Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Pendampingan Dalam Menyusun Pencatatan Kas Pada Toko AuSariAy Di Kabupaten Lombok Barat Sri Ayu Febrianti1*. Siti Reuni Inayati2 . Sahrul Ihsan3 STIE 45 Mataram. Mataram Universitas Gunung Rinjani Email: aditzfa85@gmail. com 1* Abstrak Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan tujuan untuk membantu Toko AuSariAy yang merupakan bagian dari UMKM dalam melakukan pencatatan kas sesuai dengan sistem akuntansi kas yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan diawali dengan tahap persiapan berupa observasi dan wawancara, kemudian tahap pelaksanaan, tahap pendampingan dalam praktik pencatatan pembukuan dan pencatatan penerimaan serta pengeluaran kas dengan menggunakan buku kwarto kas 5 kolom. Hasil dari kegiatan adalah karyawan toko khususnya bagian pembukuan telah memahami materi yang telah disosialisasikan berupa praktik pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas pada buku kwarto kas 5 kolom. Manfaat dari dilakukannya kegiatan pengabdian ini adalah agar karyawan yang bekerja di bagian pembukuan tidak keliru dalam proses pencatatan dan pembuatan laporan kas setiap harinya, sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi toko. Keywords: Pencatatan kas. Toko. UMKM PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai tumpuan dalam memperoleh pendapatan (Suryani, 2. UMKM memiliki peran yang besar untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia (Oktriawan et al. , 2. Implementasi pembukuan pada UMKM dapat dilakukan secara sederhana yaitu dengan menghitung jumlah perolehan keuntungan dan kerugian (Jehaman & Candra, 2. Laporan keuangan dapat memberikan gambaran mengenai pelaku UMKM dapat dilihat melalui pendapatan usaha dan laba bersih yang disusun menggunakan sistem akuntansi kas (Kassa et al. , 2. Pelaku UMKM biasanya menggunakan pencatatan berbasis kas dimana pendapatan akan dicatat setiap memperoleh atau mengeluarkan uang. Akuntansi kas merupakan pendapatan yang diakui dalam sistem akuntansi saat uang diterima tetapi ketika uang dikeluarkan maka diakui sebagai beban Toko merupakan salah satu jenis Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) yang memiliki modal dan omzet usaha tertentu. Toko termasuk dalam bidang UMKM yang pernah menjadi tulang punggung ekonomi di Indonesia saat terjadi krisis ekonomi dan jenis UMKM ini menjadi salah satu usaha yang berkembang pesat (Putra & Meliana, 2. Toko merupakan salah satu bisnis yang setiap hari memiliki transaksi dan merupakan tempat usaha bagi wirausahawan untuk menjalankan usahanya dimana banyak barang dagangan yang Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 ditransaksikan di toko termasuk persediaan dan penerimaan kas juga terjadi di toko tersebut (Pasaribu, 2. Toko merupakan cerminan dari kebutuhan masyarakat untuk akses yang cepat dan praktis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (Fatah, 2. Dengan demikian toko tidak hanya menjual barang tetapi juga membangun hubungan yang mendalam dengan pelanggan yang masuk untuk berbelanja. Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah Toko AuSariAy yang berlokasi di Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat yang merupakan kawasan strategis yang memiliki potensi pasar yang cukup besar. Toko AuSariAy dikelilingi oleh perumahan BTN dan pemukiman yang padat, sehingga menciptakan peluang untuk berkembang. Toko AuSariAy menjual berbagai macam barang mulai dari beragam jenis minuman, kebutuhan sembako seperti gula, telur, minyak hingga berbagai barang kebutuhan rumah tangga seperti lampu, sabun cuci, dan lain-lain. Karyawan yang bekerja di toko terdiri dari tiga orang yang memiliki pekerjaan berbeda, dimana dua orang bertindak sebagai kasir sedangkan satu orang sebagai pemegang pembukuan yang mencatat transaksi pembelian dan penjualan serta memasukkan kode barcode barang. Setiap terjadi transaksi penjualan secara tunai maka akan ditangani oleh satu orang karyawan mulai dari pelayanan barang hingga penerimaan kas dari hasil penjualan Hasil penerimaan kas disetorkan satu kali dalam seminggu kepada pemilik toko tetapi untuk pemeriksaan catatan kas dilakukan setiap hari pada akhir kerja. Sementara itu, pengecekan terhadap persediaan barang dagang dilakukan setiap akhir bulan dengan mencocokkan jumlah barang di toko dengan jumlah barang yang tertera di komputer. Penjualan barang dilakukan secara tunai dengan menggunakan sistem cash scan barcode. Sementara itu, meski memiliki potensi yang baik. Toko AuSariAy memiliki beberapa permasalahan yang dapat menghambat pertumbuhannya diantaranya kurangnya pemahaman karyawan mengenai akuntansi, kehilangan bukti transaksi, kesalahan perhitungan, serta kurangnya pemahaman tentang laporan keuangan khususnya pencatatan kas yang belum diterapkan secara baik dan benar. Karyawan yang bekerja di toko sebagian besar bukan merupakan lulusan akuntansi, sehingga pemahaman mengenai akuntansi khususnya pencatatan laporan keuangan sesuai standar masih minim. Selama ini, pencatatan dilakukan hanya berdasarkan instruksi dari pemilik toko. Kegiatan belanja di toko dilakukan hampir setiap hari dengan bukti-bukti transaksi yang menumpuk di akhir bulan dan ada saja nota-nota yang belum lengkap atau tidak ada ketika dilakukan pemeriksaan di akhir laporan bulanan. Pendampingan yang dilakukan ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan mengenai pemahaman akuntansi khususnya mengenai penyusunan sistem akuntansi kas agar Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 transaksi dapat tercatat dengan lengkap. Pemilihan Toko AuSariAy sebagai lokasi kegiatan pendampingan dianggap perlu karena barang-barang yang djiual sangat banyak dan bervariasi serta masih belum adanya pencatatan kas yang terstruktur. METODE KEGIATAN Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada Toko AuSariAy yang berlokasi di Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 9 Maret 2025, dimulai dari pukul 08. 00 WITA. Pengabdi datang langsung ke toko untuk memberikan pelatihan bersama dengan karyawan toko bagian akunting. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan pengumpulan informasi melalui kegiatan observasi, wawancara, dan pendampingan dimana yang menjadi responden adalah karyawan toko yang memegang pembukuan dan membuat laporan. Metode yang digunakan dalam pengabdian dimulai dengan tahap persiapan. Tahap persiapan ini meliputi observasi dan wawancara. Observasi dilakukan sebagai kegiatan awal dengan mengamati secara langsung semua kondisi dan situasi yang ada di toko. Selain menggunakan metode observasi, wawancara juga dilakukan dengan sesi tanya jawab untuk mencari tahu lebih jelas mengenai informasi dan permasalahan yang ada di toko. Berdasarkan pengamatan langsung melalui observasi dan wawancara, ditemukan beberapa permasalahan di toko khususnya mengenai pengelolaan keuangan yaitu data keuangan yang kurang tepat dan akurat dimana pencatatan kas masih dilakukan secara manual dan berdasarkan instruksi pemilik toko. Pada tahap pelaksanaan, kegiatan diawali dengan pemaparan materi dan pemahaman mengenai sistematika dan konsep akuntansi sederhana. Pengabdi memperkenalkan tentang laporan keuangan, jenis, dan pentingnya laporan keuangan yang benar khususnya mengenai pencatatan kas. Kegiatan selanjutnya adalah melakukan praktik pencatatan pembukuan untuk transaksi sehari-hari ketika ada penerimaan penjualan maupun pengeluaran dalam bentuk belanja barang. Praktik pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas dilakukan dengan menggunakan buku kwarto kas 5 kolom. Buku kwarto kas 5 kolom digunakan karena buku ini dapat mempermudah pencatatan kas baik penerimaan maupun pengeluaran kas dalam kolom debit atau kolom kreditnya, lebih terstruktur, dapat langsung diketahui jumlah saldo setiap terjadi transaksi, sehingga karyawan toko dalam pengerjaan maupun pemahamannya akan menjadi lebih mudah. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini maka karyawan bagian akunting pada Toko AuSariAy dapat memahami dan menguasai kegiatan pembukuan yang baik dan benar, sehingga administrasi keuangan dapat berjalan dengan baik pula. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis hasil pelaksanaan pengabdian dalam proses pendampingan untuk penyusunan pencatatan kas telah sesuai dengan ketercapaian tujuan pencatatan kas adalah agar informasi dari kegiatan penerimaan dan pengeluaran kas dapat sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pihak manajemen, dalam hal ini pemilik toko. Kegiatan pendampingan dilakukan pada bulan Maret 2025 di Toko AuSariAy yang terletak di Kabupaten Lombok Barat. Tahap pelaksanaan dimulai dengan melakukan survei ke tempat usaha, melakukan observasi dan wawancara, mengidentifikasi dan merinci permasalahan kemudian melakukan pendampingan dengan memberikan materi mengenai penyusunan pencatatan kas. Pertanyaan wawancara diajukan kepada mitra dengan fokus pada permasalahan yang sering muncul selama pencatatan transaksi kas. Kesulitan yang dihadapi oleh karyawan toko dalam pencatatan yang dilakukan saat ini adalah sering melakukan kekeliruan di bagian perhitungan jumlah saldo akhir. Materi yang diberikan dalam kegiatan pendampingan diantaranya mengenai apa itu sistem kas, bagaimana pentingnya pembuatan laporan kas serta pencatatan yang harus dilakukan setiap Hal ini akan memberikan kemudahan dalam perhitungan laba rugi dan terperincinya pencatatan kas yang terjadi dalam bulan tersebut. Berikut hasil dokumentasi selama kegiatan: Gambar 1. Pelaksanaan Pendampingan Penyusunan Sistem Akuntansi Kas Sebelum pendampingan Sesudah pendampingan Gambar 2. Pencatatan Transaksi Dilakukan Toko AuSariAy Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Pencatatan pendampingan hanya berupa pencatatan pendapatan kas di hari sebelumnya ditambahkan dengan pendapatan penjualan hari berikutnya ketika laporan dibuat. Misalkan laporan dibuat pada tanggal 6 Maret 2025, maka jumlah pendapatan kas pada tanggal tersebut adalah jumlah kas pada tanggal 5 Maret 2025 ditambahkan dengan jumlah kas pada tanggal 6 Maret 2025. Sementara itu, untuk pengeluaran kas berupa belanja barang dijumlahkan dengan rinciannya. Hasil akhir dicatat dengan perhitungan jumlah penerimaan kas dikurangi dengan jumlah pengeluaran kas atau belanja barang. Tata cara pencatatan sebelum dilakukan pendampingan dapat dilihat pada tabel 1. berikut ini: Tabel 1. Pencatatan Sebelum Dilakukan Pendampingan Kas tanggal 5 Maret 2025 Kas tanggal 6 Maret 2025 Rp. Rp. Rp. Rp. Pengeluaran - Belanja rokok - Belanja mainan - Kerupuk ikan - Nutriboost Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 500 Ae Rp. 500 = Rp. Setelah dilakukan kegiatan pendampingan yaitu kegiatan pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas dengan menggunakan buku kwarto kas 5 kolom maka dapat dilihat bahwa pencatatan menjadi lebih teratur dan terstruktur dimana jumlah penerimaan dicantumkan dalam kolom debet, pengeluaran dicantumkan dalam kolom kredit dan untuk jumlah saldo dicantumkan di kolom saldo. Pencatatan melalui buku kwarto kas 5 kolom lebih menunjukkan berapa jumlah saldo akhir di setiap transaksi yang terjadi. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada gambar 2 diatas. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pada Toko AuSariAy telah dilaksanakan dengan baik dan mendapatkan respon positif berkat dukungan dari semua pihak yang terlibat. Karyawan toko mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana pencatatan penerimaan kas yang berasal dari penjualan tunai atau over the counter sale, dimana pembeli datang ke toko, memilih barang yang dibeli, membayar ke kasir dan kemudian menerima barang tersebut. Pembayaran dalam transaksi ini dilakukan dalam bentuk tunai atau QR code sebelum barang diserahkan (Setiyanti et al. , 2. Karyawan toko juga mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana pencatatan uang masuk dan keluar dari setiap transaksi penjualan setiap harinya. Dibandingkan saat sebelum pendampingan dilakukan, dimana karyawan toko sering keliru Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 dalam jumlah saldo akhir, maka setelah dilakukan pendampingan maka karyawan lebih mudah dalam melihat jumlah saldo akhir setiap dilakukan belanja barang atau pembayaran KESIMPULAN Kegiatan pendampingan pada Toko AuSariAy ditujukan untuk dapat membantu dalam hal pengelolaan pencatatan kas untuk memaksimalkan efisiensi operasional. Manfaat dari pendampingan kegiatan ini bagi karyawan toko adalah karyawan khususnya bagian akunting dapat memiliki kemampuan pemahaman dasar mengenai pencatatan transaksi khususnya ketika melakukan pencatatan penerimaan penjualan dan pengeluaran untuk belanja barang. Dengan demikian, karyawan toko bagian akunting akan dapat meminimalisir kesalahan perhitungan agar tidak menyebabkan kerugian bagi toko. Saran untuk kegiatan pendampingan berikutnya adalah dilakukannya pelatihan pendampingan laporan dan penyusunan sistem akuntansi menggunakan komputerisasi atau berbasis digital dengan menggunakan software akuntansi, sehingga lebih memudahkan karyawan dalam melakukan pencatatan informasi keuangan dan pembuatan laporan keuangan UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berkontribuasi dalam kelancaran dan keberhasilan kegiatan pengabdian. Penulis mengucapkan terima kasih kepada mitra pengabdian Toko AuSariAy atas kesanggupannya menjadi narasumber dan mitra kerjasama dalam pengabdian ini. DAFTAR PUSTAKA