Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 1. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 12-19 Suplementasi HYPEROL untuk Peningkatan Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vanname. Nurul Fatimah 1. Aldi Huda Verdian2*. Kurnia Fathurohman1. Adni Oktaviana 2. Linuwih Aluh Prastiti2. Qorie Astria1. Arif Faisal Siburian 3 Program Studi Teknologi Pembenihan Ikan. Politeknik Negeri Lampung Program Studi Budidaya Perikanan. Politeknik Negeri Lampung Behn Mayer Chemicals. Indonesia Naskah Diterima : 31 Januari 2023. Disteujui publikasi : 31 Maret 2023 INFO NASKAH ABSTRACT Keywords Penelitian ini bertujuan untuk megevaluasi efek suplementasi kombinasi kalsium, magnesium, dan vitamin D3 (HYPEROL) pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname. Selama 60 hari udang diberi pakan dengan perlakuan yang berbeda yaitu kontrol . anpa suplementasi kombinasi kalsium, magnesiun dan vitamin D. dan empat tingkat suplementasi kombinasi kalsium, magnesiun dan vitamin D3 yaitu 0. 1,00%. Pemeliharaan udang dilakukan di dalam akuarium dengan ukuran 40x25x30cm yang berisi 4 L air laut yang didesinfeksi pada kepadatan tebar 100 larva m -2. Penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi HYPEROL pada konsentrasi hingga 10 mL Kg1 secara signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan dengan bobot akhir hingga 7,84g dan tingkat kelangsungan hidup udang vaname hingga sampai 86,67%. Litopenaeus vannamei,kalsium. D3. Politeknik Negeri Lampung. Jl Soekarno Hatta No 10 Rajabasa Bandar Lampung. Telp : 0721-703995. Fax. *Email: aldihudaverdian@polinela. Dietary Supplementation of HYPEROL for Growth Improvement of Pacific White Shrimp (Litopenaeus vanname. Nurul Fatimah 1. Aldi Huda Verdian2*. Kurnia Fathurohman1. Adni Oktaviana 2. Linuwih Aluh Prastiti2. Qorie Astria1. Arif Faisal Siburian 3 Program Studi Teknologi Pembenihan Ikan. Politeknik Negeri Lampung Program Studi Budidaya Perikanan. Politeknik Negeri Lampung Behn Mayer Chemicals. Indonesia ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords The aim of this study was to evaluate the growth performance, survival rate and water quality of pacific white shrimp Litopenaeus vannamei after dietary administration of combination of calcium, magnesium dan vitamin D3. Shrimp were fed a control diet . ithout combination of calcium, magnesium dan vitamin D3 supplemen. and four levels of combination of calcium, magnesium dan vitamin D3 supplementation i. 00 mL Hyperol Kg-1 of feed. Larvae were reared in tank with a dimension of 40x25x30cm containing 4 L of disinfected seawater at a stocking density of 100 larvae m-2. In conclusion, the present study demonstrated that dietary supplementation of combination of at the concentration up to 10 mL Kg-1 could significantly improve growth and survival rate of Pacific white shrimp. Litopenaeus D3, Politeknik Negeri Lampung. Jl Soekarno Hatta No 10 Rajabasa Bandar Lampung. Telp : 0721-703995. Fax. *Email: aldihudaverdian@polinela. Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 1. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 12-19 PENDAHULUAN Udang vaname (Litopenaeus vanname. merupakan komoditas unggulan karena menjadi komoditas perikanan terbesar dalam perdagangan internasional (FAO. Pemenuhan udang vaname harus selalu ditingkatkan guna memenuhi permintaan udang dunia. Salah satu usaha dalam peningkatan produksi udang vaname dilakukan melalui budidaya udang vaname secara super intensif dengan melakukan pemberian pakan yang efektif dan efisien. Pemberian pakan yang berkualitas merupakan faktor terpenting yang menentukan keberhasilan budidaya udang vaname. Mineral adalah komponen esensial yang penting pada udang untuk mempertahankan tekanan osmotik, menyeimbangkan pH darah, hemolim urin dan cairan tubuh udang, salah satu mineral tersebut adalah magnesium (Bao, 2. Magnesium berperan sebagai kofaktor kerja enzim dalam metabolisme karbohidrat, protein, dan lipid. Magnesium menjadi komponen esensial dalam menjaga homeostasis intra dan ekstra seluler. Reseptor vitamin D3 telah terbukti meningkatkan aktivitas fagositosis, yang merupakan salah satu komponen sistem imun nonspesifik pada udang untuk membunuh dan mencerna patogen yang dikenali sebagai benda asing. Vitamin D3 juga dapat meningkatkan antimicrobial peptide yang diproduksi sebagai salah satu sistem imun nonspesifik pada udang vaname yang terbukti mampu membunuh Disisi lain, vitamin D3 memiliki peran penting untuk menjaga keseimbangan kalsium dengan mempromosikan absorbsi kalsium dalam usus. Sehingga, kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin D3 dianggap memiliki peran sinergis untuk memastikan keseimbangan kalsium yang optimal dalam tubuh udang vaname (Wen et , 2. Pertumbuhan udang vaname terdiri dari serangkaian proses moulting secara periodik, khususnya pada tahap post moult untuk proses pengerasan kulit melalui pengendapan kalsium pada kulit udang. Ketersediaan kalsium yang optimal dalam tubuh udang harus selalu terpenuhi, jika keberadaan kalsium tidak mencukupi maka proses pengerasan kulit udang yang baru akan berjalan lambat yang mana akan berpengaruh terhadap pertumbuhan udang atau bahkan udang yang kulit barunya belum sempurna akan mudah diserang oleh udang lain. Muliani . menyatakan bahwa kalsium sangat berperan dalam pembentukan kulit udang yang baru. Kalsium yang memadai akan membuat proses moulting udang berjalan cepat dan lancar. Kalsium juga membantu mekanisme absorbsi vitamin B12 dari saluran pencernaan dan absorbsi vitamin pada membran sel. Kalsium membantu menyalurkan rangsanganrangsangan syaraf dari satu sel ke sel lainnya dengan cara mengatur pembentukan asetilkolin, salah satu jenis neurotransmitter . at kimia penghantar rangsangan syara. Saat ini, belum ada penelitian pada udang yang mengevaluasi suplementasi kombinasi kalsium, magnesium, dan vitamin D3 pada pakan. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk megevaluasi efek suplementasi kombinasi kalsium, magnesium, dan vitamin D3 pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname. Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 1. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 12-19 BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus sampai Oktober 2022. Pemeliharaan udang vaname dilakukan di Laboratorium Perikanan. Politeknik Negeri Lampung. Analisis kualitas air dilaksanakan di Laboratorium Perikanan dan Laboraturium Analisis. Politeknik Negeri Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan tiga ulangan. Tipe dan deskripsi perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Deskripsi perlakuan yang digunakan Kode Perlakuan Keterangan 0% suplementasi Kontrol (Tanpa Suplementasi kombinasi kalsium, kombinasi kalsium, magnesium magnesium dan dan vitamin D. vitamin D3 0,25% suplementasi kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin kombinasi kalsium. D3 diencerkan dengan air sebanyak 2,5 mL kg1 magnesium dan pakan, kemudian pakan dikeringkan terlebih vitamin D3 dahulu sebelum pemberian pakan. 0,5% suplementasi kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin kombinasi kalsium. D3 diencerkan dengan air sebanyak 5 mL kg-1 magnesium dan pakan, kemudian pakan dikeringkan terlebih vitamin D3 dahulu sebelum pemberian pakan. 0,75% suplementasi kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin kombinasi kalsium. D3 diencerkan dengan air sebanyak 7,5 mL kg1 magnesium dan pakan, kemudian pakan dikeringkan terlebih vitamin D3 dahulu sebelum pemberian pakan. 1%suplementasi kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin kombinasi kalsium. D3 diencerkan dengan air sebanyak 10 mL kg-1 magnesium dan pakan, kemudian pakan dikeringkan terlebih vitamin D3 dahulu sebelum pemberian pakan. Prosedur Penelitian Pemeliharaan udang vaname dilakukan secara indoor menggunakan 12 wadah pemeliharaan berupa akuarium/bak berukuran 40x 25x30 cm dengan media pemeliharaan air laut yang memiliki salinitas 15-25 ppt. Udang vaname yang digunakan berumur 15 hari (PL . dengan bobot rata-rata 9,8 mg. Udang vaname diaklimatisasi terlebih selama 8 hari sebelum perlakuan. Setelah aklimatisasi, udang vaname disortir dan ditimbang agar bobotnya seragam. Padat tebar yang digunakan adalah sebanyak 100 ekor m-2 tiap wadah pemeliharaan. Pemeliharaan udang vaname dilaksanakan selama 60 hari. Pakan yang digunakan merupakan pakan udang komersial dengan kadar protein 40%. Kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin D3 yang Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 1. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 12-19 digunakan adalah suplemen komersial HYPEROL dari Intracare B. The Netherlands. Pemberian pakan pada udang vaname dilakukan secara at restricted dengan frekuensi empat kali sehari yaitu pada pukul 08. 00, 11. 00, 14. 00, dan 19. WIB. Pakan ditebar secara merata dan diberikan sebanyak 5% dari bobot udang Parameter Penelitian Parameter penelitian yang diamati dan diukur dalam penelitian ini antara lain kinerja pertumbuhan dan kualitas air. Kinerja pertumbuhan yang diamati meliputi bobot akhir, pertumbuhan harian, sintasan, produksi dan rasio konversi pakan. Sedangkan kualitas air yang diamati meliputi suhu, pH, dan oksigen terlarut yang diukur setiap hari selama penelitian, serta salinitas, alkalinitas. Ca air, dan Mg air yang diukur setiap 10 hari selama penelitian. Analisis Statistik Data yang diperoleh ditabulasi menggunakan Ms. Excel dan dianalisis dengan menggunakan program SPSS 26. Data dianalisis dengan analisis ragam pada selang kepercayaan 95% untuk menentukan apakah perlakuan memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja pertumbuhan. Apabila perlakuan berpengaruh signifikan maka dilanjutkan dengan uji Duncan untuk menentukan perlakuan yang terbaik. Apabila perlakuan tidak berpengaruh signifikan, maka dilakukan analisis secara Analisis deskriptif secara langsung juga digunakan untuk menjelaskan parameter kualitas air. HASIL Pertumbuhan Hasil pengamatan terhadap rata-rata bobot akhir udang selama 60 hari pemeliharaan dengan kondisi laboraturium bervariasi dari waktu ke waktu seiring dengan meningkatnya waktu pemeliharaan untuk semua perlakuan seperti terlihat pada Gambar 1 dan Tabel 2. Berdasarkan Gambar 1, terlihat bahwa pertambahan bobot ratarata udang tertinggi diperoleh pada perlakuan D . mL kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin D3 Kg-. sebesar 7,84A0,22g dengan pertumbuhan harian sebesar 0,131A0,004 g. Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 1. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 12-19 Bobot . 0 ml/kg 5 ml/kg Sampling Hari Ke5 ml/kg 5 ml/kg 10 ml/kg Gambar 1. Grafik bobot udang selama 60 hari penelitian Tabel 2. Hasil parameter pertumbuhan udang vaname setelah 60 hari pemeliharaan Perlakuan Parameter Kepadatan Stocking Density . nd/m. Lama Pemelirahaan Rearing period . Bobot Awal Initial weight . Bobot Akhir Final weight . Pertumbuhan Harian Average Daily Growth Sintasan Survival Rate (%) Produksi Production . Rasio Konversi Pakan Food Conversion Ratio (%) ml/k. ,5 ml/k. ml/k. 5 ml/k. 10 ml/kg 0,0098A0,00 0,0098A0,00 0,0098A0,00 0,0098A0,00 0,0098A0,00 4,65A0,21d 5,25A0,58d 5,97A0,42c 6,75A0,31b 7,84A0,22a 0,08A0,00d 0,09A0,01d 0,10A0,01c 0,11A0,01b 0,13A0,00a 75,33A6,03c 77,67A4,16bc 85,33A1,53ab 86,67A6,43a 86,33A2,52a 349,36 A13,06c 408,04A56,53c 509,47A30,78b 586,20A68,58b 676,96A21,77a 1,25A0,09a 1,27A0,04a 1,23A0,23a 1,15A0,04a 1,28A0,02a Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 1. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 12-19 Kualitas Air Kualitas air mempunyai peranan penting sebagai pendukung kehidupan dan pertumbuhan udang vaname. Hasil pengamatan terhadap beberapa peubah kualitas air yang meliputi: suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, kalsium dan magnesium pada semua perlakuan selama penelitian disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Rata-rata hasil paramater kualitas air pemeliharaan udang vaname selama 60 Perlakuan Parameter . ml/k. ,5 ml/k. ml/k. 5 ml/k. 10 ml/kg Suhu. C) 28,64A0,21 28,49A0,58 28,53A0,42 28,61A0,31 28,40A0,22 8,45A0,54 8,63A0,41 8,51A0,64 8,50A0,58 8,54A0,39 DO . 4,45A0,56 4,54A0,35 4,54A0,65 4,45A0,45 4,45A0,35 Salinitas . 28,86A2,12 28,86A2,12 28,86A2,12 28,86A2,12 28,86A2,12 Alkalinitas 87A19,24 100A13,06 102A7,44 116A5,85 115A12,87 PEMBAHASAN Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa suplementasi kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin D3 pada pakan udang vaname memberikan pengaruh yang berbeda nyata antar perlakuan dan kontrol (P<0,. terhadap pertambahan bobot ratarata udang vaname yang dipelihara dalam wadah terkontrol. Hasil pertumbuhan yang meningkat dengan suplementasi kombinasi dari kalsium, magnesium dan vitamin D3, diduga hal ini disebabkan karena kalsium dan vitamin D3 dalam suplementasi yang diberikan memiliki peran sinergis untuk memastikan keseimbangan kalsium yang optimal dalam tubuh udang vaname. Kombinasi kalsium, magnesium, dan vitamin D3 terbukti mudah diabsorbsi dan memiliki pH netral sehingga dapat dipastikan vitamin D3 tetap stabil. Sejalan dengan penelitian He et al. yang menyebutkan bahwa suplementasi vitamin D3 memberikan efek positif pada pertumbuhan udang vaname. Bao . menambahkan, bahwa udang vaname membutuhkan berbagai mineral untuk tumbuh optimal. Penelitian Wen et al. juga menyebutkan bahwa penambahan D3 pada pakan dapat memberikan efek percepatan absorbsi kalsium sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan. Kelangsungan hidup udang yang diperoleh selama 60 hari pemeliharaan dalam wadah terkontrol disajikan pada Tabel 2. Berdasarkan tabel 2, kelangsungan hidup udang yang tertinggi diperoleh pada perlakuan C sebesar 86,67A6,43% yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan D yaitu sebesar 86,33A2,52, menyusul perlakuan B. A dan Kontrol. Uji analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan suplementasi Hyperol memberikan pengaruh nyata (P<0,. terhadap kelangsungan undang vaname yang dipelihara. Hasil penelitian ini diperoleh informasi bahwa perlakuan kontrol Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 1. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 12-19 memiliki kelangsungan yang lebih rendah dibandingkan dengan perlakukan lainya, hal ini diduga karena kebutuhan nutrien dan daya tahan dalam pertumbuhannya kurang tercukupi dibandingkan dengan perlakuan lain. Selain itu, diduga disebabkan oleh kanibalisme udang vaname yang dipelihara muncul akibat tidak adanya suplementasi mineral, kalsium dan vitamin D3 pada pakan yang diberikan. Bardach et al. mengemukakan bahwa salah satu faktor yang menunjang laju pertumbuhan dan sintasan udang budidaya di tambak khususnya intensif adalah ketersediaan pakan yang sesuai dan mencukupi kebutuhan nutrisinya. Wyban dan Sweeny . mengemukakan bahwa pemberian pakan yang tepat baik dari segi kualitas maupun kuantitas sangat mempengaruhi pertumbuhan dan mencegah kanibalisme udang yang pada akhirnya meningkatkan sintasan udang. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan terhadap produksi udang diperoleh perbedaan yang nyata (P<0,. Menurut Stickney . , faktor Ae faktor yang mempengaruhi produksi adalah laju pertumbuhan, makanan, padat penebaran, dan merupakan hasil perkalian antara sintasan udang dengan bobot akhir rata-rata. Kualitas air selama pemeliharaan optimum dan sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan udan vaname. Rendahnya kualitas air pada media pemeliharaan dapat mengakibatkan rendahnya tingkat pertumbuhan dan sintasan udang. Kualitas air selama penelitian masih berada pada kisaran yang layak bagi pertumbuhan dan sintasan udang vaname. Kualitas air yang layak untuk budidaya udang vaname adalah salinitas optimum 10Ae25 ppt . oleransi 50 pp. , suhu air 28Ae31oC . oleransi 16Ae36oC), oksigen terlarut >4 mg L-1 . oleransi minimum 0,8 mg L-. , pH 7,5Ae8,2, alkalinitas 120Ae150 mg L-1, amoniak <0,1 mg L-1. Menurut Suprapto . , suhu dan kadar oksigen terlarut optimum untuk budidaya udang vaname berkisar 27Ae32 oC. Suhu air yang diperoleh selama penelitian rata-rata 28 mg L-1. Suhu air mempunyai peranan penting dalam mengatur aktivitas udang seperti halnya hewan air lainnya. Haliman dan Adijaya . menambahkan bahwa suhu optimum pertumbuhan udang vaname antara 26 oC. Beberapa peubah kualitas air lainnya diduga berpengaruh pada laju pertumbuhan udang yang dibudidayakan. Suprapto . melaporkan bahwa salinitas optimum untuk pertumbuhan udang vaname adalah 15-25 ppt. Sedangkan Prabhu et al. , . menerangkan bahwa pertumbuhan udang vaname pada salinitas 5-15 ppt lebih tinggi secara nyata dibanding pada salinitas 49 ppt. Menurut McGraw & Scarpa, . , udang vaname dapat hidup pada kisaran salinitas yang lebar dari 0,5Ae45 ppt. KESIMPULAN Kinerja pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air udang Litopenaeus vannamei telah dievaluasi setelah pemberian pakan dengan suplementasi kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin D3 (HYPEROL). Udang diberi pakan dengan perlakuan yang berbeda yaitu kontrol . anpa suplementasi HYPEROL) dan empat tingkat suplementasi HYPEROL yaitu 0. 1,00%. Penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi HYPEROL pada konsentrasi hingga 10 mL Kg- Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 1. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 12-19 secara signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan dengan bobot akhir hingga 7,84g dan tingkat kelangsungan hidup udang vaname hingga sampai 86,67%. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada PT. Behn Meyer Chemicals yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk dapat melakukan dan berpatisipasi dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA