Amphibious Journal Vol. No. 1 Juni 2024 e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 62-71 DOI: a Available online at: https://journal. id/index. php/Amphibious Optimalisasi Pembelajaran Pembinaan Potensi Maritim Melalui Pengabdian Masyarakat Guna Membangun Karakter Taruna Akademi Angkatan Laut Rizky Akbar Imanullah1. Muh. Saichu2 ,Mukhrozi2 Taruna Akademi Angkatan Laut angkatan 66 Korps Marinir Dosen Program Study Manajemen Pertahanan Matra Laut Aspek Darat AAL Abstract: As an archipelagic country. Indonesia has the potential for abundant maritime resources which can be beneficial for the prosperity of society and the progress of the nation. Apart from bringing benefits, as a large maritime country with all its potential, it is vulnerable to the emergence of threats to national defense and In order to prevent all these threats, the Indonesian Navy as the main element of national defense at sea which has the duty and responsibility of upholding state sovereignty at sea must be able to utilize all potential at sea to become a defense force for the Unitary State of the Republic of Indonesia. Binpotmar is something that must be developed jointly by the Indonesian Navy and related departments/agencies/agencies to prepare maritime defense forces, and be used as a force multiplier to support defense at sea. Binpotmar is a government obligation that must be socialized, taught and understood by all Indonesian people. For this education to be effective. Binpotmar must be implemented and given from an early age so that it is always embedded and developed for future generations to come. One form of education regarding Binpotmar can be provided through educational institutions, namely AAL. The Naval Academy (AAL) is the central implementing element in the TNI AL organizational structure and as the first educational institution for TNI Navy officers at academy level which aims to educate cadets to become TNI Navy officers who are responsive in academic matters, tough in personality, and tough in terms of physical fitness. as well as being firmly guided by the Sapta Marga, the 8 mandatory TNI, and the 8 mandatory TNI so that you can develop your personality as a reliable and respected leader of the Indonesian Navy. Keywords: maritime resource potential. Binpotmar Abstract: Sebagai negara kepulauan indonesia memiliki potensi sumber daya maritim yang melimpah yang dapat bermanfaat bagi kemakmuran masyarakat dan kemajuan bangsa. Selain membawa keuntungan, sebagai negara dengan maritim yang besar dengan segala potensinya rentan terhadap munculnya ancaman bagi pertahanan dan keamanan negara. Dalam rangka mencegah segala ancaman tersebut. TNI AL sebagai unsur utama pertahanan negara di laut yang memiliki tugas dan tanggung jawab menegakkan kedaulatan negara di laut harus dapat memanfaatkan segala potensi di laut menjadi kekuatan pertahanan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Binpotmar merupakan hal yang harus dibina secara bersama oleh TNI AL dan departemen/Instansi/badan terkait untuk menyiapkan kekuatan pertahan laut, serta dijadikan sebagai suatu kekuatan pengganda untuk mendukung pertahan di laut. Binpotmar menjadi kewajiban pemerintah yang harus disosialisasikan, diajarkan, dan dipahamkan kepada seluruh rakyat Indonesia. Agar edukasi ini efektif. Binpotmar harus dilaksanakan dan diberikan semenjak usia dini agar senantiasa tertanam dan terbina bagi generasi-generasi penerus yang akan datang. Salah satu edukasi mengenai Binpotmar dapat diberikan melalui lembaga pendidikan yakni AAL. Akademi Angkatan Laut (AAL) sebagai unsur pelaksana pusat dalam struktur organisasi TNI AL dan sebagai lembaga pendidikan pertama perwira TNI Angkatan Laut tingkat akademi yang bertujuan mendidik taruna menjadi perwira TNI Angkatan Laut yang tanggap dalam hal akademis, tanggon dalam kepribadian, dan trengginas dalam kesamaptaan jasmani serta berpedoman teguh dengan sapta marga, 8 wajib TNI, dan 8 wajib TNI sehingga dapat mengembangkan pribadi sebagai kader pemimpin TNI Angkatan Laut yang handal dan disegani. Kata Kunci: potensi sumber daya maritim. Binpotmar OPTIMALISASI PEMBELAJARAN PEMBINAAN POTENSI MARITIM MELALUI PENGABDIAN MASYARAKAT GUNA MEMBANGUN KARAKTER TARUNA AKADEMI ANGKATAN LAUT PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17. 508 pulau, luas perairan pedalaman dan perairan kepulauan 3,11 Juta Km2, luas laut teritorial 290. 000 Km2. Luas wilayah berdaulat, terdiri dari Zona Tambahan seluas 270. 000 Km2. Zona Ekonomi Ekslusif 3 Juta Km2. Landas Kontinen seluas 2,8 Juta Km2. Luas perairan Indonesia 6,4 Juta Km2, daratan dan perairan seluas 8,3 Juta Km2. Panjang garis pantai 108. 000 Km. (Pushidrosal 2. sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki potensi sumber daya maritim yang melimpah yang dapat bermanfaat bagi kemakmuran masyarakat dan kemajuan Selain membawa keuntungan, sebagai negara dengan maritim yang besar dengan segala potensinya rentan terhadap munculnya ancaman bagi pertahanan dan keamanan Dalam rangka mencegah segala ancaman tersebut. TNI AL sebagai unsur utama pertahanan negara di laut yang memiliki tugas dan tanggung jawab menegakkan kedaulatan negara di laut harus dapat memanfaatkan segala potensi di laut menjadi kekuatan pertahanan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia salah satu tugas TNI AL adalah melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan laut (Dawilhanl. Dawilhanla dilaksanakan melalui kegiatan Pembinaan Potensi Maritim (Binpotma. Binpotmar merupakan hal yang harus dibina secara bersama oleh TNI AL dan departemen/Instansi/badan terkait untuk menyiapkan kekuatan pertahan laut, serta dijadikan sebagai suatu kekuatan pengganda untuk mendukung pertahan di laut. Binpotmar menjadi pemerintah yang harus disosialisasikan, diajarkan, dan dipahamkan kepada seluruh rakyat Indonesia. Agar edukasi ini efektif. Binpotmar harus dilaksanakan dan diberikan semenjak usia dini agar senantiasa tertanam dan terbina bagi generasi-generasi penerus yang akan datang. Salah satu edukasi mengenai Binpotmar dapat diberikan melalui lembaga pendidikan yakni AAL. Akademi Angkatan Laut (AAL) sebagai unsur pelaksana pusat dalam struktur organisasi TNI AL dan sebagai lembaga pendidikan pertama perwira TNI Angkatan Laut yang bertujuan mendidik taruna menjadi perwira TNI Angkatan Laut yang tanggap dalam hal akademis, tanggon dalam kepribadian, dan trengginas dalam kesamaptaan jasmani serta berpedoman teguh dengan sapta marga, 8 wajib TNI, dan Trisila TNI AL sehingga dapat mengembangkan pribadi sebagai kader pemimpin TNI Angkatan Laut yang handal dan Dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Akademi Angkatan Laut menerapkan pola pendidikan dengan sistem yaitu pengajaran, pelatihan dan pengasuhan (Jarlatsu. AMPHIBIOUS JOURNAL-VOL. NO. 1 JUNI 2024 e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 62-71 Sejalan dengan itu, sebagai wujud implementasi Taruna Akademi Angkatan Laut terhadap tugas TNI AL yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia dirasa perlu adanya pembelajaran pembinaan potensi maritim guna mendukung pelaksaan tugas Dawilhanla. Selama ini pembelajaran pembinaan potensi maritim hanya diberikan secara teori di kelas dengan jumlah 1 sks dan diberikan ketika tingkat dua atau berpangkat sersan taruna, sehingga taruna belum pernah mengimplementasikan secara langsung pembinaan potensi maritim dalam hal ini terjun langsung ke lapangan dan tidak bisa secara langsung mengetahui dinamika dan realita permasalahan yang ada di masyarakat. Berdasarkan permasalahan tersebut penulis merekomendasikan untuk mengoptimalkan pembelajaran potensi maritim melalui pengabdian masyarakat yakni taruna dilibatkan dalam kegiatan pembinaan potensi maritim dan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh PPM AAL dan tidak hanya sebatas dalam kegiatan Latihan Integrasi Taruna Dasar (Latsitard. melainkan membuat program bertingkat, bertahap dan berlanjut yang dilaksanakan semenjak tingkat I sampai dengan IV sehingga taruna dapat membangun karakter dan menyiapkan diri menjadi Perwira TNI AL yang professional. Permasalahan Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, dengan memperhatikan kondisi dan realita yang ada maka penulis mengidentifikasikan masalah sebagai berikut : Taruna hanya mendapatkan pembelajaran Binpotmar secara teori, belum ada praktek langsung ke lapangan untuk mengimplementasikan pembelajaran Binpotmar. Taruna tidak memiliki gambaran secara langsung yang terjadi di lapangan serta realita dan dinamika permasalahan kemaritiman yang terjadi dalam masyarakat. Pelajaran pembinaan potensi maritim hanya diberikan ketika tingkat II atau ketika berpangkat sersan taruna dan hanya 1 SKS saja, tidak diberikan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut. Rumusan Masalah Dari identifikasi masalah diatas dikaitkan dengan kondisi saat ini. Penulis merumuskan maslah yaitu. AuBagaimana implementasi pembelajaran pembinaan potensi maritim melalui pengabdian masyarakat, dalam rangka membangun karakter Taruna Akademi Angkatan Laut?Ay OPTIMALISASI PEMBELAJARAN PEMBINAAN POTENSI MARITIM MELALUI PENGABDIAN MASYARAKAT GUNA MEMBANGUN KARAKTER TARUNA AKADEMI ANGKATAN LAUT Tujuan dan Manfaat Tujuan Memberikan sumbangan pemikiran dan masukan serta dapat diajadikan referensi kepada Akademi Angkatan Laut dalam pembelajaran pembinaan potensi maritim melalui pengabdian masyarakat bagi Taruna AAL. Selain hal tersebut juga agar Taruna AAL dapat mengimplementasikan materi yang telah diajarkan dan melaksanakan praktek langsung pembelajaran pembinaan potensi maritim. Tujuan selanjutnya adalah agar dapat membentuk karakter taruna yang tanggap, tanggon, dan trengginas sehingga dapat menjadi perwira TNI AL yang professional. Manfaat Adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik yang bersifat teoritis maupun praktis, sebgai berikut : Manfaat teoritis Secara teoritis untuk memberikan sumbangsih dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam bidang pembinaan potensi maritim Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang realita dan gambaran permasalahan yang terjadi di masyarakat secara langsung kepada Taruna AAL, sehingga dapat membentuk karakter taruna yang tanggap, tanggon, dan trengginas sehingga dapat menjadi perwira TNI AL yang professional. METODE PENELITIAN Metode Penelitian Metode penelitian adalah langkah-langkah yang terencana dan sistematis yang dilaksanakan untuk menemukan solusi dari suatu masalah melalui proses pengumpulan dan pengolahan data untuk kemudian dianalisa dan diinterpretasikan. Menurut Nazir . metode penelitian merupakan cara memilih masalah dan penentuan judul penelitian yang berturut-turut yaitu dengan alat apa dan prosedur yang bagaimana suatu penelitian dilakukan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendektan penelitian kualitatif, yang diterapkan pada Analisis SWOT untuk mencari strategi untuk mengoptimalkan pembelajaran pembinaan potensi maritim bagi Taruna AAL. Metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Penelitian kualitatif bersifat induktif, peneliti membiarkan AMPHIBIOUS JOURNAL-VOL. NO. 1 JUNI 2024 e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 62-71 permasalahan-permasalahan muncul dari data atau dibiarkan terbuka untuk interpetasi. Data dihimpun dengan pengamatan yang seksama, mencakup deJurnal dalam konteks yang mendetail disertai catatan-catatan hasil wawancara yang mendalam, serta hasil analisis dokumen dan catatan-catatan. Unit Analisis Unit Analisis adalah Satuan yang diteliti yang bisa berupa individu, kelompok, benda atau suatu latar peristiwa sosial seperti misalnya aktivitas individu atau kelompok sebagai subjek penelitian (Hamidi, 2010:. Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa unit analisa adalah subjek yang akan diteliti. Dengan demikian unit analisis dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi pembelajaran Binpotmar bagi Taruna AAL. Penelitian ini dimulai dengan menganalisa kegiatan-kegiatan dan kendala dari pelaksanaan pembelajaran Binpotmar di AAL yang hanya sebatas materi serta bagaimana pemahaman taruna mengenai pembelajaran Binpotmar tersebut, serta seberapa perlunya praktek langsung Binpotmar bagi Taruna AAL. Sumber dan Jenis Data Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh yang bersangkutan dalam hal ini penulis dari penelitian. Dalam penelitian ini mengunakan data yang bersumber dari lokasi penelitian, diperoleh melalui wawancara dan catatan tertulis atau rekaman serta memberikan kuisoner kepada obyek penelitian. Data ini merupakan data utama yang peneliti gunakan untuk mencari informasi mengenai strategi optimalisasi pembelajaran Binpotmar bagi Taruna AAL Data Sekunder Data sekunder adalah sumber data yang didapat untuk mendukung data primer dan diperoleh melalui dari sumber eksternal maupun internal. Data eksternal bisa didapatkan melalui dua sumber yaitu data sekunder pribadi . ersonal resource. diperoleh melalui surat, dokumen, biografi, dan juga arsip suatu lembaga dengan kegiatan yang dilaksanakan selama ini. Sedangkan sumber kedua adalah sumber data yang bersifat umum . ublic resource. ataupun orang luar. Dalam penelitian ini penulis mendapat data dari perpustakaan, buku-buku literatur dan data sekunder yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada di lembaga-lembaga yang berkaitan dengan masalah seperti potensi maritim, pos-pos Angkatan laut. OPTIMALISASI PEMBELAJARAN PEMBINAAN POTENSI MARITIM MELALUI PENGABDIAN MASYARAKAT GUNA MEMBANGUN KARAKTER TARUNA AKADEMI ANGKATAN LAUT Instrumen Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto . instrumen penelitian merupakan alat bantu yang dipilih & digunakan oleh peneliti dalam melakukan kegiatannya untuk mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Selanjutnya berkaitan instrument penelitian kualitatif. Nasution . menyampaikan bahwa yang menjadi instrumen utama dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri, peneliti hadir / turun langsung untuk mendapatkan informasi /data peneitian. Instrumen Penelitian adalah sebuah alat pengumpul data yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang Sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen merupakan alat bantu yang digunakan peneliti dalam menggunakan metode pengumpulan data secara sistematis, efektif dan efisien serta tercapainya tujuan yang telah ditentukan. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data Teknik pengumpulan data merupkan langkah yang digunakan penulis dalam mengumpulkan data untuk mendukung penelitian. Teknik pengumpulan data akan menggunakan cara wawancara, angket/kuisoner, dokumentasi dan Triangulasi. Metode Wawancara Metode wawancara adalah metode dengan berdialog yang dilakukan untuk menggali informasi dari orang yang diwawancarai. Pengertian lain Metode wawancara adalah teknik dalam pengumpulan data dimana terjadi pertemuan dua orang atau lebih untuk bertukar informasi mengenai suatu topik atau permasalahan. Dalam penelitian ini penulis melaksanakan wawancara secara terstruktur kepada informan dengan berdasarkan pada pedoman wawancara yang telah disusun oleh penulis. Peneliti akan melakukan wawancara terstruktur kepada pihak-pihak seperti yang terkait dalam pelaksanaan pembelajaran Binpotmar di AAL yakni dosen Binpotmar AAL selaku pemangku materi, masalah pengabdian masyarakat kepada KPPM AAL,kepada Dispotmar Lantamal V sebagai instansi pembinaan potensi maritim wilayah Jatim dan sekitarnya. Dari wawancara ini diharapkan data yang didapat akan lebih jelas, lebih lengkap, dan terinci. Dokumentasi Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan yang dilakukan dengan pengumpulkan data sekunder. Data tersebut didapatkan melalui pengumpulan dari berbagai literatur, jurnal-jurnal, majalah dan buku Ae buku referensi, dimana data yang didapat merupakan hasil pengolahan dan pengumpulan dari instansi atau institusi resmi lingkungan TNI AL yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. AMPHIBIOUS JOURNAL-VOL. NO. 1 JUNI 2024 e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 62-71 Observasi Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala pada obyek penelitianAy (Nawawi dan Martini, 1992:. Pengertian lain observasi adalah pengamatan dan pencatatan suatu obyek dengan sistematika fenomena yang diselidiki (Sukandarrumidi, 2006:. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap suatu gejala pada obyek penelitian. Maka dalam penelitian ini penulis menggunakan pengamatan langsung terhadap lokasi penelitian di AAL. Teknik pengumpulan data observasi digunakan untuk memperoleh data proses jalannya pengisian angket. Triangulasi Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabung kan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Tujuan dari triangulasi ini untuk mengecek atau memeriksa kredibilitas data melalui triangulasi sumber. Hal ini juga dilkakukan agar mendapatkan data dari sudut pandang yang berbeda. Ini dimaksudkan untuk melihat jawaban atau membanding kan jawaban dari informan untuk kemudian ditarik Teknik Analisis Data Teknik analisis yang penulis gunakan adalah analisis kualitatif. Analisis kualitatif merupakan analisis data yang didasarkan pada hubungan antara fakta satu dengan fakta yang lain secara hubungan sebab akibat untuk menerangkan suatu peristiwa. Analisis data dimaksudkan untuk menemukan unsur-unsur atau bagian yang berisikan kategori yang lebih kecil dari data Pada penelitian ini, peneliti bekerjasama dengan narasumber sehingga didapat pola-pola yang sesuai dengan obyek yang diteliti. Berdasar permasalahan yang ada pada penelitian, metode penelitian ini menggunakan metode SWOT. Didalam analisis SWOT ada beberapa tahapan diantaranya mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal, kemudian disusun sebuah matrik faktor internal dan faktor eksternal. Dari faktor-faktor tersebut dibuat strategi SWOT hasil dari matriks SWOT. Setelah itu dalam mengembangkan alternatif strategi digunakan matrik SWOT untuk membantu melakukan pencocokan antar kekuatan dan peluang . trategi SO), kekuatan dan ancaman . trategi ST), peluang dan kelemahan . trategi WO) serta kelemahan dan ancaman . trategi WT). OPTIMALISASI PEMBELAJARAN PEMBINAAN POTENSI MARITIM MELALUI PENGABDIAN MASYARAKAT GUNA MEMBANGUN KARAKTER TARUNA AKADEMI ANGKATAN LAUT Penyusunan Analisis SWOT Teknik analisa data menggunakan analisis SWOT ini bertujuan untuk mencari strategi yang tepat untuk mengoptimalkan pembelajaran Binpotmar bagi taruna, berikut adalah langkahlangkah yang dilakukan: Mengidentifikasi faktor-faktor internal yang mempengaruhi tujuan penelitian secara internal organisasi yang juga merupakan kegiatan menentukan variabel faktor kekuatan (Strengt. dan kelemahan (Weaknesse. yang ada. Kemudian mengidentifikasi faktor eksternal yang merupakan kegiatan menentukan faktor peluang (Opportunitie. dan Ancaman (Threat. Setelah penyusunan faktor-faktor internal dan eksternal, kemudian disusun sebuah strategi hasil dari matriks SWOT. Analisis SWOT menggunakan matriks internal factor evaluation (IFE) dan matriks eksternal factor evaluation (EFE), dimana IFE yang meliputi kekuatan dan kelemahan dan EFE meliputi peluang dan tantangan. Matriks SWOT menampilkan delapan kotak, yaitu dua kotak sebelah kiri menampilkan faktor eksternal . eluang dan ancama. , dua kotak paling atas menampilkan faktor internal . ekuatan dan kelemaha. dan empat kotak lainnya merupakan isu-isu strategis yang timbul sebagai hasil pertemuan antara faktor eksternal dan internal. Menurut (Hari, 1. , berdasarkan hasil analisis SWOT, terdapat empat alternatif strategi yang tersedia yaitu strategi SO. WO. ST dan WT. Alternatif strategi adalah hasil dari matrik analisis SWOT yang menghasilkan berupa Strategi SO. WO. ST dan WT. Alternatif strategi yang dihasilkan minimal 4 buah strategi sebagai hasil dari analisis matrik SWOT. Analisis ini didasarkan pada asumsi bahwa suatu strategi akan memaksimalkan kekuatan dan peluang, serta meminimalkan kelemahan dan ancaman. Matrik SWOT digunakan untuk mengembangkan empat tipe alternatif strategi yaitu SO . trengths - opportunitie. , strategi WO . eaknesses - opportunitie. , strategi ST . trengths - threat. , dan strategi WT . eaknesses - threat. Terdapat empat tahapan dalam membentuk matrik SWOT yaitu: Mencocokan kekuatan internal dengan peluang eksternal dan mencatat resultan strategi SO. Mencocokan kelamahan internal dengan peluang eksternal dan mencatat resultan strategi WO. Mencocokan kekuatan internal dengan ancaman eksternal dan mencatat resultan strategi ST. Mencocokan kelemahan internal dengan ancaman dan mencatat resultan strategi WT. AMPHIBIOUS JOURNAL-VOL. NO. 1 JUNI 2024 e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 62-71 Alternatif strategi yang dihasilkan minimal 4 buah strategi sebagai hasil dari analisis matrik SWOT. Menurut (Rangkuti, 2. strategi yang dihasilkan adalah sebagai berikut : Strategi SO Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Strategi ST Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi Strategi WO Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. Strategi WT Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. IFAS EFAS Peluang . Ancaman (T) Kekuatan (S) Kelemahan (W) DAFTAR PUSTAKA