JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 ANALISIS PROFITABILITAS DAN SOLVABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PT. UNILEVER INDONESIA TBK PERIODE 2015 Ae 2024 Ria Hartati . Rachma Nadhila Sudiyono . Thina Oktarina . Admiral . Paolinus Hulu . 1,2,3,4,. Dosen Tetap Universitas Insan Pembangunan Indonesia Penulis Korespodensi : ria. hartati@gmail. DOI: https://doi. org/10. 58217/joceip. ABSTRAK Seiring terjadinya perang timur tengah dan dampak dari boikot produk israel diisukan PT Unilever Indonesia Tbk ikut andil terhadap isu tersebut sehingga diketahui dari tahun tiap tahun laba bersih PT Unilever Indonesia Tbk ikut menurun, dalam hal itu penelitian ini ingin mengkaji lebih jauh tidak hanya laba dari tahun ke tahun apakah terdapat pengaruh juga pada profitabilitas dan solvabilitas terhadap nilai Perusahaan. Dalam penelitian ini digunakan proxy variabel Return On Asset untuk profitabilitas, sedangkan solvabilitas di proxy kan pada Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Nilai Perusahaannya menggunakan Rasio Price to Book Value (PBV) dalam periode 2015 sampai dengan 2024. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan pada uji normalitas menghasilkan probabilitas sebesar 435452 atau lebih besar 0. 05 sehingga dapat disimpulkan data normal selain itu pengujian secara parsial return on asset (ROA) berpengaruh terhadap nilai perusahaan atau price book value (PBV) namun debt equity ratio (DER) tidak berpengaruh secara negatif terhadap nilai perusahaan dilakukan pengujian secara simultan antara variabel independen dan variabel dependen tidak berpengaruh secara bersamasama terhadap nilai perusahaan. Adapun hasil koefisien determinasi sebesar 6,7% antara variabel independen terhadap variabel dependen dan sisanya sebesar 93,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : ROA. DER. PBV. Kinerja Keuangan PENDAHULUAN Pertumbuhan kinerja keuangan dalam suatu perusahaan sangat ditentukan dari keberhasilan perusahaan ditunjukan dari kinerja keuangan yang terus menerus melaju setiap Namun hal tersebut hanya dapat diharapkan oleh masing-masing perusahaan yang masih berjalan hingga saat ini, banyak yang mengeluhkan dimana bantuan pemerintah dalam mengurangi pesaing dari produk impor agar produk lokal tetap digemari masyarakat sangatlah sulit sehingga itu merupakan tantangan perusahaan saat ini untuk bertahan dalam jalannya perusahaan, selain banyaknya pesaing juga terjadinya masa pandemi yaitu covid-19 banyak perusahaan yang berguguran dan berhenti beroperasi pada saat itu hal ini juga merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh industri saat ini. Dalam menghadapi ketidakpastian perekonomian tersebut struktur modal yang kuat sangatlah menjadi tantangan tersendiri bagi industri saat ini, struktur modal yang kuat untuk memenuhi kebutuhan belanja perusahaan juga membiayai seluruh aktivitas perusahaan, jika struktur modal perusahaan yang belum bisa menutupi kebutuhan menggunakan hutang untuk memenuhi kebutuhan belanja dan memenuhi kebutuhan aktivitas perusahaan namun hutang yang tinggi JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 akan mengakibatkan perusahaan gagal membayar pokok hutang dan bunga dan tingginya hutang juga akan membuat investor tidak menarik lagi untuk menanamkan saham di perusahaan tersebut. Menerbitkan saham dapat dilakukan untuk menambah struktur modal perusahaan namun juga akan tetap dilirik oleh investor jika nilai perusahaan semakin membaik dan melaju tinggi setiap tahunnya namun jika keadaan tersebut tidak dapat dimiliki perusahaan, menerbitkan saham bukan harapan yang besar bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Perusahaan consumer goods merupakan banyak yang diminati oleh investor, dikutip dari id menurut Hariyanto 2024. Saham consumer goods terkenal lebih tahan banting ditengah pasar yang bergejolak meskipun belum tentu menghijau IHSG memerah, kinerja perusahaan relatif lebih tangguh pada masa-masa seperti pandemic covid-19 dan krisis keuangan global. Salah satu perusahaan consumer goods yang masih sangat diminati oleh investor dimana salah satunya adalah PT. Unilever Indonesia Tbk. Perusahaan consumer goods ini atau PT. Unilever Indonesia Tbk memiliki berbagai macam produk diantaranya kosmetik, makanan produk perawatan rumah tangga. Namun seiring sejalan PT. Unilever Indonesia Tbk disetiap tahunnya nilai laba bersih menurun setiap tahunnya. Dimana data yang didapatkan yaitu dimana setiap tahunnya laba bersih yang didapatkan oleh PT. Unilever Indonesia Tbk menurun setiap tahunnya hal tersebut dikaitkan adanya dampak dari perang timur tengah antara palestina dan Israel yang menyebabkan isu boikot produk PT Unilever Indonesia Indonesia Tbk yang di anggap perusahaan ini merupakan perusahaan yang mensponsori kegiatan Israel sehingga menurun juga penjualan setaip tahunnya terlihat dalam grafik dibawah ini yang memperlihatkan laba bersih yang menurun sehingga dapat disimpulkan kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk juga menurun setiap Grafik 1. Laba Bersih PT. Unilever 2008 Ae 2024 ( Sumber : w. lotus sekuritas. Dapat dilihat dari grafik diatas terkait penurunan laba setiap tahunnya, dalam penelitian ini ingin mengetahui dampak dari profitabilitas, solvabilitas dan nilai Perusahaan yang dialami oleh PT Unilever Indonesia selama periode tahun 2014 -2024. Pada rasio profitabilitas yang diukur dengan menggunakan return on asset (ROA), untuk rasio solvabilitas yang diukur menggunakan debt equity ratio (DER) dan nilai perusahaan rasio yang diukur dalam penelitian ini adalah price book value (PBV). Menurut (Imanullah dan Syaichu 2. Nilai perusahaan mencerminkan kinerja suatu perusahaan yang akan melibatkan persepsi investor terhadap perusahaan dan prospek perusahaan di masa depan. Price book value (PBV). Menurut Brigham & Houston . Price book value (PBV) merupakan pengukuran pasar tentang harga suatu perusahaan berdasarkan nilai bukunya. Alasan menggunakan Price book value (PBV) sebagai tolak ukur untuk menilai perusahaan dikarenakan Price book value (PBV) mampu menilai kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan nilai perusahaan dari modal yang ditanam. Price book value (PBV) juga memiliki beberapa keunggulan termasuk nilai buku sebagai ukuran yang stabil dan sederhana, pembanding antara perusahaan sejenis untuk mengindikasi harga saham, serta memberikan gambaran potensi perubahan harga saham. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Menurut (Dewi dan Suwarno 2. Return on asset (ROA) menggambarkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan menggunakan aset. ROA bertujuan untuk mengukur pengembalian modal yang diinvestasikan dengan menggunakan semua aset yang dimiliki oleh perusahaan. Semakin tinggi nilai ROA, semakin efektif dalam memberikan pengembalian kepada investor. Dengan kata lain, semakin tinggi nilai ROA, maka semakin banyak laba yang dihasilkan perusahaan. Jika nilai ROA cenderung menurun, perusahaan akan mengalami kerugian. Menurut (Taqwa dan Munandar, 2. Debt to Equity Ratio adalah rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam . dengan pemilik perusahaan atau berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri untuk jaminan utang. Semakin besar rasio akan semakin baik. Sebaliknya dengan rasio yang rendah, semakin tinggi tingkat pendanaan yang disediakan pemilik dan semakin besar batas pengamanan bagi peminjam jika terjadi kerugian atau penyusutan terhadap nilai Terdapat perbedaan hasil penelitian yaitu diantaranya pada penelitian (Maharani. Roswaty dan Purnamasari, 2. Hasil penelitian menunjukan ROA berpengaruh signifikan terhadan nilai Perusahaan namun DER tidak berpengaruh terhadap nilai Perusahaan. Pada penelitian Sari, 2023. Hasil penelitian menunjukan ROA tidak berpengaruh pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20182020. CR tidak berpengaruh terhadap PBV pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20182020. DER tidak berpengaruh terhadap PBV pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20182020. ROA. CR DAN DER tidak berpengaruh terhadap PBV. Karena terdapat beberapa perbedaan hasil penelitian dan terkait fenomena yang muncul dalam penelitian ini maka penelitian ini memiliki judul analisis pengaruh return on asset (ROA) dan debt equity ratio (DER) terhadap Price book value (PBV) pada perusahaan consumer goods bernama PT. Unilever Indonesia Tbk pada tahun 2015 sampai Teori Sinyal (Signaling Theor. Teori sinyal . ignalling theor. adalah alat manajemen yang memberikan petunjuk kepada investor tentang bagaimana perusahaan memandang prospeknya. Signalling theory menjelaskan bahwa perusahaan memiliki dukungan untuk berbagi informasi dengan pihak luar (Alyadie dikutip dari Brigham dan Houston, 2. Return on asset (ROA) Mardiyanto . mendefinisikan Return on asset (ROA) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang berasal dari aktivitas Dendawijaya . mengatakan rasio ini digunakan untuk mengukur kemempuan manajemen dalam memperoleh keuntungan . secara keseluruhan. Semakin besar ROA, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai oleh perusahaan tersebut dan semakin baik pula tingkat keuntungan yang dicapai oleh perusahaan tersebut dan semakin baik pula posisi perusahaan tersebut dari segi penggunaan asset. Debt equity ratio (DER) Debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam . dengan pemilik perusahaan. Dengan kata lain, rasio ini berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang (Kasmir, 2012:. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Price book value (PBV) Price book value atau nilai perusahaan merupakan kondisi tertentu yang telah dicapai oleh suatu perusahaan sebagai gambaran skala yang mengklasifikasikan besar atau kecilnya suatu perusahaan. Semakin tinggi ukuran perusahaan tersebut, perusahaan tentu semakin berhasil menciptakan nilai bagi pemegang sahamnya (Indriyani, 2. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriftif Analisis deskriftif dalam penelitian ini didapatkan sebanyak 40 data dimana analisis deskriftif untuk mengetahui seberapa besar nilai minimum, maksimum, mean dan standar deviasi Tabel 1 Nilai minimum, maksimum, mean dan standar deviasi KERANGKA PENELITIAN Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis ROA DER PBV Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq. Dev. Observations Gambar 1. Kerangka Penelitian METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dimana teknik sample yang digunakan adalah purposive sampling Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian asosiatif. Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang tujuannya untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih . ariabel independen dan variabel depende. (Sugiono, 2. pada perusahaan PT. Unilever Indonesia Tbk pada tahun penelitian 2015 sampai dengan 2024 adapun data yang diperoleh dari laporan keuangan PT Unilever Indonesia Tbk dengan menggunakan variabel independen Return on asset (ROA). Debt equity ratio (DER) dan variabel Dependen Price book value (PBV). Berdasarkan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan data triwulan I sampai dengan IV periode 2015-2024 sebanyak 40 sampel. Alasan pemilihan penelitian ini menggunakan data triwulan dikarenakan penulis ingin mendapatkan analisis data lebih rinci dan berkala. ( Sumber : Sumber olah data Eviews 13. Dari hasil penelitian didapatkan hasil penelitian analisis dekriftif yang dapat ditarik kesimpulan Return on Aset (ROA) Berdasarkan dari tabel diatas diperoleh nilai untuk variabel ROA yaitu nilai mean 212, nilai median 0. 185, nilai maximum 47, nilai minimum 0. 07 dan standar Debt equity ratio (DER) Berdasarkan dari tabel diatas diperoleh nilai DER yaitu nilai mean 2. 72, nilai 605, nilai maximum 6,47, nilai 47, nilai minimum 1. 23 dan standar deviasi 1. Nilai Perusahaan Berdasarkan dari tabel diatas diperoleh nilai perusahaan yaitu nilai mean 47. nilai median 46. 38, nilai maximum 82. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 nilai minimum 21. 26 dan standar deviasi Hasil uji multikolinieritas pada eviews dapat dilihat melalui nilai variance inflation factor dan tolerance (VIF). Jika nilai VIF < 10 dan nilai Tolerance > 0. 1 maka dapat disimpulkan data tidak terjadi gejala multikolinieritas. Dapat dilihat dari tabel diatas hasil penelitian yang menunjukan hasil multikolinieritas nilai VIF 003172 maka dapat disimpulkan data tidak terjadi gejala multikolinieritas. Analisis Kuantitatif Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas adalah uji yang digunakan untuk melihat nilai residu terdistribusi secara normal atau sebaliknya. Series: Residuals Sample 2015Q1 2024Q4 Observations 40 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Grafik 2 Hasil uji normalitas ( Sumber : Sumber olah data Eviews 13. Heteroskedasticity Test: Glejser Null hypothesis: Homoskedasticity F-statistic DER Uji Heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. uji heterokedastisitas menunjukan hasil probabilitas chi square > 0. Hasil penelitain menunjukan nilai prob ChiSquare sebesar 0. 9750 artinya hasil probabilitas 05 maka dapat disimpulkan data tidak Uji Autokorelasi Tabel 2 Uji Multikolinieritas Prob. ( Sumber : Sumber olah data Eviews 13. Variance Inflation Factors Date: 05/17/25 Time: 15:30 Sample: 2015Q1 2024Q4 Included observations: 40 ROA Obs*R-squared 0. 050630 Prob. Chi-Square. Scaled explained 048846 Prob. Chi-Square. Uji Multikolinieritas Berikut hasil pengujian dari uji multikolinieritas yang diolah menggunakan eview versi 13 dari penelitian ini: Coefficient Uncentered Centered Variance VIF VIF Berikut heterokedastisitas yang diolah menggunakan eviews versi 13 dari penelitian ini didapatkan Tabel 3 Uji Heterokedastisitas Dapat dilihat pada grafik 2 hasil uji normalitas yang dilakukan pengujian menggunakan program eviews versi 13 didapatkan nilai Jarque-bera sebesar 1. 662742 dengan nilai probability sebesar 0. 435452 maka dapat disimpulkan dalam penelitian ini berdistribusi normal karena probability sebesar 0. lebih besar dari 0. Variable Uji Heterokedastisitas ( Sumber : Sumber olah data Eviews 13. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Tabel 4. Uji Autokorelasi Nilai konstanta . menunjukan bahwa nilai perusahaan sebagai dependen dalam penelitian ini menunjukan searah dengan variabel independen Return on Aset (ROA) dan Debt equity ratio (DER) dimana menunjukan nilai sebesar 40. Koefisien regresi untuk variabel Return on Aset (ROA) sebesar 46. 01934 atau dapat diartikan return on asset sebagai variabel independen menunjukan searah karena bernilai positif sehingga apabila return on asset meningkat sebesar 1 maka nilai perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar 46. koefisien regresi untuk variabel debt equity ratio (DER) sebesar -1. 2984833 terhadap variabel dependen dapat diartikan menunjukan tidak searah atau bernilai negative sehingga apabila debt equity ratio meningkat sebesar 1 maka nilai perusahaan menurun sebesar ( Sumber : olah data Eviews 13. Pada tingkat 4 hasil pengujian autokorelasi, didapatkan nilai durbin tingkat (DW) 1. dengan jumlah k = 2, n = 40. Berdasarkan tingkat DW tingkat signifikansi yaitu 5% sehingga dapat ditentukan bahwa nilai dl 3908 dan nilai du 1. 600 berdasarkan nilai durbin Watson maka diperoleh DU < DW < . -DU) yaitu 1. 3908 < 1. 53106 < 2. artinya dapat disimpulkan tidak terjadi gejala autokorelasi pada penelitian ini. UJI HIPOTESIS Uji Koefisien Determinasi (R. Uji koefisien determinasi (R. menerangkan seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen yang determinasi (R. Berikut hasil pengujian koefisien determinasi: Analisis Regresi Berganda Analisis regresi linier berganda pada penelitian ini menggunakan analisis data times series yaitu terlampir data dibawah ini: Tabel 6 Koefisien Determinasi Tabel 5 Analisis Regresi Berganda ( Sumber : Sumber olah data Eviews 13. Berdasarkan hasil analisis pada tabel diatas bahwa nilai adjusted R Square sebesar 0. maka dapat disimpulkan 0. 067027 atau 6,7% variasi nilai perusahaan (PBV) dapat dijelaskan dengan return on asset (ROA) dan debt equity ratio (DER) sedangkan sisanya sebesar 93,3% dapat dijelaskan dengan variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. ( Sumber : Sumber olah data Eviews 13. Berdasarkan data dari tabel diatas maka dapat diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: PBV = 40. 01934 ROA Ae 1. DER e JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Uji T Uji T digunakan dalam penelitian untuk pengujian terdapat keterkaitan antara variabel dependen dengan variabel dependen. Jika tingkat signifikansi sebesar 5% maka variabel independen yang diuji dikatakan mempengaruhi pengaruh yang signifikan dengan variabel dependen maupun sebaliknya. Tabel 8 Uji F ( Sumber : Sumber olah data Eviews 13. Berdasarkan hasil pengujian uji hipotesis yang diolah menggunaka eviews dimana hasil uji F didapatkan nilai F Hitung sebesar 2. dengan nilai probabilitas sebesar 0. dengan tingkat signifikan sebesar 5% maka dapat disimpulkan variabel independen return on asset (ROA) dan debt equity ratio (DER) tidak berpengaruh secara simultan terhadap nilai Tabel 7 Tabel uji F ( Sumber: Sumber olah data Eviews 13. Dari hasil pengolahan data menggunakan eviews didapatkan hasil diantaranya: Variabel independen return on asset terdapat nilai koefisien regresi sebesar 01934 dan nilai t-statistik menunjukan nilai sebesar 2. 059977 dari nilai tersebut dapat dilihat hasil secara positif dengan nilai probabilitas didapatkan 0. 0465 atau < 0. atau maka dapat disimpulkan return on asset (ROA) berpengaruh terhadap variabel dependen nilai perusahaan (PBV). Variabel independen debt equity ratio nilai koefisiensi sebesar -1. 298433 dengan nilai t-statsitik menunjukan sebesar -0. terdapat hubungan negatif atau tidak searah dengan nilai probabilitas 0. 5324 maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen debt equity ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan tehadap variabel dependen nilai perusahaan (PBV). KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa variabel independen return on asset (ROA) perusahaan namun debt equity ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan secara negatif namun secara bersama Ae sama baik return on asset (ROA) dan debt equity ratio (DER) tidak berpengaruh secara simultan terhadap nilai Perusahaan atau price book value (PBV). Dimana nilai koefisien determinasi didapatkan sebesar 6,7% dan sebesar 93,3% dipenagruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Saran untuk penelitian selanjutnya diperlukan penambahan variabel lain seperti rasio likuiditas untuk menilai dan mengukur kemampuan Perusahaan dalam memenuhi kewajiban dan hutang jangka pendek perusahaan selain itu pemilihan perusahaan dalam sektor lain agar lebih beragam hasil penelitian pada sektor perusahaan lain. Uji F Uji F merupakan uji hipotesis yang dapat digunakan dalam menjelaskan yang terdapat didalam semua variabel independen digunakan dalam penelitian ini memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau variabel terikat. DAFTAR PUSTAKA