LONTARA ABDIMAS Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. No. 2 December 2023 p-ISSN: 2721-2742 e-ISSN: 2747-2213 PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) SEBAGAI BAHAN HERBAL DALAM MENANGGULANGI INFEKSI JAMUR Andi Fatmawati *1. Dewi Arisanti2. Imran Amin3. Rahmawati4 . Tuty Widyanti5. Anita6. Waode Rustiah7. AR. Rahmansya8,Tenri Padad9. Andi Nur Apriyani10 1,2,4,5,6,7 Teknologi Laboratorium Medis. Politeknik Muhammadiyah Makassar. Makassar. Sulawesi Selatan Teknologi Elektromedis. Politeknik Muhammadiyah Makassar. Makassar. Sulawesi Selatan Radiologi. Politeknik Muhammadiyah Makassar. Makassar. Sulawesi Selatan Kedokteran. Universita Muhammadiyah. Makassar. Makassar. Sulawesi Selatan Manajemen. STIMI YAPMI. Makassar. Makassar. Sulawesi Selatan e-mail: fatmawati. moe@gmail. Artikel info: Received: 2023-10-19 Revised: 2023-11-20 Accepted: 2023-12-24 Publish: 2023-12-26 Abstract People in Indonesia have long used plants as traditional medicine. People in Bontomarannu village have long known and utilised various types of plants . as family medicinal plants, but the understanding of plant species . has not been specifically and deeply focused. This service aims to increase understanding of the use of TOGA for the prevention of fungal infections and increase the use of living pharmacies to improve family health The method approach used in this activity is to conduct a pretest to determine the initial knowledge of the community, provide counseling and share information related to medicinal plants and their utilization, then proceed with discussions / hearings from the community and village officials, then a post test to determine the increase in knowledge. The results of the counselling showed that there was an increase in knowledge and understanding of the community in the utilisation of family medicinal plants and this is expected to improve the health and well being of the people. Keywords : Medicinal plants, fungal infection. Abstrak Penduduk di Indonesia telah lama menggunakan tanaman sebagi obat Masyarakat di desa Bontomarannu telah lama mengenal dan memanfaatkan berbagai jenis tanaman . sebagai tanaman obat keluarga, namun pemahaman tentang spesies . tanaman belum terarah secara spesifik dan mendalam. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman TOGA bagi penanggulangan infeksi jamur dan meningkatkan pemanfaatan apotik hidup terhadap peningkatan derajat kesehatan keluarga. Pendekatan metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah dengan melakukan pretest untuk mengetahui pengetahuan awal Masyarakat, memberikan penyuluhan dan sharing informasi terkait tanaman obat dan pemanfaatannya, lalu dilanjutkan dengan diskusi /dengar pendapat dari masyarakat dan apparat desa, selanjutnya post test untuk mengetahui peningkatan pengetahunnya. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan dan komprehensi masyarakata dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga dan ekspektasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Tanaman obat, infeksi jamur PENDAHULUAN Permasalahan kesehatan merupakan aspek yang penting untuk diperhatikan guna mensejahterakan kehidupan keluarga dan masyarakat, namun masih terdapat kelompok masyarakat yang belum memiliki akses terhadap layanan kesehatan. Olehnya itu. Tindakan eduksi kepada Masyarakat menegenai produk obat yang mudah di dapat dan relative hemat biaya berasal dari bahan alami seperti tumbuhan dalam pengobatan gangguan Kesehatan. Masyarakat di pedesaan dapat memanfaatkan lahan halaman untuk menanam tanaman pilihan dari berbagai jenis yang dapat digunakan sebagai obat, baik di dalam pot maupun di lahan sekitar rumah. LONTARA ABDIMAS Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. No. 2 December 2023 p-ISSN: 2721-2742 e-ISSN: 2747-2213 Pemilihan jenis tanaman obat yang digunakan pada pertolongan pertama didasarkan pada khasiatnya, seperti pengobatan trhadap infeksi jamur. Memiliki tanaman herba di pekarangan sangat penting bagi keluarga dan masyarakat yang kesulitan mengakses penyedia kesehatan seperti Pkm,klinik, , dan Dengan mengedukasi masyarakat tentang manfaat, khasiat, dan jenis tanaman herbal, dapat menjadi salah satu standar utama keluarga untuk memilih obat P3K yang aman, mudah didapat, dan Pendapat Zuhud . , tumbuhan obat adalah semua jenis tumbuhan yang diyakini memiliki manfaat obat. Tumbuhan dipercaya mempunyai khasiat obat yang dikelompokkan: potential. traditional, dan modern. Berkembangnya produksi jamu, obat herbalis, botani medicine , dan kosmetik traditional turut memicu pertumbuhan budidaya tanaman obat. Saat ini, bahan baku industri obat tradisional terutama berasal dari tanaman yang dibudidayakan dalam skala kecil di rumah atau ditanam di alam dengan kualitas dan kuantitas rendah. Sehingga budidaya tetap dikembangkan sesuai dengan standar pembuatan obat tradisional. Adanya issue "kembali ke nature" dan krisis yang sedang berlangsung, masyarakat lebih cenderung menggunakan bahan-bahan alam dalam obat. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional telah dilakukan oleh masyarakat Indonesia sejak lama, khususnya pada tahun 1984 Masehi, ketika para ahli secara ilmiah melakukan banyak penelitian tentang tanaman yang digunakan sebagai obat. Obat tradisional ini berasal dari bahan alam tumbuhan dan dapat digunakan sebagai obat (Bambang. , 2. Penelitian telah dilakukan oleh Andi Fatmawati dengan judul Analisis Mikroflora Candida albicans pada Perokok dan Potensi Daya Hambat Ekstrak Daun Pacar Kuku Lawsonia sp. terhadap Isolat Candida albicans, terbentuk hasil bahwa ekstrak daun pacar kuku menunjukkan terbentuknya zona bening tertinggi pada konsentrasi 100% berdiameter 15. 4 mm, menunjukkan bahwa ekstrak daun pacar kuku memiliki daya untuk menghentikan jamur Candida albicans (Fatmawati. Andi. Masyarakat Desa Bontomarannu di Kecamatan Bontotiro. Kabupaten Bulukumba, menggunakan pekarangannya untuk menanam tanaman. Jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai obat jamur banyak ditemukan di pekarangan masyarakat, diantaranya yakni lengkuas, yang rimpangnya mengandung minyak atsiri sekitar 1%, yang terdiri dari kamfer, sineol, dan asam metal sinamat. Minyak atsiri yang ditemukan dalam rimpang lengkuas berfungsi sebagai antagonis mikroba dan pemusnah obat panu dan kutu dengan irisan lengkuas merah Selain itu, terdapat gelinggang (Cassea alat L) sebagi obat pemusnah panu, kurap, penyakit kulit, cacing kremi, dan penyakit lainnya (Steenis, 2. Gambar 1. Lengkuas (Languas galanga L). Gelinggang (Cassea alat. Tinea pedis . utu ai. dipengaruhi oleh infeksi jamur dermatofita yang membuat gatal pada area kaki, jari-jari kaki, dan punggung kaki. Penderitanya mungkin memiliki kulit yang bersisik atau melepuh serta rasa gatal di area kaki mereka (Kumar et al, 2. Tinia ungium adalah infeksi jamur dermatophyta pada jari kaki dan jari tangan dengan ciri kuku menjadi tebal, rapuh, dan berwarna kuning (Brown et al, 2. LONTARA ABDIMAS Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. No. 2 December 2023 p-ISSN: 2721-2742 e-ISSN: 2747-2213 METODE Kegiatan pengabdian dengan mengambil tema AuPemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Tog. Sebagai Bahan Herbal Dalam Menanggulangi Infeksi JamurAy, dilaksanakan pada hari yakni Jumat, 17 Maret 2023, di Desa Bontomarannu. Kec. Bontotiro. Kab. Bulukumba. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pemanfaatan TOGA bagi penanggulangan infeksi jamur dan meningkatkan pemanfaatan apotik hidup terhadap peningkatan derajat kesehatan keluarga. Beberapa tahap kegiatan: . penilaian dan pemilihan lokasi pengabdian. persetujuan kesepakatan dan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemuka masyarakat. penyediaan sarana dan perlengkapan. penyediaan pre- dan post-test. Peninjauan Pemilihan Koordinasi Penyiapan saran dan Pre test Penyuluhan Post test Gambar 2. Flowchart Kegiatan Pengabdian Metode yang digunakan untuk melaksanakan pengabdian yaitu : dimulai dengan survei lokasi di Desa Bontomarannu. Kecamatan Bonto Tiro. Kabupaten Bulukumba. pengiriman surat perizinan kegiatan ke lokasi di Desa Bontomarannu. Kecamatan Bonto Tiro. Kabupaten Bulukumba. persiapan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk penyuluhan. Tim memilih dan menyiapkan materi untuk kegitan pengabdian masyarakat. Sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pre test untuk menjajaki pengetahuan awal masyarakat tentang obat herbal, pertanyaan pre test meliputi pengtahuan tentang jenis-jenis tanaman obat yang ada di lingkungannya, nama spesies dari tanaman, bagaimana pemanfaatannya, teknik penggunaan tanaman sebagai obat, apakah masyarakat mengetahui komposisi tanaman yang berpotensi sebagai bahan obat. lalu dilanjutkan dengan penyuluhan dan diakhiri dengan post test. Diskusi, tanya jawab, dan refleksi yang disesuaikan dengan hasil lapangan merupakan langkah pendekatan pada masyarakat. Selama kegiatan, ada juga pendampingan yang digunakan untuk mendengarkan masukan dan membantu masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pengabdian ini dilaksanakan pada hari yakni Jumat, 17 Maret 2023, di Desa Bontomarannu. Kec. Bontotiro. Kab. Bulukumba dan semuanya berjalan sesuai rencana yang telah Kegiatan ini dibantu oleh mahasiswa program studi D3-TLM dan D3 TEM, serta mahasiswa D3 Sanitasi. Serta didukung oleh seluruh aparat desa dan Masyarakat. Selain mengenalkan jenis tanaman obat, penyuluhan ini juga membahas cara pengolahan dan pemanfaatannya secara tepat, dengan penanganann tepat dampak efek samping yang lebih rendah Membuat pemahaman penduduk semakin meningkat. Hal in terbukti setelah dilakukan post test, ternyata pengetahuan masyarakat semakin meningkat terutama mengenai jenis dan cara pengolahan tanaman herbal menjadi obat tradisional keluarga. Selain itu, diharapkan dengan pemanfaatan tanaman herbal sebagai obat tradisional juga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Hasil pra test dan pascatest kegiatan ini, terlihat pada diagram berikut : LONTARA ABDIMAS Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. No. 2 December 2023 p-ISSN: 2721-2742 e-ISSN: 2747-2213 Tingkat pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan TOGA sebagai bahan herbal Dalam menanggulangi Infeksi Jamur Jumlah responden Persentase (%) Pre test Ket Post test Gambar 3. Diagram Hasil Tingkat Pemahaman Masyarakat. Berdasarkan diagram di atas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta edukasi tentang materi yang telah disajikan dalam kegiatan ini. sebagai wujud membangun kesadaran masyarakat, tkhususnya penduduk Desa Bontomarannu, untuk memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman di sekitar rumah yang dapat dijadikan sebagai obat herbal dan akan mendukung hidup sehat. Pada penyuluhan ini, masyarakat diberikan pemahaman tentang jenis anaman yang dibudidayakan atau dikembangkan. Beberapa jenis tumbuhan, seperti galinggang, kunyit, dan lengkuas, dianggap berkhasiat sebagai bahan baku obat tradisional. Yang mengandung senyawa atau bahan bioaktif yang berkhasiat obat. Herbal terdapat kandungan berfungsi menghentikan perkembangan bakteri, seperti flavonoid, alkaloid, fenol, quinon, kumarin, triterpenoid, , dan tanin (Pratiwi, 2. Flavonoid bekerja sama dengan protein ekstraseluler untuk merusak membrane sel bakteri. Selain flavonoid, alkaloid ada memiliki senyawa yang d mengganggu bagian penyusun peptidoglikan pada sel bakteri dan jamur, akibatnya lapisan dinding sel tidak terbentuk secara utuh, sehingga terjadi kematian Tanin juga memiliki aktivitas antibakteri dengan menggandakan kompleks hidrofobik dengan Menginactivation adhesion, enzim, dan protein transpordinding sel dari berkembang biak. Menurut Muslim . , quinon memiliki kemampuan untuk menghasilkan radikal bebas yang stabil dan membentuk kompleks irreversible dengan asam amino nukleofilik pada protein, yang menyebabkan protein kehilangan fungsinya. Hal ini alas an quinin sebagai antibakteri. Inhibisi sintetis cell wall, membrane sel, protein, dan nucleic acid adalah mekanisme kerja obat antibakteri (Jawetz et al, 2. Gambar 4. Masyarakat Desa Bontomarannu Kec. Bontotiro saat menerima penyuluhan LONTARA ABDIMAS Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. No. 2 December 2023 p-ISSN: 2721-2742 e-ISSN: 2747-2213 KESIMPULAN Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa peserta sangat antusias dalam menyuksseskan acara ini dan memahami tentang tanaman obat keluarga. Terjadi peningkatan pemahaman tentang pemanfaatan TOGA bagi kesehatan keluarga dalam mengatasi infeski jamur, serta pemanfaatan TOGA bagi terhadap peningkatan derajat kesehatan keluarga. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih kami ucapkan kepada Direktur Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar dan Pemerintah Daerah Desa Bontomarannu Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan fasilitas kepada tim kami dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA