AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab https://journal. id/index. php/mabsuth/index Vol. No. 36701/ mabsuth. Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. Kafarah for a Wife Who Obeys Her Husband to Have Sexual Intercourse During the Daytime in Ramadan (A Comparative Study of the Maliki and ShafiAoi School. Muhammad Yusuf Rachman Rivaia. Mukran H. Usmanb. Alif Jumai Rajabc a Institut Agama Islam STIBA Makassar. Indonesia. Email: myrahman80@gmail. b Institut Agama Islam STIBA Makassar. Indonesia. Email: mukran@stiba. c Institut Agama Islam STIBA Makassar. Indonesia. Email: alifjr@stiba. Article Info Received:20 Oktober 2025 Revised: 25 November 2025 Accepted:28 November 2025 Published: 6 Maret 2026 Keywords: Kafarah. Sexual Intercourse. Ramadan. Shafi'i schools of thought. Maliki schools of thought Kata kunci: Kafarat. Jimak. Ramadan. Mazhab MAlik. Mazhab SyAfiAo Abstract Kafarah is a form of expiation that must be paid by a Muslim for violating a specific religious ruling, with the aim of covering or cleansing the sin. There are several types of kafarah . in Islamic law, namely: kafarah for homicide, eihar, breaking an oath, ilaAo, killing game or cutting/uprooting plants while in a state of ihram, and kaffarat for sexual intercourse. When a married couple engages in sexual intercourse during the daytime in Ramadan, their fast becomes invalid and a kafarah is imposed. The forms of this expiation include freeing a slave, fasting for two consecutive months, or feeding sixty poor people. This study aims to explore the method of legal reasoning . used by scholars of the Maliki and Shafi'i schools of thought regarding the obligation of kafarah for a wife who complies with her husband's request for intercourse during the daytime in Ramadan. It also seeks to compare their views and determine which opinion is more aligned with the evidences concerning kafarah. This research is a library study employing a normative and comparative approach. The findings reveal that the Maliki school of thought holds that the wife is obligated to perform kafarah in such a case, while the ShafiAoi school maintains that there is no kafarah required for a wife who complies with her husband's request for intercourse during the daytime in Ramadan. Both schools base their rulings on the same textual evidences but differ in their methodologies for deriving legal rulings from them. The implications of this study are expected to serve as a consideration for Muslim spouses in understanding their respective responsibilities in maintaining the sanctity of fasting, especially during the month of Ramadan. Abstrak Kafarat adalah denda yang harus dibayar oleh seorang muslim karena telah melanggar satu ketentuan, dengan bertujuan untuk menutupi atau membersihkan dosa. Terdapat beberapa jenis kafarat dalam syariat agama Islam, yaitu. kafarat pembunuhan, eihar, melanggar sumpah, ilaAo, membunuh binatang buruan atau menebang/mencabut tanaman saat ihram, dan kafarat jimak. Pasangan suami istri yang berjimak pada siang hari Ramadan, maka puasanya batal dan dikenakan kafarat atasnya. Hukuman denda tersebut di antaranya berupa memerdekakan budak, puasa dua bulan berturut-turut dan memberi makan enam puluh orang miskin. Penelitian ini 333 | Muhammad Yusuf Rachman. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. No. : 333-352 doi: 10. 36701/ mabsuth. dimaksudkan untuk mengungkap metode istidlal oleh ulama mazhab MAlik dan mazhab SyAfiAo terkait kafarat bagi istri yang menaati ajakan suami untuk jimak pada siang hari di bulan Ramadan serta untuk membandingkan pendapat mereka dan memahami pendapat manakah yang lebih relevan dengan dalil kafarat tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan pendekatan normatif dan komparatif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa mazhab MAlik memandang istri dalam hal tersebut wajib menunaikan kafarat, sementara mazhab SyAfiAo memandang tidak adanya kafarat bagi istri yang menaati ajakan suami untuk jimak pada siang hari Ramadan. Mazhab MAlik maupun mazhab SyAfiAo berpegang kepada dalil yang sama namun berbeda dalam metode penentuan hukum yang bersumber dari dalil yang sama tersebut. Implikasi dari penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi pasangan suami istri Muslim dalam memahami tanggung jawab masing-masing pihak dalam menjaga kesucian ibadah puasa, terutama di bulan Ramadan. adalah serupa dengan wanita istihAsah dan penderita salas al-baul. How to cite: Muhammad Yusuf Rachman Rivai. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab. AuKafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. Ay. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab. Vol. No. : 333-352. doi: 10. 36701/ mabsuth. This work is licensed under a Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-NC-SA 4. PENDAHULUAN Islam merupakan agama sempurna yang diturunkan oleh Allah Swt. petunjuk hidup dan rahmat bagi seluruh umat manusia. Ajarannya mencakup setiap aspek kehidupan, mulai dari urusan yang paling sederhana hingga yang paling kompleks. Siapa pun yang menjadikan Islam sebagai jalan hidupnya, serta menjadikan Al-QurAoan dan sunah Nabi Muhammad saw. sebagai panduan, akan meraih kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat kelak. 1 Terdapat beberapa aturan dalam agama Islam yang perlu dipatuhi oleh pasangan suami istri, salah satunya adalah larangan untuk berhubungan badan di siang hari selama bulan Ramadan. Bulan Ramadan merupakan waktu yang penuh berkah, dimana umat Islam melaksanakan ibadah puasa sebagai bentuk Allah Swt. berfirman dalam Q. al-Baqarah/2:183. a ca A aEaO Eac aOe aI aI eI Ca eEa aE eI Ea aEac aE eI aac aC eO aIA a aA aEaeO aE aI EAOA a AI aE aI aEA a AeOaOac aN EOe aI e aIIa eO aEA Terjemahnya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Rasulullah saw. juga bersabda: Khaerul Akbar, dkk. "Tinjauan Wakaf Saham dalam Perspektif Hukum Islam. " BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam 3. : h. Kementrian Agama Republik Indonesia. Al-QurAoan dan Terjemahnya (Bandung: Cordoba, 2. , 334 | Muhammad Yusuf Rachman Rivai. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. No. : 333-352 doi: 10. 36701/ mabsuth. a aAEAEA a ca AOuOA a AacEE OA ca AacEEa OA AOA aOI I aIA AaIA a AII UA ca AOEA ca AuEEI EO I aN I E uEaNa acuEA ca AuCIA ca AIA a AEEA a a AOEA U AO EO IE aI uEONA Artinya: Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. menunaikan zakat, berpuasa Ramadan dan menunaikan haji . e Baitulla. bagi yang mampu. Puasa lebih dari sekadar menahan lapar dan haus, ia juga mencakup pantangan dari segala perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah puasa, termasuk hubungan suami istri. Hal ini sejalan dengan firman Allah Swt. dalam Q. al-Baqarah/2:187. a aA aa acE Ea aEI EaO EaA AacEEa Iac aE eI aEIa eI aeaIaO aI aI aA a aE eIA ca A acacEa acI aEa aIA ca AEAOa aIA a aAEAA U aA Eac aE eI aOaIa eI EA U aA ua eaE Ia aa aE eI o aN acI EA a AacO Ea aE aI eaeOA ca AA a ca acEEa Ea aE eI o aOaEEaO aO eaaO a eac Oaa A a A aEaeO aE eI aO a aA aI aE eI n Aaea aI ae aA a a a aAON acI aOea aO aI aEA a a AeEaO a eEA a AeEa OA a a AON acI aOaIa eI aeEa aAO aI a Ee aI ae a aA a Aa aO I aI Ee aA e a n aac acO EAOa aI uaaE EaceO aE o aOaE aae aA e e A I aIA a ae aca AE aOA a AacEEa aOaea aN EaEIA Aac Ea aEac aN eI O ac aCO aIA ca AacOA a AON aE eaEA a a a eAEA a aE OaA a acEE Aa aE a eCaA Terjemahnya: Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu . antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai . Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu . alam keadaa. beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas . Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa. Pada ayat tersebut. Allah Swt. menghalalkan jimak bagi pasangan suami istri jika dilakukan saat malam hari. Namun, jika suami istri sengaja melakukannya pada siang hari Ramadan maka puasanya menjadi batal, wajib baginya untuk mengganti puasa yang batal tersebut di hari lain selain bulan suci Ramadan dan menyelesaikan kafarat . enda atas pelanggaran laranga. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. a A (OI aNE aEE) CA:AEA A aEaO Ia a a a a aE uaaE EIA a A aO a aA a Aac Aa aCA a a a a a a aA CAUaAOE NEEA a A aOCaA:AEA a A aNEaEA:AEA A aO aI AOIA a ANOI aIa aa aA A aEA:AEA a acO) CA a aA(N E aa a aI a a aC aCaaU) CA a aA CA. A aIA a A (Aa aNEA:A Ca aEA. A aEA:AEA a aIA a :AEA a aA (AaN E aa a I a aI acO aI EA:AEA :AEA AEA a AEA ACA AEA AEA ACA )AA AOIA ca a A Aa aCAUAac a aasC Aa aON a ca aA a EIA. a a a a aACA a a Abu al-usain Muslim ibn al-HajjAj, ahu Muslim (Riyadh: Bait al-AfkAr al-Dauliyah, 1419 H/1998 M), h. Kementrian Agama Republik Indonesia. Al-QurAoan dan Terjemahnya, h. 335 | Muhammad Yusuf Rachman Rivai. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. No. : 333-352 doi: 10. 36701/ mabsuth. aA aO uaEA A aA C aIIac AI acO aE O N aNE A:AEA a aA(A Uac a eac a a aI OaaNA AIA AEA AEA a AacA AIA AIA ANA AOA AOA ca a a a a a aa a a a a aa a a a acC ae . )AEA a ac CA a aA ( aN aINa aNEA:AEA Artinya: Seseorang datang kepada Nabi saw. seraya berkata: Aku telah binasa, wahai Rasulullah. Beliau bertanya. AuApa yang membuatmu binasa?Ay Orang itu berkata: Aku menggauli istriku di . iang har. bulan Ramadan. Beliau bertanya. AuApakah engkau mendapati sesuatu untuk membebaskan seorang budak?Ay Orang itu menjawab: Tidak. Beliau bertanya. AuApakah engkau mampu untuk berpuasa dua bulan berturut-turut?Ay Orang itu menjawab: Tidak. Beliau bertanya. AuApakah engkau mendapati sesuatu untuk memberi makan enam puluh orang miskin?Ay Orang itu menjawab: Tidak. Beliau berkata: Kemudian orang itu duduk. Lalu sekeranjang kurma didatangkan kepada Nabi saw. Beliau bersabda. AuSedekahkanlah ini!Ay Orang itu bertanya: Apakah kepada orang yang lebih fakir daripada kami? Tidak ada satu keluarga pun di antara dua tanah berbatu ini yang lebih membutuhkan kurma ini daripada kami. Nabi saw. tertawa sampai terlihat gigi-gigi taringnya, kemudian beliau bersabda. AuPergilah dan berilah ini untuk makan keluargamuAy. Ibnu QudAmah meyampaikan di dalam kitabnya al-Mugn bahwa tidak ada diantara ulama yang menyelisihi pendapat tentang siapa yang berjimak, kemudian keluar mani ataupun tidak, maka hal itu membatalkan ibadah puasanya. Begitu pula jika bercumbu kemudian keluar mani, maka termasuk membatalkan puasa. Kemudian Ibnu Rusyd mengemukakan di dalam kitab BidAyah al-Mujtahid bahwa jumhur ulama berpendapat, siapa yang dengan sengaja berhubungan intim di siang hari bulan Ramadan maka dia wajib menunaikan qada dan kafarat, sebagaimana kisah yang terdapat pada hadis Abu Hurairah ra. 7 Para ulama berbeda pendapat ketika menafsirkan hadis tersebut terkait permasalahan al-MuAwaAoah . stri yang menaati ajakan suaminya untuk berhubungan badan pada siang hari di bulan Ramada. Setelah menelaah kitab BidAyah al-Mujtahid, peneliti menemukan bahwa Imam MAlik dan para sahabatnya berbeda pendapat dengan Imam SyAfiAo dalam permasalahan Walaupun Imam SyAfiAo termasuk murid Imam MAlik, hal tersebut tidak menutup kemungkinan terjadinya perbedaan pendapat di antara keduanya disebabkan kondisi masayarakat, zaman serta guru juga murid yang banyak tersebar di beberapa wilayah bahkan negara yang berbeda. Dalam permasalahan tersebut. Ibnu QudAmah hanya menyebutkan secara singkat tentang perbedaan pendapat para imam mazhab. Maka dari itu, peneliti merasa perlu untuk mengkaji lebih dalam tentang masalah ini dan melihat bagaimana metode pengambilan dalil para ulama dengan membandingkan pendapat dua mazhab yang berbeda yaitu mazhab MAlik dan mazhab SyAfiAo. Penelitian ini menerapkan metode studi kepustakaan . ibrary researc. , yang berfokus pada pengumpulan dan analisis konsep-konsep yang berkaitan dengan topik Abu al-usain Muslim ibn al-HajjAj, ahu Muslim, h. Abdullah ibn Muhammad ibn QudAmah al-Maqdis, al-Mugn (Cet. Riyadh: DAr Aolam AlKutub, 1418 H/1997 M), h. Ibnu Rusyd. Abu al-Wald Muhammad. BidAyah al-Mujtahid wa NihAyah al-Muqtaid. Jilid 2 (Cet. Kairo: Maktabah Ibnu Taimiyah, 1415 H/1994 M), h. Ibnu Rusyd. Abu al-Wald Muhammad. BidAyah al-Mujtahid wa NihAyah al-Muqtaid, h. 336 | Muhammad Yusuf Rachman Rivai. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. No. : 333-352 doi: 10. 36701/ mabsuth. Proses ini dilakukan melalui telaah kritis terhadap teori-teori yang diperoleh dari berbagai sumber yang telah diterbitkan, terutama dari artikel-artikel dalam jurnal Studi kepustakaan memiliki peranan krusial dalam membentuk dasar konseptual atau kerangka teori bagi penelitian yang sedang dilakukan. 9 Data dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber, seperti Al-QurAoan, hadis, buku, artikel ilmiah, serta referensi kepustakaan lainnya. Data yang dikumpulkan bersifat kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif, yaitu metode penelitian yang dilakukan melalui penelusuran dan analisis terhadap bahan-bahan pustaka sebagai landasan utama, dengan mengumpulkan sumber-sumber yang memiliki keterkaitan dengan isu yang menjadi fokus kajian. Penelitian mengenai kafarat bagi seorang istri yang memenuhi ajakan suaminya untuk melakukan jimak pada siang hari di bulan Ramadan belum ditemukan dilakukan di Indonesia. Meski demikian, terdapat sejumlah studi yang membahas mengenai kafarat puasa secara umum, yang menurut peneliti memiliki hubungan erat dengan topik yang dibahas dalam penelitian ini. Penelitian sebelumnya yang membahas permasalahan ini sebagai berikut: Skripsi yang berjudul AuKifarat JimaAo Siang Hari Bulan Ramadhan (Studi Komparasi Antara Imam Malik dan Imam Asy-SyafiAo. Ay11 ditulis oleh Moh. Ali Shodiqin. Peneliti dalam penelitiannya berfokus pada urutan kafarat jimak pada siang hari Ramadan tanpa menyebutkan siapa yang dikenai denda kafarat, berbeda dengan penelitian ini yang berfokus pada kafarat bagi istri yang menaati ajakan suami untuk jimak pada siang hari di bulan Ramadan. Skripsi AuStudi Komparatif Tentang Kafarat Bagi Suami Istri yang Berjimak Saat Istri Sedang Haid dan Nifas Perspektif Mazhab Syafii dan Mazhab HambaliAy12 oleh Alfina Farichati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menurut mazhab SyAfiAo dan mazhab al-Hanbal, seseorang yang melakukan hubungan intim wajib membayar kafarat berupa satu dinar atau setengah dinar. Jika perbuatan tersebut dilakukan dengan kesadaran bahwa hal itu dilarang, mazhab SyAfiAo menyatakan tidak ada kewajiban membayar kafarat. Sementara itu, mazhab al-Hanbal memberikan opsi antara membayar satu dinar atau setengah dinar, karena keduanya dianggap mencukupi. Jika tindakan tersebut dilakukan karena tidak tahu atau lupa, maka menurut mazhab SyAfiAo tidak dikenai dosa maupun kewajiban kafarat. Sedangkan dalam pandangan mazhab al-Hanbal, terdapat dua pendapat yang berbeda: satu mewajibkan kafarat dan yang lain tidak. Walaupun penelitian Alfina Farichati dan penelitian ini sama-sama membahas tentang kafarat, namun konteksnya berbeda dengan yang peneliti akan bahas, maka penelitian ini akan menjadi tambahan pengetahuan dalam sisi kafarat bagi istri yang menaati ajakan suami untuk berhubungan badan pada siang hari di bulan Ramadan yang ditinjau dari pandangan mazhab MAlik dan mazhab SyAfiAo. Wiratna Sujarweni. Metodologi Penelitian (Cet I. Yogkarta: Pustaka Baru Press, 2. , h. Soejono Soekanto dan Sri Marmudji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. (Cet. Jakarta: Rajawi Press, 1. Moh. Ali Shodiqin. AuKifarat JimaAo Siang Hari Bulan Ramadhan (Studi Komparasi Antara Imam Malik dan Imam Asy-SyafiAo. Ay. Skripsi (Yogyakarta: Fak. Syariah UIN Sunan Kalijaga, 2. Alfina Farichati. AuStudi Komparatif Tentang Kafarat Bagi Suami Istri yang Berjimak Saat Istri Sedang Haid dan Nifas Perspektif Mazhab Syafii dan Mazhab HambaliAy. Skripsi (Purwokerto: Fak. Syariah UIN Prof. Saifuddin Zuhri, 2. 337 | Muhammad Yusuf Rachman Rivai. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. No. : 333-352 doi: 10. 36701/ mabsuth. Skripsi yang berjudul AuUrutan Kafarat JimaAo Pada Siang Hari Ramadhan Studi Komperatif Menurut Pandangan Imam Malik dan Imam SyafiAoiAy 13 yang ditulis oleh Siti Zamrah Binti Basri Ibrahim. Peneliti di dalam penelitiannya lebih berfokus pada urutan kafarat jimak pada siang hari Ramadan menurut pandangan imam MAlik dan imam al-SyAfiAo, berbeda dengan penelitian ini yang akan membahas tentang kafarat dalam permasalahan dijatuhkan atau tidaknya kafarat bagi seorang istri yang menaati ajakan suami untuk berhubungan badan pada siang hari di bulan Ramadan menurut pandangan mazhab MAlik dan mazhab SyAfiAo. PEMBAHASAN Konsep Kafarat Dalam Hukum Islam Pengertian Kafarat Kafarat berasal dari bahasa arab yaitu. A( EEal-KaffAra. , sesuatu yang digunakan untuk menghapus dosa, baik berupa sedekah, puasa, atau hal lain yang sejenis. Sebagian ulama mengatakan: Auseakan-akan dosa itu ditutupi dengan kafaratAy Dinamakan al-KaffArah karena ia menghapus dosa, yakni menutupinya, seperti kafarat sumpah, kafarah eihAr, dan kafarat pembunuhan tidak sengaja. Allah Swt. telah menjelaskan di dalam kitab-Nya dan memerintahkannya kepada hamba-hamba-Nya. Berdasarkan definisi tersebut, istilah kafarat pada dasarnya bermakna sebagai penutup atau sesuatu yang menutupi. Makna ini berkaitan erat dengan adanya pelanggaran atau dosa, yang perlu ditutupi dan dihapus melalui pelaksanaan sanksi yang disebut kafarat. Kafarat tidak hanya merupakan bentuk tindakan, tetapi juga mencerminkan sikap dalam menunaikan kewajiban atas hukuman yang timbul akibat pelanggaran terhadap sesuatu yang dilarang. 15 Dengan demikian, dapat dipahami bahwa kafarat adalah bentuk sanksi yang ditetapkan oleh hukum syariat dan dikenakan kepada individu tertentu akibat melakukan pelanggaran terhadap perbuatan-perbuatan yang telah diatur oleh syariat. Jenis Kafarat Ali Geno Berutu menuliskan di dalam bukunya. Fikih Jinayat (Hukum Pidana Isla. ada 6 macam kafarat dalam Islam, yaitu:16 Kafarat Pembunuhan. Salah satu tujuan Islam dalam maqAsidu al-syarAoah adalah hifu al-nafs yakni untuk melindungi setiap orang dari hal-hal yang bisa menghilangkan nyawanya. Oleh karenanya seseorang tidak dibenarkan untuk membunuh tanpa adanya alasan pembenar terhadap tindakan pembunuhan tersebut . Hal ini sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q. al-NisA/4:92: Siti Zamrah Binti Basri Ibrahim. AuUrutan Kafarat JimaAo Pada Siang Hari Ramadhan Studi Komperatif Menurut Pandangan Imam Malik dan Imam SyafiAoiAy. Skripsi (Riau: Fak. Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, 2. Muhammad ibn Mukrim. LisAn al-'Arab. Jilid 5(Cet i. Beirut: DAr Adir, 1414 H), h. Fonna Aulia Sasmita. AuKafarat Menggauli Istri Yang Sedang Haid (Analisis Perbandingan Dalil Menurut Ibn Hazm Dan Ibn Al-Qayyi. Ay. Tesis (Banda Aceh: UIN Ar-Raniry, 2. , h. Ali Geno Berutu. Fikih Jinayat (Hukum Pidana Isla. Dilengkapi dengan pembahasan Qanun Jinayat Aceh (Cet. Purwokerto: CV. Pena Persada, 2. , h. 338 | Muhammad Yusuf Rachman Rivai. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. No. : 333-352 doi: 10. 36701/ mabsuth. s s AaOaI aE aI Ea aI eaI sI aI Oa eCa aE aI eaIIU uaacE aUUa o aOaII Caa aE aI eaIIU aUUa a e a aO aCaa s acI eaIIa s aOaOa U acI aEac aI ua eaE eaNEa aN uaacEA s s AA acCaO o AauaI aE aI aII Ca eOsI a a ssO Eac aE eI aO aN aO aI eaI UI a e a aO aCaa s acI eaIIa s n aOuaI aE aI aII Ca eOUsI aeO Ia aE eI aOaeO Ia aNI aIOae UCA ca aI OA a ca AacEEa OaE aIA ss a ss a a AOIA a aOa U acI aEac aI ua eaE eaNEN aO ea a aO aCaa acI eIIa n Aa aII acacEe aaO e aOA U AacEEa aEA a ca AI a eNaOe aI aIa a a eacO a eOa UU I aIA AOIA UU AaEA Terjemahnya: Tidak patut bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin, kecuali karena tersalah . idak sengaj. Siapa yang membunuh seorang mukmin karena tersalah . memerdekakan seorang hamba sahaya mukmin dan . tebusan yang diserahkan kepada keluarganya . , kecuali jika mereka . eluarga terbunu. membebaskan pembayaran. Jika dia . dari kaum yang memusuhimu, padahal dia orang beriman, . endaklah pembunu. memerdekakan hamba sahaya mukmin. Jika dia . dari kaum . yang ada perjanjian . antara mereka dengan kamu, . endaklah pembunu. membayar tebusan yang diserahkan kepada keluarganya serta memerdekakan hamba sahaya mukmin. Siapa yang tidak mendapatkan . amba sahay. hendaklah berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai . cara bertobat dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Seseorang yang membunuh orang lain tanpa alasan yang dibenarkan dalam agama Islam, maka akan dikenakan qia atau membayar diyAt jika keluarga korban Selain itu, pembunuh juga diwajibkan untuk menunaikan kafarat. Kafarat yang dibebankan kepada seorang pembunuh adalah dengan memerdekakan budak Jika ia tak mampu melakukannya maka pilihan selanjutnya adalah berpuasa 2 bulan berturut-turut. Kafarat eihar eihAr merupakan ucapan seorang suami kepada istrinya dengan pernyataan seperti. AuEngkau bagiku seperti punggung ibuku. Ay Pada masa jahiliah, pernyataan semacam ini dipandang sebagai bentuk talak. Namun, setelah Islam datang, ketentuan hukum mengenai eihAr yang berlaku di masa jahiliah dibatalkan. Allah Swt. dalam Q. al-MujAdilah/58:3-4: AaOEac aOe aI Oa e aN aeO aI aI eI Ia a aiO aN eI aac Oaa eOa eO aI Ea aI CaEaeO a e aOe a aCaa s aI eI Ca e aE a eI Oaca aI ac eEa aE eI a eO aaeO aI aN aO eacEEa a a a AacO aII Ca aE a eI OacaI ac AaII acacE Oa a aeA AacO aI eEaeO IUA a e AI A e e a e AI a eNaOe aI aIa aa aA a a e eae ea a a e aIEa eO aI aa eO Aa aI eI acacEe aaO e aOA a a aAeEA AE a a eOa eacEEa aOEaeE eE aA aOe aI a a aEaeOIA a AE Ea eaIIa eO aa eacEEa aOa a eOEN aOaeEA Terjemahnya: AuOrang-orang yang meneihar istrinya kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan, wajib memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu berhubungan badan. Demikianlah yang diajarkan kepadamu. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. Siapa yang tidak mendapatkan . amba sahay. wajib berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya berhubungan badan. Kementrian Agama Republik Indonesia. Al-QurAoan dan Terjemahnya, h. 339 | Muhammad Yusuf Rachman Rivai. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. No. : 333-352 doi: 10. 36701/ mabsuth. Akan tetapi, siapa yang tidak mampu, . memberi makan enam puluh orang Demikianlah agar kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah ketentuan-ketentuan Allah. Orang-orang kafir mendapat azab yang pedih. Ay18 Islam menegaskan bahwa eihAr bukanlah bentuk perceraian, namun orang yang melakukannya diwajibkan membayar kafarat sebelum dapat kembali berhubungan suami Meskipun tampak sederhana, ucapan tersebut dilarang karena menyamakan istri dengan ibu kandung, yang dalam Islam dipandang sebagai sesuatu yang haram, seolah menyiratkan hubungan suami istri dengan ibu sendiri. Bentuk kafarat atas eihAr adalah membebaskan seorang budak, jika tidak mampu maka berpuasa selama dua bulan berturut-turut, atau memberi makan kepada 60 orang fakir miskin. Jimak di bulan Ramadan. Kafarat ini ditetapkan bagi pasangan suami dan istri yang melakukan jimak pada siang hari Ramadan. Kafarat yang diberlakukan bagi suami dan istri yang melakukan jimak di siang hari Ramadan memiliki ketentuan yang serupa dengan kafarat untuk kasus eihAr. Bentuk kafarat tersebut meliputi membebaskan seorang budak perempuan yang beriman, atau jika tidak mampu, berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Jika keduanya juga tidak sanggup dilakukan, maka alternatifnya adalah memberikan makanan kepada 60 orang miskin, masing-masing sebanyak satu mud. Ketentuan ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. A (OI A:A CEAUaA NE E O OE NEEA:Aac A CEA A OCA:AEA A aEaO Ia a AA ACA )AA AEA AEA AEA AaNA a a a aE uaaE EIA a a a a a aa a aa a a aa a a AO I AOIA a A (AaNE a A:A Ca aEA. A aEA:AEA a ANO aI aIa aa aA A aEA:AEA a acO) CA a aA(N E aa a aI a a aC aCaaU) CA a aA CA. A aIA a aIA a :AEA aa aa s a aa a a :AEA a A Aa aCAUAac aaC AON a a aA CA. A aEA:AEA a acO aI EaOIU) CA a aACA aA aac aEA:AEA ca aA a EIA. a A (Aa aNE a a aI a aI A:AEA s A aA C aIIac AI acO aE O N aNE OA:AEA Uac a eac a a aI OaaNA a A aA a aA AA. A a aO a uaEaO aN aIIacA ca aAE EIA a aA(A a a a aa a a a a a a a acC ae . )AEA a ac CA a aA ( aN aINa aNEA:AEA Artinya: Seseorang datang kepada Nabi saw. seraya berkata: Aku telah binasa, wahai Rasulullah. Beliau bertanya. AuApa yang membuatmu binasa?Ay Orang itu berkata: Aku menggauli istriku di . iang har. bulan Ramadan. Beliau bertanya. AuApakah engkau mendapati sesuatu untuk membebaskan seorang budak?Ay Orang itu menjawab: Tidak. Beliau bertanya. AuApakah engkau mampu untuk berpuasa dua bulan berturut-turut?Ay Orang itu menjawab: Tidak. Beliau bertanya. AuApakah engkau mendapati sesuatu untuk memberi makan enam puluh orang miskin?Ay Orang itu menjawab: Tidak. Beliau berkata: Kemudian orang itu duduk. Lalu sekeranjang kurma didatangkan kepada Nabi saw. Beliau bersabda. AuSedekahkanlah ini!Ay Orang itu bertanya: Apakah kepada orang yang lebih fakir daripada kami? Tidak ada satu keluarga pun di antara dua tanah berbatu ini yang lebih membutuhkan kurma ini daripada kami. Nabi saw. tertawa sampai terlihat gigi-gigi taringnya, kemudian beliau bersabda. AuPergilah dan berilah ini untuk makan keluargamu. Ay Kementrian Agama Republik Indonesia. Al-QurAoan dan Terjemahnya, h. Abu al-usain Muslim bin al-HajjAj, ahu Muslim, h. 340 | Muhammad Yusuf Rachman Rivai. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. No. : 333-352 doi: 10. 36701/ mabsuth. Hadis tersebut menjadi landasan hukum mengenai kewajiban kafarat bagi pasangan suami istri yang berjimak pada siang hari di bulan Ramadan. Penjelasan dalam hadis ini secara gamblang menyebutkan bahwa urutan pelaksanaan kafarat dimulai dengan membebaskan budak. apabila hal tersebut tidak memungkinkan, maka diwajibkan untuk berpuasa selama dua bulan berturut-turut, dan jika puasa pun tidak dapat dilakukan, maka alternatif terakhir adalah memberikan makanan kepada 60 orang fakir miskin. Kafarat Karena Telah Melanggar Sumpah Kewajiban kafarat bagi seseorang yang mengucapkan sumpah atas nama Allah namun kemudian melanggarnya didasarkan pada firman Allah Swt. dalam Q. alMAidah/5:89: aA a aEI a acC e acac eEaeOa oaI Aa aEAacaN aeI aa I eEA a a a A a aEI eacEE aaEEace aO a A AacO aI eI aeO a aA ae a a a a a a a a e a aeOaI aE eI aOe eI Oac aA a a AaE Oa aA Aaca aeOaIa aE eI aa aEa eAa eIA a AI a eEaa aacOsI eEA a aI ae aI eO aI a eNEeO aE eI aeO E e aOaeI aeO ae aOe a aCaa Aa aI eI acacEe aaO e aOA a AE aEAA AacO eacEEa Ea aE eI e eOaN Ea aEac aE eI a e aE aeO aIA a A aeO aeOaIa aE eI aE eEA a aE OaA e AaOA Terjemahnya: Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja . ntuk bersumpa. , tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpahsumpah yang kamu sengaja. Maka, kafaratnya . enda akibat melanggar sumpa. ialah memberi makan sepuluh orang miskin dari makanan yang . kamu berikan kepada keluargamu, memberi pakaian kepada mereka, atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Siapa yang tidak mampu melakukannya, maka . berpuasa tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah . an kamu melanggarny. Jagalah sumpah-sumpahmu! Demikianlah Allah menjelaskan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur . epada-Ny. Cara menunaikan kafarat tersebut meliputi beberapa pilihan, yaitu memberi makan kepada 10 fakir miskin, menyediakan pakaian untuk mereka, atau membebaskan seorang budak. Apabila ketiga pilihan tersebut tidak dapat dilakukan, maka yang wajib dilaksanakan adalah berpuasa selama tiga hari secara berturut-turut. Kafarat IlaAo Kafarat ilaAo merujuk pada sumpah seorang suami yang berjanji untuk tidak melakukan jimak dengan istrinya dalam jangka waktu tertentu. Contohnya adalah ucapan suami kepada istrinya seperti. AuDemi Allah, aku tidak akan menggaulimu. Ay Sebagaimana firman Allah Swt. yang termaktub dalam Q. al-Baqarah/2:226-227: a a aa AA aea a a a e aN os a eI aeO a acI eacEEa a aA eO acaeOI aOa eI aIO EacaE aC a acI eacEEa aeOA AIA ANA AOA ia ca a a e AEEacOe aI Oa eEaeO aI I eI I aA AaEaeOIA Terjemahnya: Septari Harahap. AuAnalisis Terhadap Pendapat Imam Ahmad ibn Hanbal Tentang Kewajiban Kafarat Bagi Hubungan Suami Istri yang Dilakukan Ketika HaidAy. Skripsi (Riau-Pekanbaru: Fakultas SyariAoah UIN SUSKA RIAU, 2019. Kementrian Agama Republik Indonesia. Al-QurAoan dan Terjemahnya, h. 341 | Muhammad Yusuf Rachman Rivai. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. No. : 333-352 doi: 10. 36701/ mabsuth. Orang yang meng-ilaAo . ersumpah tidak mencampur. istrinya diberi tenggang waktu empat bulan. Jika mereka kembali . encampuri istriny. , sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Jika mereka berketetapan hati untuk bercerai, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Konsekuensi dari sumpah ilaAo ini adalah kewajiban suami untuk membayar kafarat ilaAo, yang jenisnya serupa dengan kafarat yamn . afarat pelanggaran sumpa. , yaitu memberi makan 10 orang fakir miskin, menyediakan pakaian untuk mereka, atau membebaskan seorang budak. Jika pilihan tersebut tidak dapat dilakukan, maka wajib berpuasa selama tiga hari secara berturut-turut. Membunuh binatang buruan atau menebang/mencabut tanaman saat ihram. Seseorang yang sengaja melakukannya maka wajib baginya mengganti dengan binatang ternak yang seimbang, atau memberi makan orang miskin, atau berpuasa. Allah Swt. menjelaskan aturan ini di dalam Q. al-MAidah/5:95: a AEAO a OaIeaI I OII Caa EaN aIIe aEI acIa aI U Aa aIeE I CaaEA Aac aI eaO aE aI aNA AEIA AIA AIA a a a a a aa a e e a a a a e a e ca AeOaOac aN EacOe aI e aIIa eO aE a eCaEaOA aO e sE aIIe aEI N e sO eEa a Ee aE a aO aEAac aI I eEA a AEA AAOa UI EaOa a eO aC aOaa aE aeI aN a aA eacEEa a acIA a AacO aeO a e aE eEA a a a e a a a a e ae U a e AA aOaI eI a a AaOa eI aC aI eacEEa IeINa aO eacEEa a aOe aO Ie aC sIA a aEA Terjemahnya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh hewan burua. ketika kamu sedang berihram . aji atau umra. Siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, dendanya . alah menggantiny. dengan hewan ternak yang sepadan dengan . ewan burua. yang dibunuhnya menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai hadyu . ewan kurba. sampai ke KaAoba. kafarat dengan memberi makan orang-orang miski. atau berpuasa, seimbang dengan makanan yang dikeluarkan it. agar dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan perbuatan yang telah lal. Siapa kembali mengerjakannya, pasti Allah akan menyiksanya. Allah Maha Perkasa lagi Maha Memiliki . untuk membalas. Kafarat membunuh binatang buruan atau mencabut tanaman pada saat ihram adalah tindakan yang sangat penting untuk dipahami oleh para jamaah haji atau umrah. Hal ini dikarenakan melanggar aturan tersebut tidak hanya berpengaruh pada individu yang bersangkutan secara spiritual, tetapi juga berdampak pada sosial dan moral yang lebih luas. Demikianlah jenis-jenis kafarat dalam hukum Islam beserta dalil-dalil yang menjadi dasar pensyariatannya. Penelitian ini akan membahas salah satu jenis kafarat, yaitu terkait dengan kafarat jimak pada siang hari di bulan Ramadan. Genealogi dan Ushl Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiAo Mazhab MAlik Genealogi Singkat Imam MAlik Kementrian Agama Republik Indonesia. Al-QurAoan dan Terjemahnya, h. Kementrian Agama Republik Indonesia. Al-QurAoan dan Terjemahnya, h. 342 | Muhammad Yusuf Rachman Rivai. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. No. : 333-352 doi: 10. 36701/ mabsuth. Imam MAlik termasuk salah satu dari empat imam besar dalam mazhab fikih Islam. Nama lengkapnya adalah Ab AoAbdillAh MAlik ibn Anas ibn MAlik ibn Ab AoAmir ibn al-Ari. 24 Ia dilahirkan di kota Madinah pada tahun 93 H. Imam MAlik memiliki garis keturunan dari kabilah Himyar yang berasal dari wilayah Yaman. Ayahnya bernama Anas ibn MAlik ibn Ab AoAmir ibn Ab al-Ari ibn SaAoad ibn AoAuf ibn AoAd ibn MAlik ibn Jazd, sedangkan ibunya adalah AoAliyah binti Syuraik al-Azdiyyah. Imam MAlik dikenal sebagai pemuka fikih di Madinah dan dijuluki sebagai imam bagi masyarakat Hijaz. Pendidikan awal yang diterimanya berfokus pada Al-QurAoan, mencakup pembelajaran bacaan, pemahaman makna, serta penafsiran ayat-ayatnya. Selain menguasai Al-QurAoan. Imam MAlik juga mendalami ilmu hadis secara mendalam, sehingga ia dikenal luas sebagai salah satu ulama hadis terkemuka. Imam MAlik dikenal sebagai sosok yang sangat menjunjung tinggi kehormatan hadis sebagai bentuk penghormatan terhadap Rasulullah saw. Setiap kali hendak menyampaikan pelajaran hadis, beliau selalu mempersiapkan diri dengan penuh kesungguhan, seperti berwudu, mengenakan pakaian terbaik, merapikan jenggot, bahkan terlebih dahulu mandi dan memakai wewangian. Tindakan ini mencerminkan ketakzimannya terhadap ajaran Nabi dan keseriusannya dalam menyampaikan ilmu. Ketika dewasa. Imam MAlik menimba ilmu dari para ulama terkemuka pada masanya dan menghimpun berbagai pengetahuan yang diperolehnya dari mereka. Setelah dirinya diakui sebagai salah satu ulama besar, beliau mengajar di dua tempat utama, yaitu di Masjid Nabawi dan di kediamannya sendiri. Dalam proses pengajaran. Imam MAlik menyampaikan hadis serta membahas persoalan-persoalan fikih. Ia dikenal sangat berhati-hati dan penuh ketelitian dalam memberikan fatwa, guna menghindari kesalahan dalam menyampaikan hukum-hukum agama. Ushl Mazhab MAlik Imam MAlik sendiri tidak secara langsung merumuskan prinsip-prinsip dasar fikih yang menjadi landasan dalam berijtihad. Para tokoh mazhab MAlik, termasuk muridmurid beliau dan generasi setelahnya, berhasil menyimpulkan dan menuliskan dasardasar tersebut berdasarkan pemikiran dan praktik hukum Imam MAlik. Meskipun tidak ditulis oleh beliau secara eksplisit, landasan-landasan tersebut selaras dengan pemikiran Imam MAlik. Indikasi mengenai prinsip-prinsip tersebut dapat ditelusuri melalui berbagai fatwa beliau, khususnya yang tercantum dalam al-Muwao. Dalam karya tersebut. Imam MAlik menyebutkan bahwa "praktik penduduk Madinah" merupakan salah satu sumber hukum yang ia gunakan selain Al-QurAoan dan sunah. Ia juga menerima hadis mursal dan munqaiAo, selama tidak bertentangan dengan kebiasaan masyarakat Madinah. Adapun Syamsuddn Muhammad ibn Ahmad ibn UmAn al-ahab. Siyar AAolAm al-NubalAAo (Cet. Muassasah al-RisAlah, 1405 H/1985 M), h. Syamsuddn Muhammad ibn Ahmad ibn UmAn al-ahab. Siyar AAolAm al-NubalAAo, h. Indo Santalia, "Al-MuwaththaAo Malik dan Pengaruhnya terhadap Pemikiran Hadis" Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis 6. : h. Abdurrohman Kasdi, "Menyelami Fiqih Madzhab Maliki (Karakteristik Pemikiran Imam Maliki dalam Memadukan Hadits dan Fiqi. " YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam 8. Iim Nurbaiti. AuAnalisis Istinbath Imam Malik Tentang Hukum Talak Orang MabukAy. Skripsi. Semarang: Fak. SyariAoah dan Hukum UIN Walisongo, 2. , h. 343 | Muhammad Yusuf Rachman Rivai. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. No. : 333-352 doi: 10. 36701/ mabsuth. prinsip-prinsip dasar dalam metode pengambilan hukum mazhab MAlik dijabarkan sebagai berikut:29 . Al-QurAoan . Sunah . Ijmak . QiyAs . Perkataan para sahabat . AoAmalu Ahli al-Madinah (Perbuatan Penduduk Kota Madina. Maslauah Mursalah . Sad al-ZarAiAo . IstihsAn . Istihab Mazhab SyAfiAo Genealogi Singkat Imam al-SyAfiAo Nama lengkap Imam al-SyAfiAo adalah Abu AoAbdillah Muhammad ibn Idrs ibn AoUsmAn ibn SyAfiAo ibn Al-SaAoib ibn AoUbaid ibn AoAbdi Yazd ibn HAsyim ibn Mualib ibn AoAbdi ManAf Al-Mualib. Berdasarkan nasabnya, jelas bahwa beliau berasal dari suku Quraisy, tepatnya dari keturunan Bani Hasyim. Imam al-SyAfiAo dilahirkan di Gaza. Palestina, pada tahun 150 H, kemudian dibawa oleh ibunya ke AsqalAn. Beliau dikenal sebagai seorang mujtahid dalam bidang fikih dan termasuk salah satu diantara empat imam mazhab utama dalam Islam. Imam al-SyAfiAo lahir pada tahun yang sama dengan wafatnya Ab Hanfah. 30 Ibunya bernama Fatimah binti Abdullah ibn Husain ibn Ali ibn Abi Thalib, sehingga secara silsilah beliau adalah keturunan dari Ali ibn Abi Thalib. Dengan demikian, kedua orang tua Imam al-SyAfiAo merupakan keturunan Arab Quraisy. Sejak kecil. Imam al-SyAfiAo menunjukkan kecerdasan dan ketekunan dalam menuntut ilmu agama, termasuk menghafal Al-QurAoan sebelum mencapai usia sembilan tahun serta menguasai banyak hadis. Di Makkah. Imam al-SyAfiAo belajar kepada Muslim ibn Khalid al-Zanj, yang kemudian memberinya izin untuk mengeluarkan fatwa pada usia 15 tahun. Ketertarikannya terhadap ilmu fikih tumbuh setelah beliau dikenal sebagai ahli bahasa Arab dan syairnya. 31 Selanjutnya. Imam al-SyAfiAo menuju ke Madinah untuk menimba ilmu kepada Imam MAlik ibn Anas, seorang ulama fikih ternama. Kemudian beliau melanjutkan perjalanan ke Irak untuk belajar dari para ulama besar seperti Imam Abu Ysuf dan Imam Muhammad ibn Hasan, yang keduanya merupakan murid senior Imam Ab Hanfah. Setelah menyelesaikan masa belajar di Irak. Imam al-SyAfiAo kembali ke Mekkah dan tinggal di sana selama tujuh tahun. Pada tahun 195 H, ia pindah ke Baghdad untuk mengajar, di mana salah satu murid terkenalnya adalah Ahmad ibn Hambal, yang sebelumnya pernah bertemu Imam al-SyAfiAo di Mekkah. Setelah mengajar di Baghdad, beliau kembali ke Madinah, namun tidak lama. Pada tahun 198 H, beliau kembali lagi ke Baghdad. Kemudian berangkat ke Mesir pada QahAn AoAbdu al-RahmAn al-Dauri. ManAhiju al-FuqahA F IstinbAi al-AukAm Wa AsbAbi IkhtilAfihim (Cet I. Lebanon: 1436 H), h. Ab Bakr Ahmad ibn al-usan al-Baihaq. ManAqib al-SyAfiAo (Cet. Kairo: Maktabah DAr alTurA, 1390 H/1970 M), h. Jidan Ahmad, dkk, "Mazhab dan Istimbath Hukum". Al-Hikmah: Jurnal Studi Agama-Agama 2 . : h. 344 | Muhammad Yusuf Rachman Rivai. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. No. : 333-352 doi: 10. 36701/ mabsuth. tahun 199 H dan menetap di sana. Di Mesir. Imam al-SyAfiAo aktif mengajar dan fatwafatwanya yang dikeluarkan di sana dikenal dengan sebutan Qaul Jadd, sementara fatwa yang diberikan saat di Baghdad disebut Qaul Qadm. Imam al-SyAfiAo wafat di Mesir pada tahun 204 H pada usia 54 tahun. Ushl Mazhab SyAfiAo Imam al-SyAfiAo dalam kitab al-RisAlah dan al-Umm menyebutkan secara jelas ushl yang menjadi pegangan mazhabnya, yaitu:33 . Al-QurAoan . Sunah . Ijmak . QiyAs . Pendapat sahabat Nabi Muhammad saw. yang tidak ditentang oleh sahabat lain . AoUrf . al-Istiuab Komparasi Ushl Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiAo No. Prinsip/Dalil Al-QurAoan Sunah Ijmak QiyAs Perkataan sahabat AoAmal ahli alMadinah Maslauah Mursalah Sad al-ZarAAoi IstiusAn Istisuab AoUrf Mazhab MAlik Aa Aa Aa Aa Aa Aa Mazhab SyAfiAo Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Pandangan Ulama Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiAo Terhadap Hukum Kafarat Istri yang Menaati Ajakan Suami untuk Jimak pada Siang Hari Ramadan Pandangan Ulama Mazhab MAlik Imam MAlik . 179 H) Salah seorang murid Imam MAlik menyampaikan pendapat beliau dalam kitab alMudawwanah: a sa s aA aI AaIN aIa I aEaO N OI a aEaO aN aA CaOaE IEA A aEaeO aNA:AEA a aAE CA a e a a a e a U a a a a a AOI eI a eEaNa eIaNa aA aaIA a a aI Ca eO aE aIEE AA a sa a AEe aC OEe aEAaca OEaO aN Ee aEAaca aO OEaO N aOA a A N aO Ee aCA U e ae a a U e a a eA CaEA. aAOI eI a aI a eIaNA eaa a a a a a A Aa aI Ca eO aE aIEE AA:AA Ab Bakr Ahmad ibn al-usan al-Baihaq. ManAqib al-SyAfiAo , h. Muhammad Syalb, al-Madkhal IlA al-Fiqhi al-IslAm (Cet. Beirut: DAr al-JAmaAoiyyah, 1405 H/1985 M), h. 345 | Muhammad Yusuf Rachman Rivai. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. No. : 333-352 doi: 10. 36701/ mabsuth. aa A aOua eI aE aI a eEaaN aN Aa aEaeO aNAUaA a aO aeNA a A aI Aa aCA a Aac aO aEaeO aN aIe aE aEA a A acaO UI a aaIA e aAE u eI aEIA a A aEaeON E aE aE Oa eOI aEAA:AEA Aa a a a eE acaOaI Eaca aAeaaea a a eI Oa aEAa aIe aN aO a eI Ia eA a aN aO aEaeO aN CA Artinya: Bagaimana pendapat MAlik tentang orang yang memaksa istrinya dan menggaulinya di siang hari bulan Ramadan? Apa yang dibebankan atasnya dan istrinya, menurut pendapat MAlik? Dia berkata, orang tersebut harus menunaikan qada dan kafarat, dan bagi sang istri juga harus menunaikan qada. Saya berkata. Bagaimana pendapat MAlik tentang orang yang menggauli istrinya berhari-hari di bulan Ramadan? Dia berkata, orang itu harus menunaikan satu kafarat setiap harinya dan istrinya juga harus menunaikan kafarat setiap harinya jika ia menaati Jika suami memaksa istrinya maka ia harus menunaikan kafarat untuk istrinya dan juga untuk dirinya sendiri, dan istri harus melaksanakan qada sejumlah hari yang dia berbuka pada hari tersebut. Ibn al-QAsim menyampaikan pendapat gurunya (Imam MAli. , bahwa istri yang menaati perintah suaminya untuk berhubungan pada siang hari Ramadan, maka ia juga tetap wajib menunaikan kafaratnya dan tetap mengganti hari puasanya yang batal. Abdu al-WahhAb al-BagdAd . 422 H) Abdu al-WahhAb al-BagdAd menuliskan pendapatnya dalam kitab al-Ma'nah 'alA Mahabi 'Alimi al-Madnah: Au O IE aEI AEON EEA EAU EEAOA Artinya: Jika seorang wanita taat untuk berhubungan seksual, maka dia harus membayar kafarat, berbeda dengan pendapat al-SyAfiAo. Imam Abdu al-WahhAb memandang jika istri rela menaati ajakan suaminya untuk berjimak pada siang hari Ramadan maka ia wajib membayar kafarat. menyampaikan bahwa pandangannya berbeda dengan Imam al-SyAfiAo yang berpendapat Pandangan Ulama Mazhab SyAfiAo Imam al-SyAfiAo . 150 H) Beliau berkata dalam kitab al-Umm: ca AEIaca aaE a aO A e AE a ca AAEacOA ca AA a A aOaE aEAUa aIeNa aO a eI eIaNA a AeEa a aOEea eIaa aOa a aIA ca aI EIA eAA e AaOuaa aEac A a - AacA acEEA aA aacEe Oa aC eE a aE aA a Ee aI eaA- AaEaeO aN aO aEac aIA Artinya: Dan jika sang suami menunaikan kafaratnya, maka itu cukup bagi dia dan istrinya. Seperti halnya dalam ibadah haji dan umrah, dan beginilah sunah itu. Apakah MAlik ibn Anas. Al-Mudawwanah. Jilid 1 (Cet. : DAr al-Kutub al-AoIlmiyah, 1415 H/1994 M), h. Abdu al-WahhAb al-BagdAd, al-Ma'nah 'alA Mahabi 'Alimi al-Madnah. Jilid 1 (Makkah: Maktabah al-TijAriyah MuafA Ahmad al-BAz, t. ), h. Muhammad ibn Idrs al-SyAfiAo. Al-Umm. Jilid 2 (Cet. II. Beirut: DAr al-Fikr, 1403 H/1983 M), 346 | Muhammad Yusuf Rachman Rivai. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. No. : 333-352 doi: 10. 36701/ mabsuth. kamu tidak memperhatikan bahwa Nabi Muhammad saw. tidak mengatakan bahwa sang istri juga menunaikan kafarat. Imam al-SyAfiAo dalam masalah ini berpendapat bahwa jika suami mendatangi istrinya pada siang hari Ramadan dengan sengaja maka sang suami wajib mengganti puasanya dan dibebankan kepadanya kafarat, adapun untuk sang istri maka tidak dibebankan kepadanya kafarat. Imam al-SyAfiAo memandang perintah untuk menunaikan kafarat dalam hadis Nabi Muhammad saw. hanya ditujukan kepada suami, bukan kepada Kafarat merupakan hak harta, maka kafarat dibebankan kepada suami sebagaimana mahar dalam perkawinan. Imam Ab amid al-GazzAl . Imam Ab amid Muhammad ibn Muhammad al-GazzAl mengatakan dalam kitabnya Al-Was fi al-Mahab: AEa eO aNA a AA a acAeE aI ea au OI aE aEAA Artinya: Seorang istri jika digauli . maka tidak ada kafarat atasnya. Imam Ab amid al-GazzAl menyatakan bahwa seorang istri yang digauli oleh suaminya tidak dikenai kewajiban kafarat, meskipun puasanya tetap batal dan wajib Hal ini berkaitan dengan pelanggaran puasa Ramadhan melalui hubungan intim, di mana kafarat hanya diwajibkan kepada pelaku utama yang secara aktif melakukan pelanggaran, yakni suami yang memulai atau memerintahkan istrinya untuk berjimak. Imam al-Nawaw . 676 H) Imam al-Nawaw berkata dalam kitab al-Majm' Syaru al-Muhaab: a AEA aA ca ACa e a aE eaaI A aOA e Aac A a A aEaO Ee aI ea aEAA a ca AaIA a AO I eI aI e aNIa IacNa aE aOA Artinya: Sungguh kami telah sebutkan bahwa pendapat yang benar dalam mazhab kami adalah bahwasanya tidak diwajibkan bagi istri untuk menunaikan kafarat lainnya. Imam al-Nawaw menegaskan prinsip penting dalam fikih mazhab SyAfiAo terkait kewajiban kafarat atas pelanggaran puasa Ramadhan melalui hubungan suami istri. Menurutnya, pendapat yang benar dalam mazhab SyAfiAo adalah bahwa istri tidak dibebani kewajiban kafarat lain di luar qada puasa. Artinya, meskipun puasanya batal akibat jimak, istri hanya diwajibkan mengganti puasanya tanpa harus menanggung kafarat berat yang ditetapkan syariat. Argumentasi Ulama Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiAo Kemunculan berbagai mazhab dalam penafsiran hukum Islam menunjukkan adanya keragaman pandangan antar mazhab. Masing-masing mazhab memiliki pendekatan tersendiri dalam menetapkan hukum Islam, yang menjadi salah satu penyebab Siti Syamsiyah, dkk. AuTinjauan Hukum Islam Terhadap Musafir Yang Melakukan Hubungan Suami Istri Pada Siang Hari Bulan Ramadhan. Ay Skripsi. (Curup: Fak. SyariAoah dan Ekonomi Islam IAIN Curup, 2. Ab amid Muhammad ibn Muhammad al-GazzAl. Al-Was fi al-Mahab. Jilid 2 (Cet. Kairo: DAr al-SalAm, 1417 H), h. Muhyiddin ibn Syaraf al-Nawaw. Al-Majm' Syaru al-Muhaab. Jilid 6 (Kairo: IdArah alTabA'ah al-Munriyyah, 1433 H), h. 347 | Muhammad Yusuf Rachman Rivai. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. No. : 333-352 doi: 10. 36701/ mabsuth. munculnya perbedaan pendapat di antara mereka. 40 Mazhab MAlik dan mazhab SyAfiAo sama-sama menjadikan hadis Abu Hurairah ra. sebagai pegangan dalam menentukan hukum kafarat jimak. Namun, mereka berbeda pandangan dalam memahami hadis Hadis Abu Hurairah ra. yang dimaksud adalah sebagai berikut: A (OI A:A CEAUaA NE E O OE NEEA:Aac A CEA A OCA:AEA A aEaO Ia a AA ACA )AA AEA AEA AEA AaNA a a a aE uaaE EIA a a a a a aa a aa a a aa a a a a AOI a NO aI aIa aa aA A aEA:AEA a AA AaIA a acO) CA a aA(N E aa a aI a a aC aCaaU) CA a aA CA. A aIA a aIA a :AEA a a AO A a A (Aa aNE a:A Ca aEA. A aEA:AEA aa s a aa a a :AEA a A Aa aCAUAac aaC AON a a aA CA. A aEA:AEA a acO aI EaOIU) CA a aACA aA aac aEA:AEA ca aA a EIA. a A (Aa aNE a a aI a aI A:AEA s A aA C aIIac AI acO aE O N aNE OA:AEA Uac a eac a a aI OaaNA a A aA a aA AA. A a aO a uaEaO aN aIIacA ca aAE EIA a aA(A a a a aa a a a a a a a acC ae . )AEA a ac CA a aA ( aN aINa aNEA:AEA Artinya: Seseorang datang kepada Nabi saw. seraya berkata: Aku telah binasa, wahai Rasulullah. Beliau bertanya. AuApa yang membuatmu binasa?Ay Orang itu berkata: Aku menggauli istriku di . iang har. bulan Ramadan. Beliau bertanya. AuApakah engkau mendapati sesuatu untuk membebaskan seorang budak?Ay Orang itu menjawab: Tidak. Beliau bertanya. AuApakah engkau mampu untuk berpuasa dua bulan berturut-turut?Ay Orang itu menjawab: Tidak. Beliau bertanya. AuApakah engkau mendapati sesuatu untuk memberi makan enam puluh orang miskin?Ay Orang itu menjawab: Tidak. Beliau berkata: Kemudian orang itu duduk. Lalu sekeranjang kurma didatangkan kepada Nabi saw. Beliau bersabda. AuSedekahkanlah ini!Ay Orang itu bertanya: Apakah kepada orang yang lebih fakir daripada kami? Tidak ada satu keluarga pun di antara dua tanah berbatu ini yang lebih membutuhkan kurma ini daripada kami. Nabi saw. tertawa sampai terlihat gigi-gigi taringnya, kemudian beliau bersabda. AuPergilah dan berilah ini untuk makan keluargamuAy. Adapun metode pemahaman yang dilakukan setiap mazhab adalah sebagai Mazhab MAlik Dalam mazhab MAlik, permasalahan kafarat bagi istri yang berjimak dengan suaminya pada siang hari di bulan Ramadan dirincikan sebagai berikut. Jika istri ikut serta secara suka rela Wajib bagi istri menunaikan qada dan kafarat, sebagaimana diwajibkan atas Para ulama mazhab MAlik ketika berdalil dengan hadis Abu Hurairah ra. menyandingkan kafarat dengan pembatalan puasa akibat jimak yang dilakukan suami dan Maka pembebanan kafarat diwajibkan atas keduanya juga. Jika istri dipaksa oleh suaminya untuk jimak Eritama Sahbani. AuKafarat Pembunuhan disengaja (Studi Komparatif antara Imam Malik dan Imam Asy-SyafiAo. Ay. Skripsi (Riau: Fak. Syariah dan Hukum UIN Sultan Syarif Kasim Riau, 2. , h. Abu Al-usain Muslim ibn Al-HajjAj, ahu Muslim, h. RajAa ibn 'Abid al-Muraf. Al-KaffArAt f fiqhi al-IslAm (Cet. Madinah: Al-JAmi'ah alIslAmiyyah, 1429 H/2008 M), h. 348 | Muhammad Yusuf Rachman Rivai. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. No. : 333-352 doi: 10. 36701/ mabsuth. Para ulama fikih termasuk ulama mazhab MAlik bersepakat bahwa istri dalam kondisi ini wajib menganti hari puasanya yang batal akibat jimak, namun tidak diwajibkan atasnya kafarat. Mazhab SyAfiAo Mazhab SyAfiAo menyimpulkan bahwa istri wajib mengganti hari puasa Ramadan yang dibatalkan akibat jimak dengan suaminya, namun tidak diwajibkan atasnya untuk menunaikan kafarat. Para ulama mazhab SyAfiAo memahami konteks hadis bahwa Nabi Muhammad saw. memerintahkan orang yang menggauli istrinya pada siang hari di bulan Ramadan untuk menunaikan kafaratnya. Namun, tidak memerintahkan istri orang tersebut untuk menunaikan kafarat yang sama, walaupun Nabi Muhammad saw. mengetahui kondisi istri orang itu. Sebab perbedaan pandangan antara ulama mazhab MAlik dan mazhab SyAfiAo dalam menentukan hukum kafarat jimak bagi istri adalah perbedaan pemahaman konteks hadis dengan penggunaan qiyAs. Kedudukan istri dalam hal ini diqiyAskan kepada kedudukan suami dalam hukum kafarat, bahwa mereka termasuk orang yang dibebankan syariat agama Islam atasnya. 45 Maka, jika suami djatuhi hukuman kafarat maka begitu juga istrinya. Setelah melihat dalil dan pendapat para ulama mazhab MAlik dan mazhab SyAfiAo, hasil penelitian ini lebih cenderung menguatkan pendapat mazhab MAlik yang menetapkan bahwa istri juga tetap wajib menunaikan kafarat. Adapun hal-hal yang mendukung pendapat tersebut, sebagai berikut46: Hukuman yang dibebankan kepada suami juga harus dibebankan kepada istri, karena mereka bersama-sama dalam keadaan merusak kemuliaan bulan suci Ramadan. Nabi Muhammad saw. tidak memerintahkan kepada arab badui untuk mandi janabah. Namun, mandi janabah tetap wajib dikerjakan oleh suami dan istri. Perintah kafarat berlaku atas seluruh kaum muslimin, tidak hanya ditujukan kepada arab badui. Walaupun dalam hadis tersebut. Nabi hanya berbicara kepadanya. Syariat Islam menyamakan kedudukan setiap orang dalam pandangan hukum, kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu yang memiliki dalil Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiAo Dalam memahami permasalahan fikih terkait hubungan suami istri di siang hari Ramadan, para ulama memiliki pandangan yang beragam, tergantung pada metode istinbat yang digunakan dalam mazhabnya masing-masing. Dua mazhab besar, yaitu mazhab MAlik dan mazhab SyAfiAo, memiliki kesamaan dalam beberapa aspek hukum, namun juga menunjukkan perbedaan dalam hal tertentu, terutama menyangkut tanggung jawab istri dalam kasus jimak atas ajakan suami. Komparasi antara kedua mazhab ini RajAa ibn 'Abid al-Muraf. Al-KaffArAt f fiqhi al-IslAm, h. Abdullah ibn Muhammad ibn QudAmah Al-Maqdis. Al-Mugn. Jilid 3 (Cet. Kairo: Maktabah al-QAhirah, 1388 H/1968 M), h. Ibnu Rusyd. Abu al-Wald Muhammad. BidAyah al-Mujtahid wa NihAyah al-Muqtaid (Cet. Kairo: Maktabah Ibnu Taimiyah, 1415 H/1994 M), h. RajAa ibn 'Abid al-Muraf. Al-KaffArAt f fiqhi al-IslAm, h. 349 | Muhammad Yusuf Rachman Rivai. Mukran Usman. Alif Jumai Rajab Kafarat Istri yang Menaati Suami untuk Jimak Siang Hari Ramadan (Studi Komparasi Mazhab MAlik dan Mazhab SyAfiA. AL-MABSUTH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. No. : 333-352 doi: 10. 36701/ mabsuth. penting untuk menunjukkan bagaimana satu dalil dapat ditafsirkan dan diterapkan secara berbeda sesuai dengan prinsip-prinsip istidlal yang digunakan oleh masing-masing Adapun perbandingan pandangan antara kedua mazhab tersebut dalam kasus ini dapat dijelaskan sebagai berikut47: Mazhab MAlik dan mazhab SyAfiAo bersepakat bahwa suami dan istri yang jimak pada siang hari di bulan Ramadan bagi mereka wajib mengganti hari puasanya yang batal. Mazhab MAlik dan mazhab SyAfiAo bersepakat bahwa suami wajib menunaikan kafarat jimak. Mazhab MAlik dan mazhab SyAfiAo bersepakat bahwa istri yang dipaksa oleh suaminya untuk jimak pada siang hari Ramadan wajib baginya menunaikan qada, namun tidak diwajibkan kafarat karena terdapat unsur pemaksaan. Mazhab MAlik memandang istri yang tetap mengikuti ajakan suaminya, maka dia tetap harus menunaikan kafarat jimak. Mazhab SyAfiAo berpendapat sebaliknya, bahwa jika istri menaati ajakan suaminya untuk berhubungan, maka kafarat tidak dibebankan kepadanya. KESIMPULAN Dalam syariat agama Islam terdapat beberapa jenis kafarat, salah satunya adalah kafarat jimak pada siang hari di bulan Ramadan . embebaskan budak, berpuasa selama dua bulan berturut-turut, dan memberi makan 60 orang miski. Mazhab MAlik berpendapat bahwa istri wajib mengganti puasanya dan menunaikan kafarat. Berbeda dengan mazhab MAlik. Mazhab SyAfiAo memandang bahwa istri yang menaati ajakan suaminya untuk jimak pada siang hari di bulan Ramadan wajib mengganti puasanya, namun tidak wajib menunaikan kafarat. Ulama mazhab MAlik menentukan hukum kafarat bagi istri yang menaati ajakan suaminya untuk jimak pada siang hari di bulan Ramadan dengan cara mengqiyAskan istri kepada suami bahwa mereka berdua termasuk Sedangkan ulama mazhab SyAfiAo menentukan hukum dengan melihat kontekstual hadis. Pendapat mazhab MAlik dianggap lebih kuat karena menggunakan metode istinbat yang lebih kokoh dan berpijak pada prinsip keadilan syariat. Kafarat dibebankan kepada istri karena ia turut serta dalam pelanggaran, dan hukum ini berlaku umum bagi seluruh muslim, tidak terbatas pada subjek tertentu dalam hadis. DAFTAR PUSTAKA