Jurnal Jendela Inovasi Daerah Badan Perencanaan Pembangunan. Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang E-ISSN: 2621-8739 http://jurnal. Volume Vi No. Magelang, 2025. Hal. Jurnal Inovasi Daerah. Volume II No 1. Magelang. Maret 2019,Agustus Hal. UPAYA STRATEGIS MENGGAIRAHKAN PASAR TRADISIONAL SEBAGAI PUSAT PEREKONOMIAN DI KOTA MAGELANG Ratna Haryanti Sekretariat Daerah Kota Magelang e-mail: parikesitrh@gmail. Article Info: C Article submitted: 5 May 2025 a Article received: 21 August 2025 a Available online: 21 August 2025 ABSTRAK Pasar tradisional di Kota Magelang menghadapi tantangan yang signifikan dari persaingan dengan pasar modern dan munculnya belanja online, yang mempengaruhi ekonomi lokal dan kesejahteraan Pasar-pasar ini berfungsi sebagai pusat penting untuk kegiatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, stabilisasi harga barang-barang penting, dan dukungan untuk usaha kecil dan menengah (UKM). Penurunan aktivitas pasar akibat modernisasi mengancam UKM dan akses barang dengan harga yang terjangkau. Upaya pemerintah untuk mempromosikan pasar tradisional tetap tidak optimal, terutama karena keterlibatan dan dukungan yang terbatas. Studi ini menggunakan pendekatan evaluasi kebijakan dengan Grid Analysis serta penyusunan rekomendasi kebijakan dengan Interpretative Structural Modelling. Temuan utama dari riset ini mengungkapkan bahwa kolaborasi antara sektor perdagangan dan pariwisata, serta pemanfaatan teknologi digital untuk promosi pasar tradisional, merupakan langkah krusial untuk memperkuat eksistensi pasar tradisional di Kota Magelang. Studi ini merekomendasikan peningkatan upaya pemerintah untuk mempromosikan pasar tradisional melalui kolaborasi dengan sektor pariwisata. Upaya tersebut ditempuh dengan mengintegrasikan program sektoral antar lembaga pemerintah daerah agar menempatkan pasar tradisional sebagai tujuan utama wisata, sehingga mengungkapkan jumlah pengunjung dan berbagai dampak positif lainnya. Kata Kunci: Pasar Tradisional. Peran Pemerintah. Kolaborasi. ABSTRACT Traditional markets in Magelang City face significant challenges from competition with modern markets and the emergence of online shopping, which affect the local economy and community These markets serve as important centers for economic activity, job creation, price stabilization of essential goods, and support for small and medium enterprises (SME. The decline in market activity due to modernization threatens SMEs and access to goods at affordable prices. Government efforts to promote traditional markets remain suboptimal, mainly due to limited involvement and support. This study uses a policy evaluation approach with Grid Analysis and the preparation of policy recommendations with Interpretative Structural Modeling. The main findings of this research reveal that collaboration between the trade and tourism sectors, as well as the use of digital technology to promote traditional markets, are crucial steps to strengthen the existence of traditional markets in Magelang City. This study recommends increasing government efforts to promote traditional markets through collaboration with the tourism sector. These efforts are carried out by integrating sectoral programs between regional government institutions, in order to position traditional markets as the main tourist destination, thereby revealing the number of visitors and various other positive impacts. Keywords: Traditional Markets. The Role of Government. Collaboration. Copyright A 2025 by Authors. Published by Badan Perencanaan Pembangunan. Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang. This open-access article is distributed under a Creative Commons Attribution (CC-BY) 4. 0 International License. Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. PENDAHULUAN Pembangunan perdagangan dalam perekonomian memiliki peran strategis guna mendukung kelancaran penyaluran arus barang dan jasa, pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, pembentukan harga wajar, penyerapan tenaga kerja, pemerataan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Sektor perdagangan penting terus dikembangkan mengingat sifat sektor ini saling berkaitan dengan hampir semua sektor pembangunan (Suryavanshi, 2. Salah satu isu utama terkait perdagangan adalah sepinya pasar tradisional akibat harus bersaing dengan pasar modern dan maraknya marketplace (Bakhri, 2. (S et al. , 2. Salah satu strategi untuk mengembangkan perdagangan di Kota Magelang yakni dengan perluasan pasar tradisional melalui indikasi program berupa program peningkatan sarana distribusi perdagangan. Namun demikian, hingga saat ini pasar tradisional masih belum kembali menjadi tujuan utama masyarakat untuk Seperti di kutip pada (SMERU, 2. bahwa keberadaan pasar tradisional cenderung memburuk akibat pasar modern yang semakin mendominasi. Pasar tradisional di Kota Magelang yang mempekerjakan 5. 644 pedagang (DPPKUM Kota Magelang, 2. , berperan penting dalam serapan tenaga kerja (Rakesh, 2023. Syukria Adif, 2. , (Saharuddin et al. , 2. , pemberdayaan lokal (Agung et al. , 2023. Febrianti et al. , 2. , serta mendukung perekonomian dan pariwisata daerah (Gani et al. , 2. Mayoritas masyarakat lokal mengandalkan pasar tradisional untuk kebutuhan sehari-hari yang terjangkau (Amalia et al. , 2. Namun, kunjungan terus menurun disebabkan fasilitas kurang memadai, pergeseran konsumsi ke belanja online pasca COVID-19 (Chaudhary, 2. , dan modernisasi gaya hidup yang mementingkan kenyamanan sehingga pendapatan pedagang terancam oleh persaingan minimarket dan e-commerce (Astuti et al. , 2022. Khan et al. , 2019. Fitriyani, 2. Berdasarkan permasalahan di atas, rumusan masalah pokok yang diangkat dalam kajian ini adalah . Apa saja permasalahan yang ada dalam peningkatan eksistensi pasar tradisional di Kota Magelang?. Bagaimana pengembangan alternatif kebijakan yang dilakukan dalam peningkatan eksistensi pasar tradisional di Kota Magelang?. Bagaimana dampak masing-masing alternatif kebijakan Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. yang diterapkan terhadap peningkatan eksistensi pasar tradisional di Kota Magelang?. Apa saja rekomendasi kebijakan yang bisa diterapkan untuk meningkatkan eksistensi pasar tradisional di Kota Magelang? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah . mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam peningkatan eksistensi pasar tradisional di Kota Magelang. mengidentifikasi pengembangan alternatif kebijakan yang dilakukan dalam peningkatan eksistensi pasar tradisional di Kota Magelang. mengidentifikasi evaluasi alternatif kebijakan yang diterapkan terhadap peningkatan eksistensi pasar tradisional di Kota Magelang. menyusun rekomendasi kebijakan yang bisa diterapkan untuk meningkatkan eksistensi pasar tradisional di Kota Magelang. METODE Penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis kebijakan yang diterapkan di pasar tradisional Kota Magelang dan dampaknya terhadap pedagang serta masyarakat sekitar. Pendekatan kualitatif dipilih karena kemampuannya dalam menggali pemahaman mendalam mengenai fenomena sosial yang kompleks dan kontekstual, yang tidak bisa sepenuhnya dijelaskan dengan pendekatan kuantitatif (Lim, 2024. Pyo et al. , 2. Subjek penelitian terdiri atas personil Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Mikro (DPPKUM), serta pedagang yang berada di Pasar Rejowinangun, sementara objek penelitian adalah kebijakan pasar yang diterapkan serta dinamika yang muncul di lapangan. Penelitian ini dilakukan di Kota Magelang pada Januari hingga Maret 2024. Data dikumpulkan melalui dua jalur utama yaitu studi literatur untuk merangkum teori dan temuan penelitian sebelumnya terkait kebijakan pasar (Luft et al. , 2. dan wawancara mendalam dengan personil DPPKUM serta pedagang pasar untuk menggali tantangan dan dampak kebijakan di pasar tradisional (Osborne et al. , 2. Metode analisis yang digunakan adalah metode Urgency. Seriousness, and Growth (USG) yaitu alat evaluasi sistematis untuk memprioritaskan isu berdasarkan tingkat urgensi dan dampaknya (Naser et , 2022. Ariyanti et al. , 2. dengan pemberian skor 5 . angat pentin. hingga 1 Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. angat tidak pentin. guna memetakan masalah secara terstruktur. Melalui analisis Fish Bone, penelitian ini secara sistematis menggali penyebab utama permasalahan prioritas pada metode USG dengan mengelompokkan faktor manusia . otivasi, kemampuan, pelatiha. , metode, material, anggaran, sarana & prasarana/mesin, serta pasar untuk memahami interaksi antar faktor penyebab dan merumuskan solusi yang lebih efektif (Kumah et al. , 2024. Sakdiyah et al. , 2. Setelah akar masalah teridentifikasi, peneliti mengembangkan alternatif kebijakan berdasarkan studi literatur dan pengalaman sebelumnya, kemudian membandingkan opsi tersebut melalui Grid Analysis berdasarkan kriteria biaya, waktu implementasi, dampak, dan kelayakan. Selanjutnya. Interpretative Structural Modelling (ISM) metode yang diperkenalkan oleh Warfield . digunakan untuk mengidentifikasi keterkaitan antar elemen kebijakan dan menyusunnya dalam hirarki sehingga memprioritaskan strategi dengan nilai manfaat tertinggi untuk pengambilan keputusan yang lebih efektif (Heriyanto et , 2. Gambar 1. Matriks Driver Power - Dependence untuk Elemen Tujuan Program Pada Teknik ISM, elemen diklasifikasikan ke dalam empat sektor berdasarkan derajat pengaruh . dan ketergantungan . Sektor I (Autonomou. mencakup elemen dengan pengaruh dan ketergantungan lemah, sektor II (Dependen. terdiri atas elemen dengan pengaruh lemah tetapi ketergantungan kuat, sektor i (Linkage. meliputi elemen yang sama-sama memiliki pengaruh dan ketergantungan kuat sehingga bersifat sensitif dan tidak Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. stabil, sementara sektor IV (Independen. memuat elemen dengan pengaruh kuat dan ketergantungan lemah elemen kunci yang harus dijalankan pertama. Dengan pemetaan ini. ISM membantu peneliti menyusun urutan prioritas implementasi kebijakan berdasarkan interaksi antar-elemen, sehingga aspek paling penting dan berdampak dapat diutamakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi Masalah Kondisi Perekonomian Lokal Kota Magelang Saat Ini (Existing Conditio. Penataan Shelter PKL Pusat jajanan kuliner atau biasa disebut dengan shelter PKL juga menjadi penopang perekonomian Kota Magelang. Pada tahun 2013 Pemerintah Kota Magelang membangun shelter pertama di Stadion Abu Bakrin (Kawasan Kuliner Kartikasar. dan terus menata lokasi lain. Pada tahun 2023, dibangun tiga shelter baru yaitu Kuliner Sunan Giri. Kuliner Diponegoro, dan Kuliner Kawasan Gunung Tidar yang didirikan untuk menampung PKL setempat. Data shelter PKL dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Jumlah Shelter dan PKL di Kota Magelang Tahun Jumlah Shelter Jumlah PKL Sumber: DPPKUM Kota Magelang, 2024 Tabel 2. Kondisi Shelter PKL di Kota Magelang Kondisi Shelter No. Nama Shelter Jenggolo I Jenggolo II Daha Badaan Jendralan Sedang Sedang Sedang Baik Sedang Sedang Sedang Sedang Baik Sedang Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. Kondisi Shelter No. Nama Shelter Sejuta Bunga Sriwijaya Armada Estate Alibasah Sentot Bunga Tabur/ Singosari Kartika Sari Puri Boga Kencana Sigaluh Kalingga Kauman Barat S Parman Tuin Van Java dan Angkringan Tuin Van Java Lembah Tidar I Rejomulyo Kawasan Gunung Tidar Sunan Giri 22 Diponegoro Sumber: DPPKUM Kota Magelang, 2024 Sedang Kurang Sedang Kurang Kurang Baik Kurang Kurang Sedang Sedang Baik Sedang Kurang Sedang Kurang Kurang Baik Kurang Kurang Sedang Sedang Baik Baik Baik Baik Kurang Baik Kurang Sedang Sedang Sedang Kondisi shelter berdasarkan data dari DPPKUM Kota Magelang pada tahun 2023 dapat dilihat pada Tabel 2, di mana dari 22 shelter yang ada masih terdapat 6 shelter dalam kategori kondisi kurang, 11 shelter dalam kategori kondisi sedang, dan 5 shelter dalam kondisi baik. Kriteria yang digunakan sebagai penilai kondisi shelter adalah lahan parkir, toilet, tempat cuci tangan, instalasi listrik, instalasi air, adanya tempat sampah, pengelolaan limbah air. APAR, keamanan, dan akses untuk disabilitas (RKPD 2024 Kota Magelang, 2. Apabila dilihat dari kondisi pasar dan shelter PKL, secara umum sarana distribusi perdagangan di Kota Magelang menunjukkan kondisi perlunya perbaikan. Eksistensi Pasar Tradisional . Jumlah Pedagang dan Omzet Pedagang Pasar Tradisional/Pasar Rakyat Jumlah data pedagang dan omzet pedagang di pasar tradisional Kota Magelang pada tahun 2023 dapat dilihat pada Tabel 3. Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. Tabel 3. Data Jumlah Pedagang dan Omzet Pedagang Pasar Rakyat di Kota Magelang Tahun 2022 Ae 2023 Tahun 2022 Tahun 2023 Selisih Nama Pasar Jumlah Pedagang Jumlah Omzet (Setahu. Jumlah Pedagang Jumlah Omzet (Setahu. Naik/Turun Omzet Naik/ Turun Jumlah Pedagang Rejowinangun Kebonpolo Cacaban Gotong Royong Sidomukti Jumlah Sumber: Data DPPKUM Kota Magelang . 4,diola. Berdasarkan data pada Tabel 3, diketahui bahwa pada tahun 2023, jumlah pedagang di pasar tradisional Kota Magelang mengalami peningkatan signifikan, yaitu dari 4. 716 pedagang pada 2022 menjadi 5. pedagang, dengan tambahan sebanyak 928 pedagang. Meskipun jumlah pedagang bertambah, omzet pasar tradisional menunjukkan hasil yang Pasar Rejowinangun memiliki tambahan 360 pedagang, tetapi mengalami penurunan omzet sebesar Rp10. 000,00. Pasar Cacaban dan Pasar Sidomukti juga mencatatkan penurunan omzet, meskipun hanya ada penambahan pedagang masing-masing sebanyak 2 dan 5 pedagang. Sebaliknya. Pasar Kebonpolo dan Pasar Gotong Royong mengalami kenaikan omzet yang signifikan, masing-masing sebesar Rp14. 000,00 dan Rp37. 000,00, walau penambahan pedagang tidak sebesar pasar lainnya. Variasi yang ada menunjukkan bahwa jumlah pedagang bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi peningkatan omzet. Kompetisi pasar modern dan e-commerce (Safinka et al. , 2022. Sulaeman, 2. , sementara preferensi konsumen khususnya generasi Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. muda bergeser ke kenyamanan dan fasilitas modern (Ratnaningtyas et al. , 2024. Indah et al. , 2024. Yaqin et al. , 2. Jumlah Sarana Prasarana Perdagangan dan Perpasaran di Kota Magelang Tabel 4. Jumlah Sarana Prasarana Perdagangan dan Perpasaran di Kota Magelang Tahun 2019-2021 Wilayah Kecamatan Pasar Rakyat Magelang Selatan Magelang Tengah Magelang Utara Kota Magelang Sumber: BPS Kota Magelang, 2022 Minimarket Supermarket Grosir Tabel 4 menunjukkan bahwa minimarket mendominasi sektor perdagangan di Kota Magelang, sedangkan pasar rakyat jumlahnya relatif sedikit. Kehadiran minimarket, supermarket, dan pasar modern menurunkan kunjungan ke pasar tradisional, sehingga pendapatan pedagang turun dan kelangsungan pasar tradisional terancam. Penelitian menunjukkan bahwa perkembangan pasar modern dengan kenyamanan, variasi produk, dan harga bersaing telah memangkas kunjungan ke pasar tradisional, terutama di kalangan generasi muda (Purba et al. , 2024. Riviera et al. , 2. , padahal pasar tradisional juga memegang peranan penting dalam ekonomi lokal serta pelestarian kearifan budaya dan demokrasi masyarakat (Tulandi et al. , 2. Kondisi Pasar Tradisional Pasar Rejowinangun adalah satu-satunya pasar yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal ini merupakan sebuah upaya yang difasilitasi DPPKUM dengan melengkapi semua persyaratan teknis dan administrasi (Badan Standarisasi Nasional, 2. , sementara 4 pasar lainnya tertunda dikarenakan refocusing anggaran tahunan pada Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. DPPKUM, sehingga belum memungkinkan adanya alokasi anggaran untuk memenuhi standar SNI meski persiapan administratif dan teknisnya telah dilakukan. Kurang Familiernya Gen-Z terhadap Pasar Tradisional Analisis sentimen media periode 26 Januari Ae 25 Februari 2024 menggunakan Google Trends menunjukkan bahwa pembicaraan tentang pasar tradisional di Kota Magelang sangat terbatas, terutama pada generasi Z. Hal ini menandakan kurangnya ketertarikan mereka pada pasar tradisional. Pernyataan ini sejalan dengan temuan Prihadi et al. yang menyatakan bahwa generasi muda lebih memilih pasar modern atau e-commerce karena kenyamanan yang ditawarkan. Gambar 2. Analisa Sentimen Media Sumber: Diolah oleh peneliti, 2024 Pola pergerakan mentions dan reach di Gambar 2 menunjukkan tren yang hampir seirama dengan lonjakan reach lebih dari 100. 000 pada 15 Februari 2024, namun mentions hanya naik ke level sekitar 80 pada akhir bulan. Hal ini mengindikasikan bahwa meski perhatian terhadap pasar tradisional meningkat, pembicaraan di kalangan generasi Z kurang Kondisi ini menegaskan perlunya edukasi yang lebih intensif kepada generasi muda tentang manfaat pasar tradisional seperti kearifan lokal, keberagaman produk, dan hubungan langsung antara pedagang dan pembeli (Sari et al. , 2. , serta upaya pelestarian pasar sebagai bagian dari budaya dan warisan ekonomi lokal (Permatasari et al. , 2. Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. Kondisi Perekonomian Lokal Kota Magelang yang Diinginkan (The Expected Conditio. The Expected Condition merujuk pada kondisi ideal yang diinginkan dalam sistem atau situasi tertentu, menggambarkan tujuan yang ingin dicapai. Dalam penelitian ini. The Expected Condition yang diinginkan oleh peneliti mencakup ragam upaya untuk memperkuat eksistensi pasar tradisional sebagai bagian vital dari perekonomian kota, secara rinci dijelaskan sebagai berikut: Penataan Shelter PKL Pemerintah Kota Magelang sebaiknya membangun atau merenovasi semua shelter seperti lahan parkir, toilet, tempat cuci tangan, instalasi listrik, instalasi air, adanya tempat sampah, pengelolaan limbah air. APAR, keamanan, dan akses untuk disabilitas serta melakukan penataan PKL sehingga kondisi shelter Eksistensi Pasar Tradisional . Jumlah Pedagang dan Omzet Pedagang Pasar Tradisional/Pasar Rakyat Menjadikan pasar tradisional sebagai pusat pemenuhan kebutuhan seharihari yang terjangkau dapat menarik minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional, yang pada gilirannya akan meningkatkan jumlah pengunjung, volume pembelian, dan pendapatan pedagang. Eksistensi pasar tradisional ini memainkan peran penting dalam mempengaruhi dinamika perekonomian rakyat. Kondisi dan Jumlah Sarana Prasarana Perdagangan dan Perpasaran di Kota Magelang Mendorong pasar tradisional untuk digemari masyarakat melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), peningkatan mutu pelayanan dan keamanan bagi pedagang dan pengunjung, pembenahan pengelolaan pasar dan pembatasan jumlah minimarket, supermarket, ataupun pasar modern. Bertambah familiernya Gen Z terhadap Pasar Tradisional Memaksimalkan media sosial untuk mengenalkan pasar tradisional terhadap gen Z sehingga mereka sebagai pemilik media sosial menjadi Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. semakin familier dengan pasar tradisional sehingga keberlanjutan pasar tradisional sebagai urat nadi perekonomian kota terjamin. Kesenjangan (GAP) Antara Kondisi Saat Ini dengan Kondisi yang Diinginkan serta Analisis Urgency. Seriousness, dan Growt (USG) untuk Menentukan Isu Utama/Prioritas Kesenjangan (GAP) antara kondisi saat ini dan kondisi yang diinginkan di Kota Magelang menunjukkan adanya beberapa masalah yang mempengaruhi keberlanjutan perekonomian lokal, terutama terkait dengan pasar tradisional dan penataan PKL. Adapun kesenjangan (GAP) antara kondisi saat ini dengan kondisi yang diinginkan, yaitu: Belum optimalnya penataan shelter PKL. Hal ini tercermin dari 23 shelter yang ada, masih terdapat 6 shelter dalam kategori kondisi kurang, 11 shelter dalam kategori kondisi sedang dan 5 shelter dalam kondisi baik. Menurunnya eksistensi pasar tradisional. Hal ini dapat dilihat dari sepinya pembeli pasar tradisional, keberadaan minimarket, supermarket ataupun pasar modern, kurangnya mutu pelayanan dan keamanan bagi pedagang dan pengunjung, dan kurang familiernya generasi sekarang, yaitu gen Z terhadap pasar tradisional yang berakibat pada menurunnya omzet pedagang bahkan mengancam kelangsungan usaha mereka. Untuk menggunakan Urgency. Seriousness, and Growth (USG), yang hasilnya disajikan dalam Tabel 5. Berdasarkan analisis USG, isu menurunnya eksistensi pasar tradisional mendapatkan skor tertinggi yaitu 14, menjadikannya sebagai isu prioritas utama yang harus segera diselesaikan. Skor isu menunjukkan bahwa penurunan eksistensi pasar tradisional memiliki tingkat urgensi dan keseriusan yang tinggi, serta dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. Tabel 5. Hasil Skoring Analisa USG No. Isu/Permasalahan Belum optimalnya penataan shelter PKL Menurunnya eksistensi pasar Sumber: Hasil Analisis, 2024 Analisis USG Urgency Seriousness (U) (S) Growth (G) Skor Prioritas Selanjutnya, untuk menangani isu prioritas yang telah diidentifikasi, peneliti melakukan analisis lebih mendalam menggunakan Analisis Fish Bone guna menelusuri dan menemukan akar masalah dari isu prioritas yang dimaksud. Analisa Fish Bone untuk Menentukan Akar Masalah dari Isu Prioritas Hasil analisis Fish Bone dari isu prioritas yang telah dilakukan dapat dilihat secara rinci dalam Gambar 3. Analisis Fish Bone menggambarkan berbagai faktor penyebab yang saling berinteraksi dan berkontribusi terhadap masalah utama yang dihadapi, yaitu menurunnya eksistensi pasar tradisional di Kota Magelang. Gambar 3. Analisa Fish Bond Berdasarkan hasil analisis Fish Bone dari isu prioritas yang diperoleh melalui wawancara dengan narasumber dan observasi lapangan, diperoleh 10 . akar masalah utama yang menyebabkan penurunan eksistensi pasar tradisional di Kota Magelang, yaitu . terbatasnya Kompetensi SDM pengelola Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. pasar dalam menghadapi era digital, . belum siapnya pedagang pasar dalam menghadapi era digital, . sarana prasarana pasar kurang memadai, . kurang optimalnya pemanfaatan tekonologi informasi, . pesatnya marketplace digital menggempur pola masyarakat dalam berbelanja, . maraknya pertumbuhan pasar tradisional dan pasar modern di seputar Kota Magelang, . maraknya pedagang keliling merambah sampai ke konsumen pasar, . regulasi yang mengatur tentang pasar rakyat masih berupa pedoman umum, . belum optimalnya promosi pasar tradisional yang dilakukan oleh Pemerintah, dan . terbatasnya anggaran Pemerintah. Berdasarkan hasil skoring yang disajikan dalam Tabel 6. Analisis USG yang mengevaluasi tingkat urgensi, keseriusan, dan potensi pertumbuhan akar masalah menunjukkan bahwa kurang optimalnya promosi pasar tradisional oleh pemerintah meraih skor tertinggi . , sehingga menjadi prioritas utama, karena tanpa promosi yang efektif pasar tradisional terus tergerus oleh pasar modern dan platform digital khususnya di kalangan generasi muda. Tabel 6. Hasil Skoring Analisa USG Akar Masalah Isu / Permasalahan Urgency (U) Analisis USG Seriousness (S) Growth (G) Skor Prioritas 1 Terbatasnya Kompetensi SDM pengelola pasar dalam menghadapi era digital 2 Belum siapnya pedagang pasar dalam menghadapi era digital 3 Sarana prasarana pasar kurang memadai 4 Kurang tekonologi informasi 5 Pesatnya marketplace digital menggempur pola masyarakat dalam berbelanja i VII 6 Maraknya pertumbuhan pasar tradisional dan pasar modern di seputar Kota Magelang 7 Marakanya pedagang keliling merambah sampai ke konsumen pasar 8 Regulasi yang mengatur tentang pasar rakyat masih berupa pedoman umum 9 Belum optimalnya promosi pasar 10 Terbatasnya anggaran pemerintah Sumber: Hasil Analisis, 2024 Vi Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. Pengembangan Alternatif Kebijakan Implementasi kebijakan publik dalam pengelolaan pasar tradisional memerlukan perhatian pada pelaku, kegiatan, dan dampaknya (Anderson, 1979 dalam Subarsono, 2. , serta penguatan variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi sebagai penentu keberhasilan (Edwards i, 1980 dalam Subarsono, 2. Selain itu, dukungan lintas pemangku kepentingan dan konsistensi pelaksanaan menjadi kunci untuk mengembalikan peran pasar tradisional yang selama ini menjadi pusat kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau, namun belakangan mengalami penurunan pengunjung dan pendapatan pedagang akibat pergeseran ke belanja online, pedagang keliling, minimarket, serta pola konsumsi yang lebih instan pasca-COVID-19. Permasalahan menurunnya eksistensi pasar tradisional di Kota Magelang memerlukan perhatian agar keberadaan pasar ini tetap terjaga. Kehilangan eksistensi masyarakat pada pasar tradisional akan berdampak pada melemahnya perekonomian lokal. Hal tersebut menyebabkan penduduk dengan mata pencaharian sebagai pemilik usaha mengalami ketidakstabilan pendapatan. Alternatif solusi penyelesaian masalah terkait eksistensi pasar tradisional, antara lain . melakukan revitalisasi sarana prasarana pasar tradisional, . meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pengelola pasar tradisional, dan . mengoptimalkan peran pemerintah dalam mempromosikan pasar tradisional. Dalam memilih alternatif kebijakan untuk mengatasi menurunnya eksistensi pasar tradisional di Kota Magelang, digunakan metode Grid Analysis, yaitu teknik kuantitatif untuk mengevaluasi berbagai opsi berdasarkan sejumlah kriteria atau faktor penentu. Teknik ini membantu pengambilan keputusan secara menyeluruh dengan membandingkan alternatif dalam bentuk matriks penilaian. Matrik ini dapat dilihat pada Tabel 7. Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. Tabel 7. Matrik Analisis Alternatif Kebijakan Kriteria Alternatif Melakukan Meningkatkan Mengoptimalkan pasar tradisional. Efektivitas . %) Efisiensi . %) Kecukupan . %) 4x40% = 1,6 2x30% = 0,6 4x30% = 1,2 Revitalisasi sarpras Revitalisasi Melalui Membuat pedagang membutuhkan sarana prasarana dapat yang tercukupi pengunjung anggaran sangat besar. 3x40% = 1,2 3x30% = 0,9 2x30% = 0,9 Kompetensi Biaya Komptensi SDM SDM pengelola Pasar akan menunjang komptensi tidak cukup dapat bersaing dengan SDM pasar Manajemen untuk modern. pasar Namun lebih modern. tidak merata pada setiap SDM. 5x40% = 2 3x30% = 0,9 4x30% = 1,2 Upaya promosi yang Biaya promosi Optimalnya promosi tidak terlalu besar, dapat pemerintah, dapat media digital dan non meningkatkan jumlah berkolaborasi antar digital dapat kunjungan ke pasar stakeholder dan pihak terkait. Skor : 1-5 Sumber: Hasil Analisis, 2024 Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode Grid Analysis (Matrix Analysi. dapat disimpulkan bahwa dari ketiga alternatif solusi yang nilainya paling tinggi adalah mengoptimalkan peran pemerintah dalam mempromosikan pasar Pendekatan pengelolaan pasar yang telah dilakukan selama ini belum efektif dan berkelanjutan, sehingga diperlukan upaya untuk menyelesaikan permasalahan sehingga dapat meningkatkan eksistensi pasar tradisional. Dengan demikian, peran pemerintah dalam mempromosikan pasar tradisional harus dioptimalkan, mengingat beberapa alasan antara lain . pasar tradisional merupakan bentuk ekonomi kerakyatan yang memberikan kontribusi besar terhadap pilar perekonomian dan pariwisata daerah (Sumilat, 2. pasar tradisional memiliki peran strategis dalam hal penyerapan tenaga kerja, pelestarian warisan budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal (Bappelitbangda Kabupaten Total Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. Purwakarta, 2. pasar tradisional menghadapi persaingan ketat dengan pasar modern yang lebih maju dan berkembang (Rohmania, 2. pasar tradisional membutuhkan revitalisasi dan perbaikan dari segi manajemen, dan pemasaran agar dapat bertahan dan berkembang (Sultan, 2. pasar tradisional memerlukan dukungan dan bantuan dari pemerintah dan lembaga terkait dalam hal regulasi, fasilitas, pelatihan, dan pengembangan digital (Junaedy et al. , 2. Solusi untuk meningkatkan eksistensi pasar tradisional membutuhkan penyelesaian yang bersifat kompleks, sehingga dibutuhkan keterlibatan seluruh Selain itu, strategi pencapaian juga perlu dirumuskan lebih lanjut secara rinci agar permasalahan dapat tertangani dengan baik. Beberapa pilihan solusi yang bisa ditawarkan antara lain . membuat website resmi pasar tradisional yang dikelola oleh pemerintah daerah. Pembangunan platform digital yang dikelola oleh pemerintah daerah untuk pasar tradisional akan meningkatkan visibilitas pasar. Penelitian oleh Jushermi et al. mengungkapkan bahwa kehadiran pasar di dunia digital dapat menarik lebih banyak pengunjung, terutama generasi muda yang lebih akrab dengan internet. meningkatkan pembinaan mindset pedagang dan kebijakan promosi untuk menarik minat pengunjung. Menurut Kembang et al. , penting untuk membekali pedagang pasar tradisional dengan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pelayanan dan pemasaran yang baik. Pembinaan mindset pedagang, ditambah dengan kebijakan promosi yang terencana, dapat meningkatkan daya tarik pasar tradisional bagi konsumen. memberi pelatihan media sosial marketing kepada pedagang tradisional. Media sosial telah menjadi platform utama untuk pemasaran di era digital. Triwardhani et al. mencatat bahwa penggunaan media sosial dalam pemasaran produk dapat meningkatkan jangkauan pasar tradisional, terutama bagi pedagang yang belum familiar dengan teknologi. Memanfaatkan platform digital dalam promosi produk dan menjual secara online. Platform e-commerce dan marketplace digital saat ini semakin diminati oleh konsumen, terutama generasi Z. Paputungan et al. menyarankan agar pasar tradisional memanfaatkan platform digital seperti Tokopedia. Bukalapak, atau Shopee untuk memasarkan produk mereka. memanfaatkan layanan pembayaran digital dalam transaksi. Penggunaan sistem Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. pembayaran digital seperti OVO. GoPay, atau QRIS semakin populer di kalangan konsumen, termasuk di pasar tradisional. Ramayanti et al. menyebutkan bahwa layanan pembayaran digital mempermudah transaksi, mengurangi ketergantungan pada uang tunai, serta meningkatkan kenyamanan konsumen. menjalin kolaborasi dengan pihak terkait wisata seperti hotel dan jasa pariwisata. Kolaborasi antara pasar tradisional dan sektor pariwisata, seperti hotel dan agen wisata, dapat menciptakan sinergi yang saling menguntungkan. Wisudawati et al. menyatakan bahwa integrasi antara pasar tradisional dan sektor pariwisata dapat menarik wisatawan untuk mengunjungi pasar sebagai salah satu tujuan . menggairahkan kembali hari pasaran. Di beberapa daerah, hari pasaran memiliki makna budaya yang kuat dan dapat menjadi daya tarik tersendiri. Sulistiyo et al. mencatat bahwa dengan menggairahkan kembali hari pasaran melalui kegiatan-kegiatan menarik seperti festival atau promosi khusus, pasar tradisional dapat menarik lebih banyak pengunjung. melakukan penertiban pedagang di luar pasar dan yang menempati lorong pasar. Salah satu tantangan pasar tradisional adalah pedagang yang berjualan di luar area atau lorong pasar, yang mengurangi kenyamanan pengunjung dan mengganggu ruang jual. Penertiban diperlukan untuk menjaga ketertiban, kenyamanan, dan ketersediaan tempat bagi Studi Bappelitbangda Kabupaten Purwakarta . menunjukkan bahwa pengelolaan ruang pasar yang baik meningkatkan pengalaman belanja pengunjung dan mengurangi kesan kumuh. Strategi Pelaksanaan Rekomendasi Kebijakan Dalam menentukan prioritas urutan strategi pada pemilihan alternatif kebijakan, digunakan metode Interpretative Structural Modelling (ISM). Penentuan strategi yang tepat merupakan faktor utama untuk mendorong kembali eksistensi pasar tradisional di tengah gempuran maraknya toko modern berjejaring dan era disrupsi teknologi. Berdasarkan hasil diskusi dengan pemangku kepentingan . , terdapat beberapa alternatif strategi atau program kebijakan yang dapat dilakukan. Strategi tersebut dapat dilihat pada Tabel 8. Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. Tabel 8. Strategi/Program Kebijakan Strategi/Program Membuat website resmi pasar tradisional yang dikelola oleh pemerintah daerah (E. Meningkatkan pembinaan mindset pedagang dan kebijakan promosi untuk menarik minat pengunjung (E. Memberi pelatihan media sosial marketing kepada pedagang tradisional (E. Memanfaatkan platform digital dalam promosi produk dan menjual secara online (E. Memanfaatkan layanan pembayaran digital dalam transaksi (E. Menjalin kolaborasi dengan pihak terkait wisata seperti hotel dan jasa pariwisata (E. Menggairahkan kembali hari pasaran (E. Melakukan penertiban pedagang di luar pasar dan yang menempati lorong pasar (E. Adapun kriteria penilaian alternatif strategi pemecahan permasalahan tersebut dapat dituangkan dalam matriks pada Tabel 9. Tabel 9. Matrik Tingkat Kepentingan Strategi Strategi Membuat website resmi pasar tradisional yang dikelola oleh pemerintahan daerah Meningkatkan pembinaan mindset pedagang dan kebijakan promosi untuk menarik minat Memberi pelatihan media sosial marketig kepada pedagang tradisional Tingkat Kepentingan Memanfaatkan platform digital dalam promosi produk dan menjual secara online Menafaatkan layanan pembayaran digital dalam Menjalin kolaborasi dengan pihak terkait wisata seperti hotel dan jasa pariwisata Menggairahkan kembali hari pasaran Melakukan penertiban pedagang di luar pasar dan yang menempati lorong pasar Sumber: Hasil Analisis, 2024 Keterangan: 1 = tidak penting 2 = kurang penting 3 = sedikit penting 4 = penting 5 = sangat penting Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. Berdasarkan hasil identifikasi alternatif strategi yang telah dilakukan, kemudian dilakukan penilaian mengenai hubungan antar satu variabel dengan variabel yang lain, hubungan tersebut dapat digambarkan dengan memilih satu dari 4 simbol yaitu V. X, atau O. Keterangan masing-masing simbol adalah sebagai berikut: V= Variabel i mempengaruhi variabel j A= Variabel i dipengaruhi variabel j atau Variabel j mempengaruhi variabel i X= Variabel i dan j saling mempengaruhi O= Variabel i dan j tidak saling mempengaruhi/ tidak memiliki hubungan Tabel 10. Matrik Hubungan antar Variabel Variabel i Membuat website resmi pasar tradisional yang dikelola oleh pemerintah daerah Meningkatkan menarik minat pengunjung Variabel j Meningkatkan menarik minat pengunjung Memberi pelatihan media pedagang tradisional Memanfaatkan platform digital dalam promosi produk dan menjual secara online Memanfaatkan pembayaran digital dalam Menjalin kolaborasi dengan pihak terkait wisata seperti hotel dan jasa pariwisata Menggairahkan kembali hari Melakukan pedagang di luar pasar dan yang menempati lorong pasar Memberi pelatihan media pedagang tradisional Memanfaatkan platform digital S4 dalam promosi produk dan menjual secara online Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. Variabel i Memberi pelatihan media pedagang tradisional Memanfaatkan platform digital dalam promosi produk dan menjual secara online Memanfaatkan pembayaran digital dalam Menjalin kolaborasi dengan pihak terkait wisata seperti hotel dan jasa pariwisata Variabel j Memanfaatkan pembayaran digital dalam Menjalin kolaborasi dengan pihak terkait wisata seperti hotel dan jasa pariwisata Menggairahkan kembali hari Melakukan pedagang di luar pasar dan yang menempati lorong pasar Memanfaatkan platform digital dalam promosi produk dan menjual secara online Memanfaatkan pembayaran digital dalam Menjalin kolaborasi dengan pihak terkait wisata seperti hotel dan jasa pariwisata Menggairahkan kembali hari Melakukan pedagang di luar pasar dan yang menempati lorong pasar Memanfaatkan pembayaran digital dalam Menjalin kolaborasi dengan pihak terkait wisata seperti hotel dan jasa pariwisata Menggairahkan kembali hari Melakukan pedagang di luar pasar dan yang menempati lorong pasar Menjalin kolaborasi dengan pihak terkait wisata seperti hotel dan jasa pariwisata Menggairahkan kembali hari Melakukan pedagang di luar pasar dan yang menempati lorong pasar Menggairahkan kembali hari Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. Variabel i Menggairahkan kembali hari Variabel j Melakukan pedagang di luar pasar dan yang menempati lorong pasar Melakukan pedagang di luar pasar dan yang menempati lorong pasar Sumber: Hasil Analisis, 2024 Gambar 4. Hasil Analisis Interpretative Structural Modelling (ISM) Berdasarkan hasil analisis ISM pada Gambar 4. Elemen 6 (Menjalin kolaborasi dengan Dinas Pariwisata untuk menjadikan pasar tradisional destinasi wisat. adalah Austrong driverAy utama dan harus dilaksanakan pertama dengan integrasi terarah ke Dinas Kepemudaan. Olahraga, dan Pariwisata. Selanjutnya. Elemen 1 . ebsite resm. dan Elemen 4 . romosi digital & penjualan onlin. bersifat dependent hanya akan efektif jika program pendukung lain sudah Sedangkan Elemen 7 . enggairahkan hari pasara. dan Elemen 8 . enertiban pedagang di luar pasar/lorong pasa. adalah Auweak driversAy. Maka dapat disimpulkan urutan prioritas pelaksanaan adalah E6 Ie program pendukung untuk mewujudkan E1 & E4 Ie E7 & E8. Selanjutnya untuk struktur strategi dijelaskan pada Gambar 5. Elemen kunci adalah menjalin kolaborasi dengan pihak pariwisata (E. , kemudian program jangka pendek yang dijalankan simultan meliputi E4 . romosi digital & penjualan onlin. E2 . embinaan mindset pedagang & kebijakan promos. E5 . ayanan pembayaran digita. , dan E3 . elatihan media sosial marketin. Program jangka menengah adalah E1 . embuatan website resmi pasar tradisiona. , sedangkan program jangka panjang mencakup E7 . enggairahkan kembali hari pasara. dan E8 . enertiban pedagang di luar dan di lorong pasa. Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. Gambar 5. Strukturisasi Strategi/Program Berdasarkan hasil perhitungan prioritas strategi di atas, maka strategi pelaksanaan rekomendasi kebijakan dapat disusun menjadi beberapa poin Pertama, strategi pelaksanaan rekomendasi kebijakan yang utama dan harus dikerjakan pertama kali adalah menjalin kolaborasi dengan pihak terkait aspek wisata, seperti hotel dan jasa pariwisata. Dalam implementasinya, rekomendasi kebijakan utama ini bisa terintegrasi juga dengan dinas terkait yaitu Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Mikro. Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, dam Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Implementasi rekomendasi kebijakan ini dapat diwujudkan melalui program pasar tradisional sebagai destinasi wisata di Kota Magelang. Kedua, menjalankan program dalam jangka pendek secara simultan atau secara bersama-sama. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan platform digital dalam promosi produk dan menjual secara online (E. , meningkatkan pembinaan mindset pedagang dan kebijakan promosi untuk menarik minat pengunjung (E. , memanfaatkan layanan pembayaran digital dalam transaksi (E. , dan memberi pelatihan media sosial marketing kepada pedagang tradisional (E. Ketiga, menerapkan program jangka menengah yaitu dengan membuat website resmi pasar tradisional yang dikelola oleh pemerintah daerah (E. Terakhir, menggairahkan kembali hari pasaran (E. dan melakukan penertiban pedagang di luar pasar dan yang menempati lorong pasar (E. Jurnal Jendela Inovasi Daerah. E-ISSN:2621-8739. Vol. Vi No. 2,Agustus 2025. Hal. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis yang telah diperolah, maka dapat disimpulkan bahwa alternatif kebijakan untuk meningkatkan eksistensi pasar tradisional di Kota Magelang yang utama adalah mengoptimalkan peran pemerintah dalam mempromosikan pasar tradisional, yaitu menjalin kolaborasi dengan pihak terkait wisata seperti hotel dan jasa pariwisata, yang juga terintegrasi dengan dinas terkait yaitu Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Mikro. Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Strategi ini diwujudkan melalui program pasar tradisional sebagai destinasi wisata di Kota Magelang. Pelaksanaannya meliputi program jangka pendek dengan promosi produk dan menjual secara online, meningkatkan pembinaan mindset pedagang dan kebijakan promosi untuk menarik minat pengunjung, pembayaran digital dalam transaksi dan pelatihan media sosial marketing kepada pedagang tradisional. Kemudian pelaksanaan program jangka menengah yaitu dengan membuat website resmi pasar tradisional yang dikelola oleh pemerintah daerah. Selanjutnya program jangka panjang dilakukan dengan menghidupkan kembali hari pasaran serta penertiban pedagang di luar pasar dan lorong pasar. Saran yang dapat disampaikan oleh peneliti berdasarkan kesimpulan di atas adalah sebaiknya Pemerintah Kota Magelang segera menjalankan rangkaian program tersebut sesuai prioritas. Hal ini dilakukan demi memaksimalkan daya tarik dan keberlanjutan pasar tradisional. Strategi ini tentunya dilakukan dengan melibatkan stakeholder terkait. DAFTAR PUSTAKA