERA EKONOMI DIGITAL Onny Fitriana Sitorus1. Eka Haryati nC Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP UHAMKA. Indonesia 12 nC Corresponding Author Email: ekaharyati940@gmail. Author Email: onnyfitriana@uhamka. Article History: Received: June 2025 Revision: July 2025 Accepted: July 2025 Published: August Keywords: Financial Behavior. S-Pay Later. Digital. Economy. Sejarah Artikel: Diterima: Juni 2025 Direvisi: Juli 2025 Disetujui: Juli 2025 Diterbitkan: Agustus Kata kunci: Perilaku Keuangan. S-Pay Later. Ekonomi. Digital. Abstract: Digital developments have a major impact on various sectors, one of which is the economy. The digital economy era provides innovation in payment methods on various business platforms, namely using the S-Pay Later method, one of the most popular choices among the younger generation. The research method used in this study is descriptive quantitative by distributing questionnaires to collect data from students living in the UHAMKA dormitory. Based on the results of the analysis, it shows that the use of S-Pay Later can affect students' financial behavior, both in terms of spending, savings, and money management. Students who use S-Pay Later said that they find it easier to make payments, but they also tend to make more impulsive purchases and have difficulty managing their The purpose of this study is to educated on the importance of financial management for students in increasing awareness and the impact of using digital payment services. This study is intended to provide insight to educational institutions to design programs that support students in managing their finances Abstrak: Perkembangan digital memberikan dampak besar dalam berbagai sektor, salah satunya yaitu ekonomi. Di era ekonomi digital memberikan kebaruan dalam metode pembayaran di berbagai platform bisnis yaitu menggunakan metode SPay Later salah satunya yang menjadi pilihan terpopuler di kalangan generasi Tujuan dari penelitian ini sebagai edukasi terhadap pentingnya pengelolaan keuangan bagi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran dan dampak dari penggunaan layanan pembayaran digital. Penelitian ini dimakudkan untuk memberikan wawasan kepada Lembaga Pendidikan untuk merancang program yang mendukung mahasiswa dalam pengelolaan keuangan dengan Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif untuk mengumpulkan data dari mahasiswa yang tinggal di Dormitory UHAMKA. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa penggunaan S-Pay Later dapat mempengaruhi perilaku keuangan mahasiswa, baik dalam hal pengeluaran, tabungan, dan pengelolaan uang. Mahasiswa yang menggunakan S-Pay Later menyampaikan bahwa mereka lebih mudah melakukan pembayaran, tetapi mereka juga cenderung melakukan lebih banyak pembelian implusif dan mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan How to Cite: Onny Fitriana Sitorus. Eka Haryati. ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN S-PAY LATER TERHADAP PERILAKU KEUANGAN MAHASISWA DI ERA EKONOMI DIGITAL. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI), 10 . DOI : 31932/jpe. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 585 | Onny Fitriana Sitorus. Eka Haryati. ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN S-PAY LATER TERHADAP PERILAKU KEUANGAN MAHASISWA DI ERA EKONOMI DIGITAL. PENDAHULUAN Perkembangan memberikan perubahan dalam berbagai kehidupan, dengan adanya teknologi dapat Perekonomian mengalami perubahan bertransaksi dalam jual beli dari yang tadinya melakukan dengan cara konvensional menjadi serba Teknologi digital merupakan bagian dari perkembangan dan perubahan yang memberikan kemudahan yang ditawarkan secara besar-besaran di dunia mulai dari mengakses informasi dengan cepat (Musnaini et al. , 2. Berdasarkan data yang dilansir dari We Are Social menyebutkan terdapat peningkatan sebanyak 266 juta dalam satu tahun terakhir di tahun 2024 yang menghabiskan 2 jam 23 menit perhari di platform sosial untuk berbagai aktivitas seperti berbelanja, mencari informasi tentang suatu merk, dan hiburan. Dapat peningkatan pengguna internet melalui platform yang digunakan memberikan pengguna terkhusus dalam bertransaksi jual Platform digital yang ada saat ini mendorong masyarakat untuk memilih metode yang lebih efektif, terutama bagi mereka yang memiliki kesibukan di luar pekerjaan utama. Hal ini di sebutkan juga berdasarkan data statistik pengguna Platform e-Commerce Indonesia akan mengalami peningkatan pada tahun 2020 hingga tahun 2024 sebanyak 65,65 juta pengguna, dan diperkirakan peningkatan ini akan terus bertambah hingga tahun 2029 yang mencapai 99,1 juta pengguna. Meningkatnya eCommerce masyarakat telah merasakan hadirnya teknologi sehingga sistem pembayaran yang terjadi dapat dilakukan tanpa bertemu langsung. Hadirnya eCommerce menawarkan pilihan dalam membayar melalui transfer langsung. Cash On Delivery (COD), bahkan sudah ada fitur bayar melalui Pay Later. Platform ecommerce yang menyediakan fitur Pay Later salah satunya yaitu Shopee. Berdasarkan perdagangan bahwa Shopee merupakan Platform e-Commerce kedua yang paling banyak diakses yaitu sebanyak 131. 3 juta setelah Tokopedia. Shopee sudah menjadi aplikasi e-Commerce populer digunakan masyarakat Indonesia untuk melakukan transaksi jual beli yang menyediakan banyak fitur sehingga memudahkan Fitur S-Pay later yang tersedia di Shopee memungkinkan pengguna untuk bisa membeli barang diawal dan membayar di kemudian hari (Adinda & Natasya, 2. Berdasarkan fenomena di atas. Mahasiswa yang memahami tentang jasa keuangan seharusnya mampu mengendalikan diri sendiri agar tidak melakukan tindakan yang Namun, mereka justru melakukan tindakan konsumtif karena terdorong oleh keinginan untuk diterima oleh teman-teman dalam kelompoknya dan memiliki gaya hidup yang boros (Elvi, 2. Adanya layanan S-Pay Later memberikan dampak bagi masyarakat dalam memanfaatkan melakukan aktivitas dengan Platform eCommerce yang menyediakan banyak fitur seperti Pay Later dapat berdampak bagi kehidupan masyarakat, tetapi disisi lain khususnya mahasiswa belum memiliki kesadaran untuk menghindari prilaku konsumtif dikarenakan layanan. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 586 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Berdasarkan latar belakang diatas menunjukan pentingnya penggunaan S-Pay Later terhadp prilaku keuangan di era digital dengan bijak, oleh sebab itu peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Dampak Penggunaan S-Pay Later terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa di Era Ekonomi Digital pada Mahasiswa Dormitory UHAMKAAy. Untuk mengetahui bagaimana penggunaan S-Pay Later dalam mempengaruhi prilaku keuangan pada memciptakan solusi dan inovasi pada kembaga pendidikan. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian metode deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang berusaha memperlihatkan hasil dari suatu pengumpulan data kuantitatif atau statistik seperti survei dengan apa adanya, tanpa dihitung atau dilihat hubungannya dengan perlakukan atau variabel lain. Penelitian Tabel 1: Hasil Uji Validitas Instrumen No. Pertanyaan R Hitung 0,774683 0,785517 0,797053 0,716305 0,797053 0,810564 0,87133 0,85562 0,885615 Q10 0,895381 Q11 0,794301 Q12 0,761439 Q13 0,818365 Q14 0,867182 Q15 0,774913 Q16 0,827863 Q17 0,780319 Q18 0,786373 deskriptif kuantitatif adalah metode yang kondisi, situasi, fenomena atau berbagai variabel penelitian menurut kejadian sebagaimana adanya. (Bugin, 2. Studi ini melibatkan mahasiswa yang tinggal di Dormitory UHAMKA yang masih menggunakan S-Pay Later. Metode sampling purposive digunakan untuk memilih sampel, kriteria yang digunakan menggunakan S-Pay Later setidaknya sekali dalam enam bulan terakhir. Jumlah sampel yang diperoleh dari 8 mahasiswa yang menggunakan S-PayLater. Sebelum instrumen digunakan untuk mengumpulkan data utama, validitas dan Uji validitas menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment, dan uji reliabilitas menggunakan metode Cronbach's Alpha. Berikut tabel hasil uji validitas instrumen: R Tabel 0,707 0,707 0,707 0,707 0,707 0,707 0,707 0,707 0,707 0,707 0,707 0,707 0,707 0,707 0,707 0,707 0,707 0,707 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: data olahan. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 587 | Onny Fitriana Sitorus. Eka Haryati. ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN S-PAY LATER TERHADAP PERILAKU KEUANGAN MAHASISWA DI ERA EKONOMI DIGITAL. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa setiap item pernyataan dalam instrumen penelitian memiliki nilai korelasi . yang lebih besar dari r tabel . , yang menunjukkan bahwa setiap item kuesioner memiliki kemampuan untuk secara akurat menghitung konstruk Oleh karena itu, semua item Tabel 2: Hasil uji reabilitas Variabel Jumlah Item Penggunaan S-Pay Later (X) Perilaku Keuangan (Y) dinyatakan valid dan layak untuk digunakan dalam penelitian. Uji reliabilitas diuji untuk memastikan bahwa semua item pernyataan dalam kuesioner memiliki kemampuan untuk mengukur variabel penelitian secara akurat dan konsisten. Berikut hasil uji reabilitas: Hasil Varian Keterangan 0,812 Reliabel 0,837 Realibel Sumber: data olahan. Hasil uji reliabilitas instrumen penelitian menunjukkan nilai sebesar 0,837, di atas batas minimum 0,600, menunjukkan bahwa semua pernyataan dalam kuesioner memiliki tingkat konsistensi internal yang Oleh karena itu, alat yang digunakan ditunjukkan sebagai reliabel dan layak untuk mengukur variabel yang dibahas dalam penelitian ini. Prosedur penelitian ini S-Pay Later merupakan metode pembayaran dengan memberikan layanan kredit online yang cara kerjanya hampir sama seperti kartu kredit (Fitriani, 2. Fitur ini menjadi semakin populer dalam memungkinkan layanan pinjaman yang cepat dan mudah. (Kurniawati, 2. mengatakan bahwa S-Pay Later merupakan pinjaman berbasis konsumsi yang sudah dilegalkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini menyebabkan lebih banyak pembelian impulsif atau pembelian berdasarkan keinginan daripada kebutuhan yang sebenarnya, dan pelanggan dapat menunda pembayaran melalui sistem paylater (Alvida Dzattadini et al. , 2. dilakukan dengan mencari informasi terkini yang sedang terjadi di lingkungan kampus melalui pengamatan dan mencari artikelartikel pendukung yang memperkuat penelitian tentang Dampak Penggunaan SPay Later terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa S-Pay Later adalah cara pembayaran melalui pinjaman dan dibayarkan secara kredit. Fitur S-Pay Later pada Aplikasi Shopee memberikan dapat memberikan keuntungan dengan nilai lebih untuk menarik pelanggan. Sisi negatifnya dengan adanya kemudahan dengan sistem cicilan menyebabkan impulse buying pada Perilaku keuangan merupakan sebuah ilmu dalam melihat bagaimana seseorang bertindak dengan tepat ketika mengambil keputusan dalam mengelola keuangan. (Saputri & Erdi, 2. mengatakan dalam mengelola pengeluaran ataupun pemasukan mereka perlu menentukan dan melacak 588 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE pengeluaran dan melakukan investasi atau tabungan, perilaku tersebut memiliki kebiasan keuangan yang cenderung cerdik dan berhati-hati. Perilaku keuangan juga dikatakan oleh (Amelia et al. , 2. adalah tindakan yang dibuat oleh seseorang dalam mengelola keuangan yang dimiliki untuk menggunakan dana, menentukan sumber dana, serta keputusan perencanaan pensiun. Faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku keuangan yaitu: Jenis kelamin Jenis kelamin menunjukkan perbedaan pandangan dalam perilaku pengelolaan keuangan yang dimilikinya. Lingkungan keluarga Keluarga memiliki peranan dalam membentuk karakter dan kepribadian individu dan lingkungan keluarga yang baik bagi perkembangan anak mampu memberikan keteladanan bagi anggota keluarga dalam melahirkan anak-anak dengan kepribadian dan pola hidup yang baik. Tingkat pendapatan Tingkat literasi keuangan seseorang merosot dengan tingkat pendapatannya, sehingga orang dengan pendapatan lebih tinggi cenderung memiliki pengetahuan keuangan yang lebih baik, keuangan yang lebih baik (Andanika et Perilaku membuat keputusan keuangannya. Pendidikan Pendidikan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan keuangan. Kursus memberikan siswa tidak hanya pengetahuan akademik tetapi juga banyak pengalaman. yang membentuk (Apriliani, 2. Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan perilaku keuangan merupakan tindakan seseorang dalam mengelola keuagan yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis kelamin, lingkungan keluarga, tingkat pendapatan, dan pendidikan. Hasil penelitian ini disajikan dalam bagian ini. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa UHAMKA yang menggunakan layanan SPay Later. Analisis deskriptif data tersebut dilakukan untuk mengetahui seberapa besar penggunaan S-Pay Later memengaruhi perilaku keuangan mahasiswa. Selanjutnya, hasil tersebut dibahas secara kritis dengan mengacu pada teori dan temuan pemahaman yang lebih baik tentang masalah penggunaan Fitu Pay Later. Mahasiswa pengelolaan keuangan yang baik tidak akan terpengaruh oleh sesuatu yang yang dapat Dampak Penggunaan S-Pay Later terhadap Perilaku Keuangan tidak akan berpengaruh jika mahasiswa sudah dapat mengatur keuangannya. Tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan Aplikasi ECommerce di kalangan Mahasiswa Dormitory UHAMKA sudah tidak asing. Berikut menunjukkan penggunaan aplikasi eCommerce. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 589 | Onny Fitriana Sitorus. Eka Haryati. ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN S-PAY LATER TERHADAP PERILAKU KEUANGAN MAHASISWA DI ERA EKONOMI DIGITAL. Gambar 1 Analisis Persentase Pengguna Platform E-Commerce Sumber: data olahan peneliti. Aplikasi yang banyak digunakan Aplikasi Shopee terbanyak di antara yaitu Aplikasi Shopee, kemudian aplikasi mereka juga sudah beberapa menggunakan kedua yaitu Tokopedia dan disusul oleh fitur S-Pay Later yang ditawarkan oleh Lazada dengan pengguna terbanyak di Shopee. Berikut kalangan mahasiswa. Persentase diatas Pengguna S-Pay Later pada mahasiswa menunjukkan bahwa selain pengguna yang tinggal di Dormitory UHAMKA. Gambar 2 Persentase Pengguna S-Pay Later pada Mahasiswa Dormitory UHAMKA Sumber: data olahan peneliti Gambar di atas menunjukkan bahwa di antara Mahasiswa UHAMKA yang tinggal di dormitory pernah menggunakan S-Pay Later sebanyak 14. 3% dan sebanyak mahasiswa sama sekali tidak pernah Artinya UHAMKA yang tinggal di dormitory masih sedikit yang menggunakan fitur SPay Later. Mahasiswa yang menggunakan S-Pay Later dinyatakan oleh (Adinda & Natasya, 2. memiliki pertimbangan karena dianggap lebih cepat, murahnya biaya admin, dan dapat digunakan dalam kegiatan mendesak dengan melakukan pembayaran secara diangsur. Hal ini dibuktikan bahwa dengan penggunaan SPay Later tidak mempermudahkan dalam pengelolaan keuangan mahasiswa dapat dilihat pada gambar berikut: 590 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Gambar 3 Persentase Kemudahan Pengelolaan Keuangan terhadap Penggunaan S-Pay Later Sumber: data olahan peneliti Hasil persentase gambar di atas menunjukkan sebanyak 57. 1% menyatakan sangat tidak setuju bahwa Penggunaan SPay Later memberikan kemudahan dalam mengelola keuangan, terdapat 28. 6% tidak setuju, hanya 14. 3% yang menyatakan tidak ada pengaruhnya menggunakan S-Pay Later dalam mengelola keuangannya. Melalui pengelolaan keuangan dikatakan oleh (Anam et al. , 2. pandangan dalam menumbuhkan tingkat resiko kerentanan perilaku keuangan seseorang melalui pembayaran dari smartphone Pernyataan tersebut menyatakan bahwa penggunaan SPay Later dapat memberikan dampak pada investasi mahasiswa yang ditunjukkan melalui gambar di bawah ini: Gambar 4 Persentase Dampak Penggunaan S-Pay Later terhadap Kebiasaan Menabung Sumber: data olahan peneliti Gambar di atas menyatakan sebanyak 42% bahwa S-Pay Later berdampak sangat negatif dan tidak berpengaruh yang dialami oleh mahasiswa, sedangkan 14. menyatakan negatif pada kebiasaan Karena S-Pay Later dianggap beban yang harus dibayarkan sesuai dengan perjanjian yang diambil dalam waktu Setelah mengetahui dampak dari penggunaan S-Pay Later terhadap perilaku This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 591 | Onny Fitriana Sitorus. Eka Haryati. ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN S-PAY LATER TERHADAP PERILAKU KEUANGAN MAHASISWA DI ERA EKONOMI DIGITAL. keuangan mahasiswa menyatakan sebanyak 42% tidak akan menggunakan S-Pay Later untuk kemudian hari. Sebanyak 28. yang menyatakan kemungkinan akan menggunakan atau bahkan tidak. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa item pernyataan secara keseluruhan valid, karena nilai korelasi r hitung lebih besar daripada r tabel . Singkatnya, setiap pertanyaan dapat mengukur subjek yang ingin diteliti, yaitu perilaku keuangan siswa dan kebiasaan mereka menggunakan fitur S-Pay Later. Instrumen yang digunakan tidak hanya valid, tetapi juga terbukti dapat Untuk variabel penggunaan SPay Later dan perilaku keuangan mahasiswa, uji reliabilitas dengan metode menghasilkan nilai 0,812. Data yang diperoleh dapat dipercaya dan dianalisis lebih lanjut karena nilai ini menunjukkan pertanyaan-pertanyaan diajukan memiliki tingkat konsistensi yang Tidak hanya relevansi instrumen, tetapi juga bagaimana temuan empiris mencerminkan keadaan sebenarnya siswa sebagai generasi digital yang semakin terdorong oleh pola konsumsi instan. Data mengkhawatirkan: siswa menggunakan fitur S-Pay Later dengan mudah, tetapi tidak tahu cara mengelola konsekuensi Sebanyak 57,1% orang yang menggunakan S-Pay Later sulit untuk mengelola keuangan mereka. Fakta ini mengalami ilusi kontrol atas uang mereka. Mereka merasa mampu membayar uang nanti, tetapi sebenarnya mereka kehilangan kontrol atas uang mereka. Fenomena ini dapat dianggap sebagai tanda bahwa mahasiswa tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang keuangan, yang seharusnya menjadi prioritas utama institusi pendidikan tinggi. Mahasiswa adalah kelompok usia yang sedang mengalami transisi menuju kemandirian Ini diperparah oleh kemudahan akses kredit konsumtif seperti Pay Later, behaviorAiyakni kecenderungan menunda tanggung jawab keuangan demi kepuasan Data penggunaan S-Pay Later berdampak buruk pada kebiasaan menabung 42% dari Ini menunjukkan bahwa fitur memengaruhi perilaku transaksi serta pola keuangan jangka panjang, seperti kebiasaan menabung dan investasi. S-Pay Later dalam situasi ini bukan hanya alat pembayaran jika digunakan tanpa pemahaman yang matang, itu juga dapat menyebabkan ketidakstabilan keuangan. Ada perbedaan besar antara kemajuan teknologi finansial dan kesiapan pengguna muda untuk menggunakannya dengan bijak, yang merupakan kritik utama dari hasil penelitian ini. Ini bukan hanya "fitur yang itu tentang memberi siswa keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi realitas digital yang kompleks. Seperti yang ditunjukkan oleh penelitian ini, pendidikan keuangan harus dimasukkan secara strategis ke dalam kurikulum perguruan tinggi. Ini tidak lagi hanya pilihan atau acara singkat. Dengan kata lain, fitur seperti S-Pay Later tidak benarbenar masalah. namun, jika digunakan oleh orang-orang yang tidak siap secara finansial, itu akan menimbulkan risiko sistemik dalam skala mikro. Bukan hanya mengalami tekanan finansial, tetapi 592 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE mahasiswa juga secara tidak sadar mengembangkan kebiasaan konsumsi yang tidak stabil dan tidak berkelanjutan. Ini adalah peringatan keras bahwa kemajuan menghasilkan generasi konsumtif yang terjebak dalam utang kecil yang terus PENUTUP Era teknologi sangat memiliki pengaruh besar pada kegiatan yang dilakukan manusia. Adanya teknologi memberikan kemudahan dalam melakukan menggunakan S-Pay Later pada Aplikasi eCommerce yaitu Shopee. Banyaknya yang menggunakan fitur S-Pay Later oleh masyarakat tidak terlepas mahasiswa pun kerap menggunakannya karena beberapa Setelah diteliti mahasiswa yang tinggal di Dormitory UHAMKA hanya sedikit yang menggunakan dikarenakan penggunaan S-Pay Later berdampak pada pengelolaan keuangan mahasiswa, yang nampak dari perilakunya seperti mahasiswa tidak mampu berinvestasi dan tidak membangun kebiasan menabung. Atas kondisi ini sebanyak 42% mahasiswa menyatakan tidak akan menggunakan SPay Later di kemudian hari. Kenyataan di atas menyimpulkan bahwa timbulnya kesadaran mahasiswa akan urgensi Kesadaran ini penting untuk menata masa depannya lebih baik, menjadi agen perubahan bagi dirinya, dengan melakukan aksi-aksi signifikan, seperti mulai berinvestasi, dan menabung sejak DAFTAR PUSTAKA