Excellent Midwifery Journal Volume 9 No. April 2026 P-ISSN: 2620-8237 E-ISSN: 26209829 ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA IBU HAMIL NY. DENGAN TERAPI RENDAM AIR HANGAT KENCUR UNTUK MENGURANGI EDEMA PADA KAKI DI KLINIK PRATAMA PURI ADHISTY Fika Pratiwi1. Yulia Adhisty2. Fauzul Husna3. AoAaisyah 4 1234 Program Studi Diploma Tiga Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta Email: fika. pratiwi@uim-yogya. DOI: https://doi. org/10. 55541/emj. ABSTRAK Latar Belakang : Edema merupakan salah satu ketidaknyamanan pada ibu hamil trimester i. Namun, masih ada beberapa ibu hamil trimester i yang mengalami edema. Pemberian asuhan berkelanjutan denagan intervensi pemberian terapi rendam air hangat kencur, diduga dapat mengurangi edema pada kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi rendam air hangat kencur terhadap penurunan derajat edema kaki pada ibu hamil trimester i. Tujuan : Pelayanan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. I dilaksanakan mulai dari masa kehamilan trimester i, persalinan, nifas, neonatus, hingga keluarga berencana secara Proses asuhan diawali dengan pengumpulan data subjektif yang disampaikan oleh Ny. I serta data objektif berdasarkan hasil pemeriksaan. Asuhan berkelanjutan ini dilakukan di Klinik Puri Adisty Kota Yogyakarta dan rumah Ny. I, berupa intervensi pemberian terapi rendam air hangat kencur untuk mengurangi edema pada kaki pada masa kehamilan trimester i. Metode: Asuhan berkelanjutan pada Ny. I dengan pemberian terapi rendam air hangat kencur dilakukan selama 5 hari berturut-turut untuk mengurangi edema pada kaki. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh tanda edema pada kaki ibu sudah berkurang. Derajat edema ibu pada hari pertama dilakukan asuhan yaitu pada derajat 3. Dan setelah dilakukan asuhan selama 5 hari berturut-turut, kemudian dilakukan pengukuran ulang menggunakan skala pitting, derajat edema sudah berkurang menjadi derajat 0. Hasil : Tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan asuhan yang diberikan. Pemberian terapi rendam air hangat kencur secara berkelanjutan terbukti efeksif dalam mengurangi edema pada kaki. Disarankan pemberian terapi rendam air hangat kencur dilakukansecara rutin sebagai bagian dari asuhan berkelanjutan untuk mendukung berkurangnya edema Kata Kunci : Asuhan berkelanjutan, rendam air hangat, kencur, edema ABSTRACK Background: Edema is one of the discomforts experienced by pregnant women in the third trimester. However, some women still experience edema in their third trimester. Continuous care interventions involving warm water soaks with galangal (Kenyonium arvensi. are thought to reduce leg edema. This study aimed to determine the effect of warm water soaks with galangal (Kenyonium arvensi. on reducing leg edema in pregnant women in their third trimester. Research Objective: ontinuous midwifery care for Mrs. I was provided throughout the third trimester of pregnancy, through delivery, postpartum, neonatal care, and family planning. The care process began with the collection of subjective data provided by Mrs. I, as well as objective data based on examination results. This continuous care was provided at the Puri Adisty Clinic in Yogyakarta City and at Mrs. I's home. It involved the provision of warm water immersion therapy with galangal . to reduce leg edema during the third trimester. Research Method: Continuous care for Mrs. I, including warm water immersion therapy with galangal . was provided for five consecutive days to reduce leg edema. Evaluation results showed that all signs of edema in the mother's legs had decreased. The mother's edema was grade 3 on the first day of After five consecutive days of care, re-measurements using the Pitting scale revealed that the edema had decreased to grade 0. Results: There were no discrepancies between the theory and the care provided. Continuous warm water immersion therapy with galangal . was proven effective in reducing leg edema. It is recommended that warm water soaks with ginger be administered regularly as part of ongoing care to support edema reduction. Keywords: Continuous midwifery care, warm water soaks, galangal, edema Indonesia juga mengatakan pada tahun 2020 ibu hamil yang Indonesia berkisar 82% (Diana & Marini Agustin, 2. Menurut data Kesehatan Keluarga DIY . Jumlah ibu hamil di Kabupaten Kota Yogyakarta 148 jiwa. Penatalaksanaan edema kaki penggunaan pakaian ketat yang menghambat aliran balik vena, mungkin, membatasi berdiri dalam jangka waktu lama, meninggikan kaki ketika tidur, lakukan olah raga selama hamil, anjurkan pijat kaki, rendam kaki air hangat (Lilis & Winarni, 2. Selain penatalaksanaan diatas, edema kaki juga bisa dilakukan rendam air hangat campur kencur. Pengaruh rendam air hangat dan kencur terhadap edema kaki pada melebarkan pembuluh darah dan memudahkan darah mencapai mengeluarkan cairan ekstraseluler Rendam air hangat sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja, murah dan tidak menimbulkan efek samping yang Kencur mengandung kuinon, 5polifenol, triterpenoid, tanin, kuinon, dan flavonoid yang memiliki efek anti pembengkakan dan anti inflamasi yang sangat Rimpang kencur mampu mengatasi edema dan peradangan sebesar 51,27%, daun mahkota dewa efektif 27,35%, daun ubi jalar efektif 20,93%, kelopak rosela merah memiliki khasiat 31,93%, serta daun dan buah asam jawa memiliki khasiat 47,9% (Lilis & Winarni, 2. LATAR BELAKANG Continuity of care dalam kebidanan serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, dan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi Asuhan komprehensif merupakan suatu secara lengkap dengan adanya sederhana dan konseling. Asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, dan KB . Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dimana terdapat hasil konsepsi . ertemuan ovum dan spermatozo. di dalam rahim seorang ibu. Kehamilan normal berlangsung dalam waktu 40 minggu atau jika dihitung dengan bulan yaitu 9 bulan. Kehamilan Trimester, dihitung sejak minggu pertama sampai ke minggu ke-12, trimester II dari minggu ke-13 sampai minggu ke-27, dan trimester i dari minggu ke-28 sampai minggu ke-40 . WHO menyebutkan pada tahun 2020 ibu hamil yang mengalami edema kaki didunia sekitar 75% dan menduduki posisi kedua untuk keluhan terbanyak ibu Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Kementrian Kesehatan Republik Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Lilis & Winarni . diketahui bahwa tingkat derajat edema pada ibu i diberikan perlakuan rendam kaki dengan air hangat dan kencur berada pada derajat I sebanyak 1 ,3%), sebanyak 10 responden . ,5%), derajat i sebanyak 9 responden . ,1%), derajat IV sebanyak 3 . %). Tidak responden yang berada pada derajat edema sesudah diberikan intervensi menunjukkan bahwa tingkat derajat edema pada ibu i diberikan intervensi berada pada derajat 0 sebanyak 1 responden . ,3%), derajat I sebanyak 12 responden . ,2%), derajat II 7 responden . ,4%), derajat i sebanyak 3 responden . %). Berdasarkan latar belakang, penulis tertarik untuk melakukan asuhan kebidanan Continuity Of Care (COC) dengan judul AuAsuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ibu Hamil Ny. I Dengan Rendam Air Hangat Kencur Untuk Mengurangi Edema Pada Kaki Di Klinik Pratama Puri AdistyAy. Klinik Pratama Puri Adhisty beralamat di Jl. Depokan II No. Rejowinangun. Kec. Kotagede. Kabupaten Kota Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih sebagai lokasi penelitian kesehatan ibu hamil dan anak. Klinik Pratam Puri Adisty juga sudah melakukan berbagai macam terapi non farmakologi untuk mendukung kesehatan ibu hamil dan anak. Klinik Pratama Puri Adhisty merupakan fasilitas kesehatan METODE Penelitian deskriptif adalah metode menggambarkan semua data atau objek penelitian atau situasi objek membandingkannya berdasarkan kenyataan saat ini, dan mencoba masalah, sehingga tetap up to date. Informasi yang didapat berguna pengetahuan dan dapat diterapkan pada berbagai masalah. Secara umum penelitian deskriptif adalah kegiatan penelitian yang berusaha menggambarkan peristiwa atau gejala secara sistematis, faktual, dan akurat . Studi kasus dalam penelitian ini adalah asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny "I" mulai dari ibu hamil TM i, ibu bersalin, ibu nifas, neonatus, dan KB sampai dengan pemberian terapi rendam air kencur hangat untuk mengurangi edema pada kaki Di Klinik Pratama Puri Adisty. Hasil dari pengumpulan data akan dengan SOAP dan Varney. Pada penelitian ini, metode pengumpulan data dilakukan dengan cara, antara lain: Wawancara Wawancara menggunakan lembar wawancara . enggunakan format ASKEB). Universitas Islam Mulia Yogyakarta dilakukan kepada Ny. Observasi Observasi yang telah dilakukan meliputi keadaan umum fisik Ny "I" pada kehamilan trimester i, bersalin, nifas, neonatus, dan KB diantaranya sebagai berikut: Kehamilan Alat yang digunakan adalah stetoskop, doppler, timbangan, dan buku KIA. Persalinan Alat thermometer, doppler, celemek, kacamata, cairan klorin, partun set . ak instrumen, gunting tali pusat. A kotcher, kateter nelaton, gunting episiotom. , hecting set . inset chirurgis, gunting, benang, nail holder, benang, suture needle, betadin. , obat-obatan . aksin, lidokain, betadin. , spuit 1 cc, spuit 3 cc, pengikat tali pusat, handscoom, underpad, lampu heacting, pembalut wanita, kendil tanah liat, dan kom kotor. Nifas Alat yang digunakan adalah berisi 1 pasang handscoon, bengkok, handuk, alat tulis. Neonatus Alat yang digunakan adalah metlin Pakaian penghangat, thermometer, lembar asuhan neonatus, dan alat tulis. Alat yang digunakan adalah lembar balik tentang macam Ae macam KB, lembar informed consent, lembar pencatatan tindakan KB, dan alat tulis. Studi Dokumentasi Kajian yang maksimal. Dokumen yang digunakan merupakan catatan Dokumen pendukung ini berupa data yang diperoleh dari buku KIA pasien, rekam medis pasien, evaluasi, dan lembar kunjungan asuhan kebidanan pada Ny. HASIL DAN PEMBAHASAN KEHAMILAN Dilakukan rumah Ny. AuIAy dan melakukan pemeriksaan pada ibu hamil TM i. Penatalaksanaan kehamilan trimester i terhadap Ny. AuIAy dengan usia kehamilan 37 responden dalam keadaan normal Pada dilakukan pengkajian ibu memiliki keluhan kaki kanan dan kiri bengkak yang membuat ibu sedikit tidak nyaman. Menurut Siti. Septika. , . Edema kaki . idak preeklampsia dan eklamsi. terjadi pada sekitar 80% wanita pada saat kehamilan, hal ini karena edema kaki fisiologis disebabkan oleh retensi air dan kenaikan tekanan vena pada kaki serta penekanan uterus yang menghambat aliran balik vena. Edema kaki fisiologis ketidaknyamanan pada ibu hamil, seperti perasaan berat, dan kram di malam hari. Pada kunjungan Antenatal Care kehamilan 37 minggu. Ny. AuIAy hasil pemeriksaan Ny. AuIAy selama hamiltrimester i, pada kunjungan I tidak ada keluhan. Pemeriksaan tekanan darah dari kunjungan I hinggan kunjungan ke i tekanan darah yang dialami ibu tidak pernah melebihi 130/90mmHg preeklampsi/eklampsia. Ibu tidak pernah merasakan pusing dengan 120/70mmHg. Dikarenakan ibu mengalami keluhan kaki bengkak yang ditakutkan ibu mengalami tanda preeklampsia, tetapi dari hasilpemeriksaan ibu, tekanan darah yang dialami ibu yaitu Hasil laboratorium ibu disebutkan jika albumin (-). Penggunaan nonfarmakologi rendam air hangat campur kencur merupakan salah satu intervensi non farmakologi yang dapat di gunakan untuk ibu Rendam air hangat campur kencur mampu memberikan efek Rendam air hangat campur kencur dengan dengan suhu 38 derajat selama minimal 10 - 20 ketegangan otot dan menstimulus membuat tubuh merasa lebih tenang dan rileks. Terapi rendam kaki membantu meningkatkan sehingga lebih banyak oksigen mengalami pembengkakan . Asuhan persalinan pada Ny. AuIAy dilakukan pada tanggal 18 September 2025 di Klinik Puri Adisty. Pukul 15. 00 WIB ibu datang dengan keluhan perut terasa kencang-kencang teratur dan keluar lendir bercampur darah WIB. Berdasarkan pemeriksaan tandatanda vital dalam batas normal. Dari data yang didapatkan Ny. AuIAy usia 34 tahun GI P0 AH0 A0 UK 39 2 dalam masa inpartu kala I fase laten. Asuhan yang diberikan kepada ibu diantaranya yaitu menganjurkan ibu untuk tetap kontraksi untuk mengurangi rasa sakit, menganjurkan posisi miring kiri untuk membantu penurunan kepala janin, serta melakukan pemantauan kemajuan persalinan secara teratur yaitu per 4 jam melakukan pemeriksaan dalam dan tekanan darah per 30 menit melakukan pemantauan His. DJJ, dan nadi. Dukungan emosional juga diberikan untuk mengurangi kenyamanan ibu. Asuhan yang diberikan meliputi pemberian KIE mengenai teknik mengejan yang benar . eperti saat buang air kontraksi, memberikan asupan cairan dan energi di sela-sela dukungan emosional dan motivasi Pemantauan kondisi ibu dan DJJ dilakukan secara ketat untuk mendeteksi dini adanya tanda gawat janin. NIFAS Asuhan nifas pada Ny. I dilakukan sebanyak empat kali kunjungan, kunjungan pertama dimulai saat 6 Data subjektif didapatkan, ibu senang dengan mengatakan melahirkan tanggal 18 september 2025 pada pukul WIB. Tekanan Darah 105/73 mmHg, pengeluaran kolostrum. ASI sudah keluar TFU 3 jari dibawah pusat, kontraksi uterus keras, terdapat bekas luka jahitan perineum, lochea rubra berwarna merah Dari hasil pengkajian data subjektif dan objektif didapatkan assesment bahwa Ny. I usia 34 tahun P1 A0 AH1 nifas 6 jam dengan keadaan normal. KIE tetap diberikan sesuai dengan kondisi ibu yaitu KIE tentang cara menyusui yang tepat, memberikan ASI eksklusif, pola istirahat, gizi seimbang, memberikan asuhan memperlancar ASI, hal ini sesuai dengan pernyataan dari Elyasari et al. , . , yaitu Kunjungan I (KF I) 6-8 jam pasca bersalin, melakukan pemeriksaan tanda tanda vital, mencegah perdarahan karena atonia uteri, mendeteksi dan mengatasi penyebab lain perdarahan, pemberian ASI awal, mengajarkan pada ibu cara agar mencegah hipotermi. ASUHAN BAYI BARU LAHIR Asuhan bayi baru lahir pertama september 2025 saat bayi berusia pemeriksaan bayi Ny. AuIAy lahir spontan tanggal 18 september 2025. Jam 20. 00 WIB, dengan berat badan 3. 200 gram, panjang badan 50 cm, lingkar kepala 32cm, lingkar dada 30cm. LILA 11cm. Bayi melakukan IMD selama 1 jam dan imunisasi vit K, serta imunisasi HB O, bayi sudah dimandikan 30 WIB. Asuhan yang memberitahu ibu cara menyusui yang benar. ASI eksklusif dan waktu pemberian ASI yang tepat, cara perawatan tali pusat, cara menjaga kehangatan bayi dan KIE tanda bahaya bayi baru lahir. Hal ini sesuai dengan pernyataan Apriani et al . kunjungan KN I dilakukan pada kurun waktu 6-48 jam setelah bayi lahir, asuhan yang harus diberikan diantaranya pemeriksaan fisik pada bayi, dan memberikan konseling mengenai pemberian ASI, serta memberikan KIE tentang tanda bahaya bayi baru lahir. Berdasarkan uraian diatas tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktik asuhan yang diberikan pada klien karena asuhan yang kebutuhan bayi. Asuhan Keluarga Berencana (KB) pada Ny AuIAy dengan akseptor KB Kondom dilakukan pada tanggal Oktober Menurut Fatimah et. al, . Keluarga Berencana (KB) adalah upaya untuk mengatur kelahiran jarak melahirkan, mengatur kehamilan perlindungan, dan diberikan upaya sesuai dengan hak reproduksi untuk menciptakan keluarga yang Sudah pemeriksaan didapatkan hasil TD. S ibu dalam batas normal. Dalam kunjungan KB ini peneliti KIE kelebihan, kekurangan dan cara kerja kondom. Hal ini sejalan dengan teori dari Nurullah . kelebihan kondom yaitu murah dan dapat dibeli bebas, tidak perlu pemeriksaan kesehatan khusus, proteksi ganda . elain mencegah kehamilan tetapi juga mencegah IMS termasuk HIV/AIDS) dan membantu mencegah terjadinya Sedangkan kekurangan dari KB kondom yaitu kontrasepsi, sedikit mengganggu hubungan seksual . engurangi sentuhan langsun. Cara kerja dari kondom sendiri yaitu dengan menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara selubung karet yang di pasang di penis sehingga sperma tersebut tidak tercurah ke dalam saluran reproduksi perempuan. efektif mengurangi edema kaki pada Ny. Pada hari ke-5, semua tanda edema pada kaki Ny. Hasil non-farmakologis sederhana ini derajat edema pada kaki. Analisis menunjukkan tidak ada kesenjangan antara teori dan Asuhan berkelanjutan yang diberikan sesuai dengan Varney SOAP, sehingga praktik lapangan sejalan KESIMPULAN Asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. I dimulai pada tanggal 11 September 2025 sampai dengan Oktober kehamilan trimester i, bersalin, nifas, neonatus, dan keluarga Intervensi berupa pemberian terapi rendam mengurangi edema. Pelaksanaan pendekatan manajemen kebidanan berbasis pola pikir Varney dan metode SOAP di Klinik Puri Adisty. Pengkajian semua data mulai dari anamnesis Riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang pada BBL/neonatus. KB. Asuhan melalui pemberian terapi rendam air hangat kencur. Pelaksanaan sistematis berdasarkan diagnosa dan hasil pengkajian, sehingga mengurangi derajat edema pada ibu hamil. Evaluasi pemberian terapi rendam air hangat kencur selama 5 hari SARAN