Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Optimalisasi Pemberdayaan Santri Melalui Program Eco Pesantren Berbasis Lingkungan. Kewirausahaan. Branding Dan Digitalisasi Di Pondok Pesantren Baitul Hikmah Ririn Puspita Tutiasri1. Nadhifah Bernice Tsaniyah2. Mifa Amira Dewi3. Sumrdjijati4 1,2,4 Ilmu Komunikasi. Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur. Surabaya. Indonesia Sistem Informasi. Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur. Surabaya. Indonesia Korespondensi: ririn_puspita. ilkom@upnjatim. Abstrak Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) dengan pendekatan Eco Pesantren di Pondok Pesantren Baitul Hikmah. Jember. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas santri dan pengurus pondok melalui pelatihan pertanian organik di lahan terbatas, pembuatan pupuk dan eco enzyme, pelatihan kewirausahaan berbasis branding UMKM dan strategi pemasaran 7P, pelatihan public speaking, digitalisasi manajemen keuangan menggunakan Excel, serta difusi iptek dalam bentuk desain gate pesantren berbasis eco design. Metode pelaksanaan melibatkan pelatihan, pendidikan masyarakat, konsultasi, dan difusi iptek. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara reflektif, dan dokumentasi praktik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan bertani, kemampuan desain dan pemasaran, literasi komunikasi publik, serta pengelolaan keuangan secara digital. Selain itu, desain visual gate pondok memberikan kontribusi konkret dalam penguatan identitas pesantren yang ramah lingkungan. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi metode aplikatif dan kolaboratif mampu meningkatkan kapasitas pesantren secara holistik. Keberlanjutan program sangat disarankan melalui pendampingan mandiri oleh pengurus pesantren dan sistem monitoring Kata kunci: Eco Pesantren. Pemberdayaan Santri. Digitalisasi Abstract This community service program was implemented through a Thematic Community Service (KKN-T) activity with an Eco Pesantren approach at Baitul Hikmah Islamic Boarding School. Jember. The program aimed to enhance the capacity of students and administrators through limited-area organic farming training, compost and eco enzyme production, entrepreneurship training focusing on UMKM branding and 7P marketing strategy, public speaking training, digital financial management using Excel, and technology diffusion through eco design-based gate architecture. The implementation methods included training, community education, consultation, and science-technology diffusion. Evaluation was conducted through observation, reflective interviews, and participant documentation. The results showed significant improvements in farming skills, design and marketing capabilities, public communication literacy, and digital financial management. Furthermore, the pondok gate design provided a concrete contribution to strengthening the pesantren's eco-friendly identity. This program demonstrated that the integration of practical and collaborative methods could holistically improve the pesantrenAos human resources. Sustainability is recommended through independent follow-up mentoring and ongoing internal monitoring by pesantren administrators. Keywords: Eco Pesantren. Student Empowerment. Digitalization Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya berperan dalam pembinaan akhlak dan spiritualitas santri, tetapi juga memiliki potensi besar dalam membentuk generasi yang mandiri secara ekonomi dan peduli terhadap Di tengah krisis ekologi dan tantangan ekonomi saat ini, pesantren memiliki peluang untuk bertransformasi menjadi pusat pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan konsep keberlanjutan. Salah satu pendekatan yang relevan adalah konsep eco pesantren, yaitu pengembangan pesantren yang ramah lingkungan, mandiri secara ekonomi, dan mampu membentuk perilaku santri yang peduli Namun kenyataannya, sebagian besar pesantren di Indonesia masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam hal sumber daya manusia, teknologi, dan wawasan kewirausahaan. Sebagian besar pesantren belum lingkungan dan kewirausahaan dalam sistem pendidikan mereka (Rohmana. Padahal, potensi lingkungan sekitar pesantren, seperti lahan tidur, sampah organik, serta peluang pasar lokal, sangat mungkin dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan produksi. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi kontekstual, dan aplikatif agar pesantren dapat memulai transformasi menuju arah yang lebih mandiri dan berdaya. Selain aspek ekologi, tantangan lain yang dihadapi pesantren adalah lemahnya literasi digital dan manajemen keuangan yang masih dilakukan secara Berdasarkan studi oleh Maulana & Andriani . , integrasi keterampilan kewirausahaan dan literasi Vol. 9 No. Mei 2025 digital di lingkungan pesantren terbukti mampu meningkatkan daya saing santri Sayangnya, belum semua pesantren memiliki akses atau pendampingan yang Hal menghambat pesantren untuk mengelola unit usaha secara efektif maupun memasarkan produk santripreneur secara profesional di era digital. Melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Eco Pesantren, tim mahasiswa hadir sebagai fasilitator dalam memberikan pelatihan dan pendampingan langsung kepada santri dan pengurus pondok. Fokus utama kegiatan meliputi praktik pertanian organik di lahan terbatas, pengelolaan sampah menjadi pupuk dan eco enzyme, pelatihan kewirausahaan . randing UMKM dan marketing 7P), pelatihan public speaking, serta digitalisasi manajemen keuangan menggunakan aplikasi Excel. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendorong pesantren menjadi lembaga yang adaptif terhadap tantangan zaman, dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai spiritual Islam. METODE PELAKSANAAN Program masyarakat ini dirancang dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Eco Pesantren dilaksanakan di Pondok Pesantren Baitul Hikmah. Tempurejo. Kabupaten Jember. Jawa Timur. Kegiatan berlangsung selama 3 minggu. Rancangan kegiatan menggabungkan tiga pendekatan utama yaitu Pelatihan. Pendidikan Masyarakat, dan Konsultasi, yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra serta karakteristik lingkungan pondok pesantren. Setiap kegiatan diawali dengan observasi kebutuhan mitra dan diskusi awal, kemudian dilakukan pelatihan atau Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) penyuluhan secara langsung, serta dievaluasi melalui praktik, tanya jawab, dan dokumentasi. Metode pertama adalah Pelatihan, digunakan dalam kegiatan yang melibatkan keterampilan praktis, seperti pelatihan pertanian organik lahan terbatas menggunakan tray semai dan polybag, pembuatan pupuk organik dari sampah hijau dan coklat, serta pembuatan eco enzyme dari limbah buah. Bahan diperoleh dari lingkungan sekitar dan toko pertanian terdekat, seperti 100 buah polybag, 1 tray semai, bibit sayuran . abe, bawang merah dan kangkun. , media tanam, serta sisa dapur dan buah untuk fermentasi eco enzyme. Pelatihan ini dilakukan melalui demonstrasi mempraktikkan kegiatan secara mandiri. Selain itu, pelatihan juga diterapkan dalam kegiatan pembuatan desain logo UMKM, brosur promosi. Pengurus dilatih menyusun laporan kas masuk dan pencatatan manual sebelumnya. Metode kedua adalah Pendidikan Masyarakat, kesadaran peserta terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan dan strategi pemasaran santripreneur. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan mengenai konsep eco pesantren, pengelolaan sampah, serta pengenalan strategi pemasaran 7P (Product. Price. Place. Promotion. People. Process, dan Physical Evidenc. Selain itu, dilakukan juga penyuluhan public speaking untuk meningkatkan kepercayaan diri santri dalam berbicara di depan umum serta mempraktikkan bagaimana menjadi announcer dan juga anchor . embawa Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan metode diskusi, studi kasus, dan simulasi singkat. Vol. 9 No. Mei 2025 Metode ketiga adalah Konsultasi, diterapkan dalam rangka memahami kebutuhan dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi mitra secara kolaboratif. Mahasiswa melakukan sesi diskusi dan pendampingan intensif dengan pengurus pondok dan juga pengasuh pondok terkait manajemen keuangan yang belum menyusun sistem pencatatan sederhana yang sesuai dengan kapasitas sumber daya yang tersedia. Konsultasi juga dilakukan bersama pelaku UMKM santri untuk menyesuaikan desain logo dan strategi branding sesuai kebutuhan pasar yang mereka sasar. Selain itu, dilakukan pendampingan dalam proses validasi desain visual gerbang pesantren sebagai bentuk kontribusi dalam pengembangan tata ruang pondok yang ramah Selanjutnya, kegiatan Desain Gate Pondok Pesantren menggunakan metode Difusi Ipteks karena menghasilkan produk intelektual berbasis teknologi berupa rancangan gerbang pesantren yang mengintegrasikan nilai religius dan konsep keberlanjutan lingkungan atau Desain menggunakan perangkat lunak SketchUp dan . oleh tim mahasiswa, dengan mengacu pada prinsip green architecture dan elemen identitas Produk pondok dan pengurus pondok sebagai hasil nyata dari pengembangan visual Rancangan diformalkan dalam bentuk desain lengkap 2D dan 3D animation yang dapat dijadikan acuan pengembangan fisik pondok di masa mendatang. Evaluasi dari seluruh kegiatan dilakukan melalui observasi hasil praktik, wawancara reflektif, dan dokumentasi foto/video. Data yang dikumpulkan bersifat kualitatif dan dianalisis secara deskriptif. Hasil Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pelatihan, penyuluhan, dan konsultasi, dan difusi iptek memberikan dampak kesadaran peserta dalam menjalankan program berkelanjutan di lingkungan Vol. 9 No. Mei 2025 dibutuhkan keberlanjutan agar proses ini tidak berhenti setelah KKN selesai. Branding UMKM Santripreneur Dalam kegiatan branding UMKM dan santripreneur, sebanyak 3 pelaku Unit Produksi yang terlibat berhasil menghasilkan logo usaha masingmasing menggunakan Canva. Mereka juga difasilitasi dalam membuat brosur produk dan mengenali elemen-elemen penting dari strategi pemasaran 7P. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa hanya sedikit peserta memahami apa itu strategi pemasaran sebelum pelatihan. Hasil karya visual . ogo dan brosu. kemudian digunakan langsung oleh peserta dalam pemasaran. Pembahasan menunjukkan bahwa branding visual sangat penting dalam meningkatkan nilai jual produk UMKM, terutama di kalangan santri yang mulai merintis usaha. Program ini sejalan dengan temuan Maulana & Andriani . bahwa literasi digital dalam meningkatkan daya saing UMKM Meskipun hasil desain belum sepenuhnya profesional, proses ini membentuk dasar keterampilan desain visual yang dapat dikembangkan lebih Tantangan yang masih dihadapi adalah konsistensi branding dan promosi secara aktif. HASIL DAN PEMBAHASAN Pertanian Organik Lahan Terbatas Hasil dari kegiatan pelatihan pertanian organik menunjukkan bahwa santri mampu menyelesaikan praktik menyemai bibit dan menanam dengan metode tray semai dan polybag. Sebagian besar peserta mampu memahami dan menerapkan cara pencampuran media tanam dari tanah, sekam bakar, dan pupuk kandang. Dalam waktu dua minggu, bibit sawi dan kangkung telah menunjukkan pertumbuhan yang baik. Berdasarkan observasi dan dokumentasi harian, 80% menunjukkan keberhasilan tanam awal, meskipun beberapa santri masih memerlukan pendampingan dalam teknik penyiraman dan penempatan polybag agar mendapatkan pencahayaan yang optimal. Pembahasan terhadap hasil ini memperlihatkan bahwa pendekatan pelatihan langsung efektif dalam membangun pemahaman santri terhadap pertanian ramah lingkungan berbasis lahan terbatas. Temuan ini mendukung penelitian oleh Suryani & Hartono . yang menyatakan bahwa pelatihan berbasis praktik lebih mudah diterima oleh peserta dengan latar non-pertanian. Integrasi kegiatan pertanian ke dalam pesantren dapat menjadi awal bagi kemandirian pangan di lingkungan pondok. Namun. Pelatihan Public Speaking Pelatihan public speaking diikuti oleh kurang lebih 20 santri yang memiliki minat terhadap dunia Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa gugup dan tidak percaya diri saat diminta berbicara di depan Setelah pelatihan, peserta berhasil mempraktikkan cara menjadi announcer dan anchor dengan percaya Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Peningkatan paling signifikan terlihat dalam aspek intonasi, artikulasi, smiling voice, dan gestur tubuh yang lebih tegap. Sebanyak 4 peserta terpilih diberikan kesempatan praktik di depan sebagai announcer dan juga anchor. Dalam pembahasan, pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan dasar komunikasi santri. Menurut teori komunikasi interpersonal dari Devito . , keterampilan public speaking dapat ditingkatkan secara signifikan melalui latihan terstruktur dan feedback Dalam konteks pesantren, kemampuan berbicara di depan umum sangat penting tidak hanya dalam kegiatan belajar mengajar tetapi juga dalam berdakwah dan kewirausahaan. Meskipun demikian, pelatihan ini perlu diikuti oleh sesi lanjutan agar peserta mengembangkan kemampuan mereka secara berkelanjutan. Vol. 9 No. Mei 2025 pesantren ke arah yang lebih ramah lingkungan dan modern. Hal ini mendukung pendekatan eco pesantren yang tidak hanya bersifat konseptual tetapi juga dapat diimplementasikan secara visual dan struktural. Sejalan dengan kajian Arsitektur Islam Berkelanjutan (Fauzan, 2. , desain yang menggabungkan nilai religius dan prinsip keberlanjutan dapat menjadi ikon identitas baru pesantren. Tantangan berikutnya terletak pada implementasi desain, terutama dari sisi anggaran dan komitmen pembangunan. Digitalisasi Keuangan Pondok Kegiatan manajemen keuangan digital melibatkan bendahara pengurus pondok yang sebelumnya masih penghitungan manual. Setelah kegiatan, template Excel yang mencakup laporan spp bulanan, her registrasi dan cashflow Hasil observasi menunjukkan pencatatan, serta kemudahan dalam memantau transaksi bulanan. Template yang digunakan memudahkan pengurus dalam merekap total pemasukan dan pengeluaran secara otomatis, dan operasional pondok. Dalam pembahasan, digitalisasi keuangan menjadi langkah penting menuju tata kelola yang transparan dan Kegiatan ini sejalan dengan hasil penelitian oleh Aziz & Setiawan . yang menyebutkan bahwa digitalisasi administrasi meningkatkan berbasis komunitas. Meski sederhana. Excel pemahaman baru bagi pengurus mengenai pentingnya pencatatan yang Untuk dibutuhkan pendampingan lanjutan agar Pembuatan Desain Gate Pondok Pesantren Kegiatan pembuatan desain gate pondok pesantren menghasilkan satu rancangan arsitektural berbasis eco design yang mengintegrasikan tanaman simbol-simbol Desain dibuat menggunakan perangkat lunak SketchUp dan Hasil penilaian pengasuh pondok menunjukkan bahwa pengasuh merupakan desain yang unik sesuai dengan nilai dan estetika pesantren. Rancangan desain diserahkan dalam bentuk dokumen digital untuk dijadikan pertimbangan dalam pembangunan infrastruktur jangka panjang. Pembahasan menunjukkan bahwa difusi iptek dalam bentuk desain visual memiliki potensi besar dalam mendorong perubahan fisik Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pengembangan sistem secara mandiri teknologi dalam aktivitas keuangan Vol. 9 No. Mei 2025 membawa perubahan dalam keteraturan pencatatan dan pembagian keuangan, yang menjadi dasar penting dalam Berdasarkan seluruh kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa kolaborasi metode pelatihan, penyuluhan, konsultasi, dan difusi iptek sangat relevan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren. Keberlanjutan kegiatan ini sangat disarankan, baik melalui pendampingan lanjutan dari pihak pndok untuk penguatan peran santri sebagai agen perubahan di dalam pondok. Selain itu, perlu adanya sistem monitoring pascaprogram memastikan bahwa seluruh kegiatan yang telah diberikan dapat terus berjalan dan berkembang secara mandiri di bawah pengelolaan internal pesantren. KESIMPULAN Program pengabdian masyarakat bertema Eco Pesantren di Pondok Pesantren Baitul Hikmah berhasil meningkatkan keterampilan, kesadaran, dan kemandirian santri serta pengurus pondok dalam aspek pertanian organik, kewirausahaan UMKM, komunikasi publik, visualisasi infrastruktur, dan digitalisasi keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan praktik membangun pemahaman santri terhadap teknik tanam ramah lingkungan berbasis lahan terbatas, yang berpotensi menjadi awal dari kemandirian pangan di lingkungan pesantren. Pada aspek pemberdayaan ekonomi, pelatihan branding UMKM dan santripreneur mampu menghasilkan karya logo dan brosur yang telah diaplikasikan menunjukkan adanya peningkatan literasi digital dan pemahaman dasar strategi pemasaran 7P. Kegiatan pelatihan public speaking berdampak pada peningkatan kepercayaan diri dan terutama dalam praktik sebagai announcer dan anchor. Ini merupakan bekal penting untuk peran mereka di masa depan dalam dakwah dan Sementara itu, difusi iptek dalam bentuk desain gate pondok berbasis eco design mencerminkan kontribusi nyata dalam aspek tata ruang pentingnya penguatan identitas visual Terakhir. REFERENSI