e-ISSN 2580 Ae 0752 Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung KARAKTERISTIK MINERALISASI ENDAPAN EMAS DAERAH TATELU. MINAHASA UTARA TRIFATAMA RAHMALIA1,*. WAHYU WIDODO 2. NURCAHYO INDRO BASUKI 1, EDYA PUTRA 3. ERNOWO 2 Program Studi Teknik Geologi. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian. Institut Teknologi Bandung (ITB). Jl. Ganesha No. Bandung. Jawa Barat. Indonesia Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Jl. Sangkuriang. Dago. Bandung. Jawa Barat. Indonesia Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP). Jl. Diponegoro No. Bandung. Jawa Barat. Indonesia *Email: trifatama. lia@gmail. Sari Ae Daerah Tatelu. Minahasa Utara terletak di busur magmatik Sulawesi Utara yang berpotensi memiliki lingkungan yang ideal untuk terbentuknya endapan mineral. Endapan emas merupakan salah satu prospek utama di daerah ini, namun karakteristik mineralisasinya masih belum dipahami dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi yang mengontrol mineralisasi pirit, kalkopirit, dan magnetit pada urat kuarsa, karakteristik mineralogi dan geokimia batuan yang berperan dalam proses mineralisasi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisis petrografi untuk mengetahui jenis litologi secara mikroskopis dan mengidentifikasi kehadiran mineral alterasi, analisis mineragrafi untuk mengetahui jenis mineral bijih, analisis geokimia bijih untuk mengetahui kadar dan hubungan antar unsur. Analisa petrografi menunjukkan bahwa litologi tersusun oleh tiga litologi utama yaitu tuff, andesit, dan breksi. Tekstur utama urat kuarsa masif kalsedonik, crustiform, colloform, dan saccharoidal. Identifikasi dan karakterisasi mineral bijih menunjukkan kehadiran magnetit, hematit, kalkopirit, dan pirit. Pada urat kuarsa tidak dijumpai butiran emas. Nilai unsur logam dasar . ase meta. cukup kecil, yaitu 1-20 ppm tembaga (C. , 3-51 ppm galena (P. , 4Ae 101 ppm seng (Z. Selain kandungan unsur logam dasar tersebut, kehadiran logam mulia emas (A. dengan nilai yang bervariasi 1-35,50 ppm dan perak (A. 1-13 ppm. Kadar Au akan cenderung memiliki pola atau tren meningkat seiring atau paralel dengan peningkatan nilai kadar pada unsur Ag. Berdasarkan karakterisasi yang dilakukan mengenai karakter fisik, urat kuarsa, mineralogi, dan geokimia batuan, maka dapat disimpulkan bahwa potensi mineralisasi bijih di daerah penelitian berasal dari sistem tipe endapan epitermal sulfidasi rendah. Kata kunci: alterasi, epitermal, analisis mineragrafi, geokimia, sulfidasi rendah. Lengan Magmatik Utara Sulawesi Abstract Ae The Tatelu area. North Minahasa is located in the North Sulawesi magmatic arc which has the potential to have an ideal environment for the formation of mineral deposits. Gold deposits are one of the main prospects in this area, but the characteristics of mineralization are still not well understood. This study is aimed to identify geological condition that controlled vein-quartz mineralization pyrite, chalcopyrite, and magnetite mineralogy characteristic, and geochemical rocks induced the mineralization The methods applied in this research consists of petrographic analysis to identify microscopic lithology and hydrothermal alteration minerals, mineragraphic/ore microscopy analysis to identify types of ore minerals, ore geochemistry to determine elementals content and its correlation. Petrographic analysis indicated the lithology mainly composed by three main lithology. andesite, and breccia. Vein texture is mainly massive chalcedonic, crustiform, colloform and saccharoidal. Ore geochemistry shows base metal value relatively low: 1-20 ppm (C. , 3-51 ppm (P. , 4-101 ppm (Z. Besides the base metal, the occurrence of precious metal indicated by various value of Au . -35,50 pp. and Ag . -13 pp. Au contents tend to have similar or increase trend if compare to Ag content. Identification and characterization of ore minerals show the presence of magnetite, hematite, chalcopyrite, and pyrite. Based on the characteristic of lithology, alteration, vein quartz, mineralogy and ore geochemistry, the mineralization in the research area is classified as a low-sulfidation epithermal. Key words: Alteration, epithermal, mineragraphy analysis, geochemistry, low-sulfidation. North Sulawesi Magmatic Arc PENDAHULUAN Secara umum. Pulau Sulawesi lengan bagian utara telah lama dikenal sebagai salah satu daerah dengan banyak temuan jenis endapan mineral (Kavalieris , 1992. Carlile dkk. , 1. Lokasi penelitian yang berada di daerah Tatelu yang termasuk ke dalam wilayah administrasi Kecamatan Dimembe. Minahasa Utara terletak di bagian timur dari lengan utara Pulau Sulawesi (Gambar . Daerah penelitian masuk ke dalam busur magmatik Sulawesi Utara yang secara tektonik terbentuk karena adanya tunjaman ganda, yaitu lajur tunjaman Sulawesi Utara di sebelah utara lengan utara Sulawesi dan lajur tunjaman Sangihe Timur di BULLETIN OF GEOLOGY. VOL. NO. 3, 2024 DOI: 10. 5614/bull. sebelah timur dan selatan lengan utara. Kondisi geologi tersebut menyebabkan daerah penelitian berpotensi memiliki lingkungan yang ideal untuk terbentuknya endapan mineral yang bervariasi seperti porfiri, epitermal, dan sistem lainnya (Carlile dan Mitchell, 1994. Carlile dkk. , 1990. Kavalieris , 1992. Suprapto, 2006. van Leeuwen dan Pieters, 2. Daerah penelitian terdiri dari formasi Batuan Gunung api Muda (Q. (Gambar . terdiri atas lava, bomb, lapilli dan abu dengan umur Holosen Plistosen (Effendi dan Bawono, 1. Trifatama Rahmalia1,*. Wahyu Widodo 2. Nurcahyo Indro Basuki 1 BULLETIN OF GEOLOGY. VOL. NO. 3, 2024 DOI: 10. 5614/bull. Gambar 1. Lokasi penelitian yang terletak di daerah Tatelu. Kecamatan Dimembe. Kabupaten Minahasa Utara. Sulawesi Utara ditunjukkan pada kotak bewarna merah, insert: pulau Sulawesi. Sejauh ini, banyak publikasi ilmiah yang meneliti mengenai mineralisasi di lengan utara Pulau Sulawesi khususnya Provinsi Sulawesi Utara, yang berfokus pada Kabupaten Bolaang Mongondow dan sekitarnya (Harjanto dkk. , 2016. Azarine dkk. dan Idrus dkk. , 2. Indikasi dan potensi dari endapan mineral emas yang ada di lokasi penelitian sebenarnya telah terbukti melalui maraknya penambangan rakyat di daerah tersebut. Meski demikian, penelitian di daerah Tatelu masih terbatas cakupannya, sehingga pemahaman mengenai karakterisasi endapan mineral di daerah tersebut masih sangat kurang. Oleh sebab itu, penelitian ini fokus untuk mengetahui karakteristik urat kuarsa, mineralisasi dan geokimia batuan yang berperan dalam proses mineralisasi di daerah Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengetahui potensi sumber daya mineral dan membuka peluang untuk penemuan endapan yang sama di daerah penelitian. yaitu analisis petrografi, mineragrafi, geokimia AAS-fire assay. Tiga belas sampel batuan digunakan untuk untuk analisis petrografi yang dilakukan di laboratorium PSDMBP (Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bum. Bandung. Sampel diidentifikasi jenis batuannya dan dihitung persentase permineralnya. Sebanyak 6 . sampel batuan dan urat kuarsa diambil untuk analisis mineragrafi yang dilakukan di laboratorium Geomin PT. Aneka Tambang. Analisis mineragrafi dilakukan untuk dilakukan untuk mengetahui jenis mineral bijih, tekstur mineral bijih, asoiasi mineral bijih serta Tiap fotomikrografnya kemudian dianalisis pertumbuhan primer . rimary growt. kristal-kristalnya. Analisis kimia dengan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotomete. dilakukan pada 60 sampel batuan di laboratorium PSDMBP. Metode ini digunakan untuk menghitung kuantitas unsur-unsur logam emas (A. dengan berbagai elemen lain seperti perak (A. , tembaga (C. , timbal (P. , dan seng (Z. yang ada dalam semua sampel batuan. DATA DAN METODOLOGI Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari peta geologi semi-detail dan sampel batuan. Pemetaan geologi permukaan dilakukan dengan luasan 2,5 km x 2,5 km yang fokus pada daerah Tatelu. Minahasa Utara. Pengambilan sampel batuan berasal dari singkapan bekas penambangan, kupasan dinding dan dari lubang penambangan. Total terdapat 79 sampel batuan dilakukan uji laboratorium (Gambar . Tiga metode analisis laboratorium yang digunakan dalam penelitian ini Hasil dari pengukuran dengan metode AAS ini kemuadian diplot dalam diagram scatter plot antara unsur Au dibandingkan dengan unsur Ag. Cu. Pd dan Zn untuk mengetahui bagaimana hubungan antara karakteristik pengendapan unsur Au dengan unsur-unsur lainnya. Trifatama Rahmalia1,*. Wahyu Widodo 2. Nurcahyo Indro Basuki 1. Edya Putra 3. Ernowo 2 BULLETIN OF GEOLOGY. VOL. NO. 3, 2024 DOI: 10. 5614/bull. Gambar 2. Peta geologi umum lengan utara bagian timur Pulau Sulawesi (Effendi dan Bawono, 1997 dan Apandi dan Bachri, 1. Litologi daerah Tatelu berisi Batuan Gunungapi Muda (Q. Gambar 3. Titik pengambilan sampel batuan untuk berbagai analisis laboratorium yang berbeda serta lokasi pengamatan urat kuarsa yang diindikasikan oleh garis merah . engamatan langsun. dan biru . engamatan terdahulu oleh penamban. Trifatama Rahmalia1,*. Wahyu Widodo 2. Nurcahyo Indro Basuki 1. Edya Putra 3. Ernowo 2 BULLETIN OF GEOLOGY. VOL. NO. 3, 2024 DOI: 10. 5614/bull. HASIL 1 Karakteristik Fisik Batuan Berdasarkan pemetaan geologi dan analisis petrografi, dijumpai beberapa variasi litologi yaitu tuff, andesit, dan breksi. Sebaran litologi tersebut dapat dilihat pada peta geologi daerah penelitian (Gambar . Tabulasi deskripsi analisa petrografi dapat dilihat pada Tabel 1. struktur vesikuler, tekstur piroklastik, hipokristalin, berukuran butir sangat halus hingga 2 mm, bentuk kristal euhedral hingga anhedral, disusun oleh mineral plagioklas, kuarsa, serisit, gelas, klorit, dan Sebagian besar batuan telah mengalami ubahan dapat dilihat dari beberapa mineral tidak terlihat jelas bentuk kristalnya, terdapat pula relik hornblenda (Gambar . Litologi tuff di dalam sayatan tipis menunjukkan Gambar 4. Peta geologi dan interpretasi kemenerusan arah urat kuarsa. Tabel 1. Tabulasi hasil interpretasi data petrografi. No. Kode Sampel Nama Batuan Komposisi Mineral (%) AMD21M001 R Andesit trakitik AMD21M007 RPitB AMD21M010 RPitB AMD21M013 RPitB AMD21M018 R Andesit terubah Andesit terubah Breksi Andesit AMD21M031 R Andesit AMD21M033 RA AMD21M036 R AMD21M039 R Tuf kristal Tuf kristal Andesit AMD21M044 R Andesit AMD21M045 R Tuf kristal AMD21M048 R Tuf kristal AMD21M053 RPitB Andesit terubah Mineral plagioklas . , gelas . , ortoklas . , piroksen . , lempung . , klorit . , epidot . , opak . Mineral plagioklas . , kuarsa . , serisit . , gelas . , klorit . , opak . , relik hornblenda . Mineral kuarsa . , serisit . , gelas . , plagioklas . , klorit . , opak . dan relik hornblenda . Mineral kuarsa . , lempung . , gelas . , plagioklas . , klorit . , opak . , fragmen litik . Mineral plagioklas . , gelas . , ortoklas . , piroksen . , klorit . , opak/oksida besi . Mineral plagioklas . , gelas . , piroksen . , ortoklas . , klorit . , opak . Mineral kuarsa . , lempung . , gelas . , plagioklas . , ortoklas . , klorit . , opak . , relik hornblenda . Mineral plagioklas . , kuarsa . , serisit . , gelas . , klorit . , relic hornblenda . , opak . Mineral plagioklas . , gelas . , piroksen . , ortoklas . , klorit . , opak . Mineral plagioklas . , gelas . , piroksen . , ortoklas . , klorit . , opak . Mineral kuarsa . , plagioklas . , lempung . , gelas . , ortoklas . , klorit . , opak . , relik hornblenda . , fragmen batuan . Mineral plagioklas . , lempung . , gelas . , kuarsa . , ortoklas . , hornblenda . , klorit . , opak . , fragmen litik . Mineral plagioklas . , kuarsa . , lempung . , karbonat . , gelas . , ortoklas . , klorit . , opak . , relik hornblenda . Trifatama Rahmalia1,*. Wahyu Widodo 2. Nurcahyo Indro Basuki 1. Edya Putra 3. Ernowo 2 BULLETIN OF GEOLOGY. VOL. NO. 3, 2024 DOI: 10. 5614/bull. Gambar 5. A). Fotomikrograf: Tuf, struktur vesikuler, tekstur porfiritik, hipokristalin, disusun oleh mineral plagioklas (A-C,. , kuarsa (J,. , serisit (C,. , gelas (C, . , klorit (J, -. , opak (A-B, -. , dan relik hornblende (F, -. B). Fotomikrograf: Andesit, bertekstur porfiritik, hipokristalin, disusun oleh mineral plagioklas (FJ,2-. , ortoklas (H,. , piroksen (A-C, 5-. , gelas (F, . , klorit (E, -. , dan opak (A, -. C). Fotomikrograf: Breksi, bertekstur piroklastik, disusun oleh fragmen batuan (B-I, -4 -. , mineral kuarsa (A, . , plagioklas (H, . , gelas (A, . , lempung (A, . , klorit (F, -. , dan opak (J, -. Komposisi utama batuan andesit di dalam sayatan tipis . berupa plagioklas, kuarsa, ortoklas, piroksen, gelas, epidot, dan klorit. Mineral-mineral tersebut membentuk tekstur porfiritik (Gambar . Beberapa contoh sampel (Gambar . merupakan urat-urat kuarsa yang terdapat pada lokasi pengamatan. Tekstur urat yang berkembang pada daerah penelitian yaitu. tekstur pertumbuhan primer . rimary growt. Tekstur pertumbuhan primer yang dijumpai di lokasi penelitian terdiri dari tekstur masif kalsedonik, crustiform, colloform, dan saccharoidal (Gambar . Kuarsa merupakan komponen utama penyusun endapan sistem Urat kuarsa memiliki peran peting dalam pembentukan tekstur yang dapat digunakan untuk penentuan proses pembentukan dan korelasi tekstur dengan mineral bijih (Dong dkk. , 1. Tekstur masif kalsedonik menunjukan kilap Litologi breksi di dalam sayatan tipis menunjukkan struktur vesikuler, tekstur piroklastik, berukuran butir sangat halus hingga 2 mm, bentuk butir menyudut tanggung hingga membundar tanggung, disusun oleh fragmen batuan, mineral kuarsa, plagioklas, gelas, lempung, klorit, dan opak (Gambar . 2 Karakteristik Urat Kuarsa Zona urat Tatelu memiliki arah umum baratlaut Ae Trifatama Rahmalia1,*. Wahyu Widodo 2. Nurcahyo Indro Basuki 1. Edya Putra 3. Ernowo 2 BULLETIN OF GEOLOGY. VOL. NO. 3, 2024 DOI: 10. 5614/bull. seperti lilin dan umumnya berserat secara pembentukkan kristal kasar yang lambat. Tekstur crustiform ditandai dengan lapisanlapisan dengan orientasi sejajar dengan dinding urat dan terbentuk dengan tekstur dan warna yang berbeda. Tekstur colloform menunjukkan lapisan kuarsa dan sulfida yang bergelombang, biasanya lapisan abu-abu gelap sampai hitam merupakan tempat akumulasi mineral bijih. Tekstur saccharoidal merupakan tekstur yang ditandai adanya kristal mineral yang berbentuk seperti gula yang sering dijumpai pada zona rekahan (Morrison dkk. , 1. Kalkopirit (CuFeS. , berwarna kuning gelap dengan kilap logam, tidak tembus cahaya atau opak, belahan tidak ada. Secara mikroskopis mineral kalkopirit berwarna kuning, relief rendah, isotropik, berbutir halus sampai sangat halus, dijumpai setempat dan tidak melimpah, serta sebagian lain tergantikam oleh hematit karena proses oksidasi. Magnetit (Fe3O. , mineral ini juga hanya ditemukan pada sayatan mineragrafi, warna abuabu kecoklatan, relief tinggi, isotropik, dijumpai sebagai mineral tunggal, sebagian terubah menjadi hematit, . Hematit (Fe2O. , berwarna kemerahan dengan kilap tanah, tidak tembus cahaya atau opak, tidak ada belahan. Secara mikroskopis mineral hematit berwarna abu-abu terang, anisotropik, refleksi ganda lemah, dijumpai sebagai ubahan pada magnetit dan kalkopirit. 3 Karakteristik Mineralisasi Mineralisasi yang ditemukan di daerah penelitian tidak cukup beragam. Mineral bijih yang berkembang terbagi menjadi mineral sulfida dan mineral oksida. Mineral bijih yang termasuk dalam golongan sulfida antara lain pirit (FeS. dan kalkopirit (CuFeS. Pada urat kuarsa tidak dijumpai butiran emas (A. Mineral bijih yang termasuk dalam golongan oksida antara lain magnetit (Fe3O. dan hematit (Fe2O. (Gambar . Pirit (FeS. , memiliki warna kuning pucat dengan kilap logam, tidak tembus cahaya atau opak, belahan tidak jelas, isometrik. Secara mikroskopis pirit berwarna krem pucat hingga kuning, relief tinggi, isotropik, berbutir halus, keterdapatannya jarang dan sebagai mineral tunggal dan tidak berikatan dengan sulfida 4 Karakteristik Geokimia Bijih Analisis AAS (Atomic Absorption Spectroscop. dilakukan di Laboratorium PSDMBP (Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bum. Bandung. Total batuan yang dianalisis sebanyak 60 conto (Tabel . Grafik scatter plot yang menggambarkan hubungan antara konsentrasi emas (A. dengan berbagai elemen lain seperti perak (A. , tembaga (C. , timbal (P. , dan seng (Z. (Gambar Tabel korelasi juga ditampilkan untuk memberikan informasi korelasi antara unsur-unsur tersebut (Tabel . Gambar 6. Tekstur urat kuarsa yang dijumpai pada lokasi penelitian a. masif kalsedonik. colloform banded dengan centered line. masif kalsedonik e. masif kalsedonik. Trifatama Rahmalia1,*. Wahyu Widodo 2. Nurcahyo Indro Basuki 1. Edya Putra 3. Ernowo 2 BULLETIN OF GEOLOGY. VOL. NO. 3, 2024 DOI: 10. 5614/bull. Gambar 7. Fotomikrograf: a. pirit (P. yang nampak dengan bentuk euhedral. kalkopirit (Cc. yang nampak dengan bentuk euhedral. magnetit (Ma. dengan bentuk subhedral inklusi pada mineral kalkopirit (Cc. kalkopirit (Cc. yang digantikkan hampir seluruhnya oleh hematit (He. pada bagian rim mineralnya. Korelasi antara Au dan Ag sebesar 0. menunjukkan korelasi positif yang cukup kuat. Hal ini menunjukkan ketika konsentrasi Au meningkat, konsentrasi Ag cenderung juga meningkat. Ini terlihat dari scatter plot, dimana titik-titik data cenderung membentuk garis diagonal yang naik dari kiri bawah ke kanan atas (Gambar . penelitian berupa tekstur masif kalsedonik, crustiform, colloform, dan saccharoidal. Pada umumnya semua tekstur tersebut mencirikan endapan sulfidasi rendah (Hedenquist. , dkk 1. Mineralisasi yang berkembang pada tekstur masif kalsedonik dan saccharoidal berupa pirit, kalkopirit, magnetit, dan hematit dalam jumlah yang minor. Korelasi negatif ditunjukkan pada hubungan Au dan Cu sebesar -0,12. Au dan Pb dengan nilai sebesar 0,16. Au dan Zn sebesar -0,33. Hal ini terjadi ketika konsentrasi Au meningkat, konsentrasi Cu. Pb, dan Zn cenderung menurun. Pada scatter plot, titik-titik data yang terdistribusikan tidak memilik pola yang Mineralisasi sangat jarang dijumpai tetapi cukup baik terlihat pada sampel urat kuarsa masif (M10R Pit A dan M013R Pit A) berupa spotted pirit berukuran halus dan kalkopirit dengan inklusi magnetit yang berukuran halus, setempat terdapat sebagian pirit dan kalkopirit sudah terubah menjadi hematit pada bagian rimnya. Kehadiran logam mulia emas (A. dan perak (A. pada tipe endapan epitermal seperti ini merupakan karakter yang mencirikan gendapan epitermal sulfida rendah (Hedenquist dkk. , 2000. Sillitoe dan Hedenquist, 2. Hasil analisis geokimia batuan menunjukkan adanya nilai unsur Au tertinggi pada sampel M006R Pit dengan nilai 30,02 ppm Au, terdapat pada urat kuarsa tekstur saccharoidal yang diambil pada lubang bekas penambangan sedangkan hasil dari singkapan batuan pada kode sampel M034 RA memiliki nilai Au sebesar 13,67 ppm Au, terdapat pada sampel masif kuarsa. PEMBAHASAN Litologi di daerah penelitian terdiri atas tiga satuan batuan yaitu. litologi yaitu tuff, andesit, dan breksi yang merupakan bagian dari Batuan Gunungapi Muda (Q. Litologi di daerah penelitian terdiri dari dua satuan batuan, yaitu satuan batuan gunungapi dasitik dan satuan breksi gunungapi. Satuan batuan gunungapi dasitik teramati mempunyai kondisi batuan yang telah terubah dengan intensitas tinggi, sedangkan satuan breksi gunungapi umumnya tersingkap pada tepi/dasar sungai dalam kondisi segar, dengan kata lain batuan ini menajadi penutup dari batuan gunungapi dasitik karena tidak menunjukkan adanya gejala ubahan seperti halnya yang terjadi pada satuan gunungapi dasitik. Korelasi positif antara Au dan Ag menunjukkan bahwa memiliki sumber atau proses pengendapan yang sama, yang menyebabkan Ag sering ditemukan bersama dalam konsentrasi yang tinggi. Korelasi negatif dengan Cu. Pb, dan Zn menunjukkan bahwa elemen-elemen ini memiliki sumber atau kondisi pengendapan yang berbeda dengan Au, atau menunjukkan adanya proses geokimia yang berbeda yang mempengaruhi distribusi unsur tersebut. Analisis ini bisa berguna untuk memahami proses mineralisasi dan unsur Ag dapat dijadikan path finder dalam pencarian potensi emas (A. yang terdapat di lokasi penelitian. Karakter tekstur urat yang dijumpai pada lokasi Trifatama Rahmalia1,*. Wahyu Widodo 2. Nurcahyo Indro Basuki 1. Edya Putra 3. Ernowo 2 BULLETIN OF GEOLOGY. VOL. NO. 3, 2024 DOI: 10. 5614/bull. Tabel 2. Hasil analisis geokimia batuan dengan metode AAS (Atomic Absorption Spectroscop. Kode Conto AMD 21 M003 R AMD 21 M003 RB AMD 21 M004 R Pit AMD 21 M005 R Pit AMD 21 M006 R Pit AMD 21 M007 R Pit A AMD 21 M009 R Pit A AMD 21 M009 R Pit B AMD 21 M010 R Pit A AMD 21 M011 R Pit A AMD 21 M011 R Pit B AMD 21 M012 R Pit A AMD 21 M013 R PIT A AMD 21 M013 R PIT B AMD 21 M014 R Pit AMD 21 M019 RA AMD 21 M020 R Pit AMD 21 M022 R Pit AMD 21 M023 R Pit AMD 21 M024 R Pit AMD 21 M025 R Pit A AMD 21 M025 R Pit B AMD 21 M026 R Pit AMD 21 M027 R Pit A AMD 21 M028 Tr1A AMD 21 M028 Tr1B AMD 21 M028 Tr1C AMD 21 M028 Tr1E AMD 21 M028 Tr1G AMD 21 M028 Tr1H AMD 21 M029 R Pit AMD 21 M030 R Pit AMD 21 M033 RB AMD 21 034 RA AMD 21 M 035 Tr2B AMD 21 M035 Tr2D AMD 21 M035 Tr2E AMD 21 M035 Tr2F AMD 21 M035 Tr2G AMD 21 M035 Tr2H AMD 21 M037 R AMD 21 M038 R AMD 21 M041 RA AMD 21 M041 RB AMD 21 M041 RC AMD 21 M042 R Pit A AMD 21 M043 R Pit A AMD 21 M045 R AMD 21 M046 R AMD 21 M047 R AMD 21 M050 RA AMD 21 M050 RB AMD 21 M050 RC AMD 21 M050 RD AMD 21 M051 R AMD 21 M052 R AMD 21 M053 R Pit A AMD 21 M054 R Pit AMD 21 M057 RA AMD M057 RC LD