Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota Di Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2011-2020 The Effect of The Tourism Sector on Regency/City Original Income In The Special Region Of Yogyakarta Year 2011-2020 Yana Nur Aini1. Joko Susanto2. Asih Sri Winarti3 Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Yogyakarta Email: yanaaini03@gmail. com1, jokosusanto@upnyk. id2, asihsriwinarti@upnyk. Abstract Local Own-Source Revenue is revenue that comes from regional original economic One of the steps to increase PAD is by optimizing the potential in the tourism This study aims to analyze the effect of the number of tourist objects, the number of cultural attractions, the number of hotels and the number of restaurants on the districts/cities Local Own-Source Revenue in the Special Region of Yogyakarta in In this study using quantitative methods. The type of data used is secondary data sourced from the Directorate General of Fiscal Balance (DJPK), and the Department of Tourism and Culture with the data used is panel data of 5 districts/cities in the Special Region of Yogyakarta. The analytical tool used is panel data regression using eviews 9, and using multiple linear regression as hypothesis testing. The results of this study indicate that the number of tourist objects and the number of hotels have a positive and significant effect on local revenue, while the number of cultural attractions and restaurants have no effect on Local Own-Source Revenue. Keywords: Local Own-Source Revenue. Number of Tourist Attractions. Number of Cultural Attractions. Number of Hotels, and Number of Restaurants Abstrak Pendapatan Asli Daerah merupakan penerimaan yang berasal dari sumber ekonomi asli Salah satu langkah meningkatkan PAD dengan mengoptimalkan potensi dalam sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah objek wisata, jumlah atraksi budaya, jumlah hotel dan jumlah restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2011-2020. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan data yang digunakan adalah data panel 5 Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Alat analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan menggunakan eviews 9, dan menggunakan regresi linear berganda sebagai pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Jumlah Objek Wisata dan Jumlah Hotel berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah, sedangkan Jumlah Atraksi Budaya dan Jumlah Restoran tidak berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah. Kata kunci: Pendapatan Asli Daerah. Jumlah Objek Wisata. Jumlah Atraksi Budaya. Jumlah Hotel, dan Jumlah Restoran PENDAHULUAN Otonomi daerah merupakan sistem yang ada di negara Indonesia, dalam pelaksanaan otonomi daerah telah tersirat dalam Undang-undang No. 23 Tahun 2014, bahwa Pemerintah Daerah berhak menetapkan kebijakan daerah untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota Di Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2011-2020 Yana Nur Aini. Joko Susanto. Asih Sri Winarti DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2004, urusan pada Pemerintah Daerah tersebut berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang sesuai dengan sumber daya yang dimiliki dan potensi dan keunggulan masing-masing setiap Dan berdasarkan pada UU No 33 Tahun 2004, tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, menetapkan bahwa pemerintah daerah dalam pelaksanaan desentralisasi terdiri atas tiga sumber utama pendapatan pemerintah daerah yaitu pendapatan asli daerah (PAD), pinjaman daerah, dan lain-lain. Pendapatan Asli Daerah sendiri bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah (Halim,2. Metode yang dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah haruslah dilakukannya secara kreatif dan inovatif sehingga potensi pada daerah tersebut akan berkembang sebagaimana yang diharapkan pada tujuan dan pembangunan akan tercapai. Salah satu langkah atau upaya untuk meningkatkannya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yaitu dengan mengoptimalkan potensi dalam sektor pariwisata. Tabel 1 Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten/Kota di DIY Tahun 2018-2020 ilyar rupia. Kab/Kota Tahun Growth Growth Growth Yogyakarta 667,49 1,59 689,04 3,23 563,16 -18,27 Sleman 894,27 8,31 972,04 8,70 788,24 -18,91 Bantul 462,65 -6,38 505,92 9,35 482,04 -4,72 Kulon Progo 211,04 -15,48 237,87 12,71 254,36 6,93 Gunung Kidul 226,98 -16,36 254,81 12,26 228,16 -10,46 Sumber: Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Pada tabel 1 terlihat bahwa di setiap tahunnya Kabupaten/Kota di DIY mengalami kenaikan dan penurunan yang cukup variatif. Desentralisasi fiskal akibat diberlakukannya otonomi daerah juga membawa pengaruh terhadap PAD yang rata-rata mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kenaikan PAD ini dipicu oleh penerapan otonomi daerah yang mengharuskan setiap daerah dapat menggali potensi daerah yang berbeda-beda. DIY dikenal sebagai kota kebudayaan, kota pendidikan hingga menjadi kota tujuan wisata indonesia dan mancanegara (Dinas Pariwisata DIY, 2. Industri Pariwisata bukanlah industri yang berdiri sendiri, tetapi industri yang terdiri dari berbagai perusahaan yang menghasilkan jasa atau produk seperti objek wisata, hotel, restoran, artshop, agen dan biro perjalanan dan sebagainya. Dalam usaha untuk memenuhi permintaan wisatawan diperlukan sarana dan prasarana di bidang transportasi dan komunikasi, perhotelan dan akomodasi lain, industri kerajinan dan industri produk konsumen, industri jasa, rumah makan restoran dan lain-lain (Spillane,1. Suartini&Utama . dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pajak hiburan, pajak hotel dan pajak restoran berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah. Berdasarkan penjelasan kondisi tersebut, maka menarik bagi penulis untuk meneliti dengan pengambilan judul pengaruh sektor pariwisata SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2011-2020. TINJAUAN PUSTAKA Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan semua penerimaan daerah yang berasal dari sumber ekonomi asli daerah (Halim, 2. Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah pendapatan yang bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan yang sah (Bastian, 2. Objek wisata adalah sasaran wisata yang memiliki unsur fisik dominan yang menarik untuk dikunjungi wisatawan dengan berbagai daya tarik wisata sebagai sasaran wisata yang memiliki unsur abstrak dominan (UU No. Tahun 2009 tentang kepariwisataa. Kedatangan wisatawan akan menambah pendapatan bagi daerah yang dikunjunginya sedangkan bagi wisatawan mancanegara kedatangan mereka akan menambah devisa bagi negara (Yoeti,2. Atraksi adalah suatu citra mengenai suatu tempat yang berada pada benak wisatawan dan menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi suatu Atraksi budaya dapat meningkatkan pendapatan daerah karena menambah penerimaan pajak, dengan hal lainnya yaitu mengoptimalkan atraksi budaya yang ada di daerah tersebut (Ismanto, 2. hotel merupakan suatu usaha yang menggunakan bangunan atau sebagian daripadanya yang khusus disediakan, dimana setiap orang dapat menginap dan makan serta memperoleh pelayanan dan fasilitas lainnya dengan pembayaran (Dinas Pariwisat. Menurut Panjaitan . bahwa kontribusi atas pajak yang kita berikan cukup besar untuk pemasukan pemerintah baik pusat ataupun daerah. Setelah kita melakukan kewajiban untuk membayar atas biaya penginapan, pajak, dan service yang kita terima, maka tanggung jawab beralih ke pihak hotel untuk menyetor dan melaporkan pajak yang telah dipungut dari tamu hotel kepada Pemerintah Daerah. Menurut marsum, restoran adalah suatu tempat atau bangunan yang diorganisir secara komersil, yang menyelenggarakan pelayanan dengan baik kepada semua konsumennya baik berupa makanan maupun minuman. Menurut Pertiwi . kontribusi dari pajak restoran berpengaruh terhadap tinggi rendahnya PAD. METODE Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kuantitatif dengan tujuan menganalisa pengaruh jumlah objek wisata, jumlah atraksi budaya, jumlah hotel dan jumlah restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2011-2020. Jenis dan Sumber Data Data dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif berupa data sekunder ini diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) pada laman Dinas Pariwisata id dengan kurun waktu 2011-2020 dan lokasi penelitian pada Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota Di Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2011-2020 Yana Nur Aini. Joko Susanto. Asih Sri Winarti DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. Alat Analisis Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data panel . ooled dat. menggunakan regresi data panel dengan menggunakan software Eviews 9. Analisis Regresi Data Panel Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel . ooled dat. Variabelvariabel dalam penelitian ini dapat dituliskan ke dalam model persamaan regresi yaitu, sebagai berikut : ycycycyeOyei = yuya yuya ycycycyeOyei yuya ycycycyeOyei yuyc ycycyeOyei yuye ycycyeOyei yeIyeOyei Keterangan: PAD =Pendapatan Asli Daerah JOW =Jumlah objek wisata JAB =Jumlah atraksi budaya =Jumlah hotel =Jumlah restoran yu0 =Konstanta yu1, yu2, yu3, yu4 =Koefisien regresi =Standard Error =Kabupaten/Kota di DIY =Tahun 2011-2020 HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Spesifikasi Model Uji Chow Uji Chow digunakan untuk memilih antara model common effect atau fixed effect yang sebaiknya dipakai. Hasil estimasi uji Chow adalah sebagai berikut : Tabel 2 Hasil Uji Chow Effect test Statistic Probabilitas Cross-section Chi- 4,305443 0,3662 Sumber: Eviews 9, diolah Berdasarkan tabel 4. 1 diketahui nilai probabilitas Chi-square adalah 0,3662 sehingga H1 ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa model yang sebaiknya digunakan common effect. Uji Lagrange Multiplier Uji Lagrange Multiplier digunakan untuk mengetahui model yang sebaiknya dipakai, yaitu Common Effect Model atau Random Effect Model yang dipilih. Tabel 3 Hasil Uji Lagrange Multiplier Cross-section Breusch-Pagan 0,629158 . ,4. Sumber: Eviews 9, diolah SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Berdasarkan tabel 4. 2 diketahui nilai probabilitas Chi-square adalah 0,4277 sehingga H1 ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi yang paling tepat digunakan dalam penelitian ini adalah common effect model. Uji Asumsi Klasik Uji normalitas Uji Normalitas digunakan sebagai pengujian dalam melihat data berdistribusi normal atau tidak. Berikut adalah hasil uji normalitas : Tabel 4 Hasil Uji Normalitas Jarque-Bera Probabilitas Keterangan 0,403336 Normal Sumber: Eviews 9, diolah Berdasarkan tabel 4. 3 diperoleh hasil probabilitas sebesar 0,392577 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan data tersebut berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas merupakan uji yang bertujuan untuk menguji model regresi, apakah terdapat korelasi antar variabel bebas atau tidak. Berikut adalah hasil uji multikolinearitas: Tabel 5 Hasil Uji Multikolinearitas JOW JAB JOW JAB Sumber: Eviews 9, diolah Berdasarkan tabel 4. 4 hasil uji multikolinearitas seluruh variabel memiliki koefisien korelasi kurang dari 0,8, oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model bebas dari multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain. Berikut adalah hasil uji heteroskedastisitas: Tabel 6 Hasil Uji Heteroskedastisitas Variabel Probabilitas Keterangan JOW Tidak JAB Tidak Tidak Tidak Sumber: Eviews 9, diolah SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota Di Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2011-2020 Yana Nur Aini. Joko Susanto. Asih Sri Winarti DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. Berdasarkan hasil regresi dari log residu kuadrat terhadap seluruh variabel menunjukkan probabilitas lebih dari 0,05 dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat heteroskedastis dalam model tersebut. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dilakukan dengan tujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode waktu . atau ruang dengan kesalahan pengganggu pada waktu atau ruang sebelumnya . nilai Durbin-Watson sebesar 1. 775717 dan nilai d hitung berada pada kriteria dU < DW < 4-dU=1. 7214 < 1. 775717 < 1. 2786 maka dapat disimpulkan tidak ada Uji Statistik Uji t Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara individual . Berikut hasil uji t dalam regresi data Tabel 7 Hasil Uji t (Uji Parsia. Variabel Koefisien JOW 65E 09 JAB 14E 08 Sumber: Eviews 9, diolah t-Statistic Probabilitas 0,0000 0,1527 0,0000 0,2855 t-tabel . Dari hasil pengolahan data menunjukkan bahwa variabel Jumlah Objek Wisata memiliki nilai t-hitung sebesar 6. 260441 > t-tabel 1. Sehingga dapat dikatakan variabel Jumlah Objek Wisata memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Dengan nilai koefisien sebesar 2. maka ketika objek wisata bertambah 1 unit, maka akan menyebabkan PAD naik 000 rupiah. Dari hasil pengolahan data menunjukkan bahwa variabel Jumlah Atraksi Budaya memiliki nilai t-hitung sebesar -1. 454621 < t tabel 1. Sehingga dapat dikatakan variabel atraksi budaya tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Dari hasil pengolahan data menunjukkan bahwa variabel Jumlah Hotel memiliki nilai t-hitung sebesar 17. 02434 > t tabel 1. Sehingga dapat dikatakan variabel Jumlah Hotel memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Dengan koefisien sebesar 814. 000 Maka ketika objek wisata bertambah 1 unit, maka akan menyebabkan PAD naik sebesar 814. Dari hasil pengolahan data menunjukkan bahwa variabel Jumlah Restoran memiliki nilai t-hitung sebesar 1. 080813 < t-tabel 1. Sehingga dapat dikatakan variabel restoran tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Uji F Uji-F statistik pada dasarnya bertujuan untuk menunjukkan apakah semua variabel independen yang terdapat pada model mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Hasil yang diperoleh dari uji F menunjukkan bahwa nilai F-statistic 112. 7528 > F-tabel 2,584 dan nilai probabilitas sebesar 0,00000 < . Maka H0 ditolak H1 diterima, yang artinya variabel jumlah obyek wisata, jumlah atraksi budaya, jumlah hotel, dan jumlah restoran berpengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap Pendapatan Asli (PAD) Kabupaten/Kota di DIY tahun 2011-2020 Koefisien Determinasi Koefisien determinasi adalah pengujian untuk mengukur seberapa besar kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen. Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai Adjusted R-squared sebesar 0,901212 yang artinya bahwa variansi variabel independen objek wisata, atraksi budaya, hotel dan restoran mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap variansi variabel dependen yaitu Pendapatan Asli Daerah sebesar 90,12% sedangkan sisanya 9,88% dijelaskan oleh variabel lain selain variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Jumlah Objek Wisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Dapat diketahui bahwa variabel jumlah obyek wisata secara parsial dan individu berpengaruh positif terhadap PAD Kabupaten/Kota di DIY. Hal tersebut dapat diketahui dari nilai koefisien sebesar 2. 000 sedangkan nilai probabilitasnya sebesar 0,0000 < 0,05, artinya ketika obyek wisata bertambah sebesar 1-unit maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan meningkat sebesar Karana semakin banyak dan menarik objek wisata suatu daerah maka akan semakin banyak wisatawan datang ke suatu daerah tersebut, akan menambah retribusi yang akan dibayarkan kepada pemerintah. Jumlah Atraksi Budaya Terhadap Pendapatan Asli Daerah Hasil penelitian ini menunjukkan hasil jumlah atraksi budaya tidak berpengaruh terhadap PAD Kabupaten/Kota di DIY. Hal tersebut dapat diketahui dari nilai koefisien sebesar -46. 512 sedangkan nilai probabilitasnya sebesar 0,1077 > 0,05. Hal tersebut dikarenakan ketidakstabilan yang terjadi dalam perkembangan pariwisata di Kabupaten/Kota DIY yang cenderung berfokus pada sisi komersialnya saja dan kurang menonjolkan kebudaya yang dimiliki sehingga masih bayak orang khususnya anak muda yang sudah mulai melupakan Jumlah Hotel Terhadap Pendapatan Asli Daerah Hasil penelitian ini menunjukkan hasil jumlah hotel berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD Kabupaten/Kota di DIY. Hal tersebut dapat diketahui dari nilai koefisien sebesar 970. 000 sedangkan nilai probabilitasnya sebesar 0,0000 < 0,05, artinya ketika hotel bertambah sebesar 1 unit maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan naik sebesar 814. Hal ini berarti peningkatan akan pembangunan hotel menggambarkan bahwa jumlah hotel akan berpengaruh terhadap fasilitas dan kualitas yang disediakan oleh pihak Kabupaten/Kota di DIY SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota Di Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2011-2020 Yana Nur Aini. Joko Susanto. Asih Sri Winarti DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. sehingga akan dapat menampung dan mendatangkan wisatawan baik mancanegara maupun domestik. Semakin banyak pembangunan hotel, maka akan banyak jumlah hotel sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui pajak Jumlah Restoran Terhadap Pendapatan Asli Daerah Hasil penelitian ini menunjukkan hasil jumlah hotel tidak berpengaruh terhadap PAD Kabupaten/Kota di DIY. Hal tersebut dapat diketahui dari nilai koefisien sebesar 35. 549 sedangkan nilai probabilitasnya sebesar 0,1838 > 0,05. Jumlah restoran tidak memiliki pengaruh terhadap pendapatan asli daerah dapat dikarenakan pengelola restoran tidak melaporkan omzet yang sebenarnya dalam membayar pajak. Berdasarkan data dari Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) kota Yogyakarta masih terdapat sekitar 10 persen wajib pajak restoran yang tidak tertib dalam membayarkan pajaknya, sehingga kontribusi pajak restoran terhadap perolehan pendapatan asli daerah belum PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan tahapan-tahapan penelitian, maka dapat diambil kesimpulan: Jumlah Objek Wisata berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah Jumlah Atraksi Budaya tidak berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah Jumlah Hotel berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah Jumlah Restoran tidak berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah Jumlah Objek Wisata. Jumlah Atraksi Budaya. Jumlah Hotel dan Jumlah Restoran secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2011-2020. Saran dan Ucapan Terimakasih Saran dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam upaya peningkatan sektor wisata yang penting untuk dikembangkan dan sektor wisata yang harus diperbaiki regulasinya sehingga potensi di setiap Kabupaten/Kota di DIY dapat berkembang sebagaimana mestinya, dan penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan baru bagi pembaca terkait sektor wisata dan Pendapatan Asli Daerah. DAFTAR PUSTAKA