Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 142 Ae 150 IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENENTU PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN 2010-2020 Oleh: Elin Tin Nur Zein. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Negeri Malang Email: elintinnurzein@gmail. Agus Sumanto. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Negeri Malang Email: agus. fe@um. Articel Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March 2022 Abstract The success of regional development is marked by economic During the years 2010-2020. Trenggalek Regency had economic growth tends to decline and stagnate at 5%. Several variables that can influence are the agricultural sector, the mining sector, and government expenditure. Based on previous studies found contradictory results. This study uses a quantitative descriptive method and it uses secondary data from BPS. The data was processed by STATA MP 16 using classical assumption test and multiple linear regression analysis. Through the results of the t-statistical test, it was found that the mining sector partially had a significant effect on economic growth, while other variables had no significant effect. A strategy from the local government is needed to solve the current problem. Keywords : Economic Growth. Agriculture Sector. Mining Sector. Government Expenditure telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, namun jika dilihat dari data BPS Trenggalek maka target yang diinginkan masih belum tercapai. Gambar 1. Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Trenggalek . alam perse. PENDAHULUAN Keberhasilan pembangunan suatu Pembangunan yang dimaksud adalah usaha untuk meningkatkan produktivitas dari sektor potensial yang berperan sebagai faktor pendorong perekonomian (Hakib, 2. Perkembangan ekonomi yang terjadi di suatu daerah menunjukkan hasil positif yang berarti adanya peningkatan ekonomi, sedangkan jika perekonomian sedang menurun (MS, 2. Diperlukan kebijakan dan regulasi yang tepat dari pemerintah daerah untuk mendorong kegiatan sektor-sektor unggulan sehingga meningkatkan produktivitas yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi. Selama Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek 8,00 6,00 5,80 5,94 6,21 6,00 5,28 5,03 5,00 5,02 5,03 5,08 4,00 2,00 0,00 -2,17 -2,00 -4,00 Sumber: BPS Kabupaten Trenggalek Dilihat dari gambar 1, terlihat bahwa Kabupaten Trenggalek selama sebelas tahun cenderung menurun dan stagnan diangka 5%, lalu turun drastis hingga -2,17% pada tahun 2020. Pertumbuhan mengindikasikan bahwa konsumsi masyarakat lesu serta menandakan pendapatan perkapita tidak mengalami peningkatan. Padahal jika dilihat dari data BPS Kabupaten Trenggalek jumlah penduduk selalu meningkat setiap Apabila kondisi seperti itu terus dibiarkan, maka akan ada banyak penduduk kesempatan kerja. Roda perekonomian yang melambat atau bahkan stagnan merupakan indikasi bahwa perekonomian mengalami depresi yang berdampak pada menurunnya kesempatan kerja (Rofik et al. , 2. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui berbagai variabel yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi seperti sektor pertanian, sektor pertambangan, dan pengeluaran pemerintah. Kabupaten Trenggalek merupakan daerah agraris dimana mengandalkan sektor pertanian sebagai penompang ekonomi masyarakatnya baik sebagai mata pencaharian maupun pendorong pembangunan daerah. Berdasarkan data dari BPS, sektor pertanian adalah penyumbang terbesar dalam PDRB selama sebelas tahun terakhir. Oleh karena itu Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek gencar melakukan pembangunan dan inovasi di sektor pertanian, salah satunya dengan dibangun Agropark yang berada di pusat kota. Taman edukasi tersebut berisi berbagai teknologi pertanian modern dan cara Dengan adanya upaya-upaya yang telah dilakukan pada sektor pertanain diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong kinerja perekonomian Selain itu. Kabupaten Trenggalek juga memiliki potensi hasil tambang dan sumber bahan galian. Beberapa jenisnya antara lain andesit, feldspar, batu tuffa, piropilite, batu gamping, kalsit, kaolin, bentonit, zeolite, dan pasir laut. Bahan galian tersebut memiliki berbagai kegunaan seperti menjadi material bangunan, batu hias, sebagai bahan baku industri keramik dan lain sebagainya. Sumber daya yang sangat berpotensi tersebut dapat dikelola dan dikembangkan secara bijak serta dimanfaatkan dengan baik agar tercapainya pembangunan yang merata (Badri, 2. Menurut data dari BPS Kabupaten Trenggalek selama sebelas tahun terakhir PDRB sektor pertambangan selalu meningkat hingga pada tahun 2020 mengalami penurunan. Oleh karena itu perlu adanya dorongan dan perhatian dari pemerintah daerah agar sektor pertambangan dapat memberi kontribusi penuh terhadap PDRB sehingga dapat memperluas kesempatan kerja (Ruslam & Anwar, 2. Dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerintah memiliki peran penting seperti mengawasi, mengatur serta pembuat Salah satu kebijakan yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian yaitu dari segi pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk pembangunan daerah (MS, 2. Pengeluaran pemerintah akan dialokasikan ke berbagai sektor-sektor ekonomi yaitu berupa peningkatan sumber daya manusia. Selain itu juga sebagai pembentuk modal jika pengeluaran digunakan untuk membangun sarana dan prasarana. Tingginya pertumbuhan ekonomi suatu daerah dapat mengindikasikan seberapa besar keberhasilan pengeluaran pemerintah yang telah dialokasikan untuk kegiatan pembangunan (Safira et al. , 2. Beberapa literatur terdahulu yang melakukan penelitian terkait bahasan ini yaitu Syarifudin & Zulham . , berpendapat bahwa adanya kontribusi dan pengaruh secara signifikan antara variabel sektor pertanian dan pertambangan terhadap pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya menurut Didu & Islamiah . terdapat pengaruh positif signifikan baik secara parsial dan simultan dari variabel pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun ada beberapa penelitian yang menghasilkan kesimpulan berbeda, misalnya Widianingsih et al, . bahwa sektor pertanian merupakan sektor tertinggal dan kurang berkontribusi. Berdasarkan Nuzulman & Mimi . , tidak terdapat keseimbangan jangka panjang antara sektor pertambangan terhadap pertumbuhan ekonomi, serta menurut Tapparan . meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan paparan yang telah diuraikan, penulis tertarik meneliti terkait variabel apa saja yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Keunikan dari penelitian ini yaitu masih jarang adanya jurnal terpublikasi yang membahas mengenai perekonomian Kabupaten Trenggalek. Selain itu, sampel waktu yang digunakan selama sebelas tahun serta menggunakan variabel dan metode yang berbeda dari penelitian Penelitian ini memiliki beberapa manfaat yaitu diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pihak terkait agar membuat aturan yang sesuai dengan keadaan yang dibutuhkan oleh masyarakat serta dapat sebagai bahan rujukan untuk penelitian berikutnya. pertanian memiliki peran fundamental dalam pembangunan ekonomi terutama sebagai penyedia pangan masyarakat. Selain itu juga dapat meningkatkan kesempatan kerja, mengatasi masalah kemiskinan serta memicu pengembangan di sektor-sektor ekonomi lain sehingga mendorong peningkatan pendapatan daerah (Syofya & Rahayu, 2. Pengelolaan dan pemanfaatan hasil produksi pertanian perlu dilakukan dengan lebih terencana sehingga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah harus meningkatkan kesejahtraan sebagian besar penduduk yang bermata pencaharian dalam sektor tersebut melalui beberapa strategi seperti pemberian subsidi pupuk dan benih agar hasil produksi semakin meningkat serta kebijakan harga jual atas produk yang telah dihasilkan (Rompas et al. , 2. Dengan meningkatnya produksi pertanian maka akan berdampak pada naiknya kontribusi dalam PDRB sehingga akan mendorong roda perekonomian daerah. Sektor Pertambangan Berdasarkan Badan Pusat Statistik, kegiatan pertambangan dapat didefinisikan sebagai pengambilan endapan bahan galian yang bernilai ekonomis dari dalam kulit bumi yang dilakukan secara mekanis maupun Hasil kegiatan ini berupa batubara, minyak dan gas bumi, bijih tembaga, emas, perak, timah, pasir besi serta yang lainnya. Sedangkan penggalian merupakan kegiatan pengambilan segala jenis barang galian yang berupa unsur kimia, mineral dan batuan endapan alam seperti batu kapur, batu marmer, batu gunung, batu kali dan pasir. Pada intinya kegiatan di sektor pertambangan dan penggalian bertujuan untuk mendapatkan berbagai jenis barang tambang. Sektor pertambangan masih menjadi andalan sebagai pendorong pembangunan suatu daerah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah-wilayah terpencil di Indonesia (Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter, 2. Hal itu ditandai dengan banyaknya para investor yang tertarik pada dikarenakan prospek dari sektor tersebut sangat Dengan masuknya investasi yang tinggi baik dari investor lokal maupun asing diharapkan dapat meningkatkan pembangunan ekonomi daerah (Wahyuningsih Noor, 2. Pengeluaran Pemerintah Menurut Kaynes pemerintah adalah bagian dari permintaan TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan didefinisikan sebagai meningkatnya hasil produksi barang dan jasa yang telah dilakukan oleh masyarakat (Kambono & Marpaung. Perekonomian pertumbuhan jika kemajuan pada PDRB dari tahun sebelumnya. PDRB merupakan total nilai tambah yang diproduksi oleh seluruh unit usaha di suatu daerah selama periode tertentu. Seiring dengan meningkatnya output maka akan berdampak pada naiknya pendapatan daerah sehingga dapat memicu kesejahteraan hidup masyarakat (Koyongian et al. , 2. Pada Samuelson mengemukakan sebuah teori pertumbuhan jalur cepat yang menyatakan bahwa suatu daerah harus dapat mengetahui sektor-sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan agar dapat mendorong pembangunan daerahnya. Sektor tersebut harus memiliki daya saing dengan daerah lain dan juga kemampuan produksi yang tinggi sehingga dapat melakukan kegiatan ekspor. Perkembangan sektor potensial akan memicu pertumbuhan sektor lainnya sehingga perekonomian suatu daerah akan berkembang dan tumbuh dengan pesat (Maria Ponto. Josep B. Kalangi, 2. Pertumbuhan ekonomi merupakan faktor terpenting sebagai tolak ukur dari keberhasilan pembangunan yang telah Keberhasilan pembangunan dapat dilihat berdasarkan tinggi rendahnya kinerja perekonomian selama kurun waktu tertentu (Soleh & Anitasari, 2. Pembangunan yang dilakukan setiap daerah sangat beragam sesuai dengan kondisi daerahnya masing-masing. Peran pemerintah untuk mengelola setiap kekayaan alam yang memajukan perekonomian. Sektor Pertanian Sebagai negara agraris sektor pertanian menjadi sektor tumpuan untuk meningkatkan perekonomian dalam tahap awal proses pembangunan (Isbah & Iyan, 2. Sektor agregat. Model rumus pendapatan nasional melalui pendekatan pengeluaran dapat ditulis dengan ycU = ya ya ya ycU Oe ycA. Pendapatan nasional dinotasikan sebagai Y sedangkan untuk variabel lainnya melambangkan permintaan agregat, dimana pengeluaran pemerintah dinotasikan sebagai G. Dapat diketahui besarnya pengaruh dari pengeluaran pemerintah dalam meningkatkan ekonomi dengan cara membandingkan nilai G terhadap Y (Azwar, 2. Rostow dan Musgrave mengemukakan sebuah teori yang menyatakan adanya hubungan antara tiga tahapan pembangunan ekonomi dengan pengeluaran pemerintah. Pada dialokasikan untuk investasi pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum. Pada tahap menengah, mulai berkembangnya investasi dari pihak swasta namun peran pemerintah masih cukup besar sebagai pendorong perekonomian. Pada tahap lanjut, pemerintah lebih fokus untuk mengalokasikan pengeluaran ke bidang kesejahteraan sosial seperti program kesehatan, pendidikan, jaminan hari tua serta yang lainnya (Didu & Islamiah, 2. Pengeluaran implikasi dari kebijakan fiskal yang diartikan sebagai tindakan pemerintah untuk mengatur kinerja keuangan melalui penetapan jumlah pendapatan dan pengeluaran setiap satu tahun dalam laporan APBN atau APBD. Pengeluaran dapat dikategorikan menjadi dua kelompok dasar yaitu pengeluaran secara rutin dan pengeluaran pembangunan atau belanja sarana dan prasarana publik. Beberapa tujuan dari Bentuk Persamaan Analisis Regresi ycU = 2,498164 0,11118ycU1 0,4413902ycU2 0,1079611ycU3 yce C Konstanta 2,498 menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,498% dengan syarat tidak adanya pengaruh dari semua variabel independen. C Nilai koefisien sektor pertanian . cU1 ) sebesar 0,111. Artinya jika terjadi kenaikan 1% di sektor pertanian maka . cU) meningkat sebesar 0,111% dengan syarat variabel independen lain bersifat tetap . eteris paribu. C Nilai koefisien sektor pertambangan . cU2 ) sebesar 0,441. Artinya jika terjadi kenaikan 1% di sektor pertambangan maka pertumbuhan ekonomi . cU) akan penerapan kebijakan fiskal yaitu sebagai upaya peningkatan output produksi, penstabil harga serta meningkatkan kesempatan kerja guna memicu pertumbuhan ekonomi (Koyongian et , 2. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dimana menganalisis informasi kedalam data numerik serta menggunakan metode statistika dalam mengidentifikasi sebuah permasalahan. Jenis data yang dianalisis adalah data sekunder, yaitu data yang diunduh dari website resmi Badan Pusat Statistik. Data ini berbentuk time series yang terdiri dari variabel pertumbuhan ekonomi . cU), . cU1 ), . cU2 ), pemerintah . cU3 ) di Kabupaten Trenggalek selama tahun 2010-2020. Menggunakan nonprobability sampling dengan teknik sampling purposive, yang berarti bahwa tidak memberikan hak yang sama bagi setiap anggota populasi untuk menjadi sampel serta penentuannya didasarkan pada kebutuhan dari penelitian yang sedang dikaji. Teknik yang digunakan dalam pengujian data yaitu dengan menggunakan uji asumsi klasik yang berfungsi untuk mengetahui kelayakan data dan juga menggunakan teknik analisis regresi linier Hasil uji akan diinterpretasikan dalam bentuk angka dan deskripsi, serta alat uji yang digunakan adalah STATA MP 16. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Analisis Regresi Linier Berganda meningkat sebesar 0,441% dengan syarat ceteris paribus. C Nilai koefisien pengeluaran pemerintah . cU3 ) sebesar 0,108. Artinya apabila terjadi pemerintah maka pertumbuhan ekonomi . cU) akan meningkat sebesar 0,108% dengan syarat ceteris paribus. Uji t-Statistik (Uji Parsia. Tabel 5. Hasil Uji t-Statistik Variabel Coefficient Prob Sektor Pertanian 0,11118 0,648 Sektor Pertambangan 0,4413902 0,017 Pengeluaran 0,1079611 0,188 Pemerintah Cons 2,498164 0,005 Sumber: Data diolah (Stata MP . Hasil yang didapatkan sejalan dengan Widianingsih . yang menyatakan bahwa sektor pertanian merupakan sektor tertinggal dan kurang berkontribusi terhadap Dalam hal ini mengindikasikan bahwa berbagai pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek untuk mendorong kegiatan ekonomi di sektor pertanian masih belum mencapai hasil yang optimal. Gambar 2. Laju Pertumbuhan Sektor Pertanian . alam perse. Variabel Sektor Pertanian Nilai koefisien regresi dari sektor pertanian adalah 0,11118 dengan probabilitas 0,648. Dikarenakan . ,648 > 0,. dapat disimpulkan bahwa tidak adanya pengaruh signifikan antara variabel sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi. Variabel Sektor Pertambangan Nilai koefisien regresi dari sektor pertambangan adalah 0,4413902 dengan probabilitas 0,017. Dikarenakan . ,017 < 0,. dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara variabel sektor pertambangan terhadap pertumbuhan ekonomi. Variabel Pengeluaran Pemerintah Nilai koefisien regresi dari pengeluaran 0,1079611 probabilitas 0,188. Dikarenakan . ,188 > 0,. dapat disimpulkan bahwa tidak adanya pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan Uji F (Uji Simulta. Tabel 6. Hasil Uji F Uji F 10,08 8,00 4,00 2,00 0,00 3,80 2,24 4,58 4,33 4,23 3,47 1,22 -1,39 0,48 0,10 -2,00 Sumber: BPS Kabupaten Trenggalek Sejak tahun 2010 Ae 2020 PDRB sektor dibandingkan dengan sektor lain, namun untuk laju pertumbuhannya masih fluktuatif bahkan cenderung menurun. Menurut A. Musrifin. Buana . ada beberapa faktor penghambat, pertama adalah tingkat harga dimana kesetaraan atau kebijakan harga hasil panen masih belum merata serta pemasaran yang kurang efektif. Selanjutnya adalah luas lahan, ketika lahan yang dikelola petani itu sempit maka berdampak pada hasil panen yang kurang Adapaun faktor lain yang mempengaruhi yaitu cuaca atau iklim serta kurangnya penggunaan teknologi. Pemerintah Kabupaten Trenggalek perlu mendorong pembangunan berkelanjutan dalam sektor pertanian guna memicu hasil produksi yang terus meningkat secara Beberapa strategi yang dapat dilakukan yaitu peningkatan pengembangan infrastruktur sarana dan prasarana seperti pembangunan irigasi, peningkatan lahan pertanian dan kualitas hasil produksi, serta pemerintah perlu lebih memperbanyak subsidi pupuk dan membuat kebijakan terkait pemerataan harga hasil panen (Desiyanti L. Pembinaan secara berkelanjutan dari pemerintah sangat dibutuhkan petani untuk meningkatan pengetahuan terhadap teknologi (Ramlawati, 2. Terakhir yang paling penting adalah peningkatan kesejahteraan serta menjamin kehidupan yang layak bagi petani (Gevisioner et al. , 2. Prob 0,0062 Sumber: Data diolah (Stata MP . Berdasarkan hasil regresi menunjukkan nilai probabilitas F-Statistik sebesar 0,0062 sehingga dapat dikatakan tolak ya0 dan terima ya1 karena . ,0062 < 0,. , yang berarti secara simultan variabel sektor pertanian . cU1 ), sektor . cU2 ) pemerintah . cU3 ) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi . cU). Koefisien Determinasi Tabel 7. Hasil Koefisien Determinasi R-Squared 0,8120 5,80 6,00 Adjusted R-Squared 0,7315 Sumber: Data diolah (Stata MP . Dari tabel 7 didapatkan nilai koefeisien determinasi (R Square. sebesar 0,8120 yang berarti sektor pertanian, sektor pertambangan dan pengeluaran pemerintah secara bersamasama dapat menjelaskan variasi pertumbuhan ekonomi sebesar 81,20%. Sisanya sebesar 18,80% dijelaskan oleh variabel lain. Pengaruh Sektor Pertanian terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan hasil penelitian melalui uji t-statistik variabel sektor pertanian memiliki nilai probabilitas sebesar 0,648 dimana lebih tinggi dari taraf signifikan . ,648 > 0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak adanya pengaruh signifikan antara variabel sektor pertanian terhadap pertumbuhan mendorong pembangunan daerahnya (Maria Ponto. Josep B. Kalangi, 2. Dalam studi ini sektor pertambangan berperan sebagai salah satu sektor potensial di Kabupaten Trenggalek yang harus dikelola dengan baik agar meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan Beberapa mendorong pertumbuhan sektor pertambangan dengan mempertimbangan faktor lingkungan yaitu mengolah berbagai hasil galian tambang menjadi kerajinan ataupun produk lain yang dapat meningkatkan nilai jual sehingga Meskipun sektor pertambangan memiliki potensi yang besar namun harus digunakan secara bijak dan harus membatasi eksploitasi bahan tambang karena jumlah cadangannya yang semakin menipis dan juga berdampak pada rusaknya lingkungan (Wahyuningsih Noor, 2. Pengaruh Pengeluaran Pemerintah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Menurut hasil uji t-statistik dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara variabel pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi dikarenakan nilai probabilitasnya sebesar 0,188 yang lebih tinggi dari taraf signifikan . ,188 > 0,. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa dialokasikan untuk pembangunan daerah belum dapat memicu peningkatan perekonomian di Kabupaten Trenggalek. Sejalan dengan Koyongian et al . dan Hellen et al . menyatakan bahwa pengeluaran pemerintah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Gambar 4. Laju Pertumbuhan Pengeluaran Pemerintah . alam perse. Pengaruh Sektor Pertambangan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan hasil uji t-statistik dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara variabel sektor pertambangan terhadap pertumbuhan ekonomi, dikarenakan nilai probabilitasnya sebesar 0,017 dimana lebih kecil dari taraf signifikan . ,017 < 0,. Hasil penelitian ini didukung oleh Ruslam & Anwar . yang menyebutkan bahwa sektor pertambangan memiliki pengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Lestari . dan Masiku et al . menyatakan adanya pengaruh positif signifikan dari investasi yang dilakukan di sektor pertambangan dan penggalian terhadap Jika pertambangan terus mengalami perkembangan yang pesat maka dapat memicu peningkatan penyerapan tenaga kerja dan naiknya nilai PDRB sehingga dapat mendorong kegiatan perekonomian daerah. Gambar Nilai PDRB Sektor Pertambangan . alam millia. 800 602,4 Sumber: BPS Kabupaten Trenggalek Dilihat dari gambar 3 nilai PDRB sektor pertambangan di Kabupaten Trenggalek terus terjadi peningkatan, namun pada tahun 2020 mengalami penurunan. Turunnya nilai tersebut dapat dipicu akibat adanya wabah covid-19 yang melanda Kabupaten Trenggalek sehingga terdapat kendala pada kegiatan pertambangan dan penggalian. Meskipun demikian sektor pertambangan merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan perekonomian yang kuantitasnya harus digunakan dengan bijak dan terencana, serta sektor ini dapat sebagai pendorong dasar untuk memicu sumber ekonomi baru yang berkelanjutan (Wahyuningsih Noor, 2. Samuelson tahun 1955 mengemukakan sebuah teori pertumbuhan jalur cepat yang menyatakan bahwa suatu daerah harus dapat mengetahui sektor-sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan agar dapat -0,8 -5,0 -10,0 -8,1 Sumber: BPS Kabupaten Trenggalek Berdasarkan gambar 4, selama sebelas tahun terakhir pengeluaran pemerintah mengalami fluktuasi dimana hal tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan teori Keynes, pengeluaran pemerintah merupakan salah satu indikator dari pendapatan nasional yang dinotasikan dengan rumus ycU = ya ya ya ycU Oe ycA (Azwar, 2. Pendapatan dan pengeluaran pemerintah berbanding lurus atau positif dimana ketika terjadi peningkatan pengeluaran pemerintah maka pendapatan juga akan naik. Namun pada studi penelitian di Kabupaten Trenggalek, pengeluaran pemerintah yang berupa belanja daerah belum dapat memicu peningkatan Ada beberapa faktor penyebab tidak berpengaruh signifikan pengeluaran pemerintah yaitu dikarenakan belum optimalnya alokasi dana yang dikeluarkan pemerintah atau dapat pembangunan sarana dan prasarana yang kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat (Hellen et al. , 2. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan berbagai strategi yaitu pengeluaran pemerintah seharusnya digunakan untuk kegiatan ekonomi yang lebih produktif (Safari & Fikri, 2. Selain itu mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan, fasilitas umum, fasilitas kesehatan, dan lainnya. Semakin bagus pembangunan suatu daerah maka akan menarik banyak investor yang menanamkan modalnya sehingga akan menciptakan roda pertumbuhan ekonomi yang tinggi (Hellen et al. , 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian, variabel sektor pertanian tidak berpengaruh signifikan pembangunan yang telah dilakukan di sektor pertanian masih belum mendapatkan hasil yang Selanjutnya untuk variabel sektor pertambangan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Pemerintah perlu mengelola sektor pertambangan secara lebih bijak agar mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan hasil uji, variabel pengeluaran pemerintah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, menunjukkan bahwa pembangunan daerah masih belum dapat Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek memperhatikan sektor yang berpotensi memicu pertumbuhan ekonomi. Terkait penelitian selanjutnya diharapkan dapat menjelaskan fenomena yang terjadi di masa mendatang dan menemukan kebijakan yang dapat menjawab permasalahan yang ada. REFERENSI