Miftah Apriani, dkk PENGARUH HERBAL COMPRES BALL TERHADAP PENURUNAN NYERI OTOT PADA LANSIA Miftah Apriani1. Tiara Fatrin2. Adhika Wijayanti3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdurahman Palembang Email: mithayudhi62@gmail. ABSTRACT Muscle pain is an unpleasant emotional and sensory experience associated with the risk of actual or potential damage. The results of a direct survey at the Palembang City Regional Social Home showed that the majority of elderly people experienced muscle One non-pharmacological therapy to reduce the scale of muscle pain is Herbal Compress Ball therapy, the effect of which comes from heat conduction which can increase regional blood flow to the pain area, the analgesic effect comes from herbal ingredients and aromatherapy essential oils provide a relaxing effect. This study aims to determine the effect of the Herbal Compress Ball on reducing muscle pain in the elderly. The measuring tool used is an observation sheet with a muscle pain scale used is the Wong-Baker FACES Rating Scale, divided into no pain, mild pain, moderate pain, controlled severe pain, and uncontrolled severe pain. The design of this research is an experimental one-group pre-post test design. The sampling technique is purposive sampling with a sample size of 15 respondents. Data analysis was carried out using the Wilcoxon sign rank test, and the p value = 0. < 0. This research shows that there is an effect of Herbal Compress Ball on reducing muscle pain in the elderly in social institutions in the Palembang city area. It is hoped that future researchers can complete this research by adding a control group and comparing the effectiveness of the Herbal Compress Ball between the intervention group and the control group. Keywords: Muscle pain. Herbal Compress Ball. Elderly ABSTRAK Nyeri otot merupakan pengalaman emosional dan sensorik yang tidak menyenangkan berhubugan dengan resiko terjadinya kerusakan aktual maupun potensial. Hasil survei langsung di Panti Sosial Wilayah kota Palembang menunjukkan sebagian besar para lansia mengalami nyeri otot. Salah satu terapi non-farmakologis untuk menurunkan skala nyeri otot adalah dengan terapi Herbal Compress Ball yang efeknya berasal dari konduksi panas yang dapat meningkatkan aliran darah regional ke daerah nyeri, efek analgesik berasal dari bahan-bahan herbal dan minyak asiri aromaterapi memberi efek relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Herbal Compress Ball terhadap penurunan nyeri otot pada lansia. Alat ukur yang digunakan yaitu lembar observasi dengan skala nyeri otot yang digunakan adalah Wong-Baker FACES Rating Scale, terbagi atas tidak ada nyeri, nyeri ringan, nyeri sedang, nyeri berat terkontrol, dan Nyeri berat tidak terkontrol. Desain penelitian ini adalah eksperimental one-group pre-post test Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 15 responden. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji wilcoxon sign rank test, dan nilai p value =0,000 . < 0,. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada Pengaruh Herbal Compress Ball Terhadap Penurunan Nyeri Otot pada Lansia di Panti Sosial di wilayah kota Palembang. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat melengkapi penelitian ini dengan menambahkan grup kontrol dan membandingkan efektifitas Herbal Compress Ball antara grup intervensi dan grup kontrol. Kata Kunci : Nyeri otot. Herbal Compress Ball. Lansia Jurnal Kesehatan Abdurahman Palembang Volume 13 Nomor1 Maret 2024 Miftah Apriani, dkk PENDAHULUAN Menjadi tua merupakan proses alamiah yang berarti seseorang telah memenuhi tahap-tahap kehidupan yaitu neonatus, toodler, pra school, school, remaja, dewasa WHO (World Health Organizatio. menyebutkan bahwa umur 60 tahun adalah usia permulaan tua, saat itu berangsur-angsur penurunan daya tahan fisik sehingga rentan terhadap serangan penyakit dan mengalami perubahan pada tubuhnya, secara perlahan jaringan kehilangan kemampuannya untuk memperbaiki diri atau mengganti diri dan mempertahankan struktur serta fungsi Akibat dari proses penuaan tersebut masalah yang sering dialami oleh lansia adalah pada sistem muskuloskeletal. Penyakit yang paling sering dialami oleh lansia adalah asam urat, osteoporosis, osteomalasia, osteoartritis, nyeri punggung bawah, dan gangguan otot badan (Padila. Penyakit-penyakit yang dialami lansia sering menimbukan gejala nyeri pada otot. Nyeri otot tersebut juga dinamakan Myalgia, berasal dari bahasa Yunani yaitu myo yang berarti otot dan logos yang berarti nyeri. Nyeri otot (Myalgi. adalah pengalaman emosional dan sensorik yang tidak menyenangkan berhubugan dengan resiko terjadinya kerusakan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan (Kneale, 2. Nyeri otot termasuk salah satu keluhan yang cukup sering diderita oleh manusia apa lagi oleh Lansia dapat mengalami nyeri otot hanya sesaat atau sampai beberapa hari, beberapa bulan bahkan menahun yang membuat terganggunya aktivitas dalam kehidupan sehari-hari (Billhantomo, 2. Tingkat kejadian nyeri yang dialami oleh lansia cukup tinggi prevalensinya, maka membutuhkan terapi untuk mengatasi Dalam penatalaksanaan nyeri ada berbagai macam terapi yang bisa diberikan yaitu seperti . terapi farmakologi : opioid, obat antiinflamasi non-steroid (NSAID), parasetamol, analgesik epidural, entonoks, nefopam, antikonvulsan, antidepresan, dan kortikosteroid, . terapi contract relax stretching, . terapi pedal exercise under compression, . terapi infra merah, . terapi horticultura, . mind body therapy, . terapi pijat, . terapi acupuncture, . terapi kompres, . terapi Herbal Compress Ball. Kompres hangat lebih efektif dalam menurunkan nyeri karena efek pemberian kompres hangat terhadap tubuh yaitu meningkatkan aliran darah kebagian tubuh yang mengalami cedera, meningkatkan pengiriman leukosit dan antibiotik ke daerah luka, meningkatkan pergerakan zat sisa dan nutrisi, meningkatkan relaksasi otot dan mengurangi nyeri akibat kekakuan otot (Wurangian, 2. Terapi Herbal Compress Ball atau Luk Prakob telah digunakan di Thailand selama ratusan tahun sebagai terapi tradisional Thailand atau pun sebagai terapi modalitas yang berdiri sendiri dalam Efek Herbal Compress Ball berasal dari . konduksi panas untuk meningkatkan aliran darah regional ke daerah yang terkena, . anti inflamasi efek dari bahan herbal, . relaksasi efek minyak atsiri aromatik dari bahan herbal. Kandungan Herbal Compress Ball bervariasi tergantung tersedianya ramuan tumbuhan dari setiap daerah. Namun pada umumnya bahan herbal utama dalam Herbal Compress Ball adalah jahe (Zingiber cassumuna. , kunyit (Curcuma longa L) dan camphor. Penurunan nyeri osteoartritis dan nyeri otot tidak berbeda dengan obat anti inflamasi nonsteroid lainnya, latihan lutut, dan kompres panas. Namun pengurangan nyeri otot dari Herbal Compress Ball lebih tinggi dan memiliki manfaat relaksasi terhadap lansia (Dhippayom, 2. Penelitian ini bertujuan untuk Pengaruh herbal compress ball terhadap penurunan nyeri otot pada lansia. METODE PENELITIAN Berdasarkan permasalahan yang diteliti maka penelitian ini menggunakan rancangan pra-pasca tes dengan penelitian . ne-group pre-post test desig. Pada desain ini terdapat pre test sebelum diberi Dengan demikian hasil Jurnal Kesehatan Abdurahman Palembang Volume 13 Nomor1 Maret 2024 Miftah Apriani, dkk perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum dan sesudah diberi perlakuan (Polit, 2. Populasi yang akan diteliti sebanyak 147 lanjut usia. Ukuran sampel untuk penelitian jika yang digunakan penelitian eksperimen adalah jumlah sampel masing-masing kelompok perlakuan antara 10 hingga 20 sampel (Sani, 2. Tahapan dalam penelitian meliputi. editing, coding, scoring, tabulating dan entry data. Dengan menganalisa data secara univariat dan Compress Ball adalah mengalami perubahan nilai skala nyeri otot, dengan hasil nilai terendah adalah 6 mengalami penurunan nyeri otot menjadi nyeri ringan . kala nyeri 1-. dari 6 orang . %) responden sebelumnya yang mengalami nyeri berat terkontrol . kala nyeri 7-. dan hasil nilai tertinggi kategori tidak ada nyeri . kala nyeri . sebanyak 9 orang . %) responden dari 9 orang . %) mengalami nyeri sedang . kala nyeri 4-. Nyeri pada otot dapat berkurang akibat dari efek pemberian terapi panas terhadap tubuh sehingga meningkatkan aliran darah ke bagian tubuh yang mengalami cedera, meningkatkan pengiriman leukosit dan antibiotik ke daerah luka, meningkatkan relaksasi otot dan mengurangi nyeri akibat spasme atau kekakuan, meningkatkan aliran darah dan meningkatkan pergerakan zat sisa dan nutrisi (Wurangian, 2. Terapi Herbal Compress Ball yang digunakan dalam keadaan hangat mengakibatkan pori-pori kulit terbuka, kemudian mentransfer panas dan kandungan dari bahan-bahan herbal jahe, kunyit, dan camphor yang berfungsi sebagai antiiflamasi dan analgesik untuk mengobati nyeri pada Selain manfaat tersebut kandungan bahan herbal dalam Herbal Compress Ball juga memberi efek menyelaraskan energi dalam tubuh, merilekskan tubuh, melonggarkan penyumbatan asam laktat, dan mempercepat penyembuhan luka sehingga nyeri otot yang dialami lebih cepat menurun. Bau harum yang khas dari Herbal Compress Ball juga memberikan efek aromaterapi kepada Efek aromaterapi dari Herbal Compress Ball berfungsi merilekskan pikiran sehingga responden tidak terlalu berfokus pada nyeri yang sedang PEMBAHASAN Skala nyeri otot pre intervensi Herbal Compress Ball Dalam penelitian ini bahwa skala nyeri otot yang dialami oleh responden pre intervensi Herbal Compress Ball adalah 6 orang . %) responden dengan nyeri berat terkontrol . kala nyeri 7-. dan sebanyak 9 orang . %) responden dengan kategori nyeri sedang . kala nyeri 4-. Nyeri merupakan perasaan tidak nyaman, baik ringan mau pun berat yang hanya dapat dirasakan oleh individu tersebut tanpa dapat dirasakan oleh orang lain, mencakup pola pikir, aktivitas seseorang secara langsung dan perubahan hidup seseorang. Nyeri merupakan tanda dan gejala penting yang dapat menunjukkan telah terjadi gangguan fisiologis (Priyoto, 2. Para melakukan pergerakan karena merasa sakit terus menerus pada ototAeotot tubuh, baik saat kegiatan bangun tidur, duduk, ataupun karena penyakit seperti asam urat, rematik, dan nyeri punggung bawah yang juga sedang dialami. Namun lansia sering gagal dalam menyampaikan nyeri yang sedang dirasakan karena tidak mampu menjelaskan karakteristik nyeri Akhirnya nyeri yang sering dialami diabaikan oleh lansia. Anggapan yang sama terus berlangsung sehingga menjadi keyakinan para lansia bahwa penyebab nyeri otot yang sering dialami karena mereka sudah tua dan tidak perlu melakukan pengobatan secara medis. Skala Nyeri Otot Post Intervensi Herbal Compress Ball pada Lansia Dalam penelitian ini bahwa dilihat bahwa skala nyeri otot yang dialami responden post intervensi Herbal Pengaruh Herbal Compress Ball terhadap penurunan nyeri otot pada Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 15 orang responden, didapatkan data bahwa ada perubahan skala nyeri otot pada responden intervensi Herbal Compress Ball. Pada tahap pre intervensi Herbal Compress Jurnal Kesehatan Abdurahman Palembang Volume 13 Nomor1 Maret 2024 Miftah Apriani, dkk Ball mayoritas nyeri otot yang dialami responden dengan kategori nyeri sedang . kala nyeri 4-. sebanyak 9 orang . %) responden dan nyeri berat terkontrol . kala nyeri 7-. sebanyak 6 orang . %) Pada tahap post intervensi Herbal Compress Ball didapatkan responden tidak merasakan nyeri . kala nyeri . sebanyak 9 orang . %) responden dan sebanyak 6 orang . %) responden dengan kategori nyeri ringan . Data yang telah dikumpulkan dilakukan uji normalitas yang terdiri atas uji histogram. Kolmogorov. Shapirowilkskewness dan kurtosis. Nyeri yang dialami oleh lansia merupakan gangguan fisiologis. Dimana mengakibatkan lansia menjadi terganggu dalam melakukan aktifitas, bahkan sampai kesulitan dalam memenuhi kebutuhan untuk tidur karena terganggu dengan nyeri yang sedang dialami. Namun lansia tidak dianjurkan terus menerus mengonsumsi analgesik untuk menghilangkan nyeri. Pada penelitian ini, peneliti berasumsi bahwa penggunaan Herbal Compress Ball sangat baik dianjurkan kepada lansia menurunkan nyeri otot. Penggunaan terapi Herbal Compress Ball kepada lansia bermanfaat dalam mengurangi dampak negatif penggunaan terapi Lansia sangat rentan terhadap komplikasi dari obat-obatan karena telah mengalami penurunan fungsi organ tubuh untuk merespon dengan baik obat-obatan yang masuk kedalam tubuh. Salah satu dampak negatif penggunaan Dengan penggunaan terapi Herbal Compress Ball nyeri otot pada lansia dapat menurun tanpa menimbulkan komplikasi lain yang dapat memperburuk keadaan lansia. PENUTUP Kesimpulan dari penelitian ini adalah: Dalam penelitian terhadap 15 orang . %) responden yang mengalami nyeri otot pre intervensi Herbal Compress Ball, terdapat 9 orang . %) responden yang mengalami nyeri sedang dengan skala nyeri 4-6. Dalam penelitian terhadap 15 orang . %) responden yang mengalami nyeri otot post intervensi Herbal Compress Ball, terdapat 9 orang . %) responden tidak ada nyeri dengan skala nyeri 0. Ada pengaruh signifikan Herbal Compress Ball terhadap penurunan nyeri otot pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai tahun 2018 dengan nilai p = 0,000 . <0,. Diharapkan pasien menggunakan Herbal Compress Ball yang diberikan oleh peneliti dalam mengatasi masalah nyeri apa bila sedang mengalami nyeri otot, sehingga pasien merasa efek relaksasi dan nyeri otot menurun DAFTAR PUSTAKA