JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. IDENTIFIKASI DAN PENENTUAN PRODUK UNGGULAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR IDENTIFICATION AND DETERMINATION OF REGIONAL FLAGSHIP PRODUCTS KOTAWARINGIN TIMUR DISTRICT Maria Christina Yuli Pratiwi Badan Perencanaan Pembangunan. Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Jl. Jend. Sudirman KM 5,5 Sampit 74322 Email: mcy. pratiwi@yahoo. disubmit: 05 Mei 2024, direvisi: 20 September 2024, diterima: 12 Oktober 2024 ABSTRAK Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan salah satu daerah otonom yang memiliki sumber daya alam melimpah seperti kelapa sawit, karet, dan kelapa. Sayangnya, pemerintah daerah belum memiliki produk unggulan daerah sehingga komoditas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sektor dan subsektor unggulan, komoditas unggulan, menentukan produk unggulan daerah, dan merancang strategi pengembangan produk unggulan daerah. Penelitian ini mencoba memecahkan permasalahan dengan menggunakan analisis LQ. Shift Share. MRP. Overlay. AHP, dan SWOT. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan salah satu sektor unggulan yang memiliki daya saing kompetitif, sedangkan subsektor pertanian, peternakan, dan jasa perburuan dan pertanian tergolong sebagai subsektor unggulan. Identifikasi terhadap komoditas potensial dengan metode Specialization Quotient (KS) dan Localization Quotient (KL) diperoleh bahwa komoditas unggulan adalah komoditas ubi kayu atau singkong. Sedangkan hasil identifikasi terhadap produk-produk potensial diperoleh bahwa produk Kopi Murni dan Kopi Jahe, serta Beras Siam Epang dapat diusulkan untuk ditetapkan sebagai PUD Tahun 2022. Adapun strategi pengembangan produk unggulan adalah: . Meningkatkan kualitas pelaku usaha yang kreatif dan inovatif. Meningkatkan kualitas infrastruktur . Meningkatkan kualitas promosi dan investasi produk. Meningkatkan kerja sama dengan dan . Meningkatkan perlindungan produk unggulan daerah. Kata kunci: Produk unggulan daerah. komoditas unggulan. Analisis LQ. Shift Share. UMKM. ABSTRACT East Kotawaringin Regency is one of the autonomous regions that has abundant natural resources such as oil palm, rubber, and coconut. Unfortunately, the local government has yet to establish any regional flagship products so that these commodities have not been optimally utilized. This study aims to identify and analyze flagship sectors and subsectors, flagship commodities and products that have the potential to become flagship items, as well as design strategies the development of regional flagship products. This research addresses these problems using analysis of LQ. Shift Share. MRP. Overlay. AHP, and SWOT. using a descriptive quantitative approach, the result of the research shows that the agriculture and fisheries sector is one of superior sectors that have competitive competitiveness, meanwhile, the agriculture, livestock, hunting, and agricultural services subsector is classified as a leading subsector. Identification of Pratiwi. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah, 08. , page 106 Ae 128. https://doi. org/10. 56945/jkpd. A The Author. Published by Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. potential commodities using methods of Specialization Quotient (KS) and Localization Quotient (KL) shows that superior commodities is cassava commodity. Meanwhile, the result of identification towards potential products is obtained that pure coffee and ginger coffee, also rice of siam epang are proposed to be designated as Regional Flagship Products in 2022. The strategies for developing superior products include: . Improving the quality of creative and innovative business actors. Improving the quality of infrastructure . Improving the quality of products promotion and investment. Increasing collaboration with stakeholders. Increasing protection of regional superior products. Keywords: Regional flagship products, flagship products. LQ Analysis. Shift Share. SMEs. PENDAHULUAN Pembangunan di Indonesia selama perekonomian di daerah terkait. Setiap Menurut UndangAaUndang No. 23 Tahun mengembangkan potensi ekonomi secara 2014 tentang Pemerintah Daerah, otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban mengoptimalkan output guna meningkatkan kemajuan dan kemandirian daerah serta mengurus sendiri urusan pemerintahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kepentingan masyarakat setempat sesuai daya saing daerah. dilepaskan dari pelaksanaan otonomi daerah. perundangAaundangan. Dalam rangka mencapai pembangunan Salah satu agenda otonomi daerah adalah ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya mengarahkan daerah untuk memaksimalkan guna serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi perencanaan pembangunan, daerah kesejahteraan rakyat (Tabrani & Angkasa, perlu mengupayakan pengembangan potensi yang dimiliki melalui pengembangan produk otonomi daerah adalah pemerintah daerah unggulan daerah. Produk unggulan daerah dituntut untuk lebih mandiri dan mampu atau PUD menggambarkan kemampuan dalam menjalankan proses pembangunan suatu daerah dalam menghasilkan produk, daerah dari mulai perencanaan, pelaksanaan, menciptakan nilai tambah . alue adde. , evaluasi kebijakan pembangunan. Menurut Arsyad . , fungsi otonomi daerah dalam memberikan pendapatan bagi masyarakat perekonomian adalah mengelola sumber daya-sumber meningkatkan produktivitas dan investasi (Prodi Konsekuensi Perencanaan Wilayah Sekolah pemerintah daerah dengan sektor swasta. Hal Pascasarjana USU, 2. Produk unggulan daerah adalah produk daerah yang memiliki JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. ciri khas dan keunikan yang tidak dimiliki daerah lain serta berdaya saing handal. Produk Unggulan Daerah (PUD) setiap tahun kepada masyarakat lokal, berorientasi pada berdasarkan keputusan Gubernur. Walikota, pasar ekspor, pasar lokal dan nasional serta Bupati. Beberapa daerah di Indonesia yang ramah lingkungan (Ahmadjayadi, 2. telah menetapkan Sementara menurut Nur & Solikhatun Peraturan Kepala Daerah adalah: . Provinsi . PUD berfokus kepada pemanfaatan PUD Yogyakarta Keputusan Gubernur Nomor 31/KEP/2015 tentang Produk Unggulan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan Batik Tulis dan permasalahan kemiskinan, pengangguran Kerajinan Batik sebagai Produk Unggulan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Keputusan Pengembangan Bupati Sleman Nomor 2/Kep. KDH/A/2016 Produk daerah tidak dapat dilakukan dengan serta- Unggulan Kabupaten Sleman menetapkan merta, diperlukan proses yang panjang untuk Salak Pondoh. Nila. Desa Wisata, dan Batik menentukan dan menetapkan suatu produk sebagai Produk Unggulan Daerah Kabupaten Sleman. Melakukan . Keputusan Bupati identifikasi dan inventarisasi potensi produk- Kepulauan Sangihe Nomor 143/510/Tahun produk unggulan dapat menjadi langkah awal 2019 tentang Penetapan Produk Unggulan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe unggulan daerah. Apabila suatu daerah telah menetapkan Lana Bango sebagai Produk memiliki produk unggulan dan memperoleh Unggulan Daerah Kabupaten Kepulauan dukungan dari pemerintah daerah, maka Sangihe. produk akan memiliki daya saing dan potensi Pengembangan produk unggulan di untuk dikembangkan di pasar regional beberapa daerah masih terlihat parsial, (Panggabean et al. , 2. Salah satu terutama pada tahapan penentuan produk pengembangan produk unggulan di daerah adalah terbitnya Peraturan Menteri Dalam keterkaitan antar unsur dalam pembentukan Negeri Nomor 9 Tahun 2014 tentang klaster (Nusantoro, 2. , lemahnya sistem Pedoman Pengembangan Produk Unggulan pendukung produk unggulan, yaitu sumber Daerah. Pada Bab II Pasal 2 Ayat 1 dan lemahnya permodalan, pemasaran. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. difusi Ipteks, kemitraan usaha, infrastruktur, studi menunjukkan bahwa sektor pertanian dan kelembagaan (Triharini et al. , 2. merupakan sektor unggulan yang memiliki pendekatan partisipatif potensi maju dan tumbuh cepat, sedangkan masyarakat dan dukungan pelaku usaha hasil analisis AHP menemukan bahwa (Yufit et al. , 2. Produk lokal juga cenderung memiliki harga tinggi (Salisbury et al. , 2018. Donaher & Lynes, 2. karena memiliki nilai priority vector paling tinggi, proses produksi yang dilakukan secara yaitu 0,539. Studi serupa juga dilakukan oleh sederhana sehingga menghasilkan produk Setiajatnika & Dwi Astuti . yang berkualitas rendah. Diperlukan peran penting mengidentifikasi potensi produk unggulan pemerintah dalam mendukung agen ekonomi pedesaan di Kabupaten Kepulauan Aru dan UMKM strategi pengembangan produk unggulan Hasil studi dengan menggunakan memenuhi karakteristik lokal yang unggul analisis MRP. Pertumbuhan Wilayah Studi (Nakagawa, 2012. Niska & Vesala, 2013. (RPS). Shift Share. LQ. Overlay, dan Klassen Dhomun & Sambajee, 2. Typology menemukan bahwa jagung, ikan Studi sebelumnya yang mengupas Kabupaten Ngajuk tenggiri, ikan kerapu, ikan kakap putih, ketela rambat, sapi, kambing, kepiting bakau, dan metode serupa dengan studi ini telah banyak rumput laut merupakan produk unggulan dilakukan baik di ranah nasional maupun Kabupaten Kepulauan Aru. Studi terkait Seperti yang dilakukan oleh Azzat & strategi pengembangan produk unggulan Mujiraharjo . dalam studinya dengan daerah yang dilakukan oleh Firman & Share Rismawati . menggunakan analisis menemukan bahwa industri pengolahan SWOT menemukan bahwa terdapat 11 faktor khususnya pengolahan kayu dan genteng internal yang menjadi kekuatan . dan merupakan sektor dengan keunggulan terbaik kelemahan . , serta 14 faktor dibanding sektor lain di Kabupaten Jepara. eksternal yang menjadi peluang . Kardiantoro & Sumarsono . juga dan ancaman . dalam pengembangan melakukan studi serupa untuk menganalisis Produk Unggulan Lurik di Kabupaten dan mengembangkan produk dan sektor Klaten. Studi serupa dilakukan oleh Perdana unggulan di Kabupaten Nganjuk dengan et al. , . yang berupaya mengetahui menggunakan metode analisis Location strategi Pengembangan Produk Unggulan Quotient (LQ). Tipologi Klassen, dan Industri Kecil Bonggolan Kecamatan Sidayu. Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil Kabupaten Gresik. Hasil studi menunjukan Shift JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. bahwa terdapat 8 rumusan strategi dalam (Asmara et al. , 2. Pemerintah memiliki pengembangan produk unggulan Industri peran penting mewujudkan pembangunan Kecil Bonggolan di Kabupaten Gresik. Studi di tataran global terkait produk unggulan mengingat potensi sektor unggulan unggulan dilakukan oleh Kim & Park . dapat menjadi lokomotif utama penggerak yang mengkaji arah strategi pembangunan sektor dan subsektor ekonomi lain (Nalle et , 2. Hal ini didukung oleh pendapat menggunakan analisis SWOT dan Analytical Kuncoro . yang menyatakan bahwa Hierarchy Process (AHP). Hasil studi penetapan kebijakan pembangunan suatu menemukan bahwa Pemerintah Uzbekistan secara bertahap harus menggeser struktur perekonomian harus memprioritaskan sektor industri dari kapas mentah menjadi ekspor dan subsektor unggulan mengingat sektor tekstil jadi karena memiliki nilai tambah unggulan memiliki potensi besar untuk ekonomi yang relatif tinggi. Studi serupa dikembangkan dan mendorong sektor-sektor dilakukan Fan & Xue . yang berupaya lain untuk berkembang (Tarigan, 2. Uzbekistan menganalisis tantangan dan prospek industri Komoditas budaya di Provinsi Shaanxi menggunakan adalah dua hal yang saling berkaitan. Secara pendekatan SWOT dikombinasikan dengan konsep, komoditas dan produk unggulan AHP. Hasil studi mengungkapkan bahwa memiliki pengertian yang berbeda walaupun kekuatan dan peluang industri budaya di banyak pendapat yang menyamakan kedua Provinsi Shaanxi lebih besar dari kelemahan hal tersebut. Komoditas adalah sesuatu yang dan ancaman. Sumber daya yang melimpah berasal dari alam atau hasil dari alam . ecara di lanskap dan sejarah adalah kekuatan alamia. dan memiliki nilai ekonomi tinggi utama, dan permintaan besar di pasar Cina seperti rotan, cengkeh, kelapa sawit, kopi, adalah kesempatan atau peluang. padi, dan ikan. Sementara produk diartikan Setiap sebagai hasil olahan bahan baku atau komoditas yang telah mengalami pengolahan dimanfaatkan sehingga diperlukan proses lebih lanjut dan mempunyai nilai tambah optimalisasi potensi sumber daya untuk ekonomi tinggi, misalnya, ikan diolah menjadi abon, rotan diolah menjadi kerajinan kemiskinan, dan kesenjangan serta perlunya rotan, dan kelapa sawit diolah menjadi peningkatan pembangunan pada industri minyak kelapa sawit. Produk dan komoditas yang kompetitif untuk mewujudkan pembang yang ada belum tentu disebut sebagai produk unan yang berkelanjutan pada setiap daerah dan komoditas unggulan karena harus JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. memiliki syarat-syarat atau karakteristik Sebuah produk dikatakan unggul jika Menurut Tabrani dan Angkasa memiliki daya saing dan mampu untuk . , menangkal produk pesaing di pasar domestik dan/atau kompetitif karena efisiensi produksi yang (Sudarsono, 2. Sedangkan menurut Yufit tinggi, sedangkan Ramadhani & Yulhendri et al. , . , produk unggulan merupakan . hasil usaha masyarakat untuk memanfaatkan unggulan merupakan hasil usaha masyarakat potensi komoditas daerah dengan salah satu yang memiliki peluang pemasaran tinggi dan kriterianya yaitu memiliki daya saing yang menguntungkan bagi masyarakat. Sementara tinggi di pasaran berupa keunikan/ciri khas. Pantow et al. , . dan Syafa . kualitas bagus, dan harga murah. berpendapat bahwa komoditas unggulan Perencanaan pembangunan di beberapa memberikan nilai tambah dan sumbangan wilayah di Indonesia belum berbasis pada pertumbuhan ekonomi yang besar bagi produk unggulan, tidak terkecuali Kabupaten Kotawaringin Timur. Oleh karena itu. Komoditas prospek yang lebih baik untuk dikembangkan dan memicu komoditas lain untuk tumbuh. diperlukan agar dapat ditetapkan kebijakan Penentuan komoditas unggulan dilakukan pola pengembangan baik secara sektoral dengan pertimbangan bahwa ketersediaan maupun secara multisektoral. Salah satu dan kapabilitas sumber daya . lam, modal langkah dalam inventarisasi potensi ekonomi dan manusi. untuk menghasilkan dan daerah adalah mengidentifikasi produk- produk potensial, andalan, dan unggulan diproduksi di suatu wilayah secara simultan daerah pada setiap subsektor. Urgensi masih relatif terbatas (Hidayah, 2. identifikasi dan penentuan produk unggulan Produk unggulan berperan penting dilakukan karena tidak hanya memberikan dalam pembangunan daerah karena memiliki daya saing dan keunggulan kompetitif, peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja, tetapi juga berkontribusi pada lingkungan dan mampu memberi kontribusi literatur dan praktik mengenai sektor dan besar terhadap perolehan penerimaan daerah subsektor unggulan. Studi ini sangat penting (Chuzaimah & Mabruroh, 2. Produk dilakukan karena Kabupaten Kotawaringin unggulan daerah juga menjadi pendorong Timur belum memiliki produk unggulan untuk pengembangan ekonomi regional daerah yang ditetapkan dengan Peraturan terutama di daerah pedesaan (Messely et al. Kepala Daerah. Selain itu, studi ini berbeda pasar global. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. dengan studi-studi sebelumnya karena belum berbagai sumber, yaitu Badan Pusat Statistik ada studi serupa yang menganalisis sektor, (BPS) berupa data PDRB (ADHB Dan subsektor unggulan, komoditi dan produk ADHK) Kabupaten Kotawaringin Timur dan Provinsi Kalimantan Tengah Menurut gabungan (LQ. Shift Share. MRP. Overlay Lapangan Usaha Tahun 2016-2021. Dinas Berdasarkan keadaan tersebut, studi ini Pertanian berupa data produksi komoditi pertanian Tahun 2016-2021. Dinas Perikanan menganalisis: . sektor dan subsektor berupa data produksi komoditi perikanan . komoditas unggulan. Tahun 2017-2021, serta Dinas Koperasi dan menentukan produk unggulan daerah. UKM. Dinas Perdagangan dan Perindustrian, merancang strategi pengembangan produk Kantor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, unggulan daerah. Hasil studi ini diharapkan Mentawa Baru Ketapang. Seranau. Pulau dapat digunakan pemerintah daerah dalam Hanaut, dan Teluk Sampit berupa data pelaku usaha skala mikro dan kecil Tahun 2022. Selanjutnya, hasil analisis data tersebut dibahas di forum Focus Group Discussion (FGD) untuk menentukan dan menetapkan program/kegiatan PUD Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun mengoptimalkan peran UMKM sebagai 2022 yang dilaksanakan pada Tanggal 20 penggerak aktivitas ekonomi agar dapat Mei bersaing di pasar nasional dan internasional. Kabupaten Kotawaringin Timur. Selain itu. Kantor Bappelitbangda dilakukan juga pengumpulan data regulasi METODE PENELITIAN undang-undang. Pendekatan yang digunakan dalam pemerintah, peraturan presiden, peraturan studi ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menteri dan peraturan daerah yang diperoleh tujuan untuk menggali data dan informasi dari berbagai situs online dan sumber lain mendalam tentang produk unggulan daerah. yang valid. Studi dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Teknik Timur selama tiga bulan, yaitu bulan April- dilakukan dengan menggunakan metode Juni 2022, dengan mengumpulkan informasi purposive sampling yang mana narasumber serta data primer dan sekunder. Data primer dipilih berdasarkan pertimbangan yang telah diperoleh dari hasil pengisian kuesioner dan ditetapkan sebelumnya dan identifikasi atas wawancara mendalam . ndepth intervie. , kelompok/orang yang memiliki kualifikasi sedangkan data sekunder dikumpulkan dari Untuk JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. kontribusi sektor i lebih tinggi di wilayah metode analisis Location Quotient (LQ). Shift Share. Model Rasio Pertumbuhan sedangkan RPs dan LQ bernilai positif, maka (MRP). Overlay. Kuosien Spesialiasasi (KS) kontribusi dan pertumbuhan sektor i di dan Kuosien Lokalisasi (KL). Analytical wilayah studi lebih unggul dari kegiatan yang Hierarchy Process (AHP) dan analisis sama di wilayah referensi. Sektor ini SWOT. Metode Location Quotient (LQ) tergolong dalam sektor spesialis di wilayah studi karena sedang mengalami penurunan di perekonomian suatu daerah yang mengarah wilayah referensi. Jika nilai RPR dan RPs positif, sedangkan LQ bernilai negatif, maka Metode ini terdiri dari 2 jenis kontribusi sektor tersebut rendah namun yaitu Static Location Qoutient (SLQ) dan pertumbuhannya dominan. Kegiatan sektor Dynamic Location Qoutient (DLQ) (Kuncoro ini perlu lebih ditingkatkan kontribusinya & Idris, 2. Analisis Shift Share untuk menjadi kegiatan yang dominan. Jika RPR. RPs, dan LQ ketiganya bernilai ekonomi daerah dan pergeseran sektor pada negatif (-), maka sektor tersebut kurang memiliki daya saing kompetitif maupun . Jika . , serta menentukan kuat lemahnya kegiatan yang sama di wilayah referensi. Enders (Suyana, 2. RPR negatif, . abupaten/kot. terhadap wilayah referensi sektor dan subsektor berdasarkan kategori Analisis Kuosien Spesialiasasi (KS) digunakan untuk mengukur penyebaran Sementara itu, analisis Overlay adalah lokalisasi pengembangan komoditi suatu metode penggabungan antara LQ dan MRP wilayah yang mana jika nilai KL Ou 1 maka . erdiri dari Rasio Pertumbuhan Wilayah komoditi terkonsentrasi pada suatu wilayah. Referensi (RPR) dan Rasio Pertumbuhan sedangkan jika nilai KL < 1 atau KL=0 maka Wilayah Studi (RPS)) untuk melihat deskripsi tidak terjadi pemusatan kegiatan komoditi. Untuk mengetahui spesialisasi komoditi kriteria kontribusi dan rasio pertumbuhan suatu wilayah digunakan metode Kuosien Hasil perhitungan ketiga komponen Lokalisasi (KL) yang mana jika nilai KS Ou 1 (RPR. RPs, dan LQ) dibedakan dalam empat maka komoditi terspesialisasi pada suatu kriteria sebagai berikut: . Apabila ketiga wilayah, namun jika nilai KS < 1 atau KS=0 komponen bernilai positif disektor i maka maka tidak terdapat spesialisasi kegiatan sektor tersebut merupakan sektor unggulan Selain analisis KS dan KL, metode dan kompetitif yang mana pertumbuhan dan LQ dapat diterapkan dalam menganalisis JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. komoditas yang memiliki peran penting kelemahan merupakan faktor internal yang dijadikan acuan dalam analisis faktor strategi pembangunan wilayah adalah (Manullang et internal, sedangkan peluang dan ancaman , 2. Metode AHP adalah suatu model adalah faktor eksternal pada analisis faktor pendukung keputusan yang dikembangkan strategi eksternal. oleh Thomas L. Saaty (Saputra & Nugraha. Metode Studi ini dilakukan dengan lima tahapan: tahap pertama, menentukan peringkat produk unggulan sektor dan 39 subsektor untuk mengetahui sektor dan subsektor unggulan di Kabupaten Kabupaten Kotawaringin Timur dengan didukung software Superdecision. Analisis SWOT Kotawaringin Timur. Tahapan menggunakan metode analisis Location analisis lingkungan internal bisnis dalam hal Quotient (LQ). Shift Share. Model Rasio Pertumbuhan (MRP), dan Overlay. Tahap kedua menentukan komoditas meliputi peluang dan ancaman. Tujuan unggulan dengan menggunakan analisis analisis ini Kuosien Spesialisasi (KS) dan Kuosien wawasan strategis dan menganalisis fakta dan data kedalam pemahaman yang koheren (Mintzberg. Tahap ketiga, menentukan produk turunan dari komoditas unggulan yang mengidentifikasi berbagai faktor secara terpilih dengan menggunakan metode survei dan FGD I. Produk turunan yang terpilih Analisis Lokalisasi (KL). perusahaan (Rangkuti, 2. berdasarkan pada logika yang memaksimalkan kekuatan diidentifikasi potensi, permasalahan, suplai (Strength. dan peluang (Opportunitie. , bahan baku dan peluang pasar. namun secara bersamaan meminimalkan (Weaknesse. (Threat. Kekuatan Tahap menetapkan produk unggulan daerah dengan menggunakan metode AHP dan FGD II. menentukan dan ditentukan oleh peluang dan Tahap kelima adalah merumuskan Kekuatan memfasilitasi kegagalan strategi pengembangan produk unggulan potensi ancaman dan menyadari peluang dengan menggunakan teknik SWOT. HASIL DAN PEMBAHASAN membuat bisnis rentan atau tidak mampu menciptakan nilai yang memadai bagi Kekuatan . Identifikasi Unggulan Sektor Subsektor JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Kabupaten Kotawaringin Timur Shift Share . enggunakan Microsoft Exce. merupakan salah satu wilayah di Provinsi pada tujuh belas lapangan usaha hasil Kalimantan Tengah perhitungan diperoleh empat sektor yang ekonominya masih sangat bergantung pada bernotasi positif untuk ketiga komponen, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan Tabel 1 Klasifikasi Tujuh Belas Sektor Berdasarkan Perhitungan LQ. Shift Share, dan MRP Tahun RPr Rps SLQ Kategori Enders Notasi Overlay Keterangan Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan 2,39 4,08 1,00 Kuat Unggulan dan Kompetitif Pertambangan dan Penggalian -2,57 11,07 0,41 Agak Kuat - - Industri Pengolahan 1,94 1,17 1,40 Kuat Pengadaan Listrik dan Gas 4,51 7,49 0,67 Sangat Kuat Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang 2,11 9,07 1,38 Sangat Kuat Kontruksi -0,78 -8,63 0,89 Sangat Lemah --- Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 1,05 -0,94 1,48 Kuat Transportasi dan Pergudangan 0,23 2,09 1,58 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0,30 -0,42 0,68 Informasi dan Komunikasi 2,91 3,74 0,58 Kuat Jasa Keuangan dan Asuransi 2,35 3,21 1,11 Kuat Real Estate 1,06 2,19 0,71 Agak Kuat Jasa Perusahaan -1,32 -8,64 0,77 Sangat Lemah --- Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 2,42 0,43 0,29 Sangat Lemah Jasa Pendidikan 2,10 4,04 0,61 Kuat Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 3,25 2,75 0,50 Kuat Jasa Lainnya -0,44 -1,58 0,65 Agak Kuat --- Sektor Sangat Lemah Sangat Lemah Unggulan dan Kompetitif Unggulan dan Kompetitif Spesialis --- Unggulan dan Kompetitif sektor industri pengolahan. Berdasarkan hasil perhitungan Overlay dan pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. dan daur ulang. serta sektor jasa keuangan perekonomian di Kabupaten Kotawaringin dan asuransi. Keempat sektor tersebut Timur memiliki nilai yang positif. Hal memiliki pertumbuhan dan kontribusi yang tersebut mencerminkan bahwa pertumbuhan menonjol baik di tingkat kabupaten maupun seluruh sektor perekonomian di wilayah ini provinsi selama periode 2017-2021. Hasil ini tumbuh lebih cepat dibandingkan sektor yang sejalan dengan penelitian Alwi et al. , . sama di tingkat provinsi. yang menemukan bahwa sektor pertanian. Pengembangan perekonomian suatu wilayah tidak hanya memprioritaskan sektor pengolahan, serta jasa keuangan dan asuransi memiliki pertumbuhan yang menonjol pada memperhatikan subsektor unggulan. Hasil tingkat Kabupaten Lombok Barat dan analisis Overlay dan Shift Share terhadap 39 Provinsi Nusa Tenggara Barat selama subsektor pertanian, peternakan, perburuan transportasi dan pergudangan tergolong dan jasa pertanian merupakan sektor yang dalam sektor spesialisasi yang mana kegiatan sektor tersebut di kabupaten lebih unggul perekonomian daerah dan berpotensi untuk maju dan tumbuh. Hal ini tidak jauh berbeda Sedangkan pertumbuhan maupun kontribusi. dengan studi Sari & Rita Br . yang Hasil analisis Shift Share . ihat Tabel . menyimpulkan bahwa subsektor pertanian di menunjukkan Provinsi Kalimantan Tengah Kabupaten Dili Serdang khususnya subsektor telah memengaruhi pertumbuhan PDRB Kabupaten Kotawaringin Timur sebesar subsektor kehutanan dan penebangan kayu Rp213. Nilai memiliki keunggulan kompetitif dan daya saing yang tinggi. Sementara subsektor Kotawaringin Timur selama periode 2017- industri makanan dan minuman tergolong dalam subsektor spesialis karena kontribusi perekonomian Kalimantan Tengah. Hasil ini dan pertumbuhan sektoralnya di kabupaten sejalan dengan studi Putri et al. , . yang lebih unggul dibanding di wilayah provinsi. Kabupaten Bulukumba Sementara Identifikasi Komoditi Unggulan Berdasarkan hasil perhitungan LQ . ihat Tabel perhitungan pertumbuhan Regional Share (Ni. bergantung pada perekonomian Sulawesi Selatan. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Tabel 2 Hasil Perhitungan LQ. KS, dan KL Subsektor Pertanian Tahun 2017-2021 Sektor SLQ DLQ Bawang Daun Bayam Buncis Cabai Besar Cabai Rawit Kacang Panjang Kangkung Kembang Kol Ketimun Labu Siam Terong Tomat Melon Sawi Semangka Durian Jambu Biji Jeruk Siam/Keprok Nanas Nangka/Cempedak Pepaya Pisang Rambutan Petai Jahe Kencur Kunyit Lengkuas Mengkudu Temulawak Padi Jagung Ubi Kayu*) Ubi Jalar Karet Kelapa Kopi Lada Kakao Kelapa Sawit 0,48 0,29 0,31 0,66 0,29 0,35 0,27 1,91 0,37 0,59 0,35 0,45 0,84 0,14 0,12 0,26 0,33 0,35 0,13 0,15 0,21 0,25 0,20 0,16 0,69 0,98 1,05 1,37 0,09 0,73 0,39 0,10 1,95 0,75 0,43 1,10 0,77 0,01 0,00 1,10 0,34 0,85 0,40 3,48 4,64 0,60 0,78 0,46 1,00 -0,24 0,45 1,16 0,22 0,18 0,41 0,79 0,35 -1,76 -0,19 0,48 -0,32 0,02 2,80 25,44 31,79 1,17 0,63 0,84 1,44 1,81 0,01 -0,44 2,58 8,83 0,44 -0,03 0,79 1,65 1,81 0,32 -0,00010 -0,00016 -0,00019 -0,00006 -0,00062 -0,00053 -0,00028 0,00001 -0,00053 -0,00001 -0,00057 -0,00024 -0,00002 -0,00026 -0,00155 -0,00106 -0,00026 -0,00080 -0,00152 -0,00222 -0,00050 -0,00375 -0,00165 -0,00017 -0,00002 0,00000 0,00002 0,00003 -0,00001 0,00000 -0,04288 -0,01675 0,00432 -0,00036 -0,01436 0,00021 -0,00001 -0,00003 -0,00023 0,08712 -0,16707 -0,22609 -0,21804 -0,10827 -0,22659 -0,20813 -0,23401 0,28757 -0,20149 -0,13109 -0,20802 -0,17453 -0,05075 -0,27436 -0,28034 -0,23636 -0,21272 -0,20588 -0,27718 -0,26961 -0,24992 -0,23860 -0,25479 -0,26867 -0,09847 -0,00843 0,01293 0,11357 0,34636 -0,08829 -0,19504 -0,28650 0,21847 -0,08190 -0,18122 0,03225 -0,07206 -0,31601 -0,31777 0,03254 Keterangan: *) Unggulan Hasil perhitungan gabungan hortikultura, ubi kayu . anaman panga. SLQ dan DLQ juga menunjukkan bahwa serta kelapa dan kelapa sawit dari tanaman komoditas ubi kayu merupakan komoditas JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. unggulan yang memiliki progresivitas baik dan unggul secara komparatif. Sedangkan komoditas ini layak dijadikan komoditas komoditas kembang kol, lengkuas, dan unggulan Kabupaten Kotawaringin Timur. kunyit, kelapa dan kelapa sawit tergolong Hasil ini sejalan dengan studi Selfia & dalam komoditas berkembang yang memiliki Munawir . yang menemukan bahwa potensi besar untuk dikembangkan. ubi kayu merupakan salah satu komoditas Sementara analisis KS dan KL menunjukkan bahwa unggulan utama Kecamatan Limbangan selain padi sawah, padi gogo, dan ubi jalar. tidak terdapat spesialisasi kegiatan pertanian tertentu dan komoditas pertanian tidak terkonsentrasi di wilayah ini. Nilai KS positif Identifikasi Produk Unggulan Produk Unggulan Daerah (PUD) Kabupaten menggambarkan kemampuan daerah dalam Kotawaringin Timur memiliki keunggulan menghasilkan produk, menciptakan nilai, komparatif dalam menghasilkan komoditas memanfaatkan sumber daya secara nyata, pertanian tertentu. Capaian nilai KL tertinggi memberi kesempatan kerja, mendatangkan adalah ubi pendapatan bagi masyarakat dan pemerintah, komoditas tanaman pangan tersebut paling produktivitas dan investasi (Sudarsono. Kotawaringin Timur. Hal ini sejalan dengan Penentuan PUD pada studi ini hasil studi Handayani et al. , . yang menggunakan analisis AHP dengan langkah menemukan bahwa pola produksi pada awal menentukan kriteria atau indikator. komoditas tanaman pangan di Kabupaten Merujuk pada Permendagri Nomor 9 Tahun Deli 2014 tentang Pengembangan PUD, terdapat duabelas kriteria yang harus dipenuhi dalam spesialisasi komoditas pada masing-masing penentuan PUD, yaitu penyerapan tenaga Sementara studi Sodik & Winarti kerja, sumbangan terhadap perekonomian, . juga menyimpulkan hal serupa bahwa tidak ada kegiatan berspesialisasi produksi diperbarui, sosial budaya, ketersediaan pasar, bahan baku, modal, sarana dan prasarana kecamatan di Kabupaten Sleman dan pola produksi, teknologi, manajemen usaha, dan produksi cenderung terbagi kepada beberapa komoditas di masing-masing kecamatan. kekhususan dan kewenangan yang dimiliki Komoditas ubi kayu memiliki nilai SLQ dan Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, dari DLQ serta nilai KS dan KL tertinggi 12 kriteria tersebut hanya enam kriteria yang Serdang Namun JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. bersifat mutlak harus dipenuhi suatu daerah menunjukkan konsisten. Selanjutnya hasil dalam menentukan PUD, yaitu: . K1 = perhitungan AHP dengan menggunakan Penyerapan Tenaga Kerja. K2 = software Superdecision diperoleh bahwa Sumbangan Terhadap Perekonomian. produk Olahan Kopi dan Beras Siam Epang = Sektor Basis Ekonomi Daerah. K4 = unggul pada enam kriteria . ihat Gambar . Produk Dapat Diperbarui. K5 = Sosial Hal ini menunjukkan bahwa kedua produk Budaya. K6 = Ketersediaan Pasar. tersebut memiliki manfaat kepentingan ideal Berdasarkan hasil survei lapangan dan yang sesuai dengan harapan produk unggulan FGD I diperoleh lima produk turunan dari prioritas dan layak ditetapkan sebagai PUD komoditas yang terpilih dan ditetapkan Kabupaten Kotawaringin Timur. Potensi menjadi calon PUD, yaitu Beras Siam Epang, lokal berupa bahan baku padi Siam Epang Virgin Coconut Oil (VCO). Kopi Murni dan Kopi Jahe. Keripik Nanas, dan Keripik SINAR Singkong. Perhitungan selanjutnya adalah Sampi. menjadi Beras Siam Epang serta melakukan pembobotan terhadap lima calon bahan baku kopi robusta diolah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) MELATI berpasangan calon produk yang akan dipilih dan SEROJA (Kecamatan Pulau Hanau. menjadi Kopi Murni. Kopi Jahe, dan Kopi masing-masing Hasil HARAPAN perhitungan pembobotan alternatif terhadap Jahe Seluang Balum. lima calon PUD diperoleh nilai Consistency Tahapan GAPOKTAN (KecamatanTeluk Ratio (CR) berkisar antara 0,07614 hingga menentukan peringkat produk unggulan 0,09906 (< 0,. yang berarti bahwa matriks dengan melakukan penjumlahan bobot setiap perbandingan berpasangan antar alternatif Ketersediaan Pasar Penyerapan Tenaga Kerja Beras Siam Epang Sosial Budaya Keripik Nanas Sumbangan Perekonomian Keripik Singkong Produk Dapat Diperbaharui Sektor Basis Ekonomi Daerah Kopi Murni dan Kopi Jahe VCO Gambar 1. Bobot Kriteria Pada Lima Calon Produk Unggulan Daerah JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Gambar 2. Ranking Penentuan Produk Unggulan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Tabel 3 Kopi Murni dan Kopi Jahe serta BerasAnalisis Siam SWOT KEKUATAN (STRENGTH) n Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki potensi besar dalam menghasilkan produk olahan hasil pertanian, perikanan, dan n Produk Beras Siam Epang Sampit telah memiliki Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM Perwakilan Provinsi Kalteng Tersedianya regulasi Perda Nomor Tahun Pengembangan Produk Unggulan Daerah KELEMAHAN (WEAKNESS) PELUANG (OPPORTUNITY) A Jumlah pelaku usaha skala mikro mendominasi struktur A Kurang familiarnya masyarakat terhadap produk unggulan VCO A Akses transportasi yang sulit sehingga pemasaran menjadi A Tidak ada basis data tunggal yang akurat terkait jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Kotawaringin Timur A Lemahnya kapabilitas internal pelaku usaha mikro dari sisi SDM, permodalan, teknologi, serta legalitas dan standarisasi A Program pembinaan dari OPD teknis untuk pelaku usaha . masih tumpang tindih dan kurang A Tingginya tingkat permintaan produk Beras Siam Epang dari Provinsi Kalimantan Selatan serta produk olahan kopi. VCO dan keripik singkong dari luar daerah A Dukungan pemerintah melalui bantuan dana dan peralatan kepada pelaku usaha serta promosi produk melalui event-event pameran A Potensi pasar bebas yang luas dan pelaku usaha kreatif mendominasi secara kuantitas A Beberapa pelaku usaha memperluas jangkauan pasar secara online. STRATEGI 1: A Peningkatan kualitas program dan kegiatan pembinaan bagi pelaku usaha yang kreatif dan inovatif agar dapat menjangkau pasar bebas yang lebih luas A Mendorong diversifikasi produk yang dihasilkan pelaku usaha A Pemberian apresiasi kepada para pelaku usaha berprestasi STRATEGI 3: A Pendampingan secara masif bagi para pelaku UMKM terkait pengenalan digitalisasi dan penggunaan teknologi informasi A Kerjasama dengan komunitas Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Dewan Pimpinan Wilayah Kalteng A Program public-private partnership, link & match program CSR A Percepatan pembentukan Tim Rencana Aksi Daerah (RAD) terkait Pengembangan Ekonomi Lokal Sumber: Hasil analisis penulis, 2022 ANCAMAN (THREATS) A Pasar bebas yang memberikan kemudahan bagi produk-produk luar untuk masuk ke pasar lokal sehingga memunculkan pesaing yang kreatif dan inovatif A Banyaknya pesaing dari usaha yang A Tingginya harga produk Beras Siam Epang di Kota Sampit sehingga kurang diminati masyarakat lokal STRATEGI 2: A Fasilitasi promosi melalui event-event lokal dan nasional . ameran & exp. , serta bekerjasama dengan bandara, hotel, dan tempat wisata A Membangun sentra pemasaran seperti PLUT mandiri A Sinergi dengan stakeholders terkait inovasi, literasi digital, fasilitasi legalitas, pembiayaan, branding dan pemasaran, standardisasi & sertifikasi, pemerataan pembinaan dan pelatihan A Percepatan penyusunan roadmap pengembangan ekonomi lokal STRATEGI 4: A Penetapan Keputusan Bupati tentang Produk Unggulan Daerah A Menginisiasi penyusunan peraturan turunan dari Perda Nomor 9 Tahun 2022 untuk memproteksi produk pelaku usaha lokal dan pengembangan UMKM JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. pada masing-masing oleh peserta FGD dan stakeholder, diperoleh Hasil perhitungan akhir bobot untuk rumusan bahwa Kopi Murni dan Kopi Jahe tiap alternatif menunjukkan bahwa produk serta Beras Siam Epang layak untuk Epang memiliki total bobot tertinggi dan mengungguli tiga calon produk unggulan Kotawaringin Timur Tahun 2022. Hasil Kedua produk tersebut dapat diajukan rumusan terkait penetapan PUD tersebut nantinya akan ditetapkan lebih lanjut dengan PUD Kabupaten Kotawaringin Kabupaten Timur mengingat bahan bakunya yang Keputusan melimpah dan produksinya terus meningkat. Keadaan Nomor 9 Tahun 2014 tentang Pedoman dimilikinya Sertifikat Indikasi Geografis (IG) Beras Siam Epang Sampit yang dikeluarkan Kementerian Republik Hukum Indonesia HAM Nomor Pendaftaran IDG000000101 pada Tanggal 01 Februari 2021. Sementara itu, produk olahan kopi khas Pulau Hanaut terus menggeliat seiring makin dikenalnya Kopi Jahe Seluang Balum dan Kopi Bapinang dari Desa Bapinang Hulu, serta Kopi Murni. Kopi Jahe, dan Kayu Manis dari Desa Hanaut hingga ke luar daerah . ihat Gambar . Hal ini tidak terlepas dari dukungan Kantor Wilayah Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Provinsi Kalimantan Tengah yang menetapkan Desa Hanaut sebagai Kampung Reforma Agraria sehingga perekonomian masyarakat. Hasil menggunakan AHP selanjutnya dibahas di forum Focus Group Discussion (FGD) II bersama stakeholder untuk menentukan PUD Tahun 2022. Berdasarkan saran dan masukan Kotawaringin Timur Permendagri Pengembangan PUD. Strategi Pengembangan Produk Unggulan Daerah Berdasarkan wawancara terhadap para pelaku usaha produk unggulan diperoleh bahwa terdapat teridentifikasi, yaitu: . Pelaku usaha mengalami kesulitan memperoleh izin edar produk, seperti izin P-IRT, izin halal, dan izin BPOM sehingga pemasaran produk terbatas. Keterbatasan SDM yang berkompeten dan akses pembiayaan permodalan. Rendahnya terhadap pemanfaatan digitalisasi di bidang . Distribusi barang terbatas akibat akses transportasi yang sulit. Rendahnya kualitas dan inovasi produk . esain Bupati PUD Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku usaha tersebut akan menjadi kelemahan jika tidak segera mendapat perhatian dari pemerintah dan dikhawatirkan dapat terhambat oleh pesaing. Selain itu. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. ancaman atau hambatan lain yang tidak dapat industri ke depan. Selain itu, kerja sama antar diprediksi dapat berpotensi mengganggu individu juga diperlukan untuk mengindari pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten terciptanya iklim persaingan yang tidak Kotawaringin Timur. Adapun Para kelemahan, peluang, dan ancaman yang senantiasa menjaga mutu produk yang dihasilkan serta meningkatkan kreatifitas dan unggulan dapat dijabarkan dalam bentuk inovasi dalam menghasilkan karya-karya matriks SWOT pada Tabel 3. Dalam upaya pengembangan produk unggulan daerah agar dapat bersaing dengan SIMPULAN DAN REKOMENDASI produk-produk Simpulan Kesimpulan yang dapat diambil dalam studi stakeholder baik pemerintah, swasta dan ini berdasarkan tahapan identifikasi dan Hal ini sejalan dengan pendapat analisis adalah sebagai berikut: Dalimunthe . Potensi Kabupaten produk unggulan dan pembinaan terhadap Kotawaringin Timur cukup menjanjikan. pelaku usaha dilakukan melalui triangulasi Hasil analisis Overlay dan Shift Share yang melibatkan akademisi, pemerintah, dan terhadap 17 sektor diperoleh bahwa sektor Kolaborasi hexa-helix antara merupakan salah satu sektor yang unggul baik dari pertumbuhan sektoral maupun . , . usiness/industr. , . , . , media . ass medi. , dan regulasi . aw and kompetitif dan komparatif. Sedangkan hasil analisis terhadap 39 subsektor ditemukan membentuk situasi industri yang sehat dan bahwa subsektor pertanian, peternakan, meningkatkan daya saing ekspor produk. perburuan dan jasa pertanian merupakan Konsep ini dapat memaksimalkan peran sektor yang memiliki keunggulan kompetitif ganda yang diemban oleh para aktor guna bagi perekonomian wilayah Kotawaringin mencapai tujuan bersama (Firmansyah et al. Timur. Melakukan kampanye kepada instansi Berdasarkan hasil perhitungan SLQ pemerintah, swasta dan masyarakat untuk dan DLQ diperoleh bahwa komoditas ubi selalu menggunakan produk dalam negeri kayu merupakan komoditas unggulan yang dapat menjadi salah satu solusi pembangunan memiliki progresivitas baik dan unggul JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. secara komparatif. Sementara hasil analisis Melakukan intervensi kepada pelaku KS dan KL menunjukkan bahwa tidak usaha mikro dalam bentuk pendampingan terdapat spesialisasi kegiatan pertanian di Kabupaten Kotawaringin Timur dan ubi kayu penggunaan teknologi, dan literasi digital merupakan komoditas tanaman pangan yang sehingga tercipta inovasi produk-produk paling banyak tersebar di wilayah ini. Hasil perhitungan akhir AHP dan FGD Menciptakan iklim usaha yang kondusif bersama stakeholder diperoleh bahwa produk bagi pengembangan produk unggulan Kopi Murni dan Kopi Jahe serta Beras Siam Epang diusulkan untuk ditetapkan sebagai PUD Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun Meningkatkan penggunaan bahan baku lokal dalam upaya memperkuat karakter PUD Kotawaringin Timur memiliki Menjamin kejelasan dan kemudahan Penguatan pelaku usaha dalam proses pengurusan izin usaha agar perlu ditingkatkan baik dari segi manajemen unit usaha dapat terformalkan. budaya lokal. berkelanjutan dan berdaya saing. Oleh karena Memberikan kemudahan akses terhadap sumber-sumber pendanaan. Memfasilitasi produk-produk itu, diperlukan dukungan dalam bentuk unggulan dengan memperluas jaringan kerjasama dan memperkuat plafon market stakeholder baik pemerintah, swasta dan pemasaran produk. pengembangan ekonomi lokal. Memfasilitasi pemberian apresiasi kepada pelaku usaha yang inovatif dan kreatif. Rekomendasi Memperhatikan kelemahan dari pelaku usaha penghasil Menginisiasi penyusunan regulasi terkait proteksi produk unggulan daerah. produk unggulan baik dari sisi SDM, muatan UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kelembagaan, kebijakan yang dapat diambil yang sebesar-besarnya kepada Bapperida Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kabupaten Kotawaringin Timur yang telah dalam memperkuat ekonomi lokal adalah: memberi kesempatan dan memfasilitasi JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024 . Hal 120 Ae 141. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. kegiatan penelitian ini. Tidak lupa juga penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak BPS Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai produsen data, serta Dinas Pertanian. Dinas Perikanan. Kantor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Mentawa Baru Ketapang. Seranau. Pulau Hanaut, dan Teluk Sampit yang selalu mendampingi di lokasi Penulis juga menyampaikan rasa terima kasih kepada rekan-rekan di Bidang Riset dan Inovasi yang telah membantu dalam pengumpulan data serta memberi masukan dan saran terkait perbaikan hasil penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA