Al-Insyirah Midwifery Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science. https://jurnal. id/kebidanan/index Volume 13. Nomor 1. Tahun 2024 p-ISSN: 2338-2139 e-ISSN: 2622-3457 PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LEMON (CYTRUS) TERHADAP PENURUNAN SKALA DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI ASRAMA PUTRI MAN 1 SURAKARTA Ni Komang Triyana. Wijayanti. Retno Wulandari. Mahasiswi Program Studi Sarjana Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kusuma Husada Surakarta *email : nikomangtriyana@gmail. Dosen Program Studi Sarjana Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kusuma Husada Surakarta email : haryantowijayanti@gmail. Jl. Jaya Wijaya No. Kadipiro. Kec. Banjarsari. Kota Surakarta. Jawa Tengah Telp. emal : Retnowulandari@gmail. ABSTRAK Dismenore diketahui memiliki beberapa dampak, termasuk gangguan dalam aktivitas sehari-hari seperti peningkatan angka ketidakhadiran di sekolah, keterbatasan dalam interaksi sosial, penurunan kinerja akademik, dan berkurangnya partisipasi dalam Dalam kasus tertentu, sejumlah besar wanita mengalami nyeri haid dalam jangka waktu lama. Individu secara konsisten mengalami ketidaknyamanan, dan individu tertentu tidak dapat melakukan aktivitas apa pun karena adanya nyeri bulanan. Untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lemon terhadap Penurunan Skala Dismenore pada Remaja Putri di Asrama Putri MAN 1 Surakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperimental yang menggunakan model Pretest-Posttest with control model. Berdasarkan analisis uji Wilcoxon diperoleh p-value 0,00 < 0,05 maka HCA ditolak dan HCa diterima. Terdapat Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lemon terhadap Penurunan Skala Dismenore pada Remaja Putri di Asrama Putri MAN 1 Surakarta. Keyword : Dismenore . Aromaterapi lemon . Remaja Putri ABSTRACK Dysmenorrhea has been found to have several effects, including interruptions in daily activities such as increased rates of school absenteeism, limits in social interactions, compromised academic performance, and reduced participation in sports. In certain instances, a considerable number of women encounter extended periods of menstrual Individuals consistently endure discomfort, with certain individuals being rendered unable to engage in any activity due to the presence of monthly pain. determine the effect of lemon aromatherapy on reducing the dysmenorrhea scale in female adolescents at the Women's Dormitory of MAN 1 Surakarta. This study employs a quantitative research approach, using a Quasi Experimental research design that incorporates a Pretest-Posttest with control model. The Wilcoxon test analysis 53 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 a p-value of 0. 00 <0. Therefore. HCA was rejected, and HCa was accepted. There was an effect of Lemon Aromatherapy (Citru. on reducing the dysmenorrhea scale in female adolescents at the women's dormitory of MAN 1 Surakarta. Keywords: Dysmenorrhea. Lemon . Aromatherapy. Female Adolescent PENDAHULUAN Masa remaja ialah perkembangan dengan ditandai peralihan dari masa pubertas menuju kedewasaan (Larasati dan Alatas, 2. Menurut (Larasati dan Alatas, 2. , remaja merujuk pada mereka yang berusia antara 10 hingga 19 tahun. Masa transisi pada masa remaja umumnya ditandai mimpi basah pada pria maupun menstruasi pada Kebanyakan remaja putri terjadi Hal ini dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan dan kesehatannya, termasuk berkembangnya nyeri haid ataupun dismenore (Fitriani. Terjadinya menimbulkan banyak permasalahan kesehatan misalnya dismenore yang kadang disebut dengan nyeri haid. Dismenore mengacu pada terjadinya kram hebat di dalam rahim selama siklus menstruasi, dan dikenal sebagai faktor umum yang berkontribusi terhadap ketidaknyamanan panggul dan Dismenore menyerang sekitar 50-90% wanita di seluruh dunia saat menstruasi (Fitriani. Dismenorea merupakan masalah kesehatan reproduksi dari remaja. Dismenorea adalah nyeri haid yang dialami oleh wanita pada usia Kejadian memiliki prevelensi yang tidak sama tiap tahun dari 28% sampai 77. 7% di Beberapa keluhan dismenorea yang menyebabkan ketidaknyamanan dapat berupa kram dan rasa sakit yang terletak di perut bagian bawah. Gejala lain yang menyertai dismenorea dapat berupa pusing, mual, diare, kembung, lemah, kurang konsentrasi, dan nyeri punggung bagian bawah (Hidayanti & Adiwiryono, 2. Dismenore diketahui mempunyai beberapa dampak, termasuk gangguan dalam aktivitas sehari-hari seperti peningkatan angka ketidakhadiran di sekolah, keterbatasan dalam interaksi sosial, penurunan kinerja akademik, dan Dalam kasus tertentu, sejumlah besar wanita mengalami nyeri haid dalam jangka waktu lama. Individu ketidaknyamanan, dan individu tertentu dianggap tidak dapat melakukan aktivitas apa pun karena adanya nyeri Selain itu, terkadang disertai menyusahkan, seperti ketidaksabaran, timbulnya emosi negatif secara cepat, dan rasa jengkel terhadap orang lain (Purwaningsih dkk. , 2. Aromaterapi merupakan metode non-farmakologis untuk mengatasi Aromaterapi adalah terapi dengan minyak esensial guna menambah kenyamanan fisik, emosional dari Aromaterapi menimbulkan perasaan nyaman dan tenteram baik pada tubuh maupun pikiran, sehingga mengurangi rasa sakit dan kecemasan, yang pada akhirnya Menurut (Kadri dan Fitrianti, 2. , adanya bau yang sedap dapat menimbulkan respon di talamus ensefalin, suatu analgesik alami. Pemanfaatan aromaterapi lemon . sering digunakan dalam bidang Sejumlah penelitian telah 54 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 menunjukkan kemanjuran aromaterapi lemon dalam mengurangi rasa sakit dan nyeri dalam banyak hal. Kehadiran antidepresan dalam aromaterapi lemon Aromaterapi mempunyai efek mengurangi rasa sakit, meningkatkan keseimbangan energi, meningkatkan ketenangan dan rasa bahagia, serta meningkatkan rasa bahagia (Kadri & Fitriani, 2. Menurut (Young, 2. dan (Suwanti, 2. , minyak aromaterapi lemon tersusun dari banyak senyawa antara lain limeone, geranyl acetate, neutral, terpine . -14%), pinene . %) maupun mrcyne. Menurut (Namazi et al. , 2. , jeruk nipis merupakan unsur utama senyawa kimia yang terdapat pada jeruk yang memiliki kemampuan menghambat fungsi sistem mengurangi rasa sakit. Menurut Suharmiati dan (Lestari, 2. , prostaglandin mempunyai kemampuan untuk menginduksi kompresi otot, kontraksi otot rahim, dan vasopresi pada Respon fisiologis ini dapat menyebabkan nyeri iskemia maupun nyeri haid. Prostaglandin memberikan pengaruh pada kontraksi otot polos dan berperan dalam memodulasi aktivitas Gangguan patologis seperti infertilitas pria, dismenore, keadaan preeklamsia-eklamsia maupun syok anafilaksis berpotensi mencakup partisipasi prostaglandin (Bobak. Lowdermilk & Jensen. dianggap semu karena eksperimen ini belum tidak memiliki ciri rancangan eksperimen yang khas, karena variabel yang perlu dikontrol atau dimanipulasi tidak dapat dicapai atau sulit untuk Perbedaan utama antara dengan eksperimen semua terletak pada randomisasi (Notoatmodjo, 2. Penelitian ini memakai desain Pretest-Posttest untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap penurunan skala nyeri haid. Sampel penelitian ini terdiri dari 70 Penelitian ini menggunakan Ethical Clearance (EC) atau kelayakan etik karena penelitian ini melibatkan manusia sebagai subjek penelitian,Uji layak etik ini telah dilakukan di Komisi Etik Penelitian Kesehatan Universitas Kusuma Husada No. 1721/UKH. 02/EC/1/2024. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental. Eksperimen Dari data yang disajikan pada Tabel 1, peserta berumur 16 tahun . ,9%) sejumlah 23 orang, berumur 17 tahun sejumlah 23 orang . ,8%), maupun berumur 18 tahun sejumlah 24 orang HASIL PENELITIAN Analisis Univariat Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden 55 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 . ,3%). Partisipan yang melaporkan menstruasi ataupun dismenore sebagian besar ialah individu berumur 17 tahun ialah 24 orang . ,3%). Dari data Tabel 1, 16 partisipan . ,9%) mengalami menarche atau menstruasi pertama berumur 11 tahun. sejumlah 43 responden . ,4%) terjadi 12 tahun. Selanjutnya, sebelas orang . ,7%) melaporkan terjadi menarche di umur 12 tahun. Perlu diketahui bahwa sebagian besar responden, yaitu 43 orang . ,4%) melaporkan terjadi menstruasi pertama di umur 12 tahun. Berdasarkan uji homogenitas Tabel 1, diperoleh hasil bahwa variabel umur responden, umur menarche maupun kelas responden baik kelompok eksperimen didapatkan p-value > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik yang diamati pada karakteristik di atas antara kedua kelompok Analisis Bivariat Tabel 2 Pengukuran Skala Dismenore Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Berdasarkan tabel 2 Pengukuran Skala Dismenore didapatkan jika pada kelompok eksperimen skor rerata nyeri pre test ialah 3,14 skor minimum 2,00 maupun maximum 4,00. skor rerata pada nyeri post test ialah 1. 37 skor minimum 1,00 maupun maximum 3,00. Pada kelompok kontrol skor rerata nyeri pre test ialah 3,11 skor minimum 2,00 maupun 4,00. Rerata nyeri post test 86 skor minimum 1,00 maupun maximum 3,00. Uji Normalitas Data Tabel 3 Uji Normalitas Data Tabel 3 memperlihatkan hasil uji Kolmogorov-Smirnov kelompok penelitian sebelum maupun sesudah pemberian memperlihatkan nilai p value senilai 0,000 skala pre-test maupun p value senilai 0,000 skala post-test. Oleh karena itu, nilai p < 0,05 memperlihatkan data tidak mengikuti distribusi normal. Sebelum maupun sesudah relaksasi nafas dalam, uji normalitas data memperlihatkan p-value pada skala pre-test untuk kelompok kontrol adalah 0,000, sedangkan p-value pada skala post-test untuk kelompok kontrol adalah 0,000. kelompok juga 0,000. Kelompok memperlihatkan tingkat signifikansi 0,000 memperliahtkan data tidak Berdasarkan hasil uji normalitas, ditentukan bahwa data tidak mengikuti distribusi normal. Uji Wilcoxon digunakan untuk analisis data. Tabel 4 Hasil Analisa Uji Wilcoxon Kelompok Eksperimen dan Kontrol 56 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 Berdasarkan temuan yang disajikan pada Tabel 4, analisis uji Wilcoxon dilakukan untuk menguji dampak pengobatan inhalasi aromaterapi lemon terhadap nyeri haid remaja putri yang tinggal di Asrama Putri MAN 1 Surakarta. Hasilnya menunjukkan nilai p sebesar 0,000, yang menunjukkan penurunan nyeri haid . yang signifikan secara statistik. Selanjutnya Sementara itu, hasil analisis uji Wilcoxon yang dilakukan sebelum dan sesudah pemberian pengobatan teknik menunjukkan nilai p sebesar 0,000, yang menunjukkan signifikansi statistik pada tingkat signifikansi 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberian teknik relaksasi pernapasan dalam mempunyai dampak penting dalam mengurangi dismenore, yang biasa dikenal dengan nyeri haid, di kalangan Selanjutnya para penghuni Asrama Putri MAN 1 Surakarta dibekali dengan teknik relaksasi nafas dalam. PEMBAHASAN Analisis Univariat Usia Hasil berdasarkan Dilihat dari usia, seluruh partisipan dilaporkan mengalami nyeri Prevalensi rata-rata nyeri haid di kalangan remaja perempuan berusia 17 tahun ditemukan sebesar 24, terhitung 34,3% dari sampel. Prevalensi nyeri haid sangat dipengaruhi oleh usia seorang wanita, dimana usia 16 tahun merupakan tahap remaja peralihan . sia 15-17 tahu. , yang ditandai dengan transformasi fisiologis dan psikologis. Menstruasi adalah salah satunya. Menurut (Wulandari et al. , 2. menstruasi mengacu pada proses fisiologis pendarahan rahim, dimana cairan dikeluarkan dari rahim dan kemudian keluar melalui vagina. Temuan penelitian ini diperkuat oleh sudut pandang atau hipotesis (Bobak. Lowdermilk, 2. yang menyatakan bahwa kelompok usia remaja berada antara 15 dan 16 tahun. Mayoritas berusia 16 tahun. Masa perkembangan yang ditandai dengan peralihan dari masa kanak-kanak ke Selama perkembangan ini, saraf rahim biasanya menghasilkan peningkatan produksi Peningkatan sekresi prostaglandin ini dapat menimbulkan pengalaman rasa tidak nyaman saat menstruasi yang biasa disebut dengan dismenorea (Astuti. , & Anggarawati. Usia Menarch Analisis memperliahtkan rerata proporsi remaja putri dengan menarche atau menstruasi pertama terjadi pada usia 12 tahun, yaitu sebesar 61,4% dari total Menarche mengacu pada berhentinya menstruasi pada seorang Menarche biasanya terjadi pada usia 11 hingga 13 tahun. Berbagai faktor seperti gizi, etnis, genetik, sosial, ekonomi, dan lain-lain menentukan usia seseorang mencapai masa menarche. Kematangan seksual dipengaruhi oleh berbagai variabel nutrisi. Remaja yang mengalami menarche dini menunjukkan kecenderungan peningkatan berat badan dan tinggi badan saat mencapai menarche, berbeda dengan remaja yang tidak menstruasi pada usia yang sama. Menurut (Syam et al. , 2. , terdapat korelasi positif antara kematangan seksual dini pada remaja dengan peningkatan indeks massa tubuh. Penegasan diperkuat dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Jayanti, 2. yang menunjukkan bahwa rentang usia 57 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 sering terjadinya menarche adalah antara 11 hingga 13 tahun. Prevalensi dismenore sebagian besar diamati pada kelompok frekuensi, seperti yang dilaporkan oleh 10 peserta. Investigasi serupa juga dilakukan oleh (Mulyani et , 2. , dimana temuan penelitiannya menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia menarche dengan dismenore pada remaja putri, dibuktikan dengan nilai P value sebesar 0,016. Selain ditemukan signifikan secara statistik, nilai P 0,024, yang berada di bawah ambang batas konvensional sebesar 0,05, hal ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia menarche dengan kejadian dismenore Analisis Bivariat Skala Dismenore Sebelum dan Sesudah diberikan Intervensi Hasil penelitian diperoleh rerata Skala Dismenore pada kelompok intervensi adalah 3,14 dengan skor nyeri menstruasi terendah adalah 2,00 dan skala dismenore tertinggi 4,00. Pada kelompok kontrol rata-rata skala dismenore sebelum dilakukan intervensi adalah 3,11 dengan skor nyeri menstruasi terendah adalah 2,00 dan skor nyeri menstruasi tertinggi 4,00. Sedangkan rata-rata skala dismenore pada kelompok eksperimen sesudah dilakukan intervensi adalah 1,37 dengan skala dismenore terendah adalah 1,00 dan skala dismenore tertinggi 3,00. Pada kelompok kontrol rata-rata skala dismenore sesudah dilakukan intervensi adalah 1,86 dengan skala dismenore terendah adalah 1,00 dan skor nyeri menstruasi tertinggi 3,00. Setelah diberikan aromaterapi lemon . menunjukkan adanya rata-rata menstruasi pada remaja putri. Skor rata- rata nyeri menstruasi sebelum diberikan aromaterapi lemon yaitu 3,14 dan mengalami penurunan menjadi 1,37 setelah remaja aromaterapi lemon. penurunan nilai rata-rata intensitas nyeri menstruasi pada responden sebelum dan sesudah sebesar 1,77. Dari hasil tersebut maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemberian aromaterapi lemon untuk menurunkan nyeri menstruasi remaja Penurunan nyeri menstruasi ini diakibatkan karena adanya Kandungan utama aromaterapi lemon adalah limeone yang dapat menghambat sistem berkuranganya rasa tidak nyaman. Limeone mengendalikan siklogienase I maupun II, menghalangi prostaglandin maupun mengurangi rasa sakit/rasa nyeri, dengan menghirup aromaterapi lemon, maka akan meningkatkan gelombang alfa otak maupun untuk merasa rileks (Rambi. Bajak and Tumbale, 2. Analisa Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lemon Penurunan Skala Dismenore pada Remaja Putri di Asrama Putri MAN 1 Surakarta Berdasarkan hasil analisis data homogenitas yang hasilnya adalah homogen dan dilakukan uji normalitas yang hasil nya tidak normal. Dikarenakan syarat uji Paired Sample t-test harus kelompok data uji hormogen dan uji normalitas berdistribusi normal maka untuk menentukan pengaruh pemberian aromaterapi lemon yaitu dengan menggunakan uji Wilcoxon dan didapatkan bahwa hasil uji Wilcoxon sebelum maupun sesudah melakukan aromaterapi lemon diperoleh hasil p value = 0,000 nilai signifikan p value <0,05 penurunan nyeri menstruasi . 58 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 remaja putri sesudah melakukan aromaterapi lemon. Sejalan dengan . eftirompas, 2. memeperlihatkan jika terdapat pengaruh aromaterapi lemon (Cytru. terhadap Penurunan KESIMPULAN Berdasarkan hasil uji Wilcoxon yang dilakukan sebelum maupun sesudah pemberian aromaterapi lemon, didapatkan p-value senilai 0,000 signifikan secara statistik . <0,. Berdasarkan temuan, dapat disimpulkan nyeri menstruasi pada mahasiswi dengan nilai A Ae Value 0,000 < nilai signifikan 0,05. DAFTAR PUSTAKA