Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 EFEK ANTIHIPERLIPIDEMIA EKSTRAK ETANOL BUAH STRAWBERRY (Fragraria x ananassa Duchesn. PADA TIKUS PUTIH DARI DAERAH BANDUNG Nur Rahayuningsih1. Tita Nofianti2 STIKes BTH. Jl. Cilolohan No. 36 Tasikmalaya. West Java. Indonesia email : nur. rahayuridwan@gmail. STIKes BTH. Jl. Cilolohan No. 36 Tasikmalaya. West Java. Indonesia email : titanofianti@rocketmail. Abstract A study on triglycerides levels and total cholesterol activity in rats blood serum. This experiment use 42 rats, they were divided into 6 group . The first group was given by standart treatment of dietary and aquadest, the second group was given by dietary of high fatty and aquadest, the third group was given by simvastatin suspension dose 0. 9 mg /Kg BB, the four group, the five group and the six were orally given by of ethanolic extract strawberry fruit with dose 0. 21 gram/kgBB. 0,425 gram/kgBB. gram/kgBB. Hyperlipidemia was treated with high dietary fatty . rofiltiourasil 9 mg /kgBB and egg yolk 10 ml/Kg BB). The triglycerides, total cholesterol. LDL-cholesterol and HDL-cholesterol levels content determined with GPO (Glycerol-3-Phosphate Oxidas. The result of the research showed that ethanolic extract strawberry fruit 2 weeks can decrease triglycerides, total cholesterol. LDLcholesterol and increased HDL-cholesterol levels. Keywords: strawberry fruit, triglycerides, cholesterol total. LDL-cholesterol and HDL-cholesterol. PENDAHULUAN Gaya hidup dan pola makan masyarakat modern saat ini memicu Konsumsi berlemak, makanan cepat saji . ast foo. dan kurang berolahraga merupakan kebiasaan buruk masyarakat yang dapat diantaranya hiperlipidemia (Ranti etal. Hiperlipidemia peningkatan salah satu atau lebih kolesterol, kolesterol ester, fosfolipid, atau Hiperlipoproteinemia adalah meningkatnya konsentrasi makro molekul lipoprotein yanag membawa lipid dalam Ketidaknormalan lipid plasma dapat menyebabkan pengaruh yang buruk . terhadap koroner, serebro vaskuler, dan penyakit pembuluh arteri perifer (Sukandar et al. , 2. Chyntia . menambahkan penyebab utama penyakit jantung koroner (PJK) adalah Aterosklerosis pembentukan gumpalan darah pada permukaan plak, kemudian mempersempit arteri sehingga menyumbat aliran darah (Bull dan Morelle, 2. Badan kesehatan dunia (WHO) mencatat kematian akibat PJK berkisar antara 7 juta jiwa di seluruh dunia pada tahun 2002, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 11 juta jiwa pada tahun 2020 (Fitriyani S. Muwarni H. WHO juga memprediksi bahwa angka kematian akibat penyakit jantung koroner (PJK) akan mencapai 25 juta orang pada tahun 2030 dan masih menyandang penyakit kematian nomor satu di dunia (Tjandrawinata et al. , 2. Laporan WHO pada tahun 2011, sebanyak 17,5 juta orang meninggal dunia akibat penyakit kardiovaskuler atau 30% kematian dunia (Dewi, 2. Penelitian Muharam menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah (Fragaria Duchesn. dapat menurunkan kadar kolesterol total dalam serum darah tikus. Namun belum ada penelitian lebih lanjut mengenai efek ekstrak etanol strawberry (Fragaria x ananassa Duchesn. terhadap profil lipid. Profil lipid yang penting untuk mendiagnosis hiperlipidemia meliputi Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 parameter kolesterol total, trigriserida. LDL-Kolesterol dan HDL-kolesterol (Wijaya, 1. Berdasarkan hal tersebut maka mengetahui efek ekstrak etanol buah (Fragaria Duchesn. yang berasal dari daerah bandung terhadap parameter-parameter profil lemak yaitu kadar kolesterol total, trigliserida. LDL-kolesterol, dan HDLkolesterol METODE PENELITIAN Determinasi Tumbuhan Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini yaitu buah Strawberry yang Lembang Bandung. Bahan kemudian dipastikan identitasnya dengan melakukan determinasi di Herbarium Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB. Bandung. Pembuatan Ekstrak Etanol Buah Strawberry Pembuatan ekstrak etanol buah strawberry dilakukan dengan cara maserasi yaitu buah strawberry dimasukan ditambahkan etanol 95% selama 3x24 jam kemudian diperoleh ekstrak cair yang selanjutnya dipekatkan dengan rotary evaporator sampai diperoleh ekstrak Skrinning Fitokimia Buah dan Ekstrak Etanol Buah Strawberry Skrinning Fitokimia dilakukan melalui reaksi kimiawi terhadap Alkaloid, flavonoid, tannin, kuinon, monoterpen seskuiterpen dan Saponin Pengujian Aktivitas Antihiperlipidemia Pada metode pengujian ini digunakan larutan PTU 0,02% dan kuning telur sebagai penginduksi yang dapat meningkatkan kolesterol secara endogen dan eksogen. Selama pengujian tikus diberikan minuman dan makanan standar. Pengujian dilakukan pada 5 kelompok tikus jantan galur wistar, pengelompokan tersebut dipilih secara acak dan masingmasing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus C Kelompok I : kelompok normal, diberikan minuman dan makanan C Kelompok II : kelompok kontrol negative, diberikan PTU 0,02% 10 ml/kg BB dan kuning telur 10 ml/kg BB. C Kelompok i : kelompok uji dosis I, diberikan PTU 0,02% 10 ml/kg BB dan kuning telur 10 ml/kg BB. Kemudian diberikan suspensi ekstrak uji dosis I C Kelompok IV : kelompok uji dosis I, diberikan PTU 0,02% 10 ml/kg BB dan kuning telur 10 ml/kg BB. Kemudian diberikan suspensi ekstrak uji dosis II. C Kelompok IV : kelompok uji dosis I, diberikan PTU 0,02% 10 ml/kg BB dan kuning telur 10 ml/kg BB. Kemudian diberikan suspensi ekstrak uji dosis i. Sebelum dipuasakan terlebih dahulu terhadap makan selama 18 jam dan hanya diberi Pemberian penginduksi PTU 0,02% 10 ml/kg BB dan kuning telur 10 ml/kg BB pada Kelompok II,i dan IV diberikan setiap hari pada waktu yang relative sama mulai hari pertama hingga hari ke-10. Pemberian suspense ekstrak pada kelompok i dan IV diberikan I jam setelah pemberian penginduksi. Selama percobaan tikus diberikan makanan dan minuman seperti biasa, kecuali ketika akan dilakukan pengukuran kadar kolesterol total, trigriserida. HDLkolesterol dan LDL-kolesterol pada darah Tikus dipuaakan terlebih dahulu selama 18 jam sebelum pengambilan Pengukuran tersebut dilakukan pada hari ke-10 (Kelompok Kerja Ilmiah Phyto Medica, 1. Analisis Data Data yang diperoleh selanjutnya menggunakan Uji ANAVA untuk melihat apakah dosis ekstrak yang diberikan mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap penurunan berbagai parameter profil lipid dibandingkan terhadap Selanjutnya untuk melihat apakah setiap dosis uji yang diberikan mempunyai efek terhadap penurunan berbagai parameter profil lipid maka dilakukan uji lanjutan LSD. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 HASIL DAN PEMBAHASAN Determinasi Tumbuhan Hasil determinasi di Laboratorium Herbarium Sekolah Tinggi dan Teknologi Hayati. Institut Teknologi Bandung menunjukkan bahwa sampel yang digunakan adalah buah strawberry (Fragaria x ananassa (Duchesn. Guede. Ekstraksi Maserasi Ekstraksi metode maserasi. Banyaknya buah strawberry segar yang diekstraksi adalah 000 gram. Setelah dilakukan maserasi selama 3 hari dan dilakukan evaporasi, didapat berat ekstrak etanol kental sebanyak 94,68 gram,sehingga diperoleh rendemen sebesar 4,73%. Untuk hasil organoleptik didapat bahwa warna ekstrak adalah warna merah dengan bau khas buah strawberry. Hasil Skrining Fitokimia Berdasarkan fitokimia diperoleh hasil bahwa buah strawberry segar dan ekstrak etanol buah strawberry mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, polifenol, tanin dan Hasil skrining fitokimia buah strawberry segar dan ekstrak etanol buah strawberry dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Hasil Skrinning Fitokimia Buah dan Ekstrak Etanol Buah Strawberry Senyawa Hasil Buah segar Ekstrak Alkaloid Polipenol Flavonoid Steroid Triterpenoid Kuinon Saponin Tanin Monoterpen dan seskuiterpen Hasil Uji Bebas Etanol Ekstrak Buah Strawberry Ekstrak etanol buah strawberry selanjutnya diuji bebas kandungan pelarut etanol untuk meyakinkan ekstrak telah Jenis Uji Etanol Etanol bebas dari pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi. Hasil uji bebas etanol ekstrak buah strawberry dapat dilihatpada Tabel2. Tabel 2. Hasil uji bebas etanol ekstrak buah strawberry Perlakuan Hasil Asam sulfanilat HCl larutan Tidak berwarna NaNO2 NaOH dipanaskan merah frambos Asam asetat H2SO4 dipanaskan Tidak berbau pisang Hasil Pengukuran Kadar Trigliserida Berdasarkan hasil penelitian, kadar rata-rata trigliserida selama 14 hari perlakuan pada masing-masing perlakuan menunjukkan hasil yang bervariasi seperti yang tertera pada Gambar 1 Pengukuran kadar trigliserida menggunakan GPO PAP (Glycerol Phosphate Oxydase Phenylaminophyrazo. Dari keenam kelompok uji,kadar rata-ratatrigliserida normal paling rendah dibanding dengan kelompok lainnya dan kelompok kontrol (-) paling tinggi dibandingkan dengan Ket. Negatif Negatif kelompok lain. Diantara ketiga kelompok dosis uji, kelompok dosis uji i . ,17 gram/200 g BB Tiku. memilikikadar rata-rata trigliserida paling rendah yaitu 55,40 mg/dL, kemudiankelompok dosis uji II. ,085 gram/200 g BB Tiku. dengankadar rata-rata trigliserida 68,60 mg/dL dan pada kelompok dosis uji I. ,042 gram/200 g BB Tiku. memiliki kadarrata-ratatrigliserida paling tinggi yaitu 139,20 mg/dL. Kadar trigliserida pada kelompok kontrol ( ), dosis uji I, dosis uji II dan dosis uji i nilainya masih lebih tinggi Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 kelompok normal, seperti tertera pada Kadar Trigliserida mg/dL Normal Kontrol (-)Kontrol ( ) Dosis I Dosis II Perlakuan Dosis i Gambar 1 Grafik kadar rata-rata trigliserida darah tikus antar kelompok perlakuan Rata-rata dibandingkan dengan kelompok lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata kadar trigliserida kelompok normal tidak mengalami kenaikan selama perlakuan dikarenakan tidak dilakuakan induksi berupa pemberian emulsi kuning telur dan Kelompok digunakan untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak buah strawberry dan pemberian obat pembanding simvastatin terhadap penurunan kadar trigliserida pada tikus yang menderita hipertrigliserida. Pada kelompok kontrol (-) jika dibandingkan dengan kelompok normal dapat diketahui bahwa tikus pada Rata-rata trigliserida pada kelompok kontrol ( ) nilainya mendekati kelompok normal. Hal ini menunjukkan bahwa kadar rata-rata trigliserida kembali normal. Karena pada kelompok kontrol ( )selain dilakukan induksi dengan pemberian emulsi kuning telur dan propiltiourasil, pada kelompok ini juga dilakukan pemberian obat yaitu Kadar rata-rata trigliserida pada kelompok kontrol (-) lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kelompok kontrol ( ). Menunjukkan bahwa tikus mengalami hipertrigliserida hal ini disebabkan karena pada kelompok kontrol (-) tidak dilakukan pemberian obat dan ekstrak uji, sehingga kadar trigliserida meningkat. Kadar trigliserida kelompok dosis uji I dibawah kelompok kontrol (-). Hal ini dikarenakan pada kelompok ini selain diinduksi dengan pemberian emulsi kuning telur dan 0,02%, pemberian ekstrak dengan dosis uji 0,042 gram/200 g BB tikus. Kadar rata-rata kelompok dosis uji II lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol () disebabkan karena pada kelompok ini pemberian emulsi kuning telur dan 0,02%, juga dilakukan pemberian ekstrak etanol buah strawberry dengan dosis uji 0,085 gram/ 200 g BB Kadar trigliserida pada kelompok dosis uji II lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol ( ), tetapi lebih rendah dari kelompok dosis uji I. Kadar rata-rata i rendahdibandingkan dengan kelompok kontrol (-). Hal ini dikarenakan pada kelompok dosis uji i selain dilakukan induksi dengan pemberian emulsi kuning telur dan propiltiourasil 0,02%, juga dilakukan pemberian ekstrak buah strawberry dengan dosis uji 0,17 gram/200 g BB tikus. Kadar trigliserida dosis uji i lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol (-), dosis ujiI dan dosis uji II. Hasil Pengukuran Kadar Kolesterol Total Berdasarkan hasil penelitian, kadar rata-rata kolesterol total selama 14 hari perlakuan pada masing-masing perlakuan menunjukkan hasil yang padaGambar 2Pengukurankadar kolesterol menggunakan GPO PAP (Glycerol Phosphate Oxydase Phenylaminophyrazo. Berdasarkan hasil penelitian dari uji,kadar rataratakolesterol total untuk kelompok normal paling rendah dibanding dengan kelompok lainnya dan kadar rata-rata kolesterol total kelompok kontrol (-) paling tinggi dibandingkan dengan kelompok lain. Diantara ketiga kelompok dosis uji, kelompok dosis uji i . ,17 gram/200 g BB Tiku. memilikikadar rata-rata kolesterol total paling rendah yaitu 55,20 mg/dL, kemudiankelompok dosis uji II. ,085 gram/200 g BB Tiku. dengankadar rata-rata kolesterol total 82,00 mg/dL dan pada kelompok dosis uji Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Kadar Kolesterol Total mg/dL I. ,042 gram/200 g BB Tiku. memiliki kadarrata-ratakolesterol total paling tinggi yaitu 142,20 mg/dL. Kadar kolesterol total pada kelompok kontrol ( ), dosis uji I, dosis uji II dan dosis uji i nilainya masih lebih tinggi kelompok normal, seperti tertera pada Perlakuan Gambar 2 Grafik kadar rata-rata kolesterol totaldarah tikus antar kelompok Perlakuan Rata-rata kadar kolesterol total dibandingkan dengan kelompok lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata kadar trigliserida kelompok normal tidak mengalami kenaikan selama perlakuan dikarenakan tidak dilakukan induksi berupa pemberian emulsi kuning telur dan Kelompok digunakan untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak buah strawberry dan pemberian obat pembanding simvastatin terhadap penurunan kadar kolesterol total Pada kelompok kontrol (-) jika dibandingkan dengan kelompok normal dapat diketahui bahwa tikus pada Rata-rata kolesterol total pada kelompok kontrol ( ) nilainya mendekati kelompok normal. Hal ini menunjukkan bahwa kadar rata-rata kolesterol kembali normal. Karena pada kelompok kontrol ( )selain dilakukan induksi dengan pemberian emulsi kuning telur dan propiltiourasil, pada kelompok ini juga dilakukan pemberian obat yaitu Kadar rata-rata kolesterol total pada kelompok kontrol (-) lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kelompok kontrol ( ). Menunjukkan bahwa tikus mengalami hiperkolesterolemia hal ini disebabkan karena pada kelompok kontrol (-) tidak dilakukan pemberian obat dan ekstrak uji, sehingga kadar kolesterol total Kadar kelompok dosis uji I dibawah kelompok kontrol (-). Hal ini dikarenakan pada kelompok ini selain diinduksi dengan pemberian emulsi kuning telur dan propiltiourasil 1,8 mg/200 g BB, dilakukan pemberian ekstrak dengan dosis uji 0,042 gram/200 g BB tikus. Kadar rata-rata kolesterol total kelompok dosis uji II lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol () disebabkan karena pada kelompok ini pemberian emulsi kuning telur dan propiltiourasil 0,02%, juga dilakukan pemberian ekstrak etanol buah strawberry dengan dosis uji 0,085 gram/ 200 g BB Kadar kolesterol total pada kelompok dosis uji II lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol ( ), tetapi lebih rendah dari kelompok dosis uji I. Kadar rata-rata kolesterol total i rendahdibandingkan dengan kelompok kontrol (-). Hal ini dikarenakan pada kelompok dosis uji i selain dilakukan induksi dengan pemberian emulsi kuning telur dan propiltiourasil 0,02%, juga dilakukan pemberian ekstrak buah strawberry dengan dosis uji 0,17 gram/200 g BB tikus. Kadar kolesterol total dosis uji i lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol (-), dosis ujiI dan dosis uji II. Ekstrak etanol buah strawberry dosis uji I . ,042 gram/200 g BB tiku. , dosis uji II . ,085 gram/200 g BB tiku. dan dosis uji i . ,17 gram/200 g BB Tiku. memberikan efek penurunan kadar kolesterol total yang signifikan jika dibandingkan dengan kontrol negatif pada taraf nyata = 0,05. Pada pengujian kolesterol total diperoleh hasil bahwa pemberian ekstrak etanol buah strawberry dosis uji I, dosis uji II dan dosis uji i dapat menurunkan kadar kolesterol total dengan persentase penurunan sebesar 23,07%, 42,33 %, 61,18 %. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Kadar LDL-Kolesterol mg/dL Hasil Pengukuran Kadar LDLKolesterol Berdasarkan hasil pengujian KolmogorovSmirnov dan Uji Kesamaan Varian bahwa data kadar LDL- Kolesterol berdistribusi nomal karena sig > 0. 591> 0,. dan semua varian homogen karena sig > 0. 121>0,. Berdasarkan hasil uji anova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar LDL-Kolesterol yang signifikan pada keenam kelompok perlakuan. Perlakuan Gambar 3 Grafik kadar rata-rata LDLKolesterol darah tikus antar kelompok Perlakuan Pada Gambar 5. 3 dapat dilihat bahwa rata-rata kadar LDL-Kolesterol pada kelompok kontrol negatif yang diberikan PTU dan kuning telur memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar LDL-Kolesterol serum Pengaruh langsung hipotiroidisme yang diakibatkan oleh pemberian PTU 0,02% pada metabolisme lipoprotein adalah peningkatan kadar kolesterol. LDL-Kolesterol diakibatkan oleh penekanan metabolic pada reseptor LDL, sehingga kadar LDLkolesterol akan meningkat (Guyton 2000. Shomon 2003. Wijaya 1. Ekstrak etanol buah strawberry dosis uji I . ,042 gram/200 g BB tiku. , dosis uji II . ,085 gram/200 g BB tiku. dan dosis uji i . ,17 gram/200 g BB Tiku. memberikan efek penurunan kadar LDL-kolesterol tetapi efek yang signifikan hanya ditunjukan oleh dosis uji i . ,17 gram/200 g BB Tiku. pada taraf nyata = 0,05. Pada pengujian LDL-Kolesterol diperoleh hasil bahwa pemberian ekstrak etanol buah strawberry dapat menurunkan kadar LDL-Kolesterol dengan persentase penurunan dosis uji I, dosis uji II dan dosis Uji i masing-masing sebesar 7. %, 8. 88%, 27. Berdasarkan fitokimia, ekstrak etanol buah strawberry Flavonoid. Polifenol. Flavonoid. Kuinon. Saponin. Tannin. Menurut Nidjveldt . flavonoid merupakan antioksidan karena dapat membebaskan atom hidrogen dari gugus hidroksilnya, dikatakan juga bahwa flavonoid dapat menghalangi reaksi oksidasi LDL dalam tubuh. Kerusakan endothelium yang disebabkan keadaan hiperlipidemia ini memicu reaksi oksidasi yang dapat dihambat oleh preparat antioksidan seperti flavonoid, dalam dosis kecil flavonoid telah mampu melebarkan pembuluh darah, juga menurunkan tingkat oksidasi LDL (Suharti 2. Flavonoid reseptor LDL sebanyak lima kali dan meningkatkan kemampuan LDL untuk terikat pada reseptor sebesarnya dua kali (Wilcox et al. Kandungan saponin dalam ekstrak buah strawberry memiliki mekanisme hipolipidemia melalui penurunan sintesis kolesterol dengan menghambat aktivitas HMG-CoA reductase dan peningkatan meningkatnya konversi kolesterol menjadi asam empedu, saponin juga mampu mengubah absorbsi kolesterol dan asam empedu dengan menginterupsi formasi misel, sehingga kolesterol tidak dapat Disisi lain, saponin berperan dalam meningkatkan pergantian atau pengelupasan sel usus melalui tindakan membranolytic sehingga meningkatkan hilangnya kolesterol di membran sel ke dalam sel yang terkelupas (Afrose et al. Mekanisme hipolipidemia ekstrak etanol strawberry juga dihasilkan oleh Tanin dapat menghambat enzim HMG-CoA reductase yang berperan mensintesis kolesterol dan enzim ACAT esterifikasi kolesterol. Terhambatnya aktivitas HMG-CoA reductase akan menurunkan sintesis kolesterol di hati sehingga menurunkan sintesis Apo B-100 dan meningkatkan reseptor LDL pada permukaan hati. Dengan demikian, kolesterol LDL darah akan ditarik ke hati Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 sehingga menurunkan LDL dan VLDL (Do et al. Hasil Pengukuran Kadar HDLKolesterol Berdasarkan hasil pengujian KolmogorovSmirnov dan Uji Kesamaan Varian bahwa data kadar HDL- Kolesterol berdistribusi nomal karena sig > 0. 065> 0,. dan semua varian homogen karena sig > 0. 983>0,. Berdasarkan hasil uji anova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar HDL-Kolesterol yang signifikan terhadap keenam kelompok perlakuan. Kadar HDL-Kolesterol mg/dL Normal Kontrol Kontrol Dosis I Dosis II Dosis i (-) ( ) Perlakuan Gambar 4 Grafik kadar rata-rata HDLKolesterol darah tikus antar kelompok Perlakuan Pada Gambar 4 dapat dilihat bahwa ke tiga dosis uji dapat menaikkan rata-rata kadar HDL-Kolesterol. Kadar HDL-Kolesterol pada kelompok kontrol negative sangat rendah dibandingkan dengan kelompok perlakuan yang lainnya. Ini menunjukkan bahwa penginduksi propiltiourasil dan kuning telur yang digunakan telah menghambat peningkatan kadar HDL-kolesterol pada tikus (Febrina. Ekstrak etanol buah strawberry dosis uji I . ,042 gram/200 g BB tiku. , dosis uji II . ,085 gram/200 g BB tiku. dan dosis uji i . ,17 gram/200 g BB Tiku. memberikan efek meningkatkan kadar HDL-kolesterol tetapi efek yang signifikan hanya ditunjukan oleh dosis uji II . ,085 gram/200 g BB tiku. dan dosis uji i . ,17 gram/200 g BB Tiku. pada taraf nyata = 0,05. Pada pengujian HDL-Kolesterol diperoleh hasil bahwa pemberian ekstrak etanol buah strawberry dosis uji I, dosis uji II dan dosis uji i dapat meningkatkan kadarHDL-Kolesterol dengan persentase masing-masing sebesar 22. 52%, 29. Ekstrak mengandung flavonoid yang diduga dapat meningkatkan kadar HDL-kolesterol dengan cara meningkatkan produksi Apo A1 (Guillaume et al. Apo A1 bertugas sebagai kofaktor enzim untuk LCAT serta sebagai ligand untuk interaksi dengan reseptor lipoprotein dalam jaringan pada HDL. Dengan adanya peningkatan Apo A1 diharapkan dapat meningkatkan kadar HDL-kolesterol. HDL yang mengandung Apo A1 bersifat protektif terhadap aterosklerosis (Murray et al. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian ekstrak etanol buah strawberry memberikan aktivitas terhadap penurunan kadar trigliserida, kolesterol total dan LDL-kolesterol, serta peningkatan kadar HDL-kolesterol. Penurunan kadar trigliserida pada dosis uji I . ,085 gram/200 g BB tiku. , dosis uji II . ,042 gram/200 g BB tiku. dandosis uji i . ,17gram/200 g BB tiku. sebesar 2,24%, 51,82% dan 61,10%. Penurunan kadar kolesterol total pada dosis uji I, dosis uji II dan dosis Uji i yaitu sebesar 23,07%, 42,33 %, dan 61,18 Penurunan kadar LDL-kolesterol pada dosis uji I, dosis uji II dan dosis uji i 48 %, 8. 88%, 27. Peningkatan kadar HDL-kolesterol pada dosis uji I, dosis uji II, dan dosis uji i 52%, 29. 14%, 37. Saran Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai senyawa yang terkandung di dalam buah strawberry yang diduga memiliki aktivitas menurunkan kadar trigliserida dan dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai fraksi polar, fraksi non polar dan fraksi semi polar dari ekstrak etanol buah strawberry yang dapat menurunkan kadar trigliserida. Terima Kasih Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada DP2M atas hibah PDP kepada kami, terima kasih kepada STIKes BTH atas segala fasilitas dan dukungannya penelitian ini. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 REFERENSI