ABDIMASTA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Asy-Syukriyyah Tangerang e-ISSN x-x https://doi. org/10. 36769/abdimasta. Urgensi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Peserta Didik di MA AlMasfuriyyah Tangerang Zubairi Institut Asy-Syukriyyah Tangerang zubairimuzakki@gmail. Abstract Islamic religious education places humans at the center of the learning process, making understanding the nature of students a fundamental aspect in formulating educational theory and practice, thus instilling more fundamental values. The instillation of Islamic values, including faith, sharia, and morals, is crucial because these values act as a filter against the flow of negative information and permissive culture spread through digital The process of cultivating spiritual intelligence is crucial for creating balance in life and avoiding an identity crisis. Instilling Islamic educational values is imperative to produce a generation that excels not only intellectually but also possesses high moral The implementation of Islamic education must be holistic through curriculum integration, educator role models, and collaboration between the three educational centers: school, family, and community. This research activity is a development of the PKM activities of lecturers and students which were carried out at the end of September The targets were educators and students at MA Al-Masfuriyyah Tangerang which were carried out face-to-face, with a descriptive qualitative research type which aims to describe, explain, and interpret a phenomenon, situation, or social reality that occurs Keywords: Urgency. Islamic Education and Students Dikirim: 01 Desember 2025 Direvisi: 21 Januari 2026 Diterima: 3 Februari 2026 PENDAHULUAN Nilai pendidikan agama Islam merupakan pendidikan yang berlandaskan ajaran agama Islam. Salah satu dari tujuan pendidikan agama Islam adalah membentuk karakter manusia yang sempurna . nsan kami. 1 Namun, seiring dengan kemajuan zaman, tujuan pendidikan Islam juga semakin kompleks. Pendidikan agam Islam pada era sekarang, harus bisa dijadikan sebagai salah satu cara untuk mencapai kebahagiaan di dunia, diantaranya melalui berbagai pemecahan persoalan yang dihadapi manusia, dengan bantuan pendidikan Islam. 1 Zubairi Zubairi. Asep Muljawan, dan Nur Illahi. AuNilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam AsmaAoul Husna (Al-Rahman. Al-Rahiim. Al-Lathiif. Al-Haliim. Al-Syakuu. ,Ay TARQIYATUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah 1, no. : 59Ae67. Menjadi Generasi Z Yang BerakhlakA | 58 Pendidikan Islam pada era sekarang juga memiliki peran penting untuk mengcounter hal-hal buruk yang diakibatkan dari perkembangan zaman. Pendidikan agama Islam merupakan bagian integral dari pendidikan Islam. Sebab pendidikan Islam adalah keseluruhan program yang komprehensif dalam menanamkan seluruh nilai dari aspek ajaran Islam untuk mencapai kepribadian muslim sejati. 3 Dalam konteks ini pendidikan Islam mencakup lembaga, proses, dan program yang berperan dalam menanamkan ajaran Islam kepada setiap pribadi anak didik sehingga fitrahnya terbina menjadi kepribadian muslim sejati atau muttaqin. Seorang guru yang dimanahkan untuk mendidik peserta didik harus memilik kompetensi sebagai syarat melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. Kompetensi di sini meliputi pengatahuan, sikap, dan keterampilan profesional, baik yang bersifat pribadi, sosial, maupun akademis. 5 Kompetensi profesional merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki seseorang guru. Dengan kata lain, guru profesional adalah orang yang mempunyai kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru. Allah menjelaskan tentang profesi seorang guru itu adalah profesi mulia, sebagaiman Alalh berfirman. e AaEI a eI aO ae a acI s a e a aA ca aA aI eE aIIE aa aOae aIIaOIa A AacEEa aO aE eO a aIIa a eN aEA a A ae aI aOIa a eE aI e aA a caA aEEIA a aAOA aOa eI aN eOIA aA aE aEIa aO Ue acE aNI o aI eI aN aI eE aIe aIIaOIa aOa eEa aNa aI eE a aCaOIA a aAeE aE aA Artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. Guru haruslah melaksanakan tugasnya semaksimal mungkin, supaya mampu menjadi teladan bagi anak didiknya, sehingga melahirkan anak didik yang berpegang teguh pada ajaran agama. Dengan demikian, amanah adalah sesuatu yang harus dilaksanakan baik amanah seorang hamba kepada Allah SWT, maupun amanah terhadap sesama manusia. 2Zubaidi Hasan dan Zubairi Zubairi. AuStrategi Dan Metode Pebelajaran Akidah Akhlak,Ay TARQIYATUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Madrasah Ibtidaiyah 2, no. Mei 2. : 38Ae47, doi:10. 36769/tarqiyatuna. 3 Almaydza Pratama Abnisa dan Zubairi Zubairi. AuPersonality Competence Educator and Students Interest in Learning,Ay Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme 4, no. 279Ae90. 4 Dr Zubairi M. Pd. Ilmu Pendidikan Islam (Penerbit Adab, t. 5 Zubairi Muzakki. AuTeacher Morale and Professionalism: Study on Improving the Quality of Islamic Education,Ay Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 11, no. Mei 2. : 339Ae52, doi:10. 30868/ei. 6 AuQurAoan Kemenag,Ay diakses 3 Juni 2023, https://quran. 7 Muhamad Jono. Firman Firman, dan Rusdinal Rusdinal. AuPERANAN PROF. DR. RAMAYULIS DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI SUMATERA BARAT 19452015,Ay Jurnal Pendidikan Tambusai 3, no. : 1380Ae84. 59 | Zubairi Dalam hal ini penting sekali penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam bagi peserta didik, mengingat pendidikan Islam memainkan peran adaptif untuk memastikan nilai-nilai agama tetap relevan dengan perkembangan zaman, membekali peserta didik dengan kemampuan untuk memilah dan memilih informasi . iterasi digita. agar sesuai dengan nilai-nilai agama Islam, menjadikan teknologi sebagai sarana peningkatan ilmu pengetahuan dan ibadah, bukan Pendidikan Islam membantu peserta didik menemukan keseimbangan antara kepentingan duniawi . emajuan ilmu dan teknolog. dan kepentingan akhirat . ilai-nilai spiritual dan mora. , sehingga mereka tidak terjerumus pada sifat pragmatis atau individualistis. Namun Fenomina yang terjadi pada peserta didik terutama di lingkungan Madrasah Aliyah MA Al-Masfuriyyah tangerang, sejauh pengamatan peneliti selama melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM), masih terjadi kesenjangan antara seorang pendidik dengan peserta didik dalam proses penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam, kurang mampu menempatkan literasi digital untuk menguatkan nilai pendidikan Islam. Berdasarkan temuan penelitian terdahulu menunjukan bahwa menjaga dan menanamkan nilai pendidikan agama Islam bagi peserta didik merupakan suatu yang sangat urgen. Dengan studi komparasi hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa pentingnya penanaman nilai bagi peserta didik untuk kesuksesan di masa yang akan datang. Oleh karena itu tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada para pendidik dan peserta didik terhadap pentingnya nilai-nilai pendidikan agama Islam bagi peserta didik untuk menjadi pribadi muslim yang seimbang antara kesuksesan duniawi dan METODE PENELITIAN Kegiatan penelitian ini sebagai pengembangan dari kegiatan PKM dosen dan mahasiswa yang dilaksanakan pada akhir bulan September 2025. Dengan sasarannya adalah para dewan guru atau pendidik dan peserta didik di MA AlMasfuriyyah Tangerang yang dilakukan secara tatap muka, dengan beberapa Desain Penelitian . endekatan dan jenis penelitia. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan yang bersifat kualitatif 9 Pendekatan deskriptif adalah prosedur pemecahan masalah yang diteliti dengan menggambarkan atau melukiskan subjek atau objek penelitian Ariq Cahya Wardhana dkk. AuPELATIHAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH MENGGUNAKAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS MOODLE UNTUK GURU DI SMK MAARIF NU 2 AJIBARANG,Ay LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat 4, no. Desember 2. : 231Ae37, doi:10. 25077/logista. 9 Sutrisno Hadi. Statistik dalam Basica Jilid 1 (Penerbit Andi, 1. Menjadi Generasi Z Yang BerakhlakA | 60 . eseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lai. pada saat sekarang berdasarkan fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Sedangkan untuk jenis penelitian, penelitian yang berjudul AuUrgensi nilai-nilai pendidikan agama Islam bagi peserta didikAy, merupakan salah satu penelitian yang berjenis kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan, menguraikan, dan menafsirkan suatu fenomena, situasi, atau realitas sosial yang terjadi secara alamiah . pa adany. secara mendalam, luas, dan Dan pendekatan ini tidak menggunakan perhitungan statistik . melainkan menggunakan kata-kata dan narasi untuk menjelaskan makna, pengalaman, dan persepsi subjek penelitian. Sumber Data Dalam penelitian ini, kami menggunakan beberapa sumber data sebagai Sumber Data Primer Data primer adalah data-data yang terkait peran serta pendidik dam proses penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam bagi peserta didik di MA AL-Masfuriyyah Tangerang Sumber Data Sekunder Buku-buku penunjang lain yang relevan dengan pembahasan penelitian dan juga masukan . dari sumber lainnya dari buku atau media cetak dan elektronik. Metode Pengumpulan Data Dalam mengumpulkan data, kami menggunakan studi pustaka AuLibrary ResearchAy yaitu mencari data dengan cara melakukan penelusuran terhadap proses penanaman nilai pendidikan Islam dan buku-buku, majalah-majalah, surat kabar dan sebagainya. Pengumpulan data baik primer maupun sekunder dilakukan dengan studi literatur dengan membaca, memahami, mengidentifikasikan, menganalisa dan membandingkan sumber data yang satu dengan yang lain yang terdapat dalam sumber data. Setelah terkumpul lalu diklasifikasikan sesuai dengan sifatnya masing-masing. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah melalui beberapa Survei untuk temuan awal sebelum melaksanakan penelitian yaitu berkoordinasi dengan pihak kepala MA Al-Masfuriyyah Tangerang pada Basyiruddin. Usman. Metodologi Pembelajaran Agama Islam / M. Basyiruddin Usman (Ciputat Pers, //senayan. id/index. php?p=show_detail&id=3127&keywords=. 11 Andi Alim Syahri. AuSTATISTIKA PENDIDIKAN,Ay SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA 6, no. Desember 2. , doi:10. 26618/sigma. 12 Ibid. 61 | Zubairi saat pelaksanaan PKM dosen dan Mahasiwa mengenai kesedian dan kesepakatan waktu pelaksanaan. Pembuatan dan publikasi media informasi melalui poster-poster. Player dan media sosial berupa WA. Facebook. IG dll. Mengedukasi para dewan guru dan peserta didik secara tatap muka, dengan presentasi dan diskusi serta Tanya jawab yang diakhiri dengan foto PEMBAHASAN Hakekat pendidikan agama Islam bagi Peserta didik Pendidikan Islam menempatkan manusia sebagai pusat proses pembelajaran, sehingga pemahaman tentang hakikat peserta didik menjadi aspek fundamental dalam merumuskan teori dan praktik pendidikan. Dalam perspektif filsafat ilmu pengetahuan Islam, peserta didik tidak sekadar dipahami sebagai penerima pasif transfer pengetahuan, tetapi sebagai subjek aktif pencari kebenaran . hAlib al-Aoil. yang memiliki potensi fitrah, akal, dan spiritualitas yang harus dikembangkan secara integral. 13 Namun, dalam realitas pendidikan modern, peserta didik sering diposisikan sebagai objek pedagogis yang dibentuk melalui standar-standar kognitif tertentu sehingga mengabaikan sifat keutuhan dirinya sebagai makhluk berpotensi. Kondisi ini menunjukkan perlunya kajian filosofis yang mendalam mengenai jati diri peserta didik dalam epistemologi Islam. Epistemologi Islam berlandaskan pada prinsip tauhid, yang meniscayakan keterpaduan antara dimensi spiritual dan intelektual, serta menempatkan wahyu, akal, dan indera sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi. Para pemikir besar seperti Al-Ghazali. Ibn Sina, dan Al-Farabi menjelaskan bahwa manusia memiliki kemampuan bawaan untuk mengetahui, yang berkembang melalui proses penyucian diri, pembiasaan akhlak, dan latihan intelektual. Pemikiran kontemporer, seperti yang dikemukakan Syed Muhammad Naquib alAttas, juga menegaskan bahwa tujuan pendidikan adalah menghasilkan manusia beradab . nsAn Ada. yang mampu memahami dan menempatkan diri secara benar dalam struktur keberadaan. 16 Oleh karena itu, pembahasan mengenai hakikat, karakteristik, kedudukan, serta tugas dan kewajiban peserta didik menjadi sangat penting dalam pendidikan Islam. 13 Zubairi Muzakki dan Dahari Dahari. AuPENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN HASIL BELAJAR SISWA DI PERUMAHAN GRAHA MAS SERPONG UTARA,Ay Jurnal AsySyukriyyah 22, no. September 2. : 126Ae34, doi:10. 36769/asy. 14 Dr Zubairi Adab M. Pd I. , dkk Penerbit. Modernisasi Pendidikan Agama Islam (Penerbit Adab, 15 Zubairi. Muljawan, dan Illahi. AuNilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam AsmaAoul Husna (AlRahman. Al-Rahiim. Al-Lathiif. Al-Haliim. Al-Syakuu. Ay 16 Dr Zubairi M. Pd. PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Penerbit Adab, t. Menjadi Generasi Z Yang BerakhlakA | 62 Secara umum, peserta didik dipahami sebagai individu yang sedang berada dalam proses perkembangan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya melalui kegiatan belajar. Mereka adalah subjek pendidikan yang berperan aktif dalam proses internalisasi ilmu, pembentukan karakter, serta peningkatan kemampuan intelektual, emosional, dan sosial. 17 Definisi ini menempatkan peserta didik bukan sebagai objek pasif yang hanya menerima pengetahuan, tetapi sebagai pribadi yang memiliki kesiapan, keunikan, dan dinamika dalam belajar. Dalam perspektif tokoh-tokoh pendidikan Islam, peserta didik dipandang sebagai makhluk berfitrah yang memiliki potensi dasar untuk berkembang menuju Al-GhazAl menyatakan bahwa manusia sejak dilahirkan membawa potensi akal dan moral yang memerlukan pendidikan agar dapat diarahkan kepada kebaikan. Sementara itu, al-Attas memandang peserta didik sebagai Ausubjek pengenalAy yang bertugas memperoleh ilmu dengan adab sehingga mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya secara benar. 19 Pandangan ini menekankan bahwa peserta didik bukan hanya pemilik potensi, tetapi juga makhluk beradab yang proses belajarnya terkait dengan pembentukan integritas spiritual dan moral. Adapun menurut al-FArAb, peserta didik adalah makhluk rasional yang mencapai kesempurnaan melalui latihan akal yang bertahap dan Sementara itu, dalam konteks regulasi pendidikan nasional. UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mendefinisikan peserta didik sebagai Auanggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan Ay Definisi ini menegaskan bahwa peserta didik memiliki peran aktif dalam mengembangkan dirinya dan kegiatan pendidikan menjadi sarana untuk mencapai tujuan tersebut. Jika ketiga perspektif ini digabungkan, peserta didik dapat didefinisikan sebagai individu yang secara aktif mengembangkan potensi fitrah, akal, moral, dan spiritualnya melalui proses pendidikan yang berlangsung secara sadar, terarah, dan berkelanjutan. Peserta didik bukan hanya pencari ilmu, tetapi juga subjek pembentukan karakter dan pengembangan diri untuk menjalankan tujuan 17 Zubairi Zubairi. AuValues of Islamic Religious Education in QS. Al-Duha Verse 9-11,Ay Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme 4, no. Februari 2. : 93Ae106, doi:10. 37680/scaffolding. 18 M. Pd. Ilmu Pendidikan Islam. 19 Zubairi Zubairi. AuChallenges and Responses to Islamic Education in the Technology Era 0,Ay AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan . , http://journal. id/index. php/alishlah/article/view/3235. 20 Dr Zubairi Adab M. Pd I. Penerbit. MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR dalam PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Penerbit Adab, t. 21 Agus Supriyanto. Agungbudiprabowo Agungbudiprabowo, dan Sri Hartini. AuPELATIHAN PENYUSUNAN PENELITIAN TINDAKAN UNTUK GURU BIMBINGAN DAN BIMBINGAN,Ay LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat 4, no. Desember 2. : 143Ae50, doi:10. 25077/logista. 63 | Zubairi penciptaannya sebagai hamba dan khalifah Allah. 22 Pendekatan komprehensif ini menempatkan peserta didik sebagai makhluk multidimensional yang proses belajarnya mencakup aspek kognitif, moral, spiritual, sosial, dan etis secara Gambar 1: Penyerahan sertifikat oleh kepala Madrasah setelah pelaksanaan PKM Dosen Tujuan Pendidikan bagi Peserta Didik dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Tujuan pendidikan bagi peserta didik dalam perspektif filsafat pendidikan Islam berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya melalui pengembangan potensi intelektual, spiritual, moral, dan sosial. Pendidikan tidak dipahami sekadar sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi sebagai proses pembinaan . ahdzb alnaf. yang mengarahkan peserta didik menuju kesempurnaan diri sesuai dengan fitrah penciptaannya. 24 Tujuan utama pendidikan Islam adalah membentuk insan 22 Zubairi Muzakki. Rahmat Solihin, dan Zubaidi Zubaidi. AuUNSUR PEDAGOGIS DALAM AL-QURAN: (Studi Deskriptif Surat Lukman Ayat 12-. ,Ay JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan Dan Tafsir 1, no. Maret 2. : 45Ae60, doi:10. 36769/jiqta. 23 Abnisa dan Zubairi. AuPersonality Competence Educator and Students Interest in Learning. Ay 24 Ach Nurholis Majid. Zubairi Muzakki, dan Izzat Amini. AuHARMONISASI SOSIAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL ISLAMI DALAM MASYARAKAT TANyOAN LANJyCNG MADURA,Ay Jurnal Asy-Syukriyyah 23, no. Desember 2. : 177Ae94, doi:10. 36769/asy. Menjadi Generasi Z Yang BerakhlakA | 64 yang beradabAiyakni manusia yang mampu menempatkan ilmu, diri, dan perilakunya sesuai dengan nilai-nilai kebenaran. Dengan demikian, pendidikan menjadi instrumen untuk menumbuhkan kesadaran hidup, keyakinan keagamaan, serta kecakapan moral dalam menjalankan tugas kekhalifahan di muka bumi. Secara ontologis, tujuan pendidikan berhubungan erat dengan pemahaman tentang hakikat manusia sebagai makhluk yang membawa potensi ruhani dan 26Dalam tradisi filsafat Islam, manusia diarahkan menuju insAn kAmil, yaitu pribadi yang seimbang dalam dimensi akal, jiwa, dan perilaku. Maka dari itu, pendidikan bagi peserta didik tidak cukup hanya menekankan aspek kognitif, tetapi harus mengintegrasikan nilai-nilai etika, spiritualitas, serta kemampuan sosial agar ia mampu mengaktualisasikan potensinya secara optimal. Pendidikan berfungsi sebagai proses penyadaran agar peserta didik memahami perannya sebagai hamba (Aoab. sekaligus khalifah . yang bertanggung jawab. Sementara itu, tujuan pendidikan juga mencakup pengembangan kemampuan berpikir kritis dan rasional peserta didik. Para pemikir seperti alFArAb dan Ibn SnA menekankan bahwa pendidikan harus mengembangkan akal secara bertahap sehingga peserta didik mampu mencapai pemahaman yang benar dan objektif. 27Kemampuan berpikir ini menjadi modal bagi peserta didik untuk memahami realitas, mengambil keputusan yang bijak, dan berpartisipasi secara produktif dalam kehidupan sosial. 28 Oleh karena itu, pendidikan Islam menempatkan pengembangan akal sebagai bagian integral dari upaya penyempurnaan diri manusia. Dalam dimensi moral dan sosial, tujuan pendidikan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia sebagai fondasi perilaku. Pendidikan Islam menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak diukur dari penguasaan ilmu semata, tetapi dari bagaimana peserta didik menerapkan ilmu tersebut dalam tindakan yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. 29 Dengan demikian, tujuan pendidikan mencakup penguatan karakter seperti kejujuran, tanggung jawab. Nur Hidayat. AuPERAN DAN TANTANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA GLOBAL,Ay Jurnal Pendidikan Agama Islam 12, no. Juni 2. : 61Ae74, doi:10. 14421/jpai. 26 M. Pd I. Zubairi. PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ERA REVOLUSI (Penerbit Ada. Januari https://books. com/books?hl=en&lr=&id=kStEaQBAJ&oi=fnd&pg=PA3&dq=info:FUaDxjKZUvsJ:scholar. com&ots=L_cigi9FJQ&si g=CXkcT7Lq-JQNMbDLfGXWP-WDA4g. 27 Anggi Rivana dkk. AuKedisiplinan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa,Ay EDUKASIA: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran 4, no. November 2. 2267Ae80. 28 Feri Irawan dkk. AuModel of Religious Education and Moral Development in Special Detention Center for Children,Ay Khalifa: Journal of Islamic Education 5, no. : 46Ae65. 29 Zubaidi Zubaidi dan Zubairi Zubairi. AuKORELASI GAYA KEPEMIMPINAN DAN KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA MADRASAH DENGAN MOTIVASI GURU MI DI KOTA TANGERANG,Ay Jurnal Asy-Syukriyyah 23, no. Desember 2. : 234Ae46, doi:10. 36769/asy. 65 | Zubairi kepedulian sosial, serta kemampuan bekerja sama30. Hal ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat untuk membentuk generasi yang berperadaban dan berkontribusi dalam pembangunan sosial. Gambar 2: Foto bersama di depan gedung setelah acara PKM Dosen Keteladanan Seorang Pendidik dalam Proses penanaman Nilai-nilai pendidikan Islam Mendidik dengan contoh . adalah satu metode pembelajaran yang dianggap besar pengaruhnya. Segala yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. dalam kehidupannya, merupakan cerminan kandungan Al-QurAoan secara utuh, sebagaimana firman Allah swt. dalam surat al-Ahzab/33:21 a e AcEEa aO eEOa eO aIA AyA AcEEa aEaO Ue A a AO aA AeE a a aOaE a AIa aE aI eI aEIa Oa e aOA A eO aEA a AcEEa a aeO aA e aECae aEIa aE aE eI AA Adapun hadis tentang metode keteladanan, yaitu: Artinya: Hadis dari Abdullah ibn Yusuf, katanya Malik memberitakan pada kami dari Amir ibn Abdullah ibn Zubair dari AoAmar ibn Sulmi az-Zaryqi dari Abi Qatadah al-Anshyri, bahwa Rasulullah saw. salat sambil membawa Umymah binti Zainab binti Rasulullah saw. dengan Abu alAsh ibn RabiAoah ibn Abdu Syams. Bila sujud, beliau menaruhnya dan bila berdiri beliau Peran pendidik bukan sekadar mentransfer pelajaran kepada peserta didik. Tapi lebih dari itu guru bertanggungjawab membentuk Akhlak peserta didik sehingga menjadi generasi yang cerdas, saleh, dan terampil dalam menjalani Apalagi dewasa ini kehadiran guru sebagai pendidik semakin nyata 30 Dr Zubairi Adab M. Pd I. , dkk Penerbit. DINAMIKA PENDIDIKAN ISLAM (Penerbit Adab, 31 AuQurAoan Kemenag. Ay Menjadi Generasi Z Yang BerakhlakA | 66 menggantikan sebagian besar peran orang tua yang notabene adalah pengemban utama amanah Allah SWT. atas anak yang dikaruniakan kepadanya. 32 Dengan berbagai sebab dan alasan, orang tua telah menyerahkan bulat-bulat tugas dan tanggungjawabnya kepada guru di sekolah dengan berbagai keterbatasannya. Demikian pula masyarakat yang kontrol sosialnya semakin melemah dan pemerintah yang selama ini lebih menitikberatkan pembangunan di sektor fisik, semuanya ikut mengambil andil terhadap kegagalan pembentukan akhlak Di pundak seorang pendidik terletak salah satu beban untuk merestorasi Akhlak dan kepribadian mulia bangsa Indonesia yang telah berada pada titik 34 Guru diharapkan bisa mengembalikan peradaban bangsa yang tinggi, yang selama ini telah tergantikan dengan julukan bangsa yang korup, tidak memiliki kepribadian, bangsa yang kacau, jorok, bodoh, anarkis dan banyak atribut jelek lainnya yang kini melekat pada bangsa tercinta ini. Kegagalan membentuk Akhlak bangsa merupakan kesalahan kolektif yang harus dibenahi bersama. Oleh karena itu solusi yang paling tepat untuk mengatasi masalah ini adalah dengan berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara kolektif pula. Masing-masing kita harus instrospeksi diri dan berusaha keras untuk mencari solusi guna memperbaiki dan mengembalikan serta meningkatkan Akhlak positif bangsa. 36 Lakukan yang terbaik yang kita bisa, jangan sibuk mencari kesalahan orang lain. Tapi mari kita mulai dari diri kita, orang terdekat kita dan tugas di bawah tanggung jawab kita. Pendidik adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam pembentukan kepribadian peserta didik. Di lingkungan rumah yang bertindak sebagai pendidik adalah orang tua . yah dan ib. peserta didik. Pendidik utama yang sangat berperan aktif dalam hal pendidikan peserta didik baik dalam bidang pendidikan agama maupun pendidikan akademis, khususnya di bidang pendidikan budi pekerti bagi peserta didik. Di lingkungan sekolah, yang berperan sebagai pendidik adalah bapak dan ibu guru di sekolah, orang tua kedua setelah ayah dan ibu di Tidak hanya pendidik saja yang bertanggung jawab memberikan keteladanan dan pendidikan akhlak pada peserta didik, tapi seluruhpihak sekolah harus ikut serta dalam pemberian pendidikan keteladanan dan pemberian setelah 32 Muzakki dan Dahari. AuPENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN HASIL BELAJAR SISWA DI PERUMAHAN GRAHA MAS SERPONG UTARA. Ay 33 Dr Zubairi M. Pd. PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ERA REVOLUSI 4. 0 (Penerbit Adab, t. 34 Zubairi Zubairi. AuPOLA KEPRIBADIAN MANUSIA PERSPEKTIF AL-QURAoAN: (KAJIAN SURAT AL-BAQARAH AYAT 2 Ae . ,Ay JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan Dan Tafsir 2, no. Juni 2. 29Ae44, doi:10. 36769/jiqta. 35 Zubairi Nurdin. AuPENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DENGAN AKHLAKUL KARIMAH,Ay Januari https://prosiding. id/index. php/aicoms/article/view/139. 36 Zubairi Muzakki dan Izzat Amini. AuThe Influence of TeacherAos Personality on StudentsAo Learning Interest in the Field of Islamic Religious Education Studies,Ay Maharot : Journal of Islamic Education 7, no. Desember 2. : 167Ae78, doi:10. 28944/maharot. 37 Rivana dkk. AuKedisiplinan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Ay 67 | Zubairi pada peserta didik. Keberhasilan dunia pendidikan diantaranya adalah sejauh mana peserta didik dan stakeholders lainya secara peserta didik demi terwujudnya peserta didik yang berkepribadian baik dan berakhlakulkarimah. 38 Kedua figur tersebut, ayah dan ibu serta bapak dan ibu guru, harus menjadi suri teladan yang baik agar peserta didik tidak salah dalam memilih idolanya. Gambar 3: Sosialisasi kegiatan PKM Dosen KESIMPULAN Berdasarkan kajian pendidikan agama Islam, pada dasarnya peserta didik dapat dipahami sebagai subjek aktif yang memiliki potensi fitrah, akal, dan spiritualitas, yang harus dikembangkan secara seimbang dan integral. Peserta didik bukan sekadar objek pedagogis, melainkan individu yang mencari kebenaran . hAlib al-Aoil. dengan tujuan mencapai kesadaran diri dan pengembangan akhlak. Perspektif epistemologi Islam menekankan keterpaduan antara wahyu, akal, dan indera sebagai sumber pengetahuan, sehingga pendidikan harus mampu menyeimbangkan aspek intelektual, moral, dan spiritual. Pemikiran para ulama klasik dan kontemporer menegaskan bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk manusia beradab . nsAn Ada. yang memahami hak dan kewajibannya, serta mampu menempatkan diri secara benar dalam kehidupan. Seorang pendidik dalam pendidikan agama Islam tidak hanya berperan sebagai Mu'allim (Pengaja. yang menyampaikan ilmu-ilmu syarAoi . iqih, akidah, akhla. dengan metodologi yang relevan dan mudah dipahami, tapi juga Murabbi (Pendidik dan Pengasu. : Bertindak sebagai pengasuh jiwa, membantu peserta didik membentuk karakter . arbiyah ruhiya. dan menginternalisasi nilai-nilai 38 Ahmad Tafsir. Ilmu pendidikan dalam perspektif Islam (Remaja Rosdakarya, 1. Menjadi Generasi Z Yang BerakhlakA | 68 Islami. Fokus utama adalah melahirkan generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual (Aoaqliyah dan ruhiya. Menjadi pembentuk karakter Islami serta menjadi suri tauladan yang baik (Uswatun Keteladanan seorang pendidik di era modern bukanlah sekadar anjuran moral tambahan, melainkan intifada . spiritual dan profesional yang mutlak diperlukan. Di tengah arus informasi yang tak terbatas dan nilai-nilai yang cenderung cair, keteladanan berfungsi sebagai jangkar moral dan kompas hidup bagi peserta didik. DAFTAR PUSTAKA