JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 911-917 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah MEMANFAATKAN SUMBER DAYA ALAM SEKITAR: PENGOLAHAN NANAS MENJADI SUMBER POTENSI EKONOMI MASYARAKAT DESA TAMBAK MEKAR KECAMATAN JALAN CAGAK KABUPATEN SUBANG Sahilan1. Devi Megawati2. Marlina Rahayu3 1 UNMA Majalengka. Jawa Barat. Indonesia 2,3 Riyadul Jannah Subang. Jawa Barat. Indonesia Email: iyansahal@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 23 June 2025 Final Revised: 11 July 2025 Accepted: 16 August 2025 Published: 24 September 2025 Keywords: Pineapple Local Wisdom Processing Community Economy ABSTRAK Transforming raw materials into processed products is key to creating higher economic value. Currently, most pineapple harvests are sold directly to middlemen, despite the fruit's immense potential for processing into a wide variety of products, from food and beverages to industrial raw materials. This research aims to explore the economic potential of pineapple processing as a natural resource utilization based on local wisdom. Pineapple is an agricultural commodity widely produced by rural communities, but its utilization has so far been limited to fresh consumption. Using a qualitative approach with a case study in one pineapple production center, this research explores various pineapple processing products, such as jam, chips, syrup, and preserves, that have added economic value. The results indicate that pineapple processing can significantly increase community income, create new jobs, and strengthen local economic resilience. Furthermore, this activity also reflects local wisdom practices that preserve natural resources. The research recommends the need for technological support, training, and market access to optimize the economic potential of pineapple processing. ABSTRAK Transformasi dari bahan mentah menjadi produk olahan adalah kunci untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Selama ini, sebagian besar hasil panen nanas hanya dijual langsung kepada tengkulak, padahal buah ini memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai macam produk, mulai dari makanan, minuman, hingga bahan baku industri. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi ekonomi dari pengolahan nanas sebagai bentuk pemanfaatan sumber daya alam berbasis kearifan lokal. Nanas merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak dihasilkan oleh masyarakat pedesaan, namun selama ini pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi segar. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus di salah satu sentra penghasil nanas, penelitian ini mengeksplorasi berbagai bentuk olahan nanas seperti selai, keripik, sirup, dan manisan yang memiliki nilai tambah secara ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan nanas mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan, mendorong terbukanya lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan praktik kearifan lokal yang menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Penelitian merekomendasikan perlunya dukungan teknologi, pelatihan, dan akses pasar untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dari pengolahan nanas. Kata kunci: Nanas. Kearifan Lokal. Pengolahan. Ekonomi Masyarakat. Sumber Daya Alam Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Memanfaatkan Sumber Daya Alam Sekitar: Pengolahan Nanas Menjadi Sumber Potensi Ekonomi Masyarakat Desa Tambak Mekar Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan sumber daya alam, termasuk hasil pertanian seperti nanas. Di beberapa daerah, nanas merupakan komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk diolah dan dijadikan sumber ekonomi. Namun, pemanfaatan nanas selama ini masih terbatas pada konsumsi langsung, tanpa adanya pengolahan lanjutan yang dapat meningkatkan nilai ekonominya. Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang kaya akan keanekaragaman sumber daya alam, termasuk buah-buahan tropis seperti nanas. Nanas (Ananas comosu. merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mudah ditemukan di berbagai daerah, dan sering kali melimpah hingga harganya jatuh di pasaran. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat desa untuk tidak hanya menjual buah segar, tetapi juga mengolahnya menjadi produk bernilai tambah. Pemanfaatan nanas secara kreatif dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi kerugian akibat melimpahnya hasil panen, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru. Transformasi dari bahan mentah menjadi produk olahan adalah kunci untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Selama ini, sebagian besar hasil panen nanas hanya dijual langsung kepada tengkulak, padahal buah ini memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai macam produk, mulai dari makanan, minuman, hingga bahan baku Inovasi pengolahan nanas, seperti keripik, selai, dodol, sirup, hingga serat kain, dapat mengubah buah yang tadinya hanya bernilai rendah menjadi komoditas unggulan yang memiliki daya saing. Proses pengolahan ini juga dapat memberdayakan masyarakat lokal, terutama ibu-ibu rumah tangga, untuk berperan aktif dalam kegiatan ekonomi Oleh karena itu, artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana strategi pengolahan nanas dapat dijadikan sebagai potensi ekonomi masyarakat desa. Dengan mengintegrasikan pengetahuan lokal dan teknologi sederhana, pengolahan nanas tidak hanya menjadi kegiatan ekonomi, tetapi juga bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan. Pemanfaatan sumber daya alam secara optimal dan bijaksana akan menumbuhkan semangat kewirausahaan di pedesaan, menciptakan kemandirian ekonomi, dan pada akhirnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Kearifan lokal masyarakat dalam mengolah nanas menjadi berbagai produk turunan seperti selai, keripik, sirup, dan manisan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi pengolahan nanas sebagai bentuk pemanfaatan sumber daya alam berbasis kearifan lokal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Studi kasus dipilih karena penelitian ini berfokus pada satu lokasi tertentu untuk mengkaji secara mendalam bagaimana pengolahan nanas dapat menjadi sumber potensi ekonomi bagi Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami secara kontekstual dinamika sosial, ekonomi, dan budaya yang terlibat dalam proses pengolahan nanas. Dalam proses metode penelitian kami langsung terjun ke tempat produksi untuk melaksanakan observasi, wawancara dan pengambilan data. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa masyarakat Desa Tambak Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Memanfaatkan Sumber Daya Alam Sekitar: Pengolahan Nanas Menjadi Sumber Potensi Ekonomi Masyarakat Desa Tambak Mekar Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang Mekar mengembangkan berbagai jenis produk olahan nanas dengan memanfaatkan alat-alat sederhana dan bahan baku dari kebun mereka sendiri. Berikut beberapa produk unggulan yang ditemukan: Selai nanas: Dibuat dari buah nanas matang yang dimasak bersama gula, dikemas dalam toples kaca, dan dijual sebagai isian kue kering. Keripik nanas: Diproduksi dengan teknik vacuum frying untuk mempertahankan rasa dan warna, serta memperpanjang masa simpan. Sirup dan jus nanas: Diolah secara higienis, disterilisasi, lalu dikemas dalam botol plastik untuk dijual di pasar lokal dan oleh-oleh. Dodol nanas dan manisan kering: Produk berbasis nanas yang memiliki nilai jual tinggi, terutama saat musim liburan. Kegiatan ini dikelola oleh kelompok usaha mikro dan koperasi wanita desa, dengan dukungan dari Dinas UMKM setempat dalam bentuk pelatihan dan fasilitasi alat produksi. Dari hasil wawancara dengan pelaku usaha dan kepala desa, diketahui bahwa pengolahan nanas telah memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Tambak Mekar, antara . Peningkatan pendapatan keluarga: Rata-rata pendapatan pelaku UMKM meningkat 30Ae50% dibandingkan hanya menjual nanas dalam bentuk segar. Peluang kerja baru: Kegiatan produksi melibatkan ibu rumah tangga dan remaja desa sebagai tenaga pengupas, pengemas, dan distributor lokal. Diversifikasi ekonomi: Masyarakat tidak hanya bergantung pada hasil panen, tetapi juga memperoleh pendapatan dari produk olahan yang bisa dijual sepanjang tahun. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanas merupakan salah satu komoditas unggulan yang dimiliki oleh masyarakat Desa Tambak Mekar. Keberadaan tanaman nanas dalam jumlah besar yang tumbuh secara alami di lahan pertanian desa memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk tidak hanya menjualnya dalam bentuk segar, tetapi juga mengolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan nanas ini sejalan dengan prinsip kearifan lokal, di mana masyarakat mampu mengenali potensi lingkungan sekitarnya dan mengelolanya secara mandiri. Dengan memanfaatkan tanaman yang sudah biasa dibudidayakan turun-temurun, masyarakat mampu berinovasi dalam bentuk pengolahan dan distribusi produk hasil olahan. Pengolahan nanas di Desa Tambak Mekar telah terbukti mampu menjadi sumber penghasilan baru bagi warga. Produk seperti selai nanas, keripik nanas, dodol nanas, hingga minuman fermentasi telah diproduksi oleh UMKM lokal, dengan pasar yang mencakup daerah sekitar hingga toko oleh-oleh di kota Subang. Kegiatan pengolahan ini berhasil menggeser pola ekonomi masyarakat dari hanya menjual hasil panen dalam bentuk mentah menjadi pelaku industri rumah tangga yang menghasilkan nilai tambah. Hal ini sesuai dengan teori ekonomi kerakyatan, yang menekankan pada penguatan ekonomi lokal berbasis potensi dan kemampuan masyarakat setempat. Dari segi ekonomi, terjadi peningkatan pendapatan warga yang terlibat dalam pengolahan Sebelumnya, masyarakat hanya memperoleh pendapatan musiman dari panen nanas, namun kini mereka memperoleh penghasilan lebih stabil sepanjang tahun dari kegiatan produksi dan penjualan produk olahan. Dari segi sosial, pengolahan nanas membuka ruang partisipasi bagi kelompok Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Memanfaatkan Sumber Daya Alam Sekitar: Pengolahan Nanas Menjadi Sumber Potensi Ekonomi Masyarakat Desa Tambak Mekar Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang perempuan dan pemuda desa. Ibu-ibu rumah tangga ikut serta dalam proses produksi, sementara pemuda membantu dalam pemasaran digital dan distribusi. Ini menunjukkan bahwa kegiatan pengolahan nanas turut mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengurangan pengangguran. Meskipun memiliki potensi besar, masyarakat masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain: A Terbatasnya alat produksi modern A Keterbatasan pengetahuan tentang pengemasan dan pemasaran A Masih rendahnya daya saing produk di pasar yang lebih luas Strategi yang perlu diterapkan untuk pengembangan ke depan meliputi: A Pelatihan dan pendampingan oleh pemerintah dan lembaga terkait A Peningkatan kualitas kemasan dan branding produk A Penguatan akses pasar melalui digitalisasi dan kerja sama antarwilayah KESIMPULAN Pemanfaatan nanas sebagai sumber daya alam lokal di Desa Tambak Mekar menunjukkan potensi besar dalam mendukung perekonomian masyarakat. Masyarakat secara aktif mengolah buah nanas menjadi berbagai produk olahan seperti selai, keripik, sirup, manisan, dan dodol nanas, yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan penjualan buah segar. Pengolahan nanas telah memberikan dampak positif secara ekonomi dan sosial, antara lain meningkatnya pendapatan rumah tangga, terbukanya lapangan pekerjaan baru, serta keterlibatan kelompok perempuan dan pemuda desa dalam aktivitas ekonomi produktif. Kegiatan ini juga memperkuat ekonomi lokal dan ketahanan masyarakat terhadap fluktuasi harga hasil pertanian. Masyarakat mempraktikkan kearifan lokal dalam proses produksi, seperti penggunaan resep turun-temurun, pemanfaatan lahan sendiri, dan pengolahan limbah kulit nanas menjadi pupuk organik. Hal ini menunjukkan bahwa pengolahan nanas tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan nilai-nilai budaya lokal. Tantangan yang dihadapi masyarakat dalam kegiatan pengolahan nanas meliputi keterbatasan peralatan modern, akses pasar yang sempit, dan kurangnya kemampuan dalam pengemasan serta pemasaran digital. Namun, dengan dukungan pemerintah desa, pelatihan dari instansi terkait, dan pemanfaatan teknologi informasi, potensi ini masih dapat terus dikembangkan. Dengan demikian, pengolahan nanas sebagai bentuk pemanfaatan sumber daya alam sekitar di Desa Tambak Mekar terbukti menjadi strategi yang efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis lokal sekaligus melestarikan kearifan budaya dan lingkungan. REFERENSI