Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 588-592 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. PENGEMBANGAN ALAT PERAGA EDUKATIF KENCANA SEBAGAI MEDIA ASYIK BELAJAR MEMBACA Athiyyah Nadia1. Inda Wulandari2. Indra Rachma3. Marshanda Hanna4. Isrida Yul Arifiana5* Fakultas Psikologi. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Fakultas Psikologi. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Fakultas Psikologi. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Fakultas Psikologi. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Fakultas Psikologi. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Email: isrida@untag-sby. ABSTRACT Reading is one of the problems faced by teachers at school. To improve students' reading skills at school, the author developed the Kencana media. Kencana learning media consists of PKPH (Coconut Tree Letter Recognitio. which aims to provide basic knowledge to children so as not to make mistakes in pronouncing letters. Puzzle Tiy which has the aim of reading in the method of spelling letter by letter, and Letter Books which are arranged with the aim of introducing ethnic groups. words that are strung together into simple words. The subjects used in the implementation of the Kencana media were 2 students. The evaluation results from the implementation of Kencana media show that there are differences in children's reading abilities before . aseline condition. and after. This shows that Kencana media as an educational aid can improve children's reading skills. Keywords: Reading ability, learning media, kencana. ABSTRAK Membaca adalah salah satu problem yang dihadapi guru di sekolah. Guna peningkatan kemampuan membaca siswa di sekolah, penulis dalam mengembangkan media Kencana. Media pembelajaran Kencana terdiri dari PKPH (Pohon Kelapa Pengenal Huru. yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar pada anak agar tidak keliru dalam pengucapan huruf. Puzzle Tiy yang memiliki tujuan untuk membaca dalam metode mengeja huruf demi huruf dan Buku Huruf yang disusun dengan tujuan untuk pengenalan suku kata yang dirangkai menjadi kata sederhana. Subjek yang digunakan dalam implementasi media kencana sejumlah 2 siswa. Hasil evaluasi dari implementasi media Kencana menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan membaca anak sebelum . ondisi baselin. dan Hal ini menunjukkan bahwa media Kencana sebagai alat peraga edukatif dapat meningkatkan kemampuan membaca anak. Kata kunci: Kemampuan membaca, media pembelajaran, kencana. PENDAHULUAN Hasil studi lapangan melalui observasi pada salah satu Sekolah Dasar di wilayah Surabaya ditemukan fakta bahwa transisi dari peralihan pembelajaran daring ke luring, terdapat problem yaitu berkurangnya pengetahuan dan keterampilan siswa secara akademis yang sebagian besar berfokus pada kesulitan membaca. Pada kenyataannya, selama ini anak yang berada di sekolah tersebut belum semuanya mampu membaca. Rata Ae rata 60% sudah mampu membaca, 30% kurang lancar membaca dan 10% belum bisa membaca sama sekali. Permasalahan membaca yang dialami ialah siswa belum mengenal dan memahami konsep simbol huruf atau abjad sehingga terjadi pembalikan huruf dan pengucapan kata yang salah. Kemampuan membaca merupakan hal yang sangat penting dimiliki oleh seorang anak. Dengan kemampuan membaca ini anak dapat lebih mudah menguasai dan mempelajari bidang ilmu. Apabila anak mengalami lemah dalam membaca permulaan maka anak tersebut akan mengalami hambatan dalam kemampuan membaca pemahaman yang nantinya akan menjadi kesenjangan antara kemampuan yang dimiliki dengan prestasi belajarnya dan dapat berdampak pada mental. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak mandiri dalam pekerjaannya, tidak adanya rasa https://doi. org/10. 24912/jssh. Pengembangan Alat Peraga Edukatif Kencana Sebagai Media Asyik Belajar Membaca Nadia et al. tanggung jawab terhadap diri sendiri bahkan munculnya perilaku yang membuat masalah di kelas seperti tidak fokus terhadap pelajaran, lari Ae lari di dalam kelas hingga mengganggu temannya dan memiliki motivasi belajar rendah. Berdasarkan dari uraian di atas, penulis tertarik untuk mengembangkan alat peraga edukatif yang dikenal dengan Kencana. Kencana merupakan salah satu solusi alternatif yang dikembangkan penulis guna membantu siswa sekolah dasar terkait kemampuan membaca. Melalui tulisan ini, penulis bermaksud menjelaskan tentang Kencana sebagai solusi alternatif dan bagaimana efektivitas Kencana dalam mengembangkan kemampuan membaca pada siswa di Sekolah Dasar. Membaca merupakan salah satu keterampilan yang berkaitan dengan keterampilan dasar manusia dalam berbahasa. Kemampuan membaca siswa di sekolah dasar sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran secara bertahap dan sistematis. Kemampuan ini sangat penting dimiliki oleh anak sekolah dasar karena membaca merupakan kegiatan yang dapat mengembangkan pengetahuan dan sebagai alat komunikasi manusia. Membaca permulaan adalah tahapan awal atau dasar dalam membaca yang bisa dilatihkan dari tingkat huruf, suku kata dan kata yang sederhana dengan cara yang menyenangkan. Menurut Steinberg . membaca permulaan adalah membaca yang diajarkan secara terprogram pada anak prasekolah dengan terdiri dari kata Ae kata yang bermakna dan diberikan dengan cara yang menarik pada Steinberg memiliki 4 tahap (Four Steps Steinberg Metho. dalam membaca permulaan yaitu: . mengenal kata. mengidentifikasi atau makna kata. memahami kata yang dibacanya . embaca kata tanpa gamba. membaca teks pendek. Kemampuan membaca berbeda-beda pada setiap anak dan berkembang sesuai dengan stimulus yang diberikan. Akan tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca permulaan maupun lanjut menurut Lamb dan Arnold . alam Rahim, 2. ialah faktor fisiologis, intelektual, lingkungan, dan psikologis. Faktor fisiologi adanya keterbatasan dan kekurangan matangan secara fisik merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan anak gagal dalam meningkatkan kemampuan membaca pahaman mereka. Faktor intelektual, kemampuan garis besar individu bagi bekerja sebanding atas harapan, berpikir rasional, dan berbuat secara efektif terhadap lingkungan. Secara umum, intelegensi anak tidak sepenuhnya mempengaruhi berhasil atau tidaknya anak dalam membaca permulaan. Faktor lingkungan, berpengaruh kemajuan kemampuan membaca peserta didik. Faktor lingkungan itu mencakup latar belakang dan pengalaman peserta didik di rumah serta sosial ekonomi keluarga peserta Berdasarkan penelitian terdahulu terdapat beberapa media yang digunakan untuk peningkatan kemampuan membaca. Pamungkassari . mengemukakan bahwa media flashcard efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan dan juga siswa terlihat aktif dalam Berdasarkan permasalahan yang ada dan solusi yang diambil, maka penulis berupaya mengembangkan Kencana sebagai alat peraga edukatif guna peningkatan kemampuan membaca permulaan pada siswa Sekolah Dasar. METODE PENELITIAN Upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak sekolah dasar dilakukan dengan mengembangkan APE (Alat Permainan Edukati. sebagai media pembelajaran. Alat peraga edukatif yang dikembangkan adalah Kencana, nama kencana berasal dari kalimat Aukemampuan membaca awal anakAy. Media kencana ini terdiri dari 3 bagian yang nantinya akan membantu anak dalam membaca permulaan. Media PKPH (Pohon Kelapa Pengenal Huru. https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 588-592 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar pada anak agar tidak keliru dalam pengucapan huruf sehingga anak dapat mengetahui bentuk dan memaknainya. Media Puzzle Tiy yang memiliki tujuan untuk membaca dalam metode mengeja huruf demi huruf dengan mengajak anak merangkai beberapa huruf menjadi suku kata. Media Buruf A-Z (Buku Huruf A-Z) dengan metode suku kata yang diawali dengan pengenalan suku kata yang dirangkai menjadi kata sederhana. Penyusunan media Kenana selain membantu dalam meningkatkan kemampuan membaca. Kencana juga dapat membantu mengembangkan keterampilan motorik halus. Kencana terdiri dari 3 bagian, antara lain: . PKPH (Pohon Kelapa Pengenal Huru. , yang pertama gantungkan pohon kelapa di tempat yang dikehendaki kemudian jepitkan jepitan huruf sesuai dengan huruf yang berada di pohon kelapa. Dalam memainkannya anak Ae anak dapat diberi aba Ae aba untuk menentukan huruf apa yang akan dijepitkan. Selain itu anak dapat menjepitkan huruf sesuai kemauannya dan melafalkan huruf tersebut dengan benar. Puzzle Tiy. Susun kepingan atau potongan huruf konsonan di puzzle tiy kemudian kepingan atau potongan huruf konsonan dapat digeser . aik/turu. hingga dapat terbaca menjadi 1 suku kata yang berpola KV (Konsonan Ae Voka. Siswa dapat diberi aba Ae aba untuk menentukan huruf yang akan diletakkan dan siswa juga menentukan sendiri. Kemudian siswa diminta untuk membaca suku kata tersebut. Buruf A-Z (Buku Huruf A-Z). Setiap halaman terdapat gambar yang tersusun dari nama Ae nama hewan, benda, sayur dan buah. Siswa diperintahkan untuk membaca dan dapat melepaskan/memasang huruf yang berada di depan kata. Gambar 1 Alat peraga edukatif kencana. Kencana sebagai alat media pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan yang telah dibuat untuk 3 metode, yaitu . Pengenal huruf, . Belajar mengeja, . Belajar membaca kata sederhana. HASIL DAN PEMBAHASAN Penulis melaksanakan kegiatan penelitian pada salah satu Sekolah Dasar di Surabaya. Penulis kemudian menyusun alat peraga edukatif yang ditujukan untuk peningkatan kemampuan membaca pada siswa kelas 1 & 2. Dalam pelaksanaannya, penulis melakukan asesmen kemampuan membaca awal anak dengan memberikan pre-test dan melakukan observasi sebelum mengimplementasikan media kencana. Waktu pelaksanaan kegiatan ini dilakukan 2 bulan . April 2022 Ae 18 Juni 2. https://doi. org/10. 24912/jssh. Pengembangan Alat Peraga Edukatif Kencana Sebagai Media Asyik Belajar Membaca Nadia et al. Saat pengimplementasian media Kencana ini penulis juga menyusun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajara. , implementasi Kencana ini dilakukan setiap hari Senin dan Rabu selama 1 jam dengan tujuan agar siswa tidak merasa bosan dalam belajar membaca. Berdasarkan hasil evaluasi penerapan media kencana pada siswa yang memiliki permasalahan dalam membaca seperti belum mengenal huruf, pengucapan kata yang salah dan belum bisa membaca kata atau kalimat. Keberhasilan membaca siswa ini terlihat dari hasil post-test yang diberikan terdapat peningkatan kemampuan membaca. Berikut tabel kemampuan awal membaca siswa dan hasil implementasi Kencana: Tabel 1 Kemampuan Awal Siswa No. Nama Kelas Umur 7 tahun Baseline Implementasi Anak belum mengenal huruf A-Z, 2 x 60 menit belum mengetahui konsep huruf vokal dan konsonan, tidak bisa membaca dalam metode mengeja dan tidak mampu membaca suku kata dan kalimat sederhana sehingga pengucapan salah atau meraba Ae raba kata dalam 7 tahun Cukup mengenal huruf A-Z dan cukup 2 x 60 menit mampu membaca suku kata sederhana . eperti : ba, ju, di, to, ko, ds. Tetapi anak belum mengenal konsep huruf vokal dan konsonan, anak tidak bisa pengucapan kata salah/meraba Ae raba kata dalam pengucapan. Tabel 2 Implementasi Kencana No. Nama Evaluasi Siswa mengenal huruf abjad A-Z dan dapat membedakan simbol ataupun benar dalam pengucapan huruf. Selain itu siswa mampu membaca suku kata, kata dan kalimat sederhana dengan lancar. Siswa telah mengenal huruf lebih baik dan lancar dalam membaca tanpa mengeja dengan pengucapan kata atau kalimat yang benar. Gambar 2 Implementasi kencana. https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 588-592 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. KESIMPULAN DAN SARAN Keberhasilan prestasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran sangat ditentukan oleh penguasaan membaca. Siswa yang tidak mampu dalam membaca atau masih kurang pandai dalam membaca akan mengalami kesulitan dalam menangkap dan memahami materi yang diberikan oleh guru maupun buku pelajaran. Hal ini sangat berpengaruh pada kemajuan prestasi akademik oleh karena itu alternatif untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan adalah dengan menggunakan media kencana. Dari hasil implementasi, dapat disimpulkan bahwa Kencana efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa sekolah dasar. Cara pengajaran yang menyenangkan dengan media menarik membuat siswa bersemangat untuk belajar. Pihak guru juga sangat terbuka dengan adanya media Kencana karena mereka berharap adanya solusi agar anak tertarik untuk belajar membaca. Media kencana ini memerlukan perawatan yang baik agar tidak cepat rusak, selain itu hasil dari implementasi diharapkan dijadikan ide mahasiswa lainnya saat berupaya untuk mengembangkan media pembelajaran. Ucapan Terima Kasih (Acknowledgemen. Penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung dalam proses pembuatan artikel ini. REFERENSI