Jurnal CyberTech Vol. No. September 201x, pp. x P-ISSN : E-ISSN : PENERAPAN METODE CERTAINTY FACTOR DALAM SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT FRAMBUSIA PADA ANAK-ANAK Mikhael Simamora *. Ahmad Fitri Boy **. Masyuni Hutasuhut ** * Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma ** Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Article Info ABSTRACT Article history: Frambusia merupakan salah satu dari kelompok penyakit yang menyebar tanpa hospes tetapi terjadi secara kontak langsung. Frambusia terutama menyerang anak-anak yang tinggal di daerah tropis di pedesaan yang panas dan lembab. banyak ditemukan pada anak umur 2Ae15 tahun dan lebih sering pada laki-laki. Diagnosa penyakit frambusia masih manual, tidak adanya sistem yang mempercepat untuk mendiagnosa penyakti frambusia. Received Jun 12th, 201x Revised Aug 20th, 201x Accepted Aug 26th, 201x Keyword: Frambusia. Sistem Pakar. Certainty Factor. Dengan masalah tersebut maka di buatlah sistem pakar mendiagnosa penyakit frambusia pada anak-anak dengan tujuan untuk membantu pihak puskesmas dalam mendiagnosa penyakit frambusai. Sistem pakar merupakan sebuah sistem aplikasi yang memiliki kemampuan layaknya seperti berpikir seorang pakar dalam menyelesaikan masalah terkait penyakit frambusia pada anak-anak sehingga dapat menghasilkan sebuah kesimpulan atau solusi. Hasil dari penelitian ini mendapatkan suatu keluaran berupa penyakit yang dialami oleh seorang pasien serta solusi penanganan pada penyakit yang dialami oleh seorang pasien tersebut dengan menggunakan metode certainty factor, sehingga dapat membantu puskesmas dalam menangani penyakit frambusia. Copyright A 201x STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. First Author Nama : Mikhael Simamora Program Studi : Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Email: simamoramikhael1@gmail. PENDAHULUAN Frambusia adalah penyakit menular menahun dan kambuh-kambuhan yang disebabkan oleh kuman treponema pallidum subspesies pertenue . Frambusia merupakan salah satu dari kelompok penyakit yang menyebar tanpa hospes tetapi terjadi secara kontak langsung. Menururt Zulfian Azmi dan Verdin Yasin dalam bukunya yang berjudul pengantar sistem pakar dan metode mengatakan bahwa Sistem Pakar merupakan program kecerdasan buatan yang menggabungkan pangkalan pengetahuan base dengan sistem inferensi untuk menirukan seorang pakar . METODE PENELITIAN 1 Lengkeng Sistem Pakar Sistem pakar adalah salah satu cabang dari AI (Artificial Intelligenc. yang membuat penggunaan secara luas yang khusus untuk penyelesaian masalah tingkat manusia yang pakar . Journal homepage: https://ojs. P-ISSN : x-x E-ISSN : x-x 2 Penyakit Frambusia Frambusia adalah penyakit infeksi nonvenereal yang umumnya terdapat pada anak-anak usia sekolah yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum subspecies pertenue (T. Transmisi utama bakteri ini adalah melalui kontak kulit langsung dengan penderita bersamaan dengan adanya luka . Adanya daerah kantong frambusia ini karena adanya fase laten dalam perjalanan penyakit frambusia yang secara klinis tidak tampak adanya kelainan akan tetapi didalam tubuh manusia menyimpan banyak Gejala klinis sewaktu-waktu dapat muncul dan menular ke orang lain. Penyakit frambusia ini menyerang anak usia sekolah atau umur di bawah 15 tahun. 1 Metode Certainty Factor Faktor kepastian . ertainty facto. diperkenalkan oleh Shortliffe Buchanan dalam pembuatan MYCIN. Certainty factor (CF) merupakan nilai parameter klinis yang diberikan MYCIN untuk menunjukkan besarnya Dalam menghadapi suatu masalah sering ditemukan jawaban yang tidak memiliki kepastian Ketidakpastian ini bisa berupa probabilitas atau keboleh jadian yang tergantung dari hasil suatu kejadian . Menentukan Nilai CF Teori Certainty Factor (CF) diusulkan oleh Shortlife dan Buchanan pada 1975 untuk mengakomadasi ketidakpastian pemikiran . nexact reasonin. seorang pakar. Ada 2 cara mendapatkan nilai keyakinan CF dari sebuah data yaitu: Metode net belief yang di usulkan oleh E. Shortliffe dan B. Buchanan CF [H,E] = MB [H,E] Ae MD [H,E] Keterangan: CF . : Faktor kepastian MB(H,E) : Measure of belief (Ukuran kepercayaa. terhadap hipotesa H, jika diberi evidence E ntara 0 dan . MD(H,E) : Measure of disbelief . kuran ketidakpercayaa. terhadap evidence H, jika diberi evidence E . ntara 0 dan . P(H) : Probabilitas kebenaran hipotesis H P(H|E) : Probabilitas bahwa H benar karena fakta E Dengan cara mewawancarai seorang pakar Nilai CF untuk setiap gejala didapat dari interpretasi AuternAy dari pakar, yang diubah menjadi nilai CF tertentu sesuai tabel berikut : Tabel 2. 1 Nilai Interprestasi AuternAy dari pakar Uncertain Tern pasti tidak hampir pasti tidak Kemungkin tidak Mungkin tidak Tidak tahu 2 to 0. Mungkin Kemungkinan besar Hampir pasti Pasti Mengkombinasikan nilai Certanity Factor Certainty Factor untuk kaidah dengan kesimpulanyang serupa . imilarly concluded rule. CFcombineCF[H,E]1,2= CF[H,E]1 CF[H,E]2 * . -CF[H,E]. CFcombineCF[H,E]old,3=CF[H,E]old CF[H,E] 3 * . -CF[H,E] ol. Jurnal Cyber Tech Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : x-x E-ISSN : x-x METODOLOGI PENELITIAN 1 Metode Penelitian Pada metode penelitian biasanya menggunakan konsep metodologi penelitian jenis Research and Develoment. Penelitian research and develoment merupakan pencarian atau penyelidikan kritis yang memiliki tujuan untuk menemukan pengetahuan atau harapan baru, penelitian ini akan bermanfaat dalam mengembangkan suatu produk atau layanan baru. 2 Metode Perancangan Sistem Dalam konsep penulisan metode perancangan sistem sangatlah penting dalam suatu penelitian. Dalam metode perancangan sistem khususnya software atau perangkat lunak peneliti dapat mengadopsi beberapa metode diantaranya algoritma waterfall atau algoritma air terjun 3 Algoritma Sistem Algoritma adalah sekumpulan aturan yang secara tepat menentukan urutan operasi. Algoritma sistem adalah suatu urutan ataupun tahapan-tahapan dalam proses pembuatan sistem dimana akan memberikan keluaran yang di kehendaki berdasarkan masukan yang diberikan. Flowchart Metode Penyelesaian Berikut ini merupakan flowchart dari metode certainty factor yaitu Mulai Inisialisasi Gejala (G. CF Pakar. CF User Input Data Pasien Input Gejala Tidak Diagnosa Hitung CF CF[H. E]1 = CF[H]1* CF[H]1 CF Combine CF [H. E]1, 2 = CF[H. E]1 CF[H. E]2 * . -CF[H. E]1 ) Cetak Hasil Selesai Gambar 3. 1 Flowchart Metode Certainty Factor 2 Rule IF Demam AND Bagian kulit yang meninggi AND Melingkar padat tanpa cairan AND Pertumbuhan seperti raspberry yang gatal pada kulit THEN Frambusia Ringan IF Pertumbuhan seperti raspberry yang gatal pada kulit AND Benjolan atau kutil yang menyakitkan pada kulit AND Pembengkakan kelenjar getah bening AND Ruam yang membentuk kerak cokelat THEN Frambusia Sedang IF Penebalan kulit pada telapak tangan dan telapak kaki AND Nyeri tulang dan sendi AND Pembengkakan pada area timbulnya penyakit AND Benjolan atau kutil yang menyakitkan pada Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : x-x E-ISSN : x-x kulit THEN Frambusia Akut 3 Menentukan Nilai cf Tabel 3. 4 Nilai Certanty Factor dari setiap gejala Kode Penyakit Gejala Gejala G001 Demam Frambusia G002 Bagian kulit yang meninggi Ringan G003 Melingkar padat tanpa cairan (P. G004 Pertumbuhan seperti raspberry yang gatal pada kulit G004 Pertumbuhan seperti raspberry yang gatal pada kulit Frambusia G005 Benjolan atau kutil yang menyakitkan pada kulit Sedang G006 Pembengkakan kelenjar getah bening (P. G007 Ruam yang membentuk kerak cokelat G006 Pembengkakan kelenjar getah bening G008 Penebalan kulit pada telapak tangan dan telapak kaki Frambusia Akut (P. G009 Nyeri tulang dan sendi G010 Pembengkakan pada area timbulnya penyakit 4 Perhitungan Certanity Factor Adapun nilai jawaban pasien pada sesi konsultasi dengan seorang dokter atau pakar, pasien diberi pilihan jawaban yang masing masing memiliki nilai yang dapat di lihat pada tabel berikut ini. Tabel 3. 4 Tabel Konsultasi Kode Gejala G001 G002 G003 G004 G005 G006 G007 G008 G009 G010 Gejala Demam Bagian kulit yang meninggi Melingkar padat tanpa cairan Pertumbuhan seperti raspberry yang gatal pada kulit Benjolan atau kutil yang menyakitkan pada kulit Pembengkakan kelenjar getah bening Ruam yang membentuk kerak cokelat Penebalan kulit pada telapak tangan dan telapak kaki Nyeri tulang dan sendi Pembengkakan pada area timbulnya penyakit Jawaban Pasien Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Proses perhitungan metode certainty factor, menggunakan dengan proses perhitungan CF Combine, berikut ini adalah proses perhitungan gejala yang sesuai dengan jenis penyakitnya Cfcombine : CF (H) = CF1 CF2 * . -CF. Proses perhitungan CF Combine pada penyakit Frambusa Ringan CFcombine CF[H,E]1,2 = CF[H,E]1 CF[H,E]2 * . -CF[H,E]1 ) = 0. 6* . = 0. = 0. Proses perhitungan CF Combine pada penyakit penyakit Frambusia Sedang CFcombine CF[H,E]1,2 = CF[H,E]1 CF[H,E]2 * . -CF[H,E]1 ) = 0. 4* . = 0. = 0. Proses perhitungan CF Combine pada penyakit penyakit Frabmusia Akut CFcombine CF[H,E]1,2 = CF[H,E]1 CF[H,E]2 * . -CF[H,E]1 ) = 0. 6 0* . -0,. = 0. Jurnal Cyber Tech Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : x-x E-ISSN : x-x = 0. Dari hasil perhitungan di atas maka didapatlah persentase tingkat keyakinan pasien yang menderita penyakit frambusia sedang dengan nilai kepastian 0,76 atau 76 %. PEMODELAN DAN PERANCANGAN SISTEM Pemodelan sistem merupakan alat bantu dalam proses pengembangan sebuah sistem informasi. Pemodelan aplikasi pada sistem pakar digunakan untuk mendeteksi penyakit frambusa pada anak. Dari gejala-gejala yang dialami menggunakan pemodelan UML (Unifed Modeling Languag. UML (Unifed Modeling Languag. merupakan salah satu pemodelan mengedepankan objek dan dapat digunakan sebagai penyederhanaan suatu permesalahan dan mudah dipahami. Dari tiga konsep abstarksi yang dimilki oleh UML maka pendefenisian dapat dirancang dalam bentuk use case diagram, activity diagram, dan class PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI Berdasarkan implementasi dari hasil analisa dan perancangan sistem pakar mendiagnosa penyakit frambusia dengan metode certainty factor, tahap ini juga merupakan tahap untuk mengoperasikan sistem yang telah dirancang diantaranya berupa Login. Menu Utama. Data Penyakit. Data Gejala. Data Rule. Data Pasien. Proses Diagnosa dan Laporan. Tampilan Form Login Berikut ini adalah tampilan halaman login: Gambar 4. 2 Tampilan Login Tampilan Menu Utama Berikut ini adalah tampilan halaman menu utama: Gambar 4. 2 Tampilan Menu Utama Tampilan Halaman Data Penyakit Berikut ini adalah tampilan halaman Data Penyakit adalah sebagai berikut: Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : x-x Gambar 4. 3 Tampilan Data Penyakit Tampilan Halaman DataGejala Berikut ini adalah tampilan dari halaman data gejala adalah sebagai berikut: Gambar 4. 4 Tampilan Halaman Data Gejala Tampilan Halaman Rule Berikut ini adalah tampilan dari halaman rule adalah sebagai berikut: Gambar 4. 5 Tampilan Halaman Rule Tampilan Halaman Input Data Pasien Berikut ini adalah tampilan dari halaman input data Pasien adalah sebagai berikut: Jurnal Cyber Tech Vol. No. September 201x : xx Ae xx E-ISSN : x-x Jurnal Cyber Tech P-ISSN : x-x E-ISSN : x-x Gambar 4. 6 Tampilan Halaman Input Data Pasien Tampilan Halaman Proses Diagnosa Berikut ini adalah tampilan dari halaman proses diagnosa adalah sebagai berikut: Gambar 4. 7 Tampilan Halaman Proses Diagnosa Tampilan Halaman Laporan Berikut ini adalah tampilan dari hasil perhitungan tersebut: Gambar 4. 5 Tampilan Laporan KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisa, sistem yang dibangun untuk mendiagnosa penyakit frambusia pada anak serta melihat apa saja kebutuhan untuk menyelesaikan masalah penyakit frambusia. Dalam merancang dan membangun sebuah sistem pakar yang mengadopsi metode certainty factor di dalam pemecahan masalah dengan penyakit frambusia. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : x-x E-ISSN : x-x Untuk menguji dan mengimpelementasi sistem sehingga menjadi suatu solusi bagi pihak puskesmas untuk mendiagnosa penyakit frambusia sehingga proses diagnosa dapat berjalan dengan baik. UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas izin-Nya yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan jurnal ilmiah ini. Pada kesempatan ini diucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua Orang Tua tercinta yang selama ini memberikan doAoa dan dorongan baik secara moril maupun materi sehingga dapat terselesaikan pendidikan dari tingkat dasar sampai bangku perkuliahan dan terselesaikannya jurnal ini. Di dalam penyusunan jurnal ini, banyak sekali bimbingan yang didapatkan serta arahan dan bantuan dari pihak yang sangat mendukung. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, diucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kepada ketua yayasan STMIK Triguna Dharma, kepada Bapak Ahmad Fitri Boy. kom selaku dosen pembimbing 1, kepada Ibu Masyuni Hutasuhut. kom selaku dosen pembimbing 2, kepada kedua orang tua saya yang selalu memberikan dukungan dan doa kepada saya serta tidak lupa kepada teman-teman saya seperjuangan. REFERENSI