JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Pengaruh Sapta Pesona Terhadap Kepuasan Pengunjung Pantai Lubang Buaya Negeri Morella Kabupaten Maluku Tengah Julham Nukuhaly. Marie Ch. Tahalele . Andrie Ch Salhuteru. 1,2,. Jurusan Administrasi Niaga. Politeknik Negeri Ambon mariechrtahalele@gmail. ABSTRACT This research aims to determine: The influence of Sapta Pesona on visitor satisfaction at Morella State Crocodile Hole Beach. Central Maluku Regency. This research was conducted at the Morella State crocodile hole beach. Central Maluku Regency. This research uses quantitative and qualitative approaches. The population in this study were all visitors to the crocodile hole beach tour. The sampling technique uses a purposive sampling method with a sample size of 100 The data collection technique uses a questionnaire whose validity and reliability have been tested, and the data analysis technique used is simple linear regression. The research results show that the calculated t value for the Sapta Pesona (X) variable is 7. 376 with a t table value of 1. 984, which means that the calculated t value is greater than the t table value . 376>1. with a significance value of 0. 000 which is smaller than 05 or . 000<0. 05 ). Based on these results, it can be concluded that the Sapta Pesona variable partially has a positive and significant effect on the visitor satisfaction variable. Keywords: Sapta Pesona. Visitor Satisfaction. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pengaruh sapta pesona terhadap kepuasan pengunjung pantai lubang buaya Negeri Morella Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini dilakukan pantai lubang buaya Negeri Morella Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pengunjung wisata pantai lubang buaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya, dan teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasil penelitian nilai t hitung variabel Sapta Pesona (X) sebesar 7,376 dengan nilai t tabel 1,984 yang artinya t hitung lebih besar dari nilai t tabel . ,376>1,. dengan nilai signifikasi 0,000 lebih kecil dari 0,05 atau . ,000<0,. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel sapta pesona secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kepuasan pengunjung. Kata Kunci : Sapta Pesona. Kepuasan Pengunjung. PENDAHULUAN Sapta Pesona merupakan kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan berkunjung kesuatu daerah atau wilayah di Indonesia. Pelaku usaha harus menciptakan suasana indah mempesona dimana saja dan kapan saja. Khususnya ditempat-tempat yang banyak dikunjungi wisatawan dan pada waktu melayani wisatawan. Dengan kondisi dan suasanan yang menarik dan nyaman, wisatawan akan betah tinggal lebih lama, merasa puas atas kunjungannya dan memberikan kenangan yang indah dalam hidupnya (Atmoko, 2. Sapta pesona dan tujuan pelaksanaannya begitu luas dan tidak untuk kepentingan pariwisata semata. Memasyarakatkan dan membudayakan Sapta Pesona dalam kehidupan sehari-hari mempunyai tujuan jauh lebih luas, yaitu untuk meningkatkan disiplin nasional dan jati diri bangsa yang juga akan meningkatkan citra baik bangsa dan negara (Prayudi, 2. Pulau Ambon dikenal sebagai salah satu kota dengan gugusan pulau yang memberikan karakteristik khas karena sebagian besar wilayahnya terdiri dari pegunungan, perbukitan, pesisir pantai, dan kelautan. Karaktaristik ini memberikan peluang adanya banyak potensi alam yang dapat dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata bahari termasuk potensi wisata bawah laut (Ahmad, 2. e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Gambar 1. Pemandangan Pantai Lubang Buaya (Dokumentasi: Google Maps, 2. Daya tarik wisata yang dimiliki Pulau Ambon hampir sebagian besar didominasi oleh wisata pantai, salah satunya adalah Pantai Lubang Buaya di Negeri Morella. Kecamatan Lehitu. Kabupaten Maluku Tengah. Daya tarik Pantai Lubang Buaya yakni keadaan alam yang indah dengan air laut yang jernih, beningnya dan indah dipandang mata. Selain itu, terdapat pula taman laut dengan berbagai biota laut yang indah serta dikelilingi pepohonan sehingga menambah sejuk serta menikmati jajanan dari para penjual aneka makanan dan minuman yang menambah kenikmatan untuk bersantai. Dalam pengelolaan suatu obyek wisata haruslah diperhatikan berbagai aspek penting diantaranya yaitu tuntutan Sapta Pesona Wisata sebagai upaya untuk peningkatan minat kunjungan wisatawan ke suatu obyek Secara sederhana Spt Peson didefinisikn sebgi kondisi yng hrus diwujudkn di suatu obyek meliputi kemnan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindhan, kermhan, dn kenngn. Berdasarkan pengamatan penulis terhadap aspek Sapta Pesona di Pantai Lubang Buaya diketahui Keamanan: tidak terlihat petugas keamanan yang terlatih untuk penanganan keselamatan dan keselamatan wisatawan selama berada di Pantai Lubang Buaya. Kebersihan: tidak terlihat petugas kebersihan di Pantai Lubang Buaya. Ketertiban: tidak tersedia informasi wisata maupun standar mutu pelayanan. Keramahan: umumnya masyarakat setempat yang beraktivitas di Pantai Lubang Buaya tampak sopan ke wisatawan, meskipun belum tampak keramanan dalam bentuk senyum dan sapa ketika berpapasan dengan Kesejukan: Pantai Lubang Buaya memiliki lingkungan yang dipenuhi pepohonan. Kesejukan dapat dijumpai sejak pintu masuk sampai ke pesisir pantai. Keindahan: tempat peristirahatan di Pantai Lubang Buaya terkesan berdempetan dan tampak kurang tertata. Kenngn: beberapa daya tarik yang dimiliki oleh Pantai Lubang Buaya adalah pemandangan bawah laut, pemandangan sunset, dan kondisi air laut yang biru-jernih. Hal ini yang umumnya diingat oleh wisatawan dibagikan maupun diceritakan ke media sosial yang dimiliki diantaranya Google Maps. Kepuasan wisatawan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja/hasil yang dirasakan dengan harapan. kepuasan wisatawan yaitu kesesuaian harapan wisatawan, berminat untuk berkunjung e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 kembali ke lokasi wisata, merekomendasikan tempat wisata ke orang lain. Pelayanan yang baik akan berdampak positif bagi wisatawan. Wisatawan akan merasa puas dan merasa dihargai sehingga akan tetap merasa senang untuk menjadi pelanggan yang setia pada suatu objek wisata yang dikunjungi. Kepuasan wisatawan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya (Kotler dan Makens, 2. Gambar 1. Pemandangan Pantai Lubang Buaya (Dokumentasi: Google Maps, 2. Sulastiyono . menyebutkan kepuasan wisatawan diartikan sebagai suatu keadaan dalam diri seseorang, dimana ia telah berhasil mendapatkan sesuatu yang menjadi kebutuhan adalah kondisi seseorang untuk memiliki sesuatu yang tidak dipunyai, dan sesuatu itu adalah wajib bagi dirinya. Kepuasan dapat diartikan sebagai suatu keadaan dalam diri seseorang dimana ia telah berhasil mendapatkan sesuatu yang menjadi kebutuhan dan keinginannya. Kebutuhan adalah kondisi seseorang untuk memiliki sesuatu yang tidak dipunyai, dan sesuatu itu adalah wajib bagi dirinya. Keinginan dapat diartikan sebagai suatu kondisi seseorang yang merasakan kekurangan terhadap sesuatu yang lazim bagi dirinya. Beberapa kebutuhan dasar yang diinginkan oleh wisatawan yakni: kebutuhan untuk disambut dengan baik, kebutuhan pelayanan yang tepat waktu, kebutuhan untuk merasa nyaman, kebutuhan akan pelayanan yang rapi, kebutuhan untuk dimengerti, kebutuhan untuk mendapat pertolongan, kebutuhan untuk merasa penting, kebutuhan untuk dihargai, kebutuhan untuk diakui atau diingat, dan kebutuhan akan hormat (Puspokusumo. TINJAUAN PUSTAKA Pariwisata pada hakikatnya suatu proses kepergian sementara oleh seseorang atau lebih menuju daerah lain diluar tempat tinggalnya. Pengertian pariwisata menurut UU RI No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah (Muljadi dan Warman 2. Suryadana dan Octavia . mengemukakan bahwa daya tarik wisata sejatinya merupakan kata lain dari obyek wisata namun sesuai peraturan pemerintah Indonesia tahun 2009 kata obyek wisata sudah tidak relevan lagi untuk menyebutkan suatu daerah tujuan wisatawan maka digunakanlah kata AuDaya Tarik WisataAy. Hamzah & Utomo . mengemukakan bahwa Sapta Pesona adalah suatu kondisi yang diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan berkunjung ke suatu daerah atau wilayah tertentu di Negara Indonesia meliputi unsur-unsur diantaranya aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Dalam Penjelasan Pasal 28 huruf h pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010 - 2025 bahwa yang dimaksud dengan sapta pesona adalah 7 . unsur pesona yang harus diwujudkan bagi terciptanya lingkungan yang kondusif dan ideal bagi berkembangnya kegiatan Kepariwisataan di suatu tempat yang mendorong tumbuhnya minat wisatawan untuk berkunjung. Ketujuh unsur sapta pesona yang dimaksud di atas adalah: aman. ramah tamah. dan kenangan yang didefinisikan sebagai berikut: Aman/Keamanan Aman, merupakan suatu kondisi atau keadaan yang memberikan suasana tenang dan rasa tenteram bagi Aman juga berarti bebas dari rasa takut dan khawatir akan keselamatan jiwa, raga, dan harta miliknya . arang bawaan dan yang melekat pada tubuhny. Aman juga berarti bebas dari ancaman, gangguan dan tindak kekerasan atau kejahatan . enodongan, perampokan, pemerasan, penipua. Aman, e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 dalam arti termasuk pula penggunaan sarana dan prasarana serta fasilitas, yaitu baik dari gangguan teknis maupun lainnya, karena sarana, prasarana, dan fasilitas tersebut terpelihara dengan baik. Tertib/Ketertiban. Merupakan suatu kondisi atau keadaan yang mencerminkan suasana tertib dan teratur serta disiplin dalam semua kehidupan masyarakat. Keadaan atau suasana tertib menghadapi wisatawan lebih ditujukan kepada: Tertib dari segi peraturan di mana wisatawan akan mendapatkan suasana pelaksanaan peraturan yang konsisten dan seragam di mana saja. Tertib dari segi waktu dimana wisatawan akan menemukan segala sesuatu yang pasti waktunya sesuai dengan jadwal. Tertib dari segi mutu pelayanan di mana wisatawan akan mendapatkan mutu pelayanan yang bermutu Tertib dari segi informasi di mana wisatawan selalu dengan mudah mendapatkan informasi yang akurat dan dalam bahasa yang dapat dimengerti. Bersih/Kebersihan Merupakan suatu kondisi atau keadaan yang menampilkan sifat bersih dan sehat . Keadaan bersih harus selalu tercermin pada lingkungan dan sarana pariwisata yang bersih dan rapi, penggunaan alat perlengkapan yang selalu terawat baik, bersih dan bebas dari bakteri atau hama penyakit, makanan dan minuman yang sehat, serta penampilan petugas pelayanan yang bersih baik fisik maupun pakaiannya. Bersih dari segi lingkungan dimana wisatawan akan menemukan lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah dan limbah, pencemaran limbah, pencemaran maupun kotoran lainnya. Bersih dari segi bahan di mana wisatawan mendapatkan bahan yang bersih baik pada makanan, minuman, maupun bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyajian Sejuk/Kesejukan Merupakan suatu konsisi atau keadaan lingkungan yang memberikan suasana segar dan nyaman. Kondisi lingkunan seperti itu tercipta dengan upaya menciptakan suasana penataan lingkungan, pertamanan, penghijauan pada jalur wisata. Memperindah wajah kota dengan pembangunan tamantaman di tempat-tempat terbuka, penghijauan sepanjang jalan, lingkungan dan perkantoran, dan pusat perbelanjaan serta lingkungan pemukiman penduduk dan daya tarik wisata. Dalam ruangan kesejukan dapat diciptakan melalui penataan dan penyediaan pot-pot tanaman bahkan kalau mungkin membuat taman. Indah/Keindahan Merupakan suatu kondisi atau keadaan yang mencerminkan penataan yang teratur, tertib dan serasi, sehingga memancarkan keindahan. Indah, dilihat dari sudut penggunaan tata warna yang serasi, selaras dengan lingkungan sekitarnya, baik interior maupun eksterior serta menunjukkan sifat dan ciri penampilan Keindahan terutama dituntut dari penampilan semua unsur yang berhubungan langsung dengan pariwisata, 13 seperti penampilan wajah kota, halaman depan hotel dan bangunan bersejarah, jalur-jalur wisata, lingkungan daya tarik wisata serta produk pariwisata lainnya. Indah dari segi alam di mana wisatawan akan mendapatkan lingkungan yang indah dikarenakan pemeliharaan dan pelestarian yang teratur dan terus-menerus. Ramah tamah/Keramah Tamahan adalah sifat dan perilaku masyarakat yang akrab dalam pergaulan, hormat dan sopan dalam berkomunikasi, suka senyum, suka menyapa, suka memberikan pelayanan, dan ringan kaki untuk membantu tanpa pamrih, baik yang diberikan oleh petugas/aparat unsur pemerintah maupun usaha pariwisata yang secara langsung melayaninya. Kenangan Dalam pengertian kenangan tercakup di dalamnya adalah: Kenangan dari segi akomodasi yang nyaman, di mana wisatawan selama menginap akan mendapatkan kenyamanan baik dari segi lingkungan, pelayanan kamar, pelayanan makanan dan minuman maupun pelayananpelayanan lainnya. Kenangan dari segi atraksi budaya yang mempesona di mana wisatawan akan mendapatkan suatu kenangan akan budaya yang mempesona, baik dari segi variasi, mutu dan kontinuitas maupun waktu yang tepat. Kenangan dari segi makanan khas daerah yang lezat di mana wisatawan akan mendapatkan sesuatu kenangan dari makanan khas daerah yang lezat rasanya, hygienis, bervariasi, dan menarik dalam Kenangan dari segi cenderamata yang mungil, bermutu, menawan, dan harga yang wajar. Kaligis . mengemukakan bahwa kepuasan pelanggan . adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja . yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya. Pelanggan akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka menunjukkan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas. e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Pelanggan akan merasa puas bila mereka mendapatkan pelayanan yang baik atau yang sesuai dengan yang Kalebos . mengemukakan bahwa kepuasan pelanggan merupakan perasaan senang atau kecewa setelah membandingkan antara persepsi/kesannya terhadap kinerja/harapan. jika kinerja memenuhi harapan, pelanggan puas. Jika melebihi harapan, pelanggan amat puas. Kepuasan atau ketidakpuasan konsumen adalah respon terhadap evaluasi ketidaksesuaian atau diskonfirmasi yang dirasakan antara harapan sebelumnya dan kinerja aktual produk yang dirasakan setelah pemakaian (Suryadana dan Octavia 2. Kepuasan konsumen dalam hal ini wisatawan merupakan evaluasi terhadap surprise yang melekat pada pemerolehan produk dan atau pengalaman (Utama, 2. Dengan kata lain, kepuasan konsumen merupakan penilaian evaluatif konsumen setelah melakukan pembelian atau purnabeli yang dihasilkan dari seleksi pembelian spesifik. Menurut Sugiyono . Kerangka berpikir atau kerangka konseptual merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai hal yang penting. Kerangka konseptual yang dideskripsikan dalam penelitian ini adalah melihat pengaruh variabel bebas yaitu Sapta Pesona terhadap variabel terikat yaitu Kepuasan Wisatawan. Gambar 2. Kerangka Konseptual Sapta Pesona ( X ) Kepuasan Wisatawan (Y) METODOLOGI Lokasi Penelitian ini dilakukan di Objek Wisata Pantai Lubang Buaya Desa Morella Kec. Leihitu. Kab. Maluku Tengah. Objek dalam penelitian ini adalah wisatawan yang berkunjung di Pantai Lubang Buaya. Data Kuantitatif yaitu data yang dapat dihitung dan berupa angka. Data Kuantitatif adalah data yang diperoleh berupa keterangan yang mendukung penelitian ini,seperti gambaran umum pegawai sebagai sampel objek penelitian Data Kualitatif, yaitu data yang bukan berupa angka tetapi berupa tulisan, deskripsi yang diperoleh secara lisan maupun tertulis seperti gambaran umum Instansi. Menurut Sugiyono . Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sample dengan metode purposive sampling. Penentuan jumlah sampel pada penelitian ini ditentukan atas teori dari Hair et al. menyatakan bahwa ukuran sample tergantung pada jumlah indikator pada seluruh variabel. Jumlah sampel adalah sama dengan indikator dikali 5 sampai dengan 10. Ukuran Sampel untuk penelitian ini adalah: Ukuran Sampel Maksimum = 7 indikator x 10 2 = 72, untuk mengantisipasi terjadinya bias, maka jumlah sampel dijadikan 100. Kriteria pemilihan sampel yang ditentukan dalam penelitian ini yakni . berumur 18 tahun ke atas, dengan pertimbangan mampu mengisi kuesioner secara tepat. Telah berkunjung minimal satu kali dalam satu tahun terakhir. Analisa deskriptif merupakan suatu metode analisa statistik yang bertujuan untuk memberikan deskripsi atau gambaran mengenai subjek penelitian berdasarkan data variabel yang diperoleh dari kelompok subjek Analisa deskriptif dapat ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, tabel histogram, nilai mean, nilai standar deviasi dan lainnya. Menurut Hasrina . Uji Validitas digunakan untuk menguji sejauh mana ketepatan alat pengukur dan juga untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner, untuk suatu kuesioner dapat dikatakan valid jika suatu pernyataan atau item pada kuesioner mampu mengungkapkan suatu yang akan diukur terhadap koesioner Untuk mengukur validitas kuesioner yang diberikan kepada responden maka digunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) atau analisa faktor konfirmatori. Pengujian validitas dengan analisa faktor konfirmatori dilakukan untuk menguji uni-dimensionalitas dari dimensi-dimensi pembentuk masing- masing variabel laten. Validitas suatu indikator dapat dinyatakan valid, jika nilai loading setiap item atau indikator terhadap konstruk yang diukurnya adalah Ou 0,5. Menurut Hair et al . angka minimal dari faktor loading pada CFA adalah Ou 0,5. Menurut Hasrina . Uji Reliabilitas adalah alat ukur untuk mengukur suatu koesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpa (), variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpa () > 0,6. Dan ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Triton seperti yang dikutip Sujianto jika skala itu dikelompokkan ke dalam lima kelas dengan range yang sama, maka ukuran kemantapan alpha dapat diinterprestasikan sebagai berikut: (Hair et al, 2. e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Nilai Alpa Cronbach 0,00 Ae0. 20 berarti kurang reliable Nilai Alpa Cronbach 0,20 Ae0. 40 berarti agak reliable Nilai Alpa Cronbach 0,40 Ae0. 60 berarti cukup reliable Nilai Alpa Cronbach 0,60 Ae0. 80 berarti reliable Nilai Alpa Cronbach 0,80 Ae1. 00 berarti sangat reliable Menurut Ghozali . , uji beda t-test digunakan untuk menguji seberapa jauh pengaruh variabel inependen yang digunakan dalam penelitian ini secara individual dalam menerangkan variabel dependen secara Dasar pengambilan keputusan yang digunakan dalam unit adalah sebagai berikut: . Jika t hitung> t tabel atau nilai signifikan < 0,05, maka hipotesis diterima. Hipotesis diterima mempunyai arti bahwa variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Jika t hitung> t tabel atau nilai signifikan > 0,05 maka hipotesis ditolak Hipotesis ditolak mempunyai arti bahwa variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Analisa Regresi Sederhana adalah sebuah metode pendekatan untuk pemodelan hubungan antara satu variabel dependen dan satu variabel independen. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas dilakukan menggunakan rumus korelasi product moment pearson melalui program SPSS versi 29, penyebaran kuesioner diberikan kepada 100 orang responden, dengan rumus df=n-2 untuk nilai r taraf kepercayaan 95% atau signifikansi 5% dapat dicari berdasarkan jumlah responden (N). Maka df = N Ae 2 = 100Ae 2 = 98. Nilai r tabel = 0. f = 98, = 0,. penyebaran kuesioner diberikan kepada 100 orang responden, dengan kriteria sebagai berikut : Jika r hitung > r tabel, maka butir atau pernyataan tersebut dinyatakan valid. Jika r hitung < r tabel, maka butir atau pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid. Hasil Uji Validitas dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Sapta Pesona Kepuasan Pengunjung SP1 SP2 SP3 SP4 SP5 SP6 SP7 SP8 SP9 SP10 SP11 SP12 SP13 SP14 KP1 KP2 KP3 KP4 KP5 KP6 rHitung rTabel 0,196 0,196 0,196 0,196 0,196 0,196 0,196 0,196 0,196 0,196 0,196 0,196 0,196 0,196 0,196 0,196 0,196 0,196 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Hasil olah data, 2023 Pada Tabel 4. 8 dapat diketahui bahwa hasil perhitungan validitas pada ketiga variabel adalah sebanyak 21 Hasil Pearson Correlation pada tabel diatas diketahui bahwa semua butir pernyataan memiliki nilai r hitung > r tabel sehingga semua pernyataan dikatakan valid. Uji Reliabilitas Untuk melihat Reliabilitas dari instrument-instrumen yang digunakan dalam penelitian ini akan dihitung ChonbachAos Alpha . masing-masing instrumen. Suatu variabel yang dikatakan reliabel jika ChonbachAos Alpha memiliki nilai lebih besar dari 0,6 sebaliknya jika koefisien ChonbachAos Alpha instrument lebih rendah dari 0,6 e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 maka instrumen tersebut tidak reliable untuk digunakan dalam penelitian Ghozali, . Selanjutnya, hasil pengujian instrument penelitian dari segi reliabilitas item-total statistics terhadap 100 responden. Output hasil dari uji reliabilitas menggunakan program SPSS versi 29 ringkasan dari hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Reabilitas Variabel Korfisien Reabilitas Nilai Kritis Keterangan Price Discount (X. 0,782 Reliabel Bonus Pack (X. Sumber: Hasil olah data, 2023 0,757 Reliabel Hasil perhitungan uji reliabilitas dengan menggunakan software SPSS dapat dilihat pada CronbachAos Alpha. Data dinyatakan reliabel apabila nilai CronbachAos Alpha > 0,6. Maka dapat disimpulkan bahwa semua instrument dalam penelitian ini reliabel. Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas menjelaskan variabel terikat. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ig<0,. , dapat disimpulkan bahwa variabel bebas secara parsial berpengaruh signifikansi terhadap variabel terikat Hasil uji t dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji T Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta (Constan. Dependent Variable: Y Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Sumber: Output SPSS 29, 2023 Berdasarkan nilai t-hitung pada gambar 4. 10 maka dapat dilakukan kaidah pengujiannya dengan nilai ttabel, = 0,05 dan n=100, uji dua arah dk = n Ae k-1 / dk = 100-2-1=9, sehingga diperoleh nilai t-tabel = 1,984 dan hasilnya dapat disimpulkan bahwa : Nilai t hitung variabel Sapta Pesona (X) sebesar 7,376 dengan nilai t tabel 1,984 menunjukkan bahwa t hitung lebih besar dari nilai t tabel . ,376>1,. dengan nilai signifikasi 0,000 lebih kecil dari 0,05 atau . ,000<0,. Maka hipotesis diterima, sehingga dapat diartikan bahwa variabel Sapta Pesona (X) cara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kepuasan pengunjung (Y). Metode ini digunakan untuk mengetahui hubungan variabel sapta pesona (X) terhadap variabel kepuasan pengunjung (Y) pada lubang buaya morela. Perhitungan statistic dalam analisis regresi linear sederhana yang diperoleh nantinya dilakukan pada masing-masing variabel penelitian secara statistik yaitu Uji T. Analisis regresi linear sederhana dalam penelitian ini menggunakan batuan program SPSS versi 29 dengan bentuk persamaan sebagai berikut: Y= X Tabel 4. Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Std. Error Beta Sig. Tolerance VIF Model (Constan. Dependent Variable: Y Sumber: Hasil output SPSS 29, 2023 e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Tabel 4. 10 "Unstandardized Coefficients B" memberikan informasi tentang persamaan regresi yaitu seberapa besar variabel sapta pesona (X) memprediksi terhadap variabel kepuasan pengunjung (Y). Adapun rumus persamaan regresi dalam analisis atau penelitian ini adalah sebagai berikut: Y= X Y = 2. 373 (X) Berdasarkan persamaan regresi linear sederhana diatas dapat diartikan bahwa: Koefisien regresi X, yang diperoleh dari nilai (B) yaitu sebesar 0,373 atau 37,3% bernilai positif. Yang artinya apabila variabel sapta pesona mengalami peningkatan sebebesar 1% maka semakin meningkat tingkat kepuasan pengunjung lubang buaya Morella sebesar 0,373. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sapta pesona terhadap kepuasan pengunjung lubang buaya Morella. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden dan setelah itu diuji dan dianalisis dengan menggunakan software SPSS versi 29. Sesuai hasil olah data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa karakteristik responden berdasarkan Jenis Kelamin paling banyak Perempuan dengan persentase 53% dan untuk laki-laki dengan persentase 47%. Untuk karakteristik berdasarkan Umur yang paling banyak responden pada kelompok usia 17 Ae 26 Tahun dengan jumlah responden sebanyak 55 orang . %), kemudian diikuti oleh kelompok usia 27 Ae 36 Tahun dengan jumlah responden sebanyak 30 orang . %). Untuk karakteristik berdasarkan pekerjaan yang paling banyak seorang pelajar yaitu sebanyak 43 responden dengan persentase 43%. Untuk karakteristik berdasarkan pendapatan yang paling banyak yaitu pendapatan per bulan Rp. 000 Ae Rp. 000 yaitu 40 responden dengan presentase 40%. Untuk karakteristik berdasarkan Tempat Tinggal Responden 100% warga lokal. Untuk karakteristik jumlah frekuensi terbanyak yaitu pada kunjungan 2 kali dimana frekuensinya 33 orang responden dengan presentase 33%. Setelah melakukan observasi dengan menggunakan kuesioner sebagai media pengumpulan data yang kemudian dianalisis dengan menggunakan uji regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS versi 29. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan sapta pesona terhadap kepuasan pengunjung di pantai lubang buaya Morella. Pembahasan masing-masing variabel akan disajikan sebagai berikut: Dalam penelitian ini untuk mengukur variabel sapta pesona digunakan 7 . Indikator yaitu kemnan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindhan, kermhan, dn kenngn. Berdasarkan Tabel 4. 6 menunjukan pernyataan pada indikator AuKeamananAy (X1. mempunyai nilai ratarata yaitu 3. 74 berada pada rentang skor AudAy yang diinterprestasikan baik. Untuk pernyataan pada indikator AuKebersihanAy (X1. mempunyai nilai rata-rata yaitu 3,85 berada pada rentang skor AudAy yang diinterprestasikan Untuk pernyataan pada indikator AuKetertibanAy (X1. mempunyai nilai rata-rata yaitu 3,67 berada pada rentang skor AudAy yang diinterprestasikan baik. pada indikator AuKeramahanAy (X1. mempunyai nilai rata-rata 81 berada pada rentang skor AudAy yang diinterprestasikan baik. Untuk pernyataan pada indikator AuKesejukanAy (X1. mempunyai nilai rata-rata yaitu 4. 01 berada pada rentang skor AudAy yang diinterprestasikan Untuk pernyataan pada indikator AuKeindahanAy (X1. mempunyai nilai rata-rata yaitu 3,75 berada pada rentang skor AudAy yang diinterprestasikan baik. Untuk pernyataan pada indikator AuKenanganAy (X1. mempunyai nilai rata-rata yaitu 3,71 berada pada rentang skor AudAy yang diinterprestasikan baik. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukan nilai rata-rata dari tanggapan responden terhadap variable sapta pesona (X) untuk pernyataan 1 s/d 14 adalah sebesar 3,79. Artinya bahwa semua responden rata rata menjawab Baik pada seluruh pernyataan pada variabel sapta pesona. Hasil pengujian hipotesis melalui uji t-statistik nilai t hitung variabel sapta pesona (X) sebesar 7,376 dengan nilai t tabel 1,984 menunjukkan bahwa t hitung lebih besar dari nilai t tabel . ,376>1,. dengan nilai signifikasi 0,000 lebih kecil dari 0,05 atau . ,000<0,. Maka hipotesis diterima, sehingga dapat diartikan bahwa variabel Sapta Pesona (X) cara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kepuasan pengunjung (Y). Penelitian ini didukung oleh penelitian Widia . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan secara simultan antara Sapta Pesona terhadap kepuasan wisatawan sebesar 50,9 Secara parsial terdapat pengaruh postitif dan signifikan pada unsur kesejukan, keramah tamahan dan kenangan dengan nilai masing-masing sebesar 31,1 persen, 28,2 persen dan 27,4 persen. Hamzah & Utomo . mengemukakan bahwa Sapta Pesona adalah suatu kondisi yang diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan berkunjung ke suatu daerah atau wilayah tertentu di Negara Indonesia meliputi unsur-unsur diantaranya aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Dalam penelitian ini untuk mengukur variabel sapta pesona digunakan 3 . Indikator yaitu kesesuaian harapan, minat berkunjung, kembali merekomendasi. Berdasarkan Tabel 4. 7 menunjukan pernyataan pada indikator AuKesesuaianAy (Y. mempunyai nilai ratarata yaitu 3. 82 berada pada rentang skor AudAy yang diinterprestasikan baik. Untuk pernyataan pada indikator AuMinat berkunjung kembaliAy (Y. mempunyai nilai rata-rata yaitu 3,86 berada pada rentang skor AudAy yang diinterprestasikan baik. Untuk pernyataan pada indikator AuKesediaan merekomendasiAy (Y. mempunyai nilai rata-rata yaitu 3,38 berada pada rentang skor AucAy yang diinterprestasikan cukup baik. e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukan nilai rata-rata dari tanggapan responden terhadap variable kepuasan pengunjung (Y) untuk pernyataan 1 s/d 6 adalah sebesar 3,69. Artinya bahwa semua responden rata rata menjawab Baik pada seluruh pernyataan pada variabel kepuasan pengunjung. Hasil pengujian hipotesis melalui uji t-statistik nilai t hitung variabel sapta pesona (X) sebesar 7,376 dengan nilai t tabel 1,984 menunjukkan bahwa t hitung lebih besar dari nilai t tabel . ,376>1,. dengan nilai signifikasi 0,000 lebih kecil dari 0,05 atau . ,000<0,. Maka hipotesis diterima, sehingga dapat diartikan bahwa variabel Sapta Pesona (X) cara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kepuasan pengunjung (Y). Penelitian ini didukung oleh penelitian Wisnawa, dkk . hasil penelitian ini adalah Sapta Pesonapada Objek Wisata Pantai Bungus Carolina menunjukkan secara keseluruhan termasuk dalam kategori baik dengan nilai persentase 76,28%, namun Terdapat Pengaruh yang signifikan antara Sapta PesonaTerhadap Kepuasan Pengunjung di Objek Wisata Pantai Bungus Carolina dengan nilai R square 0,328 artinya Pengaruh Variabel X terhadap variabel Y adalah sebesar 32,8%, sedangkan 67,2% dipengaruhi oleh faktor lain, karena nilai sig 0,000< 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara sapta pesona terhadap kepuasaan berdasarkan persamaan koefisien regresi sebesar 0,397 dan nilai sig 0,001. Kaligis . mengemukakan bahwa kepuasan pelanggan . adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja . yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh sapte pesona terhadap kepuasan pengunjung, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Berdasarkan persamaan regresi sederhana yang dihasilkan dari penelitian ini adalah Y = 2. 373 (X) dapat diartikan bahwa: Koefisien regresi X, yang diperoleh dari nilai (B) yaitu sebesar 0,373 atau 37,3% bernilai positif. Yang artinya apabila variabel sapta pesona mengalami peningkatan sebebesar 1% maka semakin meningkat tingkat kepuasan pengunjung lubang buaya Morella sebesar 0,373. Hasil uji t menunjukan bahwa nilai t hitung variabel Sapta Pesona (X) sebesar 7,376 dengan nilai t tabel 1,984 yang artinya t hitung lebih besar dari nilai t tabel . ,376>1,. dengan nilai signifikasi 0,000 lebih kecil dari 0,05 atau . ,000<0,. Maka hipotesis diterima, sehingga dapat diartikan bahwa variabel Sapta Pesona (X) cara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kepuasan pengunjung (Y). Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas maka peneliti ingin mengajukan beberapa saran sebagai berikut: Bagi Pengelolah Tempat Wisata Lubang Buaya Morella Diharapkan adanya perhatian bagi pemilik objek wisata lubang buaya untuk menambah Fasilitas-fasilitas penunjang lainnya serta lebih menunjang fasilitas yang belum tertata dengan baik pada objek wisata pantai lubang buaya sehingga dapat memberikan minat berkunjung kembali bagi wisatawan untuk berkunjung kembali ke objek wisata pantai lubang buaya. Diharapkan terjalin kerjasama yang baik antara pemilik pantai lubang buaya dan masyarakat setempat juga pemerintah terkhususnya dinas pariwisata dalam mengembangkan objek wisata pantai lubang buaya Morella. Bagi Akademik Penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi bagi peneliti selanjutnya dan disarankan untuk menambah variabel independen lain yang dapat mempengaruhi keputusan kepuasan pegunjung. DAFTAR PUSTAKA