Penyuluhan Tentang Ispa (Infeksi Saluran Pernafasan Aku. Pada Ibu Dan Balita Wilayah Kerja Puskesmas Bukit Sari. Kecamatan Kabawetan Kepahiang Anggra Ayu . Vofi Tri Sella . Sulasi Tahira Elvanora. Elza Yuniarti . Lili Sri Lince . Hengki Tranado . Tuti Rohani . Danur Azissah . 1,2,3,4,5,6,7,. Universitas Dehasen Bengkulu Email: 1 anggraayu2525@gmail. 2 vofitrisella311203@icloud. 3 sulasitahiraelvanora26@gmail. 4 elzayuniarti72@gmail. 5 lincelilisri@gmail. 6 hengkitranado@unived. 7 tuti. unived@gmail. 8 d. azissah@unived,. ARTICLE HISTORY Received . Desember 2. Revised . Januari 2. Accepted . Januari 2. KEYWORDS Acute Respiratory Tract Infection. Mother and Infants. Conseling. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA) merupakan penyakit pada saluran pernapasan bagian atas dan bawah, penyakit ini sering diderita oleh bayi, anakanak, orang usia lanjut dan atau orang yang memiliki masalah kesehatan (Dinas Kesehatan Malang, 2. ISPA terjadi pada saluran pernapasan dimulai dari hidung, telinga tengah, faring . , kotak suara . , bronchi, bronkhioli dan paru. Jenis penyakit infeksi saluran pernapasan bagian atas yaitu batuk, pilek, sakit telinga . titis medi. dan radang tenggorokan . , sedangkan jenis penyakit yang termasuk infeksi saluran pernapasan bagian bawah yaitu bronchitis, bronkhiolitis dan pneumonia (POM, 2. Tujuan dari penyuluhan yang kelompok kami lakukan adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dusun 2 desa Bukit Sari. Diharapkan dengan dilakukannya penyuluhan ini jumlah pengidap ISPA di dusun 2 desa Bukit Sari bisa menurun bahkan teratasi. ABSTRACT Acute Respiratory Tract Infection (ARI) is a disease of the upper and lower respiratory tract, this disease is often suffered by infants, children, the elderly and or people who have health problems (Malang Health Office, 2. ARI occurs in the respiratory tract starting from the nose, middle ear, pharynx . , voice box . , bronchi, bronchi and lungs. The types of upper respiratory tract infections are cough, runny nose, earache . titis medi. and strep throat . , while the types of diseases that include lower respiratory tract infections are bronchitis, bronchitis and pneumonia (POM, 2. The purpose of the counseling that our group carried out was to provide education to the people of Hamlet 2 of Bukit Sari village. It is hoped that with this counseling, the number of people with ISPA in hamlet 2 of Bukit Sari village can decrease and even be resolved. PENDAHULUAN Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA) merupakan penyakit pada saluran pernapasan bagian atas dan bawah, penyakit ini sering diderita oleh bayi, anakanak, orang usia lanjut dan atau orang yang memiliki masalah kesehatan (Dinas Kesehatan Malang, 2. ISPA terjadi pada saluran pernapasan dimulai dari hidung, telinga tengah, faring . , kotak suara . , bronchi, bronkhioli dan paru. Jenis penyakit infeksi saluran pernapasan bagian atas yaitu batuk, pilek, sakit telinga . titis medi. dan radang tenggorokan . , sedangkan jenis penyakit yang termasuk infeksi saluran pernapasan bagian bawah yaitu bronchitis, bronkhiolitis dan pneumonia (POM, 2. World Health Organization (WHO, 2. dalam data World Health Statistik . kematian balita akibat ISPA di dunia menduduki urutan Tingkat Under Five Mortality Rate (UMFR) ISPA sebesar 41 per 1. 000 anak sedangkan Infant Mortality Rate (IFR) ISPA sebesar 45 per 1. 000 anak. Kejadian ISPA negara maju diakibatkan oleh virus sedangkan negara berkembang akibat bakteri. Dalam setahun kematian akibat ISPA pada anak ada 200 anak setiap hari, 100 anak setiap jam, dan 1 anak per detik. Hal ini menjadi angka penyebab kematian anak tertinggi dari pada infeksi yang lainnya di seluruh dunia (United Nations Emergency Children's Fund (UNICEF, 2. ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit infeksi didunia. Hampir 4 juta orang meninggal akibat ISPA setiap tahun, 98% di antaranya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah. Angka kematian bayi, anak dan lansia tinggi, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah per kapita. Oleh karena itu, penyakit ISPA menjadi alasan utama konsultasi atau rawat inap di lembaga perawatan kesehatan, terutama di bagian penitipan anak (WHO. Faktor risiko penyakit ISPA adalah faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal meliputi kepadatan hunian, tipe lantai, luas jendela, lokasi dapur, penggunaan bahan bakar dan kepemilikan ventilasi asap. (Hasan, 2. Selain faktor eksternal tersebut, faktor internal antara lain umur, jenis kelamin, status gizi status imun, konsumsi vitamin A saat melahirkan dan menyusui. (Hasan, 2. Santoso . berpendapat apabila tingkat pendidikan rendah yang dimiliki oleh ibu sedikit serta pengetahuan yang kurang maupun keahlian ibu dapar menyebabkan ISPA terjadi kepada anak Penyakit ISPA ini banyak ditemukan pada anak balita, karena balita merupakan orang yang daya tahan tubuhnya Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 1 Januari 2025 page: 161 Ae 164 | 161 masih rentan terhadap penyakit. (Firnada. Junaid, & Jafriati, 2. Balita lebih mudah terserang infeksi saluran pernafasan akut karena kekebalan tubuhnya belum berkembang sepenuhnya, dan mereka sangat mudah menyebarkan atau menularkan penyakit pernafasan akut melalui batuk dan bersin. Penyakit infeksi ini dapat membentuk partikel infeksi di udara dan dari orang yang sakit dipindahkan ke seseorang yang berisiko terinfeksi atau melalui kontak langsung. (Agrina. Suyatno, & Arneliwati, 2. ISPA apabila tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan sejumlah kecacatan seperti otitis media yang merupakan penyebab ketulian dan timbulnya gangguan perkembangan serta gangguan lainnya. Komplikasi yang bisa timbul apabila ISPA tidak segera ditangani dapat mengakibatkan infeksi pada paru, infeksi pada selaput otak, penurunan kesadaran dan bahkan bisa menimbulkan kematian (Widoyono. Untuk mengurangi kemungkinan yang dapat meningkatkan potensi anak terkena ISPA maka diperlukan upaya pencegahan. METODE Memberikan edukasi kepada masyarakat Dusun 2 tentang ISPA Membuat Rancangan Kegiatan penyuluhan tentang ISPA Membuat SAP tentang penyuluhan ISPA Menyebarkan undangan kegiatan penyuluhan ke Membuat laporan hasil kegiatan penyuluhan ISPA Menyiapkan peralatan yang diperlukan dalam kegiatan Melakukan kegiatan penyuluhan di POsyandu Desa Tugu Rejo Melakukan sesi foto Bersama para peserta Melakukan sesi tanya jawab kepada para peserta penyuluhan Memberikan merchandise kepada para peserta Gambar 1. Work breakdown structure Penyuluhan Tentang ISPA 162 | Anggra Ayu. Vofi Tri Sella. Sulasi Tahira Elvanora. Elza Yuniarti. Lili Sri Lince. Hengki Tranado. Tuti Rohani. Danur Azissah . Penyuluhan Tentang IspaA 30/01, 4 /01, 4 minggu 06/01, 4 minggu Penentuan Proker Di Dusun 2 Desa Sumber Sari Presentasi Proker yang akan 18/01, 4 minggu 19/01, 4 minggu Membuat SAP Kegiatan Penyuluhan ISPA Menyebarkan Surat Izin ke Perangkat Desa Dusun 2 dan Puskesmas Desa Sumber Sari 19/01, 4 minggu 06/01, 4 minggu 20/01, 4 minggu Melakukan Kegiatan Penyuluhan ISPA Di Posyandu Desa Tugu Rejo wilayah kerja Puskesmas Desa Sumber Sari Presen n hasil Menyiapkan Tempat yang Penyuluhan Membuat Kuesioner Dan Melakukan Observasi Di Dusun 2 Desa Sumber Sari Gambar 2 Contoh Diagram Alur Aktivitas Tabel 1. Sumber Daya Penelitian Aktivitas Penyuluhan Tentang ISPA Manusia Penyaji : Anggra Ayu Notulen : Vofi Tri sella Moderator : Sulasi Tahira Elvanora Fasilitator : Lili Sri Lince Observer : Fauzi Fahad N Dokumentasi : Anggi Oktaviani Perangkat Leaflet Laptop Infocus HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Aktivitas Hasil kegiatan penyuluhan mengenai ISPA pada ibu daan balita di desa Tugu Rejo kabawetan ikut berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan ISPA mulai dari awal kegiatan dimulai sampai dengan kegiatan selesai, kemudian ibu juga ikut berpartisipasi dalam mengikuti rangkaian kegiatan lainnya yaitu sesi tanya jawab yang diberikan oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dehasen Bengkulu kepada para ibu, dan memberikan apresiasi bagi yang bisa menjawab berupa door prize. Dalam kegiatan ini, para ibu dan balita yang ikut berartisipasi dalam kegiatan penyuluhan ini sangat antusias mulai dari kegiatan dimulai sampai dengan selesai. Dan diharapkan agar kegiatan penyuluhan ISPA ini dapat bermanfaat oleh ibu dan balita serta keluarga di rumah. Penyelesaian Masalah Penyuluhan tentang ISPA yang dilakukan di Posyandu dan Posbindu Wilayah Kerja Puskesmas Bukit Sari. Sebagai mahasiswa KKN kami menyelesaikan masalah tersebut dengan dengan mengadakan penyuluhan tentang tentang hipertensi dan senam hipertensi yang dilaksanakan pada hari Senin, 20 Januari 2025 pukul 09:00 WIB di desa Tugu Rejo Kabawetan. Warga desa Sumber Sari berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan tersebut. Kegiatan ini dilakukan dalam sekali waktu dengan lancar tanpa Hal ini bertujuan agar masyarakat menjadi tahu tentang ISPA dan cara penanggulangannya. Gambar 3 Kegiatan Penyuluhan Hipertensi dan Senam Hipertensi Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 1 Januari 2025 page: 161 Ae 164 | 163 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan ISPA adalah radang akut saluran pernapasan atas maupun bawah yang disebabkan oleh infeksi atau bakteri, virus, maupun riketsia tanpa atau disertai radang parenkim paru. ISPA adalah suatu kelompok penyakit sebagai penyebab angka absensi tertinggi bila dibandingkan dengan kelompok penyakit lain (Alsagaff, 2. Tujuan dari penyuluhan tentang ISPA itu agar ibu dan balita tidak terkena infeksi saluran pernafasan serta terhindar dari penyakit ISPA dan kompikasi lainnya. Saran Secara teoritis Dapat memberikan pengetahuan tentang penyakit ISPA Secara praktik Para ibu memiliki pengetahuan dan informasi tentang Kesehatan pernafasan dan pada ibu dan balita di desa Tugu Rejo kabawetan kepahiang provinsi Bengkulu. DAFTAR PUSTAKA