Zona Manajemen : Program Studi Magister Sains Manajemen Universitas Batam Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 http://ejurnal. id/index. php/Manajemen DOI: http://dx. org/10. 37776/jzm. DETERMINATION OF TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP. WORK CULTURE AND COMPETENCE WITH ORGANIZATIONAL COMMITMENT AS A VARIABLE INTERVENING TOWARDS PERFORMANCE GOVERNMENT OFFICER PLANNING. RESEARCH AND DEVELOPMENT OF RIAU ISLANDS PROVINCE Dedy Wahyudi Hamidy Department of Management. Faculty of Economics. Batam University. Indonesia. Batam, 29415. Riau Island. Indonesia. Coresspondent: Faculty of Economics. University of Batam. Email: zonamanajemen@univbatam. ABSTRACT In this study, researchers used data respondents, such as gender, age and long working respondents to provide information on the characteristics of respondents. The questionnaire was spread over 74. The discussion in this chapter is the result of field studies to obtain data on the questionnaire responses that measure five key variables in the study, namely transformational leadership, organizational culture, work culture, organizational commitment and employee performance. Analysis of data with parametric and non parametrics statistics using SEM-PLS . tructural Equation Modelling-Partial Least Squar. on the research variables, instrument test, normality test, hypothesis test, as well as discussion of the hypothesis test results and path analysis Path. This research uses path analysis to test relationship patterns that reveal the influence of variables or a set of variables against other variables, both direct influences and indirect influences. Calculation of line coefficient in this study assisted with Smart PLS Ver 3. To find out the direct and indirect influences between variables then be seen from the calculation result of the line coefficient and to know the significance. The effect of the X3 variable against X4 has a P-Values value of 0. 018 < 0. 05, so it can be stated that the effect between X3 against X4 is significant. The effect of the variable X3 against Y has a P-Values value of 0. 05, so it can be stated that the influence between X3 to Y is significant. The effect of X4 to Y variables has a P-Values value of 0. 046 < 0. 05, so it can be stated that the effect between X4 to Y is significant. The effect of the X1 variable against X4 has a P-Values value of 006 < 0. 05, so it can be stated that the effect between X1 against X4 is significant. The effect of a X1 variable against Y has a P-Values value of 0. 000 < 0. 05, so it can be stated that the effect between X1 to Y is significant. The effect of a variable X2 against X4 has a P-Values value of 0. 006 < 0. 05, so it can be stated that the effect of X2 against X4 is The effect of a variable X2 against Y has a P-Values value of 0. 015 < 0. 05, so it can be stated that the effect of the X2 against Y is significant. Keywords: Transformational Leadership. Work Culture. Competence. Organizational Commitment. Performance Published by Research Institutions andCommunity Services in Batam University Page 82 of 94 Determination Of Transformational Leadership. Work Culture And Competence With Organizational Commitment As A Variable Intervening Towards Performance Government Officer Planning. Research And Development Of Riau Islands Provinc. Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 PENDAHULUAN Pembangunan merupakan sebuah proses perubahan yang dilakukan secara Akhir pembangunan yaitu tercapainya tujuan negara dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Terhadap dilaksanakan, diperlukan adanya sebuah perencanaan yang mampu menjawab berbagai isu dan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Berdasarkan isu dan permasalahan tersebut, ditetapkan tujuan, arah dan prioritas pembangunan dengan mengerahkan segala sumberdaya yang Perencanaan pembangunan disusun secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh, dan tanggap Perencanaan menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antardaerah, antar ruang, antarwaktu, antarfungsi pemerintah maupun antara pusat dan daerah. menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, mengoptimalkan partisipasi dan menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Badan Perencanaan. Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau mempunyai visi terwujudnya kepulauan riau sebagai bunda tanah melayu yang sejahtera, berakhlak mulia, ramah lingkungan dan unggul di bidang maritim. Sedangkan masyarakat yang agamis, demokratis, berkeadilan, tertib, rukundanaman di Meningkatkan daya saing ekonomi melalui pengembangan infrastruktur kabupaten/kota kualitas pendidikan, ketrampilan dan profesionalisme sumber daya manusia sehingga memiliki daya saing tinggi. Demi terwujudnya visi dan misi Badan Perencanaan. Penelitian Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau, maka perlu meningkatkan Kepemimpinan Transformasional yang menunjang dalam terwujudnya visi dan misi tersebut. Seorang kepemimpinan transformasional adalah orang yang merangsang dan memberikan inspirasi atau mengubah kepada pengikut untuk mencapai hasil Kepemimpinan Kepemimpinan transformasional, yaitu rangsangan intelektual serta pemimpin Kepemimpinan transformasional lebih menyerukan pada nilai-nilai moral dari para pengikut dalam upayanya untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang masalah etis. Budaya Kerja yang baik dapat menyeimbangkan perencanaan strategik dengan pelaksanaan yang sejalan dengan tujuan organisasi, untuk itu peran Budaya Kerja sangat penting demi terwujudnya visi dan misi suatu Tetapi jika hal ini bersifat individu tidak adanya keseimbangan dari pihak organisasi, maka budaya organisasi juga tidak akan terbentuk dengan baik sehingga tujuan organisasi juga tidak berjalan sesuai dengan tujuannya. Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 83 of 94 Determination Of Transformational Leadership. Work Culture And Competence With Organizational Commitment As A Variable Intervening Towards Performance Government Officer Planning. Research And Development Of Riau Islands Provinc. Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 Kompetensi Karakteristik mendasar yang dimiliki seseorang yang berpengaruh langsung terhadap, atau dapat memprediksikan kinerja yang sangat baik. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kompetensi adalah kemampuan dalam pengetahuan, keterampilan, kemampuan serta nilai-nilai pribadi berdasarkan pengalaman dan pembelajaran dalam rangka pelaksanaan tugasnya secara Komitmen organisasi dapat diartikan juga sebagai loyalitas pekerja, yaitu suatu tingkat atau derajat identifikasi diri pegawai pada organisasi dan keinginankeinginannya partisipasi aktifnya dalam organisasi dimana dia berada. Secara konseptual Komitmen Organisasi sebagai ukuran seberapa jauh tingkat seorang pegawai organisasi serta keterlibatannya dalam Kinerja menyempurnakan pekerjaan tersebut sesuai dengan tanggung jawabnya sehingga dapat mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan. Rumusan masalah Apakah Kepemimpinan Transformasional mendeterminasi Komitmen Organisasi pegawai pegawai Badan Perencanaan. Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau? Apakah Budaya Kerja mendeterminasi secara langsung terhadap Komitmen Organisasi pegawai Badan Perencanaan. Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau? Apakah Kompetensi mendeterminasi secara langsung terhadap Komitmen Organisasi pegawai Badan Perencanaan. Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau? Apakah Komitmen Organisasi mendeterminasi secara langsung terhadap Kinerja pegawai Badan Perencanaan. Penelitian Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau? Apakah Kepemimpinan Transformasional mendeterminasi secara langsung terhadap Kinerja pegawai Badan Perencanaan. Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau? Apakah Budaya Kerja mendeterminasi secara langsung terhadap Kinerja pegawai Badan Perencanaan. Penelitian Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau? Apakah Kompetensi mendeterminasi secara langsung terhadap Kinerja pegawai Badan Perencanaan. Penelitian Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau? METODOLOGI Dalam menggunakan data responden, seperti jenis kelamin, usia dan lama bekerja responden agar dapat memberikan Dimana dari angket kuesioner yang di sebar sebanyak 74. Pembahasan pada bab ini merupakan hasil studi lapangan untuk memperoleh data jawaban Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 84 of 94 Determination Of Transformational Leadership. Work Culture And Competence With Organizational Commitment As A Variable Intervening Towards Performance Government Officer Planning. Research And Development Of Riau Islands Provinc. Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 kuesioner yang mengukur lima variabel pokok dalam penelitian ini, yaitu kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, budaya kerja, komitmen organisasi dan kinerja pegawai. Analisis data dengan statistik parametrik dan non parametrik dengan menggunakan SEMPLS (Struktural Equation ModellingPartial Least Squar. mengenai variabel penelitian, uji instrumen, uji normalitas, uji hipotesis, serta pembahasan terhadap hasil uji hipotesis dan Path Analisis Jalur. Penelitian ini menggunakan analisis jalur . ath analysi. untuk menguji pola pengaruh variabel atau seperangkat variabel terhadap variabel lainnya, baik pengaruh langsung maupun pengaruh tidak langsung. Penghitungan koefisien jalur dalam penelitian ini dibantu dengan Smart PLS Ver 3. Untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel maka dilihat dari hasil perhitungan koefisien jalur dan untuk mengetahui signifikansi. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Badan Perencanaan. Penelitian Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau yang berjumlah sebanyak 74 orang tanpa melihat strata dan bidang tugas tertentu. Arikunto . alam Riduwan, 2012:. mengemukakan bahwa untuk sekedar ancer-ancer apabila subjek kurang dari 100, maka lebih baik diambil semua. Oleh keterbatasan populasi maka semua anggota populasi dijadikan sampel penelitian sehingga penelitian ini menggunakan sampel jenuh yang Teknik Sensus dengan menggunakan proporsional random sampling. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Konsistensi Internal Analisis konsistensi internal adalah bentuk reliabilitas yang digunakan untuk menilai konsistensi hasil lintas item pada suatu tes yang sama. Pengujian konsistensi internal menggunakan nilai reliabilitas komposit dengan kriteria suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai reliabilitas komposit > 0,600 (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt, 2. Tabel 1 Analisis Konsistensi Internal Reliabilitas Rata-rata Varians Diekstrak Komposit (AVE) Variabel Cronbach's Alpha 0,864 0,881 0,893 0,515 0,850 0,856 0,886 0,526 0,915 0,921 0,931 0,628 0,871 0,874 0,900 0,566 0,877 0,895 0,908 0,594 Sumber : Pengolahan Data . Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 85 of 94 Determination Of Transformational Leadership. Work Culture And Competence With Organizational Commitment As A Variable Intervening Towards Performance Government Officer Planning. Research And Development Of Riau Islands Provinc. Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 Berdasarkan data analisis konsistensi internal pada tabel di atas diperoleh hasil bahwa variabel X1 memiliki nilai reliabilitas komposit sebesar 0,893 > 0,600 maka variabel X1 adalah reliabel, kemudian variabel X2 memiliki nilai reliabilitas komposit sebesar 0,886 > 0,600 maka variabel X2 adalah reliabel, variable X3 memiliki nilai reliabilitas komposit sebesar 0,931 > 0,600 maka variebel X3 adalah reliabel, variabel X4 memiliki nilai reliabilitas komposit sebesar 0,900 > 0,600 maka variabel X4 adalah reliabel, variabel Y memiliki nilai reliabilitas komposit sebesar 0,908 > 0,600 maka variabel Y adalah reliabel. Validitas konvergen Validitas konvergen digunakan untuk melihat sejauh mana sebuah pengukuran pengukuran alternative dari konstruk yang sama. Untuk melihat suatu indikator dari suatu variabel konstruk adalah valid atau tidak, maka dilihat dari nilai outer Jika nilai outer loading lebih besar dari . maka suatu indikator adalah vailid. (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt, 2. Tabel 2 Validitas Konvergen Variabel X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. 0,613 0,627 0,730 0,817 0,656 0,704 0,691 0,866 0,753 0,768 0,776 0,669 0,694 0,716 0,693 0,813 0,796 0,811 0,773 0,689 0,771 0,890 0,782 Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 86 of 94 Determination Of Transformational Leadership. Work Culture And Competence With Organizational Commitment As A Variable Intervening Towards Performance Government Officer Planning. Research And Development Of Riau Islands Provinc. Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 X4. X4. X4. X4. X4. X4. X4. 0,786 0,609 0,708 0,792 0,773 0,738 0,837 0,420 0,801 0,755 0,826 0,879 0,755 Sumber : Pengolahan Data . Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai outer loading untuk variabel X1. X2. X3,X4. Y dimana nilai seluruh item butir pertanyaan pada 5 variabel yang diuji lebih besar dari 0,4 maka semua indikator pada 5 variabel dinyatakan valid. Validitas diskriminan Validitas diskriminan bertujuan untuk menilai suatu indikator dari suatu variabel konstruk adalah valid atau tidak, yakni dengan cara melihat Nilai Heterotrait Monotrait Ratio Of Corelation (HTMT) < 0,90, maka variabel memiliki validitas diskriminan yang baik . (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt, 2. Tabel 3 Validitas Diskriminan Variabel 0,806 0,699 0,826 0,711 0,771 0,830 0,639 0,701 0,745 0,522 Sumber : Pengolahan Data . Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil korelasi variabel X1 dengan X2 sebesar 0,806 korelasi variabel X1 dengan X3 sebesar 0,699 korelasi variabel X1 dengan X4 sebesar 0,826 korelasi variabel X1 dengan Y sebesar 0,711. Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900, dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan valid. Berdasarkan tabel di atas juga diperoleh hasil korelasi variabel X3 dengan X2 sebesar 0,771 korelasi variabel X4 dengan X2 Pelanggan sebesar 0,830 korelasi variabel Y dengan X2 Pelanggan sebesar 0,639. Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900, dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan Juga dapat dilihat tadi table diatas Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 87 of 94 Determination Of Transformational Leadership. Work Culture And Competence With Organizational Commitment As A Variable Intervening Towards Performance Government Officer Planning. Research And Development Of Riau Islands Provinc. Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 diperoleh hasil juga korelasi variabel X4 dengan X3 sebesar 0,701 korelasi variabel Y dengan X3 sebesar 0,745 Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900, dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan valid. Terakhir dari tabel diatas juga di peroleh hasil bahwa korelasi variabel Y dengan X4 sebesar 0,522 Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900 dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan valid. Kolinearitas Analisis model structural atau . nner mode. bertujuan untuk menguji hipotesis Bagian yang perlu dianalisis dalam model structural yakni, koefisien determinasi (R Squar. dengan pengujian Pengujian kolinearitas adalah untuk membuktikan korelasi antar variabel laten/konstrukapakah kuat atau Jika terdapat korelasi yang kuat berarti model mengandung masalahjika dipandang dari sudut metodologis, karena Masalah ini disebut dengan kolinearitas . Nilai untukmenganalisisnya adalah dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF). (Hair. Hult,Ringle, & Sarstedt. Garson, 2. Jika nilai VIF lebih besar dari 5,00 maka berarti terjadi masalah kolinearitas, dan sebaliknyatidak terjadi masalah kolinearitas jika nilai VIF<5,00 (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt. Tabel 4 Kolinieritas Variabel 3,820 3,853 4,320 4,316 1,970 2,079 2,983 Sumber : Pengolahan Data . Dari data di atas dapat dideskripsikan sebagai berikut : VIF untuk korelasi X1 dengan Y adalah 3,853 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X2 dengan Y adalah 4,316 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X3 dengan Y Pelanggan adalah 2,079 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X4 dengan Y adalah 2,983 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. Dengan demikian, dari data-data di atas, model struktural dalam kasus ini tidak mengandung masalah kolinearitas. Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 88 of 94 Determination Of Transformational Leadership. Work Culture And Competence With Organizational Commitment As A Variable Intervening Towards Performance Government Officer Planning. Research And Development Of Riau Islands Provinc. Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 Gambar 1 Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis pengaruh langsung bertujuan untuk membuktikan hipotesishipotesis pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya secara langsung . anpa perantar. Jika nilai koefisien jalur adalah positif mengindikasikan bahwa kenaikan nilai suatu variabel diikuti oleh kenaikan nilai variabel jika nilai koefisien jalur adalah negatif mengindikasikan bahwa kenaikan suatu variabel diikuti oleh penurunan nilai variabel lainnya. Jika nilai prbabilitas (PValu. < Alpha . maka Ho ditolak . engaruh suatu variabel dengan variabel lainnya adalah signifika. Jika nilai prbabilitas (P-Valu. > Alpha . maka Ho ditolak . engaruh suatu variabel dengan variabel lainnya adalah tidak Tabel 5 Hipotesis Pengaruh Langsung X1 -> X4 Sampel Asli 0,105 Rata-rata Sampel 0,121 Standar Deviasi 0,177 Statistik 0,592 Values 0,006 X1 -> Y 0,617 0,603 0,157 3,943 0,000 X2 -> X4 0,578 0,565 0,204 2,830 0,006 X2 -> Y -0,254 -0,241 0,176 1,446 0,015 X3 -> X4 0,191 0,186 0,141 1,357 0,018 X3 -> Y 0,553 0,524 0,139 3,980 0,000 X4 -> Y -0,155 -0,116 0,207 0,750 0,046 Variabel Sumber : Pengolahan Data . Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 89 of 94 Determination Of Transformational Leadership. Work Culture And Competence With Organizational Commitment As A Variable Intervening Towards Performance Government Officer Planning. Research And Development Of Riau Islands Provinc. Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 1,357 . , maka peningkatan nilai X4. Pengaruh variabel X3 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,018 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 3,980 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X3 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X4 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,750 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X4 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,046 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X4 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 0,592 . , maka peningkatan nilai X4. Pengaruh variabel X1 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,006 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 3,943 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X1 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 2,830 . , maka peningkatan nilai X4. Pengaruh variabel X2 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,006 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 1,446 . , maka peningkatan nilai X4. Pengaruh variabel X2 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,015 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap Y adalah signifikan. elalui perantar. Jika nilai korfisien pengaruh tidak langsung > koefisien pengaruh langsnug, maka variabel intervening bersifat memediasi hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Sebaliknya. Jika nilai korfisien pengaruh tidak langsung < koefisien pengaruh langsnug, maka Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 90 of 94 Determination Of Transformational Leadership. Work Culture And Competence With Organizational Commitment As A Variable Intervening Towards Performance Government Officer Planning. Research And Development Of Riau Islands Provinc. Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 variabel intervening tidak bersifat memediasi hubungan antara satu variabel Variabel dengan variabel lainnya. Tabel 6 Hipotesis Pengaruh Tidak Langsung RataSampel Standar Asli Deviasi Statistik Sampel Values X1 -> X4 -> Y_ -0,016 0,004 0,050 0,325 0,746 X2 -> X4 -> Y_ -0,090 -0,077 0,127 0,709 0,480 X3 -> X4 -> Y_ -0,030 -0,023 0,054 0,552 0,582 Sumber : Pengolahan Data . Berdasarkan Kemudian, diperoleh nilai koefisien pengaruh pengaruh tidak langsung variabel tidak langsung variabel X1 X3 terhadap Y sebesar 3,980 > terhadap Y sebesar 3,943 > 0,325 0,552 . engaruh langsung X1 . engaruh langsung X1 terhadap terhadap Y) dengan demikian Y) dengan demikian dapat dapat dinyatakan bahwa X4 dinyatakan bahwa X4 memediasi memediasi pengaruh antara X1 pengaruh antara X1 terhadap Y. terhadap Y. Selanjutnya. Koefisien Determinasi (R Squar. pengaruh tidak langsung variabel Koefisien Determinasi (R Squar. X2 terhadap Y sebesar 1,446 > bertujuan untuk mengevaluasi keakuratan 0,709 . engaruh langsung X2 prediksi suatu variabel. Dengan kata lain terhadap Y) dengan demikian untuk mengevaluasi bagaimana variasi dapat dinyatakan bahwa X4 nilai variabel terikat dipengaruhhi oleh memediasi pengaruh antara X2 variasi nilai variabel bebas pada sebuah terhadap Y. model jalur. Tabel 7 Koefisien Determinasi Variabel R Square Adjusted R Square 0,665 0,650 0,562 0,537 Sumber : Pengolahan Data . Pada tabel di atas diperoleh hasil pengaruh X1. X2 dan X3 terhadap X4 . adalah sebesar 0,665, artinya besaran pengaruh X1. X2 dan X3 terhadap X4 adalah sebesar 66,50%. Kemudian, pengaruh X1. X3 dan X4 terhadap Y adalah sebesar 0,562, artinya besaran Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 91 of 94 Determination Of Transformational Leadership. Work Culture And Competence With Organizational Commitment As A Variable Intervening Towards Performance Government Officer Planning. Research And Development Of Riau Islands Provinc. Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 pengaruh X1. X3 dan X4 terhadap Y adalah sebesar 56,20%. KESIMPULAN Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 1,357 . , maka peningkatan nilai X4. Pengaruh variabel X3 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,018 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 3,980 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X3 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X4 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,750 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X4 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,046 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X4 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 0,592 . , maka peningkatan nilai X4. Pengaruh variabel X1 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,006 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 3,943 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X1 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 2,830 . , maka peningkatan nilai X4. Pengaruh variabel X2 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,006 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 1,446 . , maka peningkatan nilai X4. Pengaruh variabel X2 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,015 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap Y adalah signifikan. SARAN Peningkatan kepada pegawai perlu setiap pemimpin memiliki adil dalam mendidik dan mengayomi Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 92 of 94 Determination Of Transformational Leadership. Work Culture And Competence With Organizational Commitment As A Variable Intervening Towards Performance Government Officer Planning. Research And Development Of Riau Islands Provinc. Volume 10. Issue 1. April 2020 | Pages 82-94 C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 setiap pegawainya agar setiap kemampuan yang data memajukan Diharapkan memperhatikan penerapan budaya kerja yang ada di dalam Perencanaan. Pengolahan Dan Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau. Perlu ditingkatkan kompetensi pegawai yang ada di kantor Perencanaan. Pengolahan Dan Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau agar pegawainya dengan posisinya . Diharapkan semakin tinggi tingkat kinerja pegawai akan membuat komitmen organisasi menjadi Untuk itu pemerintah Daerah dapat menjaga kinerja mempunyai sense of belonging terhadap instansinya. Diharapkan semua fasilitas, sarana dan prasarana tersedia di kantor Perencanaan. Pengolahan Dan Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau ditingkatkan lagi, supaya dapat mengoptimalkan pekerjaan pegawai dengan baik terhadap peningkatan kinerjanya. REFERENSI