Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 32-39 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 Evaluasi Keterampilan Passing Bawah Permainan Bola Voli Dalam Pembelajaran PJOK Di SDN 24 Banda Aceh Sahrial*. Didi Yudha Pranata. Novia Rozalini Universitas Bina Bangsa Getsempena *Korespondensi: sahrialenjo05@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan passing bawah bola voli dalam pembelajaran PJOK pada siswa kelas V SD Negeri 24 Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami pengalaman dan kemampuan teknik siswa secara mendalam. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa kelas V tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data meliputi observasi sistematis, tes pergerakan keterampilan passing bawah, wawancara terstruktur dengan guru PJOK, serta dokumentasi. Instrumen evaluasi menggunakan tes praktik yang menilai tiga indikator utama, yaitu sikap awal, perkenaan bola, dan sikap akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan passing bawah siswa secara umum berada pada kategori Sebagian besar siswa telah mampu menunjukkan posisi tubuh yang benar pada sikap awal dan sikap akhir, tapi masih ditemukan kendala pada indikator perkenaan bola, khususnya dalam merapatkan kedua lengan dan meluruskan siku secara konsisten. Faktor penghambat yang teridentifikasi meliputi rasa takut terhadap laju bola yang cepat serta kurangnya frekuensi latihan mandiri di luar jam sekolah. Simpulan dari penelitian ini adalah tingkat keterampilan passing bawah siswa kelas V SDN 24 Banda Aceh berkategori baik, yang keberhasilannya dipengaruhi oleh metode demonstrasi langsung oleh guru, motivasi intrinsik siswa, serta dukungan sarana prasarana sekolah yang memadai. Kata Kunci : Pendidikan Jasmani. Bola Voli. Passing Bawah. Evaluasi Keterampilan. Evaluation of Underhand Pass Skills in Volleyball During Physical Education Classes at SDN 24 Banda Aceh Abstract: This study aims to determine the level of underhand volleyball passing skills among fifthgrade students in physical education classes at SD Negeri 24 Banda Aceh. A descriptive qualitative approach was used to understand the studentsAo experiences and technical abilities. The research subjects consisted of 35 fifth-grade students in the 2025/2026 academic year. Data collection techniques included observation, an underhand passing skill test, interviews with the Physical Education teacher, and documentation. The evaluation instrument assessed three indicators: initial stance, ball contact, and final stance. The results of the study indicate that studentsAo underhand passing skills generally fall into the AugoodAy category. Most students were able to demonstrate correct body positioning in the initial and final stances, but challenges were still observed in the ball contact indicator, particularly in consistently bringing both arms together and straightening the elbows. Identified inhibiting factors include fear of the ballAos fast speed and a lack of independent practice outside of school hours. This study concludes that the level of underhand pass skills among fifth-grade students at SDN 24 Banda Aceh is categorised as good, with success influenced by the teacherAos direct demonstration method, studentsAo intrinsic motivation, and adequate school facilities and equipment. Keywords: Physical Education. Volleyball. Underhand Pass. Skill Evaluation https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 32-39 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 PENDAHULUAN Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan sosial, serta nilai-nilai sportivitas pada peserta didik. Secara sistematis, pendidikan melibatkan proses transfer pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai melalui interaksi terstruktur antara pendidik dan peserta didik (Ramli et al. , 2. Wahyu Setiyono . menegaskan bahwa pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam aspek fisik, mental, maupun emosional. Dalam konteks sekolah dasar. Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) berperan penting dalam mengarahkan anak-anak mengembangkan keterampilan yang berguna untuk mendukung hidup sehat, perkembangan sosial, serta kesehatan fisik dan mental. Pembelajaran PJOK pada tingkat sekolah dasar harus menitikberatkan pada penguasaan gerak dasar sebagai fondasi pengembangan keterampilan lanjutan. Hal ini didukung oleh pendapat David L. Gallahue . yang menyatakan bahwa pendidikan jasmani berperan penting dalam mengembangkan kemampuan gerak dasar yang menjadi fondasi bagi keterampilan olahraga yang lebih Senada dengan hal tersebut. Charles A. Bucher . menyebutkan bahwa pendidikan jasmani merupakan bagian dari proses pendidikan yang memberikan kontribusi terhadap perkembangan total individu melalui aktivitas fisik yang dipilih secara tepat. Dengan demikian. PJOK memiliki fungsi edukatif yang sangat strategis dalam membentuk manusia yang sehat secara jasmani dan rohani. Salah satu cabang olahraga yang memiliki popularitas tinggi dan diajarkan dalam kurikulum PJOK adalah bola voli. Bola voli tidak hanya memberikan manfaat fisik seperti meningkatkan kekuatan, kelincahan, dan daya tahan tubuh, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kerja sama tim, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Hasil belajar dalam permainan bola voli sangat berpengaruh terhadap kualitas permainan seseorang secara keseluruhan (Ahmar et al. , 2. Arif Hadi Masroni dan Eko Hariyanto . menjelaskan bahwa teknik dasar tersebut harus dikuasai dengan baik karena apabila salah satu teknik dasar tersebut tidak dikuasai, maka pemain akan mengalami kesulitan dalam bermain dan timnya akan sulit meraih kemenangan. Di antara berbagai teknik seperti servis, smash, dan block, teknik passing bawah merupakan komponen yang paling fundamental. Passing bawah adalah keterampilan dasar yang harus dikuasai terlebih dahulu sebelum peserta didik mampu melakukan strategi permainan yang lebih kompleks. Menurut Muhajir . , passing merupakan teknik mengoper bola kepada teman seregunya dengan teknik tertentu, sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan. Lebih spesifik lagi, passing bawah berfungsi sebagai upaya menahan segala jenis serangan lawan seperti servis dan smash yang umumnya datang dengan keras dan cepat. Tanpa penguasaan passing bawah yang baik, alur permainan baik dalam bertahan maupun menyerang akan terganggu secara keseluruhan. Pentingnya penguasaan gerak ini berkaitan erat dengan perkembangan motorik siswa kelas V SD yang berada pada rentang usia 10-11 tahun. Pada tahap ini, anak berada pada fase transisi menuju gerak spesifik. David L. Gallahue . membagi tahap perkembangan motorik menjadi tiga, di mana anak usia 7 tahun ke atas berada pada tahap gerak spesifik . pecialized movemen. Di fase ini, koordinasi, keseimbangan, kecepatan, dan kekuatan anak mengalami peningkatan yang signifikan sehingga mereka lebih siap untuk mempelajari keterampilan olahraga yang kompleks. Kemampuan motorik ini sendiri, menurut Richard Schmidt . , diperoleh melalui proses belajar yang melibatkan latihan berulang . dan pengalaman, sehingga terbentuk pola gerakan yang efektif dan efisien. Berdasarkan observasi peneliti di SD Negeri 24 Banda Aceh ditemukan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai keterampilan passing bawah. Masalah ini sering diperumit oleh ketersediaan sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai serta pendekatan pembelajaran guru yang cenderung monoton dan kurang variatif (Lubis et al. , 2. Kesulitan tersebut mencakup aspek ketepatan, koordinasi gerak, dan kepercayaan diri. Siswa seringkali ragu dalam mengambil keputusan, kurang tepat saat mengumpan, dan kesulitan mengontrol arah bola. Masalah teknis yang dominan meliputi ketidakmampuan merapatkan kedua lengan dengan benar, menekuk siku saat menerima bola, serta posisi ibu jari yang salah. Hal ini diperparah dengan adanya https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 32-39 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 rasa takut saat menerima bola yang datang dengan kecepatan tinggi, yang menyebabkan siswa cenderung menarik badan ke belakang atau menutup mata. Kondisi ini menuntut adanya evaluasi yang mendalam terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar sendiri didefinisikan oleh Hamna dan BK . sebagai dasar untuk mengukur dan melaporkan prestasi akademi siswa, serta merupakan kunci dalam mengembangkan desain pembelajaran selanjutnya yang lebih efektif. Dalam PJOK, keberhasilan belajar tidak hanya dilihat dari nilai angka, tetapi dari perubahan perilaku dan keterampilan gerak secara permanen sebagai hasil dari latihan dan Evaluasi yang sistematis diperlukan untuk mengetahui sejauh mana tujuan pendidikan telah tercapai. Ralph W. Tyler . mendefinisikan evaluasi sebagai proses untuk menentukan sejauh mana tujuan pendidikan telah tercapai. Evaluasi dalam PJOK harus bersifat komprehensif, mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik sesuai dengan Benjamin S. Bloom . Khusus untuk keterampilan passing bawah, evaluasi difokuskan pada ranah psikomotorik yang mencakup indikator sikap awal, perkenaan bola, dan sikap akhir. Barbara L. Viera . menekankan bahwa keberhasilan passing bawah ditentukan oleh teknik yang benar dan koordinasi gerak yang baik. Penilaian kinerja . erformance assessmen. dianggap sebagai metode paling tepat karena dapat mengukur keterampilan gerak secara langsung. Faktor lain yang memengaruhi penguasaan keterampilan ini adalah lingkungan belajar dan motivasi. Lingkungan yang mendukung, dukungan teman sebaya, serta bimbingan guru yang berpengalaman sangat krusial dalam membantu siswa memperbaiki kelemahan teknik mereka. Selain itu, pendekatan inovatif seperti penyesuaian alat . caling equipmen. terbukti efektif membantu perkembangan motorik dasar anak. Dengan memberikan stimulus yang sesuai dengan karakteristik fisik anak, mereka dapat memperbaiki bentuk gerakan dan meningkatkan kontrol bola secara progresif. Penelitian ini menjadi penting karena dilakukan di SDN 24 Banda Aceh yang memiliki perhatian terhadap pengembangan olahraga, namun masih menghadapi kendala dalam efektivitas metode pembelajaran passing bawah. Melalui evaluasi yang mendalam, diharapkan dapat diperoleh gambaran objektif mengenai kemampuan siswa yang nantinya menjadi acuan dalam perbaikan program latihan di masa depan. Kebaruan dari artikel ini terletak pada analisis mendalam mengenai evaluasi keterampilan psikomotorik siswa sekolah dasar dalam konteks pembelajaran PJOK yang nyata di lapangan, dengan mempertimbangkan faktor koordinasi gerak dan kesiapan mental siswa. Berdasarkan uraian latar belakang dan landasan teori di atas, tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui tingkat keterampilan passing bawah bola voli dalam pembelajaran PJOK pada siswa kelas V SD Negeri 24 Banda Aceh. Fokus utama penelitian ini mencakup pengukuran terhadap ketepatan arah passing, kontrol bola, dan koordinasi gerak dasar melalui pendekatan evaluasi yang terstruktur. METODE Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menggali pemahaman mendalam mengenai pengalaman serta motivasi siswa. Fokus utama dari penggunaan metode ini adalah untuk memberikan gambaran yang terperinci mengenai fenomena evaluasi keterampilan teknik dasar dalam konteks pembelajaran di sekolah dasar secara Menurut pandangan Sari dan Suharjana . , penekanan pada metode evaluasi sangat penting dilakukan untuk mengukur kemampuan teknis peserta didik yang mencakup aspek posisi tubuh serta ketepatan arah bola secara akurat. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat mendeskripsikan hambatanhambatan yang muncul selama proses pembelajaran teknik passing bawah dengan lebih komprehensif. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di lingkungan SD Negeri 24 Banda Aceh dengan melibatkan siswa kelas V sebagai subjek utama pada tahun ajaran 2025/2026. Sebanyak 35 orang siswa dipilih untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan data yang berkaitan dengan kompetensi psikomotorik mereka pada materi permainan bola voli. Penentuan lokasi dan subjek ini didasarkan pada karakteristik perkembangan motorik siswa V yang dinilai sudah berada pada tahap optimal untuk mempelajari keterampilan olahraga yang lebih spesifik. Waktu penelitian pada bulan September 2025 hingga tahap pengambilan data akhir untuk memastikan semua indikator keterampilan terpantau dengan baik. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi observasi sistematis untuk merekam aktivitas dan keterampilan gerak siswa secara langsung selama proses pembelajaran berlangsung. https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 32-39 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 Penggunaan pedoman observasi memungkinkan peneliti untuk memperoleh data yang bersifat nyata dan sesuai dengan konteks lapangan yang sebenarnya sebagaimana disarankan oleh Miles . Selain itu, dokumentasi berupa foto kegiatan pembelajaran, daftar hadir, dan catatan hasil evaluasi juga dikumpulkan untuk memperkuat bukti fisik dari hasil observasi yang telah dilakukan sebelumnya. Kombinasi kedua teknik ini memastikan bahwa setiap data yang diperoleh memiliki landasan bukti yang kuat untuk dianalisis lebih lanjut. Instrumen utama dalam mengukur kemampuan fisik siswa adalah tes pergerakan yang difokuskan pada keterampilan teknis passing bawah dalam permainan bola voli. Penilaian dilakukan terhadap tiga indikator esensial yang meliputi kesiapan sikap awal, ketepatan saat perkenaan bola pada lengan, serta posisi sikap akhir setelah melakukan ayunan. James R. Morrow Jr. berpendapat bahwa tes praktik secara langsung merupakan instrumen penilaian psikomotorik yang paling relevan dan efektif untuk mengukur kemahiran gerak pada mata pelajaran pendidikan jasmani. Hasil dari tes ini memberikan gambaran objektif mengenai level kompetensi siswa yang diukur melalui standar gerak yang benar. Untuk melengkapi data primer, peneliti melakukan wawancara terstruktur kepada guru PJOK guna menggali informasi mengenai kendala dan proses perencanaan pembelajaran yang terjadi di Melalui dialog langsung ini, peneliti dapat memahami faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi minat serta kemampuan siswa dalam menguasai teknik dasar olahraga. Sugiyono . menyatakan bahwa teknik wawancara sangat tepat digunakan oleh peneliti yang ingin memperoleh pemahaman mendalam mengenai kondisi riil responden yang tidak terjangkau melalui observasi Data dari narasumber ini digunakan untuk memverifikasi temuan dari hasil tes keterampilan siswa di lapangan. Evaluasi terhadap performa siswa dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian yang mengadopsi skala empat poin untuk menjamin objektivitas dan konsistensi hasil evaluasi. Setiap gerakan siswa dikategorikan ke dalam rentang nilai sangat baik hingga kurang, di mana skor tertinggi merepresentasikan penguasaan kriteria teknik secara sempurna dan skor terendah menunjukkan kurangnya penguasaan. Penggunaan skala genap ini bertujuan untuk mendorong peneliti mengambil keputusan penilaian yang jelas terhadap kemampuan teknis siswa tanpa adanya pilihan nilai netral. Hal ini memudahkan guru dalam mengidentifikasi bagian gerakan mana yang memerlukan perbaikan segera pada setiap individu peserta didik. Tahapan terakhir dalam prosedur penelitian ini adalah analisis data yang dilakukan melalui pendekatan kualitatif tematik yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Peneliti melakukan seleksi ketat terhadap data yang relevan dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk kemudian disusun menjadi narasi yang logis dan sistematis. Proses verifikasi melalui triangulasi data sangat diperlukan untuk memastikan bahwa interpretasi temuan memiliki tingkat akurasi yang Dengan demikian, hasil analisis diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan metode pembelajaran PJOK di SD Negeri 24 Banda Aceh. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 24 Banda Aceh dengan melibatkan 35 siswa kelas V pada Tahun Ajaran 2025/2026 sebagai subjek penelitian. Data yang dikumpulkan melalui observasi langsung, tes keterampilan, wawancara, dan dokumentasi menunjukkan tingkat penguasaan teknik dasar passing bawah yang bervariasi di antara para siswa. Evaluasi difokuskan pada ranah psikomotorik yang meliputi tiga indikator utama, yaitu sikap awal, sikap perkenaan bola, dan sikap akhir, di mana setiap indikator dinilai menggunakan skala 1 . hingga 4 . angat bai. Hasil observasi menunjukkan adanya hambatan teknis yang dominan, terutama pada posisi tangan saat kontak dengan bola, di mana sebagian siswa belum mampu merapatkan kedua lengan dengan benar atau cenderung menekuk siku. Selain itu, koordinasi antara langkah kaki dengan arah datangnya bola serta faktor psikologis seperti rasa takut terhadap kecepatan bola memengaruhi kestabilan posisi tubuh siswa. Meskipun demikian, terdapat kelompok siswa yang sudah memiliki koordinasi gerak yang baik, yang umumnya dipengaruhi oleh partisipasi aktif mereka dalam kegiatan olahraga di luar jam sekolah. Pelaksanaan pembelajaran oleh para guru pengampu PJOK dirangkum dalam tabel di bawah ini. https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 32-39 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Observasi Pembelajaran PJOK Oleh Guru Aspek yang Diamati Guru 1 Guru 2 Guru 3 Guru 4 Guru menjelaskan tujuan Guru memberikan contoh passing bawah Guru menggunakan metode yang sesuai Guru memberikan umpan Guru mengelola kelas dengan baik Siswa aktif dalam proses Fasilitas dan media pembelajaran memadai Data primer mengenai kemampuan individu siswa diperoleh melalui tes praktik yang dilakukan secara langsung di lapangan. Penilaian performa ini dianggap sebagai metode yang paling akurat dalam mengukur keterampilan gerak nyata siswa sesuai dengan standar teknik yang diajarkan. Adapun rincian skor hasil tes keterampilan passing bawah untuk 35 siswa kelas V disajikan secara lengkap pada tabel 2. Tabel 2. Hasil Tes Keterampilan Passing Bawah Siswa Kelas V SDN 24 Banda Aceh Sampel Sikap Awal Sikap Perkenaan Sikap Akhir ATH ANL AKM a AER CAC CAS CPN FAG HKN HAS https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 32-39 KAS MAS MRR MDF MKS OAZ SAR TAF TAN YID p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 Berdasarkan tabel diatas, diperoleh gambaran hasil tes keterampilan passing bawah siswa kelas V SDN 24 Banda Aceh yang dapat disajikan dalam gambar diagram batang berikut. Gambar 1. Hasil Tes Keterampilan Passing Bawah Siswa Kelas V SDN 24 Banda Aceh Hasil wawancara dengan para guru PJOK mengonfirmasi bahwa penggunaan metode demonstrasi langsung dan modifikasi permainan melalui alat manipulatif sangat efektif untuk menarik minat siswa yang awalnya memiliki antusiasme rendah terhadap materi bola voli. Guru mengidentifikasi bahwa kendala utama selain teknis adalah kurangnya jam terbang atau frekuensi latihan mandiri siswa di luar sekolah. Secara keseluruhan, data dokumentasi kegiatan menunjukkan bahwa meskipun terdapat variasi kemampuan motorik, proses pembelajaran telah berjalan secara sistematis dan sesuai dengan modul ajar yang telah direncanakan. Temuan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai capaian psikomotorik siswa dalam materi passing bawah di SD Negeri 24 Banda Aceh. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan, tingkat keterampilan passing bawah bola voli pada siswa kelas V SD Negeri 24 Banda Aceh secara umum berada pada kategori baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa proses pembelajaran Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah tersebut telah berjalan efektif dalam mentransfer kompetensi gerak dasar kepada peserta didik. Keberhasilan siswa dalam mencapai kategori baik ini didukung oleh penguasaan tiga indikator utama penilaian, yaitu sikap awal, perkenaan bola, dan sikap akhir yang telah memenuhi standar teknis dasar permainan bola voli. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas V telah memiliki kesiapan motorik yang memadai untuk menerima instruksi teknik olahraga yang lebih spesifik. Pentingnya penguasaan passing bawah sebagai fondasi utama permainan tidak dapat diabaikan, mengingat fungsinya yang krusial dalam pertahanan dan penyusunan serangan. Menurut Kurniawan . , penguasaan teknik dasar ini bersifat wajib bagi setiap pemain untuk menciptakan alur permainan yang terarah dan efektif. Dalam konteks pendidikan di sekolah dasar, penguasaan ini https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 32-39 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 menjadi bukti bahwa tujuan pembelajaran PJOK untuk mengembangkan kompetensi gerak telah tercapai secara prosedural. Penilaian yang dilakukan secara langsung di lapangan memberikan gambaran objektif bahwa sebagian besar siswa telah mampu menerjemahkan instruksi teoritis ke dalam aksi motorik yang nyata. Perkembangan keterampilan motorik siswa dalam penelitian ini sangat dipengaruhi oleh konsistensi latihan dan pembiasaan gerak. Widiastuti . menekankan bahwa keterampilan motorik dalam pendidikan jasmani tidak muncul secara instan, melainkan melalui proses latihan berulang dan pengalaman langsung. Hal ini teramati di lapangan, di mana siswa yang memiliki frekuensi latihan lebih tinggi, baik di sekolah maupun melalui kegiatan ekstrakurikuler, menunjukkan performa yang jauh lebih stabil dan presisi dibandingkan siswa lainnya. Dengan demikian, durasi dan kualitas latihan menjadi faktor determinan utama dalam memperhalus koordinasi antara mata, tangan, dan kaki saat melakukan passing. Selain faktor teknis, aspek psikologis seperti motivasi dan minat belajar memegang peranan penting dalam pencapaian hasil belajar siswa. Nugraha . menyatakan bahwa ketertarikan siswa terhadap suatu aktivitas fisik akan mempermudah mereka dalam menyerap materi dan berpartisipasi secara aktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan minat tinggi terhadap bola voli cenderung lebih berani mencoba dan tidak ragu-ragu saat harus mengambil posisi untuk menerima Sebaliknya, siswa yang kurang berminat cenderung menunjukkan rasa takut terhadap laju bola yang cepat, yang mengakibatkan terjadinya kesalahan mekanis seperti menutup mata atau posisi lengan yang tidak rapat. Efektivitas pembelajaran di SD Negeri 24 Banda Aceh juga tidak terlepas dari peran guru dalam mengimplementasikan metode pengajaran yang tepat. Penggunaan metode demonstrasi langsung terbukti sangat membantu siswa sekolah dasar dalam memahami mekanisme gerak yang kompleks. Suryobroto . menegaskan bahwa siswa lebih mudah meniru gerakan melalui contoh nyata dibandingkan sekadar penjelasan verbal. Melalui demonstrasi yang presisi dari guru, siswa dapat mengidentifikasi kesalahan posisi tubuh mereka sendiri secara lebih cepat, terutama pada detail krusial seperti sudut ayunan lengan dan titik perkenaan bola pada tangan. Dalam aspek evaluasi, penerapan penilaian kinerja . erformance assessmen. menjadi instrumen yang paling relevan untuk mengukur kemampuan psikomotorik siswa. Arsil . berpendapat bahwa penilaian praktis memberikan data yang lebih akurat mengenai tingkat keterampilan gerak nyata dibandingkan penilaian berbasis teori semata. Dengan menggunakan rubrik yang mencakup sikap awal hingga sikap akhir, guru dapat memetakan kelemahan spesifik siswa secara Data hasil tes menunjukkan bahwa meskipun secara umum berkategori baik, detail pada fase perkenaan bola masih menjadi tantangan bagi beberapa siswa yang memerlukan pendampingan lebih intensif. Meskipun hasil penelitian menunjukkan pencapaian yang positif, terdapat beberapa keterbatasan dan kendala yang perlu menjadi perhatian bagi pengembangan pembelajaran di masa depan. Kendala utama yang teridentifikasi adalah rendahnya frekuensi latihan mandiri siswa di luar jam pelajaran sekolah yang menyebabkan proses pembentukan otomatisasi gerak menjadi lebih lambat. Selain itu, keterbatasan dalam variasi media pembelajaran terkadang membuat siswa dengan tingkat kemampuan motorik rendah merasa kesulitan untuk mengikuti ritme kelas yang cepat. Faktor eksternal seperti lingkungan rumah yang kurang mendukung aktivitas fisik juga turut memengaruhi kesiapan fisik siswa saat mengikuti praktik di sekolah. Sebagai langkah tindak lanjut, inovasi dalam metode pembelajaran seperti penggunaan permainan manipulatif atau modifikasi alat . isalnya bola plastik atau bola gantun. dapat menjadi solusi untuk meningkatkan minat dan keberanian siswa. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan aman, hambatan psikologis seperti rasa takut terhadap bola dapat diminimalisir secara bertahap. Evaluasi keterampilan ini pada akhirnya berfungsi sebagai data dasar bagi guru untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan inklusif, guna memastikan seluruh siswa mampu mencapai standar kompetensi yang diharapkan dalam kurikulum PJOK. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai evaluasi keterampilan passing bawah bola voli pada siswa kelas V SD Negeri 24 Banda Aceh, dapat disimpulkan bahwa tingkat keterampilan siswa secara https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 32-39 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 keseluruhan berada pada kategori baik. Temuan ini menjawab tujuan penelitian yang ingin mengetahui capaian psikomotorik siswa dalam pembelajaran PJOK. Secara spesifik, siswa menunjukkan penguasaan yang optimal pada indikator sikap awal dan sikap akhir, di mana mereka mampu memposisikan tubuh dengan benar sebelum menerima bola serta melakukan gerakan lanjutan . dengan menjaga keseimbangan,. Namun, pada indikator sikap perkenaan bola, masih ditemukan tantangan teknis berupa kesulitan siswa dalam merapatkan kedua tangan dan meluruskan siku secara konsisten saat kontak dengan bola. Keterbatasan dalam penelitian ini berkaitan dengan faktor internal siswa, seperti adanya rasa takut terhadap laju bola yang cepat dan kurangnya konsentrasi saat praktik, yang menghambat otomatisasi gerak pada sebagian subjek. Selain itu, frekuensi latihan mandiri di luar jam sekolah yang masih rendah menjadi kendala dalam mempercepat penguasaan teknik dasar secara permanen. Keberhasilan pembelajaran sangat bergantung pada sinergi antara metode demonstrasi langsung yang dilakukan guru, motivasi intrinsik siswa, serta ketersediaan sarana pendukung di sekolah. Rekomendasi yang diajukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah agar guru PJOK menerapkan metode mengajar yang lebih variatif dan menyenangkan, seperti penggunaan permainan manipulatif, untuk meningkatkan antusiasme siswa. Bagi siswa, disarankan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan frekuensi latihan rutin baik di sekolah maupun di rumah guna mengasah koordinasi motorik. Pihak sekolah diharapkan terus mendukung dengan menyediakan fasilitas alat yang memadai dan aman bagi siswa. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas cakupan subjek atau menggunakan metode eksperimen untuk menguji efektivitas modifikasi alat terhadap peningkatan keterampilan teknik dasar bola voli lainnya seperti servis atau smash. DAFTAR PUSTAKA