Religious Moderation Values in Arabic Language Books at Madrasah Aliyah Level Based on KMA No. 183/2019 Volume 08. Nomor 02, 2024 DOI: 10. 30762/asalibuna. Religious Moderation Values in Arabic Language Books at Madrasah Aliyah Level Based on KMA No. 183/2019 Ahmad Sholihuddin1. Khoiru Nidak2. Lailatul Zuhriyah3. 1, 2. Institut Agama Islam Negeri Kediri, 3 Universitas Islam Tribakti. Kediri Correspondence e-mail: sholihuddin@iainkediri. Abstract: This study focuses on three main objectives: the values of religious moderation in Arabic language textbooks for Madrasah Aliyah (MA) based on KMA No. 183/2019. the development of moderation values in MA Arabic language textbooks. and the implications of integrating moderation values into Arabic language textbooks for MA. Employing a qualitative approach with a library research method, the primary data in this study consists of Arabic textbooks for Grades X. XI, and XII published by the Directorate of KSKK Madrasah. Directorate General of Islamic Education. Ministry of Religious Affairs, in 2020. Data were collected through documentation and analyzed using content analysis. The study findings are as follows: . Religious moderation values are presented through Arabic textbooks for Grades X. XI, and XII, encompassing six principles of religious moderation: tawassuth . , tawyzun . , iAotidyl . , tasymuh . , musywah . , and syyry . The development of moderation values is reflected in the integration of scriptural evidence . alil naql. , such as Quranic verses supporting specific reading texts, the inclusion of reading passages with moderation themes, and the presentation of grammatical structures identified as containing moderation . The internalization of religious moderation values can be supported through strategies such as embedding moderation themes in learning materials, optimizing teaching approaches that foster critical thinking and moderate attitudes, organizing programs, education, training, and workshops focusing on religious moderation, and evaluating learning outcomes to monitor the achievement of educational objectives. This study serves as a perspective and guideline for developing moderation values in Arabic language education in formal institutions such as madrasahs and non-formal institutions such as Islamic boarding schools . Keywords: Moderation Values. MA Arabic Language Textbooks. KMA No. 183/2019 Submitted: April, 9th 2025 Revised: April, 15th 2025 Accepted: April, 17th 2025 Asalibuna. Volume 08. Nomor 02, 2024 | DOI: 10. 30762/asalibuna. | 35 Ahmad Sholihuddin. Correspondence e-mail: sholihuddin@iainkediri. Volume 08. Nomor 02, 2024 DOI: 10. 30762/asalibuna. Nilai-Nilai Moderasi Beragama Pada Buku Bahasa Arab Tingkat Madrasah Aliyah Berdasarkan KMA No. 183 Tahun 2019 Ahmad Sholihuddin1. Khoiru Nidak2. lailatul Zuhriyah3. 1, 2. Institut Agama Islam Negeri Kediri, 3 Universitas Islam Tribakti. Kediri Correspondence e-mail: sholihuddin@iainkediri. Abstrak: Penelitian ini difokuskan pada: Nilai-nilai moderasi beragama buku Bahasa Arab MA berdasarkan KMA No 183 Tahun 2019. Pengembangan nilai moderasi pada buku Bahasa Arab MA berdasarkan KMA No 183 Tahun 2019. dan Implikasi pengembangan nilai moderasi pada buku Bahasa Arab MA berdasarkan KMA No 183 Tahun 2019. Dengan pendekatan kualitatif dan jenis studi pustaka, data primer pada penelitian ini adalah buku teks Bahasa Arab Kelas X. XI, dan XII yang diterbitkan Direktorat KSKK Madrasah Dirjen Pendis Kementerian Agama Islam Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dengan analisis isi . ontent analysi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . terdapat nilai-nilai moderasi yang tersaji melalui teks buku ajar Bahasa Arab Kelas X. XI, dan XII, meliputi 6 prinsip moderasi beragama, yakni tawassuth, tawyzun, iAotidyl, tasymuh. Musywah, dan syyry. Pengembangan muatan moderasi tersaji melalui penggunaan dalil-dalil naqli seperti ayat Quran yang mendukung suatu teks bacaan, melalui sajian teks bacaan dengan kandungan makna moderasi, serta sajian urutan teks sesuai tatabahasa yang teridentifikasi kandungan nilai moderasinya dalam struktur tatabahasa. Teks yang bermuatan moderasi beragama dapat didukung internalisasinya melalui strategi penyisipan . muatan moderasi dalam mengoptimalkan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan cara berfikir kritis, dan bersikap moderat. penyelenggaraan program, pendidikan, pelatihan dan pembekalan melalui tema khusus tentang moderasi beragama. dengan menjangkau aspek evaluasi untuk dilakukan pengamatan terhadap pencapaian proses pembelajaran. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu cara pandang dan pedoman dalam mengembangkan nilai-nilai moderasi dalam pembelajaran bahasa Arab di lembaga formal seperti madrasah maupun non formal seperti pesantren. Katakunci: Nilai Moderasi. Buku Bahasa Arab MA. KMA No 183/2019. Submitted: April, 9th 2025 Revised: April, 15th 2025 Asalibuna. Volume 08. Nomor 2, 2024 | DOI: 10. 30762/asalibuna. Accepted: April, 17th 2025 | 36 Religious Moderation Values in Arabic Language Books at Madrasah Aliyah Level Based on KMA No. 183/2019 PENDAHULUAN Moderasi menjadi isu mengedepan, bukan hanya pada aspek keagamaan, hukum, politik maupun lainnya, tetapi juga pendidikan. Moderasi menjadi salah satu Agenda Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yang menyatakan bahwa Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan dilakukan melalui upaya memajukan dan melestarikan kebudayaan, menguatkan moderasi beragama, dan juga menaikkan literasi, inovasi, dan kreativitas (Kementerian PPN, n. Hal ini memperjelas indikasi adanya poin penting yang perlu dilakukan terkait moderasi. Indeks Kerukunan Beragama nasional yang menunjukkan penurunan dari 75,36 tahun 2015 menjadi 73,83 tahun 2019, memperkuat pentingnya moderasi ini(Kemenag, n. Data ini ternyata berkaitan dengan survei PPIM UIN Jakarta 2017 yang menunjukkan tingkat moderasi yang mengarah kepada kekhawatiran, dimana 58,5 % siswa -mahasiswa cenderung radikal terhadap visi kegamaannya (TIM PPMI UIN Jakarta, n. Hasil ini menjadi sangat mencengangkan mengingat responden berafilisasi ke Lembaga keagamaan, yakni siswa dan mahasiswa lembaga pendidikan Islam. Temuan lain PPIM juga menyatakan bahwa proses belajar siswa menjadi salah satu faktor penting akses intoleransi dan radikalisme. Inilah salah satu amanah penting RPJMN 2020-2024, bahwa penguatan sistem pendidikan merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh dalam meneguhkan nilai-nilai Penguatan sistem Pendidikan dilakukan melalui pengembangan kurikulum, materi dan proses pengajaran, pendidikan dan rekrutmen guru juga tenaga kependidikan (Kementerian PPN, n. Pengembangan kurikulum dan materi dalam hal ini dapat diwujudkan dalam ketersediaan bahan ajar yang dapat membantu memperkuat nilai-nilai moderasi pada para pembelajar. Inilah yang belakangan muncul dalam banyak regulasi pembelajaran di Kementerian Agama RI, mendorong terpenuhinya materi dengan muatan moderasi beragama matapelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Penguatan karakter pada aspek moderasi beragama dan revolusi mental menjadi penekanan. Lulusan madrasah harus berkarakter kuat pada aspek moderasi beragama dan revolusi mental, dan kepintaran intelektual (M. Zainal Anwar, 2. Pedoman penyusunan buku materi PAI dan Bahasa Arab, sesuai KMA 183/2019 menyatakan bahwa muatan moderasi terintegrasi terutama rumpun Al-Quran dan Hadits. Fikih. Akidah Akhlak Tasawuf, dan SKI, serta di jenjang MA ada pelajaran Tafsir/Ilmu Tafsir dan Ushul Fikih (Aceng Abdul Aziz, 2. Hal ini pernah dikaji oleh (Jannah, 2. , (ADI, 2. , (Wahyudi, 2. , dan juga (Zahro, 2. yang menemukan bahwa nilai-nilai moderasi dalam buku ajar terdiri dapat berupa tekstual dan kontekstual, yang meliputi wasatiyah, perdamaian, kemajemukan, harkat dan martabat kemanusiaan, menjunjung adab, dan memajukan kehidupan. Temuan lain bahwa secara semantik, beberapa topik utama menjadi afirmasi ideologi radikal, seperti: memerangi dan membunuh pelaku kemusyrikan, bidAoah, taklid dan tawasul. membuka aktfitas ijtihad kepada umat Islam. dan wacana kemunduran umat Islam. Ketiga hal di atas, merupakan super struktur yang membangun radikalisme dalam suatu buku ajar (Tabroni and Idham Dalam hal ini muatan radikalisme dapat berwujud . semantik leksikal dengan diksi-diksi fatalism: bidAoah, syirik, taqlid, dan kembali ke sumber al-QurAoan Asalibuna. Volume 08. Nomor 02, 2024 | DOI: 10. 30762/asalibuna. | 37 Ahmad Sholihuddin. Correspondence e-mail: sholihuddin@iainkediri. dan al-Hadits. membuka kembali pintu ijtihad. kemunduran umat Islam . semantik struktural, pada susunan kalimat, seperti: inti ajaran Wahabi adalah menentang bidAoah, khurafat dan kembali kepada al-QurAoan dan Hadits. Secara spesifik Achmad Zainal Abidin menemukan kekhawatiran dalam Permendikbud No. 37 Tahun 2018 dimana hanya 46 dari 96 total KD PAI SD memiliki nilai-nilai moderasi yang setara dengan 46,94%. Maka menjadi menarik untuk ditelaah, khususnya matapelajaran Bahasa Arab, yang secara konten tidak memiliki kebersinggungan langusng dengan materi moderasi sebagaimana matapelajaran lainnya, namun sesungguhnya tetap dapat diberikan muatan moderasi pada unsur bahasanya, baik pilihan mufradyt, hiwyr, qiry-ah, dan juga melalui latihan kebahasaan, sebagaimana yang pernah dilakukan Tri Pujiati, meneliti buku AuHayya NataAoallam Al-Lughah ArabiyahAy menunjukkan bahwa internalisasi materi yang bersifat moderat ditemukan pada pembahasan dengan tema al-ytsyr . dan at-tasymuu . Tentunya hal ini penting juga untuk dilakukan penelitian sesuai pesan Kementerian Agama RI terkait moderasi, pada buku Bahasa Arab yang diterbitkan Direktorat KSKK Kementerian Agama RI tahun 2020, kelas X. XI, dan XII yang secara khusus menyasar pada pendidikan dasar menengah, dengan cara melakukan content analysis terhadap teks baik dalam bentuk percakapan, bacaan, maupun latihan soal yang ada dalam buku tersebut dengan menggunakan kriteria moderasi yang disusun oleh Kementerian Agama RI sebagaimana tersebut dalam Implementasi Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Islam. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Penelitian ini memfokuskan kajian pada : . nilai-nilai moderasi pada buku Bahasa Arab MA berdasarkan KMA No 183 Tahun 2019. pengembangan nilainilai moderasi pada buku Bahasa Arab MA berdasarkan KMA No 183 Tahun 2019. implikasi nilai-nilai moderasi pada buku Bahasa Arab MA berdasarkan KMA No 183 Tahun 2019, yang hasilnya dapat digunakan sebagai bahan rujukan bagaimana contoh implementasi nilai moderasi beragama dalam teks pembelajaran berbahasa Arab, sekaligus sebagai pengingat bahwa penyemaian moderasi beragama maupun sebaliknya dapat juga dilakukan melalui pembelajaran materi apapun. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengambil pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka . ibrary researc. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendapatkan gambaran secara holistik dan komprehensif terhadap variabel penelitian yakni nilai-nilai moderasi pada buku Bahasa Arab kelas X. XI, dan XII berdasarkan KMA No 183 Tahun 2019 yang diterbitkan oleh Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama RI Tahun 2020. Sebagai sebuah studi pustaka, penelitian ini mengambil data dari dokumen buku pelajaran tersebut sebagai sumber primernya. Sumber sekundernya berupa KMA No 183 dan 184 Tahun 2019, juga referensi teoritis terkait dengan nilai-nilai moderasi beragama, seperti Membangun Karakter Moderat. Modul Penguatan Nilai - Nilai Moderasi Beragama pada Madrasah MTs Ae MA, penerbit PKPPN IAIN Surakarta, 2019, dan Implementasi Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Islam, penerbit Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Jakarta, 2019. Dengan menggunakan teknik dokumentasi data dikumpulkan, ditelaah, hingga dianalisa menggunakan analisis isi Asalibuna. Volume 08. Nomor 2, 2024 | DOI: 10. 30762/asalibuna. | 38 Religious Moderation Values in Arabic Language Books at Madrasah Aliyah Level Based on KMA No. 183/2019 ontent analysi. , dimana data primer yang berupa buku pelajaran ditelaah dan dieksplorasi muatan-muatan materinya. Fokus penelitian dengan sumber data utama kemudian ditelaah melalui kategorisasi berdasarkan tema atau topik yang sesuai, yakni terkait nilai-nilai Kategorisasi yang telah dipilah kemudian dihubungkan untuk mencari keterkaitan dan kemungkinan munculnya gagasan sebagai hasil dari proses telaah terhadap teks yang ada. HASIL DAN PEMBAHASAN Kurikulum matapelajaran Bahasa Arab dan Pendidikan Agama Islam yang diajarakan saat ini merupakan amanah dari Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 183 dan Nomor 184 Tahun 2019. Dua keputusan ini menjadi induk bagi implementasi kurikulum baru, menggantikan kurikulum sebelumnya, yakni Kurikulum Madrasah 2013 (Kementarian Agama Indonesia. KMA N0 183 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah, berisi tentang: . Kerangka Dasar Kurikulum PAI dan Bahasa Arab. Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi PAI dan Bahasa Arab. Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab. Penilaian PAI dan Bahasa Arab. Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) PAI dan bahasa Arab pada Sedangkan KMA No 184 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah, berisi: . Struktur kurikulum. Pengembangan implementasi . Muatan lokal. Ekstrakurikuler. Pembelajaran pada madrasah dan . Penilaian hasil belajar (Kementerian Agama Indonesia, 2. Pengembangan buku teks mata pelajaran pada madrasah tersebut di atas diarahkan untuk tidak sekedar membekali pemahaman keagamaan yang komprehensif dan moderat, namun juga memandu proses internalisasi nilai keagamaan pada peserta didik. Buku mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab ini diharapkan mampu menjadi acuan cara berfikir, bersikap dan bertindak dalam kehidupan seharihari, yang selanjutnya mampu ditransformasikan pada kehidupan sosial-masyarakat dalam konteks berbangsa dan bernegara (Kementerian Agama Republik Indonesia, 2. Pemahaman Islam yang moderat dan penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kurikulum PAI di madrasah tidak boleh lepas dari konteks kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila, berkonstitusi UUD 1945 dalam kerangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. Guru sebagai ujung tombak implementasi kurikulum harus mampu mengejawantahkan prinsip tersebut dalam proses pembelajaran dan interaksi pendidikan di lingkungan madrasah. Nilai-nilai moderasi Beragama Buku Bahasa Arab MA Pada buku teks Bahasa Arab kelas X. XI, dan kelas XII ditemukan beberapa teks yang mencerminkan nilai-nilai moderasi beragama. Hasil penelusuran secara keseluruhan ada di bagian lampiran penelitian ini. nilai-nilai moderasi yang ada dalam buku teks Bahasa Arab jenjang Madrasah Aliyah kelas X. XI, dan XII meliputi: Asalibuna. Volume 08. Nomor 02, 2024 | DOI: 10. 30762/asalibuna. | 39 Ahmad Sholihuddin. Correspondence e-mail: sholihuddin@iainkediri. Nilai Musawah (Kesetaraa. Terdapat pada buku Bahasa Arab Kelas X Bab 1: aa ea e aa ca Aa acO aNA aAEIa a acI E eCIaE eIa aI eIa E a acOIaO aO a aEIaE eIa eO U acOC aaOa aEa aE a a aA eO o a acIa E a aIE eIa a eI aa EEa aNA ea a )13 : ACaOE eIa a acIa EEa aNa a aE eOIa a eOa (EA AuHai manusia. Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. Ay Teks di atas merupakan ayat al-Quran, dimana penggunaannya menunjukkan pesan akan pentingnya nilai-nilai persaman derajat manusia meskipun berbeda dalam suku, ras, maupun agama tetap memperteguh tali silaturahmi antar sesame, (Tabroni and Idham 2. Nilai Tasamuh (Tolerans. Terdapat pada buku Bahasa Arab Kls X Bab 1: A II IE EIOO uEEIO EEOIO EE OII O ECO aO N aO CI II IA. Dari sekolah Madrasah Aliyah Negeri 3 Jombang jawa timur dan dia berasal dari padang. A OA II I ACNA. AMuhammad berkenalan dengan sebagian teman-temannyaA Pada teks di atas menunjukkan adanya nilai tasamuh yakni nilai toleransi, dimana tidak membeda-bedakan antara siswa yang berasal dari Jawa Timur dengan siswa dari luar Jawa Timur, semua sama dalam konteks mencari ilmu. Nilai Tawazun (Keberimbanga. Terdapat pada buku Bahasa Arab kelas X Bab 1: a A IOIAUA EOI EAOAU AC EAOA AI ENOa ECIO aO uEI ENOa ENOA KTP. Data pribadi, kartu tanda pengenal, alamat, nama-nama bulan qomariah, nama-nama bulan syamsiyah. Kosa kata yang ada di atas menunjukkan adanya nilai tawazun yakni menyeimbangkan antara bahasa arab dengan kebudayaan . istem peraturan Negar. yang ada di Indonesia misalnya, kartu tanda penduduk, kartu pelajar, alamat rumah, dll yang biasa di gunakan di Negara Indonesia. Asalibuna. Volume 08. Nomor 2, 2024 | DOI: 10. 30762/asalibuna. | 40 Religious Moderation Values in Arabic Language Books at Madrasah Aliyah Level Based on KMA No. 183/2019 Nilai Tawasuth (Tidak Memiha. Terdapat pada buku Bahasa Arab Kelas X Bab 3: a a a e e a ca a a a e a ca a e ca a e a e a ca a a e a e a aAIa aI E eIa aO eE eIA AeEIA a aCa OEa eIa E aOa EIa aECE aIa EIA Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar . dengan perantaran kalam . Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Teks di atas mengandung nilai tawasuth bersikap moderat tengah-tengah, tidak terlalu berlebihan dalam membanggakan diri sendiri, peserta didik belajar di sekolah agar semakin memahami apa yang belum di pahami, serta mengingatkan kepada pendidik, bahwa yang membuat pintar peserta didik bukanlah pendidik, pendidik hanya sebagai perantara menyalurkan ilmu kepada mereka (Qoumas. Hussain, and Rahim 2. Nilai IAotidal (Tidak Berlebiha. Terdapat pada buku Bahasa Arab Kelas X Bab 5: a a a ca e ca a a a a a ca a a )32 : AeE a aa eO a aEE a eO aIa aO acC eOIa A aE e aCE eOIa (EIIA a AEI aOa a aeE E aa acOE eN aO aOE acE aA aO aI E aOaOA Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti? A OC EOII AO OC EA EE EOIO OEI aO IEE OEASulaiman membaca buku agama, umum, majalah dan Koran pada waktu jam istirahat A OOa EOII E O EE NASulaiaman membeli buku baru setiap satu bulan sekali A aO AO OC EA OE EOII E ECIADan pada waktu luang Sulaiman bermain sepak bola A aO AO OI EE OI EOII IEIOAPada waktu liburan Sulaiman menggambar pemandangan alam Pada teks-teks di atas menunjukkan nilai iAotidal bersikap adil, terhadap kesenangan tidak hanya menghabiskan uang untuk berfoya-foya, namun juga berbelanja untuk menjadikan diri lebih baik. Nilai Syura (Bermusyawara. Terdapat pada buku Bahasa Arab Kelas X Bab 1: a )A EAAUA EAEAUACI eI ( uEIA Asalibuna. Volume 08. Nomor 02, 2024 | DOI: 10. 30762/asalibuna. | 41 Ahmad Sholihuddin. Correspondence e-mail: sholihuddin@iainkediri. a )AEIA EOAAO ( EI aO EAA U. A eIA U. AA IAEA A eIA AE IA aO AAOA Selain memiliki nilai tawasuth yakni menengahi peserta didik yang sudah mampu memahami dengan tulisan penjelasan bahasa arab saja, dan peserta didik yang belum begitu mampu untuk memahaminya jikalau hanya berbahasa arab saja, pada kajian kitabah . tersimpan nilai moderasi AsyuroAo yakni musyawarah pada teks deskriptif, sehingga peserta didik di perintahkan untuk mendefinisikan, identifikasi, klasifikasi baik secara umum sampai ke khusus. Beberapa nilai-nilai moderasi yang ada menunjukkan bahwa pesan keberagamaan yang moderat telah nampak pada teks-teks yang disajikan dalam buku ajar Bahasa Arab Kelas X. XI, dan XII. Keberadaan teks-teks tersebut dapat menjadi poin penting bagi tenaga pendidik untuk menginternalisasi nilai-nilai moderasi tersebut dalam pembelajaran Bahasa Arab. Hal ini menjadi suatu keniscayaan di tengah isu moderasi menjadi hal penting dalam kehidupan generasi muda dan para pelajar di negeri yang sangat majemuk ini. Sebagaimana disebutkan dalam Buku Implementasi Moderasi beragama dalam Pendidikan Islam, bahwa terdapat 6 prinsip moderasi beragama, yakni tawassuth . engambil jalan tenga. , tawyzun . , iAotidyl . urus dan tega. , tasymuh . Musywah . , dan syyry . , lihat deskripsi (Aceng Abdul Aziz, 2. Dengan merujuk apa yang telah disajikan dalam buku tersebut maka nilai-nilai moderasi yang disajikan dalam buku teks Bahasa Arab jenjang Madrasah Aliyah Kelas X. XI, dan XII telah memenuhi kriteria dalam internalisasi nilainilai moderasi melalui proses pembelajaran di kelas. Pengembangan Nilai Moderasi Beragama buku Bahasa Arab MA Melihat teks-teks yang disajikan dalam buku ajar Bahasa Arab jenjang Madrasah Aliyah kelas X. XI, dan XII, pengembangan nilai-nilai moderasi beragama diwujudkan dalam berbagai bentuk. Bentuk-bentuk itu ada yang melalui sajian teks bacaan dengan kandungan makna moderasi, juga melalui penggunaan ayat-ayat alQuran, serta sajian urutan teks sesuai tatabahasa yang juga dapat diidentifikasi kandungan nilai moderasinya. Tentu saja variasi bentuk yang menyajikan nilai-nilai moderasi ini memudahkan bagi penyusun buku untuk memasukkan nilai-nilai moderasi tersebut agar tidak kehilangan cara dan kekeringan makna dalam menjadikan teks kaya dengan nilai moderasi tersebut. Sajian melalui ayat-ayat al-Quran dapat dilihat pada beberapa teks berikut a a a ca e ca a a a a a ca a )32 : AeE a aa eO a aEE a eO aIa aO acC eO aI A aE e aCE eO aI (EIIA a AEI aOa a aeE E aa acOE eN aO aOE acE aA aA aO aI E aOaOA. a a a e e a ca a a a e a ca a e ca a e a e a ca a a e a e a aAIa aI E eIa aO eE eIA AeEIA a aA aCa OEa eIa E aOa EIa aECE aIa EIA. Asalibuna. Volume 08. Nomor 2, 2024 | DOI: 10. 30762/asalibuna. | 42 Religious Moderation Values in Arabic Language Books at Madrasah Aliyah Level Based on KMA No. 183/2019 aa ea e aa ca A a acO aNA. aAEIa a acI E eCIaE eIa aI eIa E a acOIaO aO a aEIaE eIa eO U acOC aaOa aEa aE a a aA eO o a acIa E a aIE eIa a eI aa EEa aNA ea a )13 : ACaOE eIa a acIa EEa aNa a aE eOIa a eOa (EA Masing-masing ayat di atas terdapat pada bacaan-bacaan yang ada di Buku Bahasa Arab Kelas X bab 5, bab 3, dan bab1. Pencantuman ayat-ayat di atas tentu didasari pada relevansi bacaan yang ada sehingga pemilihan dan penempatannya tidak sekedar tempelan, namun memiliki pesan kuat akan nilai-nilai moderasi. Sajian melalui narasi teks yang mengandung nilai-nilai moderasi seperti Nampak pada teks-teks sebagaimana berikut (Bahasa Arab Kls X Bab . A II IE EIOO uEEIO EEOIO EE OII O ECO aO N aO CI II IA. Dari sekolah Madrasah Aliyah Negeri 3 Jombang jawa timur dan dia berasal dari padang. A OA II I ACNA. AMuhammad berkenalan dengan sebagian teman-temannyaA Teks-teks di atas mengandung nilai toleransi, yang dapat ditangkap dari isi teks menceritakan akan pergaulan sesama anak bangsa yang berasal dari berbagai daerah, yakni Jombang Jawa Timur dan Padang Sumatera Barat. Demikian juga teks bawahnya yang mengindikasikan akan toleransi sesama tanpa membedakan asal daerah masing-masing. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengembangan buku teks Bahasa Arab pada madrasah diarahkan untuk tidak sekedar membekali pemahaman keagamaan yang komprehensif dan moderat, namun juga diusahakan untuk memandu proses internalisasi nilai keagamaan pada peserta didik. Hal ini dimaksudkan sebagai suatu upaya substansi yang memang menjadi kebutuhan di era seperti sekarang ini. Sebagaimana amanah KMA No 183 yang memiliki pesan moderasi maka perlu direalisasikan dalam buku-buku teks bahan ajar sebagai kelanjutan dari munculnya kurikulum baru tersebut. Moderasi beragama tidak menjadi mata pelajaran sendiri, akan tetapi muatannya sudah terintegrasi pada semua mata pelajaran yang diajarkannya, yakni pada rumpun matapelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan juga Bahasa Arab. Dalam pembelajaran Bahasa Arab juga disisipkan yang secara substantif masuk ke dalam sub-sub bab yang ada di semua mata pelajaran itu (Aceng Abdul Aziz, 2. Seluruh mata pelajaran dalam KMA tersebut pembahasannya sudah memuat pesan-pesan moderasi. Secara spesifik, muatan moderasi juga ditekankan pada sub-sub tema tertentu yang ada. Implikasi Pengembangan Nilai Moderasi Beragama Buku Bahasa Arab MA Moderasi beragama menjadi isu utama sejak arus keterbukaan melanda negara mayoritas muslim ini. Kementerian agama pun menjadikan moderasi beragama sabagai misi dan pesan utama, yang salah satunya muncul dalam pesan kuat kurikulum 2019 melalui KMA No 183 Tahun 2019. Hal ini kemudian ditindaklanjuti melalui sebuah dokumen khusus yang memuat implementasi moderasi beragama dalam Pendidikan Islam. Hal ini dapat dipahami mengingat Asalibuna. Volume 08. Nomor 02, 2024 | DOI: 10. 30762/asalibuna. | 43 Ahmad Sholihuddin. Correspondence e-mail: sholihuddin@iainkediri. sebagai mayoritas di negeri pluralitas, umat Islam pasti juga memiliki lembaga pendidikan keagamaan yang juga mayoritas. Buku ini menjadi semacam guidance bagi pelaksanaan pembelajaran di lembaga pendidikan keagamaan Islam dengan memuat petunjuk teknis yang juga menjangkau segala aspek kelembagaan baik formal seperti madrasah dan perguruan tinggi maupun non formal seperti pesantren dan Pendidikan diniyah Hal ini tidak dapat dipungkiri dengan melihat isi buku yang juga memuat cuplikan KMA No 183 Tahun 2019 sebagai kurikulum baru saat itu yang menjadi rujukan bagi pembelajaran di madrasah mulai jenjang Madarasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah. Selain merespon pemberlakuan kurikulum baru di lembaga pendidikan umum (Kementerian Pendidkan dan Kebudayaa. juga menjadi pintu masuk penyemaian moderasi beragama khususnya di kalangan pelajar Islam sebagai generasi emas negara ini menjelang seabad kemerdekaan negara Republik Indonesia. Selain KMA No 183 Tahun 2019, penyemauan moderasi beragama melalui pembelajaran juga disinggung dalam KMA No 184 Tahun 2019, dimana menyebutkan bahwa implementasi moderasi beragama dilakukan dalam proses pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai bentuk meliputi, (Kementarian Agama Indonesia, 2. : . Bahwa setiap guru mata pelajaran wajib untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, penguatan pendidikan karakter dan juga pendidikan anti korupsi kepada peserta didik secara hidden curriculum dalam bentuk pembiasaan, pembudayaan dan pemberdayaan dalam kehidupan seharihari. Implementasi nilai moderasi beragama, penguatan pendidikan karakter dan pendidikan anti korupsi kepada peserta didik melalui conditioning suasana pembelajaran di kelas dan pembiasaan-pembiasaan yang memungkinkan terbentuknya budaya berfikir moderat, terbentuknya karakter dan budaya anti korupsi (Itmam and Aouich 2. , serta menyampaikan pesan-pesan moral kepada para peserta didik di sekolah, dan bukan semata tertuang dalam administrasi pembelajaran guru seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Maka dengan memperhatikan variasi sajian nilai-nilai moderasi pada teks buku ajar Bahasa Arab jenjang Madrasah Aliyah kelas X. XI, dan XII, dapat dilakukan praktik pembelajaran yang mengembangkan beberapa strategi sebagai berikut : . muatan moderasi dalam setiap materi yang relevan, yang hal ini dapat dilakukan melalui beberapa pengembangan sebagaimana disebutkan di pembahasan sebelumnya, baik melalui penggunaan teks yang memiliki kandungan moderasi, menyertakan dalil-dalil keagamaan, maupun melalui sajian tatabahasa. Dengan demikian implementasinya dapat ditekankan pada aspek bagaimana mengkaitkan isi dengan spirit moderasi beragama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Strategi . adalah mengoptimalkan pendekaatan-pendekatan dalam pembelajaran yang berpotensi menghasilkan cara berfikir kritis, bersikap menghargai perbedaan, menghargai pendapat orang lain, humanis, toleran, dapat menerima perbedaan, demokratis, dengan keberanian menyampaikan gagasan, sportif dan bertanggung jawab. Pendekatan seperti ini diharapkan dapat mentransformasikan pengetahuannya kepada peserta didiknya di dalam kelas maupun di luar kelas (Azizah, n. ) . Penggunan metode diskusi misalnya, atau perdebatan . ctive debat. dalam rangka menumbuhkan cara berpikir kritis, sportif, juga menghargai pendapat Asalibuna. Volume 08. Nomor 2, 2024 | DOI: 10. 30762/asalibuna. | 44 Religious Moderation Values in Arabic Language Books at Madrasah Aliyah Level Based on KMA No. 183/2019 orang lain dan berani menyampaikan pendapat secara rasional (Kenedi and Hartati. Dapat juga menggunakan metode every one is a teacher here sebagai upaya menumbuhkan sikap keberanian dan tanggung jawab atas pendapat yang juga bisa menggunakan metode jigsaw learning guna melatih sikap amanah tanggung jawab dan sportif. dan masih banyak metode lainnya yang dapat digunakan untuk melatih dan menumbuhkan sikap moderasi (Sarjana, n. Strategi . dengan cara penyelenggaraan program, pendidikan, pelatihan dan pembekalan melalui tema khusus tentang moderasi beragama. Dapat juga dilakukan dengan menyiapkan materi khusus tentang moderasi beragama tetap dalam pembelajaran Bahasa Arab yang relevan, meski hal ini dikhawatirkan menambah beban dalam penyelesaian studi. Namun hal ini dapat saja dilakukan melalui kandungan substantif di materi Bahasa Arab. Sebagian dari muatan moderasi beragama justru merupakan hidden agenda, atau ditanamkan kepada siswa secara halus tanpa harus menggunakan istilah Aumoderasi beragamaAy namun nyata terkandung dalam teks bahan ajar Bahasa Arab yang dipelajari (Ubaidillah et Strategi . dengan menjangkau aspek evaluasi (Aceng Abdul Aziz, 2. , dimana para pendidik dapat melakukan pengamatan secara simultan guna mengevaluasi pencapaian proses pembelajaran yang telah dilakukannya dengan metode-metode yang dapat menumbuhkan sikap moderat, seperti berdialog secara aktif dan merespon perkataan serta tindakan peserta didik. Langkah demikian ini dapat mengukur pemahaman dan pengamalan peserta didik terhadap moderasi Meski secara konten pembelajaran Bahasa Arab pada umumnya masih memiliki kendala dan problema, namun tidak ada salahnya apabila strategi ini juga digunakan sebagai alternatif dan pengayaan untuk mendapatkan hasil internalisasi moderasi begarama kepada peserta didik secara meyakinkan. Beberapa strategi di atas dapat diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Arab melengkapi teks buku ajarnya yang juga telah disajikan dengan memperhatikan muatan nilai-nilai moderasi beragama. Teks yang bermuatan moderasi beragama memang tidak akan dapat berbunyi bilamana kajian Bahasa Arab yang dilakukan di kelas sekedar mempelajari materinya secara bebas nilai, memusatkan materi ansich tanpa menyertakan beberapa strategi yang dapat membantu mengungkap nilainilai moderasi yang sudah nyata terkandung dalam teksnya. PENUTUP Akhir dari pembahasan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi telah tersaji melalui teks-teks buku ajar Bahasa Arab jenjang Madrasah Aliyah Kelas X. XI, dan XII. Terdapat 6 prinsip moderasi beragama yang muncul pada teks bahan ajar Buku Bahasa Arab jenjang Madrasah Aliyah, yakni tawassuth . engambil jalan tenga. , tawyzun . , iAotidyl . urus dan tega. , tasymuh . Musywah . , dan syyry . Selain itu, sebagaimana amanah KMA No 183 yang memiliki pesan moderasi maka realisasinya dalam buku ajar Bahasa Arab muncul melalui penyisipan . secara substantif dan formatif pada materi dan bahan ajar. Muatan moderasi tersaji melalui penggunaan dalil-dalil naqli seperti ayat Quran yang mendukung suatu teks bacaan, melalui sajian teks bacaan dengan kandungan makna moderasi, serta sajian urutan teks sesuai tatabahasa yang Asalibuna. Volume 08. Nomor 02, 2024 | DOI: 10. 30762/asalibuna. | 45 Ahmad Sholihuddin. Correspondence e-mail: sholihuddin@iainkediri. teridentifikasi kandungan nilai moderasinya dalam struktur tatabahasa tersebut. Dan sebagai implikasi dalam penerapan pembelajarannya perlu dilakukan beberapa strategi yang dapat membantu internalisasi nilai-nilai moderasi dalam teks, yakni melalui menyisipkan . muatan moderasi dalam materi. pendekatan pembelajaran yang berpotensi menghasilkan cara berfikir kritis, dan bersikap moderat. penyelenggaraan program, pendidikan, pelatihan dan pembekalan melalui tema khusus tentang moderasi beragama. dan dengan menjangkau aspek evaluasi dimana dilakukan pengamatan secara simultan guna mengevaluasi pencapaian proses pembelajaran yang telah dilakukan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi mengungkap nilai-nilai tersebut melalui kajian dan eksplorasi diantara sesama guru matapelajaran Bahasa Arab sehingga dapat diungkap nilai-nilai moderasinya untuk kemudian dicari cara dalam menginternalisasikannya melalui suatu proses pembelajaran di kelas. Dan diantara diluar eksploitasi teks yang mengandung nilai-nilai moderasi adalah melalui penggunaan strategi pembelajaran yang mengarah pada menghasilkan mindset moderat. Dan pada akhirnya dibutuhkan dukungan manajemen madrasah/sekolah yang dapat memfasilitasi upaya-upaya di atas agar dapat berhasil dengan cepat dan konsisten dalam menyemaikan nilai-nilai moderasi melalui proses pembelajaran Bahasa Arab. DAFTAR PUSTAKA