SISTEM PERAMALAN PERSEDIAAN BARANG MENGGUNAKAN METODE WEIGHT MOVING AVERAGE (STUDI KASUS : GOEDS CONCEPT STORE) Fitri Anindita. Ni Kadek Ariasih . Ni Made Mila Rosa Desmayanti . Eddy Hartono . Program Studi Informatika . Fakultas Teknologi dan Informatika Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia . kdariasih@instiki. eddyhartono@instiki. ABSTRACT Concept Store, an MSME business in the retail sector, faces challenges in predicting stock needs. Currently, they only rely on an assumption-based approach from previous sales without technological This study proposes the implementation of an inventory forecasting system using the Weight Moving Average (WMA) method for the Goeds Concept Store. This method was chosen because of its superiority in responding to trend changes better than other methods. Based on related research, the application of WMA has succeeded in providing a level of forecasting accuracy of 82% in the context of inventory management. Thus, the proposed system is expected to help Goeds Concept Store overcome the problem of excess and shortage of stock, as well as increase efficiency in managing their inventory Keywords: stock of goods, weight moving average, forecasting. ABSTRAK Goeds Concept Store, bisnis UMKM di sektor ritel, menghadapi tantangan dalam memprediksi kebutuhan stok. Saat ini, mereka hanya mengandalkan pendekatan berbasis asumsi dari penjualan sebelumnya tanpa dukungan teknologi. Penelitian ini mengusulkan penerapan sistem peramalan persediaan menggunakan metode Weight Moving Average (WMA) untuk Goeds Concept Store. Metode ini dipilih karena keunggulannya dalam merespon perubahan tren lebih baik dibandingkan metode Berdasarkan penelitian terkait, penerapan WMA telah berhasil memberikan tingkat akurasi perkiraan sebesar 82% dalam konteks manajemen persediaan. Dengan demikian, sistem yang diusulkan diharapkan dapat membantu Goeds Concept Store mengatasi masalah kelebihan dan kekurangan stok, serta meningkatkan efisiensi dalam mengelola persediaan merekat. Kata Kunci: Stok barang. Berat rata-rata pergerakan. Peramalan. suatu perusahaan atau organisasi merupakan hal yang vital (Ali dan Bintang, 2. Kegiatan restocking ini juga dilakukan oleh perusahaan Goeds Concept Store. Goeds Concept Store adalah sebuah usaha UMKM yang bergerak dibidang retail. Usaha ini adalah suatu perusahaan yang menjual produk- produk seperti hoodie, sweater, kemeja unisex, kaos unisex, tas, dan berbagai macam Goeds Concept Store memiliki konsep tentang keberagaman, kebebasan untuk menjadi diri sendiri. Direpresentasikan dengan barang-barang goeds yang tidak monoton hanya dari satu gaya atau pun warna. Dalam proses untuk melakukan stok barang selama ini belum menggunakan teknologi namun hanya PENDAHULUAN Persediaan barang adalah salah satu aktivitas kerja yang penting bagi perusahaan dagang, karena persediaan barang merupakan unsur utama dalam bidang perdagangan. Kesalahan kecil mengenai persediaan barang akan mengakibatkan masalah, baik itu pada penumpukan di gudang maupun kekosongan Persediaan dapat berupa bahan atau barang yang disediakan untuk digunakan oleh perusahaan, baik berupa bahan baku, barang setengah jadi, maupun barang jadi yang disimpan oleh perusahaan sebagai antisipasi terjadinya kekurangan bahan maupun barang dan menjaga kelancaran operasi perusahaan. Kegiatan pembelian persediaan . di 173 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 10. Nomor 3. Oktober 2024 menggunakan pendekatan berdasarkan asumsi dari hasil penjualan sebelumnya. Berdasarkan narasumber Alvia Bhisaksana selaku owner, ada permasalahan yang di alami untuk memprediksi stok barang. Permasalahan yang dialami adalah ketika akan melakukan stok barang owner menggunakan asumsinya sendiri dalam menentukan jumlah barang yang akan di stok dan hanya melihat dari penjualan produk yang laku sebelumnya. Berdasarkan analisa data pelaporan stok barang yang sudah terlampir pada halaman lampiran. Goeds Concept Store mengalami kekurangan stok dan mengalami kelebihan stok. Sehingga terjadinya penumpukan barang karena sering terjadinya kesalahan dalam melakukan prediksi. Berdasarkan dipaparkan, solusi yang diberikan untuk Goeds Concept Store adalah membuat suatu sistem peramalan persediaan barang di Goeds Concept Store untuk membantu memprediksi tingkat kebutuhan barang pada bulan berikutnya. Sistem peramalan persediaan barang yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan metode Weight Moving Average. Keunggulan dari penggunaan metode Weight Moving Average yaitu lebih responsif dalam memprediksi perubahan trend dibandingkan metode lain (Solikin dan Hardini, 2. Berdasarkan jurnal AuPeramalan Stok Semen Di Gudang PT. Cemindo Gemilang Kuala Tanjung Dengan WMA MethodAy yang telah menerapkan metode Weight Moving Average menghasilkan suatu kesimpulan bahwa metode ini cocok untuk diterapkan peramalan persediaan barang dengan hasil ketepatan sebesar 82% (Mawarni, 2. Dengan metode ini maka dibuatlah sistem dengan judul AuImplementasi Sistem Peramalan Persediaan Barang Goeds Concept Store Menggunakan Metode Weight Moving AverageAy. TINJAUAN PUSTAKA Peramalan Peramalan adalah sebuah metode untuk memperhitungkan nilai dimasa yang akan datang dengan menggunakan data dimasa lalu (Prakoso dkk. , 2. Sedangkan peramalan Jay Heizer dan Barry Render . diterjemahkan oleh Hendra Kurnia,Ratna Saraswati dan David Wijaya menyebutkan bahwa peramalan . adalah suatu seni dan ilmu pengetahuan dalam memprediksi peristiwa pada masa yang akan datang (Martantoh dan Agustina, 2. Jenis peramalan Berdasarkan digunakan, peramalan dibedakan menjadi metode kualitatif dan metode kuantitatif. Metode peramalan yang tidak menggunakan data historis masa lalu, lebih didasarkan pada intuisi. Metode kuantitatif merupakan etode peramalan yang menggunakan data historis masa lalu, memanipulasi data historis yang tersedia secara memadai dan tanpa intuisi, metode ini umumnya didasarkan pada analisa statik. Peramalan kuantitatif dapat diterapkan bila tiga kondisi terpenuhi, yaitu informasi mengenai keadaan waktu yang lalu tersedia, informasi itu dapat dikuantitatifkan dalam bentuk data numerik, dan dapat diasumsikan bahwa beberapa aspek dari pola di waktu yang lalu akan berlanjut ke waktu yang akan datang. Metode yang termasuk ke dalam metode kuantitatif, salah satunya adalah metode ratarata bergerak (Moving Averag. (Rakhman. dan Ade, 2. Persediaan Barang Persediaan barang adalah suatu aktiva lancar yang meliputi barang-barang yang merupakan milik perusahaan dengan sebuah maksud supaya dijual dalam suatu periode usaha normal ataupun persediaan barang yang masih dalam pekerjaan sebuah proses produksi maupun persediaan bahan baku yang juga menunggu proses(Ramdhan dkk. , 2. Metode Weight Moving Average Metode WMA digunakan untuk proses prediksi karena metode ini mampu menentukan trend yang akan terjadi berdasarkan dari data-data yang ada sebelumnya. Didalam metode WMA, selain perhitungannya sederhana, bobot yang diberikan berbeda-beda untuk setiap data historis, dengan asumsi data historis yang Anindita. Ariasih. Desmayanti. Hartono. Sistem Peramalan Persediaan Barang Menggunakan. paling terakhir atau terbaru memiliki bobot yang lebih besar dibandingkan data historis yang lama. Keunggulan lainnya dari metode ini adalah pemberian nilai bobotnya dapat disesuaikan (Kusuma dkk. , 2. Dalam metode ini, bobot sangat penting karena setiap data memiliki bobot yang memperkirakan bahwa data yang lebih baru memiliki bobot yang lebih besar daripada data yang lebih lama, adapun langkah-langkah dalam melakukan perhitungan peramalan menggunakan metode Weight Moving Average menurut (Mawarni, 2. Gambar 1. Langkah-langkah perhitungan Weight Moving Average METODE PENELITIAN Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini agar mempermudah penulis dalam penyusunan laporan, terdapat beberapa yaitu : Data Primer Data primer adalah data yang dilakukan secara langsung kepada narasumber. Pengumpulan data primer pada penelitian ini yaitu: Metode Wawancara Berdasarkan narasumber yaitu A. A Gede Alvia Bhisaksana selaku pemilik usaha Goeds Concept Store hasil wawancara tersebut adalah terdapat permasalahan ketika akan melakukan stok Dalam melakukan stok barang dilakukan langsung oleh pihak owner yang dimana dalam melakukan kegiatan stok barang pihak owner hanya melakukan pendekatan berdasarkan asumsi dirinya sendiri dan melihat data penjualan sebelumnya. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya kesalahan dalam menentukan jumlah produk yang akan di stok pada periode berikutnya. Hal tersebut juga mengakibatkan kekurangan dan kelebihan stok produk pada Goeds Concept Store. Metode Observasi Metode observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan secara langsung ke lapangan yang bertujuan untuk mengetahui semua data yang dimiliki dan mengamati sistem yang saat ini sedang berjalan pada Goeds Concept Store. Data tersebut berguna agar penulis bisa mengetahui dan mempelajari terkait peramalan persediaan barang. Data Sekunder Data sekunder yang digunakan penulis dalam mengembangkan sistem adalah dokumen yang berupa dokumentasi dari perusahaan dan dokumen kepustakaan dari penelitian sejenis yang terdahulu. Yang sekiranya dapat membantu peneliti dalam menyelesaikan Metode yang digunakan untuk mendapatkan data sekunder dapat berupa: Metode Dokumentasi Dalam tahap ini pengumpulan data yang dilakuakan dengan melihat beberapa dokumendokumen yang terkait dengan topik penelitian. Dokumentasi yang didapatkan penulis berupa data yang berbentuk scan kepada pihak Goeds Concept Store terdapat pada lampiran tugas akhir ini. 175 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 10. Nomor 3. Oktober 2024 Metode Kepustakaan Metode kepustakaan merupakan metode dalam mengumpulkan data dengan cara melakukan analisis kajian Pustaka sebagai landasan teori. Metode inididapatkan dari buku-buku atau jurnal mengenai sistem peramalan persediaan Teknik pengumpulan data HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi sistem merupakan tahap penerapan sistem berdasarkan hasil mekanisme perancangan yang telah dilakukan. Pada tahap ini dilakukan pengujian usability dimana pengujian dilakukan terhadap tampilan antarmuka apakah sudah sesuai fungsinya dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Implementasi sistem ini meliputi : Admin, tampilan berdasarkan hak akses Implementasinya terdiri atas : login, mengelola data user, mengolah data penjualan. Owner, tampilan berdasarkan hak akses Implementasinya terdiri atas : login, mengolah data peramalan, mengelola laporan hasil peramalan. Halaman Login Pada Gambar 2 merupakan halaman login atau tampilan awal pada sistem saat pengguna mengakses website. Pada halaman utama ini pengguna atau user diminta untuk menginput username dan password yang telah dibuat agar dapat login ke dalam sistem. Sistem ini hanya memiliki dua username dan password yang hanya dapat digunakan admin dan owner. Mengelola Data Penjualan Pada halaman data penjualan, admin dapat melakukan tambah data penjualan dengan memasukan data periode, produk dan jumlah penjualan, kemudian menekan tombol simpan seperti yang terlihat pada gambar 4. Gambar 4 Mengelola Data Penjualan Data Perhitungan Peramalan Pada halaman ini menggambarkan tentang user interface data perhitungan peramalan. Pada halaman ini, user dapat melakukan perhitungan peramalan dengan memasukan produk yg diramal, periode peramalan, kemudian menekan tombol hitung. Berikut merupakan contoh perhitungan pada bobot 3 dengan memilih dasar periode 3 seperti gambar 5. Gambar 2. Halaman Login Mengelola Data produk Pada halaman ini, admin dapat melakukan tambah data produk dengan memasukkan nama produk kemudian menekan tombol tambah produk seperti yang terlihat pada gambar 3. Gambar 3. Mengelola Data Produk Gambar 5. Halaman Data Perhitungan Peramalan Anindita. Ariasih. Desmayanti. Hartono. Sistem Peramalan Persediaan Barang Menggunakan. Pada gambar 6 menunjukkan hasil perhitungan pada bobot 3 yang dimana perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan data 3 bulan sebelumnya yaitu pada bulan Juni 2022 pada produk kaos unisex, dan menghasilkan peramalan pada bulan September 2022 yaitu 40,17 dan mendapatkan nilai MAPE 37. Tabel 1 Perbandingan hasil MAPE MAPE Bobot MAPE Bobot Kaos Unisex Kemeja Unisex Hoodie MAPE Bobot Sweater Tas Acc MAPE Bobot MAPE Bobot Kaos Unisex Kemeja Unisex Hoodie MAPE Bobot Sweater Tas Acc Gambar 6. Hasil peramalan pada bobot 3 Laporan Hasil Perhitungan Peramalan Pada halaman ini menggambarkan tentang user interface data hasil perhitungan akurasi Pada halaman ini, sistem akan menampilkan data hasil perhitungan akurasi peramalan seperti gambar 7. Gambar 7. Halaman Hasil Perhitungan Peramalan Berdasarkan perhitungan akurasi peramalan penulis menggunakan dan Mean Absolute Percent Error (MAPE) yang dimana berdasarkan hasil perbandingan 6 produk yaitu kaos unisex, kemeja unisex, hoodie, sweater, tas, accessories menggunakan bobot 3,4, dan 5 MAPE menggunakan bobot 4. Hasil perbandingan MAPE dapat dilihat pada table 1 berikut. Produk Produk DAFTAR PUSTAKA