e-ISSN: 2721-6632 p-ISSN: 2721-6624 Vol 5. No 1. April 2024 . http://sttmwc. id/e-journal/index. php/haggadah Pendidikan Agama Kristen Di Indonesia Sebagai Bekal Pembelaan Iman Dan Pewartaan Kabar Baik A Ferdinand Iskandar A Sekolah Tinggi Teologi Periago A ferdiskandar@gmail. Abstract: The proclamation of the good news or the commandment to preach the gospel applies to all believers as Jesus Christ has mandated to His disciples. In principle, the gospel must be preached in order for people to believe, so every Christian needs to be equipped with true Christian religious education, as a defense of faith as well as the proclamation of the good news. The purpose of this study is to determine the importance of Christian Education in Indonesia as a provision for defending faith and proclaiming the good news. The formulation of the problem raised is how is Christian Education in Indonesia as a provision for defending faith and proclaiming the good news? This study uses a basic qualitative approach by looking at various phenomena and theories that exist to formulate a model of the problems raised. The importance of Christian Education in Indonesia as a provision for defending faith and proclaiming the good news is: to teach true teaching about Christianity, to practice actions that show love, to live a tolerant life as a form of faith maturity. Keywords: Christian religious education, defending faith, proclaiming the good news. Abstraksi: Pewartaan kabar baik atau perintah mengabarkan Injil berlaku untuk semua orang percaya sebagaimana telah diamanatkan Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya. Pada prinsipnya Injil harus diberitakan agar orang menjadi percaya, maka setiap orang Kristen perlu dibekali dengan Pendidikan Agama Kristen yang benar, sebagai pembelaan iman sekaligus pewartaan kabar baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya Pendidikan Agama Kristen di Indonesia sebagai bekal pembelaan iman dan pewartaan kabar baik. Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimanakah Pendidikan Agama Kristen di Indonesia sebagai bekal pembelaan iman dan pewartaan kabar baik? Kajian ini menggunakan pendekatan dasar yang bersifat kualitatif dengan melihat berbagai fenomena dan teori-teori yang ada untuk merumuskan suatu model dari permasalahan yang diangkat. Pentingnya Pendidikan Agama Kristen di Indonesia sebagai bekal pembelaan iman dan pewartaan kabar baik adalah: untuk mengajarkan pengajaran yang benar mengenai kekristenan, untuk mempraktekkan perbuatan yang menunjukkan cinta kasih, untuk menjalankan hidup bertoleransi sebagai wujud kedewasaan beriman. Kata Kunci: Pendidikan Agama Kristen, pembelaan iman, pewartaan kabar baik. PENDAHULUAN Pewartaan kabar baik atau perintah mengabarkan Injil berlaku untuk semua orang percaya sebagaimana telah diamanatkan Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya (Mat. 28:19-. Lingkup pengabaran Injil adalah seluruh dunia, universal, melintasi batas negara dan segala suku bangsa. Banyak penelitian telah dikerjakan berkaitan dengan pewartaan kabar baik, ada yang menekankan wilayah pewartaan, ada yang menekankan strategi pewartaan, ada yang menekankan karakteristik si pewarta, bahkan mengaitkan dengan pertumbuhan gereja. 1 Pada prinsipnya. Injil harus diberitakan agar orang menjadi Tutur Parade Tua Panjaitan. AuStrategi Penginjilan Barnabas dan Saulus dalam Kisah Para Rasul 13:412,Ay Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 3, 2 . :84-85. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 42 percaya. Maka setiap orang Kristen perlu dibekali dengan Pendidikan Agama Kristen yang benar, sebagai pembelaan iman sekaligus pewartaan kabar baik. Agama Kristen sebagai agama yang telah ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai yang sah di Indonesia harus dapat hidup berdampingan dengan agamaagama lainnya yang juga berada di Indonesia. Kekristenan menggunakan Alkitab sebagai dasar iman juga dasar pedoman hidup. Kekristenan dan Alkitab selalu berjalan berdampingan, tidak terpisahkan. Pengajaran-pengajaran dalam Alkitab mulai dari Perjanjian Lama (PL) sampai dengan Perjanjian Baru (PB) merupakan pegangan dalam kehidupan kekristenan. Crampton dalam bukunya mengatakan bahwa pewahyuan Alkitab bersifat progresif, yang berarti Allah tidak mengungkapkan segalanya sekaligus tetapi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan manusia. 2 Dari zaman penciptaan bumi dan langit sampai mengenai akhir zaman tertulis dalam Alkitab yang dipunyai orang Kristen Oleh karena itu pembelajaran tentang Alkitab tidaklah pernah selesai dan pengajaran mengenai Alkitab juga demikian. Di dalam Perjanjian Lama, bangsa Israel mengajarkan mengenai Allah nenek moyang mereka kepada anak cucu mereka secara terus menerus. Seperti tertulis dalam Kitab Ulangan pasal 6 ayat 6 sampai dengan 9. Au6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7 haruslah engkau mengajarkannya berulangulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau 8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, 9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. Ay Hal ini juga haruslah dilakukan orang Kristen kepada anak cucu dalam kehidupan sehari-hari. Pengajaran yang tidak pernah terputus mengenai Tuhan dan pekerjaan-Nya yang menyelamatkan. Pengajaran inilah yang membuat seorang Martin Luther melakukan pemberontakan dan reformasi dalam gereja pada abad 16 di Eropa. AuLuther naik ke panggung sejarah umat manusia oleh karena suatu ide. Ide itu meyakinkannya bahwa gereja pada masa kehidupannya telah salah mengerti Injil, esensi kekristenan itu. Ay 3 Pengajaran-pengajaran yang melenceng dari esensi Alkitab, dan korupsi moral oleh para pemuka gereja pada waktu itu membuat Martin Luther merindukan sebuah reformasi akan gereja, sehingga pesan dari Alkitab itu dapat disampaikan kepada umat agar menjadi pegangan hidup mereka. AuBagi banyak orang, jeritan pembaruan itu merupakan permohonan untuk reformasi gereja dalm bidang administratif, moral, dan hukum. penyalahgunaan dan immoralitas harus disingkirkan. Paus harus mengurangi perhatiannya terhadap masalah-masalah duniawi, administrasi gereja harus disederhanakan dan dibersihkan dari korupsi. Ay4 Sekolah sebagai pengajaran formal terkadang mempunyai batasan juga dalam melakukan pengajaran agama. Sekolah negeri mendapatkan pembiayaan dari pemerintah, sehingga semua biaya-biaya yang timbul dalamnya ditanggung oleh pemerintah, termasuk biaya gaji guru. Dalam prakteknya, meskipun dalam undang undang yang disebutkan sebelumnya semua anak berhak mendapatkan pengajaran sesuai agama mereka masingmasing, terkadang oleh karena jumlah siswa yang mempunyai agama minoritas di daerah tersebut tidak kebagian guru untuk mengajar. Entah dikarenakan ketidak-adaan tenaga pengajar yang kompeten atau karena sekolah tersebut tidak memberikan upah yang sesuai untuk taraf kehidupan yang layak. Oleh karena jumlah siswa beragama Kristen yang kurang banyak terkadang semua siswa dari beberapa kelas/jenjang dikumpulkan menjadi Sehingga terkadang dari satu SMU, pelajaran agama Kristen adalah sekali seminggu. Di sekolah swasta, kebalikan dari sekolah negeri mendapatkan biaya untuk operasional mereka sendiri, sehingga mereka mempunyai kebebasan lebih dari sekolah negeri untuk menjalankan kegiatan belajar mengajar mereka, meskipun mereka masih Gary W. Crampton. Alkitab: Firman Allah (Verbum De. (Surabaya: Momentum, 2. , 42. Alister E. McGrath. Sejarah Pemikiran Reformasi (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 115. McGrath, ibid. , 3. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 43 terikat dengan kurikulum pendidikan yang ditentukan pemerintah. Dalam sekolah swasta, bisa mempunyai ciri khas keagaaman tertentu. Apabila sekolah agama itu berbasis suatu agama tertentu, sekolah itu tidak wajib memberikan pelajaran agama yang berbeda dari basis agama tertentu, tetapi sekolah tersebut tidak bisa memaksakan murid-murid yang beragama berbeda untuk mengikuti agama basis sekolah itu. Melihat hal tersebut di atas, paling tidak bisa mengambil asumsi bahwa pengajaran agama secara formal tidak dapat terlalu diandalkan. Gereja dan keluarga harus mengambil tindakan yang lebih konkret untuk mengajarkan mengenai kekristenan untuk generasi muda. Hal ini harus dilakukan agar semua warga gereja dapat melakukan AuApologetika Kristen . ang tidak ada keharusan Aumeminta maafA. berusaha melayani Allah dan Gereja melalui membantu orang-orang percaya melaksanakan mandat dari 1 Petrus 3:15-16. Ay5 15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiaptiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, 16 dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu . Ptr. 3:15-. Orang Kristen sebagai warga gereja sering sekali menjadi bahan cemoohan atau bahan tudingan mengenai keadaan yang salah. Ada tersebar berita di Padang. Sumatera Barat bahwa sekolah negeri di sana mewajibkan semua siswinya untuk memakai jilbab, baik muslim maupun non-muslim. 6 Begitu juga banyak gereja yang dilarang untuk dibangun meskipun ijin membangun gereja telah dipenuhi. 7 Tekanan ini bukan hanya terjadi pada umat Kristen tetapi juga terjadi pada agama yang lain. Ada berita tentang ibu Meiliana di Tanjung Balai, yang dipersekusi akibat memprotes pengeras suara Masjid yang terlalu keras. Selvi Trifena dalam penelitian tahun 2020 mengatakan bahwa apologetika Pendidikan Agama Kristen mendorong orang percaya untuk mengapresiasi iman, dan untuk menjelaskan serta menawarkan kepada orang-orang yang di luar gereja. 9 Warseto Freddy Sihombing. Nursalina Sihombing. Sri Agustina Manalu, dan Irfan Manik dalam penelitian tahun 2023 mengatakan, upaya orang Kristen dalam berapologetika dapat menjadi suatu tindakan menjadi saksi Kristus dan dalam memberitakan kebenaran mengenai keselamatan dalam Yesus Kristus kepada mereka yang belum percaya dan yang meragukan iman . Kristen. 10 Daniel Fajar Panuntun dalam penelitian tahun 2019 menyimpulkan adanya model model misi apologetika Kristen online di era disrupsi. Model misi ini merupakan model misi untuk mempertanggungjawabkan berbagai tuduhantuduhan yang dilontarkan kepada iman Kristen dengan tujuan untuk mencritakan karya Yesus bagi dunia ini. Yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya Pendidikan Agama Kristen di Indonesia sebagai bekal pembelaan iman dan pewartaan kabar baik. Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimanakah Pendidikan Agama Kristen di Indonesia sebagai bekal pembelaan iman dan pewartaan kabar baik? Yang John M. Frame. Apologetika Bagi Kemuliaan Allah (Surabaya: Momentum, 2. , 4. https://regional. com/read/2021/01/23/18072541/alasan-siswi-non-muslim-diwajibkan-pakaijilbab-mantan-wali-kota-padang-ini?page=all. Setyo Puji, diakses tanggal 28 Januari 2021, pukul 20:55 WIB. https://w. com/indonesia/indonesia-51444700. Ayomi Amindomi, diakses tanggal 28 Januari 2021. Pukul 20:56 WIB. https://nasional. co/read/1119772/protes-meiliana-dan-aturan-soal-pengeras-suaramasjid/full&view=ok. Budiarti Utami Putri, diakses tanggal 28 Januari 2021, 21:18 WIB. Selvi Trivena. Apologetika dalam Pendidikan Agama Kristen dan Cara Mengimplementasikannya Terhadap Iman Kristen (Toraja: Institut Negeri Agama Kristen Toraja, 2. , 1. Sihombing. Warseto Freddy. Nursalina Sihombing. Sri Agustina Manalu, dan Irfan Manik. AuDinamika Apologetika: Suatu Upaya Pertanggungjawaban Iman Kristen,Ay Jurnal Christian Humaniora 7, 1 . : 12. Daniel Fajar Panuntun. AuMisi Apologetika Kristen Online di Era Disrupsi,Ay Jurnal Apstolos 2, 1 . CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 44 menjadi kebaruan penelitian ini adalah fokus tulisan pada pentingnya Pendidikan Agama Kristen di Indonesia sebagai bekal pembelaan iman dan pewartaan kabar baik. METODE PENELITIAN Kajian ini menggunakan pendekatan dasar yang bersifat kualitatif dengan melihat berbagai fenomena dan teori-teori yang ada untuk merumuskan suatu model dari permasalahan yang diangkat. 12 Kajian ini tergolong dalam kajian penelitian fenomenologis yaitu melihat suatu gejala untuk diteliti makna apa yang sebenarnya terjadi dilihat dari gejala-gejala yang ada. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan teknik studi literatur. Literatur-literatur yang berkaitan dengan tema dan rumusan masalah dikumpulkan untuk kemudian dirumuskan suatu model yang tepat dalam menjawab permasalahan-permasalahan yang muncul. Dalam analisis data penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif, yaitu bentuk penjelasan-penjelasan yang sistematis dalam membahas setiap masalah. Penelitian deskriptif berkaitan dengan pengumpulan data untuk memberikan gambaran atau penegasan suatu konsep atau gejala, juga menjawab pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan status subyek penelitian pada saat ini. 13 Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. PEMBAHASAN Mengajarkan Pengajaran yang Benar Mengenai Kekristenan Banyak yang harus bisa diajarkan orang Kristen kepada anak cucu maupun generasi muda mengenai kekristenan. Sekolah sebagai bagian pendidikan formal harus dapat memberikan pengertian yang benar, meningkatkan kualitas pengajar maupun penyediaan dana untuk menghidupi pengajar. Hal ini mengakibatkan gereja dan keluarga harus mengambil andil yang lebih besar. Tidaklah bisa orang Kristen membiarkan masa depan anak cucu tanpa pelajaran yang benar mengenai iman Kristen. Karena bukan hanya ini mengenai pelestarian iman Kristen melainkan untuk keselamatan hidup mereka. Hidup di Indonesia sangatlah rumit karena banyaknya serangan-serangan dari agama-agama lain yang merasa paling benar dan merasa terbesar sehingga menekan yang lebih kecil. Banyak organisasi maupun individual yang terang-terangan melakukan serangan terbuka tentang iman Kristen tanpa menggunakan data yang benar, melainkan data yang dibuat-buat demi meluluskan pemikiran mereka semata. Pengajaran-pengajaran yang benar dilakukan secara informal maupun formal, secara informal, sekolah minggu diadakan oleh gereja untuk mengajarkan anak-anak dari usia PAUD (Pendidikan anak usia din. sampai dengan dewasa. Sedangkan secara formal, negara telah memasukkan pelajaran agama dan budi pekerti dalam kurikulum pelajaran dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai dengan sekolah menengah atas. Pelajaran agama dan budi pekerti ini adalah termasuk pelajaran wajib diadakan bagi semua sekolah negeri maupun swasta di Indonesia. Karena hal ini diatur dalam undang-undang, yaitu Undangundang Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS, pasal 12, ayat . huruf a, mengamanatkan: AuSetiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang Ay Pengajaran yang benar mengenai kekristenan, atau disebut sebagai dogmatika kekristenan adalah suatu dalil-ajaran, suatu rumusan tentang suatu kebenaraan keagamaan, suatu pasal kepercayaan dari gereja Kristen. 14 Dogmatika ini haruslah diketahui oleh semua warga gereja dan dipelajari melalui pembacaan Alkitab dan pengajaran oleh gereja, melewati peranan pendeta-pendeta di gereja masing-masing. AuDalam dunia penuh ketidak Stevri Indra Lumintang dan Danik Astuti Lumintang. Theologia Penelitian Dan Penelitian Theologis Science-Ascience Serta Metodologinya (Jakarta: Geneva Insani Indonesia, 2. Sumanto. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan (Yogyakarta: ANDI OFFSET, 1. , hlm. Van Nitrik G. dan Boland B. Dogmatika Masa Kini (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 12. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 45 pastian ini. Alkitab menawarkan jawaban-jawaban. dalam masa penuh gejolak. Alkitab menawarkan rasa aman. Ay15 Maka gereja harus mengambil kesempatan untuk masuk ke dunia pendidikan. Melalui pelajaran Pendidikan Agama Kristen di sekolah gereja akan mengajarkan pengajaran yang benar mengenai kekristenan. Mempraktekkan Perbuatan yang Menunjukkan Cinta Kasih Melihat begitu banyaknya tekanan bagi minoritas di Indonesia seringkali membuat orang Kristen antipati ataupun merasa tertindas. Tetapi kekristenan di Indonesia tidak harus bersikap demikian. AuBudaya rakyat yang tertindas adalah budaya pasif dan Ini adalah dimana mereka tidak memainkan peranan aktif dan independen. Ini adalah realitas yang menyedihkan dan tragis bukan hanya bagi orang-orang Ibrani yang diperdudak zaman dahulu, melainkan juga bagi orang-orang yang tertindas di segala Ay16 Tim Balitbang PGI dalam buku Meretas Jalan Teologi Agama-agama di Indonesia, memberikan empat dasar teologis bagi kehidupan Kristiani dalam masyarakat yang mejemuk. Pertama. Allah sebagai pencipta dan manusia sebagai ciptaan. Manusia diciptakan Tuhan sebagai gambar-Nya atau Imago Dei. Gambar dari Allah itu adalah kefanaan manusia itu sendiri. Keunikan dari manusia sebagai gambar Allah adalah dia adalah tetap manusia dalam segala hal, dia tidak dapat dibinatangkan dalam hal apapun Manusia sebagai ciptaan meskipun berbeda dengan ciptaan Allah yang lain juga merupakan darah dan daging yang mempunyai pergumulan yang mendasar atas keinginan jasmani dan keinginan rohani, mendekatkan diri dengan penciptanya. Oleh karena itu pokok kedagingan ini menjadi dasar sebagai motivasi untuk kerukunan umat beragama. Kedua, umat Allah sebagai pelayan kebersamaan manusia. Seperti Abraham yang dipanggil keluar dari tanah kelahirannya untuk menjadi bapa orang percaya, dan seperti orang Israel dipanggil keluar dari tanah Mesir dan perbudakan untuk menjadi umat kesayangan Allah, demikian juga orang Kristen telah dipanggil oleh Yesus untuk keluar dari dosa. Ajaran Yesus bersifat universal kepada setiap manusia, tidak bersikap diskriminatif dan rasis. Ajaran itu tidak mengkotak-kotakkan manusia, melainkan membebaskan manusia untuk melayani semua orang. AuOrang terpanggil untuk menyadari jati dirinya, supaya dapat berkembang bersama yang lain menuju keuniversalan manusia. Oleh karena itu, pembinaan keumatan tidak dapat dilaksanakan terlepas dari pembinaan kemanusiaan!Ay18 Ketiga, gambaran mengenai Kristus. Keilahian Kristus adalah dasar bagi iman Kristen, tetapi hal ini juga yang menjadi pembeda dari agama-agama yang lain. Orang Kristen tidak bisa memaksakan bagi agama lain untuk menerima hal ini, dan hal ini juga adalah hal yang menjadi dipertentangkan. AuOrang Kristen menamakan yang menentukan hidupnya adalah Kristus, sedangkan yang beragama lain memberinya nama sendiri-sendiri, tetapi akhirnya kita bertemu dalam misteri yang berada dibelakang nama-nama tersebut. Ay19 Kekristenan adalah anti-totaliterisme oleh karena dinamika Injil, sedangkan agama lain adalah menganut totalitersisme yang mengganggap bahwa manusia adalah hamba yang berkedudukan jauh dari sang pencipta. Tetapi kekristenan dalam Perjanjian Baru juga melihat bahwa Yesus memberikan gambar sebagai Hamba-Mesias, yaitu bahwa dalam kedagingan-Nya Dia juga adalah manusia. Dalam hal ini ada kesamaan dengan agamaagama lain dimana mereka memposisikan sebagai hamba. Keempat, makna keselamatan dalam kehidupan bersama dengan yang lain. Kekristenan didasarkan pada iman dalam Yesus Kristus membawa keselamatan yang merupakan titik pertentangan di kehidupan beragama di Indonesia. Apalagi dalam kekristenan terdapat amanat agung yang membuat setiap orang Kristen harus menjadi David Robert Ord & Coote Robert B. Apakah Alkitab Benar: Memahami Kebenaran Alkitab Pada Masa Kini (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 12. Choan-Seng Song. Yesus dan Pemerintahan Allah (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 175. Tim Balitbang PGI. Meretas Jalan Teologi Agama-Agama di Indonesia (Surabaya: Momentum, 1. , 104-121. Tim Balitbang PGI, ibid, 110. Tim Balitbang PGI, ibid, 111. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 46 penyebar kabar gembira tentang Yesus Kristus. Tetapi menurut Balitbang PGI, amanat agung dapat juga diartikan Ausementara engau pergi/berjalanAy dibandingkan AopergilahAy. Yang bermakna selagi orang Kristen hidup, mereka dapat memuliakan Tuhan bukan hanya dengan ajakan menerima Yesus, tetapi lebih banyak dengan perbuatan yang menunjukkan ajaran Yesus yaitu cinta kasih. Bagaimana dengan sikap intoleransi yang dihadapi orang Kristen di Indonesia? Orang Kristen sebagai warga gereja haruslah lebih dewasa dan bijak dalam melawan hal Sebagai manusia biasa yang terikat kedagingan memang lebih mudah untuk menyerang kembali, tetapi ajaran Yesus yang telah mengajarkan untuk tidak membalas, seperti tertulis dalam Matius 5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. AuOrang-orang percaya, bahkan dengan hati mereka yang baru, terus bertanya tentang problem kejahatan. Tetapi ada begitu banyak alasan bagi kita mengucap syukur bahwa kita tidak pernah bisa memandang kejahatan dengan nafsu yang sama dengan orang yang tidak percaya. Ay20 Menjalankan Hidup Bertoleransi Sebagai Wujud Kedewasaan Beriman Salah satu tujuan dan maksud dari pembelajaran pelajaran agama dan budi pekerti adalah agar para siswa dapat belajar untuk toleransi dan hidup berdampingan dalam masyarakat Indonesia yang plural. Di masa lampau banyak yang berpendapat bahwa bahaya bagi seorang percaya Ae bahkan seorang teolog Ae untuk berhubungan dengan orangorang dari agama lain, karena mungkin akan membuat mereka bersikap kompromistis terhadap keyakinan agama lain. 21 Tetapi sikap ini mulai ditinggalkan, karena pendekatan dialektis haruslah menjadi jalan untuk dapat hidup bertoleransi dengan pemeluk agama AuSuatu teologi, dan bersama dengannya agama yang menghasilkannya, akan beku, kering dan membosankan apabila ia menjadi bungkam dan tidak lagi mampu untuk berjumpa dengan dunia sekitarnya, khususnya agama-agama yang hidup sebagai tetangga. Jadi apa yang dituntut dari teologi ialah bahwa ia menjadi kontekstual, yakni memahami konteksnya agar wacananya mempunyai isi dan menjadi dialogis, yakni sanggup untuk berdebat dengan penganut agama lain. Ay22 Kekristenan sendiri telah cukup dewasa dalam memandang iman mereka sendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Kedewasaan inilah yang harus terus diajarkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Terutama dalam kehidupan dimana kekristenan menjadi minoritas seperti di Indonesia. Keadaan ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada abad ke 7 . di daerah Arab, kekristenan pada waktu itu adalah minoritas. AuKedudukan orang Kristen dalam khalifat itu dapat dikatakan agak baik, terutama pada abad ke-7. Oleh orang-orang Arab diberikan kebebasan beragama kepada semua gereja, dari golongan apapun. Hanya ada syarat, bahwa mereka tidak boleh berusaha membujuk orang Muslim masuk Kristen, dan beberapa pembatasan lain. Ay 23 Tetapi kekristenan tidak bisa diam saja, karena dasar kekristenan adalah pemberitaan kabar gembira, sesuai dengan amanat agung yang tertulis dalam Injil Matius 28:10-20 Au19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. " Oleh karena itu, apologetika haruslah menjadi bagian dalam pengajaran mengenai kekristenan. Setiap orang Kristen harus teguh dalam memegang iman dalam kehidupan sehari-hari yang penuh tekanan dan cobaan ini. Hidup bertoleransi bukan berarti berhenti memberitakan Injil. Panjaitan mengatakan bahwa penginjilan merupakan topik yang penting dalam kekristenan, mengingat tugas yang ditinggalkan Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya pada John M. Frame. Apologetika Bagi Kemuliaan Allah, 246. Olaf Herbert Schumann. Pendekatan Pada Ilmu Agama-Agama (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. Olaf Herbert Schumann, ibid, 158. Thomas Van den End. Harta Dalam Bejana: Sejarah Gereja Ringkas (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 110. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 47 khususnya dan kepada gereja pada umumnya sebagaimana tertulis dalam Alkitab. Pada prinsipnya. Injil harus diberitakan agar orang menjadi percaya. 24 Daniel Fajar Panuntun menyimpulkan adanya model model misi apologetika Kristen online di era disrupsi, berisi tiga kajian utama yaitu: Pertama, pelaku apologetika yaitu setiap orang percaya dengan kualifikasi pendidikan dan rohani untuk mau terus belajar dan berani memberikan pembelaan mengenai iman Kristen dengan setiap akun media sosialnya secara bertanggungjawab dan tidak diskriminatif. Kedua, metode apologetika yaitu konten kreatif yang dipersiapkan dengan data-data yang kuat untuk menjawab berbagai tuduhan mengenai kekristenan. Ketiga, strategi apologetika menggunakan metode defensiveklarifikatif dalam menjawab berbagai persoalan-persoalan yang dituduhkan kepada PENUTUP Kesimpulan yang ditarik penulis terkait pentingnya Pendidikan Agama Kristen di Indonesia sebagai bekal pembelaan iman dan pewartaan kabar baik adalah: untuk mengajarkan pengajaran yang benar mengenai kekristenan, untuk mempraktekkan perbuatan yang menunjukkan cinta kasih, untuk menjalankan hidup bertoleransi sebagai wujud kedewasaan beriman. Di akhir tulisan ini penulis menyarankan agar sekolah sebagai bagian pendidikan formal harus dapat memberikan pengajaran Kristen yang benar, meningkatkan kualitas pengajar di sekolah, maupun penyediaan dana untuk menghidupi pengajar Pendidikan Agama Kristen. REFERENSI