Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL ANALISIS STRATEGI SMK3 BERKELANJUTAN DENGAN PENDEKATAN SWOT PADA KONTRAKTOR LISTRIK DI PADANG RIREN PRIMAYOTA1. NAFRYZAL CARLO2. HELDI3 Magister Teknik Sipil. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta1,2,3 Email: rirenprimayota1983@gmail. com1, carlo@bunghatta. id2, enstenheldi@gmail. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abstract: The lack of workers' understanding of the importance of OHS (Occupational Health and Safet. contributes to the high rate of workplace accidents in electrical projects. This study aims to identify internal and external factors affecting the implementation of OHS Management Systems (SMK. among electrical contractors and to formulate strategies using SWOT analysis. Data was collected through observations and questionnaires, then analyzed using IFAS. EFAS. IE Matrix, and SWOT. The IE Matrix results indicate that the company is in the "Growth and Build" category with an IFAS score of 3. 8835 and an EFAS score of 4. 0000, reflecting significant external pressures and opportunities for growth. Recommended strategies include improving SMK3 practices and intensifying SMK3 program development. SWOT strategies include: . S-O Strategy: enhancing SMK3 implementation and increasing workforce competency. W-O Strategy: providing OHS training for workers. S-T Strategy: conducting education and outreach on SMK3 implementation. W-T Strategy: developing detailed and strict OHS regulations. This approach aims to reduce workplace accidents. Keywords: Implementation Strategy. SMK3. IFAS. EFAS. SWOT Abstrak: Kurangnya pemahaman pekerja tentang pentingnya K3 menyebabkan tingginya angka kecelakaan kerja di proyek kelistrikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi penerapan SMK3 pada kontraktor listrik serta merumuskan strategi penerapannya menggunakan analisis SWOT. Data diperoleh melalui observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan IFAS. EFAS. Matriks IE, dan SWOT. Hasil Matriks IE menunjukkan perusahaan berada di sel "Growth and Build" dengan skor IFAS 3,8835 dan EFAS 4,0000, menandakan tekanan eksternal yang besar serta peluang pertumbuhan. Strategi yang disarankan mencakup peningkatan praktek SMK3 dan pengembangan program SMK3 intensif. Strategi SWOT meliputi: . Strategi S-O: meningkatkan penerapan SMK3 dan kompetensi SDM. Strategi W-O: memberikan pelatihan K3 bagi tenaga kerja. Strategi S-T: edukasi dan sosialisasi penerapan SMK3. Strategi W-T: merancang aturan rinci dan ketat terkait K3. Pendekatan ini diharapkan menurunkan risiko kecelakaan kerja. Kata kunci : Strategi. SMK3. IFAS. EFAS. SWOT Pendahuluan Pesatnya pertumbuhan pembangunan di Indonesia sebagai negara berkembang . ada saat ini menuju negara maj. serta banyaknya usaha jasa kontraktor listrik terutama pelaksana pembangunan infrastruktur kelistrikan tentu melibatkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Hal ini jelas perlu penanganan serius dan tersistem terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K. karena menyangkut jiwa manusia yang bekerja pada pelaksanaan kelistrikan. Hal ini disebabkan pelaksanaan kelistrikan pada setiap item pekerjaan mengandung potensi resiko yang membahayakan pekerja tersebut. Perusahaan Kontraktor listrik adalah perusahaan yang bertanggung jawab untuk pemasangan, perbaikan, dan perawatan instalasi listrik. Fungsi utama kontraktor listrik adalah untuk memastikan suatu bangunan memenuhi standar keselamatan dan keamanan. Kontraktor listrik juga bertanggung jawab untuk memastikan instalasi listrik berfungsi dengan baik dan efisien. Berdasarkan peraturan menteri ketenagakerjaan No. 12 tahun 2015 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Listrik ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL ditempat kerja, pengusaha dan/atau pengurus wajib melaksanakan K3 dibidang listrik ditempat kerja . Meskipun bahaya listrik bukan penyebab utama cedera dan kecelakaan di tempat kerja, namun dampaknya sangat fatal dan merugikan. Berdasarkan data Occupational Safety and health Administration (OSHA) Antara tahun 2011 dan 2022, terdapat total 1. 322 kematian di tempat kerja yang disebabkan oleh listrik. Dimana 70% kematian terjadi pada pekerjaan yang tidak berhubungan dengan listrik, 30% kematian akibat listrik di tempat kerja terjadi pada pekerjaan yang berhubungan dengan listrik serta 6% dari seluruh kematian disebabkan oleh kontak dengan Listrik . Faktor kecelakaan kerja listrik yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat kematian yaitu sifat cedera . istrik dan non listri. , bagian tubuh yang cedera, jenis proyek, sumber cedera . eralatan atau matetia. , penyebab cedera, dan jenis kejadian (P Gholizadeh, et. all, 2. Penyebab beberapa perusahaan tidak bisa menerapkan SMK3 adalah perusahaan tidak mempunyai dana khusus untuk K3 di proyek, tenaga kerja yang tidak disiplin cendrung mengabaikan APD dalam pekerjaan dan tidak adanya tenaga ahli K3 . Berdasarkan penelitian . yang berjudul AuFaktorAeFaktor Penyebab Rendahnya Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (Smk. Pada Perusahaan Bidang Pekerjaan KonstruksiAy menjelaskan FaktorAefaktor penyebab rendahnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. pada perusahaan bidang pekerjaan konstruksi yaitu pemenuhan peraturan perundangan, komitmen kebijakan K3, manusia dan lingkungan, anggaran atau keuangan, serta dukungan dari pemerintah. Terdapat beberapa kendala dalam implementasi SMK3, seperti kurangnya pemahaman tentang konsep SMK3, kurangnya sumber daya, dan resistensi terhadap perubahan. Tujuan penelitian ini mengidentikasi faktor internal dan eksternal perusahaan yang mempengaruhi penerapan SMK3 serta menemukan strategi yang tepat dengan menimbang faktor internal dan eksternal menggunakan analisis SWOT sehingga SMK3 dapat diterapkan secara maksimal. Terdapat 5 strategi untuk meningkatkan penerapan SMK3 pada PT. PLN (Perser. yaitu Penguatan komitmen untuk meningkatkan implementasi SMK3. Peningkatan Konsistensi dalam penerapan SMK3. Penyempurnaan perangkat aturan/prosedur dengan memuat aspek K3 secara rinci. Peningkatan program edukasi dan sosialisasi secara komprehensif dan Penegakan sanksi terhadap pelanggaran aturan K3. Perusahaan perlu mengkader lebih banyak SDM yang berkompeten dalam bidang K3 untuk mengantisipasi rotasi dan promosi pegawai akibat organisasi perusahaan yang dinamis . Berdasarkan . , melakukan penelitian berjudul AuStrategi Penerapan Keselamatan Kesehatan Kerja Pada Cabang Perusahaan Pergudangan: Menggunakan Metode Analisis SWOT dan AHPAy, menyimpulkan bahwa kondisi penerapan K3 pada cabang perusahaan pergudangan membutuhkan strategi Grow and Build yaitu perlu pengembangan secara intensif dan integrasi dan strategi prioritas adalah pengembangan sistem K3 dan integrasi horizontal sistem K3. Metodologi Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah suatu metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat positivisme, sebagai metode ilmiah atau scientific karena telah memenuhi kaidah ilmiah secara konkrit atau empiris, obyektif, terukur, rasional, serta sistematis . Penelitian ini dilakukan pada kontraktor listrik di kota Padang. Kualifikasinya untuk kontraktor kecil dan menengah. Terdapat 5 kontraktor dengan kualifikasi menengah dan 34 kualifikasi kecil. Kontraktor dengan kualifikasi kecil dan menengah dipilih karena mereka belum sepenuhnya menerapkan SMK3 sementara pekerjaan yang mereka lakukan memiliki resiko yang besar. Data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu data primer yang diperoleh secara langsung dengan melakukan pengamatan ke lapangan dan menyebarkan kuesiner kepada Direktur Perusahaan. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Ahli K3 dan penanggung jawab teknik perusahaan. Data sekunder diperoleh dari buku, artikel penelitian terdahulu serta dokumen-dokumen lainnya yang berhubungan dengan topik penelitian Observasi dillapangan bertujuan untuk mengetahui kondisi riil fasilitas dan penerapan K3 Kusioner diberikan kepada Direktur perusahaan sebagai penanggung jawab terpenuhinya hak dan kewajiban pekerja, ahli K3 sebagai yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi dalam bidang K3 serta penanggung jawab teknik yang mengetahui ada tidaknya penerapan K3 oleh pekerja di lapangan. Sebelum kuesioner disebarkan, peneliti melakukan analisa pakar terhadap 3 orang yang menurut peneliti dianggap mampu dalam memberikan masukan tentang penerapan SMK3 pada kontraktor listrik. Uji validitas terhadap kuesioner yang disebarkan untuk menilai apakah pernyataan dari faktor dan variabel yang mempengaruhi penerapan SMK3 valid atau tidak valid. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuesioner dapat mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner. Uji reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu kuesioner dapat dipercaya atau KMO merupakan suatu uji untuk menunjukkan apakah metode sampling yang digunakan memenuhi syarat ataukah tidak, yang berimplikasi apakah data dapat dianalisis lebih lanjut . Pembahasan dan Analisa Internal Factor Analysis Summary (IFAS) Berdasarkan beberapa literatur, ditemukan 17 faktor yang mempengaruhi penerapan SMK3 pada kontraktor listrik. Sebelum kuesioner dibuat, dilakukan validasi kepada 3 orang pakar guna memastikan bahwa faktor tersebut sesuai dengan situasi di lokasi penelitian. Hasil dari validasi pakar, dirumuskan 8 faktor yang mempengaruhi penerapan SMK3 pada kontraktor listrik. Dari 8 faktor internal tersebut terdiri dari 4 faktor kekuatan dan 4 faktor kelemahan kontraktor, sebagaimana ditunjukan pada tabel 1. Tabel 1. Faktor-faktor internal penerapan SMK3 No. Indikator Kekuatan Simbol Kepemimpinan. Komitmen kebijakan K3 Perusahaan Sistem manajemen K3 perusahaan telah terintegrasi dan Perbaikan Sarana dan Prasarana K3 SDM yang berkualitas dan Insentif internal . enghargaan bagi karyawa. No. Indikator Kelemahan Simbol Company size dan Anggaran bidang K3 cukup Prosedur dan aturan Penegakan sanksi bagi pelanggar Promosi. Sosialisasi K3. Komunikasi Budaya K3 Penelitian . menyatakan bahwa kepemimpinan, komitmen manajemen Perusahaan dalam mencapai zero accident melalui 7 komitmen kelselamatan kerja yakni : siap SDM yang kompeten, siap sistem yang terintegrasi, siap APD, siap tools, siap job safety analysis, siap rambu-rambu, dima terlihat melalui manajemen perusahaan yang terkait K3 dimana didalamnya terdapat rencana kerja anggaran perusahaan. Berdasarkan 8 faktor yang dinyatakan valid oleh pakar,dengan program SPSS dilakukan juga uji validitas. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Perhitungan bobot faktor internal Perhitungan bisa dilakukan setelah tabulasi data hasil kuesioner. Contoh perhitungan pengolahan data kuesioner dan bobot untuk faktor internal: Faktor kekuatan pada No. 1 didapat dari total jawaban 98 responden yaitu . = 410, dan untuk perhitungan bobot pada faktor kekuatan No. 1 didapat dari total jawaban 98 responden dibagi dengan total pengolahan data kuisioner, contoh perhitungannya yaitu Bobot = 410/ 3213 = 0. dan seterusnya. Company size dan anggaran k3 merupakan kelemahan terbesar perusahaan. Faktor yang menyebabkan rendahnya penerapan K3 adalah pengetahuan rendah, belum ada pelatihan dan tidak ada anggaran . Perhitungan matrik IFAS Perhitungan matrik IFAS merupakan perhitungan menggunakan bobot, rating dan skor dimana jumlah bobot tidak melebihi 1. 00 dan menghitung nilai rating masing-masing faktor dengan memberi skala 1 . idak pentin. sampai dengan skala 4 . angat bai. Berikut adalah tabel perhitungan matrik IFAS Tabel 2. Perhitungan matrik IFAS Pengolahan Indikator 0,1276 0,5104 0,1261 0,5044 0,1229 0,4916 0,1223 0,4892 Total kekuatan 0,1292 0,5168 0,125 0,1161 0,3483 0,1307 0,5228 Total skor kelemahan Total skor internal Berdasarkan tabel 2 diatas, hasil analisis Matriks IFAS untuk elemen kekuatan memperoleh skor sebesar 1,9956, sedangkan untuk elemen kelemahan memperoleh skor sebesar 1,8879. Nilai total skor kekuatan yang lebih besar dibandingkan kelemahan menunjukkan bahwa dalam menerapkan SMK3, kontraktor listrik mampu memanfaatkan kekuatan internalnya dan mampu mengatasi kelemahan yang Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS) Analisis faktor strategis eksternal terdiri dari peluang dan ancaman difokuskan pada kondisi yang ada dan kecenderungan yang muncul dari luar perusahaan, tetapi dapat memberi pengaruh atas keberhasilan penerapan SMK3. EFAS merupakan kesimpulan analisis dari berbagai faktor eksternal yang mempengaruhi keberlangsungan perusahaan dalam menerapkan SMK3. Berdasarkan beberapa literatur, ditemukan 10 faktor eksternal yang mempengaruhi penerapan SMK3. Setelah divalidasi oleh pakar, maka diambil 7 faktor yang relevan dengan kondisi saat ini. Faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3: Faktor-faktor Eksternal penerapan SMK3 No. Indikator peluang Simbol Dukungan dan otoritas K3 dari pemerintah dan Penghargaan K3 dari pemerintah ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Peraturan perundangan-undangan tentang kewajiban melaksanakan SMK3 No. Sertifikasi audit eksternal dan Citra perusahaan Indikator ancaman Simbol Tekanan dari pelanggan. Kompetisi pasar Perubahan sistem kerja sebagai akibat perkembangan Bencana Alam Merujuk pada . dalam penelitiannya menjelaskan bahwa keberhasilan penerapan SMK3 perusahaan dipengaruhi oleh lingkungan luar perusahaan. Faktor peluang nya terdiri dukungan keamanan pemerintah, regulasi pemerintah tentang kewajiban melaksakan SMK3, penghargaan dari pemerintah, adanya sertifikat K3 dan keberhasilan menjadi sarana promosi perusahaan. Dengan kondisi saat ini banyak juga ancaman yang akan mempengaruhi keberhasilan SMK3 seperti aktivitas pihak ketiga dilingkungan perusahaan, berkurangnya SDM yang kompeten dalam bidang K3, bencana alam,jarak transportasi dan logistik yang cukup . Berdasarkan 7 faktor yang dinyatakan valid oleh pakar,dengan program SPSS dilakukan juga uji validitas. Perhitungan bobot faktor eksternal Perhitungan bisa dilakukan setelah tabulasi data hasil kuesioner. Contoh perhitungan pengolahan data kuesioner dan bobot untuk faktor eksternal: Faktor peluang pada No. 1 didapat dari total jawaban 98 responden yaitu . = 386, dan untuk perhitungan bobot pada faktor peluang No. 1 didapat dari total jawaban 98 responden dibagi dengan total pengolahan data kuisioner, contoh perhitungannya yaitu Bobot =3861/ 822 = 0. dan seterusnya. Berdasarkan perhitungan bobot faktor eksternal, dapat dilihat bobot dari indikator peluang adalah 0,427 sedangkan indikator ancaman 0,573. Perubahan sistem kerja sebagai akibat perkembangan teknologi menempati peringkat tertinggi yaitu 0,1531 sebagai ancaman terhadap penerapan SMK3. Teknologi yang canggih yang dalam pengoperasiannya tidak dipahami oleh pekerja, tidak adanyaSOP dan bahaya peralatan yang digunakan menyebabkan kecelakaan kerja sehingga SMK3 tidak berjalan dengan semestinya . Kemajuan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam cara bekerja, berkomunikasi, dan menjalankan bisnis, namun kemajuan ini akan muncul tantangan baru terkait dengan aspek K3 yang perlu dipahami dan diatasi dengan serius . Perhitungan matrik EFAS Perhitungan matrik EFAS merupakan perhitungan menggunakan bobot, rating dan skor dimana jumlah bobot tidak melebihi 1. 00 dan menghitung nilai rating masing-masing faktor dengan memberi skala 1 . idak pentin. sampai dengan skala 4 . angat bai. Berikut adalah tabel perhitungan matrik EFAS Tabel 4: Perhitungan Matrik EFAS Pengolahan Indikator 0,1368 0,5471 0,1513 0,6052 0,1389 0,5556 Total Peluang 0,1407 0,5627 0,1364 0,5457 ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Indikator Pengolahan 0,1531 0,1428 0,6123 0,5712 Total Ancaman Total skor eksternal Hasil analisis Matriks EFAS untuk elemen peluang memperoleh skor sebesar 1. 7080, sedangkan untuk elemen ancaman memperoleh skor sebesar 2. Nilai total skor ancaman yang lebih besar dibandingkan peluang menunjukkan bahwa dalam menerapkan SMK3, kontraktor listrik mendapatkan ancaman yang lebih besar dari luar walaupun peluang untuk kemajuan perusahaan juga Matrik IE Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada lingkungan internal dan eksternal penerapan SMK3 pada kontraktor listrik di Padang tahap input maka dihasilkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasil analisis tersebut kemudian dipadukan untuk mengembangkan Matriks IE dan menghasilkan alternatif strategi yang dapat diterapkan pada kontraktor listrik dalam menerapkan SMK3. hasil skor IFAS 3. 8835 dan EFAS 4. 0000, dapat digambarkan dalam bentuk matrik IE sebagai Gambar 1: Matrik IE Growth and Build Perusahaan yang berada di sel 1 ini memiliki tekanan eksternal yang besar dan sedang mencoba untuk tumbuh dan membangun melalui strategi intensif. Strategi yang bisa dilakukan diterapkan bagi kontraktor listrik seperti: peningkatann dalam praktek SMK3 dan pengembangan program SMK3 yang lebih intensif. Berdasarkan peneltian . bahwa posisi PT. Holcim Indonesia berada pada sel I, yang digambarkan sebagai tumbuh dan berkembang. Strategi yang intensif seperti halnya penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk atau strategi integratif bisa menjadi alternatif strategi bagi PT. Holcim Indonesia. Analisa SWOT Matrik SWOT digunakan untuk mendapatkan kemungkinan alternatif strategis bagi kontraktor listrik dalam implementasi SMK3 yang didasarkan pada kekuatan dan kelemahan yang ada, untuk menghadapi peluang dan ancaman yang akan datang. Strategi-strategi yang dapat direkomendasikan berdasarkan kondisi internal dan eksternal kontraktor listrik di Padang disimpulkan dalam bentuk Tabel 5: Strategi SWOT Kekuatan . Kelemahan . A Kepemimpinan,Komitmen A Company dan kebijakan K3 Perusahaan Anggaran bidang K3 cukup A Sistem K3 A Prosedur perusahaan telah terintegrasi Penegakan sanksi bagi dan Perbaikan berkelanjutan ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL A A Peluang . A Dukungan dan otoritas K3 dari pemerintah dan Penghargaan K3 dari pemerintah A Peraturan melaksanakan SMK3 A Sertifikasi eksternal dan Citra Ancaman . A Tekanan A Kompetisi pasar A Perubahan kerja sebagai akibat A Bencana Alam Sarana dan Prasarana K3 A Promosi. Sosialisasi K3. Komunikasi K3 SDM yang berkualitas dan Insentif internal . enghargaan A Budaya K3 bagi karyawa. Strategi S-O Strategi W-O A Meningkatkan komitmen A Meningkatkan konsistensi implementasi SMK3 implementasi SMK3 secara berkelanjutan bagi seluruh A Mencetak lebih banyak SDM bersertifikat dalam bidang K3 A Memberikan pelatihan dan guna memenuhi kebutuhan pendidikan terkait K3 SDM untuk meraih pangsa kepada tenaga kerja A Melengkapi A Pemanfaatan prosedur kerja dengan terbaru untuk mencapai target aspek K3 secara rinci yang baik dalam bidang K3 A Menggunakan promosi untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen kebijakan K3 Strategi S-T Strategi W-T A Melakukan dan A Membuat rancangan sistem pelatihan yang terencana sehingga dapat menjawab implementasi SMK3 perubahan organisasi A Melengkapi dan A Membuat perangkat aturan prasarana guna mendukung yang memuat aspek K3 tercapainya kondisi aman dan secara rinci dan ketat program A Penguatan program inspeksi k3 dan safety patrol A Meningkatkan pelayanan A Penegakan sanksi terhadap pelanggaran aturan K3 Strategi yang cocok diterapkan adalah strategi penguatan dan pengembangan seperti: Strategi S-O Meningkatkan implementasi SMK3 untuk mempertahankan penghargaan Zero Acident dan pencapaian Bendera Emas guna meningkatkan citra dan daya saing perusahaan . Citra perusahaan terbentuk oleh banyak hal. Hal-hal positif yang dapat meningkatkan citra suatu perusahaan antara lain adalah sejarah atau riwayat hidup perusahaan yang gemilang, keberhasilan-keberhasilan di bidang keuangan yang pernah diraihnya, sukses ekspor, hubungan industri yang baik, reputasi sebagai pencipta lapangan kerja dalam jumlah yang besar, kesediaan turut memikul tanggungjawab sosial, komitmen mengadakan riset. Maka dengan bagusnya citra kontraktor listrik, dapat memanfaatkan peluang ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL tersebut untuk kemajuan perusahaan . Mencetak lebih banyak SDM yang kompeten dan bersertifikat dalam bidang K3 guna memenuhi kebutuhan SDM untuk meraih pangsa pasar. Kegiatan peningkatan kompetensi ahli K3 menjadi penting dilaksanakan, agar dari penerapan K3 ditempat kerja tercapai nihil kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja . Pemanfaatan Teknologi terkini untuk mencapai Best Practice dalam bidang K3, contoh teknologi yang digunakan untuk meningkatkan K3 seperti Internet of Things(IoT). Virtual Reality(VR) dan Augmented Reality (AR). Eksoskeleton . engurangi beban fisik dan bahaya bagi pekerj. dan sebagainya . Strategi W-O Meningkatkan Konsistensi implementasi SMK3 secara berkelanjutan bagi seluruh karyawan dan orang lain . ermasuk pihak ke-3 dan tam. di lingkungan perusahaan Memberikan pendidikan dan pelatihan terkait K3 kepada tenaga kerja untuk meningkatkan kompetensi dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja Melengkapi semua prosedur kerja dengan aspek K3 secara jelas untuk mencapai kondisi yang aman dan andal bagi instalasi, manusia, mahluk hidup lainnya serta ramah Meningkatkan kesadaran K3 di tempat kerja bukan hanya tanggung jawab pihak manajemen, namun juga seluruh pekerja. cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran k3 diantaranya : pelatihan dan pendidikan K3 berkala, melibatkan karyawan dalam menetapkan standar K3, komunikasi dan kampanye K3 yang efektif, menciptakan budaya K3 yang positif, meyediakan peralatan K3 yang memadai . Strategi S-T Melakukan edukasi dan sosialisasi secara komprehensif terkait implementasi SMK3 Penegakan sangsi terhadap pelanggaran aturan K3. Melengkapi sarana dan prasana guna mendukung tercapainya kondisi aman dan membuat program pemeliharaannya secara Pelanggaran regulasi K3 dapat memiliki konsekuensi yang serius, baik bagi pekerja maupun kelangsungan operasional perusahaan . Oleh karena itu, mematuhi regulasi K3 dan membangun budaya K3 yang kuat ditempat kerja merupakan langkah penting yang harus diambil oleh setiap perusahaan. Strategi W-T Membuat rancangan Sistem pelatihan yang terencana sehingga dapat menjawab perubahan Membuat perangkat aturan yang memuataspek K3 secara rinci dan ketat Penguatan kembali program Inspeksi K3 dan safety patrol Perusahaan perlu melakukan upaya untuk mencegah terjadinya keselakaan kerja, salah satu nya adalah dengan melakukan inspeksi K3. Inspeksi K3 bertujuan untuk mengendalikan dan mengawasi sumber bahaya-bahaya K3, permasalahan dapat dideteksi lebih awal, resolusi sebelum kecelakaan terjadi dan menjamin agar setiap tempat kerja berjalan sesuai dengan standar yang ada . Penutup Faktor internal . ekuatan dan kelemaha. dan eksternal . eluang dan ancama. yang mempengaruhi penerapan SMK3 pada kontraktor listrik di Padang dianalisa dengan menggunakan analisa IFAS dan EFAS. Dari hasil analisa, skor IFAS=3. 89475 dan EFAS=4. 0000 dibuatkan matrik IE. Dimana posisi kontraktor listrik dalam menerapkan SMK3 berada di posisi sel 1 . row and buil. Hal ini menunjukkan bahwa posisi internal maupun eksternal perusahaan dalam kondisi yang sangat potensial untuk mendukung strategi peningkatan program implementasi SMK3. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Strategi yang dapat diterapkan berdasarkan faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Perusahaan serta peluang dan ancaman dari luar Perusahaan yang mempengaruhi SMK3 kontraktor Listrik diantaranya meningkatkan komitmen untuk implementasi SMK3, meningkatkan konsistensi implementasi SMK3 secara berkelanjutan bagi seluruh pekerja, memberikan pelatihan dan pendidikan terkait K3 kepada tenaga kerja, penegakan sanksi terhadap pelanggaran aturan K3, dan melengkapi semua prosedur kerja dengan aspek K3 secara rinci. Daftar Pustaka