P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive Pemberdayaan Lingkungan Dalam Pencegahan Obesitas Pada Remaja Di Masa Pandemi Covid 19 Nourmayansa Vidya Anggraini1. Serri Hutahaean2. Teguh Firmansyah3. Muchamad Rifki Nuryanta4. Vionita Apriliana5. Bonieta Dwi Lestari6. Muhammad Harits Saifulloh7. Nita Junita8 1,2,5,6,7,8 Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Universitas Sultan Ageng Tirtayasa E-mail: nourmayansa@upnvj. ABSTRAK Obesitas termasuk salah satu masalah kesehatan kronis yang besar baik terjadi pada Negara maju ataupun Negara berkembang seperti di Negara Indonesia. Gaya hidup yang berubah dengan cepat diantaranya pola makan dan juga aktivitas menyebabkan suatu peningkatan prevalensi anak menjadi obesitas pada anak usia 5-19 tahun yang terjadi pada negara berkembang. Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah obesitas pada remaja membutuhkan penyelesaian dari individu remaja sendiri juga peranan lingkungan sekitar sebagai bagian dari manajemen kesehatan, yaitu dari guru, orang tua dan teman sebaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan dan pelatihan pada orang tua, guru, dan teman sebaya remaja yang berkaitan dengan pencegahan obesitas yang terjadi pada remaja. Kegiatan ini menghasilkan suatu peningkatan pengetahuan pada orang tua, guru, dan teman sebaya dari sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dan pelatihan. Disarankan pada sekolah untuk tetap melakukan pendidikan kesehatan yang berkaitan dengan obesitas bekerja sama dengan puskesmas dan dinas kesehatan. Kata kunci : guru, obesitas, orang tua, remaja, teman sebaya ABSTRACT Obesity is one of the major chronic health problems, both in developed and developing countries such as Indonesia. Lifestyles that change rapidly, including diet and activity, cause an increase in the prevalence of obesity in children aged 5-19 years, which occurs in developing countries. This condition indicates that the problem of obesity in adolescents requires resolution of the individual adolescents themselves as well as the role of the surrounding environment as part of health management, namely from teachers, parents and peers. This activity aims to provide health education and training to parents, teachers, and adolescent peers related to preventing obesity that occurs in adolescents. This activity resulted in an increase in the knowledge of parents, teachers, and peers from before and after health education and training. It is recommended that schools continue to carry out health education related to obesity in collaboration with puskesmas and the health office. Keyword : teachers, obesity, parents, teens, peers Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive PENDAHULUAN Obesitas termasuk suatu masalah kesehatan yang kronis bisa terjadi pada Negara maju ataupun Negara berkembang seperti halnya di Negara Indonesia. Obesitas adalah masalah global yang terjadi di seluruh dunia dan merupakan masalah kesehatan kronis berat menurut World Health Organization. Hal ini membuat masayarakat risau karena masalah obesitas. Obesitas bisa terjadi pada semua kalangan dari anak usia sekolah, remaja, dewasa, hingga lansia. Obesitas semakin meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun. Peningkatan prevalensi obesitas terjadi pada Negara dan juga pada Negara berkembang (Abu-Kishk et al. Todd. Street. Ziviani. Byrne, & Hills. Peningkatan prevalensi obesitas juga terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Obesitas merupakan resiko terbesar penyebab kematian global. Hal ini membuat masyarakat perlu waspada terkait Gaya hidup yang berubah dengan cepat seperti pola makan dan aktivitas membuat meningkatnya prevalensi anak menjadi obesitas pada anak usia 5-19 tahun di negara berkembang (Larson et al. (Trivedi. Burton, & Oden, 2. Gaya hidup masyarakat Indonesia pada saat ini lebih memilih untuk mengikuti gaya hidup Negara barat yang lebih memilih makanan siap saji yang tentunya lebih banyak mengandung lemak (McNeil. Cameron. Finlayson. Blundell, & Doucet. Selain itu, gaya hidup saat ini lebih cenderung aktivitas fisik yang cenderung lebih sedikit dilakukan daripada kegiatan lain yang lebih banyak duduk (Leech. McNaughton, & Timperio, 2. Keadaan pandemi covid-19 mengharuskan anak melakukan kegiatan belajar dari rumah yang membuat remjalebih sedikit untuk melakukan aktivitas fisik daripada sebelum pandemic covid-19. P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 Remaja adalah aset sumber daya manusia di masa datang yang memiliki peran sangat penting dalam pembangunan Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas remaja pada saat Salah satunya adalah kondisi fisik remaja sehat menjadi penentu pertumbuhan dan perkembangan yang memberikan pengaruh terhadap kualitas hidup pada diri Remaja memiliki karakteristik dalam pencarian identitas diri dan berusaha mandiri sehingga dapat penerimaan dan pengakuan pada dirinya sebagai orang Sehingga remaja cenderung mengikuti apa yang dilakukan oleh teman Hal ini menjadi penting adanya coaching klinik dengan teman sebaya remaja berkaitan dengan pencegahan dan pengendalian obesitas. Remaja seringkali berada pada kondisi periode kritis pada masa pertumbuhan dan Selain itu juga rentan dengan perilaku risiko khususnya terkait gaya hidup sehingga menyebabkan Hal ini disebabkan karena kurangnya kegiatan promosi kesehatan terkait obesitas baik pada individu remaja, sekolah, maupun keluarga. Seperti halnya di SMP X Cianjur bahwa pengetahuan remaja, guru, dan orang tua terkait obesitas masih minim. Berdasarkan info dari sekolah bahwa selama pandemic covid 19 remaja cenderung kurang aktivitas dan pola makan kurang baik. Hal ini cenderung menyebabkan risiko obesitas. Guru, orang tua dan teman sebaya tidak melakukan pemantauan terhadap remaja karena kekurangpahaman terkait obesitas. Obesitas dianggap sebagai hal biasa terjadi pada Kondisi ini menunjukkan bahwa membutuhkan penyelesaian dari individu remaja sendiri juga peranan lingkungan sekitar sebagai bagian dari manajemen kesehatan, yaitu dari guru, orang tua dan teman sebaya. Kegiatan remaja lebih banyak menghabiskan waktunya pada kegiatan sekolah. Hal ini membuat sekolah merupakan suatu tempat yang sangat efektif Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive dalam pemberian promosi kesehatan berkaitan dengan bahaya obesitas pada Berdasarkan hal di atas maka perlu adanya monitoring obesitas pada remaja SMP X Cianjur melalui pencegahan dan pengendalian obesitas dengan manajemen pemberdayaan lingkungan . uru, orang tua, dan teman sebay. Inovasi solusi ini diberikan untuk menyelesaikan masalah obesitas pada remaja di sekolah. Program ini dijadikan sebagai media promosi dan prevensi obesitas remaja. PERMASALAHAN Berdasarkan analisis dari situasi dan kondisi dengan mitra yaitu SMP X Cianjur maka ditemukan beberapa masalah, yaitu . kurangnya informasi sehinga terjadi kurang paham dan pengetahuan yang berkaitan dengan permasalahan obesitas pada siswa remaja. rendahnya keterampilan berkaitan dengan obesitas pada kelompok siswa di sekolah. rendahnya pantauan dari guru, orang tua dan teman sebaya dalam hal pencegahan dan pengendalian obesitas remaja di Program PKM pemberdayaan lingkungan . uru, orang tua dan remaj. dapat mewujudkan remaja yang sehat bebas dari obesitas di lingkungan sekolah. METODOLOGI Perlunya pemberdayaan lingkungan yang meliputi guru, orang tua dan teman sebaya perlu pengendalian obesitas remaja. Dalam sehari-hari, berkecimpung dengan guru di sekolah, orang tua di rumah, dan teman sebaya dalam berinteraksi. Oleh karena itu diperlukan pendampingan dari lingkungan supaya lebih termonitoring. Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 Program lainnya adalah pemberdayaan lingkungan dalam pencegahan dan pengendalian obesitas pada remaja. Lingkungan tersebut adalah lingkungan sekitar remaja yaitu guru di sekolah, orang tua di rumah, dan teman sebaya yang sering berinteraksi dengan remaja. Pelatihan dilakukan kepada guru, orang tua dan teman sebaya supaya dapat digunakan dalam mencegah dan mengendalikan obesitas. Hal ini merupakan bagian dari manajemen kesehatan dengan melibatkan peran serta guru, orang tua dan teman sebaya dalam pencapaian tujuan. Guru, orang tua dan teman sebaya dapat melakukan konsultasi dan coaching klinik dengan remaja yang bisa dilakukan setiap 2 minggu sekali. Selain itu, guru, orang tua dan teman sebaya dapat mengontrol remaja terkait hal-hal yang dapat menyebabkan obesitas. Uraian metodologi kegiatan adalah sebagai berikut: Melakukan musyawarah masyarakat sekolah yang terdiri dari guru, orang tua dan remaja. Memberikan penyuluhan tentang upaya pencegahan Penyuluhan dan sosialisasi dilakukan remaja, guru, dan orang tua. Materi yang diberikan tentang gizi, obesitas, dampak, cara pencegahan dan Materi akan diberikan menggunakan PPT dan LCD. Sebelum pemaparan materi dilakukan Pre test, dan setelah pemaparan materi dilakukan Post test untuk menilai pengetahuan peserta. Leaflet berisi upaya pencegahan obesitas juga diberikan kepada remaja, guru dan sekolah, orang tua. Banner juga di tempatkan di sekolah, yaitu di depan kelas dan ruang UKS. Memberikan pelatihan pada guru, orang tua dan teman sebaya dalam mengendalikan obesitas pada remaja. Pendampingan guru, orang tua dan teman sebaya dalam mencegah dan mengendalikan obesitas pada remaja. P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive Memberikan penguatan remaja, guru, orang tua untuk selalu menggunakan upaya pencegahan dan pengendalian pemantauan secara berkelanjutan. Supervisi dan evaluasi program. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 3. Pelatihan pengukuran tinggi badan dan berat badan dengan benar Gambar 1. Pendidikan kesehatan dan pelatihan pada orang tua Gambar 4. Pendidikan kesehatan dan pelatihan pada guru Gambar 2. Pendidikan kesehatan dan pelatihan pada remaja Tabel 1. Nilai pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah diberikan pendidikan PostKegiatan Pre-test Baik Kurang Total Tabel 1 menunjukkan hasil pada orang pengetahuan baik dari sebelum dan sesudah Selain itu terjadi penurunan pengetahuan kurang baik dari sebelum dan sesudah kegiatan. Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive Tabel 2. Pengetahuan guru sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan Tingkat Pre-test n Post-test Pengetahuan 91,3% 95,7% Baik 8,7% 4,3% Kurang baik Total Tabel 2 menunjukkan hasil pada guru bahwa terdapat peningkatan pengetahuan baik dari sebelum dan sesudah kegiatan. Selain itu terjadi penurunan pengetahuan kurang baik dari sebelum dan sesudah Tabel 3. Pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan Kegiatan Pre-test Post-test n Baik Kurang 70 100 % Total Tabel 3 menunjukkan hasil pada siswa bahwa terdapat peningkatan pengetahuan baik dari sebelum dan sesudah kegiatan. Selain itu terjadi penurunan pengetahuan kurang baik dari sebelum dan sesudah Pengetahuan, sikap dan perilaku terkait monitoring, pencegahan dan pengendalian obesitas perlu ditingkatkan supaya terbentuk remaja sehat bebas obesitas. Hal ini karena remaja merupakan aset bangsa yang di masa yang akan datang menjadi penerus cita-cita bangsa. Bagaimanapun juga, kesehatan saat ini berpengaruh pada kesehatan remaja di masa yang akan datang (Anggraini & Hutahaean, 2. (Herawati. Kristanti. Selviana, & Novita, 2. menyatakan hal domain penting dalam membentuk tindakan Pengetahuan tersebuat akan membentuk diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. (Arinda. Fajar. Sari, & Yuliarti, 2. juga menyatakan bahwa salah satu dari perilaku Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 sehat dalah memakan makanan yang sehat dan bergizi. Lanjut (Rahmadhani, 2. menjelaskan bahwa makan minum dengan gizi seimbang juga merupakan salah satu 22 bentuk dari perilaku gizi. Praktik yang baik 1 diantaranya adalah praktik gizi seimbang 23 dan berkualitas. Sejalan (Herawati et al. , bahwa dasar dalam melakukan promosi kesehatan yang baik di sekolah dan lingkungan adalah suatu pengetahuan. Pendidikan kesehatan mempunyai tujuan yaitu dalam hal perubahan perilaku sehat dan juga berkaitan dengan perbaikan status kesehatan. Pendidikan kesehatan penguasaan informasi, hingga pemahaman hal yang baru baru. Hal ini membuat berkembangnya suatu perubahan perilaku yang cenderung menetap pada individu (Permatasari & Suprayitno, 2. Pendidikan kesehatan berkaitan dengan pengetahuan, praktik, dan sikap yang sehat sehingga terbentuk suatu perilaku sehat (Kurdanti. Khasana, & Fatimah, 2. Sebagai contohnya adalah pendidikan kesehatan terkait gizi yang membentuk perilaku gizi baik. Pendidikan gizi sebaiknya juga diberikan siswa di sekolah. Hal ini berkaitan dengan program perbaikan gizi yang ada di Indonesia dimana pendidikan gizi adalah hal yang utama. Sekolah merupakan salah satu wahana promosi dan pendidikan kesehatan yang baik(Elsad & Widjaja, 2. Penting adanya kurikulum yang berkaitan dengan gizi dimasukkan di (Dewantari. Syafiq, & Fikawati, 2. Terdapat beberapa penelitian yang memberikan rekomendasi pendidikan gizi berbasis sekolah atau dimasukkan dalam kurikulum sekolah (Kristiono. Dwiyogo, & Hariadi, 2. Hal ini bisa diintegrasikan dengan usaha kesehatan sekolah (UKS). Promosi kesehatan yang berkaitan dengan gizi diberikan untuk perbaikan atau peningkatan gizi pada remaja di lingkungan P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive Menurut (Nurmala & KM, 2. promosi kesehatan merupakan suatu perilaku yang termotivasikan kesejahteraan dan mengaktualisasikan potensi manusia, sehingga dapat efektif dalam melakukan perubahan ke perilaku Promosi kesehatan merupakan suatu usaha moral dalam perbaikan atau perlindungan terhadap individu ataupun masyarakat sehingga seseorang tersebut dapat hidup lebih baik lagi (Hulu et al. Strategi utama promosi kesehatan adalah pendidikan kesehatan. Pendidikan gizi yang selaras dengan kurikulum di sekolah dapat meningkatkan penyuluhan dan pengaplikasian gizi Selain itu juga dapat meningkatkan perilaku sehat. Berkaitan dengan hal ini, maka peran perawat komunitas dalam melakukan prevensi primer dan sekunder sangat diharapkan. Penelitian (Anggraini. Mulyono, & Setiawan, 2. bahwa terdapat hubungan durasi waktu pada remaja dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dengan kelebihan berat badan. Penelitian (Vidya, 2. (Anggraini. Mulyono, & Fitriyani, 2. menyatakan bahwa dalam mengurangi risiko kelebihan berat badan pada remaja diperlukan peran kader kesehatan remaja. Kader kesehatan remaja dalam hal ini adalah teman sebaya. Pendidikan kesehatan diberikan pada remaja untuk meningkatkan pemahaman pada remaja berkaitan dengan pemahaman Pendidikan kesehatan berkaitan dengan kebugaran tubuh juga perlu diberikan kepada remaja guna meningkatkan kesehatan remaja (Anggraini. Hutahaean, & Amalia, 2. Selain dilakukan pendidikan kesehatan perlu dilakukan demonstrasi dalam hal ini (Hutahaean. Anggraini. Ismiyasa. Efendy. Apriliana. Peningkatan pengetahuan biasanya terjadi setelah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan (Anggraini. Anggraeni, & Rosaline, 2. Berbagai pendidikan kesehatan yang sehingga menjadi remaja sehat dan berprestasi (Ritanti & Anggraini, 2. KESIMPULAN Obesitas pada remaja dapat dicegah dengan cara peningkatan pemberdayaan dari lingkungan sekitar, diantaranya guru, orang tua, dan remaja . Hal ini berkaitan dengan pencegahan dan pengendalian obesitas pada remaja. Saran tim pengabdian kepada masyarakat bahwa untuk mencapai berat badan yang normal maka diperlukan pemantauan gizi pada remaja dan juga pemantauan dari lingkungan sekitar sehingga tercapai remaja yang sehat. DAFTAR PUSTAKA