Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 474 Ae 486 PENGARUH BEBAN KERJA DAN TEAMWORK TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT PERTAMINA HULU ROKAN ZONA x Oleh : Fadhil Rifqi Pratama . Susi Hendriani . Machasin . Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Universitas Riau . Dosen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Riau Email : fadhilrifqi11@gmail. Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Abstract Oil and gas industry is one of the industry that demand human resources with high competency due to work risk and one of the IndonesiaAos government backbone in generating revenue for the country. Pertamina Hulu Rokan Zona x is one of PT Pertamina (Perser. business subsidiary focusing on exploration and exploitation of oil in gas within Sumatra island. PT Pertamina Hulu Rokan Zona x is responsible in managing oil and gas block from Jambi Province to Nanggroe Aceh Darussalam Province, so that managing human resources is crucial to help the company reach its own target. To reach its target, employee work productivity plays an important role. Variable used to measure employee work productivity is workload, teamwork and job This research aims to analyze the interaction between every variables in employee work productivity on PT Pertamina Hulu Rokan Zona x. The result of this study indicate that workload, teamwork and job satisfaction have a significant effect on employee work productivity, where workload giving a negative effect empoloyee work productivity, teamwork and job satisfaction giving positive effect on employee work Conclusion of this research is that workload giving negative effect and significant on job satisfaction as well as employee work productivity due to high workload with insufficient appreciation from the company causing the job satisfaction decreases which imply on the reduction of employee work productivity. Meanwhile, teamwork giving positive effect and significant on job satisfaction, since increase in teamwork attitude within colleagues will raise employee work productivity on PT Pertamina Hulu Rokan Zona x. Keyword : PT Pertamina Hulu Rokan Zona x. Human Resources (HR). Workload. Teamwork. Job Satisfaction. Employee Work Productivity. dan eksplorasi minyak dan gas bumi yang memiliki tanggung jawab pencapaian produksi minyak dan gas bumi, baik secara RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaa. dengan internal Pertamina, atau target pencapaian produksi migas dengan Menurut Hasibuan . produktivitas adalah perbandingan antara output . dengan input . Menurut Rini . menyatakan bahwa produktivitas tenaga kerja berpengaruh secara signifikan PENDAHULUAN Industri minyak dan gas bumi merupakan salah satu industri yang menuntut tersedianya sumber daya manusia yang berkompetensi mengingat industri tersebut tumpuan pemerintah Indonesia dalam penerimaan negara. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Perser. sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama . S) yang beroperasi di wilayah Sumatra memiliki beberapa unit bisnis yang bergerak pada bidang eksploitasi terhadap kinerja / capaian perusahaan. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat produktivitas dari karyawan pada suatu perusahaan, maka semakin tinggi pula produktivitas / kinerja perusahaan dalam mencapai tingkat output produksi yang maksimal / optimum. Menurut Aspiyah & Martono . kontribusi terbesar untuk meningkatkan meningkatkan produktivitas karyawan dan kemampuan sumber daya manusia atau tenaga kerjanya yang professional serta dengan kedsiplinan tinggi sehingga diharapkan tujuan perusahaan dapat tercapai. Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan produktivitas pada perusahaan minyak dan gas bumi, pada umumnya dapat dilihat dari keberhasilan pencapaian produksi minyak dan gas perusahaan. Tabel 1. Rekapitulasi Penyelesaian Pekerjaan Tepat Waktu Tahun Investasi Surface Facility PT Pertamina Hulu Rokan Zona x 2019-2021 Sumber: PT Pertamina Hulu Rokan, 2022 Berdasarkan Tabel 1 diatas, dapat dilihat bahwa realisasi pekerjaan investasi pada salah satu fungsi utama penunjang bisnis, yaitu fungsi surface facilities yang telah dianggarkan dan ditetapkan perusahaan, setiap tahun mengalami fluktuasi penyelesaian rencana kerja, bahkan pada beberapa field, ada rencana kerja yang tidak ter realisasikan pada tahun tersebut. Rendahnya penyelesaian pekerjaan investasi ini menunjukkan kurang maksimalnya karyawan dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Selain ini hal ini ada disebabkan karena masih rendahnya kepuasan karyawan atas perusahaan sehingga produktivitas kerja karyawan menurun dan berdampak terhadap tidak tercapainya target yang telah ditetapkan. Selain kepuasan, yang mempengaruhi produktivitas kerja pegawai adalah beban kerja. beban kerja yang diberikan agar sesuai dengan kemampuan yang dimiliki karyawan. Setyawan dan Kuswati . mengatakan bahwa apabila beban kerja terus menerus bertambah tanpa adanya pembagian beban kerja yang sesuai maka loyalitas karyawan akan menurun. Sedangkan Shah et al. menyatakan tekanan beban kerja dapat menjadi positif, dan hal ini mengarah ke peningkatan kerja. Untuk melakukan analisis beban kerja, dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan menggunakan full time Berdasarkan menggunakan FTE atas beberapa jabatan strategis di perusahaan, disimpulkan bahwa beban kerja dapat dikatakan tinggi / berlebih. Tabel 2. Hasil Perhitungan Full Time Equivalent Karyawan PT Pertamina Hulu Rokan Zona x Gambar 1. Target dan Realisasi Produksi Minyak & Gas Bumi Serta Produktivitas Total & Parsial PT PHR Zona x Tahun 2018-2021 Sumber : Data Olahan, 2022 Dari Gambar 1 memperlihatkan bahwa dari target yang telah ditetapkan pada perusahaan, hanya pada tahun 2018 dan 2019 yang tercapai, sedangkan pada tahun 2020 dan 2021, target produksi tidak tercapai, selain itu, dari pengukuran produktivitas total dan parsial, dari tahun 2018 sampai dengan 2020 mengalami penurunan. Faktor pertama yang dapat mempengaruhi produktivitas diantaranya adalah kepuasan kerja. Pernyataan ini diperkuat oleh Mahmood et al. yang menyatakan bahwa kepuasan kerja berhubungan dengan perasaan yang dirasakan oleh para karyawannya, bahwa sikap positif yang dirasakan oleh karyawan akan berdampak terhadap kepuasan kerja dan menghasilkan tingkat reaksi/penyelesaian pekerjaan dapat diselesaikan oleh karyawan tersebut, begitu pula sebaliknya. Untuk melihat tingkat kepuasan karyawan dapat dilihat dari bagaimana karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan, yaitu tercapai atau tidaknya pekerjaan yang telah ditetapkan oleh perusahaan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut : pekerjaan akibatnya target penyelesaian pekerjaan sulit untuk terealisasi, keterlambatan jadwal karena jadwal kerja yang tidak teratur, tidak menganggap bahwa pekerjaan tersebut bukan untuk kapasitas kewenangannya atau bukan pekerjaan di Permasalahan karyawan pada PT Pertamina Hulu Rokan Zona x ini berdasarkan data yang didapatkan dari beberapa referensi, salah satunya disebabkan karena rasa ketidakpuasan kerja karyawan, yang disebabkan salah satu faktornya adalah beban kerja yang berlebih karena banyak posisi pada organisasi yang tidak terisi sebagai mana mestinya sehingga menghambat proses kerjasama tim, selain itu pengaruh restrukturisasi organisasi dan minimnya pelatihan yang diberikan karena pandemi Covid-19 juga mempengaruhi produktivitas kerja karyawan di PT Pertamina Hulu Rokan Zona x. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Beban Kerja Dan Teamwork Terhadap Kepuasan Kerja Dan Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT Pertamina Hulu Rokan Zona xAy. Sumber: Data Olahan, 2022 Selain beban kerja, kerjasama tim pada suatu organisasi dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan di dalam organisasi. Kerjasama tim merupakan sekelompok orang yang memiliki kemampuan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama-sama dengan mengarahkan setiap prestasi yang dimiliki demi mencapai hasil yang lebih baik. Kerjasama tim terdiri dari orang yang memecahkan masalah dengan bersama-sama demi mencapai tujuan kelompok. Kerjasama tim dapat meningkatkan kerja sama dan komunikasi di dalam dan di antara bagian-bagian perusahaan. Biasanya teamwork beranggotakan orang-orang yang memiliki perbedaan keahlian sehingga dijadikan kekuatan dalam mencapai tujuan perusahaan. Berikut ini dapat dilihat tabel jumlah karyawan PT Pertamina Hulu Rokan Zona x antara posisi yang tersedia, terisi, dan posisi yang kosong . Tabel 3. Posisi Organisasi PT Pertamina Hulu Rokan Zona x KAJIAN PUSTAKA Produktivitas Kerja Menurut Sinungan . produktivitas adalah suatu pendekatan interdisipliner untuk menentukan tujuan yang efektif dengan menggunakan sumber sumber secara efisien dan tetap menjaga adanya kualitas. Sedangkan menurut Sedarmayanti . mendefinisikan sebagai berikut: Auproduktivitas memiliki dua dimensi produktivitas kinerja yakni efektivitas dan Dimensi pertama berkaitan dengan pencapaian untuk kinerja yang maksimal, dalam arti pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas dan waktu. Sedangkan dimensi kedua berkaitan dengan upaya membandingkan masukan dengan realisasi penggunaannya atau bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakanAy. Aspek utama yang perlu ditinjau dalam menjamin produktivitas yang tinggi, yaitu: . aspek kemampuan manajemen tenaga kerja. aspek efisiensi tenaga kerja. aspek kondisi lingkungan pekerjaan. Produktivitas harus menjadi bagian yang tidak boleh dilupakan dalam penyusunan strategi bisnis, yang mencakup bidang produksi, pemasaran, keuangan dan bidang Faktor-faktor produktivitas kerja menurut beberapa pendapat Sumber: PT Pertamina Hulu Rokan, 2022 Berdasarkan jumlah posisi organisasi yang terisi pada Tabel 3, dapat dilihat kurangnya jumlah karyawan yang diakibatkan oleh kosongnya posisi kemampuan untuk bekerjasama dalam tim karena adanya kekosongan pada beberapa fungsi yang menyebabkan peluang untuk berkolaborasi dalam rangka mempercepat proses penyelesaian pekerjaan menjadi Kurangnya kerjasama tim mengakibatkan timbulnya masalahmasalah yang terjadi di lapangan seperti seringnya terjadi keterlambatan dalam melaksanakan Beban Kerja Beban Kerja, adalah sesuatu yang terasa memberatkan dan relatif sulit untuk dikerjakan yang merupakan tugas-tugas yang diberikan kepada tenaga kerja atau karyawan untuk diselesaikan pada waktu tertentu dengan menggunakan keterampilan dan potensi yang dimiliki tenaga kerja. Teamwork Teamwork, dapat dijelaskan sebagai suatu campuran dari berbagai ilmu bidang pengetahuan dan pengalaman yang digunakan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Teamwork merupakan sesuatu hal yang penting dalam penyelesaian tugas yang diberikan oleh perusahaan. Bekerja secara Kepuasan Kerja Kepuasan kerja, kepuasan kerja memiliki korelasi secara langsung terhadap kesehatan mental dari tenaga kerja dan organisasi atas tingkat produktivitas dari suatu organisasi. Ketika kepuasan kerja menurun, maka motivasi kerja juga menurun, yang berdampak terhadap turunnya produktivitas tenaga kerja. Untuk mengukur produktivitas, diperlukan suatu indikator, yaitu : Kemampuan Karyawan, kemampuan untuk melaksanakan tugas. Kemampuan bergantung pada keterampilan yang dimiliki serta profesionalisme mereka dalam bekerja. Ini memberikan daya untuk menyelesaikan tugas tugas yang diembannya kepada mereka. Meningkatkan hasil yang dicapai, hasil merupakan salah satu yang dapat dirasakan baik oleh yang mengerjakan maupun yang menikmati hasil pekerjaan tersebut. Sehingga upaya untuk memanfaatkan produktivitas kerja bagi masing-masing yang terlibat dalam suatu Etos kerja, merupakan seberapa tinggi semangat yang dimiliki seorang karyawan dalam bekerja. Etos kerja tidak hanya dalam rangka pencapaian target kerja pribadi, tetapi juga target tim atau organisasi. Etos kerja merupakan hal yang harus diperhatikan oleh manajemen karena hal ini berkaitan erat dengan pencapaian target produktivitas Sertifikasi, sertifikasi merupakan suatu proses dimana orang-orang diberikan suatu pelatihan spesifik sesuai aspek bidang keilmuan, kemudian dilakukan pengujian atas komptensi yang telah dipelajarinya dan dimilikinya, sehingga suatu sumber daya manusia dikatakan memiliki kemampuan yang telah distandarisasi berdasarkan kriteria pengujian yang dilakukan pada saat proses sertifikasi berlangsung. Lingkungan kerja, lingkungan kerja adalah keadaan atau tempat dimana seseorang melaksanakan tugas dan kewajibannya serta menjalankan tugas-tugas yang dibebankan. Kepuasan Kerja Kepuasan kerja merupakan suatu perasaan yang menyokong atau tidak menyokong diri Menurut Hasibuan . kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Kemudian pendapat Robbins & Judge . kepuasan kerja merupakan suatu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari sebuah evaluasi karakteristiknya. Kepuasan kerja adalah tingkat rasa puas individu bahwa mereka mendapat imbalan yang setimpal dari bermacam-macam aspek situasi pekerjaan dari organisasi tempat mereka bekerja, serta kepuasan kerja merupakan suatu keadaan emosi seseorang yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dalam memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja adalah sikap umum yang merupakan hasil dari beberapa sikap khusus terhadap faktor-faktor pekerjaan, penyesuaian diri dan hubungan sosial individu di luar kerja. Faktor-faktor kepuasan kerja pegawai dalam rangka peningkatan kinerja adalah : Faktor Psikologi Merupakan faktor yang berhubungan dengan kejiwaan pegawai yang meliputi minat, ketenteraman dalam kerja, sikap terhadap kerja, bakat, dan keterampilan. Faktor Sosial Merupakan faktor yang berhubungan dengan interaksi sosial baik sesama pegawai, dengan atasannya, maupun pegawai yang berbeda jenis pekerjaannya. Faktor Fisik Merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik beban kerja dan kondisi fisik pegawai, meliputi jenis pekerjaan, pengaturan waktu kerja dan waktu istirahat, perlengkapan kerja, keadaan ruangan, suhu penerangan, pertukaran udara, kondisi kesehatan pegawai, umur, dan sebagainya. Faktor Beban Kerja Merupakan faktor yang memberikan rasa nyaman, damai dan tenang bagi pekerja apabila lingkungan di sekitar tempat bekerja memberi daya dukung pada pegawai tersebut, seperti kebersihan, penerangan, dan pergaulan dengan teman sekantor. Faktor Finansial Merupakan faktor yang berhubungan dengan perkembangan karier . emajuan kari. , jaminan serta kesejahteraan pegawai yang meliputi sistem dan besarnya gaji, jaminan sosial, macam-macam tunjangan, fasilitas yang diberikan, promosi, dan sebagainya. Untuk mengukur kepuasan kerja, diperlukan suatu indikator, yaitu : Apresiasi atas hasil kerja, yaitu bagaimana apresiasi yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya atas apa yang telah dicapai atau diselesaikan. Karyawan akan merasa puas bila hasil kerjanya dapat diapresiasi dengan baik oleh perusahaan. Pemenuhan nilai terhadap diri sendiri, yaitu adanya rasa puas dari karyawan yang menyelesaikan suatu pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan dengan baik. Supervisi, yaitu adanya perhatian dan hubungan yang baik dari pimpinan kepada bawahan, sehingga karyawan akan merasa bahwa dirinya merupakan bagian yang penting dari organisasi kerja. Gaji dari perusahaan, yaitu bentuk apresiasi secara langsung yang diberikan oleh perusahaan pada umumnya dalam bentuk perbulan atas terpenuhinya kewajiban dari karyawan atas unjuk kerjanya kepada Kesempatan untuk maju . , yaitu adanya kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan peningkatan kemampuan selama bekerja akan memberikan kepuasan pada karyawan terhadap pekerjaannya. Beban Kerja Menurut Tarwaka . beban kerja merupakan suatu yang muncul dari interaksi antara tuntuan tugas-tugas lingkungan kerja dimana digunakan sebagai tempat kerja, keterampilan dan persepsi dari karyawan. Everly & Girdano . menambahkan kategori lain dari beban kerja, yaitu kombinasi dari beban kerja berlebih kuantitatif dan Beban berlebihan secara fisik maupun mental, yaitu harus melakukan terlalu banyak hal, merupakan kemungkinan sumber stres karyawan. Menurut Munandar . beban terlalu sedikit kualitatif merupakan keadaan dimana tenaga kerja tidak diberi peluang untuk menggunakan keterampilan yang diperolehnya atau untuk mengembangkan kecakapan potensialnya secara Beban terlalu sedikit disebabkan kurang adanya rangsangan akan mengarah ke semangat dan semangat kerja yang rendah untuk kerja. Tenaga kerja akan merasa bahwa dia Autidak majumajuAy dan merasa tidak berdaya untuk memperlihatkan bakat dan keterampilannya. Beban kerja kadang-kadang didefinisikan secara operasional pada faktor-faktor seperti tuntutan tugas atau upaya-upaya yang dilakukan oleh karyawan. Unsur yang menimbulkan beban berlebih kuantitatif adalah desakan waktu, yaitu setiap tugas diharapkan dapat diselesaikan secepat mungkin dengan cermat dan tepat pada saat tertentu, dalam hal waktu akhir . justru dapat meningkatkan semangat kerja dan menghasilkan kinerja yang tinggi. Namun bila desakan waktu menimbulkan banyak kesalahan atau menyebabkan kondisi kesehatan seseorang berkurang maka ini merupakan cermin adanya beban berlebih kuantitatif. Untuk mengukur beban kerja, diperlukan suatu indikator, yaitu : Kondisi Pekerjaan Mencakup tentang bagaimana pandangan yang dimiliki oleh individu mengenai kondisi keputusan dengan cepat, mengatasi kejadian yang tidak terduga seperti melakukan pekerjaan ekstra diluar waktu yang telah ditentukan dan lain-lain. Target kerja Target kerja merupakan hal yang harus dicapai dan diselesaikan oleh setiap karyawan yang bekerja pada perusahaan tertentu, untuk memenuhi visi dan misi perusahaan. Target kerja pada umumnya akan spesifik, sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing Kompleksitas Pekerjaan Kompleksitas pekerjaan dapat didefinisikan sebagai suatu persepsi dimana suatu tugas dapat memberikan suatu hambatan atau tantangan, karena terbatasnya kapabilitas serta penyelesaian masalah yang ada Organisasi Kerja Organisasi kerja menentukan pembagian beban kerja yang disebarkan secara merata kepada tiap personil di perusahaan Kerjasama Tim (Teamwor. Para ahli menyatakan bahwa keberhasilan organisasi akan semakin bergantung pada teamwork daripada bergantung pada individuindividu yang menonjol. Konsep tim maknanya terletak pada ekspresi yang menggambarkan munculnya sinergi pada orang-orang yang mengikatkan diri dalam kelompok yang disebut dengan tim. Tracy . menyatakan bahwa teamwork merupakan kegiatan yang dikelola dan dilakukan sekelompok orang yang tergabung dalam satu organisasi. Teamwork dapat meningkatkan kerja sama dan komunikasi di dalam dan di antara bagian-bagian perusahaan. Biasanya teamwork beranggotakan orang-orang yang memiliki perbedaan keahlian sehingga dijadikan kekuatan dalam mencapai tujuan perusahaan. Robbins & Judge . menyatakan teamwork adalah kelompok yang usaha-usaha individualnya menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada jumlah masukan individual. Teamwork menghasilkan sinergi positif melalui usaha yang terkoordinasi. Hal ini memiliki pengertian bahwa kinerja yang dicapai oleh sebuah tim lebih baik daripada kinerja perindividu di suatu organisasi ataupun suatu Untuk mengukur teamwork, diperlukan suatu indikator, yaitu : Mempunyai komitmen terhadap tujuan bersama . au bekerjasam. Komitmen yang dibentuk sesama anggota tim, berfungsi untuk menyamakan persepsi bahwa pencapaian tujuan bersama, menjadi tanggung jawab yang harus diemban oleh seluruh anggota tim dengan penuh komitmen dan tanggung jawab. Komunikasi efektif, adalah komunikasi yang dilakukan setiap anggota tim yang dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikator dan komunikan, sehingga tidak terjadi kesalahan persepsi yang menghambat interpretasi tujuan dari suatu tim dimana anggota tersebut berada. Kepercayaan, kepercayaan terhadap sesama anggota tim memberikan motivasi positif bagi setiap anggota yang ada didalam fungsi tersebut sehingga memberikan dampak positif terhadap percepatan pencapaian tim pada tujuan yang telah ditetapkan. Kontribusi Seimbang, kualitas suatu kerjasama dalam tim ditentukan salah satunya dengan kontribusi tim dengan cabang keilmuan dan pengalaman yang sesuai dengan tugas yang diberikan dari perusahaan. Tujuan yang jelas, tujuan dari pemberian tugas yang memiliki target pencapaian ataupun hasil terukur yang diharapkan, merupakan salah satu aspek yang menentukan kesuksesan dari kerjasama tim ketika proses pelaksanaan atas pekerjaan tersebut dilakukan. Kerangka Pemikiran Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dibuat kerangka penelitian seperti berikut ini: Gambar 2 Model Penelitian Hipotesis Penelitian Berdasarkan perumusan masalah yang telah dipaparkan, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : Beban kerja berpengaruh terhadap kepuasan Kerjasama tim berpengaruh terhadap kepuasan Beban produktivitas kerja Kerjasama produktivitas kerja Beban produktivitas kerja melalui kepuasan kerja Kerjasama produktivitas kerja melalui kepuasan kerja Kepuasan kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengana analisis path. Path analisis . nalisis jalu. digunakan apabila secara teori peneliti yakin menganalisis memiliki pola hubungan sebab akibat . ausal effec. Teknik analisis jalur ini akan digunakan dalam menguji seberapa besarnya sumbangan . yang ditunjukan oleh koefisien jalur pada setiap diagram jalur dari hubungan kausal antara variable X1 dan X2 terhadap Y serta dampaknya terhadap Z. Pada dasarnya koefisien jalur . adalah koefisien regresi yang distandarkan yaitu koefisien regresi yang dihitung dari basis data yang telah diset. Lokasi penelitian yang dipilih oleh penulis dilakukan pada PT Pertamina Hulu Rokan Zona x yang memiliki kantor perwakilan di Kota Jambi, dengan cakupan wilayah operasi membentang dari Provinsi Jambi sampai dengan Provinsi Naggroe Aceh Darussalam. PT Pertamina Hulu Rokan Zona x memiliki beberapa unit usaha yaitu. Kantor Utama Jambi. Jambi Field. Jambi Merang Field. Lirik - Kampar Field. Siak Field. Pangkalan Susu Field. Rantau Field dan NSO (North Sumatra Offshor. Field. Populasi dan Sampel Menurut Sugiyono . yang dimaksud dengan populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek dan subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah pegawai PT Pertamina Hulu Rokan Zona x sebanyak 634 orang. Sampel Menurut Sugiyono . sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel adalah bagian sampel dari unit populasi. Ukuran sampel yg dijadikan dasar pengambilan sampel menggunakan rumus slovin (Ridwan dan Kuncoro, 2. Sampel proposional berdasarkan total responden yang akan dipilih berdasarkan jumlah proporsional karyawan yang menempati setiap posisi pada unit bisnis PT Pertamina Hulu Rokan Zona x. Yang mana sampel yang dijadikan sampel sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin, maka diperoleh jumlah sampel yang diperlukan adalah sebanyak 86 responden. Sumber: Data Olahan, 2022 Berdasarkan tabel 4. 9 diatas, dapat dilihat bahwa nilai hasil uji validitas berada diatas nilai r tabel . yang telah disesuaikan dengan ketentuan r hitung > r tabel. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa indikator semua variabel dalam penelitian ini telah valid sehingga dapat digunakan untuk mengukur variabel yang ingin diteliti dalam penelitian ini. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa instrument yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh informasi yang digunakan dapat dipercaya sebagai alat pengumpulan data dan mampu mengungkap informasi yang sebenarnya. Instrument dinyatakan reliable jika nilai koefisien cronbach alpha > 0. Dari hasil perhitungan uji reliabilitas dengan menggunakan program SPSS Versi 25 dapat dilihat pada Tabel 5 sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Uji validitas adalah uji yang digunakan untuk menunjukkan sejauh mana alat ukur yang digunakan dalam suatu mengukur apa yang diukur. Sehingga dapat dikatakan semakin tinggi validitas suatu alat test, maka alat test tersebut semakin mengenai pada sasarannya atau dapat dikatakan sah, atau semakin menunjukan apa yang seharusnya di ukur. Hasil perhitungan kuesioner variabel penelitian dengan kriteria yang digunakan item valid apabila nilai korelasinya lebih besar atau sama dengan nilai r tabel. r tabel diperoleh dengan menggunakan rumus df = n-2 = 86-2 = 84 sehingga diperoleh nilai r tabel sebesar 0,201. Dari hasil perhitungan di peroleh hasil uji validitas pada Tabel 4. 9 berikut ini: Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Penelitian Sumber : Data Olahan, 2022 Uji Kecocokan (Goodness of Fi. Goodness of Fit adalah suatu test yang digunakan untuk membandingkan suatu distribusi frekuensi pengamatan dan pencocokan nilai yang diharapkan atau teori Ae teori distribusi. Untuk melihat kesesuaian model regresi, bisa dilihat dari nilai R2 dan signifikansi Uji F. Uji F Hasil uji F dari penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 6 dibawah ini: Tabel 6. Hasil Uji Simultan koefisien determinasi . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian berikut: Uji Simultan (Uji F) Uji secara bersama-sama . digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel Beban Kerja (X. Kerjasama Tim (X. secara bersama-sama terhadap Kepuasan (Y. Hasil analisa statistik uji F dapat dilihat pada tabel 8 Tabel 8. Hasil Uji Simultan Struktur I Sumber: Data Olahan . Hasil uji signifikansi secara bersama-sama pada tabel 4. 14 menunjukan nilai Fhitung = 48. dan nilai sig = 0,000. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa nilai Fhitung = 48. 609> Ftabel = 2,70 dan nilai sig = 0,000 < 0,05, artinya variabel beban kerja, teamwork, (X1 dan X. dan kepuasan (Y. berpengaruh secara bersama-sama dan signifikan terhadap variabel produktivitas kerja (Y. Koefisien Determinasi (R. Nilai R2 merupakan ukuran yang digunakan untuk menilai seberapa baik suatu model yang digunakan dapat menjelaskan variabel Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 47 berikut ini: Tabel 7. Koefisien Determinasi Substruktur 1 dan Sumber : Data Olahan, 2022 Sebelum dilakukan penelitian, maka untuk membandingkan nilai F hitung dengan F table, maka nilai Ftabel pada taraf signifikansi 5% diperoleh dengan persamaan Ftabel = n Ae k -1 . yang mana didapat angka sebesar 3. Hasil uji signifikansi secara bersama-sama pada Tabel 4. menunjukan nilai Fhitung = 17. 977 > Ftabel = 3,09 dan nilai sig = 0,000 < 0,05, artinya variabel Beban Kerja dan Kerjasama Tim, berpengaruh secara bersama-sama dan signifikan terhadap variabel Kepuasan kerja. Sumber: Data Olahan . Dari Tabel 4. 15 diatas dapat diketahui besar adjusted R square (R. 285 dan Dari hasil regresi 1 dan regresi 2 tersebut dapat diketahui ketepatan model path dalam penelitian ini dengan persamaan: R2 model = 1 Ae . AeR. AeR. = 1 Ae . Ae0,. Ae0,. = 1 Ae . = 1 Ae 0,251 = 0,749 Uji Signifikan Secara Individual (Uji . Hasil analisa statistik uji t dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9. Hasil Uji Parsial Struktur 1 Diperoleh nilai ketepatan model sebesar 0,749. Artinya adalah bahwa untuk menjelaskan variasi produktivitas kerja yang dipengaruhi oleh beban kerja, kerjasama tim dan kepuasan sebesar 9% dan sisanya sebesar 25. 1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam model penelitian ini. Sumber : Data Olahan . Dari tabel 9 dapat dilihat bahwa hasil pengujian secara individual antara variable Beban Kerja dan Kerjasama Tim terhadap Kepuasan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara beban kerja terhadap kepuasan. Hal ini dibuktikan melalui nilai koefisien jalur -0. 187 dan nilai t hitung sebesar -2,024> dari t tabel sebesar 1,985 serta nilai signifikansi yang kurang dari 0,05 . = 5%) yaitu sebesar 0. 046 < 0,05. Dapat diartikan bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan. Jadi hasil ini Analisis Jalur (Path Analysi. Pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur. Pengujian hipotesis dilakukan berdasarkan angket yang telah disebarkan kepada responden sebanyak 86 orang Persamaan Struktual 1 Persamaan Struktural 1 diuji dengan menggunakan uji secara simultan, individual dan menyatakan bahwa beban kerja berpengaruh terhadap kepuasan dapat diterima. table sebesar 2,70 dan nilai sig = 0,000 < 0,05, artinya variabel Beban Kerja. Kerjasama Tim, dan Kepuasan kerja secara bersama-sama berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Produktivitas Kerja. Pengaruh Teamwork Terhadap Kepuasan Penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kerjasama tim terhadap kepuasan. Hal ini dibuktikan melalui nilai koefisien jalur 0,493 dan nilai t hitung sebesar 5,328 > dari t tabel sebesar 1,980 serta nilai signifikansi yang kurang dari 0,05 . = 5%) yaitu sebesar 0. 000 < 0,05. Dapat diartikan bahwa kerjasama tim berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan. Jadi hasil ini menyatakan bahwa kerjasama tim berpengaruh terhadap kepuasan dapat diterima. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram jalur untuk persamaan struktural 1 dapat dilihat pada gambar 4. 2 berikut ini: Uji Signifikan Secara Individual (Uji . Persamaan Struktural 2 (Y2 = bX1 bX2 bY1 . hasil perhitungan pengaruh dapat dilihat pada table 11 Tabel 11. Hasil Uji Parsial Model 2 Sumber: Data Olahan, 2022 Pengaruh Beban Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Tabel 11 memperlihatkan nilai koefisien jalur -0,171 dan nilai t hitung sebesar 2,502 > dari t tabel sebesar 1,985 serta nilai signifikansi yang kurang dari 0,05 . = 5%) yaitu sebesar 0. 0,05. Dapat diartikan bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produktivitas kerja. Jadi hasil ini menyatakan bahwa beban kerja berpengaruh negatif terhadap produktivitas kerja dapat diterima. Pengaruh Teamwork Terhadap Produktivitas Kerja Tabel 11 diperoleh nilai koefisien jalur 0,213 dan nilai t hitung sebesar 2,746 > dari t tabel sebesar 1,985 serta nilai signifikansi yang kurang dari 0,05 . = 5%) yaitu sebesar 0. 007 < 0,05. Dapat diartikan bahwa kerjasama tim berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja. Jadi hasil ini menyatakan bahwa kerjasama tim berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja dapat diterima. Gambar 2. Diagram Jalur Struktur 1 Sumber : Data Olahan . Persamaan Struktural 2 Persamaan Struktural 2 Y2 = Ax1y2X1 Ax2y2X2 Ay1y2Y1 AyA2 akan mendapatkan pengaruh secara bersama-sama (Uji F), pengaruh secara individual . dan koefisien determinasi (R. Uji Simultan (Uji F) Uji secara bersama-sama . digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel Beban Kerja. Kerjasama Tim dan Kepuasan terhadap Produktivitas Kerja. Hasil analisa statistik uji F dapat dilihat pada tabel 10 berikut: Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Berdasarkan Tabel 11 nilai koefisien jalur variable kepuasan sebesar 0,608 dan nilai t hitung sebesar 7,665 > dari t tabel sebesar 1,980 serta nilai signifikansi yang kurang dari 0,05 . = 5%) yaitu 000 < 0,05. Dapat diartikan bahwa kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja. Jadi hasil ini menyatakan bahwa kepuasan berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja dapat diterima. Tabel 10. Hasil Uji Simultan Struktur 2 Sumber: Data Olahan . Dari tabel 10 diperoleh hasil penelitian dengan nilai Fhitung = 48. 609 dan nilai sig = 0,000, yang mana nilai F hitung lebih besar dari nilai F Dengan demikian, dapat disusun diagram dan struktur lengkap analisis jalur pada gambar 4. berikut ini: Pengaruh Teamwork Terhadap Produktivitas Melalui Kepuasan Kerja Hasil uji sobel test untuk mengetahui signifikansi dari pengaruh mediasi oleh variabel intervening kepuasan kerja adalah sebagai berikut: Tabel 12. Uji Sobel Pengaruh Tidak Langsung 2 Gambar 3. Diagram Jalur Struktur 2 Sumber: Data Olahan . Sumber : Data Olahan . Dari hasil uji sobel test menunjukkan t hitung = 2,668 > dari t tabel = 1,971 dan nilai signifikan sebesar 0. 007 < 0,05 sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja Adapun kerangka kausal antara X1. X2 dan Y1 terhadap Y2 dapat dibuat melalui gambar 4. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dan pembahasan yang telah di kemukakan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan penelitian sebagai berikut: Beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa target kerja yang diberikan oleh perusahaan yang tinggi serta kurangnya apresiasi atas pekerjaan yang dilakukan karyawan menyebabkan menurunya tingkat kepuasan karyawan. Artinya semakin tinggi beban kerja yang diberikan kepada karyawan akan berdampak pada menurunya Kerjasama tim berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Kerjasama tim secara keseluruhan dinilai belum terlalu optimal, hal ini terlihat dari komunikasi yang terjalin belum berjalan secara efektif, sehingga menyebabkan pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan sesuai dengan yang telah ditentukan, ditambah lagi kurangnya dukungan dari perusahaan dengan memberikan apresiasi kepada karyawaannya menyebabkan kepuasan kerja karyawan menjadi menurun. Beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produktivitas kerja. Target yang diberikan oleh perusahaan terlalu tinggi sehingga karyawan bekerja dibawah tekanan, selain itu masih ada sebagian karyawan yang ditempatkan tidak sesuai dengan sertifikasi kompetensi yang ia miliki, sehingga produktivitas karyawan tidak optimal. Artinya menurunya produktivitas kerja karyawan. Gambar 4. Diagram Jalur Full Model Sumber: Data Olahan . Uji Sobel (Sobel Tes. Dalam penelitian ini, pengaruh tidak langsung dalam penelitian ini menggunakan uji sobel test yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh tidak langsung antara variable teamwork dan beban kerja terhadap produktivitas kerja melalui kepuasan kerja. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian berikut: Pengaruh Beban Kerja Terhadap Produktivitas Melalui Kepuasan Kerja Adapun hasil uji sobel test untuk mengetahui signifikansi dari pengaruh mediasi oleh variabel intervening kepuasan kerja adalah sebagai berikut: Tabel 12. Uji Sobel Pengaruh Tidak Langsung I Sumber : Data Olahan, 2022 Dari hasil uji sobel test menunjukkan t hitung = -2,066 > dari t tabel = 1,996 dan nilai signifikan sebesar 0. 038 < 0,05 sehingga disimpulkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produktivitas melalui kepuasan. Kerjasama tim berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja. Kerjasama yang terjalin terlihat tidak begitu baik, hal ini terlihat dari komunikasi antara sesama karyawan yang belum efektif serta masih ada pegawai yang memiliki sertifikasi kompetensi akan tetapi tidak ditempatkan sesuai bidangnya sehingga berdampak pada tidak maksimalnya produktivitas karyawan. Artinya semakin baik kerjasama yang tercipta antra seama rekan kerja akan meningkatkan produktivitas karyawan. Beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produktivitas kerja melalui Hal yang dirasakan oleh karyawan adalah perusahaan memberikan target kerja yang tinggi kepadanya, selain itu kurang apresiasi atas pekerjaan yang telah mampu mereka kerjakan membuat karyawan merasa kurang pas, hal ini berdampak pada kurang maksimalnya produktivitas karyawan. Artinya semakin tinggi beban kerja akan menurunkan tingkat kepuasan dan produktivitas karyawan. Kerjasama tim berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja melalui kepuasan kerja, artinya kerjasama tim yang baik diikuti dengan kepuasan kerja, maka produktivitas kerja akan meningkat. Hal yang terjadi adalah kurangnya komunikasi antar sesama karyawan satu tim berdampak pada kemudian produktivitas yang menurun. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja, semakin tinggi tingkat kepuasan, maka produktivitas kerja akan meningkat. Pegawai yang menyukai pekerjaan mereka saat ini, membuat mereka dengan cepat dapat menunjukkan performa terbaiknya. Pada kenyataanya karyawan kurang mendapatkan apresiasi atas pekerjaan yang mereka kerjakan serta ada beberapa karyawan yang memiliki serfikasi kompetensi yang tidak ditempatkan pada posisinya, hal ini ini menimbulkan produktivitas karyawan menurun. Beban Kerja. Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT FIF Group Manado. Jurnal EMBA, 7 . , 2811Ae Ajitia. , & Prasetya. Efektivitas Manpower Planning dengan menggunakan metode analisis beban kerja . orkload analysi. berdasarkan pendekatan Full Time Equivalent. Jurnal Administrasi Bisnis, 42 . , 28-29. Aspiyah. , & Martono. Pengaruh Disiplin Kerja. Lingkungan Kerja. Dan Pelatihan Pada Produktivitas Kerja. Management Analysis Journal, 5 . , 339346. Bahri. , & Nisa. Pengaruh pengembangan karir dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan. Jurnal Ilmiah Manajemen & Bisnis. , 9-15. Burns. & Grove. Understanding Nursing Research Building and Evidence Based Practice 6th ed. Philadelphia. Saunders Company. Burke. Improving productivity by better management of day-to-day job The Journal of Canadian Petroleum, 6 . , 120. Daft. Era Baru Manajemen. Jilid 1. Edisi ke Sembilan Salemba Empat. Jakarta. Davis. Perilaku Dalam Organisasi Edisi ke Tujuh. Jakarta: Erlangga. Dewi. Teamwork (Cara Menyenangkan Membangun Tim Impia. Bandung: Penerbit Progressio. Dunggio. Semangat Dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT Jasa Raharja (Perser. Cabang Sulawesi Utara. Jurnal Emba, 1 . , 523-553. Edison. Anwar dan Komariyah. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Alfabeta. Everly, & Giordano. The Relationship Between Job Stress and Job Satisfaction Among Industrial and Technical Teacher Educators. E-Journals JVER, 37-50. Ferreira. Effect Of Online Social Networking On Employee Productivity. Peer Reviewed Article . Fransiska. , & Tupti. Pengaruh Komunikasi. Beban Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai. Maneggio : Jurnal Ilmiah Magister Manajemen. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Badan DAFTAR PUSTAKA