Husni Mubaroq & Mahfudz Jailani. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan Kesejahteraan Melalui Usaha Mikro Daging Rajungan Di Desa Tongas Wetan. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM), 3. , 155-166. JSPM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN MELALUI USAHA MIKRO DAGING RAJUNGAN DI DESA TONGAS WETAN Husni Mubaroq. Mahfudz Jailani. Universitas Panca Marga Probolinggo Corresponding Author : mahfudz293@gmail. ABSTRACT Tongas Wetan Village is a village located in a coastal area that has considerable potential in the field of Most of the residents of this village are fishermen, for that it is necessary to empower. Empowerment of rural communities needs to be done as an effort to build the welfare of the community by making the potential of local resources the main potential in the process of improving the economy of the surrounding community. This empowerment is carried out through several activities, one of which is the establishment of micro, small and medium enterprises (MSME. to increase production in the Tongas Wetan village area. Production in the marine fisheries sector in Tongas Wetan village varies, there are various types of fish, shrimp, crabs and so on. The research method used in this research is descriptive qualitative method, where the data used are primary data, data obtained or sourced from research results and secondary data as supporting data. The data needed in this study is from the people of Tongas Wetan Village as residents on the coast as fishermen looking for crabs and fishermen's wives as crab peelers. create job opportunities and ultimately realize community empowerment programs and can assist the government in the process of empowering coastal communities to realize the development of the economic welfare of the surrounding community. The raw material used is crab meat that has been peeled and then grouped according to the crab body part. Keywords: Empowerment. Development. Welfare. Micro Enterprises. Crab Meat ABSTRAK Desa Tongas Wetan merupakan desa yang terletak di wilyah tepi pantai yang memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang perikanan. Sebagian besar penduduk desa ini adalah nelayan, untuk itu perlu melakukan pemberdayaan. Pemberdayaan masyarakat desa perlu dilakukan sebagai upaya dalam membangun kesejahtreraan masyarakatnya dengan menjadikan potensi sumber daya lokal sebagai potensi utama dalam proses meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Pemberdayaan ini dilakukan melalui beberapa kegiatan salah satu diantaranya adalah pembentukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan hasil produksi di wilayah desa Tongas Wetan. Produksi di bidang perikanan laut di desa Tongas Wetan bermacam-macam ada berbagai jenis ikan, udang, rajungan dan sebagainya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dimana data yang digunakan adalah data primer data yang diperoleh atau bersumber dari hasil penelitian dan data sekunder sebagai data pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan, dengan adanya UMKM sebagai pengolahan rajungan tujuan utama adalah menambah nilai ekononomi warga disekitar pesisir pantai di samping itu juga membuka lapangan kerja dan yang akhirnya adalah mewujudkan program pemberdayaan masyarakat dan dapat membantu pemerintah dalam proses pemberdayaan masyarakat pesisir untuk mewujudkan pembangunan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar. Bahan baku yang digunakan adalah daging rajungan yang sudah dikupas dan kemudian dikelompokkan menurut bagian tubuh rajungan. Kata Kunci: Pemberdayaan. Pembangunan. Kesejahteraan. Usaha Mikro. Daging Rajungan E-ISSN: 2747-1292 PENDAHULUAN Sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki potensi yang begitu besar terhadap perekonomian termasuk masyarakat di wilayah pesisir pantai. Kawasan memiliki potensi dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada di sekitar. Potensi tersebut berupa sumberdaya alami seperti terumbu karang, hutan mangrove, pantai berpasir, ataupun sumberdaya buatan seperti tambak, kawasan pariwisata, kawasan industri dan perhubungan. Hasil laut sebagai sumber utama pendapatan masyarakat pesisir yang hidup dan pendapatannya bergantung pada hasil laut. Undang-Undang Republik Indonesia nomor 1 tahun 2014 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau kecil disebutkan bahwa pesisir merupakan daerah peralihan ekosistem darat dan laut yang dipengaruhi oleh perubahan di darat dan di laut. Pengelolaan wilayah pesisir dapat dilakukan melalui pemanfaatan, pengawasan dan pengendalian sumber daya pesisir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Interaksi manusia dengan ekosistem harus diperhitungkan dalam rangka untuk efisien menerapkan strategi manajemen kelautan (Batista et al. , 2. Kondisi dilapangan masih banyak nelayan yang masih bergelut dengan kemiskinan dan belum mensejahterakan para penduduk di pesisir pantai, padahal potensi sumberdaya sangat besar dan Pada dasarnya yang menjadi tujuan utama pembangunan di wilayah pesisir pantai adalah peningkatan kualitas hidup para nelayan bukan tentang pertumbuhan dan perkembangan pasokan hasil laut yang dimana sebagian penduduk bergantungan pada pendapatan kepala keluarga. Penduduk di wilayah pesisir pantai memiliki tingkat ekonomi yang relatif rendah, dimana pada musim barat, sebagian nelayan tidak melaut dan sebagian besar dari mereka hanya mengantungkan hidupnya pada ikan di laut. Dengan melihat hal tersebut diatas, maka perlu dilakukan upaya pengembangan mata pencaharian alternatif sebagai salah satu cara yang harus Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para istri nelayan tidak lagi menggantungkan pendapatan dari nelayan tetapi juga ikut mencari nafkah dengan berbagai cara seperti dengan turut membantu mengupas kulit rajungan sebagai upaya meningkatkan pendapatan Kecamatan Tongas adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Probolinggo yang memiliki luas cukup besar yang terdiri dari 14 desa dengan sebagian besar wilayahnya adalah wilayah pesisir yang cukup panjang, namun banyak potensi wilayah yang tak tersentuh. Peran pemerintah dibutuhkan dan menjadi sangat penting sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat dalam peningkatan pembangunan kesejahteraan masyarakat di bidang ekonomi. Desa Tongas Wetan merupakan desa yang terletak di wilyah tepi pantai yang memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang perikanan. Sebagian besar penduduk desa ini adalah nelayan, untuk itu 155 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022 perlu melakukan pemberdayaan. Pemberdayaan masyarakat desa perlu dilakukan sebagai upaya dalam membangun kesejahtreraan masyarakatnya dengan menjadikan potensi sumber daya lokal sebagai potensi utama dalam proses meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Pemberdayaan ini dilakukan melalui beberapa kegiatan salah satu diantaranya adalah pembentukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan hasil produksi di wilayah desa Tongas Wetan. Produksi di bidang perikanan laut di desa Tongas Wetan bermacammacam ada berbagai jenis ikan, udang, rajungan dan sebagainya. Namun yang lebih banyak diproduksi dan dikelola di wilayah ini adalah rajungan. Rajungan merupakan salah satu komoditi perikanan yang bernilai ekonomis tinggi. Selain rasanya yang lezat, juga karena kandungan gizinya yang cukup tinggi, sehingga komoditi ini sangat diminati oleh masyarakat lokal maupun luar negeri. Pada awal tahun 2000-an kegiatan penangkapan rajungan mulai meningkat hal ini dikarenakan kegiatan ekspor sudah mulai berkembang. Hal ini memberikan peluang atau kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja di sektor perikanan khususnya rajungan. Melalui pembentukan usaha mikro kecil menengah (UMKM) ini dapat menyerap tenaga Dalam sistem ekonomi kerakyatan UMKM berorientasi pada ekspor sebagai produk unggulan daerah yang banyak dinikmati oleh masyarakat lokal maupun pendatang dan memiliki unsur peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi pekerja dan UMKM itu sendiri. Untuk itu pemberdayaan masyakat di Desa Tongas Wetan dilakukan melalui UMKM untuk mengelola daging rajungan sebagai upaya pengelolaan sumber daya dan potensi lokal yang nantinya akan memberikan implikasi terhadap pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan pesisir pantai untuk menumbuhkan dan mengembangkan usaha masyarakat untuk menjadi usaha yang tangguh dan mandiri dan dapat mewujudkan struktur perekonomian yang seimbang kepada penduduk wilayah pesisir Desa Tongas Wetan. ANALISIS TEORITIS Perdebatan teoritik dan diskusi konseptual yang terlalu panjang disarankan agar ditulis terpisah dengan Pendahuluan menjadi bab Tinjauan Pustaka. Menurut Sumpeno . pemberdayaan adalah upaya yang dilakukan oleh unsur yang berasal dari luar tatanan terhadap suatu tatanan, agar tatanan tersebut mampu berkembang secara mandiri. Sedangkan. Abdur Rohim . , menyatakan dan memberikan gambaran konsep pemberdayaan masyarakat secara konseptual, pemberdayaan atau pemberkuasaan . berasal dari kata AupowerAy yag berarti kekuasaan atau keberdayaan . engutip pendapat edi Suharto, 2. 156 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022 Menurut Tuwo Ambo . kekurangberdayaan masyarakat pesisir antara lain disebabkan oleh keterbatasan mereka dalam penguasaan ilmu, teknologi, modal dan kelembagaan Selain itu, menurut Ambo . paling tidak ada lima pendekatan pemberdayaan masyarakat pesisir yang baru saja diimplementasikan. Kelima pendekatan ini dilaksanakan dengan memperhatikan secara sungguh-sungguh aspirasi, keinginan, kebutuhan, pendapatan, dan potensi sumberdaya yang dimiliki masyarakat. Komponen dari pendekatan pemberdayaan masyarakat pesisir dapat dijelaskan sebagai berikut : Pengembangan mata pencaharian alternatif Pengembangan mata pencaharian alternatif dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa sumber daya pesisir secara umum dan perikanan tangkap secara khusus telah banyak mengalami tekanan dan degradasi (Shofwan,Dk. Data empiris menunjukkan bahwa sudah terlalu banyak nelayan yang berkonsentrasi diperairan tertentu. Secara nasional, tampak bahwa jumlah nelayan juga sudah berlebihan. Potensi laut yang tersedia, jika memang benar estimasinya, sudah tidak mampu dijadikan andalan bagi peningkatan kesejahteraan (Ambo,2. jika jumlah sumber daya yang diperbolehkan ditangkap betul-betul diambil semuanya maka berdasarkan perhitungan kasar secara rata-rata, nelayan sangat sulit untuk sejahtera. Akses Terhadap Modal Strategi pemberdayaan nelayan adalah pengembangan akses modal. Strategi ini sangat penting karena pada dasarnya saat ini masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pembudidaya ikan sangat sulit untuk memperoleh modal. Sifat bisnis perikanan yang musiman, ketidak pastian serta resiko tinggi sering menjadi alasan keengganan bank menyediakan modal bagi bisnis ini (Ambo,2. Sifat bisnis perikanan seperti ini yang disertai dengan status nelayan yang umumnya rendah dan tidak mampu secara ekonomi membuat mereka sulit untuk memenuhi syarat-syarat perbankan yang selayaknya diberlakukan seperti perlu adanya collateral, insurance dan equity. Akses Terhadap Teknologi Menurut Ambo . , upaya meningkatkan pendapatan dilakukan melalui perbaikan teknologi, mulai dari teknologi produksi hingga pasca produksi dan pemasaran. Upaya-upaya peningkatan akses masyarakat terhadap teknologi belum banyak dilakukan. Hal ini karena adanya kesulitan untuk mengindentifikasi jenis dan tipe teknologi yang dibutuhkan masyarakat. Seringkali, justru masyarakatlah yang lebih maju dalam mencari dan mengadopsi teknologi yang diinginkan. Sehingga kadang-kadang pemerintah tertinggal. Dengan kata lain, dalam hal teknologi masyarakat lebih maju dari pemerintah. 157 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022 Akses Terhadap Pasar Pasar adalah faktor penarik dan bisa menjadi salah kendala utama bila pasar tidak berkembang. Karena itu maka membuka akses pasar adalah cara untuk mengembangkan usahakarena bila tidak ada pasar maka usaha sangat terhambat perkembangannya. Untuk mengembangkan pasar bagi produk-produk yang dihasilkan masyarakat pesisir maka upaya berikut yang dilakukan adalah mendekatkan masyarakat dengan perusahaan-perusahaan besar yang juga adalah eksportir komoditas perikanan. Untuk itu maka kontrak penjualan produk antara masyarakat nelayan dengan perusahaan ini dilaksanakan (Ambo, 2. Keuntungan dari hubungan seperti ini yaitu masyarakat mendapat jaminan pasar dan harga, pembinaan terhadap masyarakat terutama dalam hal kualitas barang bisa dilaksanakan, serta sering kali masyarakat mendapat juga bantuan modal bagi pengembangan usaha Pengembangan aksi kolektif Pemberdayaan melalui pengembangan aksi kolektif sama artinya dengan pengembangan koperasi atau kelompok usaha bersama (Ambo, 2. Hanya di sini istilah yang digunakan adalah aksi kolektif yaitu untuk membuka kesempatan kepada masyarakat membentuk kelompok-kelompok yang diinginkannya yang tidak semata-mata koperasi atau kelompok usaha bersama. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dimana data yang digunakan adalah data primer data yang diperoleh atau bersumber dari hasil penelitian dan data sekunder sebagai data pendukung. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah berupa dari masyarakat Desa Tongas Wetan sebagai penduduk di pesisir pantai sebagai nelayan yang mencari rajungan dan istri nelayan sebagai pengupas kulit rajungan dalam kegiatan produktif dan bagaimana implikaisnya terhadap pendapatan keluarga. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian adalah observasi yaitu peneliti melihat dan mengamati secara langsung objek yang diteliti untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan dan Wawancara semiterstruktur yang pelaksanaannya lebih fleksibel dan bersifat terbuka serta pihak yang diajak wawancara dapat menjelaskan masalah serta kegiatan yang dilakukan selama proses Penenlitian ini juga digali berbagai data, informasi dan referensi dari berbagai sumber pustaka, dan internet. HASIL DAN PEMBAHASAN 158 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022 Pemberdayaan adalah sebuah proses dan tujuan. Sebagai proses, pemberdayaan serangkaian kegiatan untuk memperkuat kekuasaan atau keberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk individu-individu yang mengalami masalah kemiskinan. Sebagai tujuan, pemberdayaan merujuk pada keadaan atau hasil yang ingin dicapai oleh sebuah perubahan sosial yaitu masyarakat yang berdaya, memiliki kekuasaan atau mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik yang bersifat fisik, ekonomi maupun sosial seperti memiliki kepecayaan diri,mampu menyampaikan aspirasi, mempunyai mata pencaharian, berpartisipasi kegiatan sosial, dan mandiri melaksanakan tugas-tugas kehidupannya. Menurut Eddy Papilaya yang dikutip oleh Zubaedi, bahwa Pemberdayaan adalah upaya untuk membangun kemampuan masyarakat, dengan mendorong, memptivasi, membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki dan berupaya untuk mengembangkan potensi itu menjadi tindakan nyata. Sebagai suatu masyarakat yang tinggal dikawasan pesisir, masyarakat nelayan mempunyai karakteristik sosial tersendiri yang berbeda dengan masyarakat yang tinggal di daratan tinggi. Di beberapa kawasan pesisir yang relatif berkembang pesat, struktur masyarakatnya bersifat heterogen, memiliki etos kerja tinggi, solidaritas sosial yang kuat, serta terbuka terhadap perubahan dan interaksi sosial. Sekalipun demikian, masalah kemiskinan masih mendera sebagaian masyarakat pesisir, sehingga fakta sosial ini terkesan ironi di tengah-tengah kekayaan sumber daya pesisir dan lautan (Kusnadi,2. Mengingat potensi yang ada pada wilayah pesisir Desa Tongas Wetan memiliki potensi yang baik sehingga hal itu perlu dikelola dan dikembangkan selain dan mempunyai potensi produksi untuk menembus pasar ekspor melalui pemberdayaan masyrakat dengan terbentuknya UMKM salah satunya adalah dalam bidang proses pengelolaan daging rajungan, maka pemerintah terkait perlu turut andil dalam pengelolaan secara komprehensif dan terpadu. Pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan produktif pada kegiatan UMKM Usaha kecil dan informal merupakan sektor usaha yang telah terbukti berperan strategis atau penting dalam mengatasi dampak dari krisis ekonomi. Karakteristik rumah tangga nelayan tidak jauh berbeda dengan rumah tangga di daerah perkotaan. Masyarakat nelayan masih identik sebagaian besar dengan sifat terbelakang. Pendapatan yang diperoleh masih menggantungkan pada hasil tangkapan ikan di laut saja yang jumlahnya tidak menentu karena tidak memiliki pekerjaan lain. Keberlanjutan sosial ekonomi mengacu pada tercapainya kesejahteraan sosial 159 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022 ekonomi masyarakat pesisir. Hal ini tentu sangat selaras dengan apa yang menjadi tujuan umum pemberdayaan yaitu meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi dan memperkuat lembaga serta partisipasi masyarakat, optimalisasi dan pemanfaatan sumberdaya laut dan pesisir secara Dengan adanya UMKM sebagai pengolahan rajungan tujuan utama adalah menambah nilai ekononomi warga disekitar pesisir pantai di samping itu juga membuka lapangan kerja dan yang akhirnya adalah mewujudkan program pemberdayaan masyarakat dan dapat membantu pemerintah dalam proses pemberdayaan masyarakat pesisir untuk mewujudkan pembangunan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar. Pada kegiatan produktif UMKM ini dilaksanakan dengan kontribusi masyarakat setempat. Dengan bahan baku utamanya yaitu daging Rajungan (Portunus pelagicu. merupakan binatang aktif, namun ketika sedang tidak aktif atau dalam keadaan tidak melakukan pergerakan, rajungan akan diam di dasar perairan sampai kedalaman 3-5 meter dan hidup membenamkan diri dalam pasir di daerah pantai berlumpur, hutan bakau, dan batu karang (Mirzads, 2008 ). Penangkapan rajungan sangat dipengaruhi oleh musim dan Kabupaten Probolinggo memiliki 2 Musim, yaitu musim penghujan, dan musim Kemarau. Produksi penangkapan rajungan pada bulan April sampai dengan September adalah 5. 800 Kg pada saat bulan ini sedang berlangsung musim kemarau dimana pada saat musim ini produksi penangkapan rajungan dialam mengalami penurunan yang disebabkan oleh gelombang yang sangat kuat dan para nelayan jarang melakukan aktifitas penangkapan dan musim ini sering disebut sebagai musim ALiburA bagi nelayan. Pada saat bulan Oktober sampai dengan bulan April produksi penangkapan rajungan mencapai 22. 420 Kg dimana pada saat-saat bulan tersebut sedang berlangsung musim Penghujan dimana pada umumnya semua alat tangkap beroprasi dan pada saat musim ini hasil penangkapan oleh nelayan maksimum. Bahan baku yang digunakan adalah daging rajungan yang sudah dikupas dan kemudian dikelompokkan menurut bagian tubuh rajungan yaitu Jumbo Untuk spesifikasi jumbo, daging rajungan diambil dari bagian dada yang berwarna putih dan utuh. Daging ini mempunyai ukuran lebih besar dibandingkan dengan daging jenis lainnya, dimana ukuran dagingnya yaitu: under size < 4 gr, jumbo lump 4 s/d 10 gr dan jumbo colossal > 11gr dan presentrase daging jumbo adalah 32% dari total berat berat daging rajungan. Sisa kupasan daging jumbo yang remuk dimasukkan kedalam spesifikasi backfin. Backfin Spesifikasi backfin diambil dari bagian dada yang berwarnah putih, pecahan dari jumbo. Backfin mempunyai berat yang lebih ringan dari jumbo yaitu 7% dari total berat daging rajungan. Spesial Sisa dari lump yang remuk dimasukkan kedalam spesifikasi spesial. Spesifikasi spesial berasal dari bagian 160 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022 perut, berwarna putih dimana daging spesial mempunyai berat 15 % dari total berat daging Claw meat Spesifikasi claw meat memiliki warna dan aroma yang khas. Daging claw meat berwarna putih kemerahan, diambil dari bagian kaki dan capit dimana daging claw meat memiliki berat 38% dari total berat daging rajungan. pengupasan rajungan dilakukan oleh istri para nelayan di Desa Tongas Wetan. Bahan baku rajungan didapat dari nelayan yang berada di seluruh pesisir Kecamatan Tongas. Dimana ukuran rajungan1-7ekor/Kg dikategorikan kelas super dengan harga/kg Rp. 000 Ae Rp. dan ukuran 8-12 ekor/kg dikategorikan kelas A dengan harga/kg Rp. 000 Ae Rp. 000 dan kemudian Kelas B dengan ukuran rajungan bekisar antara 13-18 ekor/kg dengan harga/kg Rp. 000 Ae Rp. Mengupas rajungan dan memisahkannya dari cangkang rajungan merupakan kegiatan produktif yang dilakukan masyarakat sekitar pesisir dengan mendirikan UMKM baik secara resmi maupun tidak resmi, dimana umkm besar atau yang resmi akan membawahi umkm kecil yang ada dibawahnya untuk memperoleh jumlah pasokan daging dari umkm kecil tersebut dengan sistem pendistribusiannya yaitu para nelayan menjual rajungan mereka kepada para pengepul terdekat yaitu umkm tersebut lalu mereka mengolahnya menjadi daging yang siap dijual untuk disetorkan ke umkm lain yang lebih besar untuk dikirim dikota kota besar dijawa maupun diekspor keluar Pendapatan yang diterima pada kegiatan UMKM ini berbeda beda disetiap umkm tergantung tergantung kebijakan gaji yang mereka terapkan, ada pula yang menggunakan sistem waktu yaitu dengan menghitung jumlah jam kerja mereka dan menghargai setiap per jamnya dengan nominal, dan ada juga yang menerapkan sistem borongan yaitu didasarkan pada jumlah dan kualitas hasil kupasan rajungan yang dikupas dan harga daging rajungan yang ada dipasaran akan memepengaruhi besar kecilnya pendapatan yang diterima. Dari kegiatan tersebut masyarakat pesisir desa Tongas Wetan memiliki dampak positif terutama bagi kalangan ibu ibu rumah tangga dengan kegiatan tersebut mereka dapat menambah pendapatan keluarga mereka serta meningkatkan taraf perekonomian masyarakat pesisir Desa Tongas Wetan pada umumya. Menurut Tuwo Ambo . kekurang berdayaan masyarakat pesisir antara lain disebabkan oleh keterbatasan mereka dalam penguasaan ilmu, teknologi, modal dan kelembagaan Selain itu, menurut Ambo . paling tidak ada lima pendekatan pemberdayaan masyarakat pesisir yang baru saja diimplementasikan. Kelima pendekatan ini dilaksanakan dengan memperhatikan secara sungguh-sungguh aspirasi, keinginan, kebutuhan, pendapatan, dan potensi sumberdaya yang dimiliki masyarakat. Komponen dari pendekatan pemberdayaan masyarakat pesisir dapat dijelaskan sebagai berikut : Pengembangan mata pencaharian alternatif 161 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022 Pengembangan mata pencaharian alternatif dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa sumber daya pesisir secara umum dan perikanan tangkap secara khusus telah banyak mengalami tekanan dan degradasi (Shofwan. Dk. Data empiris menunjukkan bahwa sudah terlalu banyak nelayan yang berkonsentrasi di perairan tertentu. Secara nasional, tampak bahwa jumlah nelayan juga sudah berlebihan. Potensi ikan laut yang tersedia, jika memang benar estimasinya, sudah tidak mampu dijadikan andalan bagi peningkatan kesejahteraan (Ambo, 2. jika jumlah ikan yang diperbolehkan ditangkap betul-betul diambil semuanya maka berdasarkan perhitungan kasar secara rata-rata, nelayan sangat sulit untuk sejahtera. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat diketahui bahwa alternatif mata pencaharian lain juga terdapat dipesisir Desa Tongas Wetan selain mengandalkan hasil tangkapan laut dan umkm kupas kulit rajungan yaitu budidaya ikan bandeng dan udang, peterakan ayam potong serta juga terdapat sentra pembuatan bubu sebagai alat tangkap rajungan . Akses Terhadap Modal Strategi Pemberdayaan Nelayan Adalah Pengembangan Akses Modal. Strategi ini sangat penting karena pada dasarnya saat ini masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pembudidaya ikan sangat sulit untuk memperoleh modal. Sifat bisnis perikanan yang musiman, ketidak pastian serta resiko tinggi sering menjadi alasan keengganan bank menyediakan modal bagi bisnis ini (Ambo,2. Sifat bisnis perikanan seperti ini yang disertai dengan status nelayan yang umumnya rendah dan tidak mampu secara ekonomi membuat mereka sulit untuk memenuhi syarat-syarat perbankan yang selayaknya diberlakukan seperti perlu adanya collateral, insurance dan equity. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan masyarakat setempat bahwasanya sebagian besar sumber modal yang mereka peroleh berasal dari pinjaman dari para pengepul rajungan maupun pemilik umkm dengan sistem mereka mengivestasikan sebagian dana mereka kepada nelayan untuk mendanai mereka dalam membeli peralatan seperti perahu, mesin, maupun jaring dengan tujuan agar nelayan yang memperoleh pinjaman dana tersebut hanya menjual hasil tangkapan rajungan mereka kepada pengepul maupun umkm yang sudah memberi pinjaman, begitu juga dengan umkm kecil dibawah mereka yang hanya menyetorkan daging rajungan kepada mereka yang yang sudah memberi pinjaman. Dengan sistem tersebut masyarakat pesisir Desa Tongas Wetan merasa terbantu dalam hal modal usaha . Akses Terhadap Teknologi Menurut Ambo . , upaya meningkatkan pendapatan dilakukan melalui perbaikan teknologi, mulai dari teknologi produksi hingga pasca produksi dan pemasaran. Upaya-upaya peningkatan 162 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022 akses masyarakat terhadap teknologi belum banyak dilakukan. Hal ini karena adanya kesulitan untuk mengindentifikasi jenis dan tipe teknologi yang dibutuhkan masyarakat. Seringkali, justru masyarakatlah yang lebih maju dalam mencari dan mengadopsi teknologi yang diinginkan. Sehingga kadang-kadang pemerintah tertinggal. Dengan kata lain, dalam hal teknologi masyarakat lebih maju dari pemerintah. Menurut wawancara peneliti dengan masyarakat setempat menyatakan bahwa masyarakat pesisir di Desa Tongas Wetan selama ini masih mengandalkan alat-alat tradisional dalam memperoleh tangkapan rajungan. Selain itu, masyarakat yang memiliki umkm pengupasan kulit rajungan juga masih menggunakan alat sederhana. Meskipun demikian. Pemerintah setempat masih belum memberikan pelatihan-pelatihan dalam menggunakan teknologi modern dalam proses penangkapan maupunn produksinya. Hasil peneitian ini menunjukkan bahwa masyaraat Desa Tongas Wetan masih minim dalam penggunan Hal ini disebabkan karena minimnya peran pemerintah setempat dalam hal pelatihan maupun pemberian alat modern . Akses terhadap pasar Pasar adalah faktor penarik dan bisa menjadi salah kendala utama bila pasar tidak berkembang. Karena itu maka membuka akses pasar adalah cara untuk mengembangkan usaha karena bila tidak ada pasar maka usaha sangat terhambat perkembangannya. Untuk mengembangkan pasar bagi produk-produk yang dihasilkan masyarakat pesisir maka upaya 6 yang dilakukan adalah mendekatkan masyarakat dengan perusahaan-perusahaan besar yang juga adalah eksportir komoditas perikanan. Untuk itu maka kontrak penjualan produk antara masyarakat nelayan dengan perusahaan ini dilaksanakan (Ambo, 2. Keuntungan dari hubungan seperti ini yaitu masyarakat mendapat jaminan pasar dan harga, pembinaan terhadap masyarakat terutama dalam hal kualitas barang bisa dilaksanakan, serta sering kali masyarakat mendapat juga bantuan modal bagi pengembangan usaha. Akses terhadap pasar di Desa Tongas Wetan bergantung dari usaha masyarakat desa itu sendiri. bahwa masyarakatlah yang mencari pembeli atau konsumen sendiri, sedangkan pihak pemerintah Kabupaten Probolinggo belum memfasilitasi sampai ke penyediaan mitra dan link dalam memasarkan usaha masyarakat Desa Tongas Wetan. Menurut Handri . , pasar memiliki tiga arti yang berbeda, yaitu: dalam arti sempit, pasar yaitu tempat bertemunya para penjual atau produsen dengan pembeli atau konsumen. Dalam arti interaksi permintaan dan penawaran, pasar dijadikan sebagai tempat terjadinya transaksi jual beli. secara umum pasar adalah orang-orang yang menginginkan sesuatu barang atau jasa dan memiliki kemampuan untuk membeli. Pengembangan aksi kolektif 163 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022 Pemberdayaan melalui pengembangan aksi kolektif sama artinya dengan pengembangan koperasi atau kelompok usaha bersama (Ambo, 2. Hanya di sini istilah yang digunakan adalah aksi kolektif yaitu untuk membuka kesempatan kepada masyarakat membentuk kelompok-kelompok yang diinginkannya yang tidak semata-mata koperasi atau kelompok usaha bersama. Menurut wawancara peneliti dengan Kepala Desa Tongas Wetan. Bapak Kasan, salah satu upaya untuk mengembangkan aksi kolekif masyarakat adalah dengan di bentuknya kelompok kelompok usaha masyarakat, sehingga masyarakat dapat belajar berorganisasi dalam lingkup yang kecil untuk nantinya dapat berkontribusi dalam organisasi yang besar. Yaitu salah satuya Pembentukan kelompok usaha mikro kupas kulit rajungan di pesisir Desa Tongas wetan dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar khususnya bagi para ibu ibu istri nelayan dalam hal memenuhi kebutuhan hidup mereka. KESIMPULAN Sebagai suatu masyarakat yang tinggal dikawasan pesisir, masyarakat nelayan mempunyai karakteristik sosial tersendiri yang berbeda dengan masyarakat yang tinggal di daratan tinggi. Mengingat potensi yang ada pada wilayah pesisir Desa Tongas Wetan memiliki potensi yang baik sehingga hal itu perlu dikelola dan dikembangkan selain dan mempunyai potensi produksi untuk menembus pasar ekspor melalui pemberdayaan masyrakat dengan terbentuknya UMKM salah satunya adalah dalam bidang proses pengelolaan daging rajungan, maka pemerintah terkait perlu turut andil dalam pengelolaan secara komprehensif dan terpadu. Dengan adanya UMKM sebagai pengolahan rajungan tujuan utama adalah menambah nilai ekononomi warga disekitar pesisir pantai di samping itu juga membuka lapangan kerja dan yang akhirnya adalah mewujudkan program pemberdayaan masyarakat dan dapat membantu pemerintah dalam proses pemberdayaan masyarakat pesisir untuk mewujudkan pembangunan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar. Ditinjau berdasarkan Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dari Ambo . , yaitu sebagai berikut: Pengembangan mata pencaharian alternatif. Alternatif mata pencaharian lain juga terdapat dipesisir Desa Tongas Wetan selain mengandalkan hasil tangkapan laut dan umkm kupas kulit rajungan yaitu budidaya ikan bandeng dan udang, peterakan ayam potong serta juga terdapat sentra pembuatan bubu sebagai alat tangkap rajungan . Akses Terhadap Modal sebagian besar sumber modal yang mereka peroleh berasal dari pinjaman dari para pengepul rajungan maupun pemilik umkm dengan sistem mereka mengivestasikan sebagian dana mereka kepada nelayan untuk mendanai mereka dalam 164 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022 membeli peralatan seperti perahu, mesin, maupun jaring dengan tujuan agar nelayan yang memperoleh pinjaman dana tersebut hanya menjual hasil tangkapan rajungan mereka kepada pengepul. Akses Terhadap Teknologi. Hasil peneitian ini menunjukkan bahwa masyaraat Desa Tongas Wetan masih minim dalam penggunan teknologi. Hal ini disebabkan karena minimnya peran pemerintah setempat dalam hal pelatihan maupun pemberian alat Akses terhadap pasar. Akses terhadap pasar di Desa Tongas Wetan bergantung dari usaha masyarakat desa itu sendiri. Bahwa masyarakatlah yang mencari pembeli atau konsumen sendiri, sedangkan pihak pemerintah Kabupaten Probolinggo belum memfasilitasi sampai ke penyediaan mitra dan link dalam memasarkan usaha masyarakat Desa Tongas Wetan. Pengembangan aksi kolektif. Salah satuya Pembentukan kelompok usaha mikro kupas kulit rajungan di pesisir Desa Tongas wetan dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar khususnya bagi para ibu ibu istri nelayan dalam hal memenuhi kebutuhan hidup mereka. DAFTAR PUSTAKA