E-ISSN 2798-3846 Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJEMEN KEUANGAN UMKM DI DESA SUKOREJO. KECAMATAN SARADAN. KABUPATEN MADIUN Nik Amah1*. Juli Murwani1. Dimas Aji Pambudi1. Aena Mardiyah1. Siami Sinta Romadhini1. Rosyid Arfan Gustama1 Universitas PGRI Madiun *nikamah@unipma. ABSTRAK Manajemen Keuangan merupakan rangkaian aktivitas terkait pengelolaan keuangan serta asset keuangan oleh pihak manajemen. Informasi yang dihasilkan manajemen keuangan sebagai dasar penentuan keputusan perusahaan dalam rangka menjalankan operasionalnya. Permasalahan yang dihadapi Pelaku UMKM desa Sukorejo yaitu mereka terkadang lalai dalam mengelola keuangan usaha, kurang disiplin dalam perencanaan dan penganggaran keuangan karena kurangnya pemahaman tentang manajemen keuangan, serta tidak adanya mentor sebagai role model dalam menjalankan pengelolaan keuangan. Tujuan kegiatan adalah memberikan pelatihan dan pendampingan manajemen keuangan pada UMKM untuk mendukung keberlanjutan usaha. Kegiatan kami terbagi atas tahap survey pendahuluan, pelaksanaan, evaluasi, dan terminasi. Pelaksanaan pelatihan menggunakan metode ceramah, diskusi/sharing, dan case study. Jumlah peserta kegiatan adalah 4 pelaku UMKM dari desa Sukorejo. Kegiatan pelatihan dan pendampingan manajemen keuangan sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM di desa Sukorejo. Hal itu terdokumentasi pada hasil kuesioner tentang tingkat pemahaman peserta sebesar 90% dari sebelumnya, serta respon peserta bahwa 100% peserta antusias untuk diberikan pelatihan dan pendampingan manajemen keuangan secara rutin. Kata Kunci: Manajemen Keuangan. UMKM. Pelatihan. Pendampingan. ABSTRACT Financial Management is a series of activities related to the management of finance and financial assets by management. The information produced by financial management is the basis for determining the company's decisions in carrying out its operations. MSME actors are sometimes negligent in managing business finances, lack discipline in financial planning and budgeting due to lack of understanding of financial management, and lack of assistants as role models in financial management. That is the problem faced by SMEs in Sukorejo village. The specific purpose of this activity is to provide training and financial management assistance to MSMEs to support business continuity. Our activities are divided into preliminary survey, implementation, evaluation and termination stages. implementation of the training using the lecture method, discussion/sharing, and case studies. The number of participants in the activity was 4 SMEs from Sukorejo village. Training activities and financial management assistance are very useful for MSME actors in Sukorejo village. This is documented in the results of the questionnaire regarding the level of understanding of participants by 90% from before, as well as participant responses that 100% of participants were enthusiastic about being given consistent training and financial management assistance. Keywords: Financial Management. MSME. Training. Mentoring. Masuk: 1 Maret 2022 Diterima: 17 Mei 2022 Halaman: 26-37 Amah. Murwani. Pambudi. Mardiyah. Romadhini. Gustama. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 PENDAHULUAN Kualitas dan kuantitas Usaha Mikro. Kecil. Menengah (UMKM) yang meningkat menjadi penanda kemandirian suatu bangsa. Keberadaan UMKM dapat menyokong usaha yng berskala lebih besar serta menjadi bagian support system perekonomian Negara. Kenyataan membuktikan bahwa selama krisis perekonomian. UMKM mampu bertahan menghadapi goncangan (Amah, 2. Amah et al. , 2021 mendokumentasikan bahwa UMKM juga potensial menyumbang dalam anggaran Negara melalui pajak yang Perkembangan dan kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja serta sumbangan pada PDB di Indonesia tercermin sebagai berikut. Gambar1. Perkembangan jumlah UMKM. Kontribusi UMKM dalam Penyerapan UMKM dan sumbangan UMKM terhadap PDB di Indonesia. Sumber: diolah peneliti dari data KEMENKOPUMKM Berlandaskan potensi ketahanan UMKM tersebut, hendaknya kita bersama mengupayakan keberlanjutan dan perkembanan UMKM. Manajemen keuangan merupakan aspek penting pendukung kemajuan dan keberlanjutan suatu usaha (Fatwitawati, 2. Manajemen Keuangan merupakan rangkaian aktivitas terkait pengelolaan keuangan serta asset keuangan oleh pihak manajemen. Informasi yang dihasilkan manajemen keuangan sebagai dasar penentuan keputusan perusahaan dalam rangka menjalankan operasionalnya. Manajemen keuangan dapat dilakukan dengan baik ketika perusahaan menyelenggarakan akuntansi dengan baik dan konsisten. Akuntansi ialah sistematika siklus untuk menghasilkan informasi keuangan sebagai pertimbangan penentuan keputusan bagi penggunanya. Pelaku UMKM akan memperoleh manfaat dari penyelenggaraan akuntansi, diantaranya: . UMKM mengetahui, dan memisahkan aset perusahaan serta aset owner. UMKM mempunyai pengetahuan dan informasi posisi keuangan, sumber dan penggunaannya. UMKM memiliki kemampuan menyusun Amah. Murwani. Pambudi. Mardiyah. Romadhini. Gustama. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 perencanaan anggaran pada aktivitas operasi, pendanaan, dan investasi. UMKM dapat menentukan laba sebagai dasar perhitungan pajak, dan . UMKM mengetahui arus Kas. UMKM dapat menganalisis kinerja keuangan perusahaan. UMKM dapat menentukan keputusan strategis demi keberlanjutan usaha. Hasil proses sistematis siklus akuntansi yaitu financial reporting atau pelaporan akuntansi merupakan informasi keuangan kepada stakeholder. Tujuan financial statement adalah menyediakan informasi posisi keuangan dan financial performance suatu entitas yang berguna bagi sejumlah besar stakeholder dalam menentukan keputusan (Warren et al. , 2. Berdasarkan survey pendahuluan, penulis dapat memberikan gambaran kegiatan usaha yang dijalankan oleh empat pelaku UMKM sasaran. Pelaku UMKM yang pertama berlatar belakang pendidikan SMA, memiliki usaha toko kelontong dengan laba rata rata perbulan Rp 1. 000,- sampai Rp 2. 000,- . Pelaku UMKM kedua berlatar belakang pendidikan SMA, memiliki usaha toko pertanian dengan laba rata rata perbulan Rp 3. 000,- sampai Rp 5. 000,-. Pelaku UMKM ketiga berlatar belakang pendidikan SMP, menjalankan usaha toko mainan dengan laba rata rata Rp 1. 000,sampai Rp 1. 000,-. Pelaku UMKM keempat berlatar belakang pendidikan SMK, menjalankan usaha catering dengan laba rata-rata Rp 2. 000,- sampai Rp 3. 000,-. Tiga dari empat pelaku UMKM di desa Sukorejo melakukan pengelolaan usaha dengan basis kemampuan kurang relevan terutama aspek manajemen keuangan. Hanya satu dari empat pelaku UMKM desa Sukorejo . aitu pelaku UMKM dengan latar belakang pendidikan SMK) yang telah memiliki catatan keuangan meskipun sederhana. Demikian diyakini karena latar belakang pendidikan serta bekal keilmuan tentang manajemen keuangan dan akuntansi yang kurang. Namun yang disayangkan lagi adalah empat pelaku UMKM masih belum disiplin dalam menjalankan manajemen keuangan. Hal tersebut diketahui dari masih tercampurnya keuangan usaha dengan keuangan pribadi/ rumah tangga, tidak adanya saving khusus untuk usaha. Pelaku UMKM desa Sukorejo lebih banyak mengandalkan naluri dan pengalaman saja dalam menjalankan Kebanyakan dari mereka pun sering abai terhadap manajemen usaha khususnya manajemen keuangan. Padahal manajemen keuangan adalah salah satu aspek vital yang harus dilakukan untuk menjamin pengembangan dan keberlanjutan usaha. Kinerja UMKM dapat dianalisis melalui kinerja keuangannya. Amah. Murwani. Pambudi. Mardiyah. Romadhini. Gustama. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 Kelalaian pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha, kurang disiplin dalam perencanaan dan penganggaran keuangan karena kurangnya pemahaman tentang manajemen keuangan, serta tidak adanya mentor sebagai role model dalam menjalankan pengelolaan keuangan. Latar belakang pendidikan pelaku UMKM juga menyebabkan manajemen keuangn usaha tidak diperhatikan. Tiga dari empat pelaku UMKM desa Sukorejo beranggapan bahwa usaha masih tetap bisa berjalan tanpa pencatatan dan manajemen keuangan. Pengambilan keputusan terkait usaha lebih sering didasarkan pada hasil pengalaman berulang yang menjadi habit pelaku UMKM. Tiga dari empat pelaku UMKM merasa bahwa penyusunan laporan keuangan dan manajemen keuangan adalah hal yang kompleks, tidak praktis, dan menyusahkan. Maka dari itu UMKM sasaran belum menjalankan manajemen keuangan. Dampaknya, pelaku UMKM tidak dapat mengetahui pasti berapa laba usaha, tingkat penjualan/ omset, posisi keuangan, dan bagaimana arus kas usaha mereka. Permasalahan tersebut pastinya akan meningkat seiring dengan peningkatan volume kegiatan dan ukuran usaha. Permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM desa Sukorejo membutuhkan solusi. Solusi dari permasalahan tersebut adalah diadakannya kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM dalam hal manajemen keuangan dengan akuntansi sebagai Akuntansi yang diajarkan sebagai pendukung manajemen keuangan UMKM adalah akuntansi sederhana yang mudah dipahami dan dikerjakan oleh pelaku UMKM serta mempertimbangkan standar yang ada, yaitu SAK EMKM. Sasaran pelatihan dan pendampingan ini adalah pelaku UMKM di Desa Sukorejo kecamatan Saradan Kabupaten Madiun. METODE Kegiatan pelatihan dan pendampingan manajemen keuangan UMKM di Desa Sukorejo. Kecamatan Saradan. Kabupaten Madiun dilakukan setelah berkoordinasi dengan kepala desa dan sekretaris desa Suorejo tentang materi dan peserta pengabdian kepada masyarakat yang menjadi target pelatihan, waktu pelaksanaan kegiatan serta tempat yang layak sesuai protokol kesehatan untuk menyelenggarakan acara. Pelaksanaan pendampingan manajemen keuangan pada hari Kamis, 17 Februari 2022 di balai desa Sukorejo, kecamatan Saradan. Kabupaten Madiun. Tim pengabdi terdiri dari satu dosen dan 4 mahasiswa yang juga sedang menjalankan KKN di desa Sukorejo. Kegiatan Amah. Murwani. Pambudi. Mardiyah. Romadhini. Gustama. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan luring dengan menerapkan protokol kesehatan mengingat masih masa pandemi. Kegiatan dilakukan dengan metode pelatihan dan pendampingan dimana langkah kegiatan terinci sebagai berikut: koordinasi internal tim, survey pendahuluan, pelatihan/ sharing pengetahuan, evaluasi, tahap terminasi, dan tahap penyusunan laporan kegiatan. Pada tahap koordinasi, tim pelaksana pengabdian berdiskusi mengenai job description masing-masing personal, rencana program kerja sebagai solusi nantinya bagi Tim pelaksana terdiri dari 1 ketua dan 4 anggota dengan pembagian tugas meliputi: ketua bertugas untuk berkoordinasi dengan kepala desa, sekretaris desa terkait jadwal dan ijin pelaksanaan kegiatan, ketua bersama anggota 1 dan anggota 2 melakukan survey untuk mengetahui masalah yang dihadapi mitra, anggota tim 3 dan 4 mempersiapkan peralatan dan perlegkapan kegiatan. Kemudian pada saat pelatihan dan pendampingan, ketua bertugas menyampaikan materi, anggota 1 sebagai pembawa acara, anggota 2 bertugas mendokumentasikan kegiatan, anggota 3 menyebar kuesioner, semua anggota 4 mendampingi peserta jika ada kesulitan pengerjaan case study. Selanjutnya, tahap survey awal dimana tim melakukan observasi pada mitra agar dapat mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi pelaku UMKM desa Sukorejo. Selain itu pada tahap awal ini, tim pengabdi sekaligus memohon ijin kepada Kepala Desa Sukorejo untuk melakukan kegiatan PKM berupa pelatihan dan pendampingan manajemen keuangan. Tahap pelatihan dan pendampingan melibatkan beberapa metode yaitu ceramah/ penyampaian materi . imana sebelum ceramah dimulai, anggota tim menyebar kuesioner untuk mengetahui persepsi serta kemampuan awal pesert. , diskusi dan sharing, serta case study. Metode ceramah ini tetap diperlukan untuk memberikan pemahaman / pengetahuan awal mengenai peran penting manajemen keuangan dan fungsi akuntansi sebagai pendukung manajemen keuangan. Materi yang disampaikan juga berkisar pada transaksi dan pelaporan akuntansi pada UMKM. Metode ceramah dilakukan dengan alokasi waktu 1 jam. Diskusi dan sharing bertujuan membuka komunikasi dua arah yang lebih efektif, baik di antara pelaksana pengabdian dan pelaku UMKM. Diskusi dan sharing ini agar peserta lebih aktif mengutarakan pendapatnya, serta mampu terbuka mengenai kendala/hambatan yang dihadapi di lapangan seperti halya pengelolaan keuangan yang Amah. Murwani. Pambudi. Mardiyah. Romadhini. Gustama. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 terdiri dari empat hal mendasar yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling, serta problem tentang akuntansi karena bidang akuntansi masih sangat berkaitan ketika akan melakukan pengelolaan keuangan. Alokasi waktu untuk diskusi dan sharing tentang pengalaman maupun permasalahan selama menjalankan UMKM adalah 1 jam. Pada metode ini dikombinasikan dengan praktik dimana peserta diberikan suatu kasus untuk mengelola keuangan dan menentukan keputusan usaha dengan berbekal ilustrasi laporan keuangan UMKM. Case yang disajikan juga mendekati keseharian transaksi yang terjadi pada UMKM. Alokasi waktu yang digunakan adalah 6 jam. Tahapan selanjutnya setelah semua susunan kegiatan dilaksanakan adalah evaluasi. Pada tahap ini, tim mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya untuk keberlanjutan pelaksanaan program, serta jalinan kerjasama dengan mitra. Selain itu, evaluasi ini juga berupa evaluasi terhadap pemahaman peserta akan manajemen keuangan dan akuntansi. Evaluasi ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang harus diisi oleh peserta. Kuesioner yang diisi setelah pelatihan dan pendampingan juga dibandingkan dengan kuesioner sebelum pelatihan dan pendampingan. Berikut adalah rancangan evaluasi untuk menilai ketercapaian program pelatihan dan pendampingan manajemen keuangan pada UMKM. Tabel 1. Rancangan Evaluasi Kegiatan Tujuan Kegiatan Indikator Ketercapaian Peserta pelatihan dan pendampingan mampu Peningkatan menyusun laporan keuangan sederhana. tentang cara menyusun laporan keuangan berada pada rentang 70a% dari sebelum pelatihan. Peserta pelatihan dan pendampingan mampu Pelaku UMKM mampu mengelola melakukan manajemen keuangan usaha 80% - 95% transaksi keuangannya. dengan baik Amah. Murwani. Pambudi. Mardiyah. Romadhini. Gustama. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 Selanjutnya, untuk mengevaluasi teknis pelatihan dan pendampingan serta minat peserta terhadap kegiatan pelatihan dan pendampingan maka disusun pula pertanyaan tentang: kegiatan pelatihan dan pendampingan manajemen keuangan UMKM ini sangat bermanfaat bagi keberlanjutan usaha. penyampaian materi oleh narasumber mudah untuk dimengerti dan diterapkan. alokasi waktu untuk setiap sesi ceramah, diskusi/sharing, serta pengerjaan case study memadai. apakah perlu dilaksanakan pelatihan dan pendampingan lanjutan secara intensif dan konsisten mengenai penerapan akuntansi dan manajemen keuangan pada UMKM desa Sukorejo untuk mendukung keberlanjutam Tahap selanjutnya adalah tahap terminasi. Pada akhir dari pelaksanaan program Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan target program tercapai, dimana empat pelaku UMKM desa Sukorejo yang menjadi peserta pelatihan mampu menyusun laporan keuangan sederhana sebagai bentuk pemahamannya terhadap akuntansi. Pelaku UMKM mampu mengelola 80% - 95% transaksi keuangannya dengan baik. Setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat selesai dilaksanakan, maka selanjutnya tim melakukan Penyusunan pertanggungjawaban tim pengabdi dalam pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. Laporan kegiatan juga disusun untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, manfaat, keberhasilan, serta masukan bagi pelaksanaan program Alur kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat digambarkan sebagai Koordinasi Tim Pendahuluan Pelatihan & Pendampingan Penyusunan Laporan Kegiatan Terminasi Evaluasi Gambar 2. Alur Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Amah. Murwani. Pambudi. Mardiyah. Romadhini. Gustama. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 HASIL DAN PEMBAHASAN Sasaran pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan manajemen keuangan adalah seluruh pelaku UMKM di desa Sukorejo yang berjumlah 10-15 pelaku UMKM. Namun dalam realisasinya, hanya empat . pelaku UMKM yang berkenan untuk berpartisipasi pada kegiatan tersebut. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dimulai pukul 08. 00 WIB sampai 17. 00 WIB dengan jeda istirahat pada pukul 12. 00 Ae 13. 00 WIB. Sebelum pemaparan materi, tim abdimas menyebarkan kuesioner untuk mendokumentasikan respon awal peserta tentang kegiatan pelatihan dan pemahaman Materi pertama yang diberikan adalah fungsi UMKM dalam perekonomian Negara, permasalahan yang seringkali dihadapi UMKM diantaranya permasalahan Sumber Daya Manusia dan pengetahuan manajemen keuangan yang masih rendah. Penjelasan dilanjutkan dengan materi pengantar akuntansi sebagai solusinya. Pemateri memaparkan pentingnya akuntansi bagi UMKM untuk melakukan manajemen keuangan dan keberlanjutan usaha. Tiga dari empat peserta belum mengerti fungsi dari akuntansi, bahkan seluruh peserta pelatihan merasakan jika penyusunan pelaporan akuntansi adalah hal yang rumit, susah, dan membutuhkan waktu yang lama. Pada sesi ceramah, pemateri memberikan penguatan fungsi penting akuntansi dan manajemen keuangan bagi UMKM. Pada sesi diskusi dan sharing, peserta diberikan kesempatan untuk menceritakan pengalaman dan permasalahan selama menjalankan usahanya. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mendeskripsikan kegiatan operasi usaha mereka masing-masing. Hasil deskripsi kegiatan operasi usaha tersebut sebagai dasar mengidentifikasi transaksi dalam usaha masiang-masing peserta. Berdasarkan identifikasi serta analisis transaksi, selanjutnya dilakukan pencatatan akuntansi. Transaksi yang diidentifikasi meliputi kegiatan memulai usaha, transaksi pembelian bahan baku/ persedian barang dagangan, penjualan, pembelanjaan/pengeluaran, pemasukan/penerimaan, dan transaksi lain yang relevan dengan usaha masing-masing peserta. Setelah mencatat transaksi akuntansi, materi berikutnya menyusun laporan keuangan. Pada sesi berikunya yaitu case study, peserta diminta menyusun laporan keuangan sederhana sesuai kondisi masing-masing usaha peserta. Setelah tersusun laporan keuangan, peserta diberikan case untuk mengelola keuangan dan menentukan keputusan Amah. Murwani. Pambudi. Mardiyah. Romadhini. Gustama. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 usaha berdasarkan laporan keuangan yang telah disusunnya. Pada sesi ini, peserta cukup kesulitan untuk menentukan keputusan usaha dengan mempertimbangkan laporan keuangan UMKM. Hal tersebut karena peserta selama ini terbiasa menentukan keputusan hanya dari pengalaman dan kebiasaan mereka saja. Empat peserta mengakui bahwa selama menjalankan usaha mereka masih mencampuradukan keuangan usaha dan keuangan rumah tangga. Demikian sehingga berimbas pada penentuan keputusan usaha yang belum tepat. Sesi case study menjadi sesi terakhir pada tahap pelatihan, namun di kemudian hari dilakukan pendampingan kepada peserta secara mandiri di masing-masing tempat baik luring maupun daring by phone. Gambar 3. Pelaksanaan Pelatihan & Pendampingan Tahap evaluasi kegiatan pelatihan dan pendampingan terhadap para peserta diselenggarakan untuk mengetahui ketercapaian atau terdapatnya peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kompetensi peserta. Kegiatan evaluasi partisipasi peserta dimonitor sejak pelatihan dimulai sampai pelatihan ditutup. Setiap materi yang disampaikan oleh tim abdimas mendapat respon aktif dari seluruh peserta dengan perhatian yang maksimal. Hasil evaluasi pada sesi diskusi dan sharing, diketahui keaktifan peserta. Seluruh peserta sangat aktif mengajukan pertanyaan sesuai dengan masalah yang dihadapinya dalam usahanya, dan relevan dengan materi yang dijelaskan. Pemateri berusaha menjawab semua pertanyaan yang diajukan peserta dengan contoh riil dan bahasa yang mudah dimengerti oleh peserta. Pemateri juga mengajak peserta berpikir kritis untuk bersama menemukan solusi atas permasalahn usaha mereka, sehingga tidak muncul kesan menggurui. Hasil evaluasi sesi case study adalah munculnya kesulitan peserta untuk menentukan keputusan usaha sesuai dengan pertimbangan laporan keuangan yang mereka susun. Pemateri memberikan kata kunci serta alternatif keputusan serta konsekuensi dari masing-masing keputusan usaha sebagai Amah. Murwani. Pambudi. Mardiyah. Romadhini. Gustama. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 stimulasi bagi peserta untuk menetapkan keputusan usaha mereka. Jumlah peserta yang hanya 4 orang, menjadikan kegiatan pelatihan lebih efektif dengan keterserapan pemahaman yang lebih baik. Demikian karena tim abdimas dapat mendampingi peserta satu per satu. Untuk mengetahui ketercapaian dan tingkat pengetahuan peserta, tim abdimas menyebar kuesioner. Hasil yang diperoleh dari penyebaran kuesioner ke peserta kegiatan sebanyak 4 orang, sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan adalah sebagai Tabel 2. Pengetahuan Peserta Sebelum dan Sesudah Kegiatan Pernyataan Apakah saudara sudah pernah manajemen keuangan UMKM Apakah saudara sudah mengetahui fungsi akuntansi Apakah saudara telah memiliki pencatatan akuntansi Apakah akuntansi adalah hal penting bagi keberlanjutan usaha Apakah merupakan hal yang rumit, dan tidak perlu dilakukan Manajemen keuangan UMKM sangat penting untuk meningkatkan kinerja keuangan usaha Harus ada pemisahan yang jelas antara harta pribadi dengan harta perusahaan Apakah saudara sudah bisa membuat laporan keuangan sederhana Apakah saudara telah memahami manajemen keuangan usaha Akuntansi dan manajemen keuangan salah satu dasar penentuan keputusan Sumber: kalkulasi data kuesioner Sebelum Ya Tdk % Sesudah Ya Tdk % Tabel di atas mendokumentasikan hasil bahwa 25% . atu dari empa. peserta sudah mengetahui tentang fungsi akuntansi, telah memiliki pencatatan akuntansi/ laporan keuangan sederhana sebelum pelatihan diselenggarakan. Namun respon peserta sebelum Amah. Murwani. Pambudi. Mardiyah. Romadhini. Gustama. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 pelatihan menunjukkan 100% . mpat dari empa. peserta belum mengetahui fungsi penting manajemen keuangan serta akuntansi sebagai dasar penentuan keputusan usaha. Secara keseluruhan pelaksanaan pelatihan dan pendampingan berhasil karena peserta mampu menguasai materi, baik tentang manajemen keuangan usaha maupun membuat laporan keuangan menggunakan akuntansi. Peserta juga mampu mengukur kinerja keuangan usahanya. Berdasarkan evaluasi terhadap kegiatan pendampingan by phone pada keempat peserta, diketahui bahwa keempat pesera telah mampu melakukan manajemen untuk 80% - 95% transaksi keuangan usahanya. Mereka juga dapat menentukan keputusan usaha yang tepat . oleransi eror 15%) melalui pertimbangan akuntansi dan manajemen keuangan. Selanjutnya, penyelenggaraan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dievaluasi oleh peserta atas kinerja prosesi pelaksanaan kegiatan, melalui kuesioner yang hasilnya dapat dirangkum berikut. Tabel 3. Evaluasi Kinerja Pelaksanaan Kegiatan Pernyataan Tdk Kegiatan pelatihan dan pendampingan manajemen keuangan UMKM bermanfaat untuk membantu pengembangan usaha saudara Penyampaian materi oleh narasumber relevan dengan permasalahan usaha saudara Pemateri menyajikan materi dengan padat, jelas, dengan bahasa yang mudah dimengerti Alokasi waktu untuk setiap sesi pada pelatihan telah Perlu adanya pelatihan dan pendampingan lanjutan untuk meningkatkan kemampuan manajemen keuangan serta penentuan keputusan usaha Sumber: kalkulasi data kuesioner Dari tabel 3 diketahui bahwa 100% peserta memberikan penilaian baik terhadap kinerja pelaksanaan pelatihan dan pendampingan. 100% peserta juga antusias untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan dan bahkan mereka merasa perlu adanya pelatihan dan pendampingan lanjutan untuk meningkatkan kemampuan manajemen keuangan serta penentuan keputusan usaha. Amah. Murwani. Pambudi. Mardiyah. Romadhini. Gustama. Volume 2 Nomor 1 Juni 2022 SIMPULAN DAN SARAN Pelatihan dan pendampingan manajemen keuangan UMKM ini memberikan hasil dan manfaat, terutama bagi pelaku UMKM di Desa Sukorejo dalam mengelola keuangan demi keberlanjutan usahanya. Dosen sebagai tim abdimas dapat melakukan transfer nilai dan pengetahuan tentang manajemen keuangan bagi UMKM serta menerapkan hasil penelitiannya pada UMKM. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan ini juga sebagai bentuk tanggung jawab tri dharma perguruan tinggi oleh Dosen. Saran sesuai evalusi kinerja pelaksanaan kegiatan oleh peserta untuk pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berikutnya adalah fokus pada peningkatan kemampuan manajemen keuangan serta penentuan keputusan usaha. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada kelompok 60 dan 61 yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sukorejo atas bantuan dan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Ketua tim pengabdian kepada masyarakat juga menyampaikan terima kasih kepada LPPM Universitas PGRI Madiun atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi Dosen Pembimbing Lapangan, sehingga mempermudah koordinasi terkait pelaksanaan program pelatihan dan pendampingan. DAFTAR PUSTAKA